
Satu tahun setelah upacara pemberian kedua terlaksana. Atau lebih tepatnya, 10 bulan telah berlalu.
Seperti yang diharapkan dari komunitas naga, kota kami akhirnya sudah selesai dibangun.
Fuh, lihatlah hasil kerja kerasku...
Aku ingin menyombongkan diri, namun aku tidak sepatutnya mengatakan hal itu. Bagaimanapun juga, ini adalah hasil kerja keras semua orang, dan aku hanya menjadi pemersatu mereka.
Kredit seharusnya jatuh kepada ketiga dwarf karena mereka yang telah mengatur dan memanajemen pembangunan kota ini hingga selesai.
Sekarang kota ini sudah terlihat seperti kota yang memiliki perkembangan budaya.
Seluruh jalan teraspal dengan baik, lampu jalanan di pasang di mana-mana, dan di setiap rumah sudah dapat mengakses air bersih serta instalasi sihir yang memadai.
Tidak ada kata "gelap" untuk kota kami. Bahkan ketika di malam hari karena kami memiliki lampu yang terpasang di setiap rumah, jalanan, dan bahkan gorong-gorong.
Selain itu, aku telah membuat properti besar hanya untuk memuaskan rasa hobiku.
Di tengah alun-alun kota, terpasang patung naga berwarna emas setinggi sepuluh meter.
Itu adalah patung berbentuk "Luminous". Sangat indah, mewah, dan mengesankan.
Semua naga sangat berterima kasih padaku karena telah membuatkan patung dewa itu untuk mereka.
Yah, kupikir, hal seperti itu memang dibutuhkan untuk menandakan bahwa "ini adalah kota naga".
Bahan baku monumen itu seratus persen terbuat dari Orihalcum. Itu sebabnya bangunan itu mengeluarkan cahaya karena memiliki kandungan Mana.
Bagaimana cara untuk membuatnya? Nah, kami entah bagaimana bisa membuat itu karena adanya skill [Manipulasi unsur] dan skill [Craftsman].
Kolaborasi antara kedua skill itu menghasilkan patung Luminous dengan ukiran yang sangat terperinci.
Kami membutuhkan waktu lima hari untuk membuat itu, dan Luminous telah bekerja sama dalam pembuatannya.
Namun, bangunan itu sebenarnya memiliki fungsi khusus, tidak hanya untuk dijadikan media pemujaan.
Fungsi itu adalah pembentukan penghalang atau shield untuk menjaga keamanan kota ini.
Hydra telah mencontoh penghalang kastilku dan memasang aplikasi itu di patung Luminous.
Aku memang tidak tahu siapa orang yang berani menyerang komunitas naga, tetapi ini hanya untuk berjaga-jaga.
Lagipula, salah satu tugas "dewa" adalah untuk "menjaga". Jadi tidak ada salahnya jika aku membuat patung itu demi keamanan mereka.
Ngomong-ngomong, kami juga telah mendapatkan hasil panen yang cukup memuaskan di musim panen sebelumnya.
Kualitas dari hasil panen itu terbilang sangat bagus karena perawatannya dilakukan dengan sangat baik. Itu semua berkat upaya Clara dan anggota timnya dalam mengurus sektor pertanian.
Sekarang Clara sudah disebut sebagai "Gadis Berkah" karena kinerjanya dalam mengurus perkebunan.
Setelah melihat hasil panennya, bahkan orang awam sepertiku sudah bisa mengatakan bahwa itu semua berkualitas bagus karena ukurannya terlihat lebih besar.
Yah, hanya karena ukurannya besar tidak akan membuat itu menjadi berkualitas. Kita juga perlu untuk memeriksa kandungan gizi mereka.
Jika itu hanya besar tapi beracun, semua akan sia-sia.
Namun, kami tidak mendapatkan hal itu di hasil panen kami. Semuanya bagus dan sangat nikmat bila dikonsumsi.
Selain itu, sebelum para komunitas naga ke sini, banyak sekali hewan liar atau monster sering menyerang perkebunan kami.
Tapi sekarang, jumlah hama seperti itu sudah sangat menurun akibat aktivitas naga di kota ini.
Meski masyarakat naga menutupi aura mereka demi menjaga kebersihan udara, para hama itu tetap menjauh karena naluri mereka pasti mengatakan bahwa tempat ini sangat berbahaya.
Yah, itu tidak berlaku untuk hewan kecil. Jadi petani masih kerepotan dengan aksi hama tersebut.
Untuk mengatasi itu, aku berpikir akan bagus jika kita membentuk dinding untuk memisahkan sektor pertanian dengan alam bebas.
Kami memiliki banyak tenaga dan sudah banyak naga yang menganggur karena proses pembangunan rumah mereka sudah selesai.
Aku akan mendiskusikan hal ini dengan Rudo nanti.
Membentuk dinding besar juga bukanlah ide yang buruk. Lagipula, para naga ini akan hidup selama ratusan tahun.
Tidak ada yang namanya pembengkakan populasi secara tiba-tiba karena proses berkembang biak mereka terbilang cukup lambat.
Kami hanya perlu menyisihkan beberapa hektare untuk anak-anak mereka tinggal di masa mendatang.
Kemudian untuk kerja sama kami dengan Kerajaan Herunia.
Kami telah menerima outsour-- tidak, kami telah menerima tenaga kerja tambahan dari mereka. Semua adalah anak muda — baik itu laki-laki maupun perempuan — dan jumlahnya sekitar 300 jiwa.
Kurasa, Marcus sangat selektif dalam memilih orang untuk proyek kali ini karena mereka semua terlihat patuh dan mau mengikuti perintah kami.
Untuk menjaga mentalitas mereka, aku menempatkan mereka di asrama tentara dan juga memberikan mereka berbagai macam jaminan serta kebutuhan standar.
Aku juga menyampaikan bahwa mereka akan mendapatkan gaji, tunjangan, serta uang insentif.
__ADS_1
Setelah mendengar hal ini, mereka benar-benar menjadi sangat kooperatif.
Hm, sifat manusia, sangat mudah untuk diarahkan.
Berikan mereka hal yang menarik dan mereka akan bekerja, itulah sifat manusia.
Meski begitu, jumlah wanita hanya mencapai 85 orang. Dan mereka semua dialokasikan ke industri tekstil di lantai atas kastil. Mereka bekerja dengan para beastman.
Ternyata, sejumlah bulu domba terlalu banyak untuk ditangani para beastman, jadi kami memutuskan untuk menaruh para wanita manusia untuk membantu mereka.
Sedangkan untuk laki-laki, tentu saja mereka ditempatkan di tugas berat seperti di bengkel bersama dengan para beastman pria.
Mereka membentuk dua bengkel temporer untuk menampung dapur baja baru. Dan telah memproduksi banyak barang jadi untuk kota ini dan juga negeri mereka sendiri.
Ah, orang yang ditugaskan untuk menjual sejumlah barang itu adalah Martin.
Semakin banyak ramuan yang terjual, semakin banyak uang yang aku investasikan kepada Martin.
Martin juga menjalankan program untuk menangani konsumen yang kurang mampu dengan baik. Hasilnya, dia telah mendapatkan banyak pengikut dari orang-orang kurang mampu itu.
Mereka semua sangat berterima kasih kepada Martin karena telah menyembuhkan keluarga mereka yang sakit dengan ramuan penyembuhanku.
Banyak di antara mereka mulai bekerja untuk Martin dengan rasa loyal yang tinggi.
Karena kebetulan Martin membutuhkan lebih banyak karyawan untuk dipekerjakan, Martin memutuskan untuk menerima mereka semua.
Karyawan yang sudah bekerja dengan Martin selamat bertahun-tahun, sekarang sudah menjadi manajer di masing-masing toko cabang perusahaan Martin yang tersebar ke beberapa negara.
Jadi, entah bagaimana dia bisa mengatur itu semua dan perusahaannya berkembang dengan pesat dalam waktu sepuluh bulan.
Aku tidak menyangka dia lebih mampu daripada apa yang aku bayangkan.
Mengesampingkan itu. Setelah menyelesaikan bendungan, drainase, dan perumahan, kami melanjutkan pekerjaan kami ke proyek selanjutnya, yaitu membuat pelabuhan.
Untuk saat ini, proyek itu sudah dalam bentuk proposal dan siap untuk tahap implementasi.
Kami juga sudah memilih tempat yang bagus. Karena posisi kota kami lebih dekat dengan perairan di sebelah selatan, kami memutuskan untuk membangun pelabuhan di selatan.
Di sana juga terdapat teluk. Nantinya teluk itu akan menjadi kota dan pelabuhan berada di sekitarnya.
Yah, itu adalah proyek skala besar, tapi harus dikerjakan untuk kenyamanan pengunjung kami.
Aku juga tidak mau merepotkan bawahanku untuk mengantar setiap pengunjung yang ingin datang ke sini.
Tapi untuk itu, kami sudah memikirkan solusinya.
Alat itu terbuat dari baja sihir, dibentuk menjadi lempengan dengan ketebalan 10 cm dan berdiameter tiga meter. Cukup berat, tapi praktis.
Terlebih lagi, itu mudah dalam hal operasional.
Orang seperti Martin dan bawahannya tidak terlalu mengerti tentang sihir. Namun dengan alat itu, mereka hanya perlu sedikit menuangkan Mana dan benda itu akan langsung bekerja.
Karena benda itu dibuat khusus untuk perjalanan satu arah, hal-hal seperti formula sihir sudah diaplikasikan dalam benda tersebut. Jadi, pengguna tidak perlu merapal mantra.
Kemudian karena benda itu terbukti sangat berguna, kami membuatkan beberapa untuk Marcus dan Byakko.
Dan arah tujuan dari semua alat itu, menuju ke satu portal besar dengan diameter 7-8 meter yang terpasang di depan kastil.
Alat itu dibentuk besar agar terlihat spesial. Dan terdapat satu petugas untuk menjalankan alat tersebut karena hanya alat itu yang bisa mengirim pengguna ke berbagai arah.
Para petugas penjaga kastil dengan armor full plate berwarna putih kami sudah diajarkan cara kerjanya. Sekarang mereka semua sudah bisa melakukannya.
Bagaimanapun juga, mereka adalah ras Gnome. Mereka lebih pintar daripada yang terlihat jika menyangkut tentang mantra sihir.
Berbicara tentang transportasi, aku berupaya untuk menghasilkan beberapa kendaraan dari dunia asalku.
Aku paham dengan motor atau mesin diesel, tapi aku tidak mengetahui cara pembuatannya.
Untuk orang sepertiku, tidak mungkin aku bisa menghafal seluruh ukuran dari setiap komponen mesin diesel.
Aku akan menjadi seorang insinyur jika aku bisa menghafal itu.
Namun aku pernah bekerja (bermain) di bengkel otomotif, dan masih menyimpan ingatan itu hingga sekarang.
Yah, umurku masih terlalu muda, jadi hal-hal di masa lalu masih bisa kuingat dengan jelas jika aku berusaha.
Seperti yang tercatat dalam memori, aku pernah berfikir untuk menggunakan skill Titania untuk mengambil data ingatanku dan mengimplementasikan ingatan itu ke sebuah proyektor.
Hasilnya sangat jelas terlihat di layar proyeksi.
Nah, ingatan itu dijadikan rekaman dan aku menyerahkan rekaman itu kepada ketiga dwarf dan Kisman.
Seperti yang diharapkan, mereka berempat sangat kagum. Peranku hanya sebagai sumber informasi. Ketika mereka bertanya, aku hanya perlu menjawabnya.
Ini bukan seperti aku tahu segalanya, hanya saja cara kerja dari mesin tidak terlalu rumit.
Namun ketika datang ke elektrikal, aku menyerah.
__ADS_1
Beruntung kita tidak memerlukan listrik, jadi kita tidak pernah membahas itu.
Setelah semua, mereka berniat untuk mencoba dan menjadikan ini sebagai tantangan.
Itu bagus untukku, karena mereka mau berupaya.
Tujuan mereka datang ke sini untuk mempelajari teknologi yang kami miliki. Sekarang mereka telah mendapatkan informasi dan mereka senang.
Tapi, apakah kendaraan seperti itu dapat berguna?
Proyek pembangunan jalan raya menuju ke — yang nantinya akan menjadi — pelabuhan memang sudah berjalan.
Dan kami memang membutuhkan kendaraan umum untuk menghubungkan kota ini dengan pelabuhan.
Tapi kendaraan seperti mobil atau sepeda motor, tampaknya terlalu lambat.
Jarak antara kota ini dengan pelabuhan sekitar ribuan kilometer. Itu merupakan jarak tempuh yang sangat jauh.
Pengendara kendaraan tersebut pasti tidak akan sampai ke sini hanya dengan sekali jalan.
Aku ingin lebih seperti ke kereta. Karena kereta beroperasi dengan otomatis, kelelahan penumpang dalam berkendara dapat diatasi dan mereka bisa datang ke sini dalam sekali jalan.
Ketika aku memikirkan ini, tanpa diduga ketiga dwarf dan Kisman memiliki pemikiran yang sama.
Sungguh, mereka lebih berpengalaman daripada aku. Mereka langsung mengerti tentang aspek itu dalam sekali berfikir.
Ngomong-ngomong, kerajaan dwarf sudah memiliki angkutan dengan rel untuk menambang di bawah tanah. Jadi mereka bisa langsung paham ketika aku membahas operasi kereta.
Serius, semua menjadi lebih mudah ketika kita memiliki seorang ahli.
Kemudian karena berbagai macam alasan, kami akhirnya memutuskan untuk membuat kereta. Namun, ketiga dwarf masih ingin membuat satu mobil sebagai hobi.
Karena sudah seperti itu, aku menyuruh mereka untuk membuatkan mobil yang bagus.
Aku memang bukan desainer, namun aku memiliki ingatan tentang mobil yang sangat aku sukai. Jadi aku bisa mencontohnya dari sana.
Nah, dunia ini tidak memiliki hukum tentang hak cipta. Kupikir aku tidak akan terkena pelanggaran karena sudah mengikuti model orang lain.
Selama aku tidak mengakui itu sebagai hasil ciptaanku, aku akan terbebas dari hukum.
Kesampingkan itu.
Aku memang tidak bisa membuat mesin, tapi setidaknya, aku bisa membuat sepeda.
Alat transportasi yang sangat menyehatkan.
Karena pembuatannya tidak terlalu sulit, itu bisa dengan cepat direproduksi.
Akan tetapi, kendaraan itu terlihat tidak terlalu berguna dan hanya menjadi pajangan di taman kota.
Kami sudah berusaha membuat lima puluh unit dan semua itu dialokasikan ke taman kota.
Ternyata tidak sesuai ekspektasi. Kupikir mereka akan mengantri untuk bergantian dalam hal penggunaan.
Tapi ternyata tidak.
Hanya para anak kecil dan beberapa orang pengangguran yang menggunakan itu untuk meluangkan waktu.
Yah, mungkin karena benda itu terlalu kecil dan lambat.
Ditambah lagi, para naga memiliki fisik yang kuat. Mereka lebih suka berjalan daripada bersepeda.
Ketika mereka ingin berlari, kecepatan mereka juga tidak kalah dengan kecepatan maksimal sepeda.
Tapi itu tidak apa. Itu akan menjadi media untuk anak-anak bermain di taman kota daripada membiarkan mereka bermain di alam liar.
Walaupun, aku merasa mereka akan baik-baik saja bila bermain di alam liar.
Ngomong-ngomong, kami juga sudah membangun sekolah di dekat taman kota.
Gedungnya cukup besar dan memiliki beberapa fasilitas sebagai penunjang program belajar mereka.
Meski begitu, kami masih belum memiliki banyak guru dan hanya bisa mengajari anak-anak cara membaca dan menghitung.
Yah, kurasa tidak masalah. Setelah anak-anak itu tumbuh besar dan pintar, mereka bisa mengisi kekosongan fasilitas untuk melakukan berbagai eksperimen sebagai hobi.
Tentu saja, itu harus diawasi oleh orang-orang dewasa seperti kami.
Kami memiliki banyak ahli. Dan kami bisa menjadi dosen di beberapa keahlian.
Lagipula, sejumlah fasilitas itu mencontoh dari fasilitas kastil.
Para petinggi seperti Endrin, Tethra, atau Clara bisa menjadi pembimbing jika mereka memiliki waktu luang.
Masih ada banyak hal lagi yang perlu kami kerjakan. Untuk itu, aku tidak bisa terus diam.
Sebagai pemimpin besar, aku memiliki tugas untuk mengembangkan, memajukan, dan mempertahankan negeri baru ini.
__ADS_1