
Setelah Kaguya dan Titania meninggalkan Dungeon, mereka tidak kembali ke kamar mereka masing-masing.
Demi memastikan tuan mereka baik-baik saja, mereka tetap menyaksikan ekspedisi Dungeon sampai akhir.
Sama halnya dengan Atla, Eren, dan Alice — mereka juga ikut menyaksikan pertarungan.
Sekarang mereka masih berada di ruang harta, bersama dengan para Familiar.
Layar monitor telah diproyeksikan di sana. Terdapat bola kristal, melayang pada bagian belakang layar monitor.
Bola itu dapat menghasilkan suara yang berasal dari transmisi jaringan Hydra. Pada awalnya, kristal itu tidak memiliki banyak kegunaan. Itu ditemukan di dalam inventaris Albert.
Kemudian Hydra memodifikasinya, memembuat item biasa menjadi barang yang berguna. Namun hanya terbatas untuk menghasilkan suara, tidak dapat menghasilkan gambar.
Kaguya dan Titania menyaksikan pertarungan dengan keseriusan, begitu juga dengan Atla, Eren, dan Alice.
Mereka terlihat sangat antusias dan terkadang memberikan semangat tanpa mereka sadari.
Titania menyaksikan itu dengan wajah serius. Dia sudah mengetahui kekuatan majikannya dan sudah memiliki perhitungan tentang perkembangan pertarungan.
Lawannya adalah seekor naga kuning raksasa. Meski sudah hidup selama ribuan tahun dan sudah melewati banyak generasi, Titania masih belum mengetahui tentang keberadaan naga kuning tersebut.
Kekuatan naga itu terlalu mengerikan.
Itu apa yang dipikirkan oleh Titania setelah melihat Leviathan mengeluarkan ribuan cambuk petir.
Namun, itu sudah diperkirakan olehnya dan dia tidak terlalu terkejut.
Titania memang tidak memiliki pengetahuan tentang Leviathan, namun dia mengetahui beberapa informasi tentang Dungeon.
Jadi dia sudah memperkirakan kekuatan monster di lapisan terakhir. Tapi, hal yang membuat dia terkejut adalah keterampilan seluruh anggota party Albert.
Sebelum terjadinya pertarungan, semua sudah mendapatkan instruksi dari Albert. Dan setelah pertarungan benar-benar terjadi, mereka tidak terlalu banyak bicara dan menyerang musuh dengan sangat efisien.
Ditambah lagi, mereka tidak pernah melakukan gerakan yang percuma, semua dilakukan dengan baik dan sangat terkoordinasi. Mereka sudah seperti party berpengalaman.
Hal ini juga diperhatikan dengan baik oleh Kaguya. Walaupun dia tidak pernah memiliki pengalaman dalam hal pertarungan kelompok, dia tetap bisa melihat seluruh tim Albert sangat terampil dalam mengaplikasikan kemampuan mereka masing-masing. Baik itu untuk mendukung teman maupun menyerang lawan.
"Mereka benar-benar party Pahlawan."
Kaguya kagum dengan mereka, sambil melihat ke layar monitor dengan mata berbinar.
Titania tidak bisa menyangkal hal itu dan hanya bisa mengangguk setelah melihat party mereka menginjak-injak Leviathan.
Lawan adalah monster raksasa dengan energi yang sangat gila, tapi mereka bisa memojokkan lawan sampai seperti itu.
Belum lagi, mereka tidak mengeluarkan kekuatan sejati mereka. Mereka tidak benar-benar serius selama pertarungan itu.
Kemudian sampai ke tahap kemarahan Leviathan. Monster itu mengeluarkan serangan mengerikan hingga tim Albert menyingkir dari lokasi.
Setelah selesai, monster itu kembali pulih seperti sedia kala. Seperti yang diharapkan, masing-masing pihak ternyata masih belum serius dalam menanggapi pertarungan.
Kemudian terjadi hal yang sangat mengejutkan.
Albert maju ke depan wajah musuh tanpa perlengkapan pertarungan. Mungkin ingin mengakhiri pertarungan dengan cara perundingan.
Namun, hal itu tidak diterima dengan baik oleh pihak lawan dan berakhir mendapatkan serangan.
"Ahh!!?" ×3
Atla, Eren, dan Alice berteriak secara bersamaan karena mereka menyaksikan adegan itu dengan jelas.
Bersamaan dengan terserangnya Albert, layanan monitor mati dan bola kristal terjatuh ke tanah seperti telah kehilangan tenaganya.
.
.
.
.
.
Mengetahui Albert diselubungi oleh selaput tipis, Merlin dan Freya bereaksi dengan sangat cepat.
Mereka berdua memasuki mode Valkyrie dengan cepat dan menghampiri Albert dengan sangat terburu-buru.
Namun itu masih belum sempat. Serangan lawan diaktifkan lebih cepat setara kecepatan cahaya, dan menyerang Albert dalam waktu seper sekian detik.
Kekhawatiran Freya dan Merlin semakin meningkat drastis. Mereka tidak menghentikan pergerakan dan terus maju, mencoba untuk menyelamatkan Albert.
Apa Albert membutuhkan bantuan?
Pertanyaan seperti ini tidak pernah muncul di kelapa mereka. Yang perlu mereka lakukan hanya mendekatinya untuk memastikan keselamatannya, hanya itu.
Bahkan jika Albert mempunya pertahanan paling absolut di tubuhnya, rasa untuk mengkhawatirkan Albert masih tetap muncul di hati mereka berdua. Mereka tidak akan bisa tenang jika mereka tidak melihat Albert dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah serangan itu menghilang, yang terlihat hanya pria dengan armor full plate berwarna silver berjubah biru, penampilan yang sangat elegan.
Merlin dan Freya tidak pernah mengetahui tentang keberadaan armor tersebut, tapi itu adalah posisi di mana Albert berdiri sebelumnya, jadi mereka yakin bahwa itu adalah Albert.
__ADS_1
Kemudian Albert menyadari kedatangan mereka dan mulai memutar tubuhnya.
Tanpa perlu bertanya lebih jauh, Merlin membuang halberd-nya, mengulurkan kedua tangannya dan langsung memeluk Albert.
*Ting*
Armor mereka berdua berbenturan.
Merlin tidak peduli dengan itu dan tetap memeluk kekasihnya dengan sangat erat sampai suara dari decitan antara gesekan armor mereka terdengar.
Kemudian Merlin melepaskan semua kekhawatirannya dengan menangis.
Seperti biasa, Albert hanya bisa terdiam ketika Merlin menangis. Dia memiliki pemikiran untuk melakukan beberapa hal agar Merlin dapat tenang kembali — seperti yang pernah dia lakukan ketika datang ke kastil Titania — tetapi dia merasa itu tidak akan efektif lagi.
Berbeda dengan Merlin, pemikiran Freya masih cukup tenang. Setelah melihat suaminya baik-baik saja, kekhawatirannya langsung menghilang.
Namun ketenangan itu hanya sampai di sana. Melihat Merlin menangis membuat Freya sangat marah.
Bagi Freya, Merlin merupakan sosok makhluk yang sangat baik. Setiap Freya mendapatkan kesulitan, Merlin selalu membantunya dengan senyuman yang sangat ramah. Karena itu Freya sangat menyukainya.
Itu sebabnya, untuk membuat orang yang Freya sukai menangis, merupakan tindakan yang tidak termaafkan.
Melihat Albert baik-baik saja membuat Freya merasa lega, namun langsung diganti dengan wajah kemarahan karena telah melihat orang yang disukainya menangis.
Freya mengubah arah pandangannya ke arah Leviathan.
Di sana, Leviathan dalam keadaan terkejut. Mengatakan hal-hal seperti "Apa! Seranganku tidak bekerja?", dan "Tidak, tubuh itu, itu bukankah tubuh miliknya!?" atau sejenisnya.
Leviathan sepertinya memiliki banyak pemikiran di kepalanya, tapi Freya tidak peduli.
Freya langsung menghampiri Leviathan tanpa mengatakan satu kata pun kepada yang lain.
"Hei, tunggu, Freya!"
Albert melihat Freya pergi ke arah Leviathan sendirian, namun tetap diabaikan olehnya.
Mengurus dua istri terbukti memang sangat sulit!
Itu apa yang dipikirkan oleh Albert.
Hal seperti ini juga menjadi faktor kenapa dia tidak memilki niat untuk berkencan dengan banyak wanita. Padahal jika dia menginginkannya, dia bisa melakukannya.
Bagaimanapun juga, dia merupakan pemilik kastil, dia adalah seorang Raja. Dengan alasan seperti "Raja memiliki kewajiban untuk membuat keturunan" dan sejenisnya, mungkin gagasan itu dapat diterima oleh Freya dan Merlin .
Namun kembali lagi ke kenyataan. Dua istri memiliki prinsip hidup mereka masing-masing dan selalu bergerak untuk melakukan apa yang mereka anggap benar.
Ketika datang ke keadaan seperti ini, mereka tidak akan pernah memasang kuping untuk mendengarkan pendapat orang lain dan akan bertindak sesuai apa yang mereka inginkan.
Albert memang tidak terlalu mempermasalahkan itu, tapi setidaknya, mereka harus memahami situasi di sekitar mereka. Jika keadaan sudah tidak bisa diatasi oleh Albert, mereka akan mendapatkan kerugian karena selalu mengedepankan keegoisan mereka.
Seperti keadaan saat ini, lawannya adalah salah satu makhluk Dewata. Dia tidak mudah untuk dihadapi.
Tapi meski begitu, Albert masih percaya dengan kekuatan Freya, dia juga tidak akan kalah begitu saja.
Namun tidak bagus jika diteruskan. Keduanya merupakan "hal" berharga, sebisa mungkin Albert ingin meminimalisir kerugian yang didapat.
Freya dengan kekuatan penuhnya bergerak dengan cepat ke arah Leviathan, berniat untuk menghantam wajahnya dengan perisai.
Kemudian semacam penghalang sihir tercipta di depan Leviathan. Freya menyadari hal itu tapi tidak menghentikan pergerakannya sedikit pun.
Kemudian dia menghantam penghalang Leviathan dengan perisai-nya dan benturan energi terjadi.
*BOOM*
Gelombang kejut menyapu seluruh lokasi.
Freya tidak berhenti hanya dengan serangan itu. Seolah dirinya telah dirasuki oleh iblis, Freya menebas penghalang itu dengan pedangnya beberapa kali.
Seperti yang diharapkan dari sihir penghalang skin berbayar, benda itu tidak mudah hancur.
"Hah, apa yang ingin kamu lakukan, gadis kecil? Percuma saja, kau tidak akan bisa menembusnya!"
Leviathan menasihati Freya.
Tentu saja, Freya tidak mengindahkan nasihat tersebut dan tetap memukul penghalangnya dengan pedang.
Menyadari pertarungan antara Freya dan Leviathan, Merlin tersadar kembali.
Dia menghapus air matanya dan bergegas menuju ke arah Freya untuk mendukung.
Albert hanya mengatakan "Tunggu, kamu ingin kemana?!" seperti itu tanpa mencoba menghalanginya dengan tindakan.
Alasannya karena Albert telah melihat mata merah darah Merlin telah memancarkan kemarahan yang sangat mengerikan.
Setelah melihat itu, tentu saja dia hanya bisa pasrah dan bergumam "Baiklah, aku tidak ikut campur." seperti itu dan mendoakan keselamatan Leviathan.
Jika hanya Freya yang bertarung dengan Leviathan, Albert akan khawatir. Tapi sekarang ada Merlin yang ikut membantu, jadi dia memiliki keyakinan tinggi dengan kemenangan mereka berdua.
Meski Leviathan adalah makhluk Dewata dan memiliki serangan yang sangat destruktif, dia masih tidak seterampil Merlin atau Freya.
Ditambah lagi, Merlin dan Freya sudah memasuki mode Valkyrie. Bisa dikatakan status mereka sudah sejajar.
__ADS_1
Dan karena pihak kami memiliki dua Valkyrie, musuh tidak memiliki kesempatan untuk menang.
Merlin berdiri di atas udara, mengangkat kedua tangannya ke atas dan menciptakan bola sihir besar berwarna hitam, itu penuh dengan aura kebencian yang sangat negatif.
«Freya!»
Merlin memberikan pesan melalui Jaringan Hydra.
Freya menyadari itu dan langsung menjauh dari Leviathan.
"Ohh, apakah kau hanya ingin menyerang dengan itu?"
Leviathan sangat bangga akan sesuatu.
Freya tidak hanya sekedar mundur, diam-diam dia merapal sihir khususnya dan ketika Merlin melancarkan serangan bola hitam negatifnya ke arah Leviathan, Freya mulai mengaktifkan kemampuannya, [MAGIC CANCEL]
*WUNG*
Gelombang aura berwarna putih terpancar dari tubuh Freya dan memancar ke seluruh ruangan ini.
Gelombang putih juga memancar ke tubuh Leviathan, kemudian penghalang Leviathan hancur secara tiba-tiba dengan suara pecahan kaca.
"Apa!?"
Leviathan terkejut, namun tidak memiliki waktu untuk berfikir — kenapa penghalangnya bisa hancur — karena bola penuh dengan energi negatif sedang menuju ke arahnya.
Leviathan langsung mengambil sikap defensif dengan tubuhnya dan bertahan dari serangan Merlin.
Setelah mereka bersentuhan, serangan Merlin meledak dan menyebabkan kerusakan sekitar 15 persen pada tubuh Leviathan. Itu lebih banyak daripada serangan gabungan Luminous dan para Einherjar.
Tidak hanya sampai di sana, serangan itu berdiam di tubuh Leviathan dan mencegah terjadinya regenerasi.
"Kuaaahh!!"
Leviathan berteriak kesakitan dan berguling di lantai.
Tidak cukup hanya dengan serangan itu, Freya dan Merlin menghampiri Leviathan dan langsung menghajarnya dengan senjata mereka masing-masing.
Merlin baru saja melempar senjatanya ketika ingin memeluk Albert, tapi secara tiba-tiba bisa muncul kembali dengan cepat menjadi sebuah pertanyaan di kepala Albert.
Tapi Albert tidak mau ambil pusing. Dia hanya berfikir bahwa itu merupakan senjata "Mistis" yang memiliki kesadaran. Jadi jika tuan mereka memanggil, mereka bisa datang dan pergi sesuai keinginan pemiliknya.
Serangan pertama dilakukan oleh Freya, dia memukul wajah Leviathan dengan perisainya hingga membentur lantai.
Leviathan tidak terima dan langsung mengarahkan serangan dengan ekornya meski dalam keadaan tubuh yang sulit.
Namun, serangannya percuma karena Freya juga memiliki pertahanan yang tidak bisa dianggap remeh.
Serangan dari ekor Leviathan ditahan oleh Freya, dan menciptakan percikan api dari hasil pergesekan energi mereka.
Setelah menyerang Freya, leviathan tidak dibiarkan bernafas karena Merlin datang dan langsung menghajarnya dengan halberd.
Mungkin akan lebih tepat jika disebut memotong tapi tubuh Leviathan sangat keras dan tidak mudah untuk mengirisnya hanya dengan sekali serang.
Halberd Merlin menyentuh tubuh Leviathan dan mendorong Leviathan hingga ke lantai.
Itu bentrok, menciptakan gelombang kejut dan membuat seluruh bangunan bergetar.
Pertarungan itu terus berlanjut. Merlin dan Freya tidak pernah membiarkan Leviathan berdiri, mereka berulang kali berusaha memojokkan monster itu ke lantai hingga seluruh tubuh Leviathan mengalami luka serius.
Melihat lamanya pertarungan, Albert menjadi sadar bahwa Freya dan Merlin tidak benar-benar ingin membunuh Leviathan.
Karena sejak awal mereka berdua hanya ingin memberi pelajaran terhadap Leviathan karena sudah berani menyerang suami tercinta mereka.
Jika mereka ingin membunuh Leviathan, mungkin mereka bisa melakukannya dengan memusatkan sejumlah serangan ke satu titik dan membelah Leviathan itu menjadi dua bagian.
Albert berfikir betapa mengerikannya kedua istrinya. Pemikiran seperti itu juga muncul di sembilan kepala Hydra serta para hadirin yang sedang menonton.
William, Ignis, dan Leon sudah mengerti ini. Mereka bertiga sama dengan Albert, tidak ingin ikut campur ketika Merlin atau Freya sedang marah.
Sedangkan untuk para Einherjar, mereka harus mengevaluasi ulang tentang sikap mereka di depan Merlin dan Freya agar mereka tidak mendapatkan pelajaran seperti itu.
Adapun Luminous, terakhir kali dia telah mendapatkan teguran dari Merlin, dia sudah bersikap kurang baik. Dan sekarang sedang berusaha untuk menyimpan kejadian ini baik-baik di kelapanya agar dia tidak membuat kesalahan di masa mendatang.
Karena jika dia membuat kesalahan, sudah pasti nasibnya akan berakhir seperti makhluk itu.
Penyiksaan masih terus berlanjut.
Ketika Leviathan sudah muak dengan serangan mereka, dia ingin membentuk penghalang tetapi tidak bisa. Serangan skala besar miliknya juga tidak bisa aktif karena suatu alasan.
Dia mulai bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa mengeluarkan sihir sama sekali.
Sebenarnya itu tidak lain adalah perbuatan Freya, atau lebih tepatnya itu karena skill kepunyaan Freya.
Seluruh area di lokasi tersebut sudah berada dalam dominasi Freya. Dia menggunakan kemampuannya untuk menghilangkan aktivasi sihir di area tersebut. Itu sebabnya Merlin dan Freya hanya menyerang dengan serangan physical.
Normalnya, kemampuan Freya itu hanya bisa digunakan dalam jarak tertentu dari tubuhnya. Dalam jarak itu, dia bisa menghilangkan aktivitas sihir dan membuat penyihir dalam area jangkauan itu menjadi tidak berguna.
Namun sekarang dia dalam mode Valkyrie, di mana kekuatannya sudah ditingkatkan ke level yang tidak masuk akal.
Itu semua berkat upaya Albert dan Merlin dalam memberikan dia kekuatan dan edukasi.
__ADS_1
Albert memberikan kekuatan mentah dan Merlin mengajarkan kemampuan Valkyrie setelah Freya mendapatkannya, hasil dari evolusi sebelumnya.
Semua tidak akan berjalan lancar jika tidak ada Hydra, jadi masing-masing orang memiliki peran mereka tersendiri untuk membangkitkan kekuatan sejati Freya.