Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Apa Yang Terjadi Denganmu!?


__ADS_3

Tanah bergemuruh dan berguncang, keseimbangannya tidak stabil karena sedang "tertarik" oleh rantai hitam dan Charybdis.


"Whoah!!" ××


Semua orang yang sedang mengungsi di istana harus memperhatikan kaki mereka masing-masing karena getarannya dapat menjatuhkan mereka, mereka tidak bisa lengah sedikit.


Namun, salah satu di antara mereka, Luminous, masih mengendalikan levitasi untuk tetap fokus dengan pertarungannya. Bersama dengan Leviathan yang menggeliat di lehernya, mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan guncangan karena melayang di udara.


"Kamu lihat itu, Levi! Mereka berdua sangat kuat."


"Ya. Pada akhirnya Kakak Perempuan Pertama yang memenangkan pertarungannya."


"Kalau kita bertarung dengan salah satu dari mereka, apa menurutmu kita bisa menang?"


"Kakak Pertama dan Charybdis? Jika dengan diriku yang sekarang, aku masih belum bisa mengalahkan mereka berdua."


"Eh? Kenapa?"


"Awalnya, aku lebih kuat daripada Kakak Pertama, dan Charybdis Lebih kuat daripada aku. Tapi sekarang keadaannya berubah. Kakak Pertama lebih kuat dibanding aku dan Charybdis, sehingga sekarang kekuatanku yang tertinggal di belakang."


"Walaupun kita bertarung dengan kekuatan penuh?"


"Ah, kalau kamu bersama denganku, aku tidak tahu hasil pertarungannya akan menjadi seperti apa. Kita mungkin bisa mengalahkan Charybdis, tetapi kita masih tidak bisa mengalahkan Kakak Pertama dan Tuan Albert. Level kedua orang itu sudah berada di dimensi yang berbeda."


"Hohou, begitu rupanya. Kita masih bisa memiliki kesempatan untuk mengalahkan adik laki-laki kalian."


"Yah, kemampuan memanipulasi gravitasinya memang sangat merepotkan, tapi kita bisa menghalaunya. Dan kecepatan kita juga menjadi keunggulan untuk bisa melawannya. Namun, kamu tidak perlu memikirkan hal ini. Aku yakin, setelah perang ini berakhir, Tuan Albert pasti akan mengajarkan kita cara untuk mengendalikan Outerki energy. Pada saat itu, kemampuan kita pasti berubah dan meningkat."


"Kamu benar."


Dialog antara Luminous dan Leviathan yang sedang mengukur kemampuan mereka.


Untuk Luminous, dia tidak ingin partner terpentingnya, Leviathan, tertinggal di belakang Charybdis dan Hydra. Dia ingin Leviathan bisa berdiri sejajar dengan kedua saudaranya, itu sebabnya dia mempertanyakan hal di atas untuk mengoreksi kekuatannya.


Dan tentunya, setelah dia tahu kalau Leviathan berada di posisi paling akhir, matanya menunjukkan api semangat karena dia mulai termotivasi untuk meningkatkan kekuatannya supaya Leviathan bisa sejajar dengan mereka.


Biarpun terlihat sombong, sebenarnya Luminous sangatlah polos. Dan Leviathan mengetahui hal itu lebih dari siapapun.


"Oi, apa kau tidak ingin membantu Taun Albert? Harus berapa kali aku mengingatkan, kau harus memiliki inisiatif dalam hal-hal seperti itu, tahu!!"


"Agh, sakit! Kenapa kau menendangku!?"


"Aku tidak tahan melihat wajah bodohmu itu."


"Itu alasan sebenarnya kau ingin menendangku?"


Dengan wajah kesal, Titania datang dan langsung menendang bokong Luminous.


"Hei, jangan bertengkar lagi. Ini bukan di kastil."


Dan Kaguya datang bersama dengannya.


"Kau melakukan ulah lagi, kan. Luminous?"


"Eh, aku!?"


Rin juga ada bersama dengan mereka.


Kelompok ini memiliki jabatan yang sama di kastil Albert, itu sebabnya mereka sangat dekat. Dan karena Luminous adalah satu-satunya pria di antara mereka, dia seringkali terkena keusilan dari wanita-wanita tersebut.


"Ngomong-Ngomong, lawan kali ini tidak terlalu kuat, kan?"


Rin mengganti pembicaraannya.


"Apakah begitu? Aku cukup serius ketika melawan pilar ketiga."


"Kelihatannya hanya pilar kedua dan ketiga yang bisa bertahan cukup lama melawan kita. Sisanya tidak bisa menjadi lawan yang bagus."


"Oh, aku ingat kamu mengurus pilar keenam, kan. Rin?"


"Ya. Tuan Carol yang mengurus pilar ketujuhnya."


Awal mulainya pertarungan antara kelompok pilar surga dan servant dipelopori oleh Agatha, semua orang melihat Agatha menyerang Rin lebih dulu.


Sayangnya, Agatha adalah orang bodoh yang tidak bisa menilai kekuatan sesungguhnya dari Rin. Seorang Tuan Putri Naga yang sekarang menjadi seorang ibu.


"Hei, sekarang harus kita apakan para komplotan Nodens yang ada di sana?"


Sambil menunjuk ke arah bawahan Nodens, Kaguya mencoba mengingatkan semua orang untuk mengerjakan sesuatu.


Di antara mereka, Kaguya paling memiliki rasa teladan yang tinggi.


Sisa pilar surga yang masih bisa berdiri berkumpul di dekat Carol untuk meminta penjelasan, mereka tidak bisa pergi dari istana karena medan gravitasi di sekitarnya masih ada. Sedangkan keempat jenderal berkumpul di sekitar mayat Cthugha dan Hastur, dan mendapatkan arahan dari Miura untuk tidak menentang Albert.


"Bodoh sekali kalau mereka masih ingin menentang Tuan, padahal Nodens saja sudah dikalahkan, bukan?"


"Ya. Aku juga berpikir demikian."


"Jadi, biarkan saja. Nanti biar Tuan Albert yang mengurusnya."


Menyerahkan segala sesuatu kepada Tuan mereka, dan mempercayakannya. Itulah tugas seorang bawahan teladan.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


"Albert sudah selesai."


"A-Apakah kita perlu ke sana?"


"Ya. Kalian juga harus membantu, pergilah."


Kediaman Bestlafiol, ruang monitoring. Setelah Albert terlihat telah berhasil menangkap Charybdis, Merlin menyuruh William dan dua yang lainnya pergi membantu Albert.


"Eh? Lalu bagaimana dengan kita?"


Freya bertanya dengan heran.


Merlin hanya menyuruh mereka bertiga pergi, padahal Freya sangat ingin pergi ke tempat Albert juga.


"Kalau kamu ingin pergi, maka ikut saja dengan mereka. Aku tetap akan tinggal di sini menunggu."


Merlin mempersilahkan Freya pergi. Namun perkataan ini membuat Freya semakin bingung.

__ADS_1


"Ada apa denganmu, kenapa kamu tidak ingin pergi?"


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin tetap di sini."


"Sungguh?"


"Sungguh."


"Beneran?"


"Ya ampun. Kamu ini..."


"Ma-Maaf, aku hanya merasa aneh saja."


Freya terus meragukan Merlin, dan membuat Merlin lelah. Oleh karena itu Freya merasa bersalah.


"Tidak ada yang aneh. Aku akan menunggu di sini dan tetap menjaga rumah. Jadi kalau kamu ingin membantu Albert, kamu bisa pergi. Keliahatannya Albert masih perlu mengurus para bawahan Nodens, jadi dia pasti akan pulang lama."


Merlin memberitahukan alasan kenapa dia tidak ingin pergi.


Freya hanya diam, menatap Merlin yang menurutnya sedang bersikap berbeda dari biasanya.


Jika Albert ada di atas gunung, Merlin juga harus di sana. Atau jika Albert ada di laut, maka Merlin juga harus ada di laut.


Bayangan seperti itu selalu ada di pikiran Freya karena Merlin memang selalu memperhatikan Albert, di setiap menit yang ada.


Tapi sekarang Merlin bertingkah aneh. Dia tidak bertindak selayaknya apa yang Freya selalu bayangkan tentangnya.


Ditambah lagi, ini adalah kesempatan bagus untukknya membantu Albert. Situasi pasca perang itu pasti membuatnya lebih bersinar jika dapat membantu Albert dari dekat. Dan itu dapat meningkatkan kesan Albert terhadapnya, dimana dia selalu mengincar hal itu untuk kekuasaannya sendiri sebagai istri pertama.


Semua hal itu membuat Freya heran, dan tanpa sadar menekuk wajahnya karena sibuk memikirkan keanehannya.


"Kenapa?"


"Pasti ada yang terjadi denganmu, kan?"


Freya akhirnya berhasil mengendus bau-bau kebohongan. Dan pertanyaan itu membuat Merlin agak tersentak.


"Aku benar, ya?"


"Apa yang kamu bicarakan? Aku baik-baik saja, sungguh."


"Jujurlah padaku atau aku akan menelpon Albert sekarang."


Freya mendesak Merlin dan mendekatkan tubuhnya ke arah Merlin.


Dan perdebatan yang mereka lakukan membuat Lilia, Eliza, dan tiga lainnya hanya bisa menonton dalam diam.


"Gao!"


Hanya satu orang (naga) yang berani mengganggu perdebatan mereka, dia adalah Nava.


Nava sama sekali tidak mengerti, namun melihat mereka seserius itu membuat dia ingin ikut berbicara juga.


Dia sangat suka sekali permasalahan.


Freya dan Merlin melihat ke arah Nava yang sedang dipeluk oleh Eliza, kemudian mereka kembali saling menatap diri mereka masing-masing.


"Aku... Sebenarnya, aku merasa sakit. Dan tampaknya, anak-anak ini akan..."


Sambil mengelus perutnya, Merlin mengutarakan kegelisahannya dengan ragu-ragu.


Namun meskipun penjelasannya kurang lengkap, akan tetapi semua orang yang berada di ruangan tersebut (kecuali Nava) menyadari apa yang ingin Merlin sampaikan.


"Eh?" ××


Dan itu membuat mereka semua terkejut.


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Menggunakan rantai hitam, aku berhasil menarik Charybdis ke daratan. Atau mungkin lebih tepat bila aku sebut itu dengan "membuat Charybdis berada di atas daratan".


Yah, apapun itu, pokoknya dia tidak bisa melepaskan diri meskipun terus menerus memberontak.


Aku suka melihat pemandangan ini, ini seperti kami berhasil menangkap seekor monster legenda.


"Lepaskan aku!! Apa yang ingin kau lakukan terhadapku!?"


Kata-kata seperti itu selalu diutarakan oleh Nodens yang sedang mengambil bentuk Charybdis.


Aku juga, tampaknya harus mengubah penampilanku. Kembali ke bentuk manusia karena pertarungan ini sudah berakhir.


«Hehe, sangat menyenangkan berada dalam bentuk ini.»


«Terimakasih atas pujiannya.»


Sambil melakukan pertukaran tersebut, kami merubah penampilan ke bentuk diriku yang tampaknya agak sedikit berbeda.


Tapi itu bisa dipikirkan nanti.


"Karena aku hanya ingin membereskanmu, maka Charybdis tidak perlu mati."


"Apa? Itu tidak mungkin! Charybdis dan aku sudah menjadi satu. Kalau aku mati, maka Charybdis juga akan mati!!"


"Aku tahu itu."


Memang sedikit merepotkan, tapi apa yang dia katakan itu benar. Jiwa mereka sudah menjadi satu, jika aku memaksa memisahkan diri mereka, maka apa yang akan terjadi selanjutnya adalah kebocoran, kecacatan, atau sesuatu semacam itu.


Tapi dia mungkin belum tahu, atau mungkin sudah lupa meskipun Charybdis sudah memberitahukannya. Sebenarnya Hydra itu penguasa energy dan atribut, dia adalah dokter bedah jiwa yang sangat bisa diandalkan.


Aku yakin Charybdis tahu akan hal tersebut.


"Hydra, lakukan."


Sambil mengulurkan tanganku, aku akan memulai proses pemisahan.


"Kau tidak dengar, apa yang aku katakan barusan! Jika kau masih menginginkan Charybdis, kau tidak bisa membunuhku!"


Nodens masih belum mengerti. Tubuh Charybdis mungkin terlihat biasa-biasa saja, tapi sebenarnya, jiwa Nodens sedang meronta-ronta di dalamnya.


"Apa kau ingin hidup?"

__ADS_1


"Ya! Mari kita lupakan tentang semua ini. Aku akan memberikan Freya kepadamu."


"..."


Bukankah sejak awal Freya-ku bukan miliknya? Orang ini sepertinya lebih menjengkelkan dari apa yang aku pikirkan. Tapi...


Hmm, apa aku harus membunuhnya, ya? Dilihat dari segi keterampilan, Nodens mungkin memiliki kelebihan dibandingkan dengan para malaikat yang lain. Buktinya dia memiliki Charybdis di jiwanya.


Jika aku ingin selamat dari musuhku di masa depan, bukankah lebih baik kita merawat Nodens untuk meningkatkan kekuatan kami?


Jika lawan kita adalah makhluk alien dengan Outerki energy di tubuh mereka, maka kekuatan kami yang sekarang – jujur saja sepertinya kami masih belum mampu.


Merlin, aku, Freya, dan tiga bersaudara mungkin bisa dibilang sudah dapat mengontrol Outerki energy, tapi itu masih sebatas amatiran.


Berbeda dengan alien dari luar itu yang bisa mengalahkan ke-Empat Roh Agung sendirian. Kami mungkin bukan tandingannya, kan?


Jadi dengan pertimbangan tersebut, aku ingin menggunakan kekuatan Nodens. Atau setidaknya mempertahankan keberadaannya.


Tapi...


Bagaimana jika Nodens berkhianat dan menculik istri kesaynganku ketika kami sedang lengah? Kemudian dia akan menodai tubuh Freya untuk membalaskan dendamnya kepadaku.


Ya! Hal seperti yang ada di manga-manga jaman sekarang mungkin saja bisa terjadi! Atau aku hanya terlalu posesif?


Itu akan menjadi cerita yang membagongkan jika benar-benar terjadi.


Argh! Memikirkannya saja membuatku stress. Lebih baik aku musnahkan saja dia di sini.


"Hei, apa kau tidak dengar apa yang aku katakan!?"


Tubuhku penuh aliran energy, itu membuat Nodens panik melihat aku menghiraukan peringatannya.


"Aku tidak bisa mempercayaimu."


"Lakukan kontrak jiwa denganku, aku berjanji tidak akan mengusik kehidupan kalian!!"


Oh aku lupa ada cara seperti itu.


Jika kita melakukan perjanjian tersebut, dipastikan dia tidak akan bisa menyentuh Freya.


Tapi... Ah, aku sudah terlanjur membenci Nodens karena membayangkan hal-hal di atas.


"Maaf, aku ini orangnya sangat posesif."


Aku memulai ritual memisahkan Nodens dari jiwa Charybdis.


"Apa? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan!"


"Selamat tinggal, Nodens...."


"Sial!! Aku tidak akan memaafkanmu! Aku pasti akan membunuhmu suatu hari nanti! Arghhhh!!"


Energy-ku menyelimuti seluruh tubuh Charybdis dan mulai membakar kesadaran Nodens.


Charybdis mungkin merasakan sakit, tapi dia adalah Divine Monster. Beri dia sedikit waktu, dan dia bisa memulihkan jiwanya sendiri nanti.


Setelah proses penyucian selesai, tubuh Charybdis menjadi agak berbayang. Dia terlihat seperti hantu yang tidak bisa mempertahankan wujudnya.


Meskipun begitu, rantai hitam masih bisa mengekangnya dengan kuat.


"Apa sudah selesai?"


Charybdis bertanya. Situasi ini agak canggung untuk kami.


"Apa kamu mau tunduk di bawahku, Charybdis?"


Sekarang, mari kita lakukan negosiasi untuk mendapatkan monster ilahi ini.


"Kau kuat. Dan kau punya kakak perempuan pertama. Tapi aku tidak ingin bekerja di bawahmu."


"Kenapa?"


"Sepertinya aku tidak bisa mempertahankan keutuhan jiwaku. Oleh karena itu, aku ingin beristirahat daripada bekerja."


"..."


Apa itu? Aku tidak mengerti.


«Dia lebih memilih mati ketimbang bekerja untukmu, Master.»


«Hah? Terus, untuk apa aku repot-repot memisahkan jiwanya dari kotoran Nodens?»


«Seharusnya Anda bertanya lebih dulu sebelum melakukan sesuatu.»


«Apa-Apaan itu, aku tidak bisa menerimanya!»


Kemarahanku tiba-tiba memuncak hanya karena mendengar hal konyol seperti itu. Aku tahu mereka bisa bangkit kembali meskipun sudah dibunuh, tapi tetap saja itu membuatku jengkel.


"Apa kau sebegitunya ingin beristirahat? Kalau begitu aku akan menyiapkan tempat untukmu beristirahat."


"Kau bermaksud ingin menyegelku? Haha, kalau begitu lakukan saja. Aku tidak peduli."


"Kghh..."


Dia tahu kalau aku sedang mengancamnya.


Mengurung mereka ditempat tertutup merupakan mimpi buruk bagi makhluk abadi. Tapi berbeda dengan Charybdis, tampaknya dia sama sekali tidak khawatir meskipun terkubur selamanya di dalam tempat terisolasi.


Apakah dia benar-benar hanya ingin beristirahat? Dia lebih terlihat seperti makhluk yang sudah bosan hidup.


"Ck, kalau kematian adalah keinginanmu, maka aku akan mengabulkannya sekarang!"


Hari ini pikiranku terasa agak kacau. Biasanya aku akan berusaha dan melakukan upaya apapun untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.


Tapi sekarang, jangankan berusaha, aku bahkan mengedepankan emosi ketika sedang bernegosiasi.


Aku telah gagal sebagai pembisnis.


"Tunggu!!"


Namun, seorang wanita cantik berambut biru tiba-tiba menginterupsi pembicaraan. Dia adalah orang yang akan mengubah jalannya negosiasi.

__ADS_1


__ADS_2