
Tubuh Ignis mengecil dan wajahnya secara perlahan juga ikut berubah. Menjadi semakin muda, terlihat seperti anak-anak remaja sekolah.
Rambutnya masih cukup panjang, dan...
(Tunggu, jika diperhatikan baik-baik, dia terlihat seperti gadis SMA!! Kenapa bisa begitu? )
"I-Ignis, apa kamu juga merubah wajahmu?"
Aku bertanya, sangat penasaran.
"Tidak, ini benar-benar wajahku ketika tubuhku dikecilkan."
(Hah!? )
Ignis menjelaskan. Namun, aku justru malah semakin terkejut.
Itu karena suara Ignis juga ikut berubah. Tidak hanya itu, bahkan kulit dan potongan rambutnya juga ikut berubah.
Aku mengelus pipinya dan mengusap rambutnya beberapa kali karena dia terasa sangat berbeda.
Tinggi badannya seperti yang diminta, seukuran tubuh Leon.
Sangat mengesankan, aku tidak menyangka Ignis bisa menjadi remaja manis seperti itu.
Ah, tapi, dalam perspektif Giant, ukuran itu seperti ukuran anak-anak, mungkin. Jadi, jika dikonversi ke manusia, dia harus menjadi usia 5-6 tahun. Dalam usia itu, kulit manusia masih terbilang cukup lembut dan halus.
"T-Tuan Albert?"
"Kenapa lagi, Ignis?"
"Wajahku... Ada Luminous di belakangmu."
"Oh, maaf. Wajahmu sangat lembut Ignis, aku sangat menikmatinya."
Karena aku terus memainkan pipi lembutnya, Ignis merasa malu karena terlihat oleh Luminous.
Tapi mau bagaimana lagi, Ignis sangat manis. Sekarang aku tidak keberatan sama sekali menganggap dia sebagai anakku sendiri, sungguh.
"Luminous, jangan katakan hal ini kepada siapapun, ok?"
"Dimengerti, Tuan Albert."
Dia cukup pendiam ketika tidak ada Rin.
Mungkin aku harus menaruhnya terus bersama dengan Rin? Tapi kalau begitu, dia akan dalam satu ruangan dengan Merlin, yang mana sangat membuat aku merasa tidak nyaman.
Ah, lupakan. Pokoknya orang-orang seperti Luminous, Niks, dan Julius harus bekerja di tempat yang jauh dari kedua istriku.
Baiklah, kami melanjutkan kegiatan menuju ke ruang pertemuan. Dituntun oleh Ignis-kecil, kami akhirnya tiba di salah satu ruangan.
Ignis merubah bentuk tubuhnya kembali seperti semula sebelum memasuki ruangan.
Aku ingin terus melihat bentuk kecilnya, tapi tampaknya tidak akan bagus jika dilihat oleh para bawahannya. Itu pasti akan menurunkan kehormatannya.
Masuk ke dalam ruangan, kami disambut oleh kelompok "Fourteen Elite Members".
Mereka mengenakan seragam, dengan rapih membentuk dua barisan di kiri dan kanan ruangan. Serta bertekuk lutut memberikan hormat kepada kami.
Jika itu aku setahun yang lalu, aku pasti akan mengeluh kenapa merasa harus bertekuk lutut seperti itu. Tapi sekarang, aku sudah terbiasa dan mengabaikan hal itu karena merepotkan.
Di ujung ruangan, di sisi lain pintu masuk terdapat meja dan bangku untuk pemimpin pertemuan.
"Maaf sudah membuat kalian lama menunggu."
Sambil basa basi, aku duduk di bangku itu, seperti biasa. Sedangkan Ignis dan Luminous berdiri di masing-masing sisiku.
Kemudian Ignis memperbolehkan mereka untuk berdiri, dan memulai pertemuan ini. Atau lebih tepatnya, memulai acara pelantikan Ketua Tim Elite ini.
"Baiklah, pertama aku akan mengucapkan selamat kepada sepuluh orang yang telah berhasil mencegah dan mengatasi invasi pasukan militer Kekaisaran Dortos dan Karamia ke Kerajaan Herunia. Mereka adalah Carla, Reona, Buza, Alex, Flano, Monta, Vera, Zaakh, Kakuna, dan Nahat. Berkat kalian, Kerajaan Herunia berhasil melewati krisis nasional mereka dan sangat berterimakasih kepada negeri kita. Itu semua karena kalian bersepuluh, selamat!"
Aku memberikan pidato pembukaan, dan diakhiri dengan tepuk tangan seluruh orang.
Mereka sangat senang. Aku mengerti itu, lagipula itu merupakan tugas perdana kelompok "Fourteen Elite Members". Patut diberi apresiasi.
"Untuk empat orang lainnya — Eleanor, Hibiya, Javier, dan Batros. Kalian jangan berkecil hati karena tidak dapat mengikuti kegiatan kemarin. Sebagai gantinya, nanti kalian berempat akan menjadi pengawal aku dan William ke Kekaisaran Dortos. Kita akan ke tempat yang cukup berbahaya, kuharap kalian mempersiapkan diri untuk itu."
"Baik" ×4
Aku ingin pergi ke sarang Vampire. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ketika kami memasuki kawasan mereka, untuk berjaga-jaga aku akan membawa keempat naga itu sebagai pengawal kami.
Ketika aku mengangkat keempat nama naga itu, mereka tiba-tiba menjadi bersemangat.
Karena mereka tidak mengikuti pertarungan kemarin, mungkin mereka merasa bosan dan iri kepada mereka yang ikut berperang.
Yah, aku bisa mengerti. Beruntung aku memiliki pemikiran untuk membawa mereka berempat menuju ke Kekaisaran.
Dengan begitu, kuharap mereka tidak saling iri satu sama lain.
"Tuan Albert, bagaimana dengan saya?"
Tiba-tiba, Luminous angkat bicara, bertanya dengan ragu.
"Tentu saja kamu harus ikut, kan? Apa kamu memiliki urusan lain?"
"Tidak, saya akan mengikuti Anda kemana pun Anda pergi!"
"Ya, itu memang pekerjaanmu."
Luminous tampaknya tidak ingin ditinggal.
Aku juga tidak ingin meninggalkan dia di sini. Bagaimanapun dia harus mendapatkan banyak pengalaman untuk memperluas wawasannya.
__ADS_1
Baiklah, Kesampingkan Luminous.
Karena pidato dan pesanku sudah tersampaikan, sekarang waktunya untuk memulai upacara penobatan Carla sebagai Kapten dari "Fourteen Elite Members", tim Elite kepolisian.
Aku menyuruh Carla untuk maju ke depan, dan aku sendiri bangkit dari bangku, lalu berdiri di tengah-tengah agar Carla dapat menghadap aku.
"Tidak perlu berlutut."
Aku mencegah Carla, ketika dia menurunkan badannya ingin berlutut.
Kurasa, kita tidak perlu menggunakan gaya penobatan kesatria, karena aku sangat malas berbicara sambil menundukkan kepala.
Ditambah lagi, wajah kami jadi terasa agak jauh, padahal aku ingin melihat wajah cantik Carla dari dekat.
Berbeda dengan Selena yang memiliki aura wanita dewasa, Carla memiliki wajah cerah dan bersemangat, sangat segar untuk dilihat. Itu dapat meningkat suasana hatiku ketika berbicara.
Mendengar aku mencegahnya, Carla kemudian merapihkan tubuhnya kembali dan berdiri dengan tegak di depanku.
"Posisi ini, apakah kamu benar-benar ingin mengambilnya?"
Aku bertanya, basa basi.
"Iya. Saya akan mengambilnya. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapan Anda dan Tuan Ignis."
"Jawaban yang cukup bagus, aku menyukainya."
Meski cantik, dia cukup disiplin juga.
Mungkin jika Carla tidak memiliki senyuman, aku bisa menyamakan sikapnya seperti Freya.
Ah, apa itu artinya dia lebih baik daripada Freya?
Hmm, kurasa tidak. Terkadang aku sering menemui manusia yang menyukai wanita dengan sikap tegas tanpa senyuman.
Dari dalam inventaris, aku mengeluarkan lencana berbentuk Helm Naga dari skill [Dragon Skin] dengan sepasang tanduk.
Itu adalah benda yang aku buat sendiri ketika sedang menganggur. Bahannya terbuat dari platinum sihir, ukurannya sekitar tiga jari orang dewasa, berwarna putih keperakan dengan spektrum warna (Mirip seperti item dengan atribut jiwa).
Lencana itu cuma ada satu karena aku yang membuatnya. Bahannya juga sangat langka, murni platinum yang diberi aura Hydra.
Selain itu, lencana itu bisa langsung menempel pada seragam sihir Carla tanpa perlu menggunakan semacam peniti atau kunci tajur untuk menyematkannya.
Dan juga, itu memiliki fleksibilitas yang tinggi agar ketika bertarung, lencana tersebut tidak mengganggu, terjatuh, ataupun rusak.
Tapi...
Aku memegang lencana itu dan melihat dada Carla.
Ukuran dada Carla, walaupun tidak sebesar milik kedua istriku, tetapi itu masih cukup terbilang besar dan terbentuk.
Oleh karena itu, aku ragu untuk menempelkan lencana ini ke atas seragamnya, karena posisi lencana biasanya ditaruh di atas dada.
Waktu terus berjalan, tetapi aku terus ragu.
"Reona, ke sini. Bantu aku sebentar."
Dan memanggil Reona, karena kebetulan dia berada di dekat kami.
"A-Anda ingin saya melakukan apa, Tuan Albert?"
Reona bertanya sambil menghampiri kami.
"Tolong kenakan lencana ini di baju Carla bagian atas dada kanannya."
"Baiklah."
Dengan begitu, aku mengulurkan tanganku untuk menyerahkan lencana tersebut kepada Reona. Tapi tiba-tiba Carla menyela.
"Tuan Albert, kenapa harus Reona yang mengenakan benda itu kepadaku?"
Carla bertanya dengan wajah murung.
"Eh? Yaa, aku tahu seharusnya aku yang mengenakan lencana itu untukmu. Tapi aku ini pria, Carla. Aku tidak bisa menyentuh--"
Aku ingin mengatakan "menyentuh DADA kamu" seperti itu, tapi aku berhenti setelah mengingat semua akan menjadi memalukan jika dibicarakan di depan banyak orang.
"Tidak apa-apa, Anda tentu saja boleh menyentuh dada saya sesuka Anda. Jadi tolong kenakan benda itu untuk saya."
Carla menyatakan hal itu dengan lantang.
Aku mulai bertanya-tanya, apakah dia mengerti arti lain dari kalimatnya itu? Itu sama saja seperti dia sudah memperbolehkan aku memiliki tubuhnya, kan?
Lihat, dia mengatakan kalau aku boleh menyentuh dadanya sesuka aku. Apakah aku telah menunjukan wajah se-"INGIN" itu sehingga dia harus berkata demikian?
Aku yakin, hanya dengan kata "Anda boleh mengenakan benda itu untukku" seperti itu saja sudah cukup untuk mengatasi masalahnya.
Ah, sudahlah. Memikirkan lebih jauh justru malah membuat hayalanku semakin berkeliaran.
Sebenarnya, belakang ini aku juga sering mendapatkan ajakan yang tidak jauh berbeda dengan kalimat Carla barusan.
Aku tidak terlalu mengerti, tetapi seseorang seperti sedang merencanakan sesuatu di belakangku.
Mungkin mereka ingin aku memiliki istri ke tiga?
Banyak wanita cantik di kota ini, dan jika aku mengajak mereka tidur bersama, mungkin mereka — yang tidak memiliki kekasih — tidak akan menolak.
Tapi, yah. Aku tidak cukup berani untuk melakukan hal itu. Dan aku sangat mencintai kedua istriku serta ketiga putriku. Jadi, sekarang aku sedang tidak ingin menambah jumlah istri.
"Sigh, Carla, jangan katakan hal-hal seperti itu lagi di depan Merlin."
Sambil membuka kancing seragam Carla, aku menegurnya.
__ADS_1
"Saya mengerti."
Carla tersenyum karena aku sudah mau memakaikan lencana itu untuknya.
Dua kancing seragam bagian atasnya kubuka agar lencana itu bisa terpasang dengan tegak. Meski bisa langsung menempel, itu tetap harus dikondisikan agar tidak miring.
Ahh, aku bisa merasakan dadanya, benar-benar sangat lembut. Walaupun itu masih terhalang dengan pakaian **********.
Tapi, entah kenapa aku cukup tenang, mungkin karena sudah terbiasa.
Jika itu aku yang dulu, aku pasti sudah jatuh cinta dengan Carla hanya karena menyentuh dadanya.
Selesai memasang lencana, aku mendiamkan seragam Carla terbuka.
"Hmm, kurasa aku masih bisa memasang lencana anggota kepolisian dan lencana khusus anggota "Elite" untukmu, Carla. Kebetulan kedua lencana itu sudah selesai dibuat."
Aku mengusulkan.
Lencana anggota kepolisian, kami sedang memproduksi barang itu untuk tiga ribu Polisi Naga. Dan sekarang, aku sudah membawa beberapa hanya untuk keempat belas naga ini.
Berbentuk perisai berwarna emas dengan lambang naga. Bahannya terbuat dari Orihalcum agar warnanya tetap cerah.
Untuk lencana tim Elite, itu sudah selesai semua karena jumlah anggotanya hanya ada 14.
Berbentuk sepasang sayap, pangkal sayap berbentuk bulat dengan nomor 14 terukir di sana. Karena bahannya terbuat dari Orihalcum, itu menjadi lencana berwarna emas.
"Benarkah? Tolong kenakan itu untuk saya!"
Carla sangat antusias.
Sejujurnya, aku masih ingin menyentuh dadanya. Itu sebabnya aku mengusulkan hal itu.
Jika saja tidak ada orang lain di sini, aku mungkin sudah menerkamnya. Sigh, padahal aku sudah berkata keren di atas, tapi pada akhirnya aku tetap ketagihan.
Sebelum aku mengenakan lencana untuk Carla, aku memanggil Ignis dan Luminous untuk membantu ku memasangkan sisa lencana kepada para anggota Elite.
Semua anggota berdiri rapih di belakang Carla, lalu Ignis dan Luminous memasangkan dua lencana itu untuk mereka.
Ini seharusnya menjadi upacara penobatan Carla, namun karena mumpung semua orang sedang berkumpul, kami bisa sekalian memasangkan dua lencana itu untuk mereka.
"Kamu terlihat sangat senang sekali, Carla?"
Aku bertanya, penasaran karena dia terus saja tersenyum.
"Saya senang karena Anda mau memasangkan benda itu untuk saya."
Dia menjawab dengan polos, tersenyum lebar dan memancarkan aura kehangatan yang aneh.
Aku heran kenapa hanya dikenakan lencana olehku dapat membuat dia senang. Tapi itu tidak buruk.
Lencana anggota kepolisian berukuran besar, jadi itu ditempatkan di atas saku bagian kiri. Lalu lencana khusus tim Elite ukurannya tipis dan memanjang, itu ditempatkan di atas lencana anggota kepolisian.
Dan lencana Ketua tim Elite milik Carla berada di atas saku seragam sebelah kanan.
Setelah selesai, aku mengancingkan seragamnya kembali dan sedikit memainkan pipinya karena aku cukup menyukainya.
Namun, bukannya melawan, dia justru menutup matanya dan hanya menahan itu dalam diam. Wanita yang sangat manis.
"Oh, iya, Carla?"
"Kenapa, Tuan Albert?"
"Aku dan Ignis berniat menjadikan kamu sebagai jenderal polisi. Apa kamu menginginkannya?"
Di satuan kepolisian ini, kami belum menerapkan jabatan atau pangkat untuk mengatur mereka. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit, kami ingin menyusun organisasi kepolisian ini agar mudah diatur, seperti membentuk hierarki.
Aku yakin, mereka nanti akan terbiasa dengan yang namanya "pangkat", dan kedepannya organisasi serta kegiatan mereka dapat lebih terarah.
"Jika Anda percaya pada saya, saya akan berusaha memenuhi harapan Anda."
Dia menjawab dengan cukup percaya diri.
Sudah cantik dan sangat berprestasi, kurasa Carla sangat populer di kalangan anggota kepolisian.
Dan wanita populer seperti itu baru saja memperbolehkan aku menyentuh dadanya sesuka hati. Aku sangat hebat.
"Tapi kamu mengetahui tugas di posisi itu, kan?"
"Menjadi anggota dengan pangkat tertinggi di corps kepolisian?"
"Benar, komandomu akan berada di tempat kedua setelah Ignis. Itu artinya, kamu juga bisa memerintah seluruh anggota kepolisian."
"Saya mengerti, Tuan Albert. Tolong berikan tugas itu kepada saya, saya tidak akan mengecewakan Anda."
Carla memberikan keputusan dengan sangat cepat. Bisa atau tidaknya, aku tidak terlalu tahu. Tapi semua orang sedang belajar, jadi aku tetap akan menyerahkan tugas itu kepadanya.
Dari dalam inventaris, aku mengeluarkan sepasang polet berwarna hitam dengan 4 bintang berwarna putih dengan spektrum warna.
Kemudian aku langsung memasangkan polet itu pada lidah di bahu seragam Carla.
"Itu bagus jika kamu sudah mengerti. Posisi ini sangat dekat dengan Ignis, jadi kamu boleh dengan bebas berkonsultasi dengannya nanti. Kamu paham?"
"Saya paham."
"Baiklah."
Aku mengelus kepalanya, karena dia adalah perempuan yang baik.
Setelah semua anggota sudah mendapatkan atribut, ucapan selamat, formalitas lain, dan sebagainya — kami mengakhiri acara pelantikan Carla sebagai Ketua dari tim Elite Kepolisian dengan pesta.
Di lantai bawah, para pelayan sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk merayakan pelantikan Carla.
__ADS_1
Tentu saja selaku pemimpin mereka — aku, Ignis, dan Luminous menghadiri pesta mereka.