Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Chance!


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa menit melalui lorong berliku-liku, akhirnya kami tiba di salah satu pintu berukuran besar.


Sang pegawai mengetuk pintu dan memanggil bos mereka. Setelah pintu dibuka, aku bisa melihat satu orang sedang sibuk mengurus dokumen dan dua lainnya berdiri sedang menghadap.


Setelah melapor, sang pegawai pergi untuk melanjutkan pekerjaannya dan kami masuk ke dalam ruangan itu.


"Ada urusan apa, tuan. Aku tidak bisa menerima demi-human lagi di sini, kau tahu?"


Pria itu — yang menurutku adalah bosnya — berkata, sambil sibuk merapihkan dokumen di atas meja.


"Aku ingin membeli seluruh demi-human yang kalian punya, apa kau tidak menginginkan bisnis ini?"


Pria yang terlihat seperti bos menghentikan pekerjaannya dan menatap aku lekat-lekat.


"Nak, kau tidak sedang bercanda, kan?"


"Jika kau ingin menganggap ini sebagai candaan, maka aku akan kembali."


"Hmph, kalau begitu, tolong katakan lagi bisnis apa yang ingin kau lakukan di sini?"


"Aku ingin membeli seluruh budak "demi-human" yang kalian miliki. Tapi aku ingin mendengar dari mana para budak itu berasal?"


"Kami mendapatkan mereka dari hutan morowa di selatan. Nak, jika kau ingin membeli mereka semua, apa kau sanggup membayar itu?"


"Sanggup atau tidaknya, semua tergantung padamu dan keputusan negosiasi. Kau adalah seorang pedagang, bukan?"


"Haha, kau benar. Ayo, mari kita mulai negosiasi."


"Oh, kupikir kau akan menolaknya karena di sini tidak boleh melakukan transaksi jual beli budak."


"Jika kau datang hanya untuk membeli satu atau dua, maka aku akan mengusirmu karena peraturan itu, tetapi kau ingin membeli semuanya, jadi transaksi bisa kita lakukan di tempat lain."


Hmm, pedagang oportunis.


Lalu, kami bernegosiasi, tapi sebelum itu, aku bertanya banyak pada bos budak itu.


Hutan morowa yang dia sebut sebelumnya, berada tepat di sebelah perbatasan kerajaan herunia. Atau bisa dibilang, hutan morowa merupakan batas antar negara ini dengan kerajaan binatang di selatan.


Salah satu bangsawan perbatasan menginvasi tanah di sana dengan naga, dan pasukannya telah menjarah desa-desa kecil yang berada di sekitarnya.


Namun, bos budak itu mengetahui bahwa bangsawan perbatasan itu hanya menggunakan dalih "memperluas wilayah", padahal dia hanya ingin menangkap beastman demi keuntungannya sendiri.


Jumlah beastman yang telah ditangkap oleh bangsawan itu sekitar 400, dan semua itu diinvestasikan ke bos pedagang budak ini. Mereka tidak membedakan usia dan jenis, semuanya langsung dikirim untuk dijual.


Ngomong-ngomong, pedagang ini dengan bangsawan itu tidak dekat, itu sebabnya dia mau membeberkan informasi ini kepadaku. Selain itu, karena dia menyebutkan investasi, itu artinya dia belum mendapatkan untung.


Rencananya setelah semua budak itu laku terjual, pedagang ini akan kembali untuk membagikan hasilnya dan bangsawan itu akan menyuplai budak kembali.


Kurang lebih seperti itulah sistem kerja mereka. Dan bos budak itu juga menjelaskan bahwa para gadis-gadis beastman masih perawan untuk meningkatkan harga mereka. Atau lebih tepatnya, seluruh beastman yang ditangkap, masih belum dirusak oleh mereka.


Itu mungkin penyebab mereka — para beastman — masih cukup tenang padahal mereka sudah dibawa sampai sejauh ini. Setiap beastman melihat naga menyerang desa, mereka lebih memilih pasrah daripada melawan. Adapun yang melawan, mereka hanya dibuat pingsan dan diberi alat perbudakan.


"Itu artinya, semua beastman yang ditangkap sudah dibawa ke sini?"


"Benar, totalnya ada 450. Awalnya kami berniat untuk membawa mereka ke kekaisaran dortos besok pagi setelah mengurus passport."


"Kedengarannya cukup merepotkan."


"Haha, itu sudah menjadi kebiasaan pedagang yang suka melintasi negara. Lalu, bagaimana dengan bisnis kita?"


"Kau ingin menaruh berapa harga untuk seluruh beastman itu?"


"Karena anda ingin memborong semuanya, maka aku akan memberikan potongan harga. Bagaimana dengan 4.250 koin emas?"


Jumlahnya sangat banyak. Apa mungkin dia menghargai mereka semua seharga 9 koin emas lebih perindividu?


"Bagaimana dengan 100 koin emas?"


Aku mengatakan itu dengan polos. Lalu bos budak itu merubah wajahnya menjadi tidak senang.


"Kau benar-benar sedang mencari perkara dengan kami?"


Bos itu menyipitkan matanya. Dan dua orang yang berada di dekatnya, mulai melakukan pemanasan untuk otot-ototnya seolah-olah ingin mengintimidasi kami.


"Aku serius. Seratus koin emas sudah cukup untuk mengganti biaya makanan dan pengangkutan mereka ke sini, bukan? Tidak, jumlah itu bahkan melampaui biaya akomodasi itu, kurasa."


"Hah, jadi kau mau mendapatkan budak itu secara gratis?"


"Tepat sekali."

__ADS_1


"Nak, aku akan memperingatimu untuk segera pergi dari sini, jika tidak..."


Setelah bos budak mengatakan itu, dua orang berotot mulai mendekati kami dengan tatapan yang menyeramkan.


Walaupun aku sudah membawa azure yang memiliki tanduk di kepalanya dan leon yang seorang beastman, mereka tidak terlihat takut sama sekali.


Mungkin mereka menganggap kami hanya sekelompok anak remaja, karena wajah kami tidak ada yang terlihat tua. Selain itu, bentuk transformasi humanoid dari dragon mungkin belum pernah diketahui oleh siapapun, jadi dia berasumsi kalau kami hanya sekedar demi-human biasa.


Jika aku perhatikan dengan baik, kedua pria tersebut setara dengan petualang peringkat emas. Cukup kuat untuk dijadikan ajudan pedagang.


"Tenanglah, pak tua. Aku tidak ingin mencari perkara denganmu. Bagaimanapun, aku hanya ingin mengembalikan para budak itu ke tempat tinggal mereka."


Bos itu terdiam setelah aku mengatakan itu dan melihat leon.


"Ini adalah barang dagangan dari seorang bangsawan. Apa kalian ingin berurusan dengan mereka?"


"Kami memang sedang berurusan dengan mereka. Dan kami juga sudah membuat larangan untuk tidak memperjualbelikan budak demi-human dengan raja marcus."


"Apa? Aku belum pernah mendengar larangan itu?"


Bos itu terkejut dan dua orang lainnya menjadi ragu setelah aku mengangkat nama raja dengan santai.


"Keputusan itu baru saja ditetapkan oleh kami. Jika kau tidak percaya, kau bisa menyuruh seseorang pergi ke istana kerajaan dan bertanya tentang larangan tersebut. Kebetulan tempat itu tidak jauh dari sini."


Aku berkata dengan sombong, lalu bos itu tertawa seakan-akan tidak percaya.


"sigh, aku pikir aku melewatkan sesuatu, tapi... Kalian berdua! Cepat usir ketiga bocah itu dari sini."


""Dimengerti.""


Dia benar-benar tidak percaya dengan kami.


Kedua pengawal itu pun mendekati kami sambil tersenyum menganggap kami hanya sekelompok bocah paranoid.


Ngomong-ngomong, aku duduk di sofa yang telah disediakan dan tetap tenang melihat mereka berdua menghampiri kami. Sedangkan leon dan azure berdiri di belakangku.


Setelah mereka berdua cukup dekat, leon tiba-tiba muncul di belakang bos budak dan menaruh pisau di lehernya.


"Akh, apa ini!?"


Bos itu berseru. Kedua pengawal terkejut dan melihat ke belakang. Namun setelah mereka ingin menghampiri bos mereka, tubuh mereka terjatuh karena kedua kaki mereka sudah tidak tersambung lagi dengan pangkalnya. Itu terpotong di sekitar lutut mereka dengan rapih.


Aku dan azure terkejut. Leon sangat cepat, hingga mata kami berdua tidak bisa menangkap pergerakannya. Tapi, aku akan berpura-pura menganggap bahwa itu adalah hal wajar.


Menghiraukan dua orang yang sedang berteriak histeris karena sudah kehilangan kedua kakinya, aku bertanya dengan santai kepada bos mereka.


"B-baiklah, baik. Seratus koin emas, aku setuju dengan itu."


Dengan begitu, negosiasi berjalan dengan lancar dan kesepakatan dibuat dengan bos budak yang memiliki keringat di dahinya.


Aku memberikan dua potion ramuan tingkat rendah yang kami produksi kepada azure untuk menyambungkan kedua kaki dari masing-masing pengawal itu.


Setelah kaki itu tersambung kembali, mereka berdua sangat berterima kasih dan tangisan mereka sebelumnya terhenti, terlihat seolah-olah hanya sebuah kebohongan.


Lalu aku memberikan 100 koin emas kepada bos mereka, tapi tatapannya terfokus pada potion yang sedang dipegang oleh azure.


"Tuan, apakah itu ramuan legendaris elixir!?"


Dia tampaknya cukup tertarik dan melupakan konflik yang terjadi sebelumnya.


"Bukan, itu hanya versi rendah dari elixir, tapi masih bisa untuk menyambungkan bagian tubuh yang terpotong."


Formula mantra yang terkandung di dalam elixir sangat rumit dan bermacam-macam. Itu bisa untuk mereparasi tubuh yang hancur, mengatasi keracunan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memusnahkan bakteri atau virus yang dianggap merusak bagi tubuh. Singkatnya, itu adalah ramuan ajaib.


Sedangkan untuk ramuan tingkat rendah masih memiliki cakupan yang terbatas dalam mengobati sesuatu. Jadi itu tidak bisa disamakan dengan ramuan legendaris elixir.


"Ramuan penyembuhan biasa yang beredar di pasaran tidak bisa menghubungkan bagian tubuh yang terpotong, dan ramuan anda masih berada di atas mereka walaupun itu bukan elixir. Sangat menakjubkan! Kupikir, kemampuan penyembuhan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh high priest kerajaan."


Bos budak itu memberikan komentarnya.


Jadi ramuan versi rendah yang kami miliki masih terbilang cukup tinggi, ya.


Kalau tidak salah, endrin juga ingin menyampaikan sesuatu tapi aku menghiraukannya karena dia terlalu heboh ketika sedang menjelaskan.


Satu tangki penuh bisa menghasilkan 2.880 vial dan dibutuhkan waktu kurang lebih tiga hari untuk membuat tangki itu penuh.


"Err, tuan, apakah anda masih menyimpan benda seperti itu?"


Bos budak bertanya.

__ADS_1


"Masih, memangnya ada apa? Kau ingin meminta satu?"


"Bukan, bukan itu. Apa anda bisa menjual beberapa kepada saya?"


Pria ini, dia benar-benar sudah melupakan tentang konflik diantara kita. Selain itu, dia pasti ingin menjualnya kembali karena dia meminta beberapa.


"Aku memang memiliki niat untuk berbisnis dan barang komoditas kami kebetulan potion itu."


"Ohh, kalau begitu, bagaimana jika anda menyerahkan pengurusan potion itu kepada saya!?"


Tiba-tiba bos itu berlutut di depanku setelah mengatakan itu.


"Kau terlihat mencurigakan."


Aku bahkan ragu, apakah dia merupakan pedagang yang ahli atau bukan.


"Yahaha, saya minta maaf atas kekasaran saya sebelumnya, tapi saya memiliki keyakinan yang tinggi untuk berdagang. Selain itu, saya juga memiliki lisensi dari badan P3B."


Oh, ternyata dia sudah bergabung dengan perusahaan itu.


Walaupun sebelumnya dia sudah merendahkan kami, tapi itu mungkin bisa diabaikan karena aku datang menawar dengan harga aneh?


Mungkin aku bisa sedikit percaya padanya? Apa ini kesempatan yang bagus untuk berdagang? Sungguh aku tidak mengerti ketika datang ke situasi seperti ini.


"Aku... Bisa menyerahkan tanggung jawab ini kepadamu, tapi..."


"Tapi apa?"


"Tapi aku harus memberikan kutukan kepadamu agar kau menjadi pedagang yang jujur. Bagaimana?"


"Baiklah, tolong berikan kutukan itu kepada saya. Dengan begitu, saya bisa dipercaya untuk menjual produk anda, kan?"


"Eh, kau tidak takut kalau aku akan memberikan kutukan yang buruk kepadamu?"


"Haha, tentu saja saya takut dengan hal-hal seperti itu. Tapi setelah melihat anda memberikan ramuan berharga itu kepada bawahan saya untuk menolong mereka, saya menjadi yakin anda bukan orang jahat. Bagaimanapun, saya tahu kalau itu adalah ramuan mahal."


Hmm? Jadi karena aku bersikap lunak seperti itu, dia menjadi tidak khawatir lagi? Betapa cepatnya pria itu beradaptasi!


Yah, aku tidak bermaksud memberi dia kutukan sungguhan. Aku hanya ingin menakutinya agar dia tidak menggelapkan uang hasil penjualan. Adapun kutukannya, itu hanyalah lambang hydra.


Jadi setelah dia dengan tulus meminta untuk menangani potion itu, aku memberikannya lambang hydra di tangannya. Itu hanya lambang biasa tanpa fungsi apapun, namun jika dia menuangkan sedikit mana, lambang itu akan muncul dan bercahaya.


Hanya itu saja, mungkin itu bisa digunakan sebagai penanda keanggotaan ketika dia ingin datang ke kastil kami.


Ngomong-ngomong, kami berkenalan, dan nama dari pria itu adalah martin.


Aku dan martin berdiskusi tentang harga yang akan ditetapkan.


Martin mengusulkan untuk menjual produk seharga 35 koin emas perbotol. Itu merupakan harga sementara untuk saat ini karena mereka merupakan produk baru, kami akan menurunkan harganya perlahan sampai ke 10 koin emas, dan harga ecerannya akan menambahkan 5 koin perak.


Dengan harga yang setinggi itu, apakah itu akan laku terjual?


"Jangan khawatir, tuan albert. Ramuan ini sangat berharga dan akan dikhususkan untuk masyarakat sosial menengah ke atas atau petualang peringkat tinggi."


Aku benar-benar tidak mengerti. Juga, aku belum berdiskusi dengan endrin tentang harga yang cocok. Namun, martin merupakan pedagang resmi yang memiliki lisensi, jadi aku mungkin bisa menyerahkan urusan seperti ini kepadanya.


Untukku sendiri, aku tidak terlalu peduli. Aku dengar dari endrin kalau bangsa gnome menjual ramuan elixir dengan harga 30 - 50 ribu koin emas perbotol, tergantung siapa pembelinya.


Itu jumlah yang sangat gila, tapi jika dilihat dari manfaat barang itu, harga seperti itu sudah terbilang wajar. Lagipula nyawa lebih penting daripada harta.


Selain itu, mereka sangat langka. Bangsa gnome hanya bisa membuat tiga atau empat setiap tahunnya, dan selama mereka memproses ramuan, para pembeli banyak yang mengantri.


Nah, aku ingin fokus menjual elixir yang kami miliki seharga 10 ribu koin emas. Aku tidak bisa melihat untung dan rugi di sana karena aku selalu memiliki batu ajaib di kantong dan alat produksinya tidak terlalu membutuhkan tenaga kerja.


Aku masih bisa menurunkan harganya, namun barang itu terlalu berharga. Jadi aku tidak bisa seenaknya mengacaukan harga pasar. Bagaimanapun itu masih akan menjadi cerita di masa mendatang setelah kami membentuk sistem pemerintahan yang solid dan terorganisasi.


"Hanya dikhususkan untuk sosial menengah ke atas, ya."


"Hmm? Ada apa, tuan albert?"


"Yah, aku pikir, rakyat jelata juga membutuhkannya."


Martin terkejut setelah aku bergumam seperti itu dan tiba-tiba langsung tertawa lepas.


"Hahaha, anda sangat muda. Kalau anda berkenan, bagaimana jika kita menerapkan program kesosialan?"


"Program?"


"Ya, kita bisa memberikan potion ini kepada mereka yang membutuhkan dengan harga murah. Tentu saja dengan prosedur tertentu seperti melihat kondisi ekonomi mereka terlebih dahulu dan sebagainya. Dan kita akan melakukan ini secara diam-diam agar tidak mendapat kritik dari bangsawan yang iri."

__ADS_1


"Oh, itu bagus. Tolong terapkan program itu."


Aku tidak menyangka kalau dia dapat memikirkan hal seperti itu. Mungkin saja pria bernama martin ini tidak terlalu buruk seperti apa yang aku perkirakan. Tapi kenapa dia menjadi pedagang budak?


__ADS_2