
Dua minggu telah berlalu.
Ini adalah hari keberangkatan delegasi kami, William dan Ignis, ke negara sekutu.
Dari pengalaman sebelumnya, aku pikir akan bagus jika kita menggunakan budaya yang sering dijumpai di dunia ini, yaitu menggunakan kereta kuda.
Terakhir kali kami hampir dianggap sekelompok gelandang tanpa status karena berjalan kaki, oleh sebab itu aku menyuruh pengrajin kami membuatkan kereta untuk mereka berdua.
Itu menjadi kereta berwarna biru dengan empat roda. Ditarik oleh kuda-kuda perkasa kami, kereta kuda itu menjadi sangat fantasi.
Gale dan Mark ditugaskan menjadi kusir, mengenakan zirah plat baja berwarna putih, mereka sudah seperti utusan kerajaan bangsa beradab.
Selama dua bulan ini, aku bisa menemukan kota tempat tinggal Byakko di pusat wilayahnya dengan mudah.
Kemampuan [Cermin Map] memang tidak boleh digunakan oleh pria mesum atau mereka akan menggunakan itu dengan cara yang salah.
Karena aku sudah dapat lokasinya, aku bisa dengan mudah memindahkan mereka berdua langsung ke tempat tujuan mereka.
Untuk William, dia sudah menyiapkan barang-barang kedokteran di dalam inventarisnya. Dia juga membawa Olivia, dua gadis Huldra, dan satu pria Gnome.
Selama dua bulan ini, dia berusaha mencari orang yang terampil untuk dijadikan sebagai asisten.
Untuk Olivia, setelah aku bertanya apakah dia ingin bekerja, dia langsung menerima dengan semangat tinggi. Tentu saja, itu bukan karena paksaan dari William.
Olivia berkomentar bahwa tumbuhan di dalam menara sangat bervariasi dan diyakini sangat berguna, meskipun dia belum mengujinya, dia yakin akan potensi dari bunga-bunga tersebut.
Bagaimanapun juga, mereka merupakan tumbuhan magis dan beberapa sudah menjalani kehidupan yang sulit di Dunia Iblis. Tubuh sejumlah tumbuhan itu pasti berisi suatu hal menarik untuk diteliti, dan Olivia adalah tipe gadis yang tertarik dengan hal-hal seperti itu.
Ratusan tahun sebagai Undead dia habiskan untuk meneliti tumbuhan langka, bereksperimen, dan menciptakan beberapa sihir dengan bantuan Roh Alam.
Roh Alam sudah seperti energi mentah, tidak memiliki kecenderungan untuk berfikir. Selama mereka menyukai caster, mereka akan membantu. Jadi, mau itu Undead atau manusia biasa, jika mereka bisa merapal sihir dengan benar dan dicintai oleh Roh Elemen, mereka pasti bisa menggunakan kekuatan Roh tersebut.
Kami menyambut kedatangan Olivia, dan karena suatu alasan dia disukai oleh William. Aku harus memberi Nilai Jiwa padanya nanti karena dia akan menjadi asisten pribadi William.
Oh, dan aku tidak lupa untuk memberi pesan kepada William supaya tidak bersikap kasar padanya. Tidak, dia seharusnya tidak boleh bersikap kasar pada wanita manapun.
Setelah semua persiapan selesai, aku menitipkan salamku untuk Byakko, mendoakan kelancaran tugas, dan berpesan untuk tetap bekerja dengan santai.
Beralih ke kelompok Ignis.
Fumu, gadis manis dengan rambut pirang dan mata zamrud sedang tersipu, dia adalah Clara.
Ini merupakan prestasi yang dapat aku prediksi.
Pria di kelompok kami memang memiliki paras yang rupawan. Sudah sangat wajar jika mereka membuat gadis-gadis kepanasan seperti itu.
Aku cukup banyak mendengar kabar bahwa Ignis memang sering berbicara dengan Clara karena pekerjaannya.
Ignis selalu berkunjung ke asrama untuk melihat dan mengawasi aktivitas warga Huldra. Mungkin karena itu dia bisa dekat dengan Clara.
Ini sudah bukan dunia game, jadi Ignis bukan panglima tertinggi lagi. Ditambah, kami sudah tidak memiliki tentara, hanya memiliki ribuan warga naga, itu tidak akan menjadi jumlah yang cocok untuk dipimpin oleh panglima tertinggi.
Mengingat ini membuat aku menjadi kasihan karena Ignis tidak pernah mendapatkan pekerjaan yang layak. Setelah ini, mungkin aku harus menyuruhnya membuat korps baru untuk menjaga pertahanan negara kami.
Jumlahnya memang tidak banyak, namun kualitas mereka (para naga) lebih unggul daripada pasukan manapun, aku sangat yakin akan hal itu.
Oh, mungkin kesatuan seperti Polisi sangat cocok untuk mereka.
Tidak perlu ada tentara nasional, cukup dengan kepolisian kami pasti bisa menjaga ketertiban di tanah ini.
"Dragon Police" itu terdengar sangat keren. Selain itu, ada skill khusus yang pernah digunakan oleh Azure. Mungkin dia bisa mengajarkan implementasi dari skill tersebut ke para anggota "Dragon Police" kami nanti.
Itu akan dikenal sebagai seragam "Scale Trooper", hanya ketika mereka sedang melakukan penindakan, mereka bisa memakainya.
Ah, pembahasan sedikit menyimpang.
Ngomong-ngomong, Ignis hanya membawa Clara karena tugas mereka hanya untuk menandatangani kontrak perjanjian aliansi.
Haruskah aku yang melakukan itu? Tidak, aku juga bukan pemimpin dari negeri ini. Lebih mudahnya, kami adalah "Keluarga Pendiri".
Selama itu tanda tangan dari pemimpin negara atau keluarga kami, itu akan disahkan sebagai kebijakan pemerintahan negeri ini.
Selain Azure, otoritas negeri ini berada di bawah keluarga kami.
Sama seperti pesan ke William, aku menyuruh Ignis dan Clara untuk sedikit bersantai di sana. Menikmati liburan setelah bekerja diperbolehkan untuk mereka.
Baik itu Ignis maupun Clara sudah memiliki etiket yang bagus. Menyerahkan tugas ini kepada mereka memang pilihan yang benar.
Setelah itu, aku menitipkan salamku untuk Marcus dan mengirim mereka langsung ke ibu kota.
William dan Ignis bisa menggunakan Gerbang Transfer, ketika mereka ingin pulang, mereka bisa melakukannya sendiri nanti. Tidak perlu untuk aku membukakan Gerbang Transfer lagi untuk mereka.
__ADS_1
Nah, apa yang akan aku lakukan sekarang? Dalam dua minggu belakangan ini, aku hanya menghabiskan waktu dengan bermain bersama anak-anak.
Dan melihat pekerjaan para beastman di lantai atas. Mereka sibuk belajar tentang etika pelayan.
Pengajar mereka adalah Kaguya dan Titania. Kedua orang ini bekerja cukup keras untuk menciptakan pegawai yang layak, kompeten, dan kooperatif.
Ada beberapa lansia diantara beastman. Mereka yang tidak bisa bekerja diperbolehkan untuk tetap tinggal. Lagipula, keluarga mereka yang akan menjadi pegawainya
Di atas juga sangat banyak kamar, itu seharusnya tidak akan menjadi masalah.
Pada awalnya, mereka mengklaim tidak memiliki keahlian apapun, namun setelah diajarkan, mereka cepat mengerti.
Asalkan ada kemauan, mereka pasti bisa melakukannya. Itu berlaku untuk semua orang. Semua akan berjalan dengan baik jika mereka tidak malas.
Berbicara tentang pekerjaan, Kirana adalah gadis yang paling aktif. Oleh karena itu, Kaguya memberi pengarahan lebih untuknya. Kaguya berniat untuk menjadikan Kirana sebagai pemimpin para pegawai beastman.
Dia melaporkan hal ini kepadaku.
Dan juga, Kaguya seperti khawatir akan nasib pekerjaan para beastman. Masalahnya adalah setelah mereka sudah bisa mandiri, bisa bekerja dengan lancar, dan cepat — mereka pasti akan lebih mendapatkan waktu luang karena sejumlah kamar di atas tidak terlalu memerlukan perawatan.
Singkatnya, hanya menjadi staf kebersihan tidak terlalu membuat mereka bekerja. Akan lebih baik jika aku memberikan mereka pekerjaan penuh waktu.
Di sanalah Kirana mengusulkan untuk membangun pabrik tekstil.
Kirana pernah bekerja sebagai buruh di pabrik pengrajin kain dan masih mengerti cara menggunakan alat tenunan.
Aku pikir, untuk mengisi waktu luang mereka, membuat pabrik tekstil di lantai atas juga bukanlah hal buruk.
Bagaimanapun, sejumlah kamar di sana tidak pernah digunakan, dan itu memang membuat mereka cepat menyelesaikan urusan kebersihan.
Setelah mengetahui bahwa para Dwarf bisa membuat alat tenun, kami memperbolehkan para Beastman bekerja di bagian itu.
Untuk bahannya, kami bertanya kepada Azure, Kanis, dan Selena. Mereka tidak mengenal ulat sutra tetapi ada monster unik yang disebut "Domba Heidrun".
Monster itu hanya hidup di atas pegunungan berbatu, tentu saja harus dengan konsentrasi sihir yang cukup untuk menunjang kehidupan mereka.
"Apa katamu?"
"Kau serius!?"
"Monster itu benar-benar ada di sini?"
Para dwarf menjadi terkejut setelah mendengar para naga menceritakan Domba Heidrun.
Tiba-tiba aku teringat dengan pakaian mahal yang belum lama ini aku beli di kota Sixam. Itu sangat bagus, sungguh. Dan ternyata, itu dibuat dari bulu Domba Heidrun.
Selain keunggulan dari bulunya, monster itu sering bermigrasi dan sulit untuk ditemukan. Itu sebabnya, mereka termasuk ke dalam kategori makhluk langka yang sangat digemari oleh para petualang.
Harga mereka cukup tinggi, namun tidak sulit untuk menangkapnya. Hanya saja, perlu keberuntungan untuk bisa bertemu dengan mereka.
Mendengar itu semua membuat aku berhalusinasi tumpukan koin emas akan mengalir secara alami ke arahku.
Ini sesuatu yang tidak bisa kami biarkan. Kami harus serius dalam menanggapi makhluk ini.
Domba Heidrun bisa terbang. Ketika mereka berada di lokasi berawan, mereka akan menggunakan kemampuan "Ilusi Optik" dan menyatu dengan awan.
Ketika sudah seperti itu, mereka akan sangat sulit untuk ditemukan. Kalau awan itu sangat besar, itu seolah-olah kami sedang mencari air tawar di dalam laut. Sangat sulit untuk membedakannya.
Benar-benar hewan yang sangat merepotkan.
Bertanya bagaimana para petualang bisa menangkap monster itu. Jawabannya, para petualang hanya perlu menyembunyikan hawa keberadaan dan menggunakan sihir untuk membuat tubuh mereka tidak terlihat. Kemudian mereka hanya perlu menangkap monster itu seperti halnya menangkap domba biasa, tidak akan ada pertarungan spesial karena domba itu cukup ramah.
Cuma, mereka hanya bisa mendapatkan dua atau tiga domba, tergantung jumlah anggota party. Dan sisanya akan melarikan diri.
Yah, sangat sulit untuk menemukan monster itu, kebanyakan para Petualang tidak bisa melakukan persiapan ketika bertemu dengan makhluk tersebut. Mereka akan dikategorikan sebagai misi pengumpulan, dimana tugas tersebut akan selalu tersedia di papan misi.
"Ngomong-ngomong, Tuan Albert."
Azure angka bicara.
"Ada apa?"
"Apa anda ingin bertemu dengan Lord Luminous? Kebetulan monster seperti itu sangat sering dijumpai di pegunungan kami, itu sangat dekat dengan tempat tinggal Lord Luminous."
Maksudnya, kita berburu monster sekaligus berkunjung, ya.
Aku memang sangat ingin bertemu dengan tokoh super ini. Dia sangat terkenal bahkan setelah tiga ribu tahun. Suatu keberadaan yang tidak bisa diabaikan.
"Baiklah, kita akan pergi besok. Tolong bersiap untuk itu."
"Saya mengerti, saya akan menyampaikan hal ini kepada Lord Luminous, jadi saya harus permisi."
__ADS_1
Azure memang hamba yang rajin. Dia dengan cepat pergi untuk menyampaikan info kunjungan kami ke dewa mereka.
*
Keesokan harinya.
Aku pergi ke gunung besar untuk menangkap monster Domba Heidrun bersama dengan Azure, Leon, Alfred, dan Saber.
Tentu saja, aku dan Leon menunggangi kuda. Sudah lama aku tidak menaiki Rainer untuk berjalan-jalan. Tidak, kita tidak sedang bertamasya, kita sedang melakukan perburuan penting.
Keberadaan monster itu sangat sulit untuk ditemukan, namun dengan skill unik Leon, semua itu bisa teratasi dengan mudah.
Sesampainya di pegunungan, Leon mengkonfirmasi keberadaan monster itu di atas gunung pada ketinggian 5500 MDPL. (Perhitungan ini tidak berdasarkan satuan standardisasi. Singkatnya, hanya asal menebak.)
Namun, jujur saja gunung ini sangat tinggi, dingin, dan agak curam. Mungkin, tingginya sekitar 20 ribu meter lebih. Benar-benar gunung kolosal.
Karena Leon sudah menunjukkan lokasinya, yang perlu aku lakukan hanya menggunakan skill Pendeteksi Esensi Mana.
Di sana, aku bisa langsung menemukannya dan memperkirakan bahwa mereka tergolong ke monster peringkat C.
Berdasarkan cerita, mereka tidak pandai bertarung, tetapi cukup memiliki energi. Mereka memang sangat cocok disebut sebagai monster.
Dengan cepat, aku menyuruh Hydra untuk mengisolasi lokasi mereka dengan sihir penghalang.
Tempat mereka sekarang berdiri adalah tanah tundra dengan sedikit salju dan dikelilingi oleh tebing bebatuan. Itu mungkin menjadi sarang mereka. Jika mereka membutuhkan rumput, mereka hanya perlu turun sedikit ke bawah gunung.
Penghalang terbentuk dan menutupi lokasi. Sepertinya, monster itu masih belum menyadari kedatangan dan juga sihir kami, jadi Hydra memperkecil penghalang — mengarahkan mereka ke satu tempat.
Lalu, sadar akan penghalang Hydra, mereka menjadi riuh, namun tidak bisa melarikan diri kemanapun. Mereka seperti koloni serangga yang sedang panik.
"Kalian sudah siap, kan? Leon, Alfred, Saber?"
Aku berkata sambil menahan senyum.
Mau bagaimana lagi, kita seperti sedang memanen emas. Aku tidak bisa menahan kesenangan ini lebih lama lagi.
"Tentu saja, Tuan Albert."
"Benar, serahkan pada kami."
"Umu."
Kami tidak memiliki benda khusus untuk menangkap mereka dengan mudah. Sebagai gantinya, kami hanya bisa menangkap mereka satu persatu dengan scroll familiar.
Scroll itu terbuat dari perkamen dengan formasi sihir di atasnya. Itu dapat menyimpan makhluk hidup.
Leon dan kru Gedung Familiar membuat formasi sihir dengan cetakan. Karena aku memiliki banyak perkamen, itu semua dikerjakan dengan cepat.
Namun, itu hanya bisa dipakai sekali dan hanya bisa untuk memuat satu monster.
Menurutku itu tidak menjadi masalah karena kami sangat jarang menggunakan item tersebut.
Masuk dari celah khusus yang dibuat oleh Hydra, kami bisa langsung memasukkan para monster itu ke dalam scroll setelah memasuki penghalang.
Anehnya, bulu mereka benar-benar halus, padahal mereka itu domba namun kehalusannya sudah seperti kapas.
Dan juga, mereka sangat hangat. Mereka bisa dengan percaya diri hidup di ketinggian gunung dengan suhu rendah.
...
Dua atau tiga jam telah berlalu. Seharusnya kami perlu membawa lebih banyak orang agar cepat selesai, tetapi ide itu muncul terlambat.
Aku terlalu asik dengan mereka sampai lupa dengan waktu.
Setelah dikalkulasi, total mereka menjadi 512 domba. Hebat, itu jumlah yang sangat banyak.
Mereka akan dipelihara di Gedung Familiar.
Karena mereka merupakan hewan liar, mungkin kami membutuhkan waktu untuk menjinakkan mereka.
"Tuan Albert, hewan seperti ini masih ada di sisi lain gunung. Apakah kita akan menangkap mereka juga?"
Leon memberi informasi.
Kita sudah memiliki lima ratus domba. Aku pikir, memiliki terlalu banyak akan berakhir tidak terawat.
Selain itu, kita masih belum mengerti cara memelihara mereka. Jika mereka tidak cocok untuk tinggal di dalam gedung, maka kita harus berhenti memburu mereka.
Kita harus membuat larangan agar para monster itu betah tinggal di sini. Bagaimanapun, kita hanya membutuhkan bulu mereka. Setelah mengambil bulunya, kita bisa melepaskan mereka.
Yah, itu akan menjadi pembicara jika kita gagal dalam memelihara mereka. Keberhasilan memelihara lebih disukai.
__ADS_1
Aku menyerahkan urusan domba itu kepada Leon dan yang lainnya. Sedangkan aku dan Azure akan pergi untuk bertemu dengan Dewa Naga karena Azure sudah mengatakan bahwa Lord Luminous bersedia untuk bertemu.