Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Yang Terburuk.


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Tethra Golem, kami semua mulai mendekati Rin dan naga buatannya.


Ketika melihat naga itu dari dekat, ketakutan muncul secara tiba-tiba dari dalam diriku.


Naga ini, ada perasaan aneh ketika aku mendekatinya. Dia seperti memberikan tekanan intimidasi terhadap orang yang mendekatinya, sangat mendebarkan.


"Bagaimana menurutmu, Hydra?"


"Um, tidak salah lagi kalau dia adalah naga, Master. Tapi roh di dalamnya tidak bisa menggerakkan tubuh besarnya itu."


"Berbicara tentang Roh, bentuk Roh seperti apa yang mendiami naga ini sekarang?"


"Maaf, saya tidak bisa mengidentifikasinya. Namun, jika kita melihat Luminous dan kedua putri iblis Anda, mungkin saja dia adalah Roh hasil kristalisasi energi dari kastil ini."


"Huh, kastil ini memang memiliki energi, sih."


Aku berdiskusi dengan Hydra, dan mendapatkan jawaban yang tidak terduga darinya.


Sejak awal aku tahu kalau kastil ini hidup dan selalu mengakumulasi energi dari alam di sekitar untuk mengisi ulang pasokan daya listrik kami, tapi aku tidak menyangka kalau hal itu bisa berefek terhadap Homunculus ku.


Eh? Bukankah ini metode yang sama seperti membesarkan anak demigod? Hanya saja roh ini tercipta bukan dari energi jiwa seorang ibu dan ayah, tetapi kristalisasi energi alam.


Ini memang tidak masuk akal, namun dapat diterima oleh kepalaku. Setidaknya itu dapat menjelaskan kenapa ada Roh di tubuh Homunculus.


Dan alasan terbentuknya Roh karena ada wadah — Homunculus — itu sendiri.


Jadi, bisa dibilang ini bukan kecelakaan eksperimen, melainkan keajaiban alami?


"Selain itu, energi jiwanya terlihat tidak stabil karena kastil ini tidak mengumpulkan energi yang cukup untuk membuat jiwa bertenaga."


"Hm, itu karena kastil ini sejak awal memang tidak memiliki niat untuk membentuk jiwa. Tidak, kastil ini memang tidak bisa membentuk jiwa."


Levi dan Hydra berasumsi.


(Jadi seratus persen ini semua benar-benar karena kebetulan, huh?)


Dan juga, mungkin ini bisa dijadikan pembelajaran untuk Aku, Freya, dan Merlin dalam membesarkan bayi di kandungan mereka berdua. Karena setiap malam, kami selalu memberikan energi jiwa kami kepada bayi di dalam kandungannya. Itu diterapkan secara berkala dan hanya dilakukan di malam hari, dan siang harinya kami akan mengisi ulang energi kami.


Dengan kata lain, sampai bayi di kandung Merlin dan Freya terlahir, kami berada dalam kondisi lemah.


Itu juga penyebab kenapa aku sangat marah ketika perang terjadi tempo lalu. Pasukan Kekaisaran memang tidak kuat, tetapi keberadaan kami jadi terungkap. Dan mau tidak mau aku harus menunjukkannya demi kesepakatan perjanjian aliansi.


Tapi, ya, itu bukan sesuatu yang harus disesalkan karena aku sudah memutuskannya. Aku juga sudah punya banyak bawahan terpercaya untuk melindungi keluargaku, itu sebabnya aku tidak khawatir.


*Blu-bub**Blu-bub*


Pada saat kami sedang berdiskusi, tiba-tiba gelembung mulai bermunculan dari mulut naga itu.


"Gaoo!!"


*Bang*


Naga itu berteriak dan menggerakkan tubuhnya hingga menabrak sisi lain tabung.


"Ah, dia bergarak!"


"Tenang, Freya. Dia tidak akan bisa keluar dari tabungnya karena kaca itu sangat keras."


Aku mencoba menenangkan Freya, namun kata-kata seperti itu biasanya akan berakhir memilukan jika kita berbicara tentang film.


Selain itu, energi jiwanya tidak stabil. Naga itu tidak akan bisa bergerak banyak dengan jiwa seperti itu.


"T-Tuan Albert, cepat keluarkan naga itu dari dalam sana!!"


"Eh, Kenapa!?"


Tiba-tiba saja, Rin berbalik untuk menghampiri ku, dan meminta sesuatu yang gila.


"Aku mohon Tuan Albert, dia tidak kelihatan baik-baik saja!"


"Tenanglah, Rin. Kemungkinan itu dikarenakan energi jiwanya tidak dapat mengkontrol tubuhnya."


Benar, karena Homunculus itu sudah menjadi makhluk hidup, kesadaran jiwa di tubuhnya ber sinkronisasi dengan otak dan mulai menggerakkan otot-ototnya. Itu hal umum yang biasa terjadi ketika kau tidak terbiasa menggunakan tubuh Homunculus. Itu juga menjadi alasan kenapa Tethra harus berkonsultasi denganku tentang pemindahan kesadaran.


"Lalu bagaimana kita harus menangani naga ini. Aku merasa sangat kasihan."


Dia kasihan terhadap naganya, tetapi aku lebih kasihan melihat ada gadis cantik memelas seperti itu. Kenapa hari ini gadis-gadis sangat menyedihkan!


"Menurutku, kita hanya perlu menstabilkan energi jiwanya supaya kesadarannya juga dapat stabil. Tapi..."


"Tapi apa, Tuan? K-Kalau menurut Anda saya bisa membantu, tolong beritahu saya. Saya akan melakukan apapun demi naga ini!"


Hei, itu pernyataan yang sangat tidak biasa. Bukankah dia tidak ada hubungannya dengan naga ini?


Eh, bentar. Resonansi, suara panggilan, Homunculus, Roh, DNA, Rin, anak....


(Heh!? Bukankah naga itu secara langsung bisa disebut bayi tabungnya Rin? Dan ayahnya adalah orang yang bertanggung jawab atas keberadaan mereka. Tethra hanya mengawasi seperti halnya dokter kandungan. Itu berarti...)

__ADS_1


Apakah itu penyebab Rin sangat resah sejak tadi? Dia merasa kasihan karena dia memiliki hubungan dengan naga itu? Mungkinkah hal ini bisa terjadi?


Padahal mereka tidak memiliki hubungan darah, tapi naga memang tidak mengandung anak-anak mereka karena mereka merupakan hewan bertelur.


"Hydra, kamu bisa memindahkan energi jiwa milik orang lain ke jiwa lainnya?"


"Huh, Anda seperti tidak kenal saya aja. Saya adalah Hydra si penguasa energi dan atribut, tidak ada energi yang tidak dapat saya manipu-- ah!"


Aku bertanya pada Hydra, dan dia tampak sedang menyombongkan julukannya. Namun ketika melihat Merlin, dia tiba-tiba berhenti berbicara.


"Kenapa, Hydra?"


"B-Bukan apa-apa."


Merlin bertanya padanya, tetapi Hydra membuang muka. Sikap seperti itu menunjukkan adanya masalah diantara mereka, atau itu hanya masalah untuk Hydra. Aku sempat memastikan kepercayaan dirinya tiba-tiba turun seketika pada saat melihat Merlin.


Kita bisa kesampingkan itu untuk sekarang, ada hal yang lebih penting untuk diurus.


"Rin, kita mungkin bisa menstabilkan jiwa naga ini dengan energi jiwa milikmu. Apa kamu mau memberikan sebagian jiwamu padanya?"


"Tentu saja. Aku akan memberikan sebanyak apapun energi yang dibutuhkan untuk naga ini!"


Tanpa berpikir, tanpa keraguan, dengan mata penuh keyakinan, Rin mau memberikan sebagian energi jiwanya untuk sang naga hitam.


Dia benar-benar tidak biasa, apakah ini kepribadian aslinya? Seperti seorang tuan putri bijaksana yang memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan cepat, tipikal gadis berwibawa.


Aku yakin dia sudah mendengar tentang Freya dan Merlin yang sedang mengurus anak di kandung. Itu bukanlah hal mudah karena ini langsung menyangkut tentang nyawa. Jika tidak ditangani dengan benar, nyawa sendiri bisa saja terancam. Seperti orang tua Alice.


"Baiklah, pertama, Tethra akan mengeringkan air di dalam tabungnya, kemudian keluarkan naga itu dari dalam sana. Lalu Luminous pergi cari Clara untuk membawakan air ekstraksi buah kebangkitan ke sini, dan panggil juga William untuk jaga-jaga. Terakhir, Hydra dan Levi akan membantu Rin menstabilkan jiwa naga itu setelah dia dikeluarkan dari dalam tabung."


"Dimengerti." ×5


"Baiklah, kerjakan sekarang."


Aku juga ingin menjadi pribadi yang berwibawa, aku langsung mengambil keputusan untuk mempatenkan jiwa di tubuh naga itu dan dengan cepat menyuruh anak buahku bekerja.


Ini adalah hal biasa untuk seorang pimpinan hanya menggunakan otaknya untuk mengambil keputusan dan memerintah. Sisanya kita bisa menyerahkan bagian pekerjaan kepada ahlinya.


Berbicara tentang air ekstraksi buah kebangkitan. Seperti namanya, air itu terbuat dari buah kebangkitan yang kami kelola. Kami menyebutnya Spirit Water.


Spirit Water ini sering aku dan kedua istriku konsumsi pada pagi hari untuk mempercepat pemulihan jiwa kami setelah mengurus kandungan di malam hari. Walaupun efeknya tidak banyak, tapi itu lebih baik daripada pemulihannya dibiarkan lambat.


"Albert, memangnya hanya kamu sendiri yang memahami situasi Rin sekarang?"


"Aku tidak pernah berkata seperti itu."


"Kamu sangat menyebalkan."


"Maaf."


"Maaf tidak akan mengubah apapun, kau tahu?"


"..."


"Katakan sesuatu!!"


"Jangan marah-marah seperti itu. Tolong hargai Rin yang sedang berusaha menyelamatkan naganya."


"Ugh, kamu membuat aku kesal."


Kami bertengkar, kemudian Freya melangkahkan kakinya ingin pergi. Ini pasti seperti aku telah selingkuh di matanya, dan itu menyakitkan.


"Jangan pergi, tetap di sini."


"Hah? Kamu memaksa ku untuk melihat ini?"


"Iya."


"Aku tidak mau!"


"Freya, ini perintah. Jangan buat aku marah!"


"!!"


Aku dengan sengaja menegur dan memperlihatkan emosiku kepadanya. Itu membuat dia takut. Padahal aku adalah orang yang salah di sini, tetapi aku malah marah pada Freya. Aku pria paling buruk.


"Tuan Albert, apakah aku menyebabkan masalah bagi Nyonya Freya dan Nyonya Merlin?"


"Tidak, tidak sama sekali. Ini adalah masalah kami. Kamu hanya perlu fokus menstabilkan jiwa naga itu."


"Baik."


Bahkan Rin sampai mengkhawatirkan mereka berdua. Ugh, aku merasa sangat bersalah kepada mereka semua. Mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya aku membuat Homunculus, budidaya ini terlalu beresiko terhadap mental keluarga.


"Kak, mengurus anak ini dalam ukuran sebesar itu mungkin akan merepotkan."


"Kau benar, cepat kecilkan tubuhnya supaya Rin dapat memeluk anak itu."

__ADS_1


"Baiklah."


Levi dan Hydra sedang berusaha menangani pasien. Setelah sejumlah air di dalam tabung dipindahkan ke tabung-tabung kecil kosong di sisi ruangan, sang naga dikeluarkan dari dalam tabung dan ukurannya dikecilkan supaya Rin dapat memeluknya.


Semua dilakukan dengan sihir. Bahkan ketika sang naga masih berada di dalam tabung, dia tidak jatuh ketika airnya dikuras. Lagipula, volume air tidak mungkin bisa membuat si naga mengambang dalam tabung, kami harus menerapkan sihir supaya naga itu bisa mengambang.


Namun sementara mereka melakukan hal itu, ada hal penting yang harus aku tangani. Itu adalah ketidaknyamanan Freya.


"Padahal kita belum memberi anak padanya, tapi dia sudah, ugh..."


Selagi Freya bersembunyi di pelukan Merlin, aku menghampiri mereka berdua dan mendengarkan Freya menggumamkan keluhannya.


"Merlin, kamu merasakan hal yang sama seperti Freya?"


Aku bertanya padanya sambil mengelus kepala Freya dan mengelus pipinya. Namun dia hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum tanpa daya ke arah lain.


"Kumohon maafkan aku. Ini benar-benar di luar dugaan (meskipun tidak semua)."


"Aku mengerti. Kamu hanya perlu berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi."


"...!! B-Baiklah, aku berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi."


Aku mendapatkan peringatan dari Merlin, itu benar-benar membuat aku terkejut dan takut. Walaupun peringatannya diucapkan seperti biasa, tetapi tetap saja membuat aku takut.


(Sebaiknya aku benar-benar menghapus keberadaan budidaya Homunculus dari kastil ini.)


"Frey, Albert sudah menyesali perbuatannya, apakah kamu tidak mau memaafkannya?"


"Tapi ini membuat dadaku sakit. Kenapa bukan kita yang lebih dulu memberikan anak untuknya. Kamu juga merasakannya, kan? Arghhh... Kenapa hari ini aku menangis terus!"


Jika Rin sebagai naga bisa mengubah wujudnya ke bentuk manusia, pasti naga hitam itu juga bisa. Dan karena naga itu memiliki DNA Rin, itu artinya naga itu juga akan memiliki akal untuk dapat berbicara.


Perspektif Freya dan Merlin terhadap naga berakal tampaknya lebih kompleks. Hanya aku di sini yang menganggap naga hitam itu sebagai monster biasa.


(Sial, aku buruk sekali.)


Setelah Freya mengatakan hal tersebut, Merlin hanya bisa menggelengkan kepalanya untukku. Dia tidak bisa membujuk Freya untuk memaafkan ku.


Sekarang, apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi situasi ini? Aku benar-benar tidak memiliki ide.


"Sayang, bawa Freya ke tempat duduk. Kalian berdua beristirahat saja di sana."


"Em."


Kupikir mengurus masalah Homunculus lebih dulu bisa membuat pikiranku lebih tenang sedikit. Setelah ini aku akan meminta maaf pada Freya dengan kepala yang lebih ringan.


"Tethra, bagaimana kalau kita mengakhiri budidaya semua Homunculusnya? Akhir-akhir ini perkembangan mereka sudah terhenti, kan?"


"Benar, selama tiga hari terakhir, mereka sudah tidak lagi menunjukkan adanya tanda-tanda pertumbuhan. Kurasa ini sudah saatnya untuk memanen mereka."


"Yaudah, tolong kosongkan air di setiap tabung dan biarkan pintunya terbuka."


"..."


"Ada apa?"


"Kamu terlihat lelah, apakah kamu baik-baik saja?"


Ketika aku ingin membereskan semua masalah, Tethra bertanya padaku dengan Golem tanpa wajahnya itu.


"Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku, aku baik-baik saja."


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera menguras air di semua tabungnya."


Kalau saja dia mengkhawatirkan ku dengan wajah cantiknya, itu mungkin akan sedikit meringankan beban pikiran. Akan tetapi dia bertanya dengan tubuh anehnya itu, bukannya lebih baik, aku malah semakin merasa aneh.


Tidak lama setelah Tethra pergi ke pusat kontrol, Luminous, Clara, dan William akhirnya tiba di tempat ini.


"Apa yang sedang terjadi di sini?"


William bertanya mewakili kelompok mereka. Dalam sebulan terakhir, mereka tidak tahu menahu tentang pertumbuhan budidaya Homunculus. Jadi itu wajar jika dia bertanya.


"Budidaya Homunculus sudah menyelesaikan tahap pertumbuhan, sekarang tinggal menyelesaikan tahap akhir (finishing). Tapi aku ingin kalian berdua membantu Rin yang sedang menstabilkan jiwa di tubuh anak naganya."


Aku menunjuk ke arah Rin yang sedang memangku si naga hitam, dia juga dikelilingi oleh dua makhluk mini Divine Monster.


"Hm? Bagaimana perkembangannya? Apakah dia baik-baik saja?"


"Iya, kamu harus mengawasi jiwa Rin agar tidak rusak dari efek samping memisahkan energi jiwanya. Sedangkan Clara harus memberikan Spirit Water secara berkala untuk penanganan pemulihan jiwanya."


"Aku mengerti."


"Baik."


"Baguslah."


William bertanya, dan aku langsung memberikan perintah. Setelah mereka pergi menghampiri Rin, mereka melakukan tugas mereka masing-masing.

__ADS_1


Sebenarnya, bahkan tanpa William — Hydra dan Levi sudah bisa memastikan dan mencegah hal apapun ketika terdapat masalah terhadap jiwanya Rin. Tetapi, aku ingin ada dokter sungguhan di dekat Rin dan naga kecilnya untuk tujuan pencegahan ekstra.


Berbicara tentang jiwa, kita sedang membicarakan Roh, bukan penyakit kegilaan. Kupikir aku harus mengganti kosakatanya, tetapi kurasa itu akan baik-baik saja, kan?


__ADS_2