
Setelah Grandine memperkenalkan dirinya kepada kami semua, seseorang mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk.
Mereka adalah maid kastil ini, mereka membawakan makanan yang aku pesan sebelumnya.
Itu tadi terlalu cepat kurasa. Aku tidak sadar obrolan tidak jelas kami bisa memakan waktu cukup lama sampai hidangan telah selesai dibuat.
Yah, tapi itu bagus. Aku menyuruh para maid itu untuk membagikan hidangannya kepada para tamu.
Ngomong-Ngomong, hidangan itu adalah kue donat. Dari semua daftar makanan ringan, orang-orang di sini harus merasakan donat supaya tahu arti kenikmatan. Selain itu, bentuk dan warna mereka sangat menarik, itu pasti akan menarik banyak peminat dari keluarga golongan atas di dunia ini dan akan menjadi bis-- ehem.
Pokoknya, donat harus tetap ada, bahkan untuk kehidupan ku di dunia ini.
Sudah banyak varian rasa donat di kastil ini. Hestia mendapat donat rasa keju, Irina rasa krim susu, Grandine rasa keju, Rin rasa strawberry, Merlin rasa cokelat kacang (sama denganku), dan Freya rasa original.
Freya menyukai kue hangat dengan mentega tanpa perlu ditambahkan rasa lain. Dia juga mencintai cookies ori tanpa tambahan rasa. (Berbeda dengan anak asuhnya yang memakan makanan apapun.)
Kami memiliki keterbatasan resep untuk membuat jenis rasa lainnya seperti greentea, coffee, taro, dll. Tapi itu sedang dalam riset, jadi seharusnya tidak akan lama menunggu hasilnya. Untuk sekarang, kami hanya bisa menyediakan jenis rasa dari bahan makanan yang mudah terjangkau.
Untuk para pria, mereka diperbolehkan memilih jenis rasa yang tersisa. Karena aku hanya ingin melihat reaksi gadis-gadis itu menikmati donatnya, aku tidak peduli dengan laki-lakinya. Btw, Wizura dan Bizura memiliki rasa yang sama dengan Tuannya, sedangkan Tristan mendapat sandwich daging seperti yang diminta.
"Kak Freya, ini sangat enak!"
"Itu bagus. Masih ada beberapa lagi, jadi jangan sungkan untuk tambah, fufu."
"Eh, kenapa kamu tertawa?"
"Bukan apa-apa."
Freya sangat peduli dengan Grandine. Tapi itu justru membuat Grandine merasa aneh.
"Untuk bisa diundang makan bersama dengan Anda sekalian, dan bahkan sampai bisa menikmati kue enak ini, saya sangat berterimakasih, Tuan Albert."
"Namanya adalah donat. Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, hehe. Tapi kita bisa membahas itu nanti. Tenang saja, kita masih punya banyak waktu."
"Ahaha, saya jadi malu."
Martin bersyukur atas diundangnya dia ke sini, itu juga berlaku bagi Irina. Dan aku bisa tahu kalau Martin sedang memikirkan tentang prospek bisnis menjual donat.
"Itu sebabnya aku mengundangmu ke sini, Martin. Sebelum kita bisa menjual makanan-makanan seperti ini, kita harus mengamankan bahan bakunya terlebih dulu (jika tidak melakukan itu, kita tidak akan bisa memperluas bisnisnya). Tapi pada saat kita ingin mengamankan bahan bakunya, kau pasti memerlukan biaya yang harus diperoleh dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu—"
Aku mulai mengeluarkan sebuah mesin dari dalam inventaris. Aku tidak bisa menyamakan rupa mesin itu dengan salah satu alat dari bumi, tapi itu adalah mesin ATM.
Karena aku dan Hydra yang mengaturnya, jadi bentuknya disesuaikan dengan keadaan dan kegunaannya. Dan juga, aku tidak bisa menyebut itu sebagai inovasi atau bukan karena itu adalah ATM. Hanya saja, mesin itu beroperasi bukan dengan listrik melainkan energi MANA.
Bentuknya seperti seperangkat mesin komputer, dengan layar, keyboard, panel sinkronisasi, dan brankas. Karena beroperasi dengan Mana, prosesnya dilakukan oleh lingkaran mantra sihir. Itu sebabnya tidak ada perangkat keras lain, tetapi diganti menjadi brankas yang dibuka seperti laci di panel samping.
"—Aku (kami) meluangkan waktu untuk membuat mesin ini."
Sambil melanjutkan kalimatnya, aku menaruh mesin ATM itu di atas meja.
"Apa itu, Tuan Albert?"
"Mesin ini disebut ATM. Kegunaannya adalah untuk menyimpan dan menarik uang. Apa kau bisa mengerti ini, Martin?"
"..."
Aku sedikit bermain dengan Martin dan membuat dia kebingungan. Tidak, sebenarnya tidak hanya Martin saja, tetapi yang lain juga terlihat bingung.
Itu sungguh memalukan ketika kau berpura-pura keren tetapi yang lain tidak bisa menangkap maksudnya, jadi aku akan menjelaskannya dengan benar karena merasa malu.
"Ah! Jangan-jangan!!"
"Apa! jangan-jangan apa? Kau membuat aku terkejut."
Martin tiba-tiba berteriak sampai membuat aku tersentak.
"M-Maafkan saya, tapi mungkinkah Anda ingin menjalankan bisnis Bank?"
Jawaban yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar dari mulut Martin.
Aku sebenarnya sudah siap melakukan "batuk ringan" untuk memecahkan situasi canggung tadi, tapi karena Martin terkejut dan berhasil mengerti maksudku, aku jadi terselamatkan.
"Kufufu, itu benar, Martin. Seperti yang diharapkan dari pedagang sukses, Anda dapat langsung mengerti maksudku. Dengan adanya mesin ini, kita bisa menyimpan dan mengambil uang di mana pun mesin ini berada."
"Ohhh!!" ×2
Martin dan Irina cukup antusias. Mesin ini memang sangat berguna, bahkan untuk orang-orang di bumi.
"Apanya yang hebat, bukankah kamu tinggal membuat sihir ruang penyimpanan?"
Tapi, Hestia — dan semua orang kuat di sini — tampaknya tidak terlalu berminat terhadap ATM.
__ADS_1
*BANG!!*
"Eh!?"
Karena dia mengatakan hal omong kosong, aku memukul meja dengan keras hingga membuat semua orang terkejut, terutama Hestia.
"Bodoh! Makhluk yang sejak lahir sudah menjadi orang kaya dan kuat sepertimu mana mungkin bisa memahami perasaan manusia biasa!"
"Eep! Maafkan akuuu..."
Jadi, aku protes. Dan tanpa sadar membuat Hestia takut. Dia bahkan sampai mencari perlindungan dari Grandine, memeluk gadis itu dengan erat.
Aku tersadar ketika aku melihat Freya sedang melihat aku dengan tatapan kosong. Itu sebabnya aku duduk kembali dan merapihkan posisi.
"Ehem, aku terbawa emosi. Maaf, Hestia..."
"..."
"..."
Hestia mengabaikan ku, menyembunyikan wajahnya di pundak Grandine.
Yah, dia baru saja terkena intimidasi Hydra, dan marahnya aku justru memperburuk keadaannya. Jadi... Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan. Aku mengacaukannya.
"Martin, sampai mana pembicaraan kita tadi?"
Aku memutuskan untuk mengabaikan Hestia.
"Err, tadi Anda sedang menjelaskan fungsi mesinnya."
"Oh, benar. Seperti apa yang aku katakan sebelumnya. Mesin ini dapat menyediakan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Aku akan mencontohkan cara kerjanya padamu..."
Dan kemudian, aku mengeluarkan sejumlah kartu ATM-nya. Bentuk dan bahannya tidak terlalu jauh berbeda dengan kartu ATM biasa karena aku mencontohnya dari kartu ATM ku yang tidak sengaja ikut terbawa ke dunia ini. Benda itu ada di dalam dompet.
Aku mengenalkan kartu itu kepada Martin dan yang lainnya, lalu menjelaskan caranya.
Pertama, kartu itu menyimpan mantra untuk mengambil data pengguna melalui darah. Ketika kau menaruh darahmu di sana, mantranya akan bekerja dan kartu itu akan menjadi milikmu. Jadi pemberian darah hanya akan dilakukan sekali. Tujuannya untuk sistem keamanan.
Alasan kenapa aku membuat sistem keamanannya menggunakan darah adalah karena tidak semua orang dapat mengontrol Mana, atau mungkin saja ada juga manusia atau makhluk lainnya yang tidak mempunyai Mana. Jadi aku lebih memilih menggunakan darah. Tapi tentu saja Mana juga bisa digunakan.
Setelah kartu sudah mengenal pemiliknya, itu bisa digunakan langsung ke mesin ATM dengan cara menaruhnya di atas panel sinkronisasi.
Ngomong-ngomong, nama pemilik kartu ditulis melalui mesin. Jadi ketika ingin menggunakan jasa layanan ini, nasabah harus melakukan registrasi kartu di mesinnya secara langsung. Lagian, hanya dengan menaruh darah di atas kartu tidak akan membuat mantranya aktif. Itu tetap harus disuntikkan energi Mana.
Terakhir adalah brankas. Letaknya di bawah mesin dan bentuknya seperti laci yang ditarik ke samping. Di alas lacinya sudah terdapat lingkaran sihir untuk memindahkan uang nasabah ke ruang penyimpanannya.
Ini seperti aku hanya menyediakan ruang penyimpanan untuk para customer, persis seperti konsep Bank itu sendiri (penyediaan jasa lalu lintas pembayaran dan peredaran uang). Hanya saja kami menggunakan sihir, tidak dengan elektronik.
Yah, singkatnya, kartu yang sudah ditandai oleh pemilik dengan darah atau Mana, mesin akan menulis nama pemilik di atas kartunya. Kemudian sihir di atas panel sinkronisasi akan mendaftarkan atau memberikan satu slot kosong di ruang penyimpanan utama. Selesai.
Jika saja aku bisa membuat smartphone, aku pasti akan mengadakan perbankan digital, karena di bumi, semua sudah serba digital. Hanya saja aku tidak bisa membuatnya, dan hanya berakhir dengan mesin ini.
Tapi bukan berarti mesin ini tidak berguna, justru sebaliknya. Adanya mesin ini pasti dapat membantu mengamankan keuangan masyarakat di dunia ini dan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Aku ingat Martin tidak bisa melakukan sihir teleportasi untuk pergi ke kota Sixam ketika menjual ramuanku. Ketika pulang dari sana, mereka mengaku selalu membawa uang banyak di dalam gerbong kereta mereka. Untungnya sampai saat ini mereka baik-baik saja, tapi bagaimana jika di masa mendatang mereka dikepung oleh bandit dan kehilangan uang mereka? Itu pasti akan menyedihkan.
Bahkan meskipun ada opsi seperti menggunakan alat atau aksesoris dengan kemampuan sihir ruang penyimpanan, itu akan berakhir sama.
Oleh karena itu, mesin ini pasti akan sangat berguna bagi mereka. Karena mereka tidak perlu repot-repot lagi membawa sejumlah uang logam berat tersebut.
Bank di dunia ini juga ada, tapi cakupannya tidak begitu luas. Hanya ada pada masing-masing daerah, bank lokal.
Kudengar perusahaan besar di kota Sixam juga menyediakan layanan tersebut. Tapi itu hanya meluas ke negara-negara di barat.
Ah, berbicara tentang benua, sebenarnya ada enam benua di dunia ini. [Benua Utara] (dimana tempat tinggal Hestia berada), benua barat bernama [Slavia], benua timur bernama [Terania], benua di barat daya bernama [Ciene], benua [Tanah Naga], dan [Benua Selatan] (dimana orang sering menyebutnya sebagai tanah iblis, bahkan Titania berkata Raja Iblis saat ini tinggal di sana).
Seperti perkataan orang-orang, pasukan Raja Iblis tidak dimusnahkan. Mereka hanya dipukul mundur sampai ke benua di selatan. Itu seperti mereka mengucilkan penjahat.
"Kamu sudah menjelaskan panjang lebar tentang cara kerjanya, tapi akan dikemanakan uang mereka? Apakah mesin ini memiliki ruang penyimpanannya masing-masing?"
"Fufufu, Freya. Kamu memberikan pertanyaan bagus. Ini seperti kita sedang melakukan tanya-jawab di dalam seminar untuk membuat peserta mengerti. Tapi perkiraan mu salah, yang benar mesin itu hanyalah sebuah alat perantara dan uangnya akan dikirim ke brankas ini—"
Aku sedikit menjelaskan dan mulai mengarahkan tanganku ke belakang untuk mengeluarkan brankas besar berwarna hitam dari dalam inventaris. Itu besar, berat, dan... Kubus, manusia tidak akan bisa membawanya.
"—Ini brankasnya, Item khusus yang aku dan Hydra buat. Luas ruang penyimpanannya tak terbatas, ditambah lagi kami sudah menanamkan banyak mantra sihir ke dalamnya. Dia dapat merestorasi uang dan... Ah, benar juga. Aku belum menentukan namanya."
"... Kamu agak keren di beberapa tempat, tapi di sisi lain kamu aneh."
"Terimakasih atas setengah pujiannya itu!?"
Setelah brankas itu dikeluarkan, semua orang terpana. Menatapnya dengan... Wajah aneh.
__ADS_1
(Heh, kenapa!?)
"Itu terlihat agak seram."
"Banyak sekali energi yang keluar dari benda itu."
"Kak, Freya. Apa itu baik-baik saja?"
"Uwaaaah..."
Semua orang memberikan tanggapan negatif.
"K-Kenapa? Aku membuat itu dengan susah payah, tahu." (Bohong)
"Kupikir itu akan baik-baik saja. Hanya, kamu harus mengatasi energi yang meluap-luap itu dulu."
"Aku tahu, itu akan stabil ketika dikasih nama. Jadi kita harus memberi benda itu sebuah nama, yang nantinya nama itu akan dijadikan sebagai mata uang negara ini."
Mata uang. Di dunia ini terdapat mata uang global yang disebut Gvees. Tapi tentu saja di setiap negara juga ada mata uang mereka masing-masing.
Oleh karena itu aku ingin menamai mata uang untuk negara Lumia ini.
"Aku berfikir untuk menggunakan salah satu nama kalian sebagai mata uang negara ini, apakah kalian bersedia?"
"Tidak!" ×2
Aku bertanya kepada kedua istriku, dan itu langsung ditolak begitu saja.
"Em, kenapa? Padahal nama kalian sangat bagus dan aku sangat menyukainya."
"B-Bahkan mengatakan hal keren dengan tampang serius seperti itu dapat membuat kamu semakin keren, namun tetap saja aku dan Merlin tidak bisa menyetujuinya!"
Wajah Freya memerah tanpa alasan. Aku heran kenapa mereka bisa langsung menjawab tanpa dipikirkan dulu. Mungkinkah mereka sudah mengira dari jauh-jauh hari kalau aku akan menanyakan hal seperti ini?
"Rin, bagaimana denganmu? Nama kamu juga bagus."
"K-Kumohon, Tuan Albert. Aku tidak bisa menanggung nama sebesar itu nanti!"
Aku tidak tahu apa yang Rin bicarakan, tapi dia juga menolaknya. Wajah kerepotannya itu terlihat sangat imut.
"Kalau begitu..."
"Gunakan saja nama saya, Master!"
Ketika aku sedang mencari orang yang sesuai, Luminous tiba-tiba mencalonkan diri. Wajahnya sangat penuh percaya diri, terlihat sangat tampan. Tapi...
"Tidak."
Aku langsung menolaknya.
"Eh, kenapa?"
"Karena nama kamu terlalu panjang. Dan juga, arti nama kamu tidak ada hubungannya dengan uang atau harta."
"—Gahhh!!"
Dia terlihat putus asa sekarang.
"Bagaimana kalau kita gunakan nama Atla atau Eren?"
"Aku akan menampar mu."
"... Alice--"
*Slap*
Aku kepikiran menggunakan nama anak-anak, tapi berakhir ditampar oleh Freya.
"Kamu benar-benar menampar aku!? Memangnya kita tidak bisa menggunakan nama mereka untuk itu?"
"Bukannya tidak bisa, tapi kamu harus bertanya dulu kepada mereka. Bagaimana jika mereka tidak mau, itu akan menjadi masalah, bukan?"
Freya menceramahi ku. Tampaknya memang bermasalah kalau aku memutuskan hal ini sendirian.
Misalnya aku menggunakan nama Eren untuk dijadikan mata uang negara ini, dan orang-orang akan selalu menyebut nama itu ketika mereka berdagang. Bagaimana reaksi Eren menanggapi itu semua? Mungkin saja dia hanya akan diam karena aku yang menginginkannya, tapi tidak baik bila dia memendam rasa kesal padaku, bukan?
Aku tidak ingin dibenci oleh keluarga sendiri.
"Sayang, bagaimana kalau kita menyingkat nama mereka bertiga?"
"Menyingkat?"
__ADS_1