
Sebelum ledakan terjadi.
Pria misterius bertopeng — yang memiliki nama asli Renata — terus menghadapi Kakuna dengan segenap kekuatannya.
Renata lebih unggul dalam hal kecepatan dan kelincahan daripada Kakuna, tapi Kakuna memiliki pertahanan yang sangat sulit untuk ditembus Renata.
Bahkan setelah menerima Damage besar, Kakuna masih dapat meregenerasinya, menghilangkan kerusakan di tubuhnya dengan cukup cepat dan kembali bertarung untuk melawan Renata.
Dan setelah sekian lama melakukan pertarungan percuma, ledakan besar terjadi di lokasi pasukan Kekaisaran.
Membuatnya sangat terkejut ketika melihat ledakan besar itu telah menghabisi seluruh pasukannya dalam sekali serangan.
Renata menatap pasukannya, lalu menuju menghampiri ledakan untuk mencari keberadaan prajurit yang selamat.
Namun pergerakannya dihentikan oleh Kakuna, seolah-olah Kakuna memang sudah berniat hanya ingin menjauhkan Renata dari pasukannya.
Renata mengerti itu sekarang. Musuh hanya memancing Renata menjauh agar dia tidak bisa mengganggu rencana mereka.
Perintah yang telah diberikan oleh atasan Renata adalah untuk membunuh naga. Dan sekarang, sudah terdapat naga dalam bentuk manusia di depannya.
Renata mulai berfikir kembali, apa dia harus membantu prajurit atau hanya mengabaikan mereka dan mengalahkan Kakuna.
Namun jika seluruh pasukannya hancur, itu berarti sudah tidak ada artinya lagi untuk berperang. Mereka sudah kalah.
Tapi kembali lagi ke perintah komando, yaitu membunuh naga di pasukan musuh. Tidak peduli apa yang terjadi dengan pasukannya, Renata tetap harus menaati perintah.
Selama dia tidak diberikan perintah untuk membatalkan misinya, Renata tetap harus menjalankan tugasnya. Menunggu sampai perintah untuk mundur dikeluarkan oleh atasannya.
Renata merupakan anak dari dunia lain.
Sebelum Renata datang ke sini, dia tinggal bersama dengan keluarganya. Walaupun miskin, mereka menjalani kehidupan yang cukup baik.
Namun semua berubah setelah ibunya telah meninggal. Ayahnya menjadi pemabuk dan malas bekerja. Menghabiskan seluruh uangnya hanya untuk membeli minuman.
Suatu hari, Renata mengetahui kalau ayahnya ingin bunuh diri.
"Ah, kenapa dunia ini begitu tidak adil untuk orang-orang seperti kami."
Renata mendengar ayahnya bergumam dengan suara bergetar di dalam ruangan. Dan ingin menuangkan cairan aneh ke dalam mulutnya.
Renata masih kecil pada waktu itu, tidak mengerti dengan cairan yang ingin diminum ayahnya. Namun masih dapat memahami kalau ayahnya akan melakukan hal berbahaya.
Oleh karena itu, Renata bergerak dengan naluri. Mencegah ayahnya agar tidak meminum cairan tersebut. Renata tidak ingin kehilangan satu-satunya keluarga yang tersisa.
Namun Renata mendapatkan balasan yang buruk. Ayahnya merasa kesal pada Renata karena telah menghalangi rencananya.
Ditambah lagi, efek minuman telah membuatnya tidak dapat berfikir rasional. Tanpa pikir panjang, ayahnya melempar cairan tersebut ke wajah Renata karena kesal.
*
Ingatan Renata tentang keluarganya hanya sampai sana. Setelah menerima cairan, wajah Renata terasa panas dan perih. Dia bahkan tidak dapat melihat setelah itu dan kehilangan kesadaran.
Ketika tersadar, dia hanya dapat mendengar suara dari orang asing. Tidak dapat menemukan suara ayahnya.
Masih kurang mengerti dengan kondisi sendiri, tapi sudah bisa membuat kesimpulan kalau ayahnya telah melakukan hal yang buruk terhadapnya.
Mendengar penjelasan dari orang asing, ternyata wajah Renata sudah rusak. Itu sebabnya dia tidak dapat melihat.
Ketika orang asing mengatakan bahwa mereka dapat membuat Renata bisa melihat kembali, Renata mengikuti arahannya.
Menggunakan sesuatu yang disebut "sihir", Renata dapat melihat dengan persepsi sihir setelah diajarkan oleh orang asing.
Kemudian dia dapat melihat wajahnya sendiri, itu sudah cacat seperti lilin yang meleleh.
Namun Renata tidak terlalu terkejut, dia sudah memeriksa kondisi wajahnya dengan indra peraba biasa dan mengerti wajahnya telah rusak.
Dia hanya tidak mengerti kenapa ayahnya melakukan hal seperti itu terhadapnya, dan mencoba untuk melupakannya.
Pada detik itu, dia memutuskan untuk menggunakan topeng dan hanya menuruti perintah para orang asing yang telah membantunya.
Tidak memiliki arah tujuan hidup dan berakhir menjadi alat untuk ambisi orang lain. Itulah Renata.
Sekarang bukan waktunya untuk memikirkan pasukan. Renata sudah mendapatkan perintah untuk mengalahkan naga, dan bisa memikirkan tindakan selanjutnya setelah mengalahkan naga.
Di depannya sudah terdapat satu naga, dan di lokasi terjadinya ledakan pasti terdapat lebih banyak naga. Jadi Renata memutuskan untuk mengalahkan naga di depannya terlebih dulu agar bisa pergi ke lokasi naga yang lain.
Fluktuasi energi terjadi di sekitar tubuh Renata, sekaligus memancarkan aura membunuh yang sangat kuat.
__ADS_1
Melihat energi Renata begitu besar, Kakuna memutuskan untuk mengirim pesan ke Vera dan menggunakan skill [Dragon Skin] untuk meningkatkan daya tahan serta control energinya.
Tubuh Kakuna dibalut dengan plate komposisi sisik naga berwarna hitam garis merah.
Dalam mode seperti ini, sejumlah kemampuan naga dapat diaktifkan walaupun masih dalam bentuk tubuh manusia.
*****
Mendapatkan pesan dari Kakuna, Vera langsung menyampaikan pesan itu kepada Monta.
Isi pesan seperti yang diduga sejak awal, pria bertopeng telah memperlihatkan sejumlah energinya yang sangat besar.
Kakuna mungkin akan baik-baik saja selama dia hanya menggunakan strategi untuk bertahan, namun pertarungan tidak akan pernah berakhir jika Kakuna hanya mengambil sikap defensif.
Dengan kata lain, Kakuna membutuhkan seseorang untuk memberikan damage pada musuh agar pertarungan dapat cepat selesai.
Kakuna, meski unggul dalam hal kekuatan dan daya tahan, itu akan percuma bila Kakuna tidak dapat menjatuhkan serangan ke tubuh lawan. Karena lawan sangat cepat dan lincah.
"Begitu, ya. Menurut informasi dari Kakuna. Lawan unggul dalam pertarungan jarak dekat, menggunakan pedang kembar, dan sangat cepat. Kupikir, Nahat akan cocok untuk melawannya. Bagaimana menurutmu, Nahat?"
Monta bertanya kepada Nahat.
Dibandingkan dengan Monta, Nahat sebenarnya lebih kuat. Namun entah kenapa Ignis memberikan tugas kepemimpinan tim kepada Monta.
Sama seperti Zaakh, Monta juga cukup terampil dalam hal kecepatan. Bahkan lebih baik lagi. Tapi Monta masih belum bisa menandingi Nahat.
Karena Nahat memiliki kepribadian yang cukup tenang dan pendiam, Monta hanya bisa berfikir bahwa Nahat tidak dijadikan pemimpin karena faktor tersebut.
"Serahkan saja padaku."
Mengatakan itu, Nahat mengeluarkan sayap dan pergi.
Ketiga naga yang tersisa, melihat Nahat pergi dalam kebingungan karena tidak dapat memahami pola pikirnya.
Tapi semua orang tahu kalau Nahat bukan orang jahat. Itu dapat dilihat dari kalimat ucapannya sebelumnya, menyiratkan bahwa mereka tidak perlu khawatir lagi dan dapat mengandalkan Nahat sepenuhnya.
"Permisi, Tuan Monta. Apakah Anda perlu menggunakan pasukan kami untuk membantu mengalahkan pria kuat dari Kekaisaran itu? Kupikir kami bisa sedikit membantu. Lagipula, pasukan kami masih dalam kondisi prima, tapi pasukan Kekaisaran sudah..."
Ferdinan mengajukan bantuan untuk mengalahkan pria bertopeng dari Kekaisaran. Kalimatnya juga terhenti karena melihat pasukan Kekaisaran sudah benar-benar habis tidak tersisa.
Monta bertanya dengan resah.
Ferdinan ingin membantu, tapi banyak prajurit Kerajaan sudah tidak mampu berdiri setelah melihat Helios membasmi manusia. Karena hal ini, Monta menjadi ragu.
"Aku hanya perlu memberi mereka pidato agar mereka dapat bersemangat kembali. Bagaimanapun juga, ini adalah perang. Dan meskipun ini seharusnya adalah peperangan kami, tetapi kami tidak dapat memberikan bantuan sama sekali."
Ferdinan sangat sadar diri dengan posisi dirinya dan Kerajaannya. Tidak hanya ingin menjadi pengamat karena seharusnya perang diarahkan ke Kerajaan Herunia, bukan negeri Lumia.
Monta memahami pemikiran Ferdinan. Tapi meskipun dia mengatakan hal itu, Pasukan Kerajaan pastinya tidak akan memberikan banyak bantuan. Mereka hanya akan mati sia-sia di tangan pria bertopeng.
Kemudian Monta menatap ke arah camp musuh. Itu sudah disapu bersih oleh gelombang kejut ledakan.
"Kalian tidak perlu membantu kami dalam mengatasi pria bertopeng. Lebih baik, suruh pasukan kalian untuk mencari prajurit Kekaisaran yang masih bertahan hidup, walaupun aku ragu akan hal itu, tapi ada baiknya bila kalian memeriksa keseluruhan tempat. Dan juga, sampaikan pesan kepada Raja kalian bahwa kita sudah menang."
Monta sebenarnya tidak hanya ragu, tapi juga tidak percaya bila ada prajurit yang masih hidup.
Meski terlihat santai, Monta sudah memeriksa keliling tempat menggunakan persepsi sihir kepunyaan para Helios.
Helios dapat mengidentifikasi makhluk hidup dalam jarak jangkauan yang cukup luas, dan dapat mengirim detail informasi tersebut ke Monta seolah-olah Monta sedang menggunakan persepsinya sendiri.
Ferdinan memahami perkataan Monta dan langsung berbicara dengan ajudannya — yang berada di sampingnya — untuk mengutus pasukan menyusuri medan pertempuran dan mencari keberadaan prajurit yang masih selamat.
Selain itu, dia juga akan mengirim pesan ke Kerajaan bahwa operasi agresi militer Kekaisaran telah diatasi.
"Seluruh pasukan Kekaisaran telah hancur. Jika mereka membawa Kaisar mereka ke dalam peperangan ini, orang itu pasti sudah mati tersapu angin."
Kruga menyampaikan pengamatannya.
Monta sebenarnya sudah mengetahui kalau Kaisar musuh ikut dalam peperangan, tetapi Monta telah mendapatkan perintah untuk tidak perlu memikirkan pemimpin musuh dan fokus dalam menjalankan operasi Helios.
Ketika Monta memikirkan hal itu, tiba-tiba suara seorang pria masuk ke dalam kepalanya menggunakan telepati.
«Aku sudah mendapatkan pemimpin musuh, kerja bagus. Untuk sekarang, kau bisa mengatakan kepada bangsawan dari Kerajaan Herunia untuk menahan pemimpin musuh, aku bisa mengeluarkannya di depan kalian sekarang. Dan juga, sampaikan kalau mereka harus mengutus seseorang untuk pergi mengurus Kekaisaran Karamia. Apa kau mengerti?»
Suara seorang pria yang tidak dikenal Monta masuk ke dalam kepalanya dan memberikan pengarahan.
Monta memang tidak mengenalnya, tetapi dia sudah menduga bahwa "suara" itu pasti berasal dari salah satu bawahan Tuan Besarnya.
__ADS_1
Tuan Besarnya, Albert, sangat terlihat terbuka dan dapat bergaul dengan siapapun, dia orang yang sangat baik. Tapi sebenarnya dia merupakan Tuan yang sangat misterius karena memiliki banyak orang kuat seperti Tuan Ignis untuk dijadikan bawahannya.
Semua naga sudah mengetahui Tuan Albert tetapi masih tetap tidak mengenal baik sosok asli beliau.
«Baik.»
Tanpa perlu bertanya, Monta langsung menjalankan perintahnya, menyampaikan kalau dia sudah mendapatkan Kaisar George, menyuruh Ferdinan untuk mengurus pemimpin itu, dan mengurus Kekaisaran yang sedang dilanda krisis karena tidak memiliki pemimpin.
Negosiasi dalam kepengurusan masalah kekalahan Kekaisaran Karamia dalam perang akan dilakukan oleh Kerajaan Herunia.
Kemudian, Raja benar-benar telah ditangkap dalam keadaan pingsan. Keluar dari bayangan hitam di bawah kaki semua orang.
Monta benar-benar tidak mengerti bagaimana pria itu bisa melakukan hal semacam ini. Bahkan dua rekannya yang lain bertanya kenapa Monta bisa menangkap Kaisar musuh padahal dia tidak melakukan hal apapun.
Monta beruntung telah menjadi bijak, tidak terlalu banyak bicara dan hanya menuruti apa yang diperintahkan oleh pria tersebut.
Bisa memasuki jaringan komunikasi Monta dan dapat mengeluarkan makhluk hidup entah dari mana. Perbedaan kekuatan mereka sudah sangat jelas terlihat.
Namun dalam persepsi Albert, hal itu mudah sekali dijelaskan.
Pria misterius itu tidak lain adalah Niks. Niks merupakan Roh Kegelapan, dapat bergerak di dalam kegelapan sesuka hati dan sangat sulit untuk dideteksi keberadaannya.
Telepati, itu merupakan sihir yang sangat mudah untuk dilakukan bagi Niks.
Namun, alasan kenapa Niks bisa bertelepati dengan Monta adalah karena Niks sudah berada di sekitar mereka.
Setelah dia menangkap Kaisar George, Niks memasukkan George ke dalam dimensi kegelapan milik Niks. Kemudian Niks pergi ke tempat Monta melalui dimensi Hydra, itu dapat diakses melalui lambang.
Mencari keberadaan Monta, dan lambang Hydra di tubuh Monta — juga tidak terlalu sulit ketika Niks sudah menandai atau menargetkan lambang Hydra pada tubuh Monta sebelum Niks memasuki dimensi Hydra.
Jika tidak menggunakan transfer, jarak tempuh antara Niks — sebelum masuk dimensi — dengan Monta, sama seperti jarak di dimensi alam dunia.
Itu terlihat seperti Niks telah menyelam ke dalam air, dan muncul kembali di tempat atau permukaan yang berbeda.
Lalu, setelah Niks sudah sampai di lambang pada Monta dan keluar dari dimensi Hydra melalui lambang tersebut, Niks masuk ke dalam bayangan dan mengeluarkan Kaisar George dari dimensi kegelapannya.
Kurang lebih seperti itulah penjelasannya. Ngomong-ngomong, semua itu dikerjakan oleh clone, bukan tubuh asli Niks.
Tubuh asli Niks, tidak akan pernah meninggalkan sisi Tuan terhebatnya, Albert.
"Kalian ingin kami mengurus negara mereka?"
Sambil melihat George berbaring di lantai tak berdaya, Ferdinan bertanya.
"Ya, meski kita tidak mendapatkan kerugian, mereka masih harus bertanggung jawab atas peperangan ini. Ditambah lagi, mereka sudah menjadi pihak yang kalah."
Monta menjelaskan.
Benar, negara yang kalah dalam perang harus menerima tuntutan dari pihak yang menang. Hal seperti ini sudah seperti ketentuan umum di dunia.
Lalu, Monta melanjutkan...
"Selain itu, mereka sudah tidak memiliki prajurit untuk mempertahankan keamanan negara mereka sendiri. Hal ini harus kalian rundingkan dan tangani dengan pihak mereka, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan."
"Ah, saya mengerti hal itu."
Ferdinan langsung memahami maksud Monta.
Ketika sebuah negara tiba-tiba kehilangan kekuatan untuk mengontrol penduduknya, mereka bisa mengalami kehancuran dari dalam.
Apalagi wilayah Kekaisaran Karamia sangat luas. Ada banyak pihak-pihak tidak bertanggung jawab akan menyebabkan kekacauan, atau bahkan mengambil alih kekuasaan sesuka mereka tanpa pertimbangan.
Pada saat itu, kemungkinan terjadinya perang saudara akan sangat tinggi karena tidak ada pemimpin yang mengatur mereka.
Untuk itu, pihak Kerajaan Herunia harus datang ke sana untuk berunding sekaligus membuat pengaturan seperti apa yang cocok untuk Kekaisaran selaku pihak yang kalah dalam perang.
Ferdinan mengerti itu, tetapi...
"Kenapa harus kami, Tuan Monta?"
Ferdinan bertanya. Hal seperti ini seharusnya diurus oleh pihak negeri naga karena yang memenangkan pertempuran adalah mereka, bukan Kerajaan Herunia.
"Sigh, apa kau ingin kami bekerja lagi? Bahkan untuk perang kali ini, kita tidak mendapatkan apresiasi apapun, loh. Padahal kami sudah memusnahkan dua kekuatan besar."
Monta berbicara dengan santai.
Namun berkebalikan dengan sikap Monta, Ferdinan dan Kruga terkejut, baru saja tersadar kalau Kerajaan Herunia tidak hanya bertempur dengan satu kekuatan, melainkan dua. Dan itu membuat Ferdinan dan Kruga sangat terkejut mengetahui mereka (para naga) juga melakukan hal yang sama terhadap musuh di sisi lain (memusnahkan).
__ADS_1