
Masuk ke dalam ibukota tanpa hambatan, Saber dan angkatan kepolisian naga akhirnya tiba di depan istana Kerajaan Suci.
Istana tersebut memiliki nuansa budaya yang kental karena struktur bangunannya masih menjaga keasliannya dari jaman dahulu. Mereka tidak terlalu merombaknya ketika renovasi dan perawatan gedung harus dilakukan.
Menjadikan istana ini sebagai bangunan tertua yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Namun, Saber tidak memperdulikan hal itu.
Ketika dia dan pasukannya tiba di depan gerbang istana, dia bertemu dengan Mary dan kelompok vampirenya.
"Ah, Saber. Kamu juga sudah di sini ternyata."
"Iya. Kita langsung ke sini setelah kami berhasil mengalahkan beberapa kesatria kerajaan ini."
"Kalian hanya melawan beberapa?"
"Benar. Aku mendapatkan informasi kalau Alfred dan pasukannya yang berhadapan dengan pasukan 15.000 kesatria suci."
"Ohh, begitu ya. Yah, kita sudah menduganya 'kan kalau mereka pasti akan menyerang kelompok yang terlemah dari kita. Itu bukan sesuatu yang mengejutkan lagi."
Mereka berbagai informasi untuk mengetahui situasi terkini.
Meskipun Mary adalah anggota baru dari keluarga Testalia, namun Saber sangat menghormatinya karena Mary adalah tunangan William.
"Ngomong-Ngomong, tempat ini cukup sepi, kan? Apakah mereka benar-benar mengirim seluruh pasukannya ke arah Alfred?"
"Ya, ini terlalu sepi untuk sebuah "Ibukota" Suatu kerajaan. Aku yakin mereka sedang merencakan sesuatu."
"Oh!"
Meskipun mereka sudah berjalan cukup lama dari sisi luar kota sampai ke istana ini, sampai mereka saling berpapasan di depan gerbang istana, mereka tidak menemukan satupun pasukan penjaga atupun sesuatu semacam itu.
"Menurutmu bagaimana, Saber? Apakah kita masuk saja ke istana ini dan masuk ke dalam rencana mereka atau bagaimana? Ngomong-Ngomong namamu SABER, kan? Kata William, Tuan Albertlah yang memberikan nama itu untukmu."
"Iya, Anda benar. Nyonya Mary."
Takut salah dalam penyebutan nama, Mary mengkonfirmasi hal itu sekali lagi untuk dirinya sendiri.
"Kalau bisa, apa Anda mau memimpin ekspedisi ini, Nyonya?"
"Kenapa aku?"
"Karena otoritas Anda lebih tinggi daripada aku."
Dalam perang kali ini, rantai komando tertinggi dipegang oleh Ignis. Namun semua yang ada di bawahnya masih agak buram karena perang ini dilakukan secara mendadak.
Tapi Mary adalah tunangan William. Sehingga Saber tidak bisa memeberikan perintah kepadanya.
Di dalam bagan keluarga, Alfred, Saber, dan Eliza ditempatkan sebagai adik-adiknya Merlin, Ignis, Leon, dan tentunya William.
Oleh karena itu, mereka sebenarnya tidak bisa terlalu nakal dengan mitra kakaknya, ataupun para kakaknya itu sendiri. Eliza adalah pengecualian.
"Begitu? Ya, baiklah. Aku akan memimpin kalian."
Mery tidak keberatan sama sekali. Dia mengerti Saber tidak bisa membawahinya, dan dia sendiri sudah terbiasa menjadi pemimpin.
Itu bukan seperti, Mary tidak mengerti cara memimpin pasukan. Malahan dia sudah terbiasa melakukannya dan sudah memiliki pengalaman yang banyak.
Mereka setuju Mary menjadi pemimpinnya, dan kedua kelompok diintegrasi menjadi satu pasukan.
Mereka semua menatap ke arah gerbang istana.
"Kalau apa yang kamu katakan itu benar, bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu. Kalau begitu, aku menyuruhmu untuk menghancurkan gerbangnya, Saber!"
"Saya mengerti!"
Gerbang istana tertutup. Mereka tidak tahu apa yang ada di dalamnya meskipun mereka sudah memeriksanya dengan persepsi sihir.
Untuk berhati-hati terhadap pengepungan dari balik gerbang, Mary memutuskan untuk menghancurkan gerbangnya agar semisalnya ada orang yang berada di balik pintu mereka akan terkena dampaknya.
Saber menyimpan perisai di punggungnya dan mengambil pedang. Setelah dia mengambilnya, dia mengangkat tinggi-tinggi pedangnya.
Pedang itu memiliki muatan listrik berwarna biru, terang bagaikan bintang.
"BOOM!!"
Kemudian sebuah petir besar dari langit menyambar gerbang dan menghancurkannya.
Langit malam ini cukup cerah untuk tidak menutupi cahaya rembulan. Namun, petir tiba-tiba muncul begitu saja tanpa adanya badai, sebuah anomali.
Semua orang tidak ada yang mempertanyakan hal tersebut karena mereka sebenarnya sudah tahu kalau petir itu dipanggil oleh Saber untuk menghancurkan gerbangnya.
Setelah gerbangnya hancur, dinding yang berada di sekitarnya juga hancur tidak kuat menahan serangannya.
Kawah besar terbentang di sepanjang jalannya. Sekarang mereka bingung bagaimana harus melewati kawah tersebut.
Tapi Mary tidak panik. Dia melihat naga bumi di dalam pasukannya. Menyuruh mereka membuatkan jalan dan akhirnya mereka bisa melewati kawah tanpa masalah.
Mary, Saber, dan seluruh pasukan bertanya-tanya terhadap keamanan istana tersebut. Bagaimana mereka bisa melewati gerbang tanpa adanya perlawanan sama sekali.
Ujung-ujungnya, mereka mungkin hanya terlalu khawatir.
Musuh mungkin memang sudah tidak memiliki pasukan untuk mempertahankan istananya sendiri. Tapi, ini bukan alasan untuk Mary melemahkan penjagaannya.
"Saber, suruh pasukanmu membentuk tiga tim. Satu tim berjaga di sini, dan suruh dua lainnya telusuri istana ini dari dua sisi. Kamu mengerti?"
__ADS_1
"Saya mengerti!"
"Baiklah."
Mereka mungkin menemukan pasukan musuh di tempat lain. Mary tidak bisa menyingkirkan asumsi seperti itu di sini.
"Kemudian, kamu..."
"Siap!"
"Kalian awasi seluruh tempat ini dari langit. Terserah apakah kalian ingin berkelompok atau sendiri-sendiri. Segera beritahu kalau ada sesuatu yang terjadi."
"Saya mengerti."
Tidak lupa Mary juga memerintah pasukan vampirenya melakukan penyisiran dari sudut lain.
Ini membuat dia seperti telah mengepung seluruh istana dangan pasukan yang ada.
"Kalau begitu, apa kamu ingin masuk denganku?"
"Tentu saja, saya akan menemani Anda."
Saber tidak bisa meninggalkan Mary sendirian. Walaupun kelihatannya istana tersebut tidak dijaga sama sekali, namun ada kemungkinan musuh kuat sedang bersembunyi di dalamnya.
Yah, ini bukan seperti Mary lebih lemah daripada Saber, malahan sebaliknya. Dia lebih kuat dan bisa menghancurkan seluruh bangunan istana ini dengan monster panggilannya.
Mary dan Saber menuju ke pintu istana.
Tim yang bertugas menjaga di sini membukakan pintu untuk mereka. Dan dengan kejutan sedikit, mereka menemukan beberapa penjaga istana yang sedang berbaris di dalam.
Mereka mengenakan perlengkapan bersenjata, tombak dan pedang mereka arahkan kepada Mary dan Saber.
Namun, mereka langsung ditangani oleh orang-orang yang membukakan pintu.
"Ya ampun, mereka terlihat seperti tidak memiliki niat untuk bertarung."
Sebelum para penjaga itu dihajar oleh beberapa naga, Mary melihat mereka gemetaran. Dia pikir, semua tidak akan berjalan sesuai dengan rencananya, tapi melihat musuh begitu lemah dan tidak berdaya, dia mungkin terlalu memikirkan banyak hal.
Mungkin sebenarnya dia bisa masuk ke dalam istana tanpa perlu melihat karena tidak akan ada orang yang bisa menyakitinya. Itu yang membuat dia tercengang.
"Sudahlah, ayo kita masuk."
"B-Baik!"
Saber juga tidak bisa berkata banyak.
Tidak ada jebakan, tidak ada pengepungan, dan tidak ada muslihat lainnya. Mungkin musuh memang benar-benar sudah terpojok. Mereka tidak memiliki pasukan tersembunyi atau semacamnya.
Karena terlalu berhati-hati sudah membuang buang waktu mereka terlalu lama, mereka memutuskan untuk pergi ke dalam istana tanpa peduli ada jebakan atau tidak.
Sampai di dalam istana merdeka kesulitan bergerak dikarenakan tempat yang begitu asing. Akan tetapi, sama seperti sebelumnya, musuh berkelompok terkadang berjaga di setiap ruangan untuk menahan gerakan mereka.
Kemampuan mereka lebih lemah daripada orang-orang kesatria suci. Tapi, mereka memiliki kesetiaan yang cukup tinggi terhadap rajanya. Karena ketika Mary bertanya di mana raja mereka, mereka sama sekali tidak menjawab.
Bahkan jika Mary mengancamnya dengan ancaman yang paling buruk bagi manusia. Seperti, kematian, pelecehan, dan penyiksaan. Mereka masih saja tetap tutup mulut.
Itu sesuatu yang cukup hebat dari mereka.
Dan pada saat Mary sudah bosan menginterogasi penjaga yang tidak pernah mau membuka mulutnya, Mary akhirnya menggunakan kemampuannya, charm, untuk memanipulasi kesadaran mereka.
Itu adalah kemampuan yang hampir setiap vampire miliki. Sangat berguna bila dipakai untuk mengendalikan kesadaran manusia.
Vampire sering menggunakannya untuk membawa manusia ke tempat gelap dan mengambil darahnya.
Sihir yang cukup merepotkan bagi umat manusia di malam hari.
Charm digunakan, dan Mary mendapatkan kendali mereka. Dia hanya perlu bertanya "di mana raja kalian?" Dan mereka menjawabnya tanpa perlawanan sama sekali.
Mata mereka kusam dan tidak memiliki cahaya kehidupan sama sekali. Mereka sudah sepenuhnya terhipnotis oleh Mary.
Biasanya, dia akan menggunakan manusia yang dikendalikan untuk menyerang manusia lainnya, tapi sekarang dia sudah tidak bisa melakukan hal itu karena itu menentang prinsip Albert.
"Mereka ada di aula utama."
"Di mana tempatnya. Arahkan kami ke sana."
"Ke sini..."
Dia menuruti perintah Mary dan menuntunnya ke tempat persembunyian raja. Atau mungkin hanya menjadi tempat berkumpulnya petinggi-petinggi istana.
Setelah mereka tiba di sebuah ruangan besar, akhirnya mereka bertemu dengan sosok yang memiliki mahkota, bersamaan dengan orang-orangnya.
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
"Hee~ jadi di sini kalian semua berkumpul..."
Suara dari seorang wanita bergema ke seluruh ruangan.
Raja Kerajaan Suci, Pitagoui Greeks, terkejut melihat musuh sudah sampai di depan hadapannya.
Dia bersama dengan kepala kesatria istana - Borisov, Kanselir Kerajaan - Liojr, Saintess - Michelle, dan terakhir kepala kuil - Vredeburg.
Mereka bertiga berdiri di hadapan sang raja, Pitagoui, yang sedang duduk di singgasananya.
"Ya ampun, aku pikir kalian akan menggunakan taktik atau semacamnya untuk mencegah kami masuk..."
__ADS_1
Karena raja beserta bawahannya tidak mau membalas ucapannya, mau tidak mau Mary membuka obrolan untuk dibicarakan.
Itu adalah topik yang bagus untuk mereka karena berkat mereka Mary dan Saber bisa masuk ke dalam istana tanpa adanya masalah.
"Yang Mulia, lihat! Dia seorang vampire!!"
Kepala kuil suci, Vredeburg, terkejut melihat sosok Mary.
"Tidak usah terkejut seperti itu, apakah kamu belum pernah melihat vampire sebelumnya?"
"Mana mungkin aku pernah melihat kalian! Bukankah seharusnya klan kalian sudah dimusnahkan oleh Kerajaan Suci ribuan tahun lalu?"
"Ck, jangan memaksaku mengenang masa lalu yang kelam, aku benci itu."
"Hiiik!!"
Kepala kuil tidak bisa menahan mulutnya hingga dia dibuat bungkam oleh Mary.
"Aku tidak bisa membiarkanmu berbuat seenaknya!"
Setelah melihat Vredeburg ketakutan, Borisov sang kepala kesatria istana melangkahkan kakinya ke hadapan Mary untuk menghalanginya menekan Vredeburg.
"Hou~ apakah ini orang terkuat terkahir yang kerajaan ini miliki? Hmph, kau tidak sekuat orang itu."
Mary mulai teringat kembali, kenangan dimana dia bertarung dengan manusia terkuat dari kerajaan Suci di masa lalu.
Kalau dia tidak salah ingat, manusia itu juga merupakan kepala kesatria istana.
Di jaman dulu, Kerajaan Suci tidak terlalu bergantung kepada kuil. Meskipun dulu mereka menyembah dewa yang berbeda, mereka memiliki kekuatan untuk bisa bertarung melawan vampire.
Sekarang jaman sudah berbeda. Mereka sudah berganti dewa karena mungkin dewa di masa lalu sudah dikalahkan atau tanpa sepengetahuannya sesuatu telah terjadi padanya.
Itu cerita di masa lalu.
Saat ini, dia sendiri pun sudah bisa menghancurkan kerajaan ini sendirian.
"Siapa yang kau maksud? Apakah itu Erick?"
"Tidak, bukan dia. Lupakan saja apa yang aku bicarakan barusan. Sekarang yang terpenting, aku harus menangkap orang-orang dari kuil yang berlari ke sini. Kalian tahu, dewa yang kalian sembah, sebentar lagi akan mati. Sehingga, kalian harus segera melupakannya."
Mary tidak bisa berlarut dalam kenangannya. Dia langsung mengerjakan tugasnya untuk memberantas orang-orang kuil.
Tapi tugasnya tidak sampai sana. Sebenernya, Niks mendeteksi keberadaan orang yang sangat mencurigakan di Kerajaan ini. Itu sebabnya Saber dan Alfred ditugaskan ke sini.
"Seenaknya saja kau berbicara, memangnya kalian siapa?"
Liojr merubah wajahnya dari ketakutan, menjadi serius. Tatapan matanya mengarah ke Mary dan Saber - penuh dengan niat membunuh.
Itu bukanlah wajah yang harus ditunjukkan oleh orang yang sebelumnya merasakan ketakutan.
Dia telah berakting sampai sejauh ini, jadi itu dapat dimaklumi. Sebenarnya, orang yang Niks maksud adalah Liojr sang kanselir Kerajaan Suci.
Pria bangsawan itu, yang berpakaian birokrat telah berpura-pura menjadi mangsa, padahal...
"Semua orang, kepung mereka berdua!!"
Liojr tiba-tiba berteriak. Dia memerintahkan orang dari balik bayangan untuk mengepung Mary dan Saber.
Orang-orang dari balik bayangan, berpakaian hitam dan semuanya mengenakan penutup wajah.
Tampaknya mereka adalah oraganisasi rahasia yang selama ini kami cari. —Mary mengidentifikasi mereka.
"Kau akhirnya menunjukkan sifat aslimu! Kenapa tidak kau tunjukkan saja sekalian, wujud aslimu sebagai iblis!?"
Mary mendesak Liojr. Membuat raja, Marisov, Vredeburg, dan Michelle terkejut.
Apalagi raja, dia ada di dekat Liojr. Dan dia adalah orang terdekat Liojr karena Liojr merupakan kanselirnya. Sehingga dia tidak dapat percaya apa yang dikatakan orang Mary.
"Apa, Iblis!?"
"Apa yang telah musuh bicarakan?"
"..."
Semuanya menjadi panik, mereka melihat ke arah Liojr dan Mary, secara bergantian untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Omong kosong! Semuanya serang mereka!"
Merasa kesal dituduh sebagai iblis, Liojr memberikan perintah eksekusi kepada mereka.
"Hmph, kau tidak berusaha menyangkalnya, kan? Dan juga, orang-orangmu ini tidak akan berkutik melawanku, tahu!"
Mary agak tersenyum untuk meledek. Tangan sebelah kanannya berubah, kuku-kukunya memerah dan memanjang menjadi sangat tajam.
Selanjutnya dia mengatasi para pengepung itu dengan kukunya. Atau biasa disebut sebagai cakar iblis.
Pada awalnya, dia dan Saber dapat menangani mereka.
Setiap ada musuh yang maju, Mary selalu bisa mencakar mereka hingga bagian tubuh mereka terpotong, atau setidaknya terluka parah.
Sedangkan Saber bisa mengatasi banyak musuh sekaligus dengan perisainya. Pedangnya yang cukup panjang dapat memotong musuh dengan mudah.
"Huh? Ada apa ini?"
Itu terlihat berjalan dengan baik pada awalnya. Namun setelah melakukan pertarungan yang cukup lama, mereka akhirnya tersadar kalau jumlah musuh tidak pernah habis.
__ADS_1
"Tampaknya mereka dapat meregenerasi tubuhnya sendiri, Nyonya."
Saber memperhatikan tubuh mereka yang sudah terbelah menjadi dua sampai tiga bagian menjadi satu kembali (pulih) dengan cepat. Kalau bukan karena kemampuan penyembuhan tingkat tingginya, kemungkinan itu adalah skill yang sangat merepotkan.