
Aku melihat pertarungan antara ketiga perempuan (?) itu begitu intens, namun tidak diragukan lagi bahwa pihak kami memiliki keunggulan karena selalu memojokkan pihak lawan.
Ditambah dengan adanya kemampuan Freya, pihak lawan tidak bisa melakukan serangan balasan yang efektif terhadap mereka berdua.
Sekarang makhluk itu benar-benar hanya sekedar massa energi padat tanpa keahlian apapun.
«Master.»
Hydra menghubungi.
«Ada apa?»
«Anak-anak Anda sedang mengamuk di balik gerbang.»
«Hah, apa maksudnya mengamuk?»
«Tampaknya mereka telah melihat Anda terkena serangan dan menganggap bahwa Anda mengalami kecelakaan. Oleh karena itu mereka memaksa ingin datang ke sini.»
«Maksudmu, mereka khawatir denganku? Bisakah kamu menyampaikan pesan kalau aku baik-baik saja?»
«Sudah saya lakukan. Ketika kita terkena serangan Levi, koneksi kita terputus sementara. Kemudian saya memperbaikinya, dan telah menampilkan bahwa Anda baik-baik saja, namun anak-anak Anda lebih ingin bertemu dengan Anda.»
Mereka terlalu khawatir sampai tidak tahan untuk bertemu denganku, ya.
Ya ampun, ini sungguh membuatku tersentuh.
Namun aku tidak bisa memperbolehkan mereka datang ke sini karena tempat ini sangat berbahaya.
Untuk mengatasinya, aku menghubungi Titania melalui jaringan Hydra. Mengirimkan pesan suara, dan menyuruh anak-anak itu untuk menunggu beberapa menit lagi.
Ketika mereka sudah sedikit tenang dan mengerti, aku mulai beranjak menghampiri Freya dan Merlin.
Mereka berdua sedang asik dalam menghancurkan harga diri Leviathan.
Aku ingin menghentikan mereka, tapi siapa orang pertama yang harus aku hentikan lebih dulu? Mereka berdua selalu menyerang Leviathan secara bergantian. Jika aku salah langkah, mungkin target kemarahan mereka akan diarahkan kepadaku, seperti apa yang dilakukan oleh Merlin di kastil Titania.
Itu adalah pengalaman pahit dan aku tidak ingin mengalami kejadian seperti itu lagi.
Ditambah lagi, sekarang mereka sedang membawa senjata. Ceroboh sedikit, senjata itu mungkin saja akan diarahkan ke kepalaku.
Itu sangat berbahaya, aku tidak ingin mati di tangan istri sendiri. Mereka akan mendapatkan pasal tentang KDRT jika melakukan itu.
Andai saja aku memiliki banyak tubuh.
Aku berharap, kemudian suara skill telah diaktifkan muncul di kepalaku secara tiba-tiba. Hasilnya, aku menciptakan dua clone yang sangat identik denganku.
Hm?
Kami menatap wajah kami masing-masing dengan bingung.
«Apakah ini kemampuan Niks?»
«Benar, saya sudah menganalisa kemampuannya dan menyalin datanya.»
«Oh, sangat membantu. Terima kasih, Hydra.»
«Bukan apa-apa.»
Benar-benar mengagumkan.
Aku memberikan anggukan kepada aku yang lain. Kemudian mereka tampaknya telah menyadari maksudku dan ikut mengangguk.
Oh, fantastis!!
Dengan kesadaran mereka masing-masing, kedua diriku (clone) menghampiri Merlin dan Freya. Sedangkan aku (asli) sendiri, pergi ke Leviathan untuk menenangkannya.
Meski terpisah dan memiliki kesadarannya sendiri, kami masih bisa berbagi informasi.
Kurasa, ini bukan kemampuan clone biasa karena aura kami terlihat sama, namun jumlah energi berbeda sedikit.
«Hmm, apakah clone itu juga bisa menggunakan kemampuanmu?»
«Tentu saja, keduanya diduplikat dengan identik, bahkan untuk jiwa. Tapi daripada disebut duplikat, keberadaan clone itu sudah seperti diri Anda sendiri. Lebih tepatnya mereka bukan clone, mereka adalah Anda. Jika Anda mati di tubuh ini, informasi di tubuh ini akan dikirim ke tubuh yang masih hidup. Dengan kata lain, Anda masih bisa bertahan hidup selama keberadaan tubuh Anda masih ada di dunia ini.»
«Serius?»
«Serius.»
Tunggu, bukankah ini kemampuan cheat!?
Selain itu, ternyata kamu memiliki kemampuan yang sangat mengerikan, Niks!
«Tunggu, Niks memiliki kemampuan untuk menyelinap di kegelapan malam dan masuk ke dalam bayangan. Apakah kamu sudah menyalin kemampuan itu?»
«Anda ingin menggunakannya untuk apa? Kemampuan itu tidak terlalu berguna untuk Anda. Tapi untuk menjawab pertanyaan Anda, saya sudah menyalin seluruh kemampuan anggota Anda, tanpa terkecuali.»
«Y-Yah, kupikir, aku juga ingin menjadi seorang ninja misterius di dalam kegelapan malam. Bukankah itu romansa anak muda?»
«Tidak berguna.»
Ugh, dia sangat dingin seperti biasa.
Yah, mari kita kesampingkan itu.
Pertama mari kita lihat diriku yang sedang menghampiri Merlin. Aku yakin, diriku yang satu ini memiliki keberanian tingkat tinggi. Mengingat kejadian di kastil Titania, diriku yang menghadapi Merlin sekarang pasti sudah membuat tekad agar siap untuk sekenario terburuk.
.
.
.
.
.
(POV - clone satu)
Dengan keyakinan tinggi, aku menghampiri Merlin.
Sebenarnya aku heran kenapa aku bisa membelah diri seperti ini. Kemudian diriku yang asli telah berdiskusi dengan Hydra dan membagikan informasi itu melalui jaringannya.
Nah, kemampuan ini benar-benar hebat. Tampaknya aku entah bagaimana bisa terus hidup selama aku memiliki duplikat.
Yah, aku bisa membahas hal ini nanti, sekarang aku harus mengurus Merlin terlebih dulu.
Merlin dan Freya selalu menyerang Leviathan secara bergantian, dan ketika sudah giliran Merlin untuk mundur, aku mengambil kesempatan itu untuk mendekatinya.
"Merlin, sudah cukup."
__ADS_1
Aku meraih salah satu tangannya.
Kedua tangannya sedang memegang halberd, aku memegang tangan kanannya agar dia berhenti untuk menyerang.
"Mengganggu!!"
Seperti yang diharapkan dari Merlin, dia langsung mencoba melepaskan diri dari genggamku.
Wajahnya tidak mau menatapku dan masih mengedepankan keegoisannya, atau lebih tepatnya tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya.
Di sini, jika aku tidak tegas, dia tidak akan mau mendengarkan aku dan aku akan berakhir dipukul seperti di masa lalu.
Itu sebabnya, aku akan mengambil langkah tegas untuk kali ini.
"Sudah hentikan! Apa kau tidak mendengar!?"
Untuk pertama kalinya, aku membentak Merlin.
Merlin cukup terkejut dan mulai mengarahkan wajahnya ke arahku. Dia terlihat sangat panik akan sesuatu.
Mengesampingkan wajahnya, aku mengambil halberd di tangan Merlin dengan paksa, menyingkirkan senjata itu dan menggunakan telekinesis agar tidak terjatuh. Jadi posisi benda itu sedang melayang.
Langkah terakhir adalah memeluknya, tentu saja. Semarah apapun diriku, aku tetap tidak bisa benar-benar marah di depan Merlin.
"Ma-Maaf..."
Sebelum Merlin bisa menyelesaikan kalimatnya, aku menekan bibir lembutnya dengan jari telunjuk. Menyuruhnya untuk diam.
"Sudah tidak apa. Aku mencintaimu dan aku mengenalmu, jadi kamu tidak perlu untuk meminta maaf, aku sudah memaklumi itu. Sekarang, tenangkan dirimu dan berhenti untuk menyerang. Kamu mengerti?"
Sebagai balasan, Merlin hanya mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di dadaku. Tentu saja dia juga memelukku dengan erat.
Jadi, semua bisa selesai jika kita mengambil langkah tegas?
.
.
.
.
.
(POV - clone dua)
Kurang lebih, aku mengerti situasinya dan entah bagaimana bisa membuat tiruan tubuh.
Ditambah lagi, aku memiliki tugas untuk mengurus istriku yang sedang mengamuk.
Di sini, aku mengambil inisiatif dan langsung mendekati Freya.
Berdasarkan pengalaman, aku ragu untuk menghentikan amarah Merlin. Jadi aku akan menyerahkan penanganan Merlin kepada diriku yang lain.
Karena aku yakin, Freya masih memiliki rasionalitas untuk berbicara baik-baik bahkan ketika sedang marah.
Kemudian aku mendekati Freya dan menunggu sampai dia menyelesaikan serangannya terhadap Leviathan.
Setelah dia puas memukul Leviathan, Freya kemudian mundur. Di sanalah aku langsung mendekatinya dan langsung mencoba meraih tangannya.
Namun semua tidak seperti apa yang diperkirakan. Ketika aku ingin meraih tangannya, Freya langsung menyadari keberadaanku dan menarik tangannya untuk menghindari tanganku.
Pergerakan itu sangat cepat, tapi skill untuk mempercepat pemikiran dan pergerakan ku langsung aktif dan entah bagaimana aku bisa mengeluarkan perisai dari dalam inventaris.
*BANG*
Pedang Freya memukul perisaiku dan menjatuhkanku ke bawah lantai dari ketinggian.
*BOOM*
Tubuhku membentur lantai dan rasa sakit yang sangat gila bisa aku rasakan.
Tanpa melihat aku jatuh, Freya melanjutkan serangannya terhadap Leviathan.
"Ughh, k-kenapa jadi seperti ini?"
Aku mengeluh terhadap diri sendiri.
Kemudian aku bisa melihat tubuh clone-ku yang lain bisa menenangkan Merlin dengan baik dan bahkan mereka sedang berpelukan sekarang.
Sial, kenapa aku mendapatkan hal seperti ini? Ini tidak seperti apa yang aku inginkan!
Selain itu, kenapa Freya sama gilanya dengan Merlin? Tidak, dia bahkan lebih gila daripada Merlin!
Aku memang tahu perubahan ke bentuk Valkyrie mungkin membuatnya menjadi tidak bisa berfikir tenang, tetapi sampai memukul suami sendiri dengan tatapan kebencian bisa membuat aku salah paham, sigh.
Tubuhku asliku melihat Freya dengan terkejut, pemikiran kami mungkin sama. Itu tidak bisa disangkal karena kami memang sama.
Ini tidak bisa dibiarkan, harga diriku sebagai suami akan jatuh jika aku tidak bisa menghentikan Freya.
Jadi dengan pemikiran itu, aku mulai beranjak ke atas untuk mendekati Freya.
Beruntung tubuh ini juga termasuk tubuh asli, jadi aku bisa melakukan regenerasi dengan cepat. (Skill pasif Hydra)
Ketika aku sampai di dekat Freya, aku tidak membuang waktu dan langsung mencoba meraih tangannya sekali lagi.
Itu dilakukan dengan sangat cepat. Meski begitu, Freya masih bisa menghindarinya dan ingin menyerang lagi.
Sungguh, dia memiliki refleks yang sangat bagus.
Nah, daripada mengeluarkan perisai dan terjatuh lagi ke lantai, lebih baik aku menangkap pedang itu dengan tangan kosong.
Aku memiliki pertimbangan untuk menggunakan Armored Gauntlet agar tanganku tidak terluka, tapi itu hanya akan menyebabkan senjata kami berbenturan dan memberikan dampak terhadap Freya juga.
Jadi aku menyingkirkan gagasan itu dan hanya menggunakan tangan kosong untuk menangkapnya.
Lagi pula, tanganku memiliki pertahanan dari Hydra. Itu hanya akan menyebabkan gesekan antara daging luar dan menimbulkan sedikit darah.
Yah, itu memang sangat perih, sebisa mungkin aku menahannya dan menghentikan aksi Freya dalam upaya mengayunkan pedangnya.
Secara paksa, pedang di tangan kanan Freya terhenti dengan tangan kiriku. Tapi Freya justru berupaya untuk memukulku dengan perisainya.
Jika aku terkena benturan dari perisai itu, bukankah efeknya akan lebih parah daripada dorongan pedang!?
"Freya, berhenti!! Ini aku, Albert!"
Dengan panik, aku berteriak.
Sekarang seluruh keningku sedang bercucuran keringat. Benar-benar sangat berbahaya jika aku terkena perisainya.
__ADS_1
Freya sedikit tersentak setelah aku berteriak. Mungkin akan aman jika aku berfikir bahwa dia sudah sadar kembali ke dirinya yang biasa.
"A-Albert?"
"Benar, tolong berhenti menyerang Leviathan itu. Ini akan memakan waktu terlalu lama jika kalian melanjutkan pertarungan."
"U-Uhm, maafkan aku."
Tidak seperti Merlin, Freya terlihat lebih tenang dan mudah untuk dibujuk.
"Ah, tu-tunggu, tanganmu berdarah."
Freya melihat tanganku senang menahan pedangnya. Kemudian dia menyimpan pedang dan perisainya di dalam ruang penyimpanan dan langsung mengurus luka di tanganku.
Dengan kemampuan sihir sucinya, luka itu bisa langsung hilang dan meninggalkan perasaan hangat.
"A-Albert, maafkan aku, aku tidak sadar dengan hawa keberadaan mu."
Akan terlalu merepotkan bila pembicaraan seperti itu dilanjutkan, jadi aku menyuruhnya untuk diam.
"Bagaimana dengan Merlin?"
"Dia baik-baik saja."
Freya melihat ke arah Merlin. Di sana, ada aku (clone) sedang memeluk Merlin.
"Hei, kenapa kamu ada dua? Tidak, di sana terdapat satu lagi. Kamu menjadi tiga? Bagaimana bisa?"
"Haruskah kamu terkejut dengan itu? Bukankah suamimu ini adalah pria paling hebat?"
Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa menyombongkan diriku lagi di depan istri.
Mendengar lelucon itu, Freya hanya tertawa dan mengencangkan pelukannya.
Dia memelukku dengan armor lengkap miliknya, jadi sebenarnya ini terasa tidak nyaman. Tapi aku tidak bisa mengatakan hal seperti itu dan merubah suasana hatinya, kan?
"Ayo kita sudahi ini dengan cepat. Ini sudah malam dan anak-anak sedang menunggu kita di kastil."
Sambil mengelus rambut pirangnya, aku mengatakan hal itu.
Namun Freya tidak melanjutkan arah pembicaraan itu.
"Albert?"
"Ada apa?"
"Kenapa kamu tidak marah denganku?"
"Marah? Kenapa aku harus merasa seperti itu?"
"Habisnya, aku sudah melukai kamu, kan?"
"Tidak, aku tidak merasa marah sedikit pun hanya karena kamu melukaiku."
"Hm? Apakah kamu itu "M"?"
"B-Bukan! Aku tidak memiliki fetish aneh seperti itu."
"Fufu, kamu orang yang aneh, bukan? Tapi aku sangat mencintaimu."
Mengakhiri kalimat, Freya menciumku.
Sungguh, adegan romantis ini sangat tidak cocok dengan waktunya karena kami sedang berhadapan dengan Leviathan.
Namun, aku tidak membenci hal ini dan malah menikmatinya.
.
.
.
.
.
(POV - tubuh utama)
Aku melihat kedua clone-ku sedang bermesraan dengan istriku.
Jika ada yang bertanya tentang bagaimana perasaan aku setelah melihat mereka, itu sangat rumit untuk dijelaskan.
Bagaimana untuk menjelaskannya? Aku sangat cemburu, tapi mereka itu aku! Ini benar-benar tidak nyaman dan membuat mentalku sedikit terganggu.
Apalagi diriku yang sedang menangani Freya. Meski aku sedikit prihatin karena dia terkena serangan dari Freya, tapi aku sangat kesal karena dia berciuman dengan Freya.
Apa itu bentuk dari kompensasi? Jika benar, kamu harus melakukan itu ketika kita sedang berada di kamar!
Yah, sudahlah, aku akan terlihat bodoh jika aku mempermasalahkan hal itu.
Aku ingin perburuan ini diselesaikan dengan cepat, jadi aku menghampiri Leviathan.
Keadaan dia sangat buruk, tubuhnya benar-benar penuh dengan luka sayatan dan pukulan dari perisai Freya.
Selain itu, terdapat banyak atribut suci dan energi negatif telah menggerogoti tubuhnya. Itu sebabnya dia tidak bisa melakukan regenerasi.
Sungguh, aku benar-benar kasihan dengan monster ini.
"Kau baik-baik saja?"
Aku bertanya, khawatir.
"Kau benar-benar menanyakan hal itu?."
"Maafkan kekasaran kedua istriku, mereka hanya tidak suka aku dilukai oleh seseorang. Lagian, ini kesalahan kamu 'kan karena tidak mau mendengarkan kami?"
"Hmph, bukankah pihak kalian yang menyerang lebih dulu? Kenapa aku yang disalahkan di sini?"
"Benar, itu sebabnya aku meminta maaf."
"Apa kau pikir bisa semudah itu untuk meminta maaf? Lihat tubuhku sudah dibuat seperti ini oleh mereka berdua! Aku memang mengakui kekuatan kalian tapi aku tidak akan memaafkan kalian. Bahkan jika aku harus mati."
Hmm, dia memiliki harga diri yang sangat tinggi.
Yah, aku mengerti perasaan itu. Sebagai salah satu makhluk yang berdiri di puncak kekuatan, kata "menyerah" mungkin tidak pernah ada di kamus mereka.
Tapi jika ini terus dilanjutkan, dia hanya akan mati dan itu sangat disayangkan. Bagaimanapun juga, dia merupakan salah satu item terpenting di dalam game.
Pertahanan dan energi sihir miliknya sangat berguna bagi kami.
__ADS_1
Selain itu, dia masihlah kenalan Hydra. Aku tidak bisa membunuhnya begitu saja tanpa bertanya lebih lanjut tentang hubungan mereka.