
Langit lapisan ke tujuh, istana Aeghistar. Nodens duduk di singgasana putihnya dan dia didampingi oleh kami berenam, para bawahan dan pendamping.
Aku, Miura, merupakan salah satu pengikutnya. Namun itu bukan keinginanku sendiri, melainkan dia memaksaku untuk menempati posisi tersebut.
Ini cerita yang terjadi sekitar seratus tahun lalu, ketika dia ingin bertunangan dengan wanita bernama Freya. Pada saat itu, bukan hanya Freya yang ingin dijadikan istrinya, tetapi aku juga mendapatkan surat lamaran tersebut. Hanya saja, dia tidak ingin menjadikanku wanita nomor satunya.
Yah, ini bukan seperti aku ingin menjadi istrinya. Aku hanya tidak bisa melawan keputusan orang tuaku, dan berakhir menjadi seperti sekarang.
Sekarang aku belum menjadi istrinya, hanya sekedar pengikutnya. Bila ditanya apakah aku mau menjadi istrinya atau tidak, aku tidak bisa menjawabnya. Yang aku inginkan hanya kehidupan damai yang tidak perlu repot memikirkan urusan orang lain. Jadi sebenarnya aku hanya belum ingin menikah, tapi karena keterpaksaan, aku menjadi seperti sekarang.
Karena merepotkan kalau harus menentang kedua orang tuaku dan juga Nodens, aku lebih memilih mengikuti arusnya saja.
Jika Freya menerima tawaran pernikahan itu, aku pasti sudah menjadi selirnya Nodens sekarang. Tapi untungnya dia tidak menerima pernikahan tersebut.
Sebenarnya, tidak mungkin ada orang yang bisa melarikan diri dari pengawasan Nodens. Pada saat itu, aku bekerjasama dengan wanita tersebut, Freya. Namun, itu bukan karena aku, itu adalah keinginan wanita itu sendiri. Dia datang ke tempatku, lalu bernegosiasi denganku. Aku hampir melupakan keseluruhan isi pembicaraannya, karena itu kejadian seratus tahun lalu. Yang aku ingat hanya membantunya melarikan diri dari sini. Dan entah kenapa pada saat itu aku menyetujuinya, membuat pengawasan Nodens mengendur dengan pengalihan, kemudian Freya pergi dari dunia ini tanpa sepengetahuan siapapun.
Dia wanita yang hebat. Berkatnya, aku masih belum menjadi selirnya Nodens. Mungkin aku membantunya karena hal ini... Aku sudah lupa.
Kemudian belum lama ini, aku bertemu dengannya sekali lagi. Dia masih cantik seperti biasa, meskipun sedang hamil. Aku penasaran, pria seperti apa yang bisa membuat wanita itu jatuh cinta dengannya. Bahkan Nodens saja yang terbilang ideal di banyak aspek tidak bisa menaklukkannya.
Omong-Omong, Cthugha si jenderal api sudah pulih dari luka seriusnya. Entah dia terkena serangan seperti apa, tapi sangat mengejutkan mengetahui pria terkuat kedua di istana ini bisa dikalahkan dengan mudah oleh musuh.
Padahal dia mengaku sudah menggunakan kekuatan maksimalnya untuk melawan musuhnya, tapi dia tetap kalah. Sihir seperti apa yang mereka gunakan untuk mengalahkannya, aku ingin tahu. Karena kekalahannya, Nodens menjadi sangat marah sekarang.
"Lima Pilar Surga, telah datang memenuhi panggilan!!"
Ah, ini dia. Kelima pilar surga. Memasuki ruangan ini dan menghadap Nodens.
Sama sepertiku, mereka pasti tidak ingin menyulut masalah dengan Nodens, oleh karena itu mereka mau datang ke sini ketika dipanggil padahal mereka sama-sama seorang "Pilar Surga" Yang terbilang memiliki derajat yang sama karena masing-masing menjaga ketujuh lapisan langit di khayangan ini. Perbedaan kekuatan yang signifikan membuat Nodens terlihat seperti pemimpin tertingginya.
Sisanya tinggal Carol dari keluarga Bestlafiol. Tentu dia tidak akan datang ke sini karena dia memihak ke sang suami Freya, menantunya.
"Bagus karena sudah datang memenuhi panggilanku. Ada sesuatu yang ingin kubicarakan dengan kalian, yaitu salah satu dari Tujuh Pilar Surga, penjaga langit lapisan ke lima, Carol Bestlafiol, ternyata memiliki hubungan dengan klan iblis."
Nodens langsung ke poin utamanya, membuat beberapa orang tersentak. Aku juga sempat terkejut karena tidak menyangka kalimat pertama yang dia keluarkan ternyata itu.
Kupikir dia akan mengatakan sesuatu yang tidak beralasan dan membuat kami berperang atas kemauannya sendiri, ternyata... Dia sangat licik sampai-sampai menggunakan kebencian para malaikat terhadap iblis untuk menyulut emosi mereka dan membuat mereka berperang dengan kehendak mereka sendiri. Kalau begini, tanpa disuruh pun mereka pasti mau menyerang pilar kelima dan Freya.
Tapi, memangnya ada iblis di sana? Aku tidak bisa bilang kalau Nodens telah membohongi mereka karena aku sendiri belum memastikannya.
"Carol berhubungan dengan klan iblis? Tidak bisa dipercaya."
"Kenapa dia bisa berhubungan dengan mereka?"
"Apa maksudnya ini. Bukankah pria itu merupakan malaikat paling teladan di antara kita bertujuh?"
"Aku masih tidak mempercayainya."
"Nodens, kau harus menjelaskan rinciannya."
Masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nodens, semua orang meminta penjelasan lebih.
Keluarga Bestlafiol memang terkenal dengan nama baiknya, aku juga pasti tidak akan langsung percaya jika Nodens mengatakan kalau mereka telah berkelok.
"Ah, begini. Mutiara Seraphim, Freya Bestlafiol, anak perempuan satu-satunya dari keluarga Bestlafiol telah menjalin hubungan khusus dengan makhluk dari bumi. Dia adalah malaikat yang turun ke bumi tanpa seizin penjaga gerbang langit. Untuk membawanya kembali, kami pergi ke dunia manusia dan menemukan dia dan kelompoknya sudah membangun markas di sana. Pada saat itu, aku melihat dengan jelas salah satu bangsawan iblis, Titania, bersama dengan mereka."
Dengan tenang, Nodens menjelaskan laporan penemuannya kepada mereka.
Aku ada bersamanya pada saat itu, tapi aku tidak menyangka ada salah satu komandan pasukan iblis di sana.
Titania, dia adalah iblis wanita yang tidak bisa dianggap enteng karena kekuatannya setara dengan kami para komandan pasukan istana Aeghistar.
"Itu sangat mengejutkan."
"Kalau begitu, bukankah ini akan menjadi masalah kalau mereka dibiarkan?"
"Ya, meski aku masih tidak percaya kalau ternyata Carol telah berkhianat, tapi ini memang sangat berbahaya. Kita tidak bisa membiarkannya."
"Maksud kalian, dia bersekongkol dengan mereka untuk menjatuhkan kita semua, begitu?"
__ADS_1
"Begitulah."
Pembicara semakin memanas, mereka mulai mendiskusikan keselamatan dunia ini dan sudah tidak lagi mencari tahu kebenaran informasi Nodens.
Mengesampingkan apakah Carol si malaikat baik benar-benar berkhianat atau tidak, mereka lebih memikirkanmu cara untuk mencegah iblis masuk ke sini karena mereka sangat benci.
"Tunggu, ada satu hal lagi. Sebenarnya mereka mungkin sudah memiliki akses pribadi menuju ke tempat ini. Aku melihatnya sendiri ketika aku datang ke kediaman Bestlafiol untuk menanyakan hal tentang putrinya, dan di sana aku menemukan pasukan yang bukan malaikat."
"Apa katamu!"
"Ini bukan bahaya lagi namanya, ini sudah sangat gawat!"
Cthugha yang berdiri di barisanku mengatakan hal yang tidak perlu, dan membuat mereka terkejut.
Ah, dia adalah pria menyedihkan yang kalah dari mereka. Pandangan Nodens terhadapnya sedang memburuk sekarang, tapi dia malah mengatakan hal itu. Dan membuat Nodens mengerutkan alisnya, terlihat semakin tidak menyukainya. Dasar otak otot, dia sangat bodoh!
"Nodens, jadi kau mengumpulkan kami karena masalah sepenting ini. Apa kita akan berperang?"
Jaeger Sverga, salah satu tujuh pilar surga yang memiliki badan tinggi dan berambut gimbal, bertanya mewakili pilar lainnya.
Pilar ini sangat unik dan agak menyeramkan. Tidak, sebenarnya semua pilar sangat menyeramkan. Tidak hanya sekuat kami para komandan istana ini, tetapi mereka juga diperlengkapi dengan senjata [Mythical-Class] dan bela diri yang hebat. Ditambah dengan karakter unik mereka masing-masing membuat siapapun enggan berhadapan dengan mereka.
Tapi berbeda dengan penampilannya yang meragukan, dia adalah pilar yang baik dan punya prilaku yang cukup normal. Walaupun begitu, kenormalan yang dia memiliki justru sering membuat pilar lain berpikir kalau dia aneh.
"... Benar. Aku ingin kalian juga mempersiapkan pasukan."
Setelah diam untuk beberapa saat, Nodens baru menjawab pertanyaannya. Dia seperti sedang merencanakan sesuatu.
"Begitu ya. Berarti, pertama-tama kita harus menghancurkan keluarga Bestlafiol untuk memblokir jalan masuk musuh ke dunia ini, baru setelah itu kita ke dunia manusia untuk menghancurkan markas mereka."
"Ya, aku juga berpikir demikian. Kita sudah tidak bisa membiarkan Carol menjaga lapisan ke lima lagi, yang artinya kita harus menyingkirkannya dari jajaran Pilar Surga."
Perencanaan singkat yang dibuat secara spontan, para pilar ternyata memilki pemikiran yang cukup sederhana. Sepertinya ini adalah akhir bagi keluarga Bestlafiol. Tapi entah mengapa Nodens terlihat agak tidak senang para pilar mendiskusikan pengusiran Carol dari tujuh pilar.
Kenapa dia memiliki raut wajah seperti itu? Bukankah kalau keluarga Bestlafiol dihapuskan oleh pilar lain mempermudahkan dia untuk mendapatkan Freya?
"Huh?" ××
Ketika aku sedang sibuk menduga apa yang sedang Nodens pikirkan, beberapa hawa tak dikenal tiba-tiba mulai bermunculan dari luar istana. Tidak hanya aku, tetapi semua orang juga menyadarinya.
Aura kehadiran dari beberapa makhluk ini benar-benar tidak kami kenal dan membuat kami terdiam untuk sesaat sambil melihat ke arah pintu datangnya mereka.
"Ini..."
"Itu Carol!! Dia membawa beberapa orang ke depan istana ini!"
Pilar dengan indra paling tajam telah mengidentifikasi kehadiran beberapa orang tersebut.
"Carol. Tidak aku sangka dia mau datang ke sini. Apa dia juga mendapatkan panggilan?"
"Hei, aku melihatnya! Ternyata benar apa kata Nodens, dia bersama dengan iblis Titania!!"
"Apa!" ×3
Kami dihebohkan dengan kedatangannya.
Itu sangat mengagumi iblis setingkat Archdemon berani datang ke sini, ke langit tingkat satu ini!
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
Tidak ada salah satu dari kami yang berdiam diri di ruang singgasana itu setelah mendengar kalau ada iblis yang berani masuk ke kawasan ini. Kami semua langsung pergi keluar untuk menyambut iblis tersebut.
Dan setibanya di depan istana, kelompok Carol yang dipimpin oleh pria di atas kuda, bertemu dengan kami.
Pria berpakaian manusia, memiliki rambut hitam dan menunggangi kuda peri berwarna biru. Aku merasa, pria ini adalah pemimpin mereka karena dia adalah satu-satunya orang yang mengendarai kuda.
Mau bagaimana lagi. Sangking legendarisnya kuda tersebut, ketujuh pilar di generasi sekarang bahkan tidak memilikinya. Tetapi pria itu dengan sengaja menunjukkannya kepada kami, itu membuat aku berpikir kalau dia adalah pemimpinnya.
Tunggu, apakah dia adalah kekasih Freya? Aku sempat mendengar kalau kekasih Freya adalah manusia. Dan mau dilihat dari manapun, dia adalah satu-satunya makhluk berdarah manusia di antara mereka. Jadi, tidak salah kalau pemimpin ini adalah kekasih Freya, kan?
__ADS_1
"Kalian...!!!"
Cthugha berteriak. Dia terlihat marah sekali dengan seseorang di antara musuh.
Ah, benar. Mungkin ada di antara mereka yang sebelumnya mengalahkan Cthugha di kelompok Bestlafiol.
"Hei, aku sudah datang ke sini. Mana sambutanmu!"
Sesaat suara itu masuk ke pendengaran kami, "Boom!!" — dan kemudian terjadi ledakan yang sangat hebat di belakang kami.
Area ledakan itu berasal dari tempat dimana seharusnya Nodens berdiri. Tetapi ketika asap sudah menghilang, Nodens tidak ada di sana. Melainkan berganti dengan seorang pria yang seharusnya ada di atas kuda.
"Ck, seenaknya saja menyebut istri orang lain pelacur. Apa kau tidak memiliki sopan santun, hah?!"
Sambil bergaya dengan tangan terkepal untuk memukul tangan lainnya seperti orang yang sudah tidak tahan untuk bertarung, dia berbicara santai, sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan kami. Tidak, aku salah. Dia sebenernya sudah memukul Nodens.
Nodens memang tidak ada di sini lagi, dia terhempas jauh karena pukulan tersebut!! Pria itu adalah orang kuat sungguhan!!
Apakah, ini kekuatan dari pria yang terpilih oleh Mutiara Seraphim kami??
"Hei, kau--"
"Diam! Kau, dan juga kalian... Aku tidak akan memafkan orang yang berani mengganggu perkelahian kami."
Cthugha ingin mengatakan sesuatu, tetapi ucapannya langsung dipotong oleh pria itu sambil menekan kami dangan Hakinya.
"Haki ini... sama seperti milik Nodens... Haki dari Divine Monster! Apa dia jangan-jangan..."
Ucapannya terbata-bata karena tekanan, salah satu pilar mengidentifikasi kekuatannya.
Benar, sudah tidak diragukan lagi. Dia pasti adalah kekasih Freya karena dia memiliki Divine Monster di jiwanya!!
Kami sangat tertekan dengan Haki tersebut, tidak berkutik. Kami memang tidak seharusnya menghalanginya karena perbedaan kekuatan ini.
Setelah memperingati kami, pria itu tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Menuju ke arah Nodens dan mereka melakukan baku hantam yang pergerakannya sangat sulit sekali kami prediksi.
Apa-apaan itu, kelas mereka terlalu tinggi!! Dua kekuatan teratas dari masing-masing pihak. Itu bukan sesuatu yang musti kami pusingkan, lebih baik kami...
"Eh?" —Suaraku tidak sengaja keluar. Itu karena ada tiga gadis yang ternyata sudah mengelilingiku!
"A-Ada apa? Kenapa kalian mengerumuniku seperti ini?"
Aku dengan cepat mengeluarkan senjata bertarungku, Mata Medusa, dan memasang kuda-kuda untuk bertarung melawan mereka. Walaupon senjata ini benar-benar berbentuk seperti mata dengan satu iris dan ukurannya hanya sebesar kepala, mata ini masih bisa memberikan sebuah serangan ke seluruh arah. Jadi, aku tidak takut sama sekali walaupun mereka mengepungku dari tiga arah, tapi...
Tapi kenapa mereka terlihat seperti tidak takut sama sekali denganku? Apa mereka tidak tahu bahwa senjataku ini sebenarnya sangat mematikan untuk mereka?
Hei, ini senjata tipe gelombang yang bisa menghancurkan jiwa siapapun bila terkena cahayanya!!
"Ah! Hei, apa yang- apa yang kalian lakukan?"
Mereka bertiga tiba-tiba mendekatiku dan menangkapku! Tapi, tapi...
Se-Seharusnya aku mengaktifkan senjata ini, kan? Tapi aku malah tidak berani menggunakannya sama sekali!!
Aku tidak menyadari kalau aku sebenarnya sangat takut dengan mereka!!
"Tenanglah Miura, kami tidak berniat untuk menyakitimu."
"Eh?"
"Benar. Kami ke sini untuk membawamu ke tempat kami atas perintah Tuan Albert."
"Tu-Tunggu--"
"Menurut saja dan ikut dengan kami, Miura. Senjata [Legendary-class]-mu itu sama sekali tidak berguna menghadapi kami."
"Apa!"
Mereka mungkin benar, senjata legendary-classku ini sepertinya tidak akan mempan melawan mereka. Tetapi tetap saja, kalian ingin melakukan apa terhadapku sampai-sampai ingin membawaku ke markas kalian!
__ADS_1