
Duduk di singgasana yang Luminous bawakan untukku, aku melihat sekelompok vampire di hadapanku sedang bertekuk lutut tidak berdaya dan terikat dengan rantai. Penampilan mereka berlima seperti tahanan yang akan segera dieksekusi.
Hasil pertandingan, pengawal naga kami mengalami kekalahan total. Sedih rasanya melihat tidak ada satupun dari mereka bisa menang. Batros belum mencoba skill uniknya dan dia sudah kalah, Javier kurang mengasah ketajaman skill pedangnya, Eleanor kalah karena kurangnya energy Mana, dan Hibiya mengalami kelelahan karena menghadapi dua vampire sekaligus.
Saat ini, dua di antara mereka sekarat sedangkan dua lainnya kelelahan di dalam pelindung kecil buatan William.
"Kalian hebat bisa mengalahkan pengawal kami."
"..."
Memberi senyum untuk memulai percakapan, sayangnya mereka terlihat depresi karena kekangan rantai William. Mungkin takut dieksekusi sungguhan, atau mungkin malu karena mereka berisik di awal tapi malah tidak berdaya di akhir.
Kurasa, dua-duanya adalah alasannya. Vampire memiliki harga diri yang tinggi (contohnya William), setelah jatuh mereka akan kesal dan marah.
"Hm, begitu ya. Mau kulepaskan rantai di tubuh kalian?"
"Mau kalian itu apa sebenarnya!?"
"Eh? Apa aku belum bilang maksud dan tujuanku ke sini?"
"Huh?"
Aku agak ragu dengan itu. Kurasa, William memprovokasi mereka duluan sebelum aku berbicara, ya? Sial.
"Seharusnya kalian sudah tahu niatku ke sini dari Frederick atau Roy, kan?"
"Kau ingin menjalin hubungan dengan kami? Mana mungkin kami akan percaya-- Ackk!!
"Wilhelm!" ×4
Wilhelm menjawab pertanyaanku dengan sombong, tapi sebelum dia menyelesaikan ucapannya, William mengencangkan rantai dan menarik dia ke tanah.
"Bicaralah dengan bijak, jangan sampai kesabaranku benar-benar habis."
William marah, memperingati mereka dengan tekanan. Aku bisa mengerti kenapa dia seperti itu, sebenarnya aku juga agak bosan menghadapi sikap angkuh mereka.
"Sigh, William, lepaskan saja mereka, mungkin mereka bisa mengerti niat baik kita setelah itu."
"Baik."
William menyimpan kembali rantainya dan mereka bebas. Meski begitu, mereka masih duduk di lantai dengan pasrah.
"Wilhelm, kau benar. Aku tidak sebaik itu untuk mau berhubungan dengan kalian. Maka dari itu, aku akan mengakatan tujuanku ingin bertemu dengan kalian, sekarang."
"..."
"Sebenarnya, aku ingin membuat organisasi berukuran besar. Dan kalian, para vampire, dibutuhkan untuk menjadi pemimpin di setiap cabangnya nanti."
"Aku tidak mengerti apa yang kau-- apa yang Anda maksud, tapi keberadaan kami akan ketahuan oleh para petualang jika kami keluar dari negeri ini. Pada saat itu, kami pasti benar-benar akan dimusnahkan oleh sang Pahlawan."
Wilhelm ingin berbicara kasar lagi denganku, namun segera diralat. Dia tampaknya sudah mengerti posisinya.
Selain itu, kondisi mereka, para vampire, sekarang cukup menyedihkan.
"Katakan, berapa jumlah keseluruhan vampire di sini?"
"Sekitar 1200 vampire, kami tidak bisa berkembang biak karena harus bersembunyi. Aku membatasi pembuatan kaum baru karena pasokan makanan kami hanya sedikit dan setiap tahunnya jumlah kami terus berkurang."
Mendengar jawaban Wilhelm, kondisi mereka ternyata lebih menyedihkan daripada dugaan! Aku terkejut.
Maksud pembuatan kaum pasti mengarah ke menjadikan manusia sebagai vampire, dan itu seharusnya mudah untuk mereka. Sayangnya, pasokan makanan mereka (darah) hanya bisa didapatkan dari desa-desa pedalaman di utara Kekaisaran ini.
"Begitu ya. Aku mengerti. Sekarang, bagaimana kalau begini... Aku akan menyuruh Tristan untuk menghentikan para petualang memburu kalian. Sebagai balasannya, kalian semua harus menjadi bawahanku. Tenang saja, aku akan memberikan pekerjaan yang cocok untuk kalian, bagaimana?"
"Anda bisa melakukan itu kepada sang Pahlawan?"
"Hm? Kenapa tidak?"
"Ah!!"
Di sana, aku memperlihatkan mata iblisku, membuat Wilhelm dan yang lainnya terkejut. Pertunjukan ini untuk mengenalkan posisiku itu setara dengan Pahlawan.
"Aku adalah Raja Iblis dari Tanah Naga, Albert Testalia. Aku bisa menyuruh sang Pahlawan memerintahkan para bawahannya untuk tidak menyerang kalian."
"Benar, kupikir hanya Tuan Albert yang bisa melindungi bangsa kalian, Wilhelm."
"Kalian tidak perlu bersembunyi lagi setelah kalian menjadi bawahan Tuan Albert."
"Ya, seperti bangsa Nagaku, Master pasti akan melindungi kalian juga."
Setelah aku berbicara, William, Ignis, dan Luminous ikut meyakinkan Wilhelm.
__ADS_1
"Oi, oi, jangan terlalu berlebihan. Memang, ketika kalian menjadi bawahanku, kalian akan aku lindungi dari Pahlawan dan para petualang. Tapi bukan berarti kalian bisa bertindak bebas dan tidak mengikuti aturan yang ada. Kau mengerti maksudku, kan?"
"Aku tidak menyangka, Anda adalah Raja Iblis."
"Ya, tapi aku bukan Raja Iblis seperti yang kamu kira. Raja bangsa Iblis berada di benua selatan, meski judul kami sama, aku tidak memiliki kekuasaan sama sekali di tanah Iblis. Jadi bagaimana?"
Aku bertanya. Wilhelm melihat ke arah rekan-rekannya setelah itu untuk mencari vampire yang keberatan. Hasilnya, mereka semua mengangguk untuk saranku.
"Baiklah Tuan Albert, tolong jadikan kami bawahan Anda."
"Oh, kau menyetujuinya? Boleh aku tahu alasannya?"
Meski dia sudah setuju, aku masih penasaran dengan apa yang dia pikirkan tentangku.
"Menjadi Raja Iblis sudah membuat Anda pantas untuk memerintah kami, Yang Mulia. Kami percaya karena judul Anda."
Ohh, itu berarti, jika aku sejak awal memberi tahu judulku, kami tidak akan dalam kondisi seperti sekarang, dimana para pengawalku harus bonyok dulu? Dengan kata lain, para pengawal babak belur karena AKU?
"Eh?"
"A-Ada apa, Yang Mulia?"
"Aku ingin memastikan satu hal, kenapa kalian menyerang kami?"
Aku ingin mencari alasan bagus kenapa para pengawalku harus bertarung dengan pertanyaan di atas. Atau lebih tepatnya, aku mencari alibi agar aku tidak disalahkan. Ini sungguh mengganggu ku.
"Yang Mulia, sebelum itu, tolong maafkan kesalahan kami karena telah bersikap kasar terhadap Anda."
"Tolong maafkan kami." ×4
Ketika aku menyinggung kejadian sebelumnya, mereka tersentak seperti baru saja mengingat prilaku buruk mereka terhadapku. Mereka benar-benar takut terhadap aku sekarang, itu pasti karena judul Raja Iblis.
"Aku akan memafkan kalian jika kalian menjawab pertanyaanku dengan jujur."
"Baiklah, saya akan menjawabnya. Sebenarnya kami sangat menginginkan skill Resurrection Anda untuk membangkitkan leluhur pertama kami, yaitu Queen of All Vampires, Mary Scarlet."
"Huh."
Tiba-tiba, nama yang sangat mengagumkan muncul di dalam percakapan kami.
Menggunakan skillku untuk membangkitkan leluhur pertama vampire? Mereka sangat gila! Aku tahu kalau skill [Kehendak Ilahi: Resurrection] ini pasti akan membawa kesialan. Aku tidak menyangka kalau hari dimana skill ini diperebutkan akan terjadi sekarang! Kuh.
"Yang Mulia, membangkitkan Ratu Mary bisa membantu mengatasi masalah kami."
"Ya, dikatakan bahwa Ratu Mary bisa membuat vampire menjadi abadi."
"Memangnya, kalian yang sekarang tidak abadi?" —(Bukankah mereka sudah hidup selama ribuan tahun?) Selain itu, kenapa kata-katanya tidak meyakinkan...?
"Tuan Albert, izinkan saya menginterupsi percakapan Anda."
"Baiklah."
"Wilhelm, keliatannya kamu masih belum yakin dengan apa yang kamu ucapkan barusan. Kenapa?"
William bertanya menggantikanku.
"Itu karena kami hanya mendengar hal ini dari para tetua kami yang sudah mati. Ratu Mary hidup di era yang sangat jauh, dia adalah satu-satunya vampire yang bisa mengubah vampire lain menjadi abadi."
"Hmph, jika dia bisa mengubah kalian menjadi abadi, kenapa dia bisa mati..."
"Ah, itu..."
Tidak ada jawaban dari Wilhelm, dia terlihat agak kebingungan. Lagian, sumber informasinya masih kurang akurat. Meskipun tetua mereka percaya kalau si Leluhur Semua Vampire, Ratu Mary, bisa mengubah vampire menjadi abadi, Wilhelm dan yang lainnya masih tidak memiliki bukti kuat untuk membenarkan perkataan tetua tersebut.
Maksudku, jika itu benar dan bukan hanya sekedar rumor ataupun legenda, seharusnya mereka memiliki catatan atau bukti lain seperti vampire yang pernah diubah menjadi abadi oleh si ratu Mary untuk membenarkan ucapan tetua itu.
Tapi ada kemungkinan mereka semua — termasuk Ratu Mary — dibunuh oleh seseorang. Kalau ceritanya seperti itu, mungkin masih bisa diterima. Namun, judulnya bukan abadi kalau mereka bisa mati, kan? Masih hebat Olivia kami karena dia bisa mengkontrol jiwanya sendiri untuk hidup kembali kalau-kalau dia mati.
"Berdiri, biar aku tunjukan maksud dari perkataan tetua kalian..."
"Ack-- uhuk!!"
"Wilhelm!!"
Tiba-tiba William menyuruh Wilhelm untuk berdiri, dan... Menusuk dadanya untuk mengambil jantungnya.
(Wow, itu pertunjukan yang sangat spektakuler, William. Kamu berani membunuh orang yang ingin aku lindungi di hadapanku langsung...) —Aku tercengang melihat aksi William.
"Mungkin sebagian di antara kalian sudah mengetahuinya, tapi akan aku jelaskan tentang "membuat vampire menjadi abadi" kepada kalian. Dengar, jantung Wilhelm ini dan jantung kalian berempat sudah menjadi "Core" Setelah memangsa banyak manusia. Ini membuat kalian menjadi abadi karena jiwa dan energi kalian tersimpan dengan baik di dalam sini. Dengan kata lain, ratu kalian pasti bisa mengubah jantung vampire menjadi Core supaya abadi. Alasan kenapa kalian berlima bisa mengubah jantung kalian menjadi Core pasti karena kalian memiliki jumlah energi jiwa yang cukup untuk mengubah jantung kalian sendiri, tentu saja perubahannya harus menggunakan esensial kehidupan manusia. Jadi, selama kalian bisa mengubah jantung vampire menjadi Core, kalian bisa mengubah bangsa kalian menjadi abadi. Ngomong-Ngomong, Core ini yang membuat vampire tidak perlu repot menghisap darah manusia karena secara alami, Core bisa menyerap esensial kehidupan."
William memberikan sedikit edukasi, menerangkan sambil mengangkat jantung (Core) Wilhelm tinggi-tinggi. Itu masih berdarah, berdetak, dan agak bercahaya. Di sisi lain, Wilhelm juga masih hidup walaupun jantungnya sudah dicopot oleh William.
__ADS_1
Aku agak merinding dengan adegan ini. Wilhelm menunjukkan wajah seperti ingin mengatakan "kembalikan jantungku! Kau berbicara terlalu lama!" Kepada William.
"William, jadi maksudmu, vampire dengan kekuatan besar bisa mengubah jantung mereka sendiri supaya menjadi Core, sedangkan vampire biasa (lemah) tidak bisa membuatnya?"
"Benar, Tuan Albert. Biasanya vampire dengan garis keturunan leluhur pertama pasti memiliki kapasitas Mana yang cukup untuk membuat Core mereka sendiri. Dan tampaknya, mereka sendiri tidak tahu tentang fakta ini."
Kami melihat mereka berlima setelah William mengatakan itu. Dari reaksinya, mereka memang tidak tahu apa-apa tentang Core.
"Memang, vampire dengan darah campuran pasti akan menghilang ketika terkena sinar matahari atau sihir suci, berbeda dengan kami para vampire bangsawan yang masih bisa mempertahankan tubuh kami ketika terkena dua hal tersebut. Tapi itu tidak ada bedanya. Pada kenyataannya, kami tidak bisa mengubah jantung vampire berdarah campuran menjadi Core, hanya Ratu Mary seorang yang bisa melakukan itu.
Ah, ternyata mereka sudah menyadarinya tapi tidak terlalu peduli.
"Kufufu, kalian salah. Bersyukurlah. Sebenarnya, Tuan Albert juga bisa melakukan itu!"
"Eh, aku!?"
Anak ini selalu saja mengucapkan omong kosong. Aku agak kesal dengan tingkah anak ini, sial!
"Ohh, apakah itu benar? Syukurlah kalau begitu, bangsa kita bisa diselamatkan!"
"A-Aku--"
"Benar, benar. Kalian harus lebih bersyukur dan berterima kasih kepada Lord Albert kita."
"Uhm--"
"Kami sangat berterima kasih karena Anda mau datang ke sini, Yang Mulia."
"Terimakasih, Yang Mulia." ×4
"Ugh... Terserah kalian sajalah."
Pada akhirnya, aku memilih untuk menyerah dan mengikuti arus mereka.
"Baiklah, Tuan Albert. Mari kita ubah para vampire menjadi--"
"DIAM, WILLIAM! KARENA KAMU, MEREKA TIDAK MAU MENDENGARKAN UCAPANKU!!"
"A-- Maafkan aku, Tuan Albert. Tidak, Ayah! Kumohon maafkan aku Ayah, aku sudah terbawa suasana!"
"Eh, ayah...?"
William berlutut di hadapanku, memohon untuk diampuni. Tapi yang lebih mengejutkannya adalah dia baru saja memanggilku "ayah". Pada saat itu juga, aku merasa malu dan amarahku tiba-tiba menghilang, hatiku telah luluh oleh cara dia menyebutku.
"E-Ehem, aku akan memafkanmu untuk kali ini, tapi tidak ada lain kali, mengerti?"
"Mengerti. Terimakasih, Ayah."
"K-Kalau sedang di luar, panggil aku Albert."
"Dimengerti, Tuan Albert."
"..." ʕꈍᴥꈍʔ
Malu tak tertahankan. —Ini kondisiku sekarang. Padahal, aku tidak tahu kenapa aku harus malu. Bukankah wajar seorang anak memanggil ayah? Mungkin saja, waktu dan situasi juga berpengaruh karena itu muncul secara tiba-tiba.
"Tuan Albert, yang lain sedang menunggu Anda."
"Ah, maaf."
Dari sisi lain, Ignis keliahatannya sedang dalam suasana hati yang buruk.
Setelah itu, pertama-tama, aku menyuruh William untuk mengembalikan Core Wilhelm ke tubuhnya. Kasian, dia terlihat sekarat sepanjang waktu.
"Wilhelm, tolong bawa Ratu kalian ke hadapan kami, mungkin aku bisa sedikit membantu."
"A-Apakah Anda ingin membangkitkan Beliau?"
"Aku ingin melihat dulu kondisinya, kalau memang bisa, ya... Aku pasti akan membantu."
Sedikit membuang muka dan memasang wajah polos seperti pria baik hati yang selalu membantu orang. Kenyataannya, aku mungkin bisa memanfaatkan mereka secara maksimal dengan membuat mereka berhutang dengan membangkitkan leluhur mereka.
"Yang Mulia, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya."
"Em."
Kemudian, dua di antara mereka pergi ke ujung aula, dimana terdapat pintu di bawah patung besar. Mereka berdua masuk ke sana dan keluar sambil membawa peti mati.
Setelah peti mati digeletakkan di hadapan kami, tutupnya dibuka dan memperlihatkan wanita cantik sedang tertidur dengan lelap di atas tumpukan bunga-bunga segar.
Ini terlihat vampire banget.
__ADS_1
Wanita itu hanya mengenakan gaun tidur tipis berwarna putih, kedua tangannya berada di atas perut dengan kuku-kuku tajam, rambut berwarna merah terang, dan terakhir sepasang taringnya terlihat di antara bibir tipisnya yang terlihat masih segar.
Tubuh vampire ini tidak membusuk, justru sebaliknya itu dipertahankan seolah dia masih hidup. Bagaimana bisa tubuh mempertahankan kesegaranya tanpa adanya sistem sirkulasi darah?