
Yah, intinya kami sudah meningkatkan pertahanan, dan kekhawatiran adanya musuh yang menyerang sudah berkurang.
Kupikir, tidak perlu untuk menahan lagi kewajiban ku yang sempat tertunda. Dengan tingginya tingkat pertahanan kami, aku bisa dengan tenang melaksanakan keharusan sebagai seorang kepala keluarga, yaitu membuat keturunan.
Berbicara tentang keturunan, anak-anak kami sudah pintar dalam hal menjaga diri.
Selama beberapa bulan terakhir, mereka sudah menjalani pelatihan khusus dengan orang tua dan kerabat mereka.
Mereka sudah mendapatkan senjata, dan sudah cukup mahir dalam hal penggunaannya.
Namun, karena beberapa senjata mereka cukup berbahaya, mereka tidak diizinkan menggunakannya secara sembarangan.
Hal-hal seperti mantra dasar sudah diajarkan kepada mereka agar mereka tidak terlalu bergantung kepada senjata.
Hanya ketika mereka mendapatkan masalah serius, mereka baru bisa menggunakan senjata mereka.
Yah, hal seperti ini, hanya berlaku kepada Atla dan Eren. Sampai sekarang, Alice benar-benar tidak mengerti cara menggunakan senjatanya.
Meski begitu, dia masih keras kepala untuk memiliki senjata itu dan tidak ingin melepaskannya.
Ketika datang ke pelatihan, Alice sering menggunakan wujudnya sebagai monster Rubah Ekor Sembilan dan berlatih menggunakan wujud tersebut.
Hasilnya, dia sekarang sudah bisa merubah wujud manusia - monsternya sesuka hati karena sudah terbiasa.
Sekarang, ketika dia bertransformasi menjadi manusia, dia masih menyisakan ke-sembilan ekornya dan telinga rubahnya.
Telinga manusia terasa tidak nyaman, katanya.
Karena dia lebih nyaman seperti itu, maka aku tidak akan melarangnya. Dia sudah seperti Leon dan para beastman lainnya sekarang.
Terlepas dari itu semua, Alice sekarang menjadi anak yang cukup sulit untuk diatur.
Ketika kedua orang tuanya melepaskan pengawasannya, Alice akan langsung pergi kemana pun dia mau.
Freya mengetahui kalau Alice tidak akan bermain jauh-jauh dari kastil, tapi rasa sedikit khawatir masih tetap ada. (*kata "khawatir" lebih ditunjukkan kepada orang-orang yang berada disekitarnya.)
Untuk itu, Hydra mengajarkan Fraya cara melacak seseorang dengan cepat melalui jaringannya.
Melalui jaringan Hydra, Freya hanya perlu memberikan tanda tambahan kepada suatu individu dan itu akan langsung terdeteksi ketika dia melacaknya.
Semua menjadi lebih mudah. Dan dengan begitu, Freya selalu bisa menemukan Alice dengan cepat.
Setiap anak itu menghilang, dia pasti sudah berada di perkebunan kami. Itu adalah perkebunan buah-buahan, lokasinya berada di kiri dan kanan gedung kastil.
Benih yang Clara bawa dari dunia iblis sudah tumbuh dan berbuah. Itu bergizi dan mengandung sejumlah energi sihir di dalamnya.
Oleh karena itu, Alice selalu menyelinap keluar kastil hanya untuk mencuri buah.
Tidak, dia tidak mencuri karena itu adalah perkebunan kami. Tapi pengurus dari kebun itu adalah Clara, dan Alice tidak pernah meminta izin ketika ingin mengambil buahnya.
Yah, ketika Clara memergoki Alice sedang memakan buah-buahan dari sana, dia langsung menggendongnya dan membawa anak itu kembali ke pengawasan orang tuanya.
Ngomong-ngomong, perilakunya untuk diam ketika digendong, tidak pernah berubah.
Dalam kondisi mulut dan tangan penuh dengan buah, Clara selalu menggendong Alice ke dalam kastil dan mengaku kalau tingkah anak itu sangat manis.
Dan juga, daripada Alice selalu menyelinap keluar kastil sendirian, ketika buah-buahan dari perkebunan itu sudah matang secara menyeluruh, kami memanennya dan menyimpannya untuk anak-anak kami.
Jumlahnya cukup banyak, terdiri dari anggur dan apel. Kami berniat untuk menyimpan apel sebagai sajian dan anggurnya akan dijadikan wine.
Peradaban di desa huldra juga tidak terlalu jauh berbeda dengan peradaban manusia. Mereka membuat wine untuk kebutuhan air minum orang dewasa. Untuk anak-anak dan lansia, masih bisa mengandalkan susu dari hewani dan nabati.
Kesampingkan itu, kurasa, sudah saatnya memperbolehkan anak-anak untuk bermain di luar kastil.
Mereka juga sering mengunjungi gedung sekolah yang telah didirikan. Namun mereka tidak memiliki teman untuk diajak bermain. Jadi teman main mereka hanyalah orang-orang di sekitar kastil.
Selama hampir setahun, mereka sibuk berlatih untuk meningkatkan pertahanan diri sendiri. Sekarang, karena mereka sudah cukup mandiri, aku berniat untuk memperkenalkan beberapa anak kepada mereka.
Agar mereka memiliki sesuatu yang disebut dengan "kenangan masa kecil", hal ini diperlukan untuk menambah wawasan mereka masing-masing. Khususnya di bidang sosial.
Bagaimanapun juga, ini merupakan tugas orang tua untuk memperkenalkan anak-anak mereka ke dalam masyarakat.
Seperti yang direncanakan, Azure sudah mencari beberapa anak yang dapat dipercaya untuk menjaga putri kami.
Sekarang, mereka sedang berada di depanku. Berbaris dan sedikit gugup.
Lokasi kami saat ini sedang berada di ruang audiensi. Aku duduk di singgasana, empat anak berdiri di depanku, dan ada Azure serta Clara sedang berdiri di belakang mereka.
Kenapa Clara berada di sini? Jawabannya adalah karena adiknya, Claris, diikutsertakan menjadi calon penjaga putri kami.
Penampilan Claris tidak jauh berbeda dengan kakaknya, sangat manis. Sayangnya, anak ini sering menutup diri di rumah dan jarang bermain keluar.
Namun sekarang, dia dipaksa untuk berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan kami.
Kurasa, tidak ada masalah menempatkan Claris di kelompok ini. Meski mereka akan dijadikan pengawal, namun tujuan awalnya untuk memperkenalkan anak-anak kepada masyarakat.
Jadi ini merupakan kesempatan bagus untuk Clara mengeluarkan Claris dari dalam rumah.
__ADS_1
Aku juga tidak keberatan. Selama mereka dapat berteman dengan baik, itu sudah cukup.
Lagi pula, Clara sudah kami anggap keluarga sendiri.
Sedangkan untuk tiga anak yang telah dibawa oleh Azure. Dua pria dan satu perempuan.
Perempuan berasal dari klan naga laut bernama Natalie, satu pria berasal dari klan naga es bernama Davies, dan satu pria lagi berasal dari klan naga bumi bernama Peter.
Mereka semua merupakan anak muda dan belum memiliki pengalaman. Namun dapat dipercaya dan memiliki kepribadian baik.
Tidak ada salahnya membiarkan mereka bermain dengan anak-anak kami. Karena untuk masalah pengalaman, mereka bisa mendapatkan pelatihan dan pelajaran dari kami.
"Jadi, kalian yang akan menjadi pengawal anak-anak kami?"
Sambil beranjak dari singgasana, aku berbicara dan menghampiri mereka.
Ketika sudah berada di depan mereka, aku berhenti dan menatap mereka seperti sedang menatap kecoa.
Um, ini hanya akting untuk melihat keberanian mereka, aku ingin tahu apakah mereka akan berubah pikiran atau tidak ketika melihat aku seperti ini.
Sebagai hasilnya, mereka tampak takut dan gemetar.
Ngomong-ngomong, agar efek dari akting ini meningkat, aku juga telah mematikan lampu di ruangan ini. Jadi ruangan ini terlihat gelap seperti singgasana raja yang mengerikan.
"Apa kalian benar-benar ingin menjadi pengawal anak-anak kami?"
Karena mereka tidak menjawab, aku bertanya sekali lagi.
""Ya, kami siap menjadi pengawal ketiga Tuan Putri Lord!""
Akhirnya mereka menjawab dengan serempak.
Peter dan Davies terlihat agak ketakutan, tapi mereka memberanikan diri dan mengatakan itu dengan lantang.
Sedangkan Claris terlihat sangat takut hingga tidak bisa berbicara.
Dan terakhir adalah Natalie, sikapnya terlihat biasa seperti ini bukanlah masalah besar untuknya. Dia cukup berbeda tampaknya.
Kemudian masuk ke sesi terakhir dari teater ini.
Aku berjongkok seperti preman untuk menjajarkan ketinggian mereka, benar-benar bukan perilaku seorang Raja.
"Dengar, aku tidak akan memaafkan orang yang berani melukai anak-anakku."
Dan mengatakan hal itu sambil menajamkan mata seolah-olah mengintimidasi.
Jika ada orang yang berani melukai anak-anak kami, mereka akan mendapatkan pengalaman yang paling mengerikan.
Mendengar kalimatku, mereka semua melebarkan mata dan menatapku dengan rasa takut.
Karena tidak ada dari mereka yang mengundurkan diri, aku merubah sikapku dan menepuk salah satu pundak mereka.
"Yah, selama kalian menjadi teman baik Atla, Eren, dan Alice — aku akan merasa senang. Haha."
Dan berakhir seperti semuanya hanyalah sebuah lelucon.
Mereka terlihat bingung pada awalnya, namun segera mengerti kalau aku hanya bercanda dan menjadi lega.
Lalu aku melihat Natalie yang sedang menghela nafas panjang, lebih panjang daripada anak-anak yang lain.
Anak ini, aku sangat yakin bahwa dia sudah berusaha menahan ketakutannya. Kurasa, dia akan menjadi orang yang paling diandalkan di kelompok mereka.
Terakhir Claris, dia tampaknya masih ketakutan meski aku sudah bersikap biasa. Jadi aku mengelus kepalanya berharap agar Claris dapat rileks.
"Baiklah, karena kalian akan menjadi Pengawal Putri, kalian harus memakai seragam khusus."
Kemudian aku mengeluarkan empat baju dan jubah khusus yang baru dibuat oleh para pengrajin tekstil.
Karena ini adalah kastil pahlawan, aku menyuruh pengrajin membuatkan pakaian dengan nuansa sejuk, tidak gelap. Itu adalah seragam putih dan jubah biru dengan sulaman lambang naga yang sedang melindungi kastil.
Ah, ngomong-ngomong, itu adalah lambang resmi negara kami, Lumia. Dengan warna kastil hitam dan naga kuning keemasan.
Hal-hal seperti ini sangat diperlukan untuk simbol kemuliaan dan kedaulatan negara kami.
Aku menyerahkan seragam itu kepada mereka dan memberikan selamat.
"Dan juga, apakah kalian membutuhkan senjata?"
Mereka cukup pendiam. Jika aku tidak bertanya, mereka tidak akan berbicara. Atau, apa memang seharusnya begitu?
Meski mereka anak-anak, sekarang mereka memiliki tugas untuk mengawal anak-anak kami. Jika mereka tidak memiliki senjata, mereka akan melindungi anak-anak kami dengan apa?
Selain itu, mereka sudah berada di usia mempelajari ilmu bela diri. Memberikan mereka senjata sekarang bukanlah hal buruk... Mungkin.
Setelah aku bertanya, mereka tampaknya mendapat kesulitan untuk menjawab. Kemudian...
"Tolong maafkan saya, Tuan Albert. Mereka belum mendapatkan pelatihan untuk menggunakan senjata."
__ADS_1
Azure menjelaskan kondisi mereka.
"Ohh, begitu ya. Kalau begitu, apa kalian tidak apa jika aku membuatkan senjata khusus untuk kalian? Aku berjanji akan membuatkan senjata yang paling keren, tapi aku harus mengetahui spesialisasi kalian masing-masing?"
Ya, aku sebenarnya sudah memiliki skill Craftsman dari Marlof dan sudah dapat membuat beberapa item kelas Legenda.
Jika sudah memiliki skill tersebut, semuanya menjadi lebih mudah karena prosesnya menggunakan sihir.
Berbicara tentang Marlof, dia sudah menyelesaikan transisi dan sudah memiliki jumlah energi yang banyak.
Namun, belum ada tanda-tanda tentang peningkatan skillnya. Mungkin saja dia masih mengalami kemacetan mental atau sesuatu.
Dan berkebalikan dengan Marlof, Azure dan dua naga lainnya telah mendapatkan skill baru.
Sejak awal, mereka bertiga merupakan pemimpin dari masing-masing klan, jadi sudah wajar melihat mereka dapat berkembang.
Melanjutkan kegiatan.
Aku sudah mendapatkan informasi dari masing-masing anak.
Natalie memiliki keahlian untuk menjadi assasin. Dia adalah keponakan Selena dan sudah mahir dalam hal sihir. Meski begitu, dia lebih senang mengambil pertarungan jarak dekat, jadi aku memutuskan untuk mengklasifikasikan dia ke kelas assasin atau thief dengan atribut racun.
Selanjutnya adalah Davies. Dia terlihat lebih berani daripada Peter dan sudah sering melakukan pelatihan juga. Jadi aku akan penempatan dia sebagai pengguna tombak dengan atribut es.
Dilanjutkan dengan Peter, dia terlihat penakut tetapi bukan berarti dia pengecut. Dia masih memiliki sedikit rasa keberanian di dalam hatinya. Seorang pemuda dengan tipikal berpendirian.
Aku tidak membencinya. Atau sebaliknya, aku menyukainya karena dia sama sepertiku.
Setelah mendengar bahwa Peter memiliki kecerdasan untuk menggunakan mantra secara efisien, aku menjadi terkejut.
Dia tidak memiliki pengalaman bertarung atau mantra sihir tingkat tinggi. Tetapi dia bisa menggunakan sihir level rendah untuk menangani masalah-masalahnya.
Ditambah lagi, anak ini bisa menggunakan lima atribut sihir yang berbeda.
Karena keunikan anak ini dalam mengaplikasikan mantra sihir, dia dijuluki sebagai "Si Cerdas, Peter".
Mendengar ini, tidak diragukan lagi bahwa dia akan menjadi wizard di kelompok mereka.
Terakhir adalah Claris. Meski aku sudah mengelus kepalanya beberapa kali, dia masih tetap merasa cemas dan selalu melihat ke belakang di mana kakaknya, Clara, sedang berdiri.
Claris tidak terlalu memiliki kemampuan, atau lebih tepatnya, dia adalah makhluk normal.
Ketika aku bertanya apa saja yang dia lakukan ketika di rumah, Clara menjawab Claris suka merawat tanaman. Artinya, hobi mereka tidak terlalu jauh berbeda.
"Kamu menyukai tanaman?"
Aku bertanya, ingin mencari topik bagus untuk membuat dia bersikap santai.
Kemudian dia mengangguk sebagai jawaban.
"Sebenarnya aku memiliki tanaman-- tidak, itu adalah tumbuhan langka. Bahkan aku mendengar kalau tumbuhan ini tidak ada di dunia manusia. Apa kamu mau mencoba merawatnya?"
Aku memang tidak mengeluarkan barangnya, tetapi tumbuhan yang sedang aku bahas adalah monster tumbuhan yang pernah aku dapatkan di dalam Dungeon.
Freya mengaku bahwa sudah tidak pernah menemukan monster tumbuhan di dunia manusia, jadi monster ini adalah tipe langka.
Yah, dia sebenarnya sudah mati. Tapi aku akan mencoba mengakalinya dengan berbagai cara agar monster itu dapat hidup kembali.
Kemudian Claris menatap aku dalam diam.
Aku bertanya-tanya apakah dia sudah menangkap umpannya?
Aku membahas tanaman karena dia suka dengan tanaman. Aku tidak tahu kenapa, tetapi dia malah diam.
"Tumbuhan apa itu, Tuan Albert?"
Clara menyela pembicaraan dengan mata penasaran.
Aneh, kenapa Clara yang menjadi tertarik dengan perkataanku?
"Tahun lalu, kami telah bertemu dengan monster tumbuhan. Sekarang monster itu memang sudah mati, tapi aku berniat untuk membudidaykannya."
Dari hasil pengamatan para Einherjar, monster tumbuhan itu sepertinya telah menjadi penunjang kehidupan bagi tumbuhan yang berada di taman bunga lapisan ke 11 sampai 20.
Monster itu telah menyebarkan akarnya ke mana-mana dan memberikan energi sihir kepada tumbuhan lain.
Itu sebabnya dia mungkin akan menjadi bermanfaat bila kami menaruhnya di lokasi perkebunan magis.
"Tuan Albert, saya tidak pernah mendengar ini sebelumnya."
"Sekarang kamu sudah mendengarnya. Tapi kenapa jadi kamu yang penasaran? Aku ingin adikmu yang akan mengembangkan tumbuhan ini."
"D-Dia masih terlalu kecil, Tuan Albert. Kurasa dia tidak akan bisa menangani hal-hal seperti itu. Tolong serahkan tumbuhan itu kepada saya saja."
"Kamu..."
Clara tanpa alasan yang tidak aku ketahui menjadi sangat antusias.
__ADS_1
Tidak, seharusnya aku sudah mengetahui bahwa dia memang maniak tanaman, sigh.