
Sepuluh naga dan Helios telah diutus oleh Ignis untuk membantu mempertahankan Kerajaan Herunia dari invasi dua militer Kekaisaran Dortos dan Karamia.
Mereka dikirim pada hari ini karena berdasarkan informasi — salah satu kekuatan pihak lawan akan bergerak.
Mereka tidak dipindahkan menggunakan sihir teleportasi atau gerbang transfer karena mereka sudah cukup mandiri untuk pergi ke medan perang sendirian.
Mereka akan dibagi menjadi dua kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki satu pemimpin yang secara khusus ditunjuk oleh Ignis.
Pemimpin kelompok satu adalah Carla dari suku Naga Laut, anggotanya terdiri dari Buza Naga Laut, Alex Naga Bumi, Flano Naga Bumi, dan Reona Naga Es.
Pemimpin kelompok dua adalah Monta dari suku Naga Laut, anggotanya terdiri dari Vera Naga Laut, Zaakh Naga Bumi, Kakuna Naga Bumi, dan Nahat Naga Es.
Untuk saat ini, mereka sedang menuju ke Kerajaan Herunia masih dalam satu rombongan.
Empat Naga Bumi masih dalam wujud asli mereka dan sedang berlari dengan kedua kaki mereka yang kuat.
Mereka berlari di daratan dengan kecepatan tinggi, mengabaikan ukuran tubuh mereka yang besar dan menggunakan sihir untuk mempercepat laju perjalanan.
Sebenarnya mereka bisa terbang, menggunakan transformasi manusia dan menggunakan sihir terbang. Hanya saja, mereka lebih menyukai berlari di daratan dengan kaki daripada melayang di udara.
Sementara empat Naga Laut dan dua Naga Es sedang dalam bentuk humanoid. Mereka mengenakan seragam dinas kepolisian mereka dan sedang terbang di udara.
Warna dari seragam dinas kepolisian mereka berbeda-beda tergantung divisi. Pakaian dinas polisi air berwarna biru navy, pakaian dinas polisi udara berwarna putih, dan pakaian dinas polisi umum berwarna hitam.
Meski warna dibedakan, desain seragam tetap sama.
Terakhir ada sepuluh Helios, mereka terbang mengikuti para naga dari belakang. Ukuran tubuh mereka sangat besar, sama seperti ukuran Darkness, dengan tinggi sekitar 23 kaki.
Dan ukuran sayap mereka, itu lebih besar daripada tubuh mereka. Ditambah lagi, terdapat sirkuit sihir di sana yang sedang beroperasi dan memunculkan cahaya gemerlap terang. Menghasilkan sesuatu seperti aura yang memancarkan kehangatan.
Dan juga, masing-masing di tangan kanan mereka terdapat trident berwarna putih, hasil duplikat trident milik Darkness.
Secara keseluruhan, mereka lebih terlihat seperti makhluk asing dari suatu tempat suci ketimbang Golem biasa.
Dan saat ini, mereka berada di bawah komando pemimpin kelompok naga. Terbang mengikuti para naga sambil menyesuaikan kecepatan agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat untuk mengimbangi laju Naga Bumi.
Menuju ke Kerajaan Herunia, mereka dipandu dengan kedua pimpinan kelompok, dan masing-masing pemimpin kelompok sudah mendapatkan informasi arah tujuan dari Ignis. Jadi mereka tidak perlu khawatir tersesat di tengah jalan.
*****
Mendengar laporan dari tim pengintai pagi hari, Marquis Charles mengalami kecemasan tinggi di dalam ruangan.
Isi dari laporan menyatakan pasukan militer Kekaisaran Dortos sudah mulai bergerak pada dini hari dan diperkirakan akan mencapai kota ini pada siang hari.
Kota ini, kota sekarang Marquis Charles tempati adalah benteng pertama dari wilayah perbatasan nasional mereka dengan Kekaisaran.
Berdasarkan perintah Raja, Charles dan pasukannya harus berjaga di kota ini —menunggu kedatangan pasukan Kekaisaran.
Jumlah pasukan Charles sekitar 25.000 prajurit. Ditambah dengan kekuatan nasional kerajaan, total mereka menjadi 55.000 prajurit.
Itu adalah jumlah yang cukup besar bagi Kerajaan Herunia, dan Kerajaan lebih banyak mengarahkan pasukan mereka ke wilayah Charles karena wilayah Ferdinan sudah mendapatkan bantuan dari Kerajaan Binatang, Moriden.
Namun jumlah itu masih belum bisa mengungguli kekuatan raksasa 245.000 prajurit Kekaisaran Dortos.
Selain itu, bala bantuan yang telah dijanjikan Negeri Lumia belum kunjung datang padahal musuh sudah bergerak.
(Apa-apaan mereka? Bukankah mereka terlalu lama?)
Charles sangat kesal dengan negara Sekutu.
Dia hanya mengetahui bahwa negeri naga akan membantu, tetapi sampai detik ini mereka belum juga datang.
(mungkinkah mereka menyerah membantu melihat kekuatan Kekaisaran begitu besar?)
Charles berspekulasi.
Dua ratus ribu, itu bukanlah jumlah yang kecil. Dan ada kemungkinan bahwa negeri naga hanya berbohong untuk membantu, padahal mereka tidak memiliki niat sedikitpun melihat kekuatan Kekaisaran begitu besar.
"Bagaimana bisa mereka seperti itu!!"
*Bang*
Charles sangat marah. Dia berdiri dari bangku dan memukul meja dengan keras.
Sebenarnya, dia berada di kota itu karena memiliki harapan terhadap bantuan dari negeri naga.
Jika negeri naga tidak datang membantu, Charles akan memprioritaskan keselamatannya sendiri dan melarikan diri dari Kerajaan.
Itulah isi pemikiran Charles setelah mendapatkan kabar bahwa Kekaisaran Dortos sudah menyiapkan pasukan.
Dan kemudian, Raja mengatakan bahwa negeri naga akan ikut membantu dan akan mengirimkan bala bantuan.
Tapi sudah sampai detik ini mereka belum juga datang. Itu artinya Charles mungkin saja sudah ditipu.
Mengetahui bahwa dirinya telah ditipu, Charles sangat marah pada Sekutu itu. Dia tidak pernah berfikir bahwa mereka akan melakukan tindakan tercela seperti itu.
"Pada akhirnya, mereka tetaplah monster."
Jadi Charles berfikir. Seharusnya dia tidak terlalu berharap lebih kepada monster.
__ADS_1
Monster dan manusia berbeda, mereka pasti tidak terlalu peduli manusia. Apalagi sampai membantu manusia dalam perang besar seperti ini...
"Mereka sudah pasti tidak akan ikut membantu."
Charles bergumam dan mulai memikirkan bagaimana caranya untuk melarikan diri dari benteng itu.
Kemudian seseorang dari tim informasi datang memasuki ruangan.
"Tuan Marquis Charles, saya telah mendapatkan pesan dari Kerajaan bahwa bala bantuan dari negeri naga sudah dalam perjalanan menuju ke sini."
"Apa, mereka benar-benar datang membantu!?"
"I-Iya, pesan ini berasal dari Yang Mulia Marcus. Jadi hal ini dapat dipercaya."
"Begitu, ya. Setelah Kekaisaran mulai bergerak, mereka juga ikut bergerak... Mereka di mana sekarang?"
"Eh, isi pesan hanya mengatakan mereka sedang menuju ke sini, tidak menjelaskan posisi mereka secara akurat."
"Hah? Bagaimana bisa begitu? Berapa lama lagi kita harus menunggu?"
"Err, itu..."
Sang pembawa pesan mendapatkan dirinya kerepotan menjawab pertanyaan Charles.
Di sisi lain, Charles merasa kesal karena pihak Sekutu mengulur waktu padahal sebentar lagi pihak musuh akan segera tiba.
"Apa hanya itu yang ingin kau katakan?"
"Err, Yang Mulia Raja mengatakan, selama menunggu bala bantuan datang, kita harus menjaga benteng ini bagaimanapun caranya."
"Lalu, apa ada lagi?"
"T-Tidak ada lagi."
"Kalau begitu, kembalilah bekerja."
"Baik, saya permisi."
Pria itu pergi meninggalkan ruangan dengan terburu-buru.
Seperti yang diharapkan, Raja telah menyuruh Charles untuk mempertahankan benteng selagi bala bantuan masih di dalam perjalanan.
Namun, apakah dia benar-benar bisa bertahan dari serangan 245.000 prajurit musuh?
Jika hanya untuk menahan tiga sampai empat jam, mungkin masih bisa. Tetapi dia masih belum mengetahui kapan bala bantuan akan tiba.
Terlebih lagi, bahkan jika mereka benar-benar datang, apakah mereka dapat membantu? Ada berapa banyak pasukan yang mereka kirim? Dan bagaimana cara mereka melawan 245 ribu prajurit musuh?
Sekutu Kerajaan adalah naga, dan ahli strategi Kekaisaran pasti sudah memahami hal ini. Tetapi mereka masih tetap mengarahkan militer mereka dengan percaya diri.
Itu berarti, mereka sudah memiliki penanggulangan terhadap naga apabila muncul di medan pertempuran.
Akan bagus jika sekutu membawa ribuan naga ke sini, akan tetapi, apakah mereka mau melakukan hal itu hanya untuk membantu manusia?
Alasan seperti apa yang membuat mereka mau mengirim ribuan naga? Charles merasa hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Bagaimanapun jumlah mereka sangat sedikit.
Mengirim ribuan naga hanya untuk bertempur mempertahankan negara lain, sepertinya mereka tidak cukup bodoh untuk melakukan itu.
Tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkan semua itu. Langkah apa yang harus dia ambil, apakah itu melarikan diri? Atau melakukan perlawanan sia-sia terhadap Kekaisaran?
Charles merasa bimbang sekarang. Dia benar-benar tidak yakin kalau pasukannya bisa menahan invasi musuh.
Dia terus berfikir sampai siang hari, dan akhirnya seluruh pasukan Kekaisaran sudah tiba di depan kota benteng.
Mereka mendirikan tenda untuk beristirahat makan siang. Meski status sudah jatuh ke dalam kondisi perang, mereka harus tetap menjaga stamina.
Mereka pasti akan menyerang kota setelah istirahat mereka selesai.
*****
Charles berdiri di atas dinding pertahanan kota dan melihat sejumlah tenda telah didirikan oleh musuh di kejauhan.
"Mereka benar-benar santai."
Dia bergumam pada dirinya sendiri.
Pada akhirnya, Charles memilih untuk tetap bertahan setelah mempertimbangkan berbagai hal.
Meski dia ketakutan dan ingin melarikan diri, namun dia tidak tahu harus melarikan diri ke mana.
Musuh Kerajaan tidak hanya Kekaisaran Dortos, tetapi juga ada Kekaisaran Karamia. Mau melarikan diri ke mana pun, Kerajaan ini tetap akan musnah dengan dua kekuatan besar itu.
Melihat ke bawah dekat dengan dinding, sudah terdapat tenda yang berdiri sejak tiga hari lalu. Itu adalah tenda dari pasukannya sendiri, 55 ribu prajurit pasukan gabungan Kerajaan.
(Melihat mereka semua tidak melarikan diri, apakah aku pantas disebut sebagai bangsawan karena sempat berfikir untuk melarikan diri seperti pengecut?)
Jadi, Charles memikirkan hal ini.
"Hei, kenapa kau bersikap tenang seperti itu? Kau tidak takut dengan pasukan Kekaisaran?"
__ADS_1
Charles bertanya kepada salah satu perwira pasukan Kerajaan yang berada di sebelahnya.
Karena dia adalah kesatria dari kerajaan, charles tidak terlalu mengenalnya. Tetapi dia memegang posisi yang cukup tinggi di pasukan militer gabungan nasional ini, tepat berada di bawah Charles.
Normalnya, untuk mempertahankan wilayah sendiri, Charles harus menghadapi Kekaisaran Dortos dengan kekuatannya sendiri. Namun saat ini berbeda.
Raja memiliki pemikiran untuk mempertahankan benteng ini dan mengirim sebagian besar Kesatria Kerajaannya ke wilayah ini agar pasukan invasi tidak masuk ke dalam Kerajaan dan menghancurkan banyak kota.
Gagasan seperti ini muncul tentu saja karena Raja percaya dengan datangnya bantuan dari negeri naga dan percaya mereka bisa memukul mundur pasukan Kekaisaran.
Jika tidak, Raja tetap akan membuat Kesatria Kerajaan bersiaga di wilayahnya sendiri, yaitu ibu kota.
Setelah bertanya dan melihat wajah si perwira, dia memberikan tatapan yang serius tetapi tidak ada kekhawatiran berlebihan di wajahnya. Itu sangat membuat Charles heran.
"Akan jadi kebohongan jika saya mengatakan tidak takut, Tuan Marquis Charles. Melihat pasukan Kekaisaran Dortos begitu banyak, saya tentu saja takut. Tapi dengan adanya bantuan dari negeri naga, saya yakin kita bisa menang."
"Kau sangat percaya kalau mereka akan datang?"
"Eh, bukankah hal ini diberitahukan langsung dari Raja? Saya percaya karena Raja yang mengatakan hal itu."
Pola pikirnya sangat sederhana. —Pikir Charles. Menjadi kesatria memang harus menuruti dan mempercayai kehendak Raja.
Mungkin mereka juga telah memikirkan beberapa kemungkinan, tetapi mereka tetap mempercayai perkataan Raja. Mereka telah dibina dengan sangat baik.
"Bagaimana jika bala bantuan itu tidak datang? Apakah kau masih ingin bertarung?"
Charles bertanya, dan membuat si perwira sedikit tersentak.
"Apa maksud "mereka tidak datang"?"
"Kau lihat, musuh sudah berada di depan kita... Tapi sampai detik ini, bala bantuan itu tidak kunjung datang, bukan? Yah, ini bukan seperti aku tidak mempercayai perkataan Yang Mulia. Hanya saja, kapan mereka akan tiba?"
Charles mengatakan apa saja yang ingin dia katakan. Dan perkataan itu telah membuat wajah si perwira bermasalah.
Melihat itu, Charles berfikir bahwa si perwira itu tampaknya juga sudah memikirkan hal ini karena tidak terlalu terkejut berlebihan.
Kemudian, si perwira langsung menatap lurus ke arah Charles dan mengatakan...
"Saya tetap akan mempertahankan benteng ini hingga nafas terakhir saya. Bagaimanapun juga, perintah Raja adalah untuk mempertahankan benteng ini dan jangan biarkan invasi Kekaisaran mengarah ke Ibu Kota Kerajaan."
Si perwira — atau Charles harus menyebutnya Finz — memancarkan tekad dari matanya.
Dia sudah membulatkan tekadnya untuk mati sebagai kesatria terhormat daripada harus melarikan diri seperti pengecut.
Charles sudah menduga hal ini. Mereka yang telah dibina sejak kecil untuk menjadi kesatria, tentunya memiliki rasa patriot yang tinggi tertanam di hati mereka.
"Begitu, ya."
Charles sedikit mengerti perasaan itu. Dia juga pernah diajarkan beberapa hal tentang kesatria waktu kecil. Hanya saja dia tidak cocok dalam hal pertarungan dan lebih memfokuskan diri pada bidang politik.
Berbeda dengan Finz, semangat patriotisme Charles tidak terlalu besar. Tapi bukan berarti semangat itu tidak ada.
Charles juga sudah memikirkan bagaimana nasib warganya ketika pasukan musuh memasuki kota. Mereka pasti tidak akan berakhir dengan baik.
Sebagai bangsawan, Charles sangat mengetahui hal ini. Dan memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan wilayahnya karena itu.
*Gemuruh*
Tiba-tiba bumi bergetar, sedikit demi sedikit getarannya bertambah kuat seolah-olah sesuatu yang besar sedang menuju ke arah mereka.
"Tuan Marquis Charles!"
"Ah, sepertinya mereka benar-benar datang."
Charles dan Finz memiliki pemikiran yang sama.
Getaran seperti ini, pastinya hanya ditimbulkan oleh segerombolan makhluk besar. Dan mereka sangat mengetahui bahwa itu pasti adalah bala bantuan.
Kesimpulan itu telah membuat wajah mereka berdua tampak lebih cerah.
Karena Charles sudah memutuskan untuk ikut dalam peperangan putus asa ini, datangnya bala bantuan telah membuat hatinya merasa sedikit lega.
Tidak peduli seberapa banyak bala bantuan, Charles akan berusaha sebaik mungkin untuk tetap mempertahankan wilayahnya.
Terlepas dari kalah atau menang, dia sudah membulatkan tekad untuk bertarung sampai mati.
Kemudian Charles dan Finz mengalihkan pandang mereka ke arah yang berlawanan dari lokasi musuh.
Dan di sana, di kejauhan terdapat lima naga berukuran kecil berwarna putih sedang melayang menuju ke arahnya.
"Hmm, sudah kuduga, mereka pasti tidak akan mengirim banyak naga."
Charles kecewa, tetapi perasaan itu tidak terlalu dalam karena dia sudah memperkirakannya.
Namun ekspresi Finz menunjukan tanda-tanda keanehan.
"A-Apakah itu naga?"
Finz menyipitkan matanya, berusaha untuk mengidentifikasi penampilan targetnya. Namun dia melihat secara samar-samar, itu bukan seperti bentuk naga pada umumnya. Jadi dia bertanya dengan heran.
__ADS_1
Melihat Finz bersikap begitu aneh membuat Charles ikut terbawa keheranan dan mencoba memastikan ulang bentuk sesuatu yang mengarah ke arah mereka.