Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Penundaan acara.


__ADS_3

Aku mengadakan audiensi dengan beberapa orang yang sudah dipilih untuk menerima poin jiwa yang sudah kami kumpulkan tempo lalu.


Nilai jiwa yang terkumpul sudah mencapai 13 juta, dengan itu, kami bisa membuat 13 orang naik ke level maksimal secara instan.


Aku duduk di singgasana, merlin, freya, eliza, william, ignis, dan leon berada di sebelahku. Ada juga atla dan eren yang berdiri di dekat merlin.


Seharusnya, tidak perlu untuk aku membawa anak-anak ke tempat seperti ini, tetapi aku ingin orang-orang lebih mengenal atla dan eren. Selain itu, aku juga berniat untuk memberi poin kepada mereka berdua.


Mereka memang masih anak-anak, dan akan lebih bagus jika mereka bisa mengenal kekuatan mereka sejak dini.


Ketika level mereka sudah maksimal, mereka akan mendapatkan kekuatan mentah. Sisanya, mereka tinggal belajar mengendalikan kekuatan mentah tersebut, hingga ketika mereka sudah dewasa, diharapkan mereka bisa dengan mahir mengendalikan kekuatan itu.


Bersama dengan orang-orang di sini yang membimbing mereka, mereka berdua pasti bisa menjadi orang yang hebat di masa depan.


Seperti itulah rencana yang aku pikirkan baik-baik dengan hydra.


Aku juga sudah bertanya pada hydra, apakah akan baik-baik saja meningkatkan level mereka secepat ini? Yang aku khawatirkan adalah apakah tubuh mereka bisa tumbuh secara normal seperti biasa?


Masalahnya, level mereka akan ditingkatkan sampai ke level tertinggi, aku khawatir kalau pertumbuhan mereka akan terhenti melihat orang-orang yang memiliki level tinggi selalu berumur panjang.


Namun, hydra menjawab mereka bisa tumbuh secara normal. Ada juga kasus di mana seorang pahlawan sudah memiliki kekuatan sejak lahir, dan tentu saja mereka masih bisa tumbuh secara normal. Jadi, aku bisa tenang dengan itu.


Yah, meskipun level mereka ditingkatkan, keterampilan, bakat, equipment, dan title juga dibutuhkan untuk meningkatkan statistik mereka.


Contoh sederhana yang terjadi dalam game, ketika pemain belum memiliki title master koki, mereka tidak akan bisa membuat makanan dengan cepat dan bernilai tinggi.


Satu makanan yang dibuat oleh pemain yang memiliki title master koki, biasanya bisa membuat pemain yang mengkonsumsi makanan tersebut mendapatkan "peningkatan status sementara" yang tinggi. Jadi, title juga sangat berpengaruh pada kekuatan pemain.


Itu cerita di dalam game, tapi aku bisa menganggap itu sebagai referensi.


Di dunia ini, ada title "pahlawan", "fallen", dan "raja iblis". Aku yakin, title-title itu pasti didapatkan bukan dengan sembarangan atau hanya sekedar penyebutan yang dibuat oleh seseorang, tetapi berasal dari suatu ketentuan yang berlaku menurut sistem kerja dunia ini.


Sekarang aku sedang memperhatikan orang-orang yang berdiri di depanku.



Titania, iblis


Kaguya, gnome


Tethra, sphinkx


Endrin, gnome


Edwin, huldra


Odimus, gnome


Gale, gnome


Mark, gnome


Clara, huldra


Mereka adalah peserta yang sudah dipilih olehku, tentu saja, mereka sudah bersedia sumpah setia padaku.


Berbeda dengan pegawai biasa yang diperbolehkan memutuskan tujuan hidup mereka sendiri, mereka yang bersumpah setia padaku harus bekerja menurut kehendak yang aku berikan.


Sebelumnya, titania berdiri di depan audiensi bersama kami, lalu dia memperkenalkan dirinya dan langsung ikut berbaris dengan peserta yang lainnya. Untungnya, mereka semua tidak ada masalah dengan iblis yang bekerja denganku.


Mereka yang sudah memutuskan untuk setia kepada aku, akan dengan patuh menuruti apa yang aku mau. Ditambah, freya sudah meyakinkan mereka, jadi mereka tidak mempermasalahkan itu terlalu jauh.


Di sini, ada orang baru seperti odimus, gale, mark, dan clara.


Odimus adalah seorang pria berbadan besar, mungkin tingginya sekitar 7 kaki, berwajah kasar seperti seorang veteran tentara, dan dia terlihat seperti seorang pria berusia 45 tahun tapi usia aslinya tidak diketahui. Dia mengenakan cuirass, plat baja pada pundak sebelah kiri, kedua tangan, dan kaki.


Terlihat seperti semi armor full plate. Atau, mungkin itu memang satu set armor full plate, namun dalam kondisi yang sederhana.


Lalu, ada gale dan mark. Mereka berdua adalah seorang pemuda yang pernah — atau mungkin sudah sering — aku lihat.


Mereka berdua mengenakan plat besi hanya pada bagian dada, punggung, dan kedua lengan. Itu adalah pakaian standar penjaga di kastil ini.


Sayangnya, aku hanya memiliki sedikit armor, dan itu pun bukan untuk pakaian dinas biasa.


Aku memang harus mencari pengrajin secepatnya untuk meningkatkan perlengkapan mereka.


Terakhir clara, dia adalah seorang gadis cantik berambut pirang dan mata zamrud yang sangat mempesona.


Karena dia berasal dari suku huldra, dia memiliki ekor pada bokongnya. Jika saja dia tidak memiliki ekor, mungkin aku akan mengira bahwa dia hanya manusia biasa.


Yah, itu adalah tiga anggota baru yang akan kami resmikan pada acara ini.


Ditambah dengan atla, eren, dan freya total menjadi 12 orang yang akan aku berikan nilai jiwa. Sisanya akan diberikan kepada tiramosa.


"baiklah, aku akan memulai pemberian nilai jiwa kepada kalian. Apakah kalian bersedia bersumpah setia padaku?"


Aku berdiri sambil memegang kedua pinggangku.


Karena sering bertingkah sebagai pemimpin, sekarang aku menjadi terbiasa dengan itu dan sudah mulai terbiasa berdiri di depan banyak orang seperti ini.


"kami bersumpah untuk setia dan akan menyerahkan jiwa dan raga ini kepada anda, tuanku."


Mereka semua, serempak berkata seperti itu dan langsung bertekuk lutut seperti seorang kesatria.


"yah, yang aku inginkan hanya untuk mempekerjakan lebih banyak orang dengan hubungan kesetiaan. Sebenarnya, masih banyak pertanyaan yang aku ingin tanyakan kepada kalian, tetapi aku percaya kalian sudah memutuskan ini dengan matang. Sekarang kalian berdiri dan angkat tangan kanan kalian seperti ini..."


Aku meragakannya dengan tangan kanan yang aku angkat sambil menunjukkan punggung tangan ke arah depan.


Mereka mulai berdiri dan melakukan hal yang sama seperti yang sudah aku tunjukkan.


Kemudian, lambang hydra muncul di punggung tangan kanan mereka masing-masing.


"lambang itu digunakan sebagai media untuk memindahkan nilai jiwa yang ada padaku kepada kalian, jadi kalian tidak perlu khawatir. Lambang itu juga akan menghilang atau lebih tepatnya disembunyikan agar tidak terlalu mencolok. Selain itu, kalian bisa menggunakan lambang itu sebagai alat komunikasi jarak jauh jika kalian bisa dengan pintar menggunakannya."


Seperti seorang guru, aku menjelaskan sambil menyapu pandangan aku ke arah mereka semua.


Setelah itu, aku menyuruh hydra untuk memindahkan nilai jiwa kepada mereka — sembilan orang — yang sedang berdiri di depanku.


Tubuh mereka bercahaya.

__ADS_1


"ohh~, aku mulai merasakan banyak energi masuk ke dalam tubuhku."


"ya, ini sangat hangat-- tunggu, aku mulai merasa mengantuk."


Gale dan mark tidak bisa menahan keterkejutan mereka, dan secara bersamaan, tiba-tiba mereka merasa mengantuk.


Tidak tahan dengan kondisi tubuh mereka, mereka bersembilan jatuh ke lantai dengan lemas dan berbaring.


"yah, seperti yang aku duga."


Aku bergumam.


Aku memang sudah memperkirakan ini, energi yang mereka terima secara tiba-tiba, pasti akan memengaruhi keadaan tubuh mereka.


Tapi, itu bukanlah kondisi yang merugikan bagi tubuh mereka.


"apa mereka baik-baik saja?"


Atla bertanya dengan cemas, namun pertanyaan itu tidak diarahkan kepada siapapun secara khusus.


"hmm, mungkin ini bisa disebut sebagai efek samping dari energi yang sudah mereka terima."


Ngomong-ngomong, hydra langsung memberi mereka satu juta poin ke setiap individu.


Untuk memaksimalkan level, seseorang membutuhkan satu juta poin untuk itu. Tetapi, bukan berarti perhitungan poin akan berhenti di sana.


Satu juta itu akan ditambahkan dengan poin awal mereka, jadi seseorang seperti titania juga bisa merasakan perubahan energi yang berlebihan pada tubuhnya.


Mungkin pemikiran seperti memberi mereka dengan takaran supaya mereka bisa mencapai level maksimal secara merata akan lebih bagus. Namun, aku tidak suka adanya perbedaan pembagian nilai jiwa.


Seperti halnya dengan titania yang sudah memiliki level tinggi sejak awal, dan hanya butuh sedikit lagi nilai jiwa supaya bisa mencapai level maksimal.


Jika aku memberi dia sedikit untuk bisa mencapai level maksimal agar sejajar dengan yang lain, maka hasil kerja keras yang sudah dia lakukan selama ini tidak akan terlihat. Dan, itu tidak akan menjadi perbedaan hierarki di antara mereka.


"baiklah, karena sudah seperti ini, maka kita akan menunda acara ini dan menunggu sampai mereka semua telah sadar kembali."


Mereka semua dievakuasi ke kamar kosong yang berada di lantai satu oleh para pelayan.


Kamar-kamar kosong itu setiap hari dibersihkan oleh para pelayan untuk ditempati jika ada tamu yang datang.


Sekarang, aku dan freya sedang berada di kamar freya untuk memberikan nilai jiwa kepadanya.


Merlin sedang mengurus atla dan eren, lalu yang lain mencari kesibukan mereka sendiri untuk menunggu upacara yang sedang ditunda.


Sangat jarang untuk aku dan freya memiliki waktu berduaan seperti ini, jadi kami agak sedikit canggung.


"kamu sudah siap, freya?"


Aku bertanya dengan kaku ke arah freya yang sedang duduk di pinggiran kasur.


Dia menatap ke lantai dan terlihat agak gugup juga, sepertinya.


"baiklah, aku akan melakukannya sekarang..."


"t-tunggu sebentar!"


"a-ada apa?"


"boleh aku bertanya padamu tentang satu hal?"


"tentu saja, tanyakan apapun padaku."


"kalau begitu, aku ingin bertanya tentang kelanjutan kalimat yang ingin dikatakan oleh merlin di observatorium."


....


Aku bingung dan bergumam "kalimat merlin?" sambil mengingat kembali tentang kejadian di observatorium.


Awalnya, aku mengira freya akan bertanya soal peningkatan level atau sejenisnya, tetapi dia malah bertanya tentang hal yang lain.


Setelah lama menyelam kedalaman memoriku ketika kita sedang berada di observatorium, aku baru ingat kalau itu pasti mengarah pada merlin yang ingin memberi tahu freya bahwa kami pernah menikah bersama.


Ugh, aku tahu hal ini pasti akan terungkap cepat atau lambat, namun aku masih gugup untuk menyampaikannya kalau kita — atau lebih tepatnya karakter aku dan freya — pernah menikah di dalam game.


"k-kamu benar-benar ingin mengetahui itu?"


Aku mengalihkan pandangan aku sambil menggaruk pipi.


"i-iya, aku ingin tahu t-tentang hubungan kalian dengan freya sebelumnya."


Freya juga tampak malu-malu karena suatu alasan.


Juga, dia mengatakan tentang "hubungan"? Mungkinkah, dia sudah mengetahui atau menebak secara kasar tentang itu? Bukankah ini semakin membuat aku sulit untuk mengungkapkannya?


"sigh, tidak ada yang perlu disembunyikan. S-sebenarnya, k-kita bertiga sudah pernah menikah."


"bertiga?"


"ya, aku, kamu, dan merlin. Kita menikah di hari yang sama. A-Aku juga, masih menyimpan pakaian pernikahan kita..."


ASTAGA! KENAPA SANGAT SULIT SEKALI UNTUK MENGAKATAKANNYA!?


Aku benar-benar payah dalam hal ini.


Semua itu adalah kejadian di dalam game, tetapi itu bukanlah kejadian fiksi.


Jika kita mengambil perspektif dari dalam game, itu semua adalah kejadian nyata yang konkret dan tercatat dalam data game.


"b-begitu, ya. Lalu, kenapa kamu tidak menyampaikan ini kepadaku lebih cepat?"


Kepala freya semakin menunduk untuk menyembunyikan wajahnya.


"itu, ini bukan seperti aku ingin menyembunyikan hal ini darimu tetapi sangat tidak enak untuk aku mengaku sebagai suami kamu padahal kamu tidak pernah melakukan pernikahan dengan aku, bukan? Jadi, yaa, aku hanya bisa menundanya sampai kamu benar-benar akrab dengan kami."


Benar, aku akan disebut "pria gila" jika aku secara tiba-tiba mengaku sebagai suami mereka.


"..."


Freya tidak mengatakan apapun. Oleh karena itu, aku melanjutkan.

__ADS_1


"y-yah, kita bisa melupakan kejadian ini. Aku tahu kamu tidak nyaman dengan hal ini, aku juga sudah menyampaikan kepada merlin dan yang lainnya supaya tidak membahas hal ini lebih jauh, jadi aku harap kita masih bisa terus bertem-- eh?"


Kalimatku terputus di sana karena freya secara tiba-tiba menarik tanganku dan mendekatkan tubuhku ke arahnya.


"aneh..."


Suara freya sangat sulit didengar karena terlalu pelan jadi aku mengatakan "apa?" karena tidak bisa mendengarnya.


"ini aneh, ini sangat aneh. Aku... Aku bingung dengan kondisiku sendiri. Kenapa, kenapa ini bisa terjadi padaku?"


"hei, apa yang kamu bicarakan, freya?"


"aku bingung dengan diriku sendiri, kau tahu? Kenapa aku bisa peduli padamu?"


"eh?"


"kau ingat ketika kita baru bertemu? Aku merasakannya di sana kau sangat hangat. Tapi aku pikir itu hanya semacam imajinasiku jadi aku tidak memikirkan itu terlalu jauh. Lalu, ketika kau sedang pergi keluar dan endrin ingin melakukan tindakan yang buruk terhadapmu, aku sebenarnya tidak peduli denganmu bahkan jika kamu mati. Tapi kenapa? Kenapa aku bisa sampai ingin membantu dan menolong kamu? Aku tidak mengerti dengan cara berpikir aku pada saat itu!"


Aku merasa, semakin ke sini genggaman tangan freya semakin kencang.


Freya seperti sedang merasa adanya kontradiksi yang terjadi pada pemikirannya. Namun, percuma saja kamu bertanya padaku tentang itu karena aku bukan ahli psikologi.


Juga, freya mencengkeram tanganku terlalu kencang, itu akan menjadi sakit jika aku tidak menghentikannya di sana.


Aku mulai duduk di sebelahnya karena lelah terus berdiri. Aku juga melepaskan diri dari cengkramannya dan mulai menarik tubuhnya ke dalam pelukanku.


Aku sempat khawatir apa dia tidak akan senang diperlakukan seperti itu olehku? Tapi ternyata, dia menerima itu dengan tenang dan bahkan menaruh kepalanya pada dadaku.


Apakah ini perselingkuhan?


Tidak, kami sudah menikah dan merlin pasti akan memaklumi kejadian ini. Lagi pula, niatku hanya untuk membuat freya tenang, tidak ada motif lain tentang ini.


"percuma saja jika kamu bertanya tentang hal itu padaku, aku juga tidak terlalu mengerti. Tapi akan lebih bagus jika kamu melupakan masa lalu dan mulai memikirkan kembali tentang apa yang akan terjadi di masa depan."


"masa depan?"


"benar, apa yang menurut kamu baik dan bagus untukmu, kamu harus mempertimbangkannya dengan matang."


"aku tidak mengerti."


Freya mengatakan dengan nada yang manja.


Sebenarnya aku juga tidak mengerti dengan apa yang ingin aku sampaikan.


"uh, dengan kata lain, kamu harus membuat pilihan mulai dari sekarang, apakah kamu ingin menerima sifat itu atau tidak."


"menerima...? Sepertinya, aku mulai mengerti sedikit."


Fiuh, itu berakhir dengan baik jika dia dapat mengerti. Walaupun aku tidak tahu, apakah pesanku tersampaikan padanya atau tidak.


Lalu, freya melanjutkan.


"apa kamu menyukaiku?"


Dia bertanya sambil menyembunyikan wajahnya di dadaku. Sepertinya, sikap seperti itu sering terjadi akhir-akhir ini.


"tidak, aku tidak hanya menyukaimu, tetapi aku sangat menyukaimu."


"kamu sedang selingkuh, kamu tahu?"


"tapi, aku pernah menikah denganmu."


"jadi, hanya aku di sini yang tidak menikah?"


"kamu ingin mengadakan pernikahan ulang?"


"menurut kamu?"


Tunggu, kenapa percakapan kami memang terlihat seperti sedang selingkuh? Namun, nada kami seperti sedang bercanda di sini, jadi aku hanya terbawa oleh suasana.


Lalu aku mulai mengambil cincin batu delima yang sama dengan milikku dan merlin. Sebenarnya, cincin ini ada banyak tapi aku dan merlin menggunakan ini sebagai tanda hubungan kami.


"apa kamu menyukaiku?"


"..."


Aku bertanya pada freya, dan dia hanya terdiam, mungkin sedang berfikir.


Dia pasti sudah paham dengan apa yang aku maksud.


Lalu, tidak lama kemudian, dia mengangguk di sana sebagai jawaban.


Mungkin dia sedang malu, jadi aku tidak mengangkat wajahnya dan mulai mencari tangan kanannya.


Kami berdua memperhatikan tangan kanannya, dan aku langsung mengenakan cincin itu di sana.


"ini cincin yang sama dengan kamu dan merlin, bukan?"


"jadi, kamu juga memperhatikannya?"


"uhm... Apa ini tidak apa-apa?"


"menurutku ini tidak masalah, dan aku yang akan menyampaikan hal ini kepada merlin nanti. Sekarang, bisa kita mulai memindahkan nilai jiwa?"


Freya tidak menjawab lagi. Namun dia langsung memeluk aku setelah menerima cincin itu. Pelukannya sangat lama, mungkin sekitar 1-2 menit.


Setelah itu, dia mengangkat wajahnya yang sangat merah dan langsung mencium pipiku.


"baiklah, lakukan sekarang."


Freya benar-benar tipe pemalu lebih dari yang aku kira, dia langsung menyembunyikan kembali wajahnya di dadaku.


Yah, jika dia bisa tenang maka semua berakhir dengan baik, bukan?


Lalu, aku — atau lebih tepatnya hydra — mulai memberinya nilai jiwa kepada freya hingga dia pingsan.


«master memang tukang selingkuh.»


«ugh, sekarang aku tidak bisa menyangkalnya.»

__ADS_1



__ADS_2