Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Maju Atau Mundur.


__ADS_3

Lima menit sebelum operasi pengepungan dimulai.


"Tuan William, ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu. Boleh aku pinjam kupingmu sebentar?"


Di saat Albert masih sibuk berkomunikasi dengan Tristan yang isi pembicaraan sangat tidak penting, Mary ingin melakukan sesuatu yang mengharuskan dia untuk meminta izin kepada William.


Olivia di sisi lain William sementara merasa cemburu dengan prilaku Mary, tapi dia lebih penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan sampai-sampai harus berbisik seperti itu.


"Hm, aku pikir kamu harus bertanya dulu kepada Ignis soal itu."


"Tapi, apa Anda mengizinkannya kalau Tuan Ignis memperbolehkannya?"


"... Tidak masalah sama sekali."


"Wah! Terimakasih, Tuan William."


Mary merasa senang akan sesuatu, dan memeluk William. Sikap Mary seperti seorang anak perempuan yang diizinkan bermain dengan temannya.


"Huh! Apa, mereka berbicara tentang apa sebenarnya!?"


Di sisi lain, Olivia benar-benar sangat penasaran dan juga sedikit frustasi.


"Hei, Ignis."


"Kenapa?"


Menggantikan Mary, William memanggil Ignis.


"Katanya Mary mau ikut berpartisipasi dalam perang di Kerajaan Suci."


"Apa!"


Bukan Ignis yang terkejut, melainkan Olivia. Keterkejutannya itu sangat menarik perhatian, itu membuat beberapa orang jadi memperhatikannya.


"Olivia, kamu kenapa?"


"Ah, tidak. Tolong hiraukan saja."


Olivia sedang manahan malu sekarang, tapi setidaknya dia sekarang tahu apa yang ingin Mary lakukan. Perang tidak membuatnya tertarik, jadi dia membiarkannya.


"Mary ingin ikut perang?"


Selesai menutup teleponnya, Albert terlihat cukup penasaran dengan pembicaraan mereka.


"Iya. Jika Tuan Albert mengizinkannya."


"Boleh kok. Kenapa enggak."


"Yay!"


Dan mengizinkan Mary begitu saja tanpa berpikir panjang. Di sisi lain, Ignis juga memperbolehkannya ikut dan menyuruhnya untuk membawa sedikit bawahannya.


Dengan begitu, Mary dan 100 vampire dikirim menggunakan gerbang teleportasi, dan ikut melancarkan operasi pengepungan tersebut.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Seperti itu, perginya Mary dari ruang konferensi menjadi akhir dari rapat besar ini. Sebenarnya, aku tidak yakin apakah itu bisa disebut dengan rapat atau hanya sekedar berkumpul. Perbedaannya sangat tipis sampai aku sendiri tidak yakin menyebut itu sebagai rapat.


Kemudian kami pindah ke rumah mertua. Tapi hanya aku, Luminous, Rin, Kaguya, Titania, Ghidora, dan para Einherjar. Sisanya masih tinggal di kastil. Atau sebenarnya, memang hanya ini kekuatan tempur yang aku miliki.


"Apa hanya kalian yang akan pergi?"


Lihat, bahkan ayah mertua menatap kami dengan kegelisahan terlintas jelas di wajahnya. Itu membuat aku sadar kalau pendukung yang aku miliki sangat sedikit.


"Ya, William, Ignis, dan Leon harus menjaga rumah."


"Kamu yakin? Perang belum dimulai, tapi kita sudah kalah duluan dalam hal jumlah."


"Jumlah?"


"Aku sudah mengatakannya padamu kalau Nodens memiliki 1 juta pasukan di pihaknya, kan?"


"Eh, apa itu? Aku baru dengar."


"Apa? Jadi Freya tidak memberitahukannya padamu?"


Freya, memberitahu? Aku baru pertama kali mendengar hal itu. Tapi Ignis tampaknya sudah tahu, jadi dia mendengar hal itu tapi aku tidak? Apa saja yang aku lakukan saat di rapat strateginya tadi?


"U-Uhm, ayah mertua juga ikut kami berperang, kan?"


Sudah sampai sini entah kenapa nyaliku malah menciut.


"Aku akan membawa semua pasukanku untuk melawan Pilar Surga lainnya."


Ayah mertua sepertinya bisa diandalkan. Meski sudah memiliki cucu, kekuatannya tentu masih belum pudar, mungkin.


"Ayo kita berangkat."


"Tunggu!" ×3


Kita sedang terburu-buru, jadi tidak ada waktu untuk mengobrol. Namun tidak hanya ayah mertua, dua saudara – Nikolas dan Manuel – menghentikanku.


"Kenapa kalian berdua datang ke sini?"


"Ayah, kami ingin ikut berperang."


"Ayah, tolong ajak kami."


Carol terkejut melihat anak-anaknya datang.


Oi, Oi, kita bukan ingin pergi ke taman wisata, loh. Apa mereka serius ingin pergi bersama kami? Dan juga, ayah mertua, barusan ingin mengatakan apa?

__ADS_1


"Ayah senang kalian berdua mau membantu, tapi harus ada orang yang menjaga ibu dan rumah ini. Apa kalian akan membiarkan ibu sendirian?"


Jawabannya entah kenapa tidak seperti apa yang aku duga. Ternyata ketika anak ingin ikut berperang, seorang ayah harus jadi bangga ya? Atau itu hanya perspektif mereka yang berbeda denganku, terhadap prihal perang?


Setelah diingatkan oleh Carol, dua bersaudara itu terdiam. Mereka tampaknya juga mengkhawatirkan ibu mereka, mereka tidak sekedar ingin ikut-ikutan.


"Albert!"


Tiba-tiba, orang yang sedang mereka bicarakan, muncul.


"Kenapa, ibu mertua?"


"Di mana anak dan cucuku? Apa mereka akan aman?"


Ibu mertuaku, Lilia, mengkhawatirkan anak-anak manisnya.


"Menurutku, tempat teraman saat ini adalah di sisi Merlin. Ibu mertua juga harus bersama dengannya."


Aku tidak bisa bilang kalau cucu-cucunya masih pergi bermain.


"Ibu masih memiliki tanggung jawab untuk melindungi rumah ini, jadi ibu tidak bisa pergi ke sana."


Lilia tidak bisa meninggalkan orang-orang (?) yang berada di rumahnya. Hal itu juga berlaku untuk keluargaku, kami masih tidak bisa meninggalkan masyarakat kami tanpa pengawasan. Tapi, ide bagus kalau kita bisa mempersatukan mereka, demi menghilangkan kekhawatiran masing-masing.


"Ibu."


Freya tiba-tiba muncul dari balik pintu. Timing-nya sangat bagus. Dengan adanya Freya, kami mungkin bisa membujuk ibu mertua.


"Ibu mertua, bagaimana kalau begini..."


Setelah Freya dan Lilia berpelukan, Freya menghampiri kedua adiknya lalu menegur mereka untuk tetap menjaga ibunya, sementara itu aku berbicara kepada Lilia tentang pembentukan markas baru.


Sederhananya, pintu lintas dunia ini aku pindahkan ke tempat yang mudah untuk dijangkau para penjaga rumah kami masing-masing. Di sisi rumah Lilia, aku menaruh pintu itu di ruang tamu. Sedangkan di sisi rumahku, aku menaruhnya di control room (observatorium). Dengan pintu yang dibiarkan terbuka, mereka dapat langsung terhubung dengan orang rumah masing-masing.


"Ibu, biarkan saja Albert melakukannya."


Dan terakhir, Merlin, juga tiba-tiba muncul pada saat aku sedang menjelaskan hal di atas kepala Lilia.


"Kamu ke sini juga?"


"Em, aku dan yang lain akan menjaga ibu."


Cara Merlin berbicara sudah seperti dia adalah putri Lilia sungguhan. Tetapi Lilia juga memperlakukan Merlin seperti anaknya sendiri, jadi... Itu sangat hangat untuk dipandang.


Setelah Lilia menyetujuinya, aku langsung memindahkan pintunya ke ruang tamu kediaman ini. Kemudian sekali lagi, aku mengumpulkan orang-orangku di depan kediaman Bestlafiol.


"Kalian, sudah siap melawan 1 juta pasukan?"


Masih ada hal yang perlu aku pastikan.


"Si-Siap, Tuan Albert! Kami akan berusaha."


Datang jawaban yang agak meragukan dari Diego.


"Apa? Aku serius sudah mempersiapkan mentalku, tahu!"


"Tapi kau terlihat gelisah, bodoh!"


"Apa!"


"Da-Dasar, laki-laki! Ti-Tidak bisa apa mereka tenang sedikit. Pa-Padahal kita sudah ingin berangkat."


"Veronika, seharusnya kamu menenangkan dirimu dulu sebelum berbicara."


Em, tampaknya aku tidak bisa menyerahkan punggungku pada mereka. Ini sangat mencemaskan.


"Hah... Hah... Hah..."


"A-Ada apa, Titania? Kamu tidak enak badan?"


"Bukan. Aku hanya tidak sabar untuk membunuh musuhku. Hah... Hah... Hah..."


"U-Um. Begitu ya."


Di sisi lain, Titania terlihat sangat bergairah. Dia aneh! Dia seperti tipe orang yang bakalan mengamuk di medan perang! Aku bisa membayangkan tubuhku ditebas dari belakang olehnya jika aku tidak mengontrolnya. Bahkan Kaguya yang mengkhawatirkan dia baru saja melangkahkan kakinya untuk menjauh!! Sial, kenapa di saat-saat seperti ini, kepercayaanku terhadap mereka menurun?


"Hup! Hyaaaah!! Haaaaa!!"


"Eh? Ada apa dengan Luminous?"


Jauh dari kami, Luminous sedang meragakan sesuatu yang aneh. Itu sangat aneh sampai-sampai tidak ada orang yang ingin bertanya padanya. Dia terlihat seperti bocah sindrom yang mengira kalau kekuatan tersembunyi di tubuhnya telah bangkit!


Apa-Apaan dengan kelompok ini! Aku sangat khawatir!!


"He-Hei, Albert. Belum terlambat jika kita berhenti di sini. Untuk sekarang, kita kembali dulu dan menyusun strategi yang lebih baik lagi."


Carol di sebelahku bahkan sudah membujukku untuk menunda penyerangan ini. Memang, melihat mereka seperti itu pasti akan membuat sekutu manapun menjadi cemas. Dan juga, kita tidak memiliki strategi terencana karena aku ingin kita menyerang musuh duluan, yang menyebabkan ini semua terjadi. Tapi...


"Tidak bisa. Kalau aku mundur sekarang, aku... (Aku tidak bisa menunjukkan wajahku kepada Freya dan Merlin lagi). Huft, benar. Belum terlambat untuk kembali—


Aku menenangkan diriku setelah membulatkan tekad.


"Sigh, kalau begitu..." —Carol ingin mengatakan sesuatu, tapi aku memotongnya karena aku belum selesai bicara.


"—Siapapun yang ingin kembali, silahkan kembali. Aku tidak akan memaksa kalian. Biarpun harus sendiri, aku masih ingin pergi."


Dengan mengandalkan energi cadangan yang aku simpan selama ini, mungkin - itu bisa untuk mengatasi jumlah musuhnya, mungkin.


Satu hari setelah Ghidora datang ke rumahku, aku dan Hydra langsung membuat kastil rumahku mengumpulkan Outerki energy sebanyak-banyaknya. Tapi, itu baru diterapkan beberapa minggu lalu, jadi aku masih tidak yakin sudah terkumpul berapa banyak. Ughh... Padahal aku menyimpan itu untuk melawan Raja Iblis yang beneran.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=

__ADS_1


Masih di kediaman Bestlafiol, ruang tamu. Lilia, Freya, Merlin, dan dua anak laki-laki Bestlafiol berkumpul di satu meja. Dan melihat Niks sedang melakukan sesuatu yang mengagumkan.


Niks sudah menaruh clone pengintainya ke seluruh bayangan orang yang pergi dengan Albert. Namun itu bukan sekedar clone pengintai Niks yang biasa, melainkan versi clone yang sudah ditingkatkan untuk memperluas persepsinya.


Menggunakan Mana sendiri sebagai biayanya, clone tersebut dapat mengambil gambar di sekitarnya menjadi data ke dalam ingatan. Kemudian ingatan tersebut dapat ditransmisikan ke tubuh atau kesadaran Niks. Dan bagian utama dari kemampuan tersebut ialah, gambar yang diambil dapat disiarkan secara langsung. Jadi, jika Niks memindahkan salurannya dari kesadaran ke device khusus, maka rekamannya dapat dilihat oleh orang lain.


Oleh karena itu, sekarang dia sedang sibuk memindahkan kristal berbentuk piramid ke tengah meja. Lalu melakukan sinkronisasi terhadap kristal piramid dengan kesadarannya, supaya Merlin, Freya, dan Lilia dapat memonitor kondisi Albert dan yang lainnya yang akan pergi berperang.


"Kristal komunikasi seharusnya berbentuk bulat, kan? Kalian suka sekali mengubah bentuk berbagai alat dengan selera kalian, ya. Esensi "penyihir" Di sekitar kalian semakin memudar."


Lilia suka mengomentari hal-hal sederhana seperti ini.


"Ibu, ini disebut berinovasi, tahu!"


"Apanya yang inovasi? Fungsi dan cara kerjanya sama saja dengan kristal komunikasi konvensional!"


"Freya, itu bukan berinovasi tapi berseni."


"Tidak, tidak, tidak. Kalian hanya merubah bentuknya saja, tidak menambahkan ukiran atau sesuatu semacamnya ke dalamnya. Itu tidak berubah banyak! Justru, bukankah bentuk bulat lebih elegan ketika di taruh di atas bantal mahal?"


"Tidak nyonya Lilia. Tuan Albert mengubah benda ini semakin berteknologi."


"Ah, bisa memunculkan proyeksi hologram persegi dari ujung piramid itu memang bagus. Tapi itu membuat videonya hanya bisa dilihat dari dua arah, kan? Berbeda dengan kristal konvensional yang bisa memperlihatkan gambarnya ke segala arah tergantung darimana kita melihatnya! Ya ampun sudahlah. Aku tidak ingin membahas hal ini sekarang..."


Setiap argumen mereka yang membela alat buatan Albert bisa dengan mudah dibantah oleh Lilia. Itu membuat komentar Lilia yang sebelumnya mengatakan kalau mereka hanya mengubah bentuk dari setiap benda yang sudah ada sesuka mereka, benar. Mereka, hanya tidak ingin Albert dipandang biasa.


Itu agak aneh melihat mereka bercanda di situasi seperti ini. Kedua saudara, Nikolas dan Manuel hanya duduk diam memperhatikan mereka.


"Sudah selesai."


"Kenapa mereka belum berangkat? Perdengarkan juga obrolan di sekitar mereka, Niks."


Alat monitor selesai dipasang, kemudian memperlihatkan Albert dan yang lainnya di halaman depan kediaman.


(Huft, benar. Belum terlambat untuk kembali.)


Penyuaraan di alatnya telah dilakukan dan menunjukan obrolan Albert.


"Eh, kenapa? Mereka tidak jadi menyerang?"


Sepotong kalimat itu membuat Lilia bertanya-tanya.


(Kalau begitu...)


(Siapapun yang ingin kembali, bisa kembali.... Aku bisa pergi sendiri)


Dan melihat Albert ingin pergi sendiri. Merlin dan Freya membeku setelah mendengar hal tersebut.


"Sepertinya ada masalah, ya."


Lilia mulai mengamati situasinya.


(Ti-Tidak Tuan Albert, saya akan pergi dengan Anda.)


(Ya, kami juga. Kami semua juga akan ikut dengan Anda.)


(Kalian, lebih baik kembali sekarang kalau takut. Aku tidak bisa membawa kalian kalau pada akhirnya kalian takut dan jadi beban. Aku sendiri tidak yakin bisa melindungi kalian nanti!)


Pembicaraan Albert dengan bawahannya semakin serius. Itu membuat Lilia dan yang lainnya memperhatikan mereka untuk beberapa saat.


"Oh, jadi diantara mereka ada yang takut. Pantas saja Albert menyuruh mereka kembali. Hei Freya, apa kamu yakin membiarkan Albert pergi sendiri? Aku pikir itu akan sangat bahaya."


"Uh... Me-Merlin."


Mendengar pendapat ibunya membuat Freya mulai mencemaskan Albert. Dia langsung meminta bantuan kepada Merlin.


"Dasar, mereka itu. Apa didikanku masih kurang sampai mereka takut hanya dengan perang yang seperti ini. Tidak bisa dimaafakan."


Menatap lurus ke arah layar monitor dengan amarah, Merlin membuat memo untuk menghukum mereka dikepalanya.


(Hei, aku merasa merinding.)


(Jadi kau takut beneran dengan perang. Kau bisa kembali kalau kau mau, tahu. Karena tuan Albert memperbolehkannya, maka kau bisa kembali.)


(Tidak! Aku sama sekali tidak takut dengan perangnya! Ini perasaan yang berbeda!)


Demiurge, salah satu dari delapan Einherjar, terlihat merasa tidak enak badan dari layar monitor.


"Nikolas, Manuel."


"I-Iya!" ×2


"Pergi bantu Albert dan ayah kalian, aku tidak bisa membiarkan mereka pergi dengan sedikit orang."


Merlin memanggil dan meminta bantuan kepada mereka berdua.


"Kami berdua? Tapi ayah menyuruh kami untuk menjaga ibu."


"benar, kami-- ah! Baiklah kalau begitu. Aku akan pergi!"


Nikolas seperti memiliki motivasi untuk berperang. Dia sadar kalau Lilia sudah tidak lagi kekurangan penjaga karena ada Niks.


"Ibu mengizinkan mereka berdua ikut Albert, kan? Tenang saja, Albert tidak akan kalah. Dan jika mereka berdua mendapatkan masalah, Albert pasti akan datang membantu."


"Itu terlihat seperti Albert sedang mengawasi kedua anak ini dewasa di medan perang, peran mereka akan terbalik. Apa itu baik-baik saja?"


"Ya, itu baik-baik saja. Tolong percayakan semuanya kepada Albert."


"Kalau begitu, baiklah."


Dan untuk yang terakhir, Merlin meyakinkan Lilia mengizinkan kedua putranya pergi. Setelah mendapatkan izin, Nikolas dan Manuel pergi dan bertemu dengan Albert serta ayahnya. Mereka terlihat dari layar monitor.

__ADS_1


Kehadiran remaja di kelompok mereka membuat rasa kompetitif para Einherjar bangkit, berkata seperti "kita tidak bisa kalah dengan adik-adiknya Nona Freya." Atau "mana bisa aku memperlihatkan sisi lemahku di hadapan mereka berdua" Dan Seterusnya. Mereka akhirnya memiliki motivasi untuk berperang. Sesuai dengan rencana Merlin.


__ADS_2