Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Divine-class Spirit.


__ADS_3

"Ck, pria ini selalu bisa membuat orang lain merasa bersalah. Rin sudah kami bawa ke kamarnya, kondisinya baik-baik saja tapi dia butuh istirahat karena terlalu banyak menggunakan energi jiwa."


"Itu berarti, dia menitipkan naga kecil ini kepadaku, ya... Hm?"


Aku mendengar penjelasan dari Freya, ketika aku berpikir Rin akan menyerahkan pengawasan Nava kepadaku karena ingin beristirahat, aku meraih Nava. Namun Freya justru menjauhkan Nava dariku dengan wajah cemberut.


"Kalian ke sini ingin menyerahkan Nava kepadaku, kan?"


"Tidak, aku tidak berkata seperti itu. Aku dan Merlin ke sini hanya ingin melihatmu, aku tidak bermaksud menyerahkan anak ini."


Uh, dia seperti menganggap Nava sebagai hewan peliharaan lucu. Apa itu akan baik-baik saja jika aku menyerahkan Nava padanya? Tapi perasaan bermusuhan Freya terhadap aku sudah berkurang, mungkin karena adanya Nava sebagai penghiburnya.


Jadi, lebih baik biarkan saja mereka bersama.


"Sayang, kamu sudah memanggil ratusan roh ini secara bersamaan, apa itu baik-baik saja?"


"Iya, tenang saja. Ini akan selesai dengan cepat."


"Jangan terlalu berlebihan."


"Iya, aku mengerti."


Seperti biasa, Merlin mengkhawatirkan kesehatan ku. Aku sangat berterima kasih karena kepeduliannya itu sebenarnya bisa memulihkan rasa lelahku.


Selain itu, meski terlihat marah, sebenar Freya juga peduli padaku dengan caranya sendiri. Walaupun tidak diutarakan, dia ke sini pasti karena mencemaskan ku. Sigh.


Posisi kami saat ini sedang berada di hadapan Homunculus No.1, tubuhnya tinggi berukuran 200 cm. Tidak gemuk tidak kurus, tubuh ideal dengan otot-otot atletis. Dan lainnya tidak ada, dia masih dalam bentuk polos karena belum dirasuki oleh roh.


Ngomong-ngomong, Homunculus yang lain tingginya hanya sampai 180 cm. Tapi itu sudah termasuk tinggi badan ideal, jadi hanya Homunculus No.1 yang sangat tinggi.


"Kali ini kita mungkin harus memanggil roh peringkat atas untuk memimpin para prajurit roh lainnya."


"Roh sekelas Raijin dan Fuujin?"


"T-Tidak, itu terlalu berlebihan. Belum tentu mereka mau bekerja untukku selama ratusan tahun, kan?"


"Iya, biasanya mereka hanya ingin bekerja sebentar dengan bayaran tinggi."


"Ugh, maka aku tidak bisa memanggil mereka. Aku akan memanggil roh [Greater-Class] saja."


Aku berdiskusi dengan Hydra. Benar saja, memanggil roh kelas atas terlalu berlebihan. Belum lagi, mendapatkan kepercayaan mereka itu terbukti sangat sulit. Eliza adalah pengecualian karena memiliki Grimoire yang sangat disukai oleh makhluk spiritual.


Kami mempercepat pemanggilan, lingkaran sihir terbentuk cukup besar dan mengkonsumsi banyak Mana.


"Kamu bisa berbicara bahasa manusia?"


"Kaaa!!"


Roh pertama yang keluar adalah burung berwarna biru dengan atribut angin. Karena tidak bisa berbicara, aku memulangkan roh itu kembali.


Pemanggilan kedua dilakukan dan memunculkan seekor kera dengan batang pohon.


"Kamu bisa berbicara bahasa manusia?"


"Ngik...?"


Tanpa bertanya lebih jauh, aku langsung memulangkannya.


Aku mengulangi pemanggilan beberapa kali lagi tapi sampai pada pemanggilan ke 9, aku tidak bisa menemukan roh yang bisa berbicara bahasa manusia. Aku sempat bertemu dengan roh Goblin Shaman di pemanggilan ke 7, namun sayangnya dia tidak bisa berbicara bahasa manusia.


Betapa melelahkannya, aku memang punya banyak energi, tapi itu semua tidak berguna kalau aku tidak pernah mendapatkan roh berakal.


Aku yakin, pasti ada roh berpengalaman yang bisa berbahasa manusia di [Greater-class]. Lagian, ini peringkat "Greater", loh! Roh-Roh yang masuk ke jajaran ini seharusnya memiliki pengalaman bertarung dan pastinya pernah dipanggil oleh makhluk dari dunia ini untuk mendapatkan Poin setidaknya sekali. Tapi kenapa aku tidak bisa menemukannya?


"Hah... Hah... Hah..."


"S-Sayang, bukankah lebih baik kamu beristirahat dulu?"


"Huh?"


"Ah!"


Ternyata, ini lebih melelahkan dari perkiraan. Aku hampir saja terjatuh ketika ingin berbalik untuk melihat Merlin. Untungnya Merlin membantu ku berdiri di sana.


"Bagaimana bisa kamu memaksakan diri seperti ini?"


"Ah, ini karena semua tidak sesuai dengan rencana. Seharusnya aku memanggil para roh ini secara bertahap, tapi aku ingin menyelesaikan Homunculus ini pada hari ini juga dan terpaksa memanggil mereka sekaligus."

__ADS_1


Benar, jika aku menunda tahap penyelesaian Homunculusnya, aku khawatir akan ada roh acak memasuki tubuh para Homunculus itu lagi dan menyebabkan lebih banyak masalah.


"Aku yakin kasus Nava itu cukup langka, jadi berhenti di sini dan istirahat, lalu coba kembali besok."


"Uh, baiklah. Tapi biarkan aku melakukan satu kali pemanggilan lagi. Setelah itu aku akan beristirahat."


"Hm~"


Tubuhku dipulihkan oleh Merlin dan mendapatkan staminanya kembali. Aku sebenarnya baik-baik saja selama aku memulihkan tubuhku sendiri, tapi Merlin tetap mengkhawatirkan ku.


Yah, kesalahan ada padaku karena lupa untuk mengaktifkan skill pemulihan otomatis. Bagaimanapun tubuh ini bukan tubuh Homunculus, melainkan tubuh manusia asli. Aku seharusnya merawatnya dengan baik.


Setelah meyakinkan Merlin, aku kembali berdiri sendiri dan langsung melakukan ritual pemanggilan roh.


Lingkaran sihir bercahaya terang, kemudian redup seketika dan memunculkan sesosok roh anak-anak.


"Huh, setelah sekian lama, akhirnya ada manusia yang bisa memanggil aku yang hebat ini ke dunia dengan bayaran besar, fufu. Sebutkan namamu, wahai makhluk rendahan, aku yang hebat ini akan mengabulkan satu permintaan mu. Palingan, kamu hanya ingin aku yang hebat ini bertarung, kan? Hahaha, dasar makhluk lemah, kalian memang selalu saja mengandalkan aku yang hebat ini, mau bagaimana lagi."


Em, bagaimana aku harus mengatakannya...? Dia sangat sombong, dan... Cukup arogan.


"Sepertinya aku salah memanggil roh. [Cancel--"


"Hei, Hei, tunggu sebentar!!"


Ketika aku ingin memulangkannya karena aku ragu akan keberadaannya, dia menghampiri ku dan menghentikan aksiku. Tampaknya dia tidak ingin dipulangkan.


"Kenapa kamu mengirim ku kembali!? Bukankah kamu baru saja memanggilku, dasar makhluk rendahan-- ack!"


Dia protes dan berkata buruk kepadaku. Pada saat itu juga Merlin geram dengannya, Merlin menggunakan sihirnya untuk mengunci roh itu di dinding tipis tak terlihat dengan rantai-rantai hitam beraura tidak menyenangkan.


Dia ditarik oleh rantai dan membentur bidang buatan. Sekarang, dia terikat oleh rantai, tangan dan kakinya direntangkan tidak bisa bergerak.


Kejadian tidak berakhir di sana, Merlin benar-benar mengeluarkan halberd andalannya dan sudah siap untuk membunuh roh ini. Di sana, tentu saja aku langsung menghentikannya. Kita tidak bisa kehilangan roh ini meskipun dia sangat tidak sopan. —(walaupun pada awalnya aku hampir memulangkannya karena sedikit khawatir dengan pidatonya.)


"Apa ini, aku tidak bisa bergerak? Bagaimana mungkin sihir dari makhluk rendahan bisa menahan aku yang hebat ini. Ah, sial! Cepat, lepaskan aku dari sihir ini, kalau tidak...!"


"Kalau tidak?"


"Kalau tidak, aku yang hebat ini akan menghabisi kalian semua!"


"Ohh~"


"Merlin, tahan amarahmu sebentar. Aku ingin tahu lebih banyak tentang anak ini."


"... Em."


Merlin mau menahannya. Orang lain bilang, jangan lihat buku dari sampulnya. Tapi untuk kasus anak ini, mungkin saja dia tidak hanya besar di mulut, karena aku sempat mendengar dia pernah dipanggil ke dunia ini. Dan juga, dia sepertinya sudah sering dipanggil oleh manusia, dia harus menjadi roh berpengalaman, kan?


"Wahai roh yang hebat, aku ingin tahu. Jika Anda hebat, kenapa Anda tidak bisa lepas dari sihir milik istriku itu?"


Sungguh pertanyaan bodoh, tapi aku ingin melihat reaksinya. Ini adalah cara berbicara dengan orang sombong.


"Pertanyaan bodoh! Tentu saja karena aku sedang melemah sekarang. Aku yang hebat ini sebenarnya adalah roh agung penjaga ruang dan waktu, hanya saja aku baru bangkit karena pernah mati tiga ribu tahun lalu!"


Ah, aku benar-benar bodoh. Seharusnya aku tidak pernah berurusan dengan anak ini. Tapi...


"Apa maksudnya roh agung penjaga ruang dan waktu?"


"Hah? Kamu benar-benar menanyakan hal itu? Aku ini roh yang sangat terkenal, tahu! Kamu pasti orang bodoh tanpa wawasan karena tidak mengenalku. Kenapa kamu tidak bertanya saja kepada makhluk berkepala sembilan di sana itu tentang siapa aku sebenarnya!"


Arghhh. Aku ingin sekali membunuh roh kecil ini, sial. Ini seperti aku sedang menguji kesabaran. Tapi, tidak apa-apa. Sedikit lagi aku sepertinya akan mendapatkan informasi penting karena dia terlihat tahu tentang Hydra.


"Hydra, kamu tidak ingin mengatakan apapun?"


"Em, aku sebenarnya tidak mengenal roh agung penjaga ruang dan waktu. Hanya saja aku tahu tentang keberadaannya. Dia adalah roh peringkat ilahi yang menjaga tatanan dunia."


"!?"


Obrolan tiba-tiba menjadi hebat. Hei, kupikir ini bukan saatnya untuk bercanda.


Roh Peringkat Ilahi. Mereka adalah makhluk kelas satu yang keberadaannya dapat disejajarkan atau bahkan melebihi Hydra dan Levi. Itu wajar melihat Hydra tidak mengenal roh agung seperti itu karena tugas dan status mereka berbeda. Mereka berada jauh di atas entitas spiritual [Legendary-class].


Jika roh kecil ini benar-benar mantan roh agung, itu berarti aku telah mendapatkan jackpot. (?)


"Merlin, jangan kedepankan emosimu. Tolong lepaskan roh ini sekarang."


"Aku mengerti."

__ADS_1


Merlin menghilang sihirnya dan menyimpan kembali halberdnya. Kami tidak bisa macam-macam dengan roh kelas satu, bahkan meskipun dia sudah menjadi mantan.


"Huh, ada apa sebenarnya dengan kalian. Aku tidak pernah melihat sihir yang tidak dapat dihancurkan. Ini sangat aneh."


"Yah, kesampingkan itu, aku ingin tahu lebih banyak tentang tugasmu. Err... Siapa namamu?"


Mungkin ada perbedaan antara sihir di dunia ini dan dalam game? Kurasa tidak. Itu hanya Merlin saja yang terlalu kuat. Meskipun dia sudah melemah, namun dia mengaku pernah menjadi roh kelas atas. Dan roh kelas atas masih tidak mengerti tentang sihir milik Merlin, aku mungkin akan berasumsi kalau bahkan roh kelas satu sekalipun bisa dimusnahkan dengan sihir konvensional.


"Namaku Ghidora, Roh Agung Penjaga Ruang dan Waktu. Saat ini aku sedang berusaha meningkatkan kekuatan ku kembali demi kembali ke tempat asliku."


"Tempat aslimu?"


"Hyaa!!"


Setelah perkenalan Ghidora, aku bergumam sambil membayang-bayangkan tempat tinggal aslinya itu seperti apa. Namun di sana Freya berteriak. Dan ketika aku dan Ghidora terkejut, kami menemukannya salah satu payudra Freya sedang digigit oleh Nava. Kenapa Nava melakukan itu?


"Auu, jangan gigit itu, Nava."


"Hm? Kenapa kamu malah kesenangan seperti itu?"


"Hah? Tidak, ini... Ah, dia sepertinya ingin makan sesuatu. Dan dia tidak menggigit aku terlalu keras."


Nava mengingatkan kami kalau sekarang sudah waktunya makan siang. Dia juga dia belum makan apa-apa setelah jiwanya dimantapkan.


"Hei, ayo kita istirahat dulu. Ini mungkin sudah masuk jam makan siang, kan? Ghidora, perkenalkan aku Albert, ini Merlin, Freya, Nava dan... Hydra (dia mungkin sudah tahu nama Hydra). Kita ingin makan siang, apa kamu mau ikut makan bersama kami?"


"Hm? Mana bisa aku makan makanan manusia. Aku kan makhluk spiritual."


"Ah, bagaimana dengan itu. Kamu sudah memperhatikan mereka, kan? Mereka adalah roh yang menggunakan Homunculus sebagai wadah mereka. Tentu saja aku bermaksud untuk memberi kamu tubuh Homunculus juga."


"Hm~ Homunculus, ya. Ras seraphim sering ke dunia manusia menggunakan benda itu. Di mana Homunculus milikku?"


Para prajurit roh belum pergi dari sini. Mereka sedang sibuk mengenakan pakaian yang baru saja dibawa oleh Luminous dan Clara. Dan Ghidora sudah memperhatikannya sejak awal.


Tapi dia tidak bertanya lebih jauh tentang keberadaan mereka, padahal mereka sesama roh. Mungkin melihat seraphim sering memakai Homunculus membuat dia terbiasa dengan ini?


"Itu ada di belakangmu, kamu bisa langsung melakukan unifikasi dengan tubuh itu."


"Humu, humu..."


Ghidora pergi untuk melihat Homunculusnya, dia berputar beberapa kali mengelilingi benda itu sambil mengamati setiap detailnya.


"Hebat, banyak sekali mantra telah terpasang di dalam sini. Apakah benda ini kamu yang buat? Tapi ini masih sangat lemah."


"Ahaha, pada awalnya aku memang tidak bermaksud memanggil roh sekelas dirimu untuk ditempatkan di benda itu, maaf." —(Roh Peringkat Ilahi terlalu hebat.)


"Hmph, bagaimana dengan tubuh di sana itu. Meskipun bentuknya sangat aneh, tapi itu seratus kali lebih kuat daripada tubuh ini."


"Tidak boleh!"


Ghidora menunjuk ke salah satu Homunculus berkaki kuda. Dan tentu saja aku langsung melarangnya, itu bahkan diucapkan dengan tegas.


Itu terlalu buruk kalau Ghidora tidak menjadi sekutu kami. Lebih baik aku memperlihatkan sikap tegasku sejak awal agar dia mau mengurungkan niatnya menggunakan Homunculus itu.


"Hm, mata menjijikan itu ternyata ada padamu juga, ya. Terserahlah, pada akhirnya benda-benda ini tidak akan berguna jika aku sudah mendapatkan kekuatan ku kembali."


Ghidora menyerah, dan langsung masuk ke dalam tubuh Homunculus Nomor 1.


Padahal aku sudah siap untuk membunuhnya jika dia tetap bersikeras, untungnya dia tahu kapan harus berhenti.


Meskipun dia pernah menjadi roh [Divine-class], akan tetapi sekarang dia hanyalah seekor roh berukuran kecil berperingkat [Greater] dengan kekuatan 300 ribu poin. Selain informasinya, keberadaannya tidak terlalu dibutuhkan.


(Kekuatannya setara dengan Nava, huh.)


"Oh! Ini sangat hebat!"


"Tenanglah."


Dia mencoba mengoperasikan sejumlah skill-skill di dalam tubuh itu di waktu bersamaan.


Di dalam tubuh itu, terdapat 3 jenis perlengkapan bertarung — pedang, perisai, dan panah yang sudah berada di tingkat [Legendary Item].


Ketiga jenis item itu bersatu dengan Homunculusnya dan sudah menjadi satu kesatuan. Sebagai contoh, itu terlihat seperti perisai akan terbentuk dari daging di tubuhnya jika Ghidora memasangkan kehendak.


Kemampuan hebat yang berhasil aku temukan ketika menggabungkan Logam Pixie dengan tubuh makhluk hidup. Aku menyebut Biometal ini sebagai Bloodsteel.


Istilah "otot kawat tulang besi" Sudah ada, aku tidak bisa memberikan nama lebih aneh lagi dari itu.

__ADS_1


Setelah Ghidora terbiasa dengan tubuh barunya, dia menggunakan sihirnya untuk membuat pakaian khas roh. Penampilan barbar yang hanya menutupi sebagian tempat dengan kain polos, tapi bentuknya tidak sederhana dan sangat keren seperti karakter fiktif.


Btw, dia tidak memiliki kelamin. Apakah sihir di tubuh Homunculus tidak bisa mengidentifikasi jenis Ghidora? Atau Ghidora sejak awal memang tidak memiliki kelamin? Uniknya. Dia pantas disebut sebagai makhluk [Rare].


__ADS_2