Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Perjanjian.


__ADS_3

Aku duduk di tempat yang telah disediakan.


Meja itu berbentuk kotak dan kecil, setidaknya cukup untuk dijadikan tempat mengobrol atau berdiskusi.


Leon dan azure berdiri di belakangku, meskipun masih terdapat bangku yang tersedia, mereka tetap ingin berdiri.


Lalu raja bernama marcus duduk di sisi lain, dan pria bernama walter berdiri mendampinginya.


Para pelayan datang dan menghidangkan teh berwarna hitam. Aku harus bersyukur atas layanan ini karena ketika gugup dalam berbicara, aku harus melakukan sesuatu agar kegugupan itu tertutupi.


"Bisa kita mulai, tuan albert."


"Tentu."


"Pertama-tama, bisa aku mengetahui keadaan putraku?"


Sang raja tampaknya masih memprioritaskan putranya lebih dari apapun.


Untuk membuat dia percaya kalau kami sedang menahan putranya, aku mengeluarkan sebuah long sword yang pernah dipakai oleh pangeran mike dan langsung menyerahkan pedang itu kepada raja marcus.


"I-ini..."


Wajah marcus dan ajudannya walter terkejut setelah melihat pedang itu. Ditambah lagi, pedang itu sudah rusak, mungkin mereka memiliki asumsi negatif setelah melihatnya.


"Benar, itu pedang milik putra anda, bukan? Tapi tidak perlu khawatir, putra anda baik-baik saja. Anda pasti sudah mengetahui keadaannya dari surat yang dia tulis."


Entah kenapa, aku seperti seorang penjahat di sini. Seharusnya mereka adalah pihak yang jahat, bukan?


"Baiklah, aku mengerti. Lalu mari kita mulai membahas--"


Sebelum raja marcus bisa menyelesaikan kalimatnya, seseorang mendobrak pintu dengan kencang.


*bang!*


"Di mana, di mana orang yang telah memenjarakan putraku!? Biar aku bunuh dia!"


"Yang mulia ratu, anda tidak sepantasnya berperilaku seperti ini di depan tamu kita."


"Hah, persetan dengan perilaku. Aku harus membunuh orang yang berani melakukan itu terhadap putraku!"


Dua orang sedang berselisih di ambang pintu. Salah satunya merupakan wanita cantik memakai gaun sambil mengangkat pedang, dan yang lainnya adalah seorang pria mengenakan jas mahal.


Dari kalimat dan pakaiannya, aku sudah bisa menebak siapa wanita itu.


Raja marcus menghampiri wanita itu untuk menenangkannya. Dan setelah lima menit berusaha menenangkannya, raja marcus memperkenalkan mereka berdua kepadaku. Sang wanita merupakan istri sekaligus ratu kerajaan ini, bernama danisa vyar herunia. Dan sang pria merupakan perdana menteri kerajaan bernama duston.


Aku cukup terkesan dengan sang ratu karena dia terlihat sangat muda muda dan cantik. Meski dia merupakan orang yang telah melahirkan mike yang umurnya hampir sama denganku, namun aku masih menganggap bahwa wanita ini masih berusia dua puluhan. Atau dia memang masih berusia dua puluhan? Jika seperti itu, sejak usia berapa dia menikah dengan raja?


Sang ratu, danisa, mengambil tempat duduk di sebelah kanan raja, dan duston duduk di sebelah kiri.


Sekali lagi, seorang pelayan sibuk menuangkan teh hitam kepada kami.


"Ini pusaka kerajaan yang dibawa oleh mike, bukan?"


Ratu danisa mengambil pedang berwarna emas dengan wajah pucat. Keterkejutan itu berlaku juga untuk duston.


Sungguh, melihat itu membuat aku merasa sangat bersalah, tapi aku tetap tenang agar negosiasi ini berjalan lancar. Ingatlah, kalau kami adalah pihak yang dirugikan.


"Pangeran kalian berada dalam pengawasan kami. Jadi bisa kita mempercepat pembahasan ini? Dengan begitu aku berjanji akan mengembalikan putra kalian setelah tuntutan kami dilaksanakan."


Sambil menikmati teh hangat, aku mengatakan itu dengan tenang.


"Ehem, benar juga, anda menuntut agar kami mengembalikan para naga, benar?"


Raja marcus bertanya. Dan ratu danisa menatap aku dengan intens. Tampaknya dia masih tidak terima dengan gaya bicaraku.


"Ya, semua harus dikembalikan."


"Untuk masalah ini, boleh saya meminta pendapat dari anda?"


"Pendapat?"


"Para naga sangat berguna bagi kami, terutama untuk mempertahankan perbatasan kerajaan ini. Oleh karena itu, kami ingin meminjam para naga dari kalian untuk mempertahankan kerajaan kami. Bagaimana menurut anda?"


Raja marcus menjelaskan. Duston sebagai perdana menteri mengangguk karena naga sangat penting bagi pertahanan nasional mereka.


Ini pasti alasan mengapa mereka tidak langsung mengembalikan para naga dan malah meminta bertemu.


"Aku sudah mengetahui sedikit tentang kondisi kalian, tapi... Mengirim penduduk kami untuk mempertahankan kerajaan asing itu sedikit salah, bukan?"


Tidak ada raja idiot yang memperlakukan penduduk mereka sebagai alat untuk mempertahankan negeri orang lain, kecuali jika demi kepentingan tertentu.


"Kami mengerti itu, tapi kondisi kami akan sangat buruk jika tidak ada naga yang membantu mempertahankan perbatasan kami."


Ck, lalu aku harus peduli dengan keadaan kalian? —Aku ingin menyuarakan pendapat seperti itu, tapi aku adalah pria dewasa. Tetap tenang dan mengatasi setiap masalah dengan kepala dingin akan menentukan keberhasilan negosiasi.

__ADS_1


"Baiklah, bagaimana jika seperti ini. Aku akan menaruh beberapa naga di perbatasan kalian tapi dengan satu syarat."


Aku memberi penawaran, dan tiba-tiba, azure menyela dari belakang.


"Tuan albert, anda..."


Seperti itu, tapi aku langsung mengangkat tangan untuk membuatnya diam.


"Bisa kami mendengar syarat itu?"


Raja memiliki muka yang sedikit bermasalah.


"Tidak ada cara lain selain kalian harus menjadi negara bawahan kami, bukan?"


Aku menyatakan itu dengan santai sambil menyesap teh hitam.


Kecuali leon, dan raja marcus yang memiliki dugaan, semua orang terkejut di tempat kejadian.


"Apa? Kami menjadi negara bawahan?"


"Tuan albert, anda tidak sedang bercanda, bukan?"


Walter dan duston tidak dapat menerima pernyataan aku. Itu wajar karena mereka merupakan kerajaan besar, mereka memiliki gengsi untuk tidak tunduk di bawah naungan negara lain.


Namun, tidak untuk raja marcus. Sepertinya, dia lebih mengerti daripada siapapun yang berada di sini. Setelah dia melihat senjata pusaka kerajaannya rusak, dia merubah wajah keterkejutannya menjadi wajah yang serius.


Selain itu, orang-orang di sini masih menganggap bahwa naga hanyalah monster. Jadi mereka tidak bisa menyamakan naga dengan penduduk biasa pada umumnya dan hanya menganggap mereka sebagai alat untuk bertarung.


Baik, baik, semua masih berjalan sesuai perkiraan. Sebenarnya aku tidak ingin menambah pekerjaan seperti membawahi kerajaan orang lain tapi jika mereka ingin meminta perlindungan, hanya ini satu-satunya cara agar kami bisa mengirim bantuan bagi mereka.


Yah, terima atau tidaknya aku tidak peduli. Bahkan jika mereka menerima menjadi negara bawahan, aku masih tidak mengetahui apa yang harus aku lakukan terhadap mereka. Aku hanya meniru kalimat itu dari beberapa novel ringan.


"Dengar baik-baik, memangnya kalian mau mengirim penduduk kalian untuk menjadi budak negara lain?"


"Tidak, kami tidak bermaksud seperti itu. Kami tetap mengurus para naga itu dan memberi mereka makan."


"Huh, tapi setelah perang terjadi, bukankah kalian akan menempatkan para naga kami ke barisan paling depan? Itu sama saja kalian ingin membunuh penduduk kami demi kepentingan kalian!"


"Ugh..."


Pria duston beradu dialog denganku dan berakhir diam karena kehabisan kata-kata. Mungkin dia ingin mengatakan kalau naga merupakan monster yang kuat tapi dia berhenti setelah melihat tatapan azure sangat tajam.


"Sigh, begini saja. Kalian membantu kami untuk mengakui tentang keberadaan kami kepada dunia dan membuat hubungan bilateral yang baik. Dengan begitu, kami bisa membantu kalian mempertahankan negara kalian jika kalian sedang berperang."


"Tuan albert, anda berniat membuat aliansi dengan kami? Lalu, nama negara kalian?"


Raja marcus bertanya seperti telah mendapat pencerahan.


"Eh, nama negara, ya."


Aku melihat ke arah azure.


Aku memang sudah memikirkan ini, tapi aku belum mengadakan pertemuan untuk membahas nama atau apapun yang bersangkutan dengan sistem pemerintahan negara. Tidak, aku bahkan tidak tahu apakah kami bisa menjadi negara yang benar karena jumlah penduduk kami sangat sedikit.


"Komunitas kami tidak memiliki nama, tapi pemimpin para naga masih hidup, dia bernama luminous garetta."


Azure menjawab dengan tenang.


"Apa! Naga legenda itu masih hidup?"


"Tidak, aku bahkan tidak pernah mengira bahwa naga itu benar-benar ada."


"Sangat mengejutkan."


Dan berakhir heboh.


Aku ingin bertanya siapa luminous garetta itu karena reaksi mereka sangat berlebihan, tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkan itu.


"Kami belum menentukan nama resmi untuk komunitas kami. Setelah kami kembali dan memutuskan nama yang bagus, maka kami akan memberikan kabar. Lagi pula, kita di sini hanya ingin membicarakan tentang tuntutan kami dan pembebasan putra kalian, bukan?"


Memutuskan nama untuk sebuah negara masih cukup berat untukku. Akan lebih bagus jika kami merundingkan hal itu dengan baik.


"Setelah kamu mengatakannya. Kamu sungguh ingin melepaskan mike, kan?"


Ibunya mike, ratu danisa, tampak terlihat mengkhawatirkan putranya.


Sayangnya, aku lupa — atau lebih tepatnya tidak memikirkan untuk mengambil gambar pangeran mike agar orang tuanya dapat merasa tenang, dan memberitahu kalau putra mereka baik-baik saja.


"Tenang saja. Karena kalian tidak membunuh para naga, kami tidak akan berbuat kasar terhadap mereka. Kami memang menahan mereka di dalam penjara, tetapi kami tetap memberikan mereka makan. Bagaimanapun, pihak kalian yang lebih dulu berbuat kesalahan."


Aku sudah muak merasa bersalah, jadi aku mengatakan itu supaya memperjelas siapa yang bersalah di sini.


Setelah itu, semua berjalan sesuai usulan yang telah aku berikan, yaitu beraliansi. Kami juga mengatakan kalau seluruh wilayah yang disebut sebagai "tanah naga" adalah wilayah kedaulatan kami.


Untuk saat ini, kami hanya membahas tentang rencana hubungan kami di masa depan. Karena negara kami belum terbentuk sepenuhnya, kami belum bisa melakukan perjanjian antar negara di atas kertas.

__ADS_1


Setidaknya, kami sudah memiliki satu sekutu. Aku tidak peduli dengan kekuatan militer mereka, yang aku pedulikan hanya jalur perdagangan.


Kami tidak bisa berjualan jika tidak ada pembeli, bukan? Meski itu masih menjadi cerita di masa mendatang, namun kami sudah bisa membangun pelabuhan untuk persiapan itu semua.


"Ngomong-ngomong, ada satu hal lagi yang ingin aku bahas."


"Oh, apa itu?"


"Perbudakan demi-human. Apa kalian mengizinkan pasar untuk menjual budak seperti itu?"


"Hmm, memang tidak ada larangan untuk memperbudak demi-human, tapi pasar di ibu kota ini melarang adanya transaksi seperti itu. Jadi, yang anda lihat, mungkin hanya sekedar pedagang yang sedang ingin memindahkan mereka."


"Maksudnya, mereka ingin dikirim ke daerah lain?"


"Benar."


Mereka sangat tenang sekali dengan pembicaraan ini.


Di dunia asalku, mungkin masih ada yang seperti itu, tapi tidak dipublikasikan. Jadi aku masih merasa tidak nyaman dengan pembicaraan ini.


"Boleh aku meminta satu hal lagi...?"


.


.


.


.


.


Setelah kami selesai berbicara dengan keluarga kerajaan, aku memutuskan untuk pergi ke pasar dan menemui pedagang demi-human binatang yang kami lihat sebelumnya.


Isi permintaanku sebelumnya adalah aku meminta raja marcus untuk melarang adanya perbudakan demi-human.


Awalnya, dia agak ragu untuk melakukan itu, tapi pria bernama duston mengatakan kalau aksi mereka terlalu berlebihan dan mungkin akan menyebabkan sesuatu yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, raja memutuskan untuk menerima permintaan aku dan akan melarang adanya perbudakan demi-human di kerajaan mereka.


Sejak awal, raja marcus memang tidak ingin memperluas wilayah ke selatan karena para demi-human binatang di wilayah selatan mempunyai taring yang sedang bersembunyi. Alasan kenapa mereka sampai bisa menginvasi komunitas demi-humam binatang dikarenakan ketamakan para bangsawan yang tidak bisa dia tahan dan kekuatan naga yang baru saja mereka peroleh.


Sekarang, tanah naga sudah menawarkan aliansi, dan akan menggunakan alasan ini untuk menahan para bangsawan tamak untuk menghentikan aksi mereka.


Bagaimana cara raja marcus melakukannya, aku tidak tahu. Itu merupakan urusan politik mereka dan aku tidak memiliki hak untuk ikut campur.


Raja mengatakan akan menarik seluruh naga yang mereka kirim ke berbagai wilayah dalam waktu satu minggu, dan kami memutuskan akan menunggu di sini sampai kami mendapatkan seluruh naga yang ada.


Sesampainya di tempat tujuan, kami melihat lebih banyak budak demi-human daripada sebelumnya.


Setelah diturunkan dari kereta, mereka semua dimasukkan ke dalam ruangan dengan sekat dan pagar besi.


"kalian ingin membawa mereka semua ke mana?"


Aku bertanya kepada salah satu pegawai yang sedang menurunkan muatan massa.


"Setelah ini mereka akan dikirim ke kekaisaran dortos."


Menurut informasi yang telah kami dapatkan, kekaisaran dortos merupakan salah satu kekaisaran besar yang berada di sebelah utara kerajaan ini. Tempat mereka luas dan memanjang ke samping.


Meski kerajaan ini dan kekaisaran itu tidak akur, ternyata mereka masih memperbolehkan keluar-masuknya para pedagang, ya.


Tapi, ini bagus untukku, karena mereka semua belum dikirim kemana pun.


"Hei, boleh aku bertemu dengan bosmu?"


Aku bertanya lagi. Aku merasa tidak enak karena mengganggu pekerjaannya.


"Ya, anda tinggal-- eh, anda membawa beastman ke sini, apa ingin menjualnya? Maaf saja, kami dilarang membeli budak di kota ini."


Pegawai itu akhirnya memperhatikan kami dan melihat leon yang sedang berada di sampingku. Dan juga, sepertinya dia sangat menaati peraturan kota.


"Tidak, justru sebaliknya, aku ingin membeli budak."


"Tapi, kota ini melarang adanya transaksi jual beli budak, kau tahu?"


"Aku tahu, itu sebabnya aku ingin berbicara dengan bos kalian."


"Hmm, begitu, ya. Baiklah, aku akan mengantar anda ke tempat bos kami, silahkan ikuti aku."


Sang pegawai menyerahkan pekerjaannya kepada pegawai lain dan mulai mengantar kami masuk ke dalam bangunan mereka.


Sambil berjalan, aku melihat banyak beastman dengan pakaian kotor yang terbuat dari rami. Aku sedikit bersimpati di sini dan ingin segera melepaskan mereka, tapi setelah melepaskan mereka, apa yang harus aku lakukan masih menjadi pertanyaan.


Sebelumnya, aku melihat jumlah mereka tidak terlalu banyak, mungkin sekitar 6-7 beastman, dan sekarang jumlah mereka meningkat pesat hingga mencapai ratusan beastman.


Mungkin rombongan pertama tiba di sini bertepatan dengan kedatangan aku sebelumnya. Namun, karena aku sudah terlanjur datang ke sini karena ingin terlihat baik di depan leon, aku jadi tidak bisa mengurungkan niatku dalam membantu mereka.

__ADS_1


__ADS_2