Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Peningkatan Alternatif.


__ADS_3

Lima belas ribu pasukan Holy Knight bergerak ke arah pintu gerbang barat, ibukota Ramis.


Dipimpin oleh kapten mereka, James Madison. Mereka bergerak membuat barisan di sepanjang jalan. Diperlengkapi dengan persenjataan yang memadai dan termutakhir dari Kerajaan Suci, mereka berjalan dengan gagah dan penuh keyakinan.


Mereka memiliki iman yang kuat terhadap Tuhan mereka, dewa Nodens, yang membuat keteguhan hati mereka tidak mudah goyah meskipun musuh sudah mengepung ibukota. Selain itu, mereka juga masih memiliki seorang kapten yang dapat diandalkan dan sangat mereka percayai. Selama kapten mereka berdiri tegak di depan, mereka tidak akan gentar. Bahkan jika lawan mereka adalah pasukan lizardman yang terkenal kuat layaknya naga.


Sekarang, matahari sudah terbenam dan langit kota mulai gelap, mereka tiba di pintu gerbang barat dan menemukan sejumlah pasukan lizardman sedang menanti kedatangan mereka.


Tangan-tangan terlatih mereka yang sedang memegang glaives, mulai mengencang setelah melihat pasukan lizardman yang berjumlah 5000 berbaris rapih di hadapan mereka.


Diperlengkapi dengan armor, tombak dan juga perisai, tidak berbeda dengan perlengkapan mereka. Yang membedakan hanya tubuhnya. Tubuh lizardman memang terkenal lebih besar daripada manusia. Dan lagi, kali ini lawannya adalah prajurit lizardman. Bukan lizardman biasa, dimana setiap masing-masing lizardman itu sudah melalui tahap pelatihan militer. Tentunya membuat tubuh mereka lebih besar dari ukuran normalnya.


Tampak gagah, bersisik, dan hijau. Itulah lizardman yang akan mereka lawan di malam ini. Membuat jantung di setiap orang beredar.


"Ingat! Ini adalah perang suci! Lindungi tempat tinggal, keluarga, dan rekan-rekan kalian! Buat kata-kataku ini menjadi kekuatan kalian untuk bisa bertahan hidup! Semuanya... Serang!!!"


James melakukan orasi untuk meningkatkan moral pasukannya. Dan kata-katanya itu telah didengar oleh seluruh pasukan, membuat mereka semua berteriak untuk membakar semangat mereka sambil mengangkat glaives di tangan mereka masing-masing.


Dan kemudian, seluruh pasukan maju.


"Karena orang terkuat mereka tidak bersama dengan mereka, kukira mereka akan berfokus pada pertahanan. Tidak terduga mereka akan menyerang duluan. Fufu."


"Tuan Alfred, kita harus bagaimana?"


"Keluarkan seluruh kemampuan kalian, jangan takut untuk mati!"


"...Dimengerti! Seluruh pasukan, kalian dengar barusan! Jangan ragu dan serang pasukan musuh!!"


"Ouu!!!" ××


Komandan tertinggi pasukan lizardman, Napo, sempat tersenyum sebelum memerintahkan seluruh pasukannya mendengar Alfred memberi perintah untuk mengerahkan seluruh kemampuan mereka.


Memimpin di depan seluruh pasukan, Napo berlari dengan gagah sambil mengangkat lingkaran perisainya ke udara.


Perang antara pasukan lizardman dengan kekuatan 5.000 prajurit, melawan 15.000 pasukan kesatria suci dari kuil Nodens. Dimulai.


Bertemu di tengah medan perang, kedua pemimpin pasukan – Napo dan James – langsung mengarahkan senjata mereka masing-masing, dan beradu.


Itu adalah awal dari serangan kedua pihak. Diikuti di sekitarnya, kedua pasukan saling berhadapan dan perang besar pun tak terhindarkan lagi.


Keunggulan jumlah yang dimiliki sisi Kesatria Suci membuat awal perang didominasi oleh mereka. Satu lizardman harus menghadapi 2 sampai 3 kesatria suci yang berpasangan.


Keunggulan itu membuat timbangan pertarungan menjadi berat sebelah, dimana tentunya itu sudah diperkirakan oleh masing-masing pihak.


"Musuh sangat bersemangat, fufu."


Di sinilah peran Alfred sebagai penanggungjawab keberhasilan operasi pengepungan pintu gerbang barat, bertugas.


Dia mulai mengeluarkan sejumlah kartu Clover dari sakunya. Clover Card yang merupakan item untuk peningkatan buff terhadap sekutu ketika berada dalam game, tentunya menjadi magic item khusus di dunia ini dengan penggunaan dan manfaat yang sama karena di dalam setiap kartu benar-benar berisikan kemampuan roh.


Untuk Alfred, kartu itu mungkin tidak akan terlalu berefek. Namun bila digunakan kepada para prajurit lizardman, tentunya akan meningkatkan kekuatan tempur mereka.


Akan tetapi, Alfred mendengar penjelasan kalau Albert sendiri tidak tahu apakah kartunya dapat digunakan untuk sekutu dalam jumlah besar, melebihi jumlah party (6 orang) dalam game. Pemberian peningkatan yang terbatas kepada sejumlah orang atau tidak.


Bisa dibilang, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan experimen nyata dan mencari tahu kebenarannya.


Bahkan, meskipun kartunya tidak dapat bekerja karena sekutu terlalu banyak, Alfred masih bisa mengalahkan seluruh pasukan musuh sendirian tanpa keringat. Jadi itu bukan masalah.


Dan juga, Alfred memang mendapatkan perintah untuk tidak terlalu ikut campur tangan antara pertarungan sesama prajurit. Oleh karena itu, dia membawa seluruh kartu yang ada dari inventaris Albert di sakunya. Jika dia hanya bisa menggunakan satu kartu Buff peningkat kepada 6 orang, maka dia hanya perlu memilih prajurit unggul yang pantas mendapatkan Buff peningkatan.


Masing-masing kartu juga memiliki kegunaan berbeda-beda yang dibagi ke dalam 6 jenis warna. Peningkatan daya serang dari kemampuan/skill (putih), peningkatan kekuatan fisik (merah), peningkatan daya serang sihir (biru), peningkatan daya tahan tubuh/defense (kuning), pemulihan berjangka maupun instan (hijau), dan terakhir ada pembuatan efek Debuff kepada musuh (hitam).


Jika ke-enam jenis kemampuan itu dapat dialokasikan kepada orang yang tepat, maka penggunaan kartu memang lebih optimal dibandingkan jika kemampuan kartunya didistribusikan secara acak. Namun, tantangannya adalah Alfred harus bisa mencari sejumlah orang tersebut di antara 20.000 orang yang ada di medan perang.


Tidak mustahil, tetapi juga tidak efisien. Akan lebih bagus jika masing-masing kartu itu dapat digunakan ke semua orang yang ada tanpa batasan.

__ADS_1


Untuk mempersingkat waktu pertempuran, Alfred seperti biasa menggunakan kemampuan alaminya untuk melayang di udara. Kemudian sampai pada ketinggian tertentu untuk melihat medan pertempuran dari atas langit, Alfred mulai menggunakan salah satu kartu berwarna hijau untuk menyembuhkan prajurit lizardman yang mungkin sudah mendapatkan luka di awal pertarungan.


Tapi hasilnya nihil, tidak ada yang terjadi meskipun dia sudah mengaktifkan itemnya. Sangat disayangkan dan Alfred tampak kecewa. Dengan kata lain, Satu-satunya cara adalah Alfred harus mendistribusikan kemampuan itemnya kepada satu tim berisi enam orang.


Memang bukan hal sulit bagi Alfred yang memiliki persepsi sihir. Dan dia juga sudah mengantisipasi akan hal tersebut dengan cara membuat prajuritnya berada dalam satu tim berjumlah enam orang dengan keahlian yang sama pada pengarahan sebelum perang terjadi. Tapi, mengaktifkan itemnya satu persatu tetap menjadi pekerjaan yang merepotkan.


Hal pertama yang Alfred lakukan adalah mencari komandan pasukan, Napo, lalu memberikan dia Buff.


Napo yang sedang melakukan pertarungan sengit melawan James tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih, merah, dan biru.


Alfred agak tidak enak dengan Napo karena dia sepertinya sedang melakukan adu kekuatan dengan James dan ingin menentukan siapa diantara mereka yang lebih unggul, namun Alfred tidak bisa membiarkan komandan dari pasukannya kalah dan menurunkan moral pasukan. Jadi dia mungkin akan meminta maaf setelah perang tersebut berakhir.


Kemudian selanjutnya, memulihkan siapa saja yang terluka berat. Memberikan peningkatan serangan dan pertahanan, dan terakhir memberikan efek debuff kepada musuh.


"Ah! Tubuhku bercahaya!"


"Apa itu! Apa yang terjadi padamu?"


"Tidak apa, aku baik-baik saja sepertinya."


"Hei, lihat! Musuh mendekat. Serang mereka!!"


Sejumlah prajurit di beberapa lokasi medan pertempuran untuk sesaat mengeluarkan seruan keterkejutan karena cahaya yang muncul secara tiba-tiba tersebut, namun tidak diperdulikan setelahnya karena mereka sedang sibuk bertarung.


"Serang musuh!!"


"Ada beberapa lizardman kuat yang menyerang kita dengan membabi buta! Tidak adakah orang yang bisa menghadapinya!?"


"Sial! Banyak dari komandan kita baru saja mundur dari barisan depan!"


"Hah? Lalu bagaimana kita harus menangani beberapa lizardman gila ini!!?"


Hingga pada pertengahan pertempuran, mereka sadar kalau beberapa prajurit lizardman bertambah kuat sedangkan beberapa kesatria unggulan mereka justru melemah.


Sementara itu, pertarungan antara Napo dan James tidak lagi menjadi pertarungan sengit, karena kekuatan Napo yang tiba-tiba berubah di pertengahan pertarungan.


"Kenapa, Tuan Kesatria? Apa kau tidak bisa mengalahkanku, haha!"


"Ck!"


Sambil memberikan rentetan serangan kepada James dengan tombaknya, Napo agak menyombongkan diri. Dia sudah tahu kalau tubuhnya telah mendapatkan bantuan dari Alfred, dan pertarungan menjadi berat di James. Meski bertarung melawan musuh kuat merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh seorang prajurit, namun berdiri di atas dengan superioritas juga tidak buruk menurut Napo. Justru dia sangat menikmatinya.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


"Pasukan lizardman tampaknya tidak mendapatkan kendala apapun."


"Ya, mereka berhasil menangani jumlah musuh dengan kekuatan."


"Hmph, mereka tertolong karena bantuan magic item dari Tuan Albert."


Di dalam control room – Leon, Ignis, dan William masih mengawasi pertarungan sambil berdebat ringan.


"Mau bagaimana lagi, kan? Tidak hanya unggul dalam jumlah, kekuatan perindividu mereka juga lumayan. Wajar saja pasukan lizardman mendapatkan tekanan di awal peperangan."


"Benar. Dan seiring berjalannya waktu, prajurit lizardman akhirnya sadar kalau ternyata mereka lebih unggul dalam kekuatan dan lebih percaya diri dalam menyerang musuh ketika mereka tahu mereka bisa mengurangi jumlah musuh sedikit demi sedikit. Ini adalah pemandangan perang yang sangat indah."


Disamping Leon yang sedang membela para prajurit lizardman, komentar estetis dari Ignis membuat semua orang di dalam ruangan mengangguk.


"Sigh, padahal dengan menggunakan itu kita bisa membuat semua orang menjadi lebih bertenaga."


"Maksudmu menggunakan itu?"


"Itu, para tahanan perang kita. Kekuatan mereka lumayan besar, mungkin di sekitar level 60 sampai 70-an. Jika kita melakukan ritual eksekusi altar, tidak hanya pasukan lizardman, pasukan naga juga akan mendapatkan bagiannya juga."


William baru saja menyarankan ritual eksekusi, dimana kekuatan dari orang yang ditumbalkan akan menjadi kekuatan bagi para prajurit di seluruh medan perang. Itu membuat Matsu dan yang lainnya merinding.

__ADS_1


"Ah, aku lupa kalau cara seperti itu juga ada."


"Sebenarnya aku sudah memikirkannya, tapi karena Tuan Albert tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu, aku tidak membahasnya dalam rapat."


Wajah mereka terlihat seperti sama sekali tidak mempermasalahkan tentang prihal mengeksekusi manusia. Dan tahanan yang mereka maksud adalah para pelancong dari dunia yang sama dengan tuan mereka, para pahlawan dari Kekaisaran Dortos dan Kekaisaran karamia.


"Mungkin beliau berpikir kalau kita memang hanya akan menggunakan kekuatan pasukan, tidak perlu sampai melakukan ritual, kan?"


"Mungkin saja. Tapi aku merasa kalau dia sudah lupa dengan para tahanannya."


"Haha, itu kemungkinan yang paling besar kayanya. Karena Tuan Albert sudah tidak pernah datang ke ruang tahanan lagi."


Mereka asik mengobrol. Membuat seseorang di salah satu medan perang bersin.


"Berbicara tentang pasukan naga, mereka sudah mulai masuk ke dalam kota. Ah, Mary juga sudah menyingkirkan pengganggunya."


"Eh, cepat sekali. Seperti yang diharapkan dari Saber, dia tidak pernah bermalas-malasan dan selalu serius menanggapi tugasnya."


"Memangnya, pasukan musuh mana yang Saber hadapi?"


"12 paladin dan wakil kaptennya. Kekuatan mereka berada di tingkat [Greater-class] spirit."


"Ohh! Hanya dengan kekuatan segitu berani menghalangi kita, apa mereka meremehkan pasukan naga?"


"Tidak, aku rasa mereka tidak benar-benar meremehkan kita. Sepertinya, ke-13 paladin tanpa ketuanya itu memiliki rencana untuk menahan Saber dan pasukannya. Sayangnya..."


"Sayangnya, mereka tidak bisa menghentikan Saber dan pasukannya, kan? Haha. Mereka bodoh! Sehebat-hebatnya sihir dari manusia, itu tidak akan bisa menahan gejolak molekul Mana dari naga."


"Ya. Ditambah lagi, ada Saber di sana. Dia tipe pria yang tidak akan pernah membiarkan lawannya bertindak seenaknya."


Sambil menatap layar monitor yang sedang menampilkan Saber serta pasukannya di tengah-tengah kota, mereka masih asik mengobrol.


"Permisi, apa kalian tidak mengkhawatirkan Tuan Albert?"


Dan membuat Matsu gelisah melihat mereka begitu santainya menonton medan pertempurannya.


"Ada apa, Matsu? Apa kamu mengkhawatirkan Tuan Albert?"


"Te-tentu saja aku mengkhawatirkan beliau."


"Yah, Tuan Albert pasti senang karena kamu mau mengkhawatirkan beliau. Tapi, Matsu. Terkadang terlalu mengkhawatirkan seseorang membuat kamu menjadi tidak sopan, tahu. Kesampingkan orang lain, yang kita bahas sekarang adalah beliau, loh! Yang Maha Mulia Albert Testalia! Apa kamu ingin bilang kalau Tuan Albert kita bisa kalah di medan perang? Bukankah itu artinya, kamu masih belum mempercayai beliau?"


"Ah! Tidak, bu-bukan itu maksudku."


William mencoba menekan matsu dengan asumsinya. Dan setelah mendengar penjelasan William, matsu mengerti kalau dia baru saja bersikap tidak sopan terhadap Albert. Membuat Leon dan Ignis menatapnya dengan sinis, dimana itu sungguh sangat membuatnya takut. Namun...


"Tuan William, tolong maafkan sikapnya yang barusan. Matsu ini murni mengkhawatirkan Tuan Albert."


Niks datang, merangkul Matsu dari belakang untuk melindunginya dari tekanan William, Ignis, dan Leon dengan gaya santainya seperti biasa.


"Selama kamu mengerti apa yang aku bicarakan, maka itu baik-baik saja. Sebenarnya Tuan Albert tidak perlu repot-repot untuk turun ke medan perang hanya demi mengurus satu makhluk bermasalah itu. Tapi mau bagaimana lagi, dia berani mengatakan hal buruk kepada Kakak. Tentu saja hal tersebut membuat Tuan Albert tidak bisa memaafkannya."


"I-Iya."


"... Tapi, mendapatkan rasa kepedulian darimu tentu saja dapat membuat Tuan Albert senang."


William kembali tenang, tapi Matsu masih takut dengannya. Itu membuat William sedikit bersalah padanya. Dan jika diingat-ingat kembali, dia tidak boleh membuat bawahan Albert ketakutan.


"..."


"Kalau begitu, duduklah di sini dan dukung Tuan Albert bersama kami. Di sini juga ada makanan, kamu boleh memakannya kalau kamu mau, Matsu."


"..."


Karena takut, matsu tidak bisa berkata apa-apa dan hanya ingin berlindung di pelukan Niks padahal William sudah berusaha untuk menghilangkan ketakutannya. Setelahnya, William terus berusaha mengembalikan Matsu supaya tidak takut lagi padanya.

__ADS_1


__ADS_2