Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Tamu yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang.


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu setelah konferensi.


Sesuai rencana, kami mentransmigrasikan komunitas naga bumi, naga es, dan naga laut ke tanah ini. Itu merupakan pekerjaan yang cukup melelahkan. Tapi lebih dari itu semua, orang yang paling bekerja keras adalah eliza.


Eliza hampir menyihir 10 ribu naga dan itu pun masih berlanjut hingga sekarang. Beruntung dia memiliki cadangan mana yang sangat banyak, dia hanya mendapatkan kelelahan mental karena mengurus ribuan naga untuk disihir.


Naga yang sudah datang akan berbaris di depan gerbang kastil dan eliza duduk di bangku yang telah kami sediakan.


Kadang-kadang, aku mengipasinya dengan kipas besar, berharap agar kelelahannya menghilang. Walaupun itu tidak logis tapi eliza dapat menerima itu dan merasa senang karena sudah dimanjakan.


Yah, selama dia mau mengerjakan tugas berat itu, maka aku tidak masalah.


Prioritas utama kami adalah naga bumi, setelah mereka semua diungsikan ke sini, mereka dialokasikan ke beberapa sektor untuk bekerja. Kami juga telah menyiapkan asrama, gedung hitam, gedung familiar, dan gedung kastil untuk mereka tempati.


Setelah wujud mereka berubah menjadi manusia, mereka bisa tinggal di beberapa tempat itu untuk sementara.


Para pejantan naga akan melakukan pekerjaan berat, terutama membangun perumahan untuk mereka sendiri. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok dikepalai oleh satu huldra.


Sedangkan untuk para betina akan membantu membuat makanan di kelima dapur yang berada di asrama, diawasi dan diajari oleh ibu-ibu huldra, mereka tidak mendapatkan masalah... Sepertinya.


Untungnya, tidak ada diantara mereka yang mengeluh tentang warga huldra yang memimpin mereka. Sebaliknya, mereka cukup antusias memahami setiap ajaran yang telah warga huldra berikan.


Pemimpin mereka sudah memberi perintah kepada mereka untuk tetap bersikap ramah terhadap kami. Jadi mungkin karena itu, atau mungkin mereka merasa bersyukur telah memiliki transformasi manusia dan ingin menjalani kehidupan seperti layaknya seorang manusia.


Menurutku, selama mereka tidak bertengkar, semua tidak akan menjadi masalah.


Ngomong-ngomong, pengaliran air danau ke sini sudah hampir selesai. Itu sungai kecil yang cukup untuk irigasi persawahan kami.


Di sisi lain, clara dan warga huldra sudah memperluas sektor pertanian dan beberapa lahan sudah ditanami oleh tanaman sejenis kacang dan polong, umbi-umbian, sayur-sayuran, dan sebagainya.


Karena pengaliran air belum selesai, mereka entah bagaimana bisa mengatasi itu dengan sihir. Mereka benar-benar jago bertani.


Selain itu, para naga anehnya cukup banyak yang menyukai sesuatu yang manis. Mungkin itu merupakan suatu hal baru untuk mereka, dan tentu saja mereka bisa memakan roti.


Aku juga telah menyuruh kaguya dan titania untuk membeli pasokan gula dan ragi untuk para naga. Wine juga dibutuhkan tapi perusahaan sudah kehabisan stok itu dan belum mendapatkan pengiriman dari distributor. Oleh karena itu, kami mengganti bir atau ale yang bisa dinikmati.


Ngomong-ngomong, mereka berdua sepertinya menjadi sangat terkenal di kalangan para pedagang. Mereka selalu membeli bahan dalam jumlah besar dan tidak jarang para pencuri atau sejenisnya mengincar mereka.


Di sana, yang aku khawatirkan adalah bagaimana mereka akan menangani para pencuri itu. Aku takut jika mereka membuat kegaduhan, tapi untungnya itu tidak terjadi.


Mereka selalu menangani hal seperti itu dengan baik dan tidak pernah mengekspos kekuatan mereka ke mata publik. Mereka orang-orang yang sangat terampil. Dan karena itu juga, mereka menjadi lebih dekat.


Haruskah aku menceritakan aksi heroik mereka? Akhir-akhir ini putri kami juga memiliki perkembangan dan sedang menjalani latihan penguasaan sihir dasar, tapi aku tidak memiliki cukup waktu untuk menceritakan itu semua. Mungkin di lain waktu.


Sekarang aku dan clara sedang berada di lahan kosong yang bertempat di sebelah kanan gedung kastil. Tempat ini sebelumnya diisi dengan pepohonan aneh yang tidak berbuah, jadi kami menggusur itu dan saat ini kami ingin menggunakan tanah ini sebagai lahan untuk menanam tanaman dari buah kebangkitan, sesuai dengan rencana sebelumnya.


Padahal kami masih belum tahu apakah kami bisa menumbuhkan pohon itu atau tidak, tapi kami akan mencobanya, dan jika itu tidak berhasil, kami hanya perlu menanam tanaman lain di sini.


Aku mengeluarkan buah kebangkitan dari inventaris. Seperti yang diharapkan, buah itu sangat aneh karena memiliki spektrum warna pada kulit bagian luar dan... Menurutku buah ini memiliki rupa seperti buah mangga.


Ngomong-ngomong, ada eren di atas kepalaku atau lebih tepatnya dia sedang duduk di atas pundakku. Dia sedang menyaksikan aku dan clara bekerja, dengan antusias.


Aku membedah buah itu untuk diambil bijinya. Bermaksud untuk menanam biji itu dengan kemampuan clara yang bisa mempercepat proses pertumbuhan tanaman.


Dengan kemampuan itu juga, dia sudah bisa menentukan tanaman apa yang bisa ditanam di wilayah ini. Oleh karena itu, perkembangan pertanian kami memiliki prospek yang menjanjikan, karena clara sudah merekomendasikan tanaman yang cocok untuk tumbuh di wilayah ini kepada para petani.


Hanya tinggal masalah waktu hingga kami menjadi kota yang makmur.


Kami membelah buah itu, dan isinya tidak seperti apa yang kami bayangkan. Itu hanya daging berwarna perak, sangat aneh dan nyata.


Ternyata itu bukan buah mangga, aku pikir jika buah itu berbiji, maka aku akan menyebut itu buah mangga ajaib, tapi nyatanya itu berbeda.


Clara memiliki wajah yang rumit setelah melihat itu. Aku juga menjadi sangat heran.


Buah itu tidak memiliki biji, lalu bagaimana kita menanamnya? Apakah itu akan menjadi seperti pohon kelapa, yang dengan sendirinya akan bertunas pada buah yang jatuh? Jika demikian, kita hanya perlu menaruhnya di tanah, kan? Dan membiarkan itu bertunas dengan sendirinya.


Buah itu sudah terbelah menjadi dua, dan sangat disayangkan jika kami membuangnya. Dengan pemikiran itu aku memberikan setengah kepada clara dan setengahnya lagi kepada eren. Sebelumnya, aku sudah menggunakan buah itu, dan itu aman untuk dikonsumsi.


"Ini sangat enak."


"Em, manis."


Mereka sangat menikmatinya.


Aku berkata "Sungguh?" kepada eren, dan dia langsung menyodorkan buah di tangannya kepadaku.


Ternyata dia sangat peka. Aku langsung menggigit buah itu dan merasakan kalau buah itu memang manis seperti buah melon.

__ADS_1


Pasti akan ada yang protes kenapa buah itu mirip seperti mangga tetapi rasanya seperti melon. Yah, aku juga kurang mengerti. Buah itu terasa manis dan memiliki tekstur yang empuk seperti buah melon.


"Buah ini banyak memberikan energi spiritual yang sangat murni, luar biasa."


Clara memberikan pendapatnya seperti seorang gourmet. Aku heran kenapa pekerjaan kita berubah menjadi acara kuliner.


Mengesampingkan itu, aku mengeluarkan buah itu lebih banyak lagi dan menaruhnya di atas tanah.


Setelah clara selesai memakan buahnya, dia mencoba menggunakan skillnya — [kesuburan] — kepada salah satu buah yang berada di atas tanah.


Itu masih tidak berhasil tapi eren tiba-tiba angkat bicara...


"Dia menyerap banyak energi dari sekitarnya."


Itulah yang dia katakan. Sepertinya dia telah melihat sesuatu yang tidak dapat kami lihat.


Biasanya, orang idiot akan tertawa mendengar anak-anak mengatakan sesuatu yang tidak bisa dipahami, tapi aku dan clara mengerti kalau eren bukanlah entitas yang bisa dijelaskan dengan akal sehat.


Jadi kami pikir, dia benar-benar bisa melihat sesuatu. Dia juga bukan anak yang selalu mengatakan omong kosong, malahan dia merupakan anak yang pendiam. Dan jika dia berani untuk berbicara, aku selalu menanggapinya dengan serius dan sangat memperhatikan.


Dia mengatakan kalau buah itu menyerap energi dari sekitarnya setelah clara mengaktifkan skillnya.


Mungkinkah?


Aku dan clara saling menatap dan mengangguk serius.


Karena buah itu merupakan buah yang mengandung banyak energi spiritual, kami pikir skill itu telah aktif namun buahnya tidak mendapatkan sumber nutrisi agar dia bisa tumbuh. Jadi jalan satu-satunya adalah memberikan sumber nutrisi yang memiliki energi sihir dalam jumlah besar.


Batu ajaib sangat tidak cocok jika digunakan sebagai katalisator dan sebagai gantinya aku mengambil ramuan elixir karena tanaman dan air terlihat lebih serasi.


Sekali lagi, clara menggunakan skillnya kepada buah yang sudah disirami dengan ramuan elixir. Hasilnya, tunas mulai muncul dari — sesuatu yang kami pikir — pangkal buah tersebut dan itu tumbuh menjadi pohon kecil berukuran sekitar 30 cm.


"Itu sukses, tapi kenapa tidak tumbuh besar?"


"Mungkin dia masih kekurangan sumber energi."


"Uh, itu berarti, kita membutuhkan lebih banyak ramuan elixir untuk mengembangkan pohon ini?"


"Hmm, jika kita ingin pohon ini cepat tumbuh maka kita perlu banyak biaya tapi saya pikir kita hanya perlu menyediakan air yang mengandung esensi sihir dan membiarkan tanaman itu berkembang biak sebagaimana mestinya."


Menyediakan air dengan esensi sihir, ya.


"Hanya dengan membuat saluran irigasi di sini dan menaruh batu ajaib pada air itu akan membuatnya menjadi air dengan esensi sihir."


"Begitu, ya. Kamu bisa mengurus itu?"


"Tolong serahkan saja itu kepadaku, tuan albert."


Aku tidak berfikir bahwa batu itu akan membocorkan massa sihir yang telah mengkristal, tapi tidak ada salahnya menyerahkan tugas ini kepada clara. Mungkin dia memiliki triknya sendiri untuk melakukan itu.


Aku menyerahkan 30 buah kebangkitan dan 10 batu ajaib kepadanya. Tentu saja melalui "lambang hydra" karena dia sudah bisa melakukan sihir ruang penyimpanan. Dia juga mengumpulkan kembali sisa buah yang aku keluarkan sebelumnya.


"Ngomong-ngomong, tidak ada masalah dengan sektor pertanian, kan?"


"Tenang saja, tuan albert, semua berjalan dengan lancar. Tapi, berbicara tentang tanaman yang membutuhkan energi sihir, benih yang telah kami bawa tidak bisa tumbuh di sini karena udara di sini tidak terlalu mengandung sihir."


"Hmm? Benih yang kalian bawa?"


"Benar, kami membawa apa yang bisa dibawa dari tanah iblis, termasuk benih untuk pohon anggur dan beberapa kecambah."


"Tunggu, jika tanaman itu memerlukan energi sihir untuk tumbuh... Bisakah itu menjadi makanan yang mengandung sihir?"


"Itu memang mengandung sihir, tapi hanya sedikit. Dan sangat beracun jika terlalu mengandung banyak sihir."


Geh... Mereka setiap hari, mungkin selalu mendapatkan masalah itu. Yah, itu tidak baik untuk dikonsumsi jadi mereka tidak perlu menanam itu. Tapi tiba-tiba eren angkat bicara lagi.


"Itu enak untuk kami."


"Eh, kamu baik-baik saja memakan itu?"


"Ya, kakek bilang kami membutuhkan itu untuk tumbuh."


"..."


Kakek mereka ternyata sangat ekstrem.


Tapi, mungkin oleh karena itu mereka memiliki energi yang banyak? Sebelum pemberian jiwa, mereka bahkan sudah di jajaran peringkat besar.

__ADS_1


"Clara, mungkin tidak ada salahnya mencoba menanam itu untuk atla dan eren."


"Begitu, ya. Baiklah saya mengerti. Bagaimana dengan tempatnya?"


"Hmm, kita akan menggunakan tanah yang berada di sana..."


Aku menunjuk ke arah bagian kiri kastil. Di sana banyak tumbuhan sayur yang ditanam oleh pegawai kastil. Untungnya, aku sudah berbicara dengan mereka untuk menggunakan tanah di kastil ini sesuai kehendak aku dan mereka tidak ada yang mempermasalahkan itu.


Clara mengerti dan akan menugaskan seseorang untuk mengolahnya.


Setelah aku berfikir kalau pekerjaan aku sudah selesai, aku mendapatkan pesan dari hydra. Dia mengatakan kalau ada sekelompok manusia yang menginjakkan kakinya di tanah ini.


Seperti kami telah menanti kedatangan mereka, aku mulai mengumpulkan para eksekutif kami di ruang observatorium. Terutama bagi orang yang sudah diberikan nilai jiwa olehku.


Merlin dan mantan npc, freya, kaguya, titania, tethra, endrin, odimus, mark, gale, edwin, dan ketiga pemimpin dari masing-masing klan naga karena mereka merupakan orang yang bersangkutan — azure, kanis, dan selena.


Tidak ada diantara mereka yang menunda panggilan, semua bergegas setelah aku memberikan perintah.


Sisa orang seperti clara akan dibiarkan bekerja dan dia juga yang akan mengurus atla dan eren. Aku tidak bisa membawa anak-anak ke sini karena kami akan menyaksikan pertarungan.


Ada semacam sihir proyeksi di ruangan observatorium dan kami bisa menyaksikan kedatangan tamu kami dari dalam sana.


Semua orang telah berkumpul, dan bukannya khawatir akan sesuatu, mereka justru sangat bersemangat.


Kecuali endrin, tethra, dan edwin, mereka semua benar-benar petarung sejati. Aku kagum dengan antusiasme mereka.


Sebidang layar besar muncul di depan kami dan itu sedang menampilkan siaran langsung dimana sekelompok orang sedang berjalan-jalan dengan santainya di tanah milik kami.


"Kanis, apakah mereka adalah orang yang sering menangkap anggota kalian?"


"Uh, maafkan saya, tuan albert. Saya sendiri masih belum pernah melihat manusia yang menangkap anggota klan kami. Tapi saya mendapatkan informasi kalau mereka berjumlah empat orang. Terkadang beberapa anggotaku memergoki mereka tapi mereka langsung menggunakan sihir untuk melarikan diri."


"Empat orang, ya. Bisa kamu memanggil orang yang pernah melihat mereka?"


"Baik, saya akan segera kembali."


Sekelompok penjelajah yang ditampilkan di layar berjumlah sembilan belas orang. Dan jika aku perhatikan baik-baik, empat orang di depan merupakan tim utama mereka. Selain itu, salah satunya berperingkat adamantine atau setara dengan peringkat besar.


Setelah kanis memanggil anggotanya yang pernah melihat pelaku, dia mengkonfirmasi kalau empat orang itu adalah pelakunya. Jadi kami bisa yakin menganggap mereka sebagai musuh.


"Tuan albert, bagaimana rencana anda selanjutnya?"


Odimus tiba-tiba bertanya.


"Eh, yah... Tentu saja kita harus menangkap mereka, bukan? Pertama kita harus mengintrogasi mereka dan sebisa mungkin mendapatkan informasi tentang anggota klan naga yang sudah mereka bawa pergi. Prioritas utama kita adalah menyelamatkan naga yang ditangkap."


"Kalau begitu, saya ingin merekomendasikan mark dan gale untuk bertarung melawan mereka."


Odimus menunjuk mark dan gale yang sedang berdiri tegak.


"Ya, tuan albert, tolong kirim kami berdua ke sana."


"Umu, kami tidak akan mengecewakan anda."


Dan entah kenapa mereka berdua sangat ingin bertarung dengan musuh kami.


Ngomong-ngomong, mereka berdua sudah menjalani pelatihan ekstrem dengan odimus. Jadi mengutus mereka untuk melihat hasil kerja keras mereka mungkin keputusan yang bagus.


"Tunggu, tuan albert. Jika bisa, tolong kirim saya ke sana juga untuk melawan mereka."


Edwin tiba-tiba ingin menjadi sukarelawan.


"Memangnya kamu bisa bertempur?"


Dia memang memiliki nilai jiwa yang tinggi, tapi jika tanpa keterampilan bertarung, itu sama saja bunuh diri karena lawan memiliki petarung peringkat adamantine.


"Tenang saja, saya sebenarnya memiliki skill baru yang ingin saya tunjukkan kepada anda. Jadi tolong kirimkan saya ke sana juga."


Edwin sangat bersemangat.


Seharusnya, hanya orang yang memiliki keahlian dasar yang bisa mendapatkan skill tingkat lanjut setelah diberikan nilai jiwa. Jika dia juga telah mendapatkan skill, maka itu artinya dia sudah memiliki keahlian dasar, bukan?


"Err... Baiklah, kalian bertiga yang akan melawan mereka tapi odimus harus ikut untuk mengawasi kalian."


"""Dimengerti, tuan albert."""


Mereka menjawab dengan kompak.

__ADS_1


Lalu aku membuka gerbang transfer untuk mengirim mereka ke sana.


Prinsip dari sihir teleportasi atau sihir transfer adalah pengguna harus bisa melihat atau memiliki ingatan tentang tujuan lokasi perpindahan. Meskipun aku belum pernah ke sana, layar proyeksi sudah bisa menangkap gambar lokasi tujuan. Jadi aku bisa mengirim mereka tanpa masalah.


__ADS_2