
Tiramosa dikembalikan, dan hasil mutiaranya telah membuat aku serta keluargaku sangat senang.
Kami ingin melanjutkan pengawasan kami di gedung ini, namun tiba-tiba William muncul dari belakang kami dengan seorang wanita.
Kami terlalu fokus dengan Tiramosa dan mulai mengabaikan sekitar, oleh karena itu kami tidak menyadari kalau ada orang lain yang memperhatikan.
"Tuan Albert, ada seseorang yang ingin saya kenalkan kepada anda."
Menyelesaikan kalimatnya, William menyuruh wanita itu untuk sedikit maju ke depan.
Dia wanita cantik dengan rambut pirang dan mata zamrud. Itu mirip seperti ciri-ciri suku Huldra.
"Err, permisi, Tuan Albert. Perkenalkan, nama saya Olivia. Saya adalah satu-satunya ras Huldra dari Tanah Naga ini."
"Eh?"
Aku masih tidak bisa mengerti apa yang dia katakan.
Wanita bernama Olivia ini sangat gugup di depanku. Mungkin dia tidak bisa menjelaskan situasinya karena itu.
Sebagai gantinya William menjelaskan sisanya kepadaku.
Beberapa hari yang lalu, William dan para Anggota Pengumpulan SDA berniat untuk eksplorasi hutan di area barat.
Di sana, ada hutan yang dikenal sebagai hutan berkabut. Tempatnya sangat sulit untuk dimasuki karena area hutan itu tertutupi oleh kabut abadi dengan konsentrasi sihir yang cukup tinggi.
Itu sudah seperti sistem pertahanan alami yang hanya bisa dibuat oleh alam. Sangat mengesankan.
Namun, di mata William, kabut berisi sihir itu tidak bisa mempengaruhi indranya sedikitpun. Dia bahkan membantu anggota lainnya agar bisa melihat di kedalaman hutan.
Normalnya, sihir di sana bisa mengacau indra seseorang dan berakhir terjebak oleh kabut selamanya, sampai mereka mati.
Bahkan para naga sangat menghindari tempat tersebut. Mereka yang pergi ke sana tidak pernah kembali dan selalu menjadi cerita misteri di kalangan anak-anak naga.
Tetapi, saat ini William bukan ingin menceritakan kehebatan dari hutan itu, melainkan ingin menyampaikan hal mengejutkan di baliknya kabut tersebut.
Nah, untuk itu, William menunjukkan wanita tersebut di depan aku. Wanita Olivia ini adalah satu-satunya suku Huldra yang tinggal di tanah naga. Lebih tepatnya dia sudah lama tinggal di dalam hutan berkabut jauh sebelum kami datang ke sini.
"Kabut di hutan itu memiliki sihir pengganggu indra makhluk hidup. Jika mereka tidak memiliki persepsi lebih untuk bernavigasi di dalam hutan berkabut, mereka akan tersesat. Sebagai penyihir, saya bisa menembus hutan itu tanpa masalah dan menggunakan kabut tersebut sebagai pertahanan."
"Begitu, ya. kamu memanfaatkan alam untuk bertahan hidup. Tunggu, kamu satu-satunya suku Huldra di tanah ini? Bagaimana dengan tempat lain?"
Olivia menggelengkan kepala, lalu menjawab...
"Saya mengira, bahwa hanya saya satu-satunya suku Huldra di dunia manusia ini."
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena saya adalah Undead."
"Eh...!?"
Aku terkejut, hanya aku sendiri, yang lain tetap seperti biasa.
Mereka pasti sudah berkenalan dengan Olivia. Sedangkan untuk Atla dan Eren, mereka mungkin tidak bisa mengikuti pembicaraan ini.
Aku tidak menyangka kalau aku bisa bertemu dengan "Undead". Ditambah lagi dia sangat cantik. Mungkin William ingin membawanya karena cantik?
Tidak, tidak, pikiran sesat seperti itu hanya dimiliki olehku. William bukanlah tipe pria seperti aku.
"Hmm, baiklah, aku sedikit mengerti dengan situasinya. Aku ingin mengetahui lebih banyak tentang dirimu, Olivia, namun ini sudah hampir jam makam malam dan kami ingin ke lantai atas untuk pemeriksaan. Jika kamu ingin, kamu boleh ikut ke atas bersama kami."
Aku harus bersikap ramah di depan tamu undangan William. Akan lebih baik jika kita mendengarkan lebih banyak cerita di waktu yang tepat.
Olivia melihat ke arah William, dan William hanya mengangguk di sana, mungkin ingin mengatakan "Terserah anda".
Kemudian Olivia menerima ajakan aku dengan wajah sedikit bermasalah. Aku kurang mengerti tetapi dia pasti tidak bisa membuat keluhan terlalu banyak di depan kami.
Hal seperti ini selalu muncul di depan kami. Setiap kami melakukan sesuatu, semua orang asing akan menjadi segan terhadap kami. Kejadian itu sering terjadi dan membuat aku bisa menembak pikiran pihak lain dengan cepat.
Kesampingkan itu. Semua orang menuju lift untuk naik ke lantai atas menara. Di luar menara terdapat tiga pintu besar dan kami akan pergi ke ruangan dari salah satu pintu itu.
Aku sedikit menikmati ini karena ketiga ruangan di lantai atas menara tidak pernah aku kunjungi.
Pintu pertama sudah ditempati oleh Ratu Lebah, Rani. Karena alasan proses membangun sarang, aku tidak pernah melihat ruangan itu. Sedangkan untuk dua lainnya kosong tidak berisi apa-apa.
Sesampainya di lantai atas, dan melihat isinya...
""Wooah...""
Aku, Atla, Eren, dan Olivia sangat terkejut dengan isinya.
Itu adalah ruangan berisi taman bunga. Ditambah lagi, mereka (para tanaman) sangat besar. Tinggi rata-rata mereka mungkin sekitar 70-100 cm. Sangat mengagumkan.
__ADS_1
Kemudian di tengah ruangan terdapat sarang lebah terbentuk dari tanah. Namun bahan perekatnya pasti sangat kuat untuk menahan beban berat.
Sarang itu menyentuh lantai dan bagian atap ruangan sebagai penyangga, kemudian membesar di tengah membentuk bola dengan lubang bulat di tengahnya.
Itu sudah seperti pusat dari keseluruhan ruangan. Leon, Alfred, dan Saber pasti sudah bekerja keras untuk menciptakan sarang tersebut.
"Dari mana tanaman ini didapat?"
Aku sangat penasaran dengan hal-hal seperti ini.
"Mereka yang berukuran besar berasal dari Dunia Iblis. Kami secara kebetulan menemukan tumbuhan itu ketika kita sedang berburu. Sedangkan untuk tumbuhan kecil, kami dapatkan dari wilayah di sekitar sini. Tuan Leon, William, dan Ignis juga sering membantu dalam pengumpulan."
Alfred menjelaskan.
Oh, jadi yang kecil itu hanya belum membesar, ya.
"Beberapa naga juga membantu kami mengumpulkan tumbuhan seperti itu di sekitar sarang mereka dan sejumlah tumbuhan juga kami temukan di hutan berkabut."
William menambahkan.
Sangat keren. Mereka bisa menyelesaikan taman bunga ini karena mendapat bantuan dari banyak orang.
Eh, Tunggu. Jika ini tanaman dari sarang monster, bukankah ini...
Aku berkeliaran di sekitar taman itu dengan Atla dan Eren. Aku ingin mengkonfirmasi sesuatu, lalu dengan cepat aku menemukannya.
Ya, itu tumbuhan langka Mosei dan Fearos, di sini juga terdapat Eril namun jumlahnya tidak banyak.
"Oi, bukankah ini semua tumbuhan magis?"
"Benar, Tuan Albert. Tanaman di sini bisa tumbuh sangat subur karena adanya energi sihir dari para Familiar."
"Eh?"
"Umu, selain itu, di atas juga terdapat tumpukan kristal sihir dari massa energi yang menumpuk. Itu sebabnya mereka bisa tumbuh besar dengan sangat lancar. Kami berharap tanaman ini bisa menjadi sumber makanan untuk anak-anak sang Ratu Lebah, Rani."
Alfred menjelaskan dengan ramah.
Aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa, tempat ini benar-benar surga!
Sebelumnya, Rani ingin menciptakan koloni di sini, jadi kita memang harus mempersiapkan makanan untuk kelangsungan hidup mereka. Walaupun aku tidak tahu apakah bunga-bunga di sini bisa menghasilkan nektar atau tidak.
Eh, tunggu, tunggu, Alfred mengatakan sesuatu yang tidak bisa aku abaikan.
"Apa kamu bilang? Ada kristal menumpuk di lantai atas?"
Entah kenapa, Alfred terlihat sangat menyesal. Mungkin karena aku menyuruh semua orang untuk menyembunyikan aura mereka. Namun Para Familiar tidak bisa melakukan itu karena kurangnya kecerdasan.
Yah, kita tidak bisa mengharapkan hal lebih dari monster, aku tidak akan mempermasalahkan mereka. Namun, Kristal Sihir?
Tentu saja, benda itu akan lahir dari monster, kan?
"Alfred, tolong antar aku ke sana."
"Dimengerti."
Kemudian kami pergi meninggalkan yang lain.
Aku hanya ingin melihat Kristal Sihir, jadi mereka tidak perlu ikut. Lagi pula, Atla dan Eren masih asik bermain di sana.
Ukuran tubuh mereka dengan tumbuhan di sana hampir sama, itu terlihat seolah-olah mereka sedang menjelajah semak-semak tinggi.
Aku mulai bertanya-tanya, apakah mereka tidak takut dengan serangga?
Aku akhirnya tiba di ruangan pintu kedua menara. Ruangan ini benar-benar diisi dengan Kristal Ajaib, tetapi tidak banyak.
Mereka tumbuh secara acak dan ukurannya juga bervariasi.
Aku tidak masalah dengan itu, meski sedikit, mereka akan berkembang menjadi banyak nanti. Bagaimanapun juga, mereka merupakan barang berharga. Kami bisa memanfaatkan mereka sebagai sumber tenaga.
Di masa mendatang, kami akan lebih sering memanfaatkan teknologi bertenaga sihir.
Oh, aku harus melihat sudah sejauh mana pengrajin dwarf itu berkembang.
"Tuan Albert, ada lebih banyak Kristal Sihir di lantai atas, apa anda ingin melihatnya?"
"Apa? Lebih banyak lagi?"
"Iya. Menara ini secara khusus menyimpan seluruh energi di bagian atas menara, mereka sangat terakumulasi di sana."
Ugh, sudahlah, aku terlalu capek untuk terkejut.
Monster Familiar kami memiliki level tertinggi dan sudah pasti Kristal Sihir akan lahir dengan baik di sini.
__ADS_1
Aku selalu memikirkan monster di sini adalah hewan peliharaan, itu sebabnya aku tidak terlalu memikirkan banyak hal tentang mereka.
Aku bahkan tidak menyadari kalau di lantai bawah tidak ada kristal sihir sama sekali. Semua lantai di bawah benar-benar steril dari esensi mana.
Aku mengamati lantai di sini sangat hampa karena tidak terpakai. Kemudian, sebuah ide muncul begitu saja di kepalaku.
"Alfred, apa kita bisa menanam pohon dari Buah Kebangkitan di sini? Aku rasa, menanam pohon suci seperti itu di luar ruangan sangat menimbulkan perasaan tidak nyaman."
Itu benar-benar sangat mencolok dan mungkin akan mendorong orang jahat untuk mencuri.
Meski kami memiliki banyak mata, sebisa mungkin aku ingin menghindari hal-hal bodoh seperti itu.
Mencuri daging di sarang singa bahkan 100 kali lebih baik daripada mencuri Buah Kebangkitan kami.
"Hmm, itu memang bisa dilakukan. Gedung ini menggunakan cahaya buatan dari sihir, dan itu membuat tanaman semakin sehat. Adapun untuk tanahnya, kami selalu mengambil tanah dari dataran sekitar. Itu akan menjadi tanah bergizi setelah kami mencampurnya dengan pupuk buatan kami. Anda ingin saya memindahkan semua tanaman itu ke sini?"
"Pupuk buatan?"
"Benar, kami membuat pupuk dari kotoran para Familiar. Sedikit dicampur dengan tulang monster yang telah diolah dan serbuk kristal ajaib. Itu menjadi pupuk dengan unsur hara dan energi sihir kualitas terbaik."
Fumu, aku hanya tahu sampai "kotoran", sisanya aku tidak mengerti.
"Baiklah, aku akan menyerahkan itu kepada kalian. Juga, jangan lupa untuk bekerja sama dengan Clara. Dia orang yang bertanggung jawab atas pemeliharaan tumbuhan itu."
"Dimengerti."
Tempat ini cukup luas, tinggi, dan sangat kaya akan esensi sihir — aku yakin tanaman itu akan lebih cocok bila ditanam di sini.
Kami berdua mulai membersihkan kristal di ruangan ini. Karena mereka cukup melekat pada lantai atau dindingnya, kami harus menggunakan tenaga untuk menambang mereka.
Tentu saja dinding dan lantai di sini lebih keras dari apapun. Aku tidak yakin itu terbuat dari apa, hanya bisa memikirkan bahwa mereka sekeras senjata kelas mistis. Artinya, bahan baku mereka tidak terlalu jauh berbeda.
Ada kemungkinan itu dibuat dari Kristal Pixie yang dipadu dengan Baja Pixie dan bahan lainnya.
Mereka sangat keras tetapi dengan tingkat fleksibilitas sangat rendah. Selain itu, mereka juga seperti selalu menyerap energi sihir dari alam sekitar dan membuat sistem defensif secara alami.
Tidak, itu tidak alami, itu pasti sihir buatan si pembuat game. Sangat mengesankan.
Setelah semua, kami memutuskan untuk kembali ke kastil karena sudah waktunya untuk makan malam.
Setibanya di ruang makan, posisi kami tidak jauh berbeda. Hanya ada tambahan satu tamu kami di sebelah Freya, dia adalah Olivia.
Aku mengundang dia untuk ikut makan malam bersama kami, padahal dia tidak membutuhkan makanan karena dia Undead.
Undead hanya butuh sihir. Biasanya, mereka muncul karena adanya Roh Jahat merasuki mayat makhluk mati. Itu sebabnya mereka selalu disebut monster.
Namun, dalam kasus Olivia sangat berbeda. Dia menerapkan sihir terlarang pada tubuhnya dan menjadi Undead.
Kejadian seperti ini sering muncul di fiksi fantasi, jadi itu terdengar sangat Familiar dikupingku, walaupun itu merupakan kejadian di luar akal sehat manusia.
"Pada saat itu, saya masih belum menjadi Undead, namun saya masihlah suku Huldra dan para manusia selalu memusuhi iblis. Saya melarikan diri ke tanah naga dan berakhir di hutan berkabut. Seiring dengan berjalannya waktu, saya pikir saya akan mati sebelum bertemu dengan sesama ras saya, jadi saya menggunakan sihir terlarang dan memilih menjalani hidup sebagai Undead."
Perjalanan gadis yang malang.
Dia menjadi Undead hanya untuk bertemu dengan keluarga-- tunggu...
"Sudah berapa lama kamu menjadi Undead?"
"Saya tidak terlalu yakin dengan waktunya, mungkin itu sudah menjadi ratusan tahun."
Hmm, meski Huldra merupakan iblis, mereka masih memiliki sebagian tubuh manusia dan usia hidup mereka juga tidak jauh berbeda.
Jika seperti itu, keluarga Olivia pasti sudah tidak ada di komunitas kami.
"Suku huldra datang ke dunia iblis sekitar 700 tahun yang lalu. Pada saat itu jumlah mereka masih banyak, tetapi mungkin karena tumbuhan di dunia iblis sangat tidak cocok — mereka tidak mendapatkan gizi yang baik. Mereka lebih cocok untuk tinggal di dunia manusia."
Titania menjelaskan dengan tenang. Dilihat dari mana pun, dia sangat berwibawa bahkan ketika sedang makan. Seperti yang diharapkan dari Sepuluh Bangsawan Agung Dunia Iblis.
Nah, terlalu berbahaya jika aku terus memandang Titania.
"Seperti itulah katanya. Jika kamu ingin tinggal di sini, tentu saja kami akan menerima kamu dengan hangat, Olivia."
Sambil menusuk ham dengan pisau, aku mengatakan itu. Lalu aku teringat sesuatu dan melanjutkan.
"Hm? Ngomong-ngomong, apa ada alasan lain kenapa kamu membawa Olivia ke sini, William?"
Benar, dia tidak mungkin menangkap gadis di dalam hutan tanpa alasan, bukan?
"Sebenarnya, gadis ini sangat ahli dalam membuat obat. Dia banyak mengetahui berbagai jenis tumbuhan langka serta manfaatnya. Sebagian dari sejumlah bunga di menara juga direkomendasikan oleh gadis ini. Selain itu, dia sangat terampil menggunakan Sihir Roh. Aku pikir, dia sangat berguna bagi anda, Tuan Albert."
Singkatnya, dia membawa gadis ini hanya untuk dimanfaatkan? Sial, orang tampan itu sangat mengerikan!!
Namun, sesuatu yang aneh terjadi. Olivia sedang menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajah merahnya.
__ADS_1
Gadis ini, sepertinya dia juga sedikit bermasalah. Apa itu terlihat seperti pujian baginya? Apa kamu tidak sadar bahwa kamu akan dimanfaatkan sebagai alat?
Sigh, sudahlah. Aku tidak mengerti bagaimana pola pikir makhluk abadi seperti mereka berdua. Juga, ini mungkin bagus untuk William mendapatkan asisten.