Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Kebangkitan Naga #2.


__ADS_3

Yah, karena invasi Dungeon, sekarang kami memiliki lebih banyak anggota.


Untuk Gargantua, dia adalah monster. Dan karena itu, aku tidak bisa mengubahnya menjadi manusia.


Kukira karena dia memiliki eksoskeleton, dia bisa berubah menjadi manusia. Tapi ternyata aku tidak bisa melakukannya.


Mungkin jika kami mengajarkan mereka, mereka bisa berkembang. Namun aku tidak bisa memutuskan siapa yang akan ditempatkan di tugas seperti itu.


Belum lagi, kami tidak tahu kapan para monster itu akan menjadi pintar. Bisa saja, kami akan memakan waktu lebih dari puluhan atau bahkan ratusan tahun untuk membuat mereka menjadi pintar.


Yah, itu persoalan jika otak para monster memiliki kapasitas lebih. Jika tidak, maka kami akan melakukan tindakan yang percuma.


Jadi aku memutuskan untuk tidak melakukan itu.


Selain itu, karena Gargantua adalah monster terdekat Levi, dia diberikan hak untuk bertindak bebas di Dungeon ini.


Kami hanya akan memperingati dia untuk tidak mengalahkan para Familiar kami. Bagaimanapun, Gargantua terlihat lebih kuat daripada para Familiar.


Tubuhnya tertutupi dengan eksoskeleton mineral langka berwarna merah delima. Terlihat sangat keras dan sulit untuk ditembus. Terlebih lagi, dia memiliki kemampuan yang sangat mengesankan, walaupun tidak dapat digunakan dengan efisien karena keterbatasan kecerdasan.


Tapi sudah dipastikan bahwa dia adalah yang terkuat di antara monster peliharaan kami.


Melanjutkan kegiatan, hari sudah mulai gelap namun ada satu hal yang ingin aku lakukan. Atau lebih tepatnya aku ingin melakukan eksperimen kemampuan.


Besok adalah hari dimana upacara pemberian Nilai Jiwa kepada anggota baru akan dilaksanakan. Untuk itu, aku ingin mempersiapkan satu hal terlebih dulu.


Aku menuju ke lantai 70, area lembah kematian, dimana seharusnya menjadi lokasi penuh dengan roh jahat. Akan tetapi semua roh itu telah dimurnikan oleh William dan hanya menjadi lembah gelap berkabut.


Aku hanya ditemani oleh Niks karena orang-orang sudah kembali ke kastil untuk mandi dan sebagainya.


Aku harus melakukan eksperimen ini dengan cepat agar dapat kembali sebelum jam makan malam.


Aku mulai mengeluarkan bangkai naga undead yang sudah dikalahkan oleh William. Ukurannya sangat besar, mungkin setara dengan Luminous. Itu sebabnya aku membawanya karena penasaran.


Bangkai naga itu hanya tersisa kulit dan tulang. Organ dalam dan daging sudah membusuk hingga sangat sulit untuk membedakan antara kulit dan mereka.


Namun aku tidak peduli dengan itu.


Karena sosok ini masih memiliki bangkai, kurasa aku bisa untuk membangkitkan dia kembali dengan kemampuan [KEHENDAK ILAHI] milik Merlin.


Kemampuan untuk menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati. Ini adalah kemampuan yang sangat aku larang untuk digunakan supaya Merlin dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Tetapi sekarang aku membutuhkannya. Aku ingin melakukan eksperimen tentang kemampuan ini dan melihat hasilnya.


Kenapa aku harus melakukan eksperimen ini sekarang? Tidak bisakah ini dilakukan nanti?


Untuk jawaban itu, sebenarnya aku ingin menggunakan skill ini kepada seseorang, dia adalah Olivia.


Olivia adalah undead, dimana rohnya sudah terpisah dari tubuh dan menjadi kehendak independen. Dengan kata lain, dia sudah mati.


Aturan di dunia ini adalah roh harus memiliki wadah (tubuh) untuk tetap menjaga eksistensi mereka. Jika tidak ada wadah, mereka tidak bisa hidup.


Olivia menggunakan keahlian terlarang untuk membuat dirinya menjadi undead. Dengan begitu dia bisa hidup lebih lama di dunia ini. Selama dia tidak dibunuh (dihancurkan tubuh dan rohnya), dia bisa terus hidup (tetap menjaga eksistensi).


Ketika sudah menjadi undead, proses metabolisme di tubuhnya sudah tidak berfungsi. Itu dipertahankan dengan energi Mana agar tidak membusuk.


Kemudian kerugian menjadi undead adalah kemampuan dalam hal reproduksi sudah dihilangkan karena tubuhnya sudah mati.


Nah, untuk mengatasi itu, aku sekarang sedang melakukan percobaan.


Olivia tidak kehilangan tubuhnya. Kupikir, jika aku menggunakan kemampuan [Kehendak Ilahi], tubuh dan rohnya bisa bersatu kembali lalu menjadi makhluk hidup seperti sedia kala.


Yah, ini cerita jika kemampuan [Kehendak Ilahi] bisa aku gunakan. Tapi aku sangat berharap untuk bisa melakukannya.


Terlepas dari membangkitkan naga atau menolong Olivia, aku hanya ingin menjaga Merlin agar tetap aman.


Karena ketika aku bisa menggunakannya, maka Merlin bisa menyegel kemampuannya.


Baik, kembali ke aktivitas.


Tanpa perlu melakukan rapalan, aku mengaktifkan skill itu. Hydra sudah menyalin keseluruhan datanya dari Merlin dan menjadikan data itu ke bentuk enkripsi.


Jadi aku hanya perlu mengucapkan nama dari skill itu dengan kehendakku untuk mengaktifkannya.


Dalam manga atau anime, hal seperti ini sangat mirip dengan menggunakan kemampuan dari dalam scroll. Itu sebabnya aku tidak terlalu terkejut.


Setelah aku mengaktifkan skill [Kehendak Ilahi], bangkai naga itu mulai mengeluarkan cahaya.


Namun segera aku merasakan tekanan yang sangat berat dari tubuhku. Atau lebih tepatnya aku mulai kehilangan tenaga secara signifikan hingga aku tidak bisa berdiri.


*buk*


Aku terjatuh, berusaha menggunakan kedua tangan agar tidak benar-benar terjatuh berbaring.


"Tuan Albert!"

__ADS_1


Niks dengan khawatir menghampiriku.


Sementara bangkai naga itu terus mengeluarkan cahaya, Niks membopongku dan dengan cepat menjauhkan aku dari bangkai naga itu.


"Tuan Albert, Anda baik-baik saja?"


Niks bertanya. Meski aku tidak bisa melihat matanya, tapi aku tahu bahwa dia sedang khawatir.


"Tidak apa. Karena kehilangan terlalu banyak energi dalam waktu yang sangat singkat, aku tidak bisa mempertahankan stabilitas tubuhku."


Wajah kami sangat dekat karena posisi aku sedang dibopong oleh Niks.


Ini, sangat tidak nyaman.


Dengan cepat, aku berterima kasih padanya dan berusaha untuk berdiri sendiri.


Dua pria di tempat gelap sedang berdekatan. Jika ada wanita fuj*shi atau sejenisnya yang melihat ini, mereka akan salah paham tentang kami.


Ah, lupakan. Aku heran kenapa aku yang seorang pria bisa mengerti hal itu.


Malam ini, aku akan meminta jatah dari Merlin dan Freya untuk tetap menjaga psikologis.


Melanjutkan aktivitas, bangkai naga itu mulai meregenerasi tubuhnya dengan cepat.


Awalnya, aku berspekulasi bahwa aku harus meregenerasi mayat yang ingin dihidupkan terlebih dulu sebelum dibangkitkan, tapi hal seperti itu tidak bisa dilakukan.


Mungkin karena kekurangan data atau semacamnya, sihir regenerasi tidak bisa memulihkan tubuh yang sudah menjadi bangkai.


Yah, sekarang itu tidak menjadi masalah lagi karena tubuh naga di depan kami mulai membentuk wujud aslinya.


Naga besar, tingginya hampir sama dengan Luminous, atau mungkin lebih kecil. Kulit putih dengan sisik berwarna biru, dua pasang tanduk perak, mata kebiruan, dan rambut biru.


Secara keseluruhan, naga ini didominasi oleh warna biru tua sedikit terang.


Aku ingin mengatakan "kagum" kepada naga ini, tetapi aku berhenti setelah melihat semua proses regenerasi tubuhnya sudah selesai.


*ROAR*


Dia berteriak, itu sudah pasti.


Aku sudah menghafal perilaku naga. Jika mereka tidak berteriak, mereka bukan naga.


Aku bahkan pernah mendengar kalau naga pendiam masih akan meraung sekali untuk menunjukkan keagungan mereka.


Karena dia sudah bisa meraung, fungsi kecil dari organ tubuhnya sudah berfungsi. Jadi aku bisa menganggap bahwa percobaan skill [Kehendak Ilahi] telah sukses besar.


Aku bisa memahami bahwa dia sedang ingin mengkonfirmasi situasi karena dia selalu meraba-raba tubuhnya dan melihat keadaan sekitar.


Kurasa dia masih belum menyadari keberadaan kami karena kami sangatlah kecil baginya.


Ya, aku bisa menilai itu karena ukuran tubuh kami sama dengan ukuran kuku/cakar di kaki naga tersebut.


Haruskah aku tampil untuk menjelaskan situasi keseluruhan kepada naga ini?


Fumu, tidak ada habisnya jika aku terus berpikir di sini. Oleh karena itu aku mendekati wajah naga itu.


Aku dan Niks menggunakan skill terbang. Dan juga, mengingat aku pernah diremehkan oleh Luminous sebelumnya, aku mengeluarkan aura Hydra.


Kemudian naga itu baru menyadari keberadaan kami ketika kami muncul dari bawah. Tampaknya dia tidak ingin mengamuk atau semacamnya. Dia hanya menatap kami dalam diam.


"Hai, apa kebangkitanmu telah berhasil? Bagaimana dengan keadaan mu?"


Tidak dapat mencari topik bagus, aku hanya berakhir dengan itu.


Akan aneh jika aku mengajak monster berbicara, tapi kali ini monsternya adalah naga. Jadi aku percaya kalau dia bisa mengerti bahasa manusia.


"Hn. Aku merasa baik."


Ohh, suara feminim. Itu artinya, dia adalah betina.


Ngomong-ngomong, keadaan wanita ini sama dengan Luminous, energi di jiwanya masih dalam proses pemulihan karena aku hanya menyatukan kembali jiwanya yang sudah hancur. Atau mungkin lebih ke "memanggilnya kembali" dengan kemampuan skill tersebut.


Fragmen jiwa yang sudah menghilang entah kemana disatukan kembali. Itu sebabnya energi dalam jumlah besar diperlukan untuk mengaktifkan skill tersebut.


Terlebih lagi, kali ini adalah penyatuan jiwa naga raksasa. Aku sangat yakin bahwa nilai jiwa dari naga ini sudah melampaui satu juta poin.


Ketika makhluk sudah mencapai satu juta poin, seharusnya mereka sudah tergolong sebagai makhluk semi spiritual. Mereka bisa hidup lama bila jiwa mereka tidak dihancurkan.


Tapi kenapa naga ini bisa mati? Kurasa dia tidak bisa mengubah tubuhnya ke bentuk spiritual dan mati sebagai monster biasa.


Hal seperti ini tidak dapat disangkal melihat mereka adalah monster. Tidak seperti manusia, mereka tidak mendapatkan pendidikan sejak dini.


Yah, tidak ada yang bisa diharapkan dari monster ketika datang ke kecerdasan. Jadi aku memahaminya.


Dan satu lagi, faktor penentu untuk bisa mengubah monster menjadi makhluk spiritual adalah karena adanya bantuan dari pihak lain.

__ADS_1


Sebagai monster, mereka tidak akan bisa mengubah diri mereka sendiri ke bentuk spiritual. Oleh karena itu, seseorang atau makhluk yang lebih tinggi bisa memberikan mereka perlindungan surgawi dan menjadikan mereka makhluk spiritual.


Contohnya adalah Gargantua. Dia mendapatkan perlindungan dari Levi dan bisa hidup hingga sekarang.


"Itu bagus. Apa kamu masih memiliki ingatan tentang diri kamu di masa lalu?"


Aku bertanya, dengan santai seolah-olah diriku adalah pakar psikolog.


"Hn, hanya sedikit. Ketika aku ingin mengingat kembali apa yang terjadi, aku merasa pusing."


"Oh, baiklah, tidak apa. Kupikir ingatan kamu akan pulih seiring dengan berjalannya waktu. Sekarang aku akan menjelaskan sedikit bahwa saat ini kamu telah dihidupkan kembali olehku karena kamu sebelumnya sudah mati. Yah, ini adalah tindakan yang diputuskan secara sepihak, jadi aku akan meminta maaf. Tapi kuharap, kamu dapat memaklumi ini."


Aku menjelaskan, sambil terbang.


"Hn, aku mengerti. Lalu, di mana ini?"


"Kita sedang berada di Dungeon, lapisan ke 70."


"Dungeon...?"


Dia tampaknya sangat kebingungan.


Aku tidak panik karena ini merupakan hal yang wajar.


Kemampuan untuk menyimpan cadangan ingatan berada di otak. Dan otak dari gadis ini pernah rusak sekali. Mungkin memerlukan waktu untuk bisa menyelarasi kembali komponen di dalam sana.


"Baik, jika ada sesuatu yang ingin ditanyakan, kamu bisa menanyakan itu nanti. Sekarang aku ingin kembali. Sebelum itu, aku ingin bertanya satu hal padamu."


"Apa itu?"


"Apa kamu mau menjadi bawahanku? Aku memang sudah membangkitkan kamu dari kematian, tapi aku tidak ingin memiliki bawahan yang tidak patuh. Oleh karena itu, jika kamu tidak ingin menjadi bawahanku, kamu bisa hidup bebas di Dungeon ini atau di luar Dungeon. Namun, jika kamu ingin menjadi bawahanku, aku akan mengajak kamu masuk ke rumahku. Kamu akan mendapatkan penjelasan lebih banyak di sana."


Kurasa sekarang sudah hampir waktunya makan malam. Aku tidak bisa menunda ini karena di antara keluargaku terdapat beberapa orang yang tidak ingin makan jika aku belum makan.


Hal seperti ini sangat merepotkan untukku. Aku sudah mengatakan bahwa mereka dipersilahkan untuk makan lebih dulu dan tidak perlu untuk menungguku, tetapi mereka masih tetap keras kepala untuk menunggu.


"Apa yang ingin kamu lakukan terhadapku jika aku ingin menjadi bawahan kamu?"


Hmm, karena dia memiliki suara yang feminim, entah kenapa semua ini terdengar sangat aneh.


"Apa kamu mengerti tugas sebagai bawahan?"


Aku bertanya dan dia menggelengkan kepalanya dengan pelan. Jadi aku melanjutkan...


"Hmm, lihat pria ini... Dia termasuk salah satu bawahanku, dan tugas sebagai bawahan adalah menjaga tuannya. Sama seperti yang pria ini lakukan."


Aku menunjuk Niks yang berada di sebelahku.


"Hanya itu?"


"Itu adalah kewajiban sebagai bawahan. Tapi terkadang aku juga memberikan tugas lain untuk mereka kerjakan, tentu saja dengan persetujuan mereka. Jika mereka tidak ingin, aku tidak akan memaksa."


Benar, semua orang lebih menginginkan kehendak aku dilaksanakan. Hal-hal seperti penentangan tidak pernah terjadi di sekitarku.


"B-Baiklah, saya akan menjadi bawahan Anda."


"Benarkah? Jangan menyesal dan melarikan diri ketika sudah menjadi bawahanku, ok?"


"U-Uhm."


Gadis ini, entah kenapa aku sangat yakin bahwa dia adalah tipe yang mudah untuk diajak ke mana pun kekasihnya pergi.


"Baiklah, karena kamu sudah menjadi bawahanku, maka..."


Aku memberikan lambang Hydra kepada gadis itu dan mengubahnya menjadi manusia dengan skill milik Eliza.


Kemudian seluruh tubuhnya berubah menjadi molekul energi, memusat ke satu titik, dan memanifestasikan sejumlah komponen seperti tulang, organ, serta daging manusia dari energinya.


Aku sudah menyaksikan keajaiban ini berulang kali, dan seperti yang diperkirakan... Dia telanjang.


Posisi kami sedang melayang di udara, di antara dua lereng lembah. Bisa dibilang tempat ini masih gelap dan hanya ada kami bertiga di sini.


Karena aku tidak ingin disangka memperkosa wanita, aku dengan cepat mencari jubah untuk dia kenakan.


Nah, seluruh baju wanita sudah tidak ada di inventarisku, jadi aku memberikan salah satu jubah milikku.


Meski kami sudah melihat seluruh tubuh-- tidak, karena Niks memakai bandana, dia tidak dihitung. Jadi hanya aku di sini yang melihat dia telanjang. Ditambah lagi, Niks membuang muka, sedangkan aku tidak.


Sial, aku menjadi pria brengsek lagi.


Kembali ke pembicaraan.


Meski aku sudah melihat seluruh tubuhnya, tetapi gadis ini tidak mengatakan "kyaa!" atau "mesum!" seperti itu kepadaku.


Itu tidak mengherankan. Bagaimanapun juga, sebelum dia memiliki transformasi manusia, dia adalah naga yang telanjang. Itu sebabnya dia bersikap biasa seolah-olah itu adalah hal paling normal.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, aku belum mendengar namamu?"


Ya, aku selalu memanggil dia dengan gadis ini atau wanita itu. Rasanya kata seperti itu sangat tidak nyaman bila digunakan.


__ADS_2