
"Ada apa, Hydra!?"
Ketika perasaan panik Hydra tersalurkan, aku pun ikut merasa panik bersamanya. Mungkin, ini seperti gejala menular menguap di tempat kerja lembur.
"Kita mengacaukannya."
"A-Apanya?"
"Lihat, bola itu tidak jauh berbeda dengan serangan Charybdis yang sebelumnya. Itu dapat menarik benda apapun ke dalamnya."
"Ah. Serangan menakutkan itu lagi!?"
Serangan Charybdis sebelumnya merupakan bola gravitasi. Itu berarti, kesepuluh bola-bola di angkasa tersebut adalah bola gravitasi yang sama, namun belum diaktifkan.
Dan jika itu diaktifkan....
Tentunya, itu akan sangat gila!
Aku tidak ingin membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pokoknya, aku harus mencari cara untuk mengatasi hal tersebut.
Namun, sesulit apapun aku mencari, aku tidak dapat menemukan jawaban untuk mengatasi masalah tersebut.
Hingga akhirnya aku pasrah, berhenti berfikir dan bola-bola gravitasi tersebut mulai aktif.
Sial.
"WUSS!!"
Nyawaku seolah-olah ditarik ke atas. Rasanya seperti berada di dalam elevator, tapi sensasi ini lebih ekstrim.
Ini menakutkan.
Semua benda, baik itu pohon, tanah, batu, maupun bukit – semuanya terserap ke dalam salah satu bola gravitasi tersebut.
"Jika kita ikut tertarik ke dalamnya, apa yang akan terjadi dengan kita selanjutnya?"
Di saat seperti ini, mengetahui tujuan hidupmu tampaknya tidak begitu penting. Tapi aku cukup penasaran dengan apa yang ada di dalam bola gravitasi tersebut.
"Kita akan dikirim ke dimensi lain. Namun di sana adalah tempat hampa yang tidak akan ada benda apapun kecuali benda yang terisap ke dalamnya."
Mungkin maksudnya bola itu dapat membuat ruang dimensi baru. Aku dapat langsung mengerti karena prinsipnya sama seperti membuat ruang penyimpanan barang.
"Hei, bukankah kita bisa melakukan teleportasi setelah berada di dalamnya?"
Mengetahui hal ini, entah kenapa dapat membuat perasaanku menjadi sedikit lega. Tapi ternyata, itu hanyalah kelegaan sesaat.
"Master jangan bodoh. Kemampuan aslinya adalah gravitasi, jika kita terserap ke dalam sana. Kita akan menjadi serbuk partikel karena terkompresi oleh tekanan gravitasinya."
Dan, aku menelan ludah setelah mendengar itu.
"Se-Serbuk partikel?"
"Ya. Semua energy kita – dan partikel eksternal yang bukan bagian dari kita tetapi ikut masuk ke dalam sana – akan terjerat ke dalam satu titik dan memadat hingga rapat. Meskipun tujuan selanjutnya dari bola gravitasi itu adalah ruang dimensi lain, tetapi kita tetap akan berubah menjadi bentuk yang sangat berbeda dari diri kita saat ini."
(A-Apa-apaan itu?)
Aku merinding mendengarnya.
Aku mulai bertanya-tanya, apakah kita – yang bisa dianggap sebagai hantu yang bisa menembus dinding – akan memadat seperti material terkompresi?
Apa itu Mana? Apa itu spiritual? Apa itu partikel?
Sekarang semuanya menjadi tidak masuk akal.
Tapi mengingat informasi dari pecahan pengetahuan dunia yang baru-baru ini aku dapatkan, aku sedikit mengerti bahwa semua itu adalah esensial dunia dimensi ini.
Kita tahu kalau Mana atau Outerki merupakan suatu energy yang dapat menciptakan materi apapun. Singkatnya, energy tersebut adalah esensi terciptanya dunia ini. Jika aku, Hydra, ataupun hantu – masih bergantung terhadap energy tersebut, maka kami masihlah makhluk dari dunia ini. Makhluk penghuni ruang dimensi, tiga atau empat, fisik maupun metafisik.
Baiklah, hanya dengan memikirkan hal itu tidak akan memecahkan masalah saat ini. Sekarang aku sedikit mendapatkan keberanian untuk mencoba menggunakan kemampuan manipulasi dimensional-spaceku.
Melihat posisi tubuh kami (tubuh Hydra) yang sebentar lagi akan tersedot ke dalam salah satu bola gravitasi Charybdis, membuat pikiranku bekerja dengan sangat cepat. Lebih cepat dari sebelumnya.
Semua informasi yang terlupakan bisa teringat kembali, dan semuanya berkumpul menjadi satu. Ini seperti apa yang disebut dengan "kilas balik", mungkin.
Yah, terserahlah.
"Hydra, fokus saja bertahan!"
"Apa yang ingin Anda lakukan?"
"Aku ingin menggunakan itu lagi."
"Anda sudah bisa mengendalikannya?"
"Aku tidak tahu. Doakan saja supaya semuanya berjalan lancar."
"Ya ampun, setidaknya beri aku kepastian!"
Hydra merengek, tapi dalam situasi ini, kita semua harus menggunakan apapun yang kita punya untuk bisa keluar dari masalahnya. Bahkan meskipun aku masih belum terbiasa dengan hal itu.
"Baik, ayo kita lakukan sekarang."
"Cepatlah, kedua kaki belakangku sudah tidak bisa menapak lagi ke tanah!"
__ADS_1
Kaki Hydra bukanlah sesuatu yang bisa digunakan untuk menggenggam, jadi kami harus menggunakan sembilan kepalanya untuk menstabilkan posisinya.
Selagi Hydra fokus bertahan, aku mulai fokus terhadap bola-bola gravitasinya.
Jika aku gagal dalam mengendalikan kemampuanku, kita mungkin akan masuk ke keadaan yang lebih gawat dari ini. Bisa saja kita malah muncul di depan bola gravitasi tersebut, dan langsung tersedot ke dalamnya tanpa tahu bagaimana kami bisa berada di sana.
Itu akan menjadi hal bodoh.
Tapi aku memiliki ide untuk memanipulasi posisi bola gravitasinya, bukan memanipulasi posisi tubuh kami. Sehingga tingkat keamanan kami sedikit meningkat.
Jadi aku mulai mencobanya, memfokuskan perhatianku terhadap dua dari sepuluh bola gravitasi yang ada. Dan kemudian, skill tersebut aku gunakan.
"BOOM!!" ×2
Ledakan besar terjadi di tempat kedua bola tersebut melayang. Ledakannya sangat besar dan terlihat sangat panas, tapi segera memadat kembali karena efek gravitasi yang masih tertinggal.
Hebat, bahkan ketika bola itu hancur, itu masih menyisakan sedikit kemampuannya.
Tapi lupakan itu, aku akhirnya berhasil memanipulasi ruang dimensional mereka dan mempertemukan mereka, hingga kemampuan destruktif mereka saling menghancurkan diri mereka masing-masing.
Bagi semua orang yang sedang menyaksikan pertarungan ini, mereka pasti hanya melihat kedua bola gravitasi tersebut – walaupun tidak bergerak – bisa meledak secara mendadak tanpa alasan yang jelas.
Akan tetapi, apa yang sebenarnya terjadi adalah aku merapatkan ruang dimensional mereka. Mereka sebenarnya sudah bertemu dan bahkan sudah menabrak hingga saling menghancurkan, tapi orang-orang tanpa kemampuan ini tidak bisa melihatnya.
"Apa!? Apa yang terjadi, Charybdis!? Katakan kepadaku, kenapa dua di antara mereka bisa hancur?"
"Saya tidak tahu. Itu pasti ulah mereka, Master."
"Apa katamu!?"
Aku bisa mendengar Nodens mengeluh dengan cemas.
Gelombang radio dari telepatinya bisa kami terima dengan baik meskipun di tengah-tengah kami terdapat badai gravitasi.
"Kufufu, ini adalah waktu pembalasan!"
Dan aku tanpa sadar mengatakan hal itu dengan perasaan euforia.
"Tunggu, Master! Aku senang melihatmu bahagia, tapi keadaan kita tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Kalau begini terus kita akan terhisap!"
Hydra mengingatkanku akan kesalahanku yang amat sangat bodoh.
Aku memang berhasil menghancurkan dua bola gravitasinya, tapi kedua bola tersebut sebenarnya tidak memiliki urusan dengan kami.
Bola yang lainlah yang sedang menghisap kami seperti Vakum Cleaner sedang menyedot debu.
Bodoh! Aku sangat bodoh!
Aku dengan cepat menavigasi ruang dimensional kedelapan bola gravitasi yang tersisa, lalu mereka semua hancur disaat yang bersamaan.
"Hah!?" 2×
Nodens dan Charybdis terkejut.
Mungkin telat jika aku baru bilang sekarang, bahwa aku baru menyadari kalau gelombang radio telepathy mereka tidak terganggu dengan distorsi ruang di sekitar bola gravitasinya.
Seharusnya, gelombang tersebut akan terganggu, atau justru terhisap ke dalam pusat gravitasinya. Tapi anehnya, itu tidak terjadi.
Hal seperti ini mungkin bisa dipikirkan nanti setelah pertarungan selesai, tapi aku entah kenapa malah dibuat penasaran olehnya.
Mungkin aku bisa menemukan sesuatu, seperti kelemahan Charybdis misalnya, dan menggunakan hal tersebut untuk mengalahkannya.
Kembali ke pertarungan.
Kami merapihkan posisi tubuh kami kembali. Setelah gaya tarik dari gravitasinya menghilang, kami terjatuh ke tanah seperti bayi payah.
Hydra harus mengakuinya sekarang kalau tubuhnya itu sebenarnya sangat gemuk. Tapi tidak apa-apa, aku menyukai bentuk bulat ini.
ᕕ(˵•̀෴•́˵)ᕗ
Seseorang ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia sedang berusaha menahannya. Kita bisa mengabaikannya.
Fokus kembali kepada Charybdis, yang masih tercengang karena bola-bola gravitasinya secara mendadak meledak.
Aku akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerangnya.
Berhenti menggunakan tembakkan sinar laser, karena itu sepertinya tidak efektif terhadap penghalang medan gravitasi Charybdis. Kita akan menggunakan sihir sekarang.
"[Black Chain]."
Aku menangkap Charybdis dengan rantai hitam.
Rantai tersebut muncul dari bawah tanah dan mengunci Charybdis, dieksekusi dengan operasional yang sangat cepat.
"Apa!?"
Untuk kedua kalinya Charybdis terkejut. Medan gravitasinya tidak dapat mencegah rantainya, walaupun sempat bertabrakan.
Meskipun masih menjadi misteri, namun tampaknya rantai hitam tersebut dapat meniadakan semua hukum fisika yang ada.
Kalau tidak begitu, seharusnya rantai tersebut akan terhisap dengan medan gravitasinya. Tapi itu tidak terjadi.
Yang ada di kepalaku hanyalah – segala sesuatu yang terbuat dari Outerki energy, dapat membuat medan sihir menjadi tidak berdaya.
__ADS_1
Sesuatu yang disebut "hierarki" mungkin bisa dijadikan interpretasi dari hubungan mereka.
"Ada apa, Charybdis!? Cepat segera lepaskan rantai ini dari tubuhmu!"
"Tunggu sebentar, Master! Rantai ini sangat kuat sekali!!"
Di saat Nodens tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia hanya bisa menyerahkan segala sesuatunya kepada Charybdis. Sayangnya, Charybdis juga tidak tahu dengan apa yang terjadi.
Charybdis mencoba melepaskan diri dari kekangan rantainya. Namun sekuat apapun dia mencoba melepaskan ikatan rantainya, dia tidak dapat melakukannya.
Bahkan medan gravitasi di sekitarnya menjadi kacau, hingga cahaya pun tidak dapat melaju sebagaimana harusnya.
Seluruh ruang di sekitar Charybdis sekarang sedang terdistorsi. Kita tidak dapat memastikan rupanya kalau distorsi masih terjadi.
Sebenarnya, pemandangan itu mengingatkan ku dengan trauma dari kejadian sebelumnya ketika aku kehilangan arah. Itu sangat mirip dan menimbulkan perasaan tidak nyaman.
Aku tidak tahan melihatnya dan segera melakukan tindakan selanjutnya untuk membuat Charybdis diam.
Rantai panjang yang menjulur dari tanah sampai ke langit ini masih kokoh menahan Charybdis menjauh ataupun melarikan diri (walupun dia tidak memiliki niat untuk melakukannya).
Kemudian aku alirkan racun ke sana, yang berwarna ungu. Dengan analogy listrik, racun itu merambat pada rantainya selayaknya listrik dinamis, dan pergi menuju ke arah Charybdis.
"Gahhhh!!"
Charybdis berteriak hingga menggemparkan seluruh dunia. Kemampuan Divine monster untuk melolong memang sangat hebat.
"Hei, Albert."
"Ada apa?"
Hydra mengajak berbicara.
"Apakah aman menggunakan skill kita untuk Charybdis? Dia tidak akan mendapatkan masalah serius, kan?"
Dan datang pertanyaan yang berunsur kekhawatiran darinya.
Jadi dia mencemaskan Charybdis? Tidak terduga.
"Ini seharusnya masih baik-baik saja, kan? Selain itu, cukup mengejutkan melihatmu begitu mengkhawatirkannya Charybdis padahal dia baru saja ingin membunuh kita."
"Yah, Outerki energy ini sangatlah asing bagiku. Jadi aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kita membunuh Charybdis dengan itu. Kalau soal bunuh membunuh, Anda harusnya ingat kalau kita para Divine Monster akan hidup kembali ke dunia ini dengan sendirinya. Jadi aku tidak begitu memikirkan "kematian"."
"..."
Em, jadi di bagian itu dia tidak peduli, ya.
Bagaimana ini, entah kenapa perasaanku sedikit tertekan.
"Ada apa, master?"
"Tidak, tidak ada apa-apa."
Aku tidak bisa bilang kalau aku takut mati. Karena bagaimanapun, di dalam pertarungan ini aku tidak bisa hidup kembali.
Walaupun, aku sudah membuat pencegahannya, mati tetaplah mati. Rasanya mungkin tidak akan enak.
Setelah Charybdis berteriak cukup keras, distorsi ruang yang terjadi menghilang – tampilan sudah kembali seperti semula – dan akhirnya kami dapat melihat posisi dan wujudnya Charybdis dengan benar.
Warna putih kulit dan sisiknya terkontaminasi dengan warna ungu dari racunku.
Inilah penampakan makhluk suci yang ternodai.
Anehnya meskipun sudah ternodai, dia masih bisa mengapung di udara dengan stabil. Maksudku, jika dia merasa kesakitan dan benar-benar menerima racunnya, aku berpikir dia seharusnya akan terjatuh atau terbang dengan gaya sempoyongan.
Namun itu tidak terjadi.
Apa racunku hanya memberikan dampak yang kecil kepadanya?
Tidak, tidak. Jika racunnya tidak efektif, seharusnya dia tidak perlu berteriak begitu lebay, kan? Berseru seperti biasa akan lebih baik daripada itu.
Dan aku juga tahu kalau mereka (Charybdis dan Nodens) bukanlah tipe orang yang terlalu berlebihan terhadap gayanya, mereka cukup normal.
Selain itu, distorsi ruang yang terjadi juga sudah menghilang. Itu mengindikasikan bahwa Charybdis merasa tidak baik-baik saja dengan racunnya.
Lalu kenapa? Kenapa dia tidak terjatuh dan masih bisa melayang begitu kokoh di udara?
"Apa yang sedang Anda pikirkan, Master? Segera turunkan anak itu ke sini."
"Ah, iya. Ayo turunkan dia."
Aku terlalu sibuk memikirkan hal-hal lain sehingga Hydra tidak tahan menunggu.
Segera setelah Hydra memerintahkanku untuk menurunkan Charybdis, rantai hitam langsung mencoba menarik Charybdis ke tanah.
Tapi berbeda dengan apa yang kita bayangkan, Charybdis sama sekali tidak dapat ditarik. Justru sebaliknya, seluruh daratan ini entah kenapa malah bergerak.
Ini adalah ulah dari rantainya yang sedang berusaha untuk mendekatkan Charybdis ke daratan.
Daratan ini adalah sebuah pulau mengapung (atau bahkan sebuah benua karena ukurannya yang sangat besar), dan karena pulau ini mengapung, rantainya dapat membuatnya bergerak ketika ditarik.
"Oi, oi, ini enggak lucu."
Mau tidak mau, aku berkomentar.
__ADS_1
Posisi Charybdis yang ada di udara benar-benar sangat solid. Bahkan jika dibandingkan dengan daratan besar mengapung ini, dia tidak ada tandingannya.
Entah kenapa, dadaku sangat berdebar dengan kekokohannya Charybdis.