Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Akui Saja!


__ADS_3

Keesokan harinya, aku pergi ke Federasi Seribu Pulau, Nikkou, bersama dengan Freya, Eliza, Atla, Eren, Alice, Kaguya, dan Titania.


"Laut sangat luaaaas!!"


"Kamu menyukainya, kan. Itu bagus. Bagaimana dengan kalian berdua, Atla, Eren?"


"Aku suka naik kapal."


"Aku juga."


"Syukurlah."


Kami berada di dek terbuka kapal sambil menikmati suasana lautan. Untuk bisa menikmati kapal pesiar kelas eksekutif ini, aku menyuruh Niks buru-buru membelikan tiketnya kemarin.


"Tapi kenapa kita harus naik kapal, Merlin?"


"Pemerintahan Nikkou selalu mengawasi orang-orang yang ingin berkunjung ke negeri mereka. Aku ingin kita naik kapal untuk menunjukkan kepada mereka kalau kita ingin bermain. Benar kan, Kaguya?"


"Iya, mereka memang sangat ketat dalam hal-hal kepengawasan orang asing di negeri mereka, dan sangat berhati-hati."


"Begitu, ya."


Freya asal menerimanya begitu saja. Berdasarkan informasi yang aku dapatkan dari Kaguya dan Niks, pemerintah Nikkou selalu mengetahui kedatangan orang-orang berstatus tinggi di negara mereka menggunakan koneksinya.


"Lalu kenapa kita harus mengenakan pakaian mewah seperti ini?"


"Kita akan langsung menuju ke istana pemerintahan mereka, kamu ingat kita ke sini untuk apa?"


"Untuk mencari teknik sihir kuno?"


"Itu tujuan kedua kita. Tujuan utama tetap menyebarkan kultus Albisme di tanah ini."


"Ah, benar juga. Dengan bertemu pemerintah di sana, kita bisa langsung meminta izin mendirikan kuilnya. Jadi, kamu ingin langsung menyelesaikan ini dengan cara cepat."


"Em."


"Tapi tentang tujuan kedua, apa kamu yakin mereka mau memberikan hal-hal berharga mereka begitu saja kepada kita?"


"Mereka pasti mau memberikannya. Tidak, mereka pasti tidak punya pilihan untuk menolak permintaan kita yang satu ini."


"Hmm, kamu terlihat sangat yakin. Baiklah kalau begitu, aku hanya perlu percaya padamu."


Karena aku telah mendapatkan informasi rahasia terbesar mereka dari Niks, mereka pasti — mau tidak mau — menuruti permintaan ku.


Bahkan jika mereka tidak ingin bekerja sama, aku hanya perlu menggunakan jalan kekerasan terhadap orang-orang seperti mereka.


"Kamu baik-baik saja kan, mau aku ambilkan kursi?"


"Ini masih baik-baik saja karena belum terlalu besar. Meski begitu andai saja aku bisa menggunakan skill [Kesadaran Pararel] untuk menggunakan tubuh Homunculus seperti kamu..."


"Makanya belajar lebih banyak nanti."


"Ughh..."


Saat ini aku sedang menggunakan tubuh Homunculus yang dibuat oleh Albert dan menggunakan Kesadaran Pararel untuk menggerakkannya, kesadaran terpisah dari tubuh utama yang seharusnya digunakan untuk tubuh clone tapi di sini aku gunakan untuk Homunculus.


Sebenarnya tidak ada masalah dengan tubuh utamaku, walaupun aku sedang hamil sama seperti Freya. Tapi Albert lebih menyukai kami menggunakan clone untuk bepergian. Sayangnya Freya belum bisa menggunakan skill tersebut dan sebagai gantinya aku harus menjaga dia.


Tubuh utamaku sekarang sedang bersama Rin dan Nava.


Selain itu, tidak ada alasan khusus kenapa aku harus menggunakan Homunculus. Ini adalah tubuh buatan pemberian suamiku, aku hanya berpikir kalau ini merupakan kesempatan bagus untuk menggunakannya.


"Silahkan minumannya. Ini adalah layanan khusus dari kami."


"Oh, terimakasih."


Beberapa ABK kapal menyuguhkan minuman dingin kepada seluruh penumpang yang berada di geladak kapal. Kami semua meminumnya, kecuali Freya.


***


Beberapa menit kemudian...


"Mama, ngantuk..."


"Aku juga..."


"Um..."


Anak-anak menunjukkan adanya anomali setelah meminum minuman yang diberikan para ABK sebelumnya.


"Kalian sudah ngantuk? Ayo kembali ke kabin."


"Kurasa mereka masih bisa berjalan sendiri. Tolong antarkan mereka ya, Freya."


"Kamu juga, jangan berlebihan, ok."


Kami berbicara seperti kami sudah meramalkan hal ini. Sebenarnya itu bukan tebakan biasa, melainkan kami sudah tahu kalau terdapat orang-orang dengan niat jahat terhadap kami telah menaiki kapal ini. Hanya saja aku tidak menyangka kalau mereka menaruh obat bius di dalam minuman semua penumpang di kapal ini.


Kecuali kami, semua orang sudah terbaring di lantai. Mungkin sebentar lagi Atla, Eren, dan Alice tertidur. Hebatnya mereka bisa menahan obat bius itu, walaupun hanya untuk beberapa menit.


"Nyonya, mereka benar-benar melakukannya."

__ADS_1


"Iya, setelah ini adalah tugas kalian berdua, Titania, Kaguya. Aku ingin mengatakan untuk berusaha, tapi tampaknya mereka tidak akan menjadi lawan yang cocok untuk kalian. Bahkan dijadikan sebagai pemanasan saja tidak cukup."


"Anda benar. Padahal aku sedikit mengharapkannya."


"Yah, mau bagaimana lagi."


Tidak lama setelah Freya dan anak-anak masuk ke dalam kabin, satu kapal layar hitam tiba-tiba muncul dari arah berlawanan dan mengarah ke kapal ini.


Kemungkinan orang-orang di kapal itu adalah koleganya para ABK dengan niat jahat sebelumnya.


Aku bisa melihatnya dari kejauhan ini, orang-orang di dek kapal itu memiliki senyuman yang sangat menjijikkan di wajah mereka. Dan ketika kapal itu tiba di dekat kapal kami...


"Yo, wanita-wanita cantik! Wajah kalian tampak buruk, apa kalian sedang mengkhawatirkan sesuatu?"


"Buahaha, mereka pasti heran kenapa kita bisa ada di sini, Kapten!"


"Ahh, bangsawan selalu saja menyebalkan seperti biasa, cih!"


Mereka merundung kami dengan kata-kata yang agak menyulitkan untuk dimengerti.


«Niks, jika orang itu bersama mereka, kamu harus menangkapnya sekarang.»


«Sayangnya dia tidak ikut dalam kelompok ini.»


«Begitu, ya.»


«Tenang saja, Yang Mulia. Sepertinya clone ku yang lain sudah menemukan lokasi markas persembunyian mereka dan kami sudah mengutus bawahan untuk membersihkannya.»


«Itu terdengar bagus. Maka kita bisa langsung menuju ke markas utama mereka, pusat pemerintahan Federasi Seribu Pulau, Istana Negeri Nikkou.»


Aku berkomunikasi dengan Niks, orang paling kompeten nomor satu di antara seluruh bawahan suamiku. Atau bisa dibilang dia adalah pria paling dapat diandalkan nomor dua setelah suamiku di seluruh kastil.


Kerjanya terbukti sangat cepat. Dan bersama dengan Hydra, mereka berdua mengetahui banyak sekali rahasia suamiku yang di antaranya bahkan aku sendiri tidak tahu.


Agak menyebalkan untuk mengakuinya, tapi aku sedikit cemburu dengan mereka.


"Tidak ada hal yang ingin kalian ucapkan, hah? Jadi kalian benar-benar ketakutan ya, hahaha! Semuanya, tangkap para penumpang itu dan langsung ikat mereka!! Tidak ada terkecuali!"


"Kami menunggu perintah itu, Kapten!"


"Hyaaah!!"


Mereka dengan gagah melompat ke atas kapal kami...


*Bang*


*Ting*


Namun berakhir menyedihkan oleh Kaguya dan Titania, mereka langsung tumbang tanpa perlawanan sengit.


Tanpa menggunakan bilah pada pedangnya, Kaguya sudah bisa memukul musuh sampai pingsan dengan ujung pedangnya. Sedangkan Titania menggunakan kemampuannya untuk membuat lawan tertidur.


Yah, level ini terlalu rendah untuk ditangani oleh para Apostle Lord. Sekarang bagaimana kami mengurus masalah ini, kapten di kapal kami bahkan dibuat tidur oleh para ABK tadi.


"Segera bangunkan semua awak di kapal ini dan suruh mereka untuk melanjutkan pelayarannya."


"Nyonya, bagaimana dengan beberapa penjahat yang sudah sampai di anjungan? mereka sepertinya sedang panik di dalam sana."


"Kalian hampiri saja, palingan mereka akan menyerah setelah melihat pertarungan tadi. Tapi mereka sudah berbuat kesalahan fatal karena berani memberikan anak-anakku obat bius, jangan maafkan mereka."


"Dimengerti."


Kurang lebih seperti itu. Kami melanjutkan perjalanan setelah kapten serta anak buahnya siuman, kemudian menuju ke pelabuhan di pulau utama negeri Nikkou ini.


Alasan kenapa negeri ini disebut sebagai Seribu Pulau karena di negeri ini memang terdapat banyak pulau. Namun itu hanya sekedar nama, mungkin saja jumlahnya tidak sampai seribu. Dan dari banyaknya penduduk dan suku atau clan di sejumlah pulau ini, mereka bersatu membuat pemerintahan terpusat dan mendirikan sebuah negara yang disebut Federasi Seribu Pulau, Nikkou.


Hebatnya kapal kelas eksekutif, mereka bisa mengangkut kereta kuda kami ke atas kapal. Jadi kami tidak perlu lagi untuk memesan kereta karena fasilitas tersebut.


Dan juga, sebelum kami melanjutkan perjalanan, kami menyerahkan para Bajak Laut (?) itu ke petugas keamanan di pelabuhan. Beberapa diantara mereka ternyata ada di dalam DPO.


"Kenapa mama tidak membangun aku! Aku juga ingin melawan bajak laut, tahu!"


Alice mengeluh sepanjang waktu karena menyesal tidak melihat aksi para penjahat menyerang kami.


Melihat sikap jengkelnya itu selalu membuat aku bahagia, fufu. Dia terlihat sangat lucu.


"Alice, kamu tidak boleh marah-marah seperti itu."


"Benar, kalau ingin mengeluh, kenapa tidak dilakukan kepadaku. Kemari..."


"Fufufu."


Eliza menegurnya, dan aku membuatnya diam. Sekarang kondisi Freya sedang tidak memungkinkan untuk mengurus anak nakal.


Selagi mengatasi keluhan dari anak keras kepala ini, kami melanjutkan perjalanan dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Untungnya kereta ini sudah diperlengkapi dengan teknologi untuk bisa menahan guncangan, membuat perjalanan Freya yang sedang hamil menjadi lebih nyaman.


"Hei, kita sudah sampai di ibukota negeri ini."


"Ya ampun, kita berada di perjalanan selama seharian penuh."


"Kamu benar, ini sudah hampir gelap."

__ADS_1


"Bagaimana ini, Merlin? Apa kita harus memilih hotel atau terus melanjutkan perjalanannya ke istana?"


"Sebentar..."


Aku sudah memperhitungkan kalau kita akan tiba di kota ini sore hari, dan aku juga sudah meminta izin ke Albert kalau kami akan pulang malam. Tapi kota ini terlalu ramai sekali. Tidak hanya kami, orang-orang dari berbagai daerah sepertinya sedang berkumpul di sini.


Stand-stand dari toko makanan berjejer di pinggir jalan dan menjadikan tempat ini semakin ramai. Semakin dalam kami masuk ke dalam kota, semakin banyak pedagang dan pertunjukan yang ditampilkan.


"Kaguya, kamu tahu sesuatu tentang keramaian ini?"


"Kalau tidak salah, ini adalah festival yang disebut "natsumatsuri". Festival yang selalu diadakan di musim panas. Ini akan ramai pada malam hari karena ada pesta kembang api."


"Ohh! Merlin, ini festival. Ayo kita nikmati ini bersama anak-anak."


Setelah bertanya pada mbak kusir, Kaguya, Freya dan anak-anak terlihat bersemangat mengetahui ini adalah sebuah festival.


"Hm, baiklah. Karena festival ini bakal ramai di malam hari, kita akan menuju ke istana untuk bertemu dengan pemerintah mereka dulu. Mungkin kita akan mendapatkan penginapan."


"Yay!!"


Mereka meriah sekali. Supaya tidak mengecewakan mereka, aku harus mengatur pertemuan ku dengan penguasa dan menyelesaikan urusannya secepat mungkin.


Setibanya di depan pusat pemerintahan, istana negara, Kaguya mengatur pertemuan kami dengan penguasa negara.


Bangunan yang tinggi dengan tembok-tembok kokoh pondasi batu. Bangunan tradisional yang masih mengandalkan kayu sebagai struktur konstruksinya.


Kami tidak membuat janji pertemuan dengan penguasa, oleh karena itu kami harus menunggu di depan gerbang istana untuk beberapa menit. Namun, bahkan tanpa membuat janji, dia pasti tahu kalau kami akan datang.


"Selamat datang, para tamu dari negeri Lumia. Perkenalkan, saya adalah penguasa negeri ini, Shinji Soichiro."


Setelah beberapa menit, kami diizinkan masuk dan beberapa orang berpakaian tradisional kimono menyambut kami setelah kami turun dari kereta di depan pintu istana.


"Wah, wah, tidak kusangka kami akan langsung disambut oleh penguasa negeri ini."


"Demi menunjukkan keramahtamahan kami kepada tamu dari penguasa negara adikuasa di barat, saya selaku penguasa negeri ini harus menyambut Anda sekalian secara langsung. Maaf membuat kalian menunggu sebelumnya."


Huh, apanya yang keramahan? Dia sudah tahu kalau kami ingin datang ke sini, tapi masih harus membuat kami menunggu lama di gerbang. Sungguh menjengkelkan.


"Yah, aku mengerti. Ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu, apa kamu bisa menyiapkan tempatnya?"


"Hal penting apa itu?"


"Anda ingin aku bicara di sini? Yaa, aku tidak masalah dengan itu. Mungkin ini informasi yang bagus untuk orang-orang dari negeri ini ketahui, fufu."


"Uh!? Ayo kita bicarakan di dalam."


Ternyata dia cukup peka terhadap reaksi ku. Atau, itu hanyalah instingnya untuk tidak membiarkan aku bicara? Apapun itu, aku tidak merasa dirugikan. Hanya saja Freya harus beristirahat di dalam ruangan karena kami sudah bepergian cukup lama.


Kami pindah ke ruangan berukuran sedang dengan karpet tatami, meja kecil, dan... Bantal? Tampaknya aku harus duduk di situ dengan gaya duduk mereka.


Di ruang ini hanya ada Aku, Titania, dan si penguasa Shinji dengan pengawalnya. Kedua pengawal kami berdiri.


"Bisa Anda katakan sekarang tujuan Anda datang ke sini?"


Dia sangat buru-buru sekali, wajahnya menunjukkan adanya kecemasan. Padahal aku baru saja sampai, jadi biarkan aku meminum tehnya dulu.


"Baiklah. Hanya ada dua alasan kenapa aku datang ke sini. Pertama, aku ingin kamu memberi izin kepada kami untuk mendirikan kuil keyakinan kami di sini. Kedua, aku ingin meminta akses memasuki ruang harta kalian, aku ingin melihat harta kalian dan kalau ada harta bagus aku ingin mengambil satu atau mungkin dua."


"... Hah?"


Oh, dia terkejut dengan permintaanku. Apakah itu terlalu tak terduga baginya?


"Dua keinginan ini, kalian tidak bisa menolaknya."


"Kenapa? Bukankah itu terlalu berlebihan!? Bahkan meskipun kalian adalah salah satu negara kuat, kalian tidak bisa berbuat seenaknya seperti ini!"


Negara buatan suamiku sepertinya sangat terkenal karena perang tempo lalu, tentu saja rumornya akan sampai ke telinga pria ini.


"Ini bukan tindakan seenaknya. Di tempat pertama, kamu bukanlah orang yang berhak berbicara seperti itu. Kamu tahu organisasi Tengkorak Merah?"


"Huh? M-Mereka adalah sekelompok perompak terkenal yang suka membajak kapal di lautan. Memangnya ada apa dengan mereka?"


"Tidak hanya itu, mereka juga menjadi sekelompok pencuri terkenal di daratan, merampas pedagang di perjalanan, memperdagangkan manusia, narkoba, dan sihir terlarang. Mereka adalah organisasi penjahat berukuran besar."


"Lalu kenapa kalau mereka merupakan organisasi besar? Aku tidak mengerti kenapa Anda membahas mereka setelah meminta akses ke ruang harta kami. Apakah Anda ingin menggunakan pusaka di sana untuk mengalahkan perompak itu?"


"Ku~fufu, lelucon yang sangat lucu. Itu mungkin bukan ide buruk, kami bisa menghancurkan mereka. Tapi, bukan itu yang aku maksud. Niks, keluarkan dia sekarang."


"Huh?"


Aku meminta Niks untuk menangkap seseorang yang sangat berpengaruh pada kasus kali ini. Dia dikeluarkan dari bayanganku dan kemudian diseret oleh Titania ke hadapan mereka berdua.


"Ya ampun, dia bunuh diri, ya?"


"Sepertinya begitu, Nyonya."


Ternyata dia sudah mati.


"A-Apa ini? Kenapa kalian menangkap salah satu bawahan ku?"


"Oh! Kamu mengakui kalau dia adalah bawahan mu. Itu bagus, maka pembicaraan ini akan lebih cepat selesai. Yah, lagipula dia masih mengenakan pakaian staf di istana ini, penyangkalan tidak mungkin dilakukan. Sudah, tidak perlu basa-basi lagi, akui saja kalau Anda adalah pemimpin sebenarnya organisasi Perompak Tengkorak Merah, Tuan Penguasa."

__ADS_1


__ADS_2