
Beberapa hari sebelumnya, di sebuah hutan dekat kota.
Aku berjalan menyusuri hutan setelah keluar dari kota. Aku mendapatkan informasi kalau organisasi Tengkorak Merah sudah tidak ada dikarenakan orang-orang penting dan markas mereka telah dihancurkan oleh sekelompok organisasi tidak dikenal. Mereka dihancurkan, menghilang begitu saja seperti ditelan bumi.
Tidak ada kesaksian yang mengatakan mereka dihianati oleh seseorang, namun lokasi markas yang sudah bertahan selama ribuan tahun, dihancurkan begitu saja hingga tidak menyisakan satu orang pun.
Padahal mereka merupakan kelompok besar yang sudah ada dari jaman dulu, memiliki orang-orang kompeten dalam pembunuhan, dan memiliki banyak sekali harta tak ternilai di markas mereka.
Namun itu semua menghilang hanya dalam waktu satu malam... Kelompok mana yang bisa mengalahkan mereka? Bahkan organisasiku hanya bisa dianggap setara dengan mereka.
"Zen."
Setelah berjalan cukup lama untuk menuju ke salah satu tempat persembunyianku di dalam hutan, tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil namaku. Secara reflek, aku menjauh dari tempat itu karena suara itu seperti berada tepat di belakangku.
Aku sempat berpikir bahwa tidak mungkin ada seseorang yang bisa menyembunyikan hawa kehadirannya dariku, tapi suara itu jelas sangat terdengar oleh pendengaranku, itu bukan telepati. Namun setelah aku menjauh dan meningkatkan persepsiku untuk memeriksa seluruh lokasi, aku tidak dapat menemukan siapapun.
Suara itu sangat jelas dan tidak mungkin kalau itu hanya sebuah ilusi. Tapi pada kenyataannya aku tidak menemukan siapapun, ini seperti aku telah mendengar suara hantu.
Tapi ternyata aku salah, seseorang dengan pakaian hitam dan mata tertutup, tiba-tiba muncul dari balik pohon di hadapanku.
Tidak mungkin, itu hantu sungguhan? —Aku sangat tidak percaya dengan penglihatanku.
"Hei, siapa kau?"
Aku bertanya karena panik, kehadirannya begitu tipis sampai-sampai persepsiku tidak bisa mengetahui keberadaannya.
"Aku--"
Sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, aku melemparkan beberapa senjata lempar cakram dan melarikan diri. Tidak ada yang tahu kalau dia itu sendiri atau berkelompok, dan tidak ada yang tahu dia memiliki rencana apa. Bisa saja dia sudah menunggu kedatanganku dengan teman-temannya untuk melakukan penyergapan. Jika seperti itu, mereka pasti menggunakan sihir tingkat tinggi untuk menyatukan hawa mereka dengan alam.
"Huh!?"
Namun ketika aku berbalik dan buru-buru pergi untuk melarikan diri, tiba-tiba sesosok yang sama dengan pria bermata tertutup sebelumnya menghalangi jalanku dan aku ditendang mundur olehnya.
Benar-benar tidak dapat dipercaya. Jika itu adalah orang yang sama, maka kecepatannya sangatlah jauh melebihi kemampuanku. Tetapi, ternyata mereka hanyalah dua individu sarupa, dengan kata lain salah satu diantara mereka hanyalah sebuah ilusi.
Karena aku sudah ditendang oleh salah satunya, maka yang lainnya palsu.
Dalam waktu singkat aku merubah rencana dari melarikan diri menjadi memilih bertarung. Meski aku tidak tahu jumlah musuh, aku bisa mengira kalau dia hanya datang sendiri karena sudah repot-repot membuat ilusi. Jika musuh berkelompok, seharusnya mereka menyergapku dari awal.
Namun pemikiranku ternyata masih terlalu naif. Aku sempat melemparkan cakram ke tubuh palsunya tapi dia tidak menghilang, itu membuat aku terkejut karena telat menyadarinya.
"!!"
Dan ketika aku memastikan ke arah belakang lagi, aku menemukan sejumlah cakramku — yang seharusnya mengenai tubuh palsu itu — ternyata tidak dapat menembusnya. Itu artinya sosok di sana bukannya terkena serangan dan menghilang, justru malah menangkis seranganku. Dua sosok ini ternyata sungguhan!!
Sial, aku masuk ke dalam jebakannya!! —Tidak dapat disangkal lagi, aku sekarang tidak yakin mana yang asli dan mana yang palsu. Bahkan aku tidak bisa memastikan apakah mereka merupakan individu yang sama atau tidak. Ada kemungkinan kalau mereka itu kembar atau mereka hanya mengenakan pakaian yang sama karena mata mereka tidak dapat kulihat, sulit untuk memastikannya.
"Jawab, dari mana kau tahu namaku!?"
"..."
Pria itu sungguh sangat misterius. Dia sama sekali tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Oleh karena itu aku hanya bisa mengambil sikap bertahan dengan gauntlet berbilah tiga, senjata tingkat [Legendary-class] di tangan kananku.
Ini senjata yang sangat tajam dan dapat membunuh musuh dalam sekali garuk dan bisa menembus pertahanan apapun.
"Kemampuanmu berkamuflase sangat merepotkan bagi orang-orang, namun itu tidak berguna di hadapanku. Jadi, jangan pernah berpikir untuk kabur dariku atau aku tidak bisa menjamin keselamatanmu."
Dia akhirnya berbicara, tetapi dia mengancamku untuk tidak melarikan diri. Ini sangat merepotkan bila dia sudah mengetahui beberapa kemampuan tempurku.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan. Berhentilah bersikap sombong jika kau hanya ingin bergabung dengan organisasiku."
Aku telah membentuk sebuah organisasi kriminal dengan tujuan mendapatkan jaringan informasi tambahan dan skalanya sudah semakin besar, bahkan hampir melewati kelompok bajak laut Tengkorak Merah. Nama organisasinya adalah Hiu Darah, berbasis di lautan dan terkenal sebagai bajak laut paling berbahaya di Samudera Selatan.
Organisasi ini baru saja dibentuk beberapa tahun lalu, namun sejak pertama kali terkenal, organisasiku selalu menyerap kelompok-kelompok bajak laut atau kriminal lainnya untuk memperbesar skala organisasi. Namun sayangnya banyak orang bodoh yang selalu menyerangku secara tiba-tiba untuk menjadi pemimpin organisasi ini.
Sungguh, aku sudah lelah mengurus kelompok bermasalah ini sendirian padahal aku hanya ingin memperluas jaringan informasiku.
__ADS_1
"Hmm, kau benar. Aku ingin berbicara tentang organisasi Hiu Darahmu, tapi aku sama sekali tidak berniat bergabung. Tuanku menyuruhku untuk mencari seorang pemimpin organisasi kriminal, dan kupikir kau pilihan yang cocok untuk kubawa ke hadapan beliau."
Huh, jadi dia adalah suruhan orang lain yang datang untuk menjemputku.
"Sebutkan nama tuanmu?"
"Jika kau mau menghadap beliau, aku akan memberi tahumu."
"Kalian berbicara tentang bisnis, kan? Apa kau ingin membawa aku sekarang?"
Karena dia berbicara tentang bisnis, aku mengubah sikapku menjadi lebih normal dan berdiri seperti biasa. Tapi tentu saja aku tidak menurunkan sedikit pun penjagaanku karena orang ini pastinya sangat berbahaya.
"Tidak sekarang, aku akan menemuimu lagi nanti. Sekarang aku hanya ingin memberitahu hal ini saja."
"Baiklah, aku akan menemuinya nanti."
"..."
Pria itu pergi tanpa meningalkan jejak seperti telah tersapu oleh angin, dia bahkan tidak memperkenalkan namanya sendiri, sangat tidak sopan.
Yah, tapi itu adalah sikap orang-orang tercela, mereka yang menemuiku untuk berbisnis pasti hanya ingin mencelakai orang lain.
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
Itu, apa yang aku pikirkan terakhir kali aku bertemu dengannya, sekarang aku tidak tahu apa yang ingin mereka rencanakan dengan membawaku ke tempat ini secara paksa.
Di sini, salah satu ruangan bawah tanah Istana Kekaisaran Dortos, aku menunggu seseorang yang katanya ingin berbicara denganku.
Aku bisa sampai di sini karena ditangkap oleh pria misterius itu. Kenapa aku menyebutnya "ditangkap"? Itu karena aku dibawah secara paksa olehnya menggunakan sihir aneh yang membuat tubuhku seperti tenggelam ke dasar kegelapan.
Itu sungguh kejutan untukku karena aku sama sekali tidak bisa melawannya. Level kami benar-benar berbeda jauh. Aku sering mengaku kalau aku adalah assassin terbaik di seluruh dunia, tapi semua itu seperti hanya bualan setelah aku bertemu dengan pria bajingan itu.
Sebenarnya, aku mungkin bisa melarikan diri dari ruangan ini karena meskipun aku dibawa secara paksa, aku masih diberikan hak tanpa kekangan. Bahkan pintu di ruangan ini bisa dilewati oleh maid istana dengan mudah dan aku bisa mengetahui lokasi tempat ini dari mereka.
Tapi pria itu menyuruhku untuk menunggu dan mengatakan kalau tuannya akan menemuiku di sini. Pilihan terbaik saat ini hanya menuruti kata-katanya daripada aku diperlakukan kasar lagi.
Lagian, kenapa orang itu bisa mengetahui keberadaanku dan bagaimana dia bisa memindahkan aku dari kota (di benua Slavia) ke sini (Istana Kekaisaran Dortos) hanya dalam waktu singkat, ini membingungkan.
"Berlutut."
"Hah...? Ughh!!"
Aku bingung dengan tuntutannya, menyuruhku untuk berlutut di depan orang yang tidak aku kenal. Namun segera aku ditekan dengan aura yang sangat kuat oleh pria itu, mau tidak mau aku turun dan berlutut karena tekanannya.
Sial, dia memaksaku!!
"Jadi dia Zen si petualang peringkat tiga teratas? Kemampuan transformasinya sangat bagus, tingkat ini sama seperti skill Eliza. Kupikir dia hanya mengubah wujudnya dengan ilusi semata."
Pria lainnya — yang aku pikir adalah tuannya — mengutarakan pendapat setelah mengamatiku.
(Tunggu, dia tahu kalau aku sedang menggunakan sihir transform manusia?) —Aku ingin sekali bertanya, tapi energi si bajingan masih menekanku ke lantai.
"Benar. Dan dia adalah pemimpin organisasi Hiu Darah. Setelah kami menghancurkan organisasi Penyihir Hitam dan Tengkorak Merah, kelompok Hiu Darah adalah satu-satunya organisasi kriminal terbesar di dunia saat ini."
"Hm?"
"Tuan Albert, perlu Anda ketahui, sebenarnya belum lama ini Nyonya Merlin menyuruh kami menghancurkan dua organisasi penjahat itu."
"Kenapa kamu tidak memberi tahuku hal itu sejak awal?"
"Karena Nyonya Merlin menyuruhku untuk diam."
"Ah, b-begitu, ya. Hmm~"
Tuannya seperti baru saja menemukan masalah, itu terlihat jelas dari raut wajahnya seperti ingin mengatakan ada hal tidak terduga terjadi di luar rencana.
Tapi aku sangat tidak menyangka kalau organisasi Tengkorak Merah ternyata dihancurkan oleh pria itu.
__ADS_1
Dia membawaku ke sini karena ingin melakukan bisnis, kan? Jika dia ingin menghancurkan organisasiku, dia pasti bisa melakukannya dengan mudah menggunakan kemampuan miliknya! Sial, ini semakin menakutkan!
"Sigh, ya udahlah. Ngomong-Ngomong, lepaskan dia, aku ingin berbicara dengannya."
"Baik."
Akhirnya pria itu menghilangkan energinya dan aku sudah bisa bergerak. Setelah bisa bergerak, tubuhku secara naluri merapihkan posisi dan berlutut dengan benar di hadapan tuannya.
Ini, jika aku berprilaku sembarangan, aku pasti akan dijatuhkan hukuman mati.
"Zen memberi hormat kepada Master."
"Ini."
"Eh?"
Dia tiba-tiba memberi sebuah bingkisan berisi makanan kepadaku. Isinya ada beragam, namun serba makanan manis.
"Hari ini putriku sedang ulang tahun, kenapa kamu tidak ke atas untuk menemui kami?"
"Maaf, saya tahu itu, tapi saya tidak terlalu suka tempat ramai."
Benar, pesta ulang tahun anak dewa. Aku mendengar hal ini juga dari para maid istana, tetapi kukira kata "dewa" di sana hanyalah ungkapan para rakyat negeri ini kepada keluarga Kekaisaran yang sangat mereka agungkan. Kenyataannya aku tidak pernah mendengar ada dewa sungguhan di benua ini.
"Tristan juga menghadiri acara kami, kupikir kamu tidak berani ke atas karena terdapat kehadirannya, ternyata aku salah. Yah, itu tidak penting lagi. Sebenarnya aku mengajakmu ke sini untuk membicarakan pekerjaan dan menunjukkan sesuatu."
"Menunjukkan sesuatu?"
(Huh, dia ternyata benar-benar dewa!?) —Aku terkejut dalam hati setelah mengetahui Grandmaster Guild ternyata memiliki hubungan dengan pria ini. Mungkin aku terlalu terburu-buru menyimpulkan kalau dia adalah dewa karena memiliki hubungan dengan Grandmaster, tapi dari cara dia menyebut Grandmaster — yang merupakan seorang anak dewa Nodens — tanpa honorifik sama sekali membuat aku berpikir kalau mereka memang dekat.
"Iya, kamu tahu Vampire?"
"Vampire. Mereka merupakan ras melegenda yang dikatakan pernah ada di dunia ini."
"Haha, benar, istriku juga memiliki wawasan sepertimu. Tapi pada kenyataannya mereka sebenarnya masih hidup sampai saat ini dan kita sebentar lagi akan pergi ke tempat mereka tinggal. Hanya saja berbicara tentang bangsa legenda, bukankah ras "Merfolk" kalian juga sama?"
"!!"
Aku benar-benar melupakannya, padahal orang ini sudah menyinggung sihir transformasiku sebelumnya.
"Aku tidak menyangka kalau Anda bisa mengetahui identitas asliku. Benar, aku adalah merman dari bangsa merfolk, Zen Costa. Jika diperbolehkan, aku ingin bertanya bagaimana Anda dapat mengetahui identitas asliku."
Bangsa Merfolk atau ras merfolk, merupakan ras melegenda bila dilihat dari sudut pandang bangsa manusia karena kami sudah sejak lama tidak berhubungan dengan dunia luar. Dan aku adalah satu-satunya utusan ras merfolk yang dikirim ke dunia luar untuk mendapatkan informasi terkini tentang perkembangan dunia.
Seharusnya tidak ada seorangpun yang tahu tentang indentitas asliku karena aku sudah lama tidak kembali ke tanah air, kecuali...
"Haha, Niks. Sepertinya Zen baru saja menyadari sesuatu."
"..."
Tuan itu menertawaiku setelah melihat aku mengarahkan pandanganku ke arah si bajingan penculik.
(Sial, seharusnya aku menduga kalau dia sedang memata-matai ku!) —ini membuatku berpikir kalau ternyata dia bisa mencariku dengan cepat karena sejak awal dia memang sudah ada di dekatku. Tapi sejak kapan dia mengikutiku?
"Baiklah, karena kamu sudah tahu jawabannya, sekarang kita bisa langsung pergi ke wilayah bangsa Vampire, kan? Bergerak lebih cepat lebih baik. Tristan kelihatannya juga sudah pulang ke rumahnya."
"Baik."
Mereka mengajak aku ke wilayah bangsa Vampire. Aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana identitasku bisa terkuak sampai-sampai aku melupakan tujuan kami datang ke sini.
Kupikir bangsa Vampire sudah musnah, tapi ternyata mereka masih ada dan bersembunyi seperti kami. Info-info seperti inilah yang aku butuhkan untuk dilaporkan ke tempat asalku.
"Tunggu, tidak bisakah Anda sekalian memberitahu nama kalian? Aku tidak tahu harus memanggil kalian dengan panggilan apa."
Sampai sekarang aku masih penasaran dengan hal ini.
"Eh? Niks, kamu tidak memperkenalkan diri kita kepadanya?"
__ADS_1
"Maaf Tuan, aku melupakannya. Sejak awal dia memang sudah menanyakan nama Anda, tapi aku tidak menjawab, menunggu sampai dia benar-benar ingin bekerja sama dengan kita."
"Pencegahan isu? Yah, kalau begitu sekarang aku akan memperkenalkan diri. Namaku adalah Albert Testalia dan ini adalah Niks. Salam kenal, Zen."