
Pembicaraan terus berlanjut. Tidak hanya menemukan roh dengan akal, tapi aku juga menemukan sejumlah informasi penting tentang keberadaan empat roh agung, energi tidak dikenal yang disebut kosmik, dan Raja Iblis dengan monster yang dapat mengalahkan empat roh agung Itu sekaligus.
Termasuk Ghidora si Roh Agung Penjaga Ruang dan Waktu, tiga roh agung lainnya terdiri dari Roh Agung Cahaya, Roh Agung Kegelapan, dan Roh Agung Langit dan Bumi — mengatur tatanan dunia dari tempat mereka masing-masing.
Ghidora seperti julukannya, memiliki pekerjaan untuk menjaga ruang dan waktu dunia ini, sedangkan ketiga roh agung lainnya membuat dunia dan menciptakan kehidupan dari energi kosmik tersebut.
Peran mereka di dunia ini benar-benar penting. Namun sekarang mereka sudah dihancurkan oleh Raja Iblis dan monster dari dunia luar tersebut.
Bagaimana dengan tatanan dunia ini sekarang? Dan penyerangan itu terjadi pada saat Luminous datang ke dunia ini tiga ribu tahun lalu. Setelah itu juga ada penyerangan iblis ke tanah ini, tapi mereka memilih untuk mundur mungkin karena tidak tertarik menguasai dunia.
Tapi, untuk apa mereka menyerang manusia jika mereka tidak ingin menguasainya? Kuh, terkadang ketidaktahuan lebih menyeramkan dibanding pertarungan itu sendiri.
"Singkatnya, seluruh energi dari dunia ini berasal dari kalian berempat. Dan kalian berempat menggunakan energi kosmik untuk menciptakan itu semua, kan?"
"I-Iya, itu benar."
"Ku~fufu. Ahhh~ aku sudah yakin sekarang."
Merlin seperti bisa membaca pikiran Ghidora, dan membuat Ghidora mengungkapkan semua informasinya. Lalu di akhir, Merlin terlihat sangat bahagia hingga mulutnya tersenyum lebar, menekuk seperti sabit dan kemudian tertawa. Itu agak...
Tidak hanya William, Ignis, dan Leon yang tiba-tiba menegakkan badan mereka ketika melihat itu, tetapi Ghidora, Luminous, dan bahkan Hydra juga melakukannya.
Itu pasti mengerikan melihat wanita yang tampak polos, cantik, dan mempesonakan tiba-tiba memiliki raut wajah seperti seorang psikopat. Hebatnya, aku dan Freya sudah terbiasa dengan sikap Merlin itu.
"Sayang, sekarang aku tahu kenapa aku bisa memiliki energi kosmik di tubuhku."
"Benarkah? Aku senang mendengarnya." —(ketenangan dan pokerface seorang pria sejati.)
"Iya, aku tahu sekarang tempat untuk mendapatkan kekuatan itu, ini mungkin bisa menjadi kunci untuk melawan si Raja Iblis."
"Eh? Bukankah itu terlalu hebat jika kita bisa menggunakannya juga? Di mana tempatnya, beritahu kami, Merlin!"
"Itu di sini, di kastil ini."
"Kastil ini?"
"Iya. Lebih tepatnya, itu berada di ruang harta. Ruang harta menghubungkan ke-empat dunia dan mengakumulasi seluruh energi dari ke-empat dunia tersebut."
"Maksudmu, karena sejak awal energi keempat roh agung berasal dari energi kosmik. Jika keempat energi tersebut diintegrasikan kembali, kemungkinan kita bisa mendapatkan energi kosmik cukup beralasan. Dan itu tugas Kastil ini memfusi energi menjadi seperti bentuk awalnya (?). Kamu hebat bisa menyadari hal ini, Merlin."
"Benarkah? Apakah aku sekarang sudah menjadi istri yang berguna untukmu?"
"Iya, kamu istri yang paling dapat diandalkan, Merlin. Aku senang kamu menjadi istriku!"
❤❤❤
Melihat Merlin beranjak dari bangkunya tiba-tiba, tanpa sadar aku juga ikut berdiri dan akhirnya kami berpelukan. Karena gemas dengan tingkahnya yang bersemangat itu, aku sedikit menciumnya di kening dan kemudian dia menyembunyikan kepalanya di dadaku.
Ketika dia menyebut "ruang harta" Aku bisa langsung paham karena sejak awal ruang harta memang sudah aneh. Ternyata, akses ke keempat dunia hanya bonus dari kegunaan ruang harta yang sesungguhnya. Itu berarti, sejak awal kunci untuk mengalahkan Raja Iblis dan monster mengerikannya adalah kastil ini, dan orang yang bertanggung jawab terhadap kastil ini...
Err, aku ingat kalau aku memiliki pemikiran untuk menyerahkan kepengurusan kastil ke para naga, apakah aku bisa melimpah pekerjaan mengalahkan Raja Iblis kepada mereka? Aku sudah terbiasa melimpahkan perkerjaan kepada orang lain.
"Itu tidak mungkin!!"
Di sisi lain kami, Ghidora mengutarakan ketidakpercayaannya terhadap kami. Apakah itu cukup membingungkan untuk roh agung pahami? Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang tidak mempercayai kami.
"Em, Ghidora. Sebelum kamu salah paham, aku akan mengatakan suatu hal penting tentang kami padamu—"
Sebelum aku menyelesaikan kalimat, aku memisahkan diri dari Merlin, kemudian kami kembali ke tempat duduk.
"—Sebenarnya kami bukan berasal dari dunia ini. Dan aku sempat menduga bahwa monster hebat yang pernah menyerang mu tempo lalu kemungkinan juga berasal dari sana. Jadi..."
"Tapi, bahkan kami para roh agung tidak bisa menggunakannya, tapi bagaimana kalian bisa..."
Ghidora sampai akhir tidak ingin mempercayai kenyataannya. Namun raut wajahnya menunjukkan adanya rasa terkalahkan oleh kami.
Yah, bukan berarti kita perlu mendapatkan kepercayaan darinya. Masalah terpenting adalah bagaimana cara kami mensuplai energi kosmik untuk diri kami sendiri, demi menanggulangi keberadaan Raja Iblis dan monster asing lainnya.
*ketuk**ketuk**ketuk*
Seseorang mengetuk dan membuka pintu. Di sana Freya berdiri sendirian.
"Kalian masih belum menyelesaikan obrolan?"
Dan bertanya ketika sudah masuk.
"Haah~, kurasa kita bisa mengakhiri pembicaraan ini di sini. Ghidora, aku akan mengulangi permintaanku sekali lagi. Kamu harus menjadi bagian dari pasukan kami, kamu akan menjadi pemimpin para prajurit roh dan membimbing mereka supaya bisa menjadi kesatria tangguh. Kamu bisa, kan? "
Kita akan beristirahat sebentar untuk menenangkan pikiran. Setelah itu kami harus membuat plan untuk menghadapi Raja Iblis...
Eh, memangnya kami akan melawan mereka? Bagaimana jika aku bisa mengajak dia bekerja sama dengan kami? Lagipula, kami ini sesama Raja Iblis, dan salah satu anak buahnya bahkan bekerja untuk kami. Mungkin akan ada ruang untuk berunding nanti.
__ADS_1
"Caramu mengajak orang sungguh aneh. Yah, mau bagaimana lagi. Karena aku sudah menerima tubuh Homunculus ini darimu, aku diharuskan untuk bekerja, kan?"
"Kukuku, kamu memang roh yang pintar, Ghidora. Ini ada sedikit hadiah dariku, 3 juta Poin Jiwa. Manfaatkan energinya untuk meningkatkan kekuatanmu sendiri."
Aku menghabiskan sisa poin yang aku dapatkan dari perburuan para Einherjar. Setelah tahu energi kosmik lebih unggul dibanding energi Mana, tidak ada alasan bagiku untuk menyimpan energi itu lagi.
Tiga juta poin, kurasa tidak ada hebat-hebatnya bagi roh agung penjaga ruang dan waktu.
"Baiklah, sekarang aku harus memberikan kehidupan kepada dua Homunculus terakhir ku, fufu."
"Hm? Sayang, bukannya kamu sudah berjanji untuk beristirahat?"
"Ah!"
Ketika aku bersemangat ingin menuju ke shelter lagi, Merlin menunjukkan ketidaksenangannya terhadap keteledoranku.
"I-Ini, ini hanya--"
"Hanya apa? Kamu ingin melanggar janjimu?"
"..."
Baiklah, itu akhir pembicaraan kami tentang Raja Iblis yang bersekutu dengan monster dari dimensi asing.
Sesuai janji, aku beristirahat sebentar sambil bermain dengan Nava. Rin sudah bangun dan memperlihatkan kondisi sehatnya. Tampaknya, kehadiran Nava memberikan hal baru bagi kehidupannya yang biasa itu.
Dia sekarang memiliki motivasi untuk menjalani hidup, yaitu membesarkan anak naga yang sudah ia berikan kehidupan.
***
Keesokan harinya, aku kembali ke shelter bersama para Einherjar — Julius, Diego, Damara, Raphael, dan Veronika.
Tubuh utama Niks berada di bayanganku tapi kesadarannya berada di kantornya, sedang bekerja.
"Oh, ini sangat besar, Tuan Albert."
"Jadi tubuh ini bisa hidup, ya."
"Aku merasa merinding barusan."
"Kau sedang berurusan dengan tubuh buatan Tuan Albert, tentu saja hal yang menyangkut tentangnya akan sangat luar biasa!"
"Benar."
"Sudah, sudah. Aku mengajak kalian ke sini untuk meminta pendapat kalian. Aku ingin menggunakan roh di kartu Clover untuk disatukan dengan kedua Homunculus itu. Bagaimana menurut kalian?"
"Em, Tuan Albert. Apakah itu harus para roh dari sana?"
"Maksudmu?"
Julius berbicara menggantikan mereka.
"Maksudku, kupikir salah satu di antara kami juga bisa menggunakan tubuh tersebut."
"Jadi kalian juga ingin menggunakannya, ya?"
Aku bertanya, dan mereka semua menganggukan kepala.
"Apa alasan kalian ingin menggunakan tubuh ini, bukannya kalian bisa lihat sendiri kalau tubuh itu aneh?"
"Meski begitu, lebih baik Anda menggunakan dua di antara kami untuk mengoperasikannya. Itu akan jauh lebih aman daripada harus memanggil roh yang tidak Anda kenal."
Julius tidak menyangkalnya. Jadi itu benar kalau kedua Homunculus itu aneh?
Selain itu, perkataan Julius memang benar. Aku lebih membutuhkan makhluk yang dapat dipercaya untuk menggunakan tubuh itu, masalah kekuatan dan kemampuan masih bisa dipikirkan nanti.
Homunculus itu sangat berharga karena terdapat data DNA Ignis di dalamnya, DNA dari makhluk dunia lain. Jika Homunculus itu digunakan oleh seorang penghianat, maka data hasil penelitian dan beberapa informasi kemampuan kami akan dalam bahaya.
"Jangan memaksa diri kalian untuk itu. Aku sudah repot-repot membuatkan tubuh bagus itu untuk kalian. Apa kalian ingin membuangnya?"
"T-Tidak, saya tidak bermaksud begitu."
Julius panik, dia langsung menurunkan tubuhnya untuk berlutut. Aku baru saja menyinggung tubuh yang sedang para Einherjar gunakan. Tapi daripada disebut tubuh, itu mungkin lebih cocok disebut boneka karena bentuk awalnya mirip seperti boneka.
"Bangun Julius, kamu tidak salah. Aku senang mendengar pendapatmu (tentang kamu yang tidak menyangkal kalau Homunculus itu aneh)."
"Terima kasih sudah mau memaafkanku, Tuan Albert."
Ah, Aku lupa kalau Julius adalah salah satu orang William. Sifat dan kepribadiannya aneh, walaupun itu bukanlah hal buruk bagiku.
"K-Kalau begitu, kita akan menentukan siapa yang akan dibangkitkan, lalu mereka akan menjadi teman kalian. Oleh karena itu, kalianlah yang harus menentukannya."
__ADS_1
"Baik."
Dengan itu, aku mulai mengeluarkan sejumlah kartu Clover dari inventaris dan menyerahkannya kepada mereka berlima.
Ada sekitar ratusan kartu, jumlah pastinya aku tidak tahu karena beberapa kartu tersebut bisa didapatkan secara gratis. Namun untuk ke-enam Einherjar, mereka merupakan item berbayar.
"Aku memiliki satu kenalan yang dapat dipercaya, bagaimana dengan kalian?"
"Aku punya banyak teman, tapi tidak begitu mengenal mereka."
"Uh, aku tidak memiliki kenalan lain selain kalian."
"Di list pertemanan ku isinya cuma para pria bodoh yang hanya menginginkan tubuhku."
"..."
Raphael berbicara pertama untuk mencalonkan satu kandidat, tapi sisanya benar-benar payah. Apalagi si diego, dia tidak punya teman.
Dan aku benar-benar kagum dengan Veronika. Hidup seperti apa yang dia jalani sebelum tiba ke sini sampai-sampai harus berteman dengan banyak pria? Apakah dia wanita berpengalaman?
Hm, sebenarnya aku tidak memiliki masalah dengan itu, j-justru wanita berpengalaman sepertinya lebih mahir (?). Aku ingin diajarkan lebih banyak tentang hal-hal seperti itu.
Maaf, hanya bercanda. Veronika aslinya adalah seorang gadis, aku dapat mengetahui itu karena dia sendiri yang bilang padaku.
"Hei, Julius. Kenapa kau diam saja?"
"Benar, apa kamu masih meragukan para roh lainnya?"
"..."
Julius tidak mengeluarkan suara apapun. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"Ada apa, Julius?"
"T-Tuan Albert. Sebenarnya saya memikirkan satu orang di kepala saya, tapi..."
"Huh? Tapi apa? Jangan buat aku penasaran seperti ini."
"Yah, dia sebenarnya bukan roh mantan pahlawan seperti kami, melainkan Iblis."
Julius mengatakannya dan membuat teman-temannya terkejut.
"O-Oi, yang benar saja. Kita tidak mungkin menyuruh Iblis dari sana untuk bekerja di bawah Tuan Albert, kan? Bahkan meskipun Tuan Albert orangnya toleran terhadap semua ras, menyuruh iblis menyerahkan tanggung jawab atas tubuh buatan Beliau sungguh sangat keterlaluan. Bukankah kau sendiri yang baru saja mewaspadai mereka?"
Diego menyatakan keberatannya terhadap Julius yang ingin memperkenalkan iblis kepadaku.
Apa iblis begitu tidak dapat dipercaya? Diego baru saja menyinggung perasaan ku karena aku memiliki dua anak iblis di bawah asuhanku. Selain itu, aku memiliki pendapat sendiri tentang iblis kalau mereka sebenarnya dapat menepati janjinya, bahkan sampai menggunakan kontrak. Tapi, yah, mereka juga yang selalu menipu manusia untuk mendapatkan kesenangan mereka sendiri. Itu adalah pandangku tentang iblis.
"Kau juga tidak memiliki hak apapun untuk menentang hal ini, Diego. Semua keputusan berada di tangan Tuan Albert."
"Ugh..."
Julius menggunakan namaku untuk melindungi dirinya sendiri, pria bijaksana.
"Yah, aku juga sepemikiran dengan Julius, karena aku sendiri ingin memperkenalkan ras malaikat, bukan roh mantan pahlawan seperti kita."
Raphael mendukung Julius. Berbicara tentang roh mantan pahlawan, iblis, dan malaikat. Sebenarnya kartu Clover tidak hanya berisi jiwa manusia, tetapi juga ras lain seperti iblis, malaikat, bahkan ada yang berbentuk hewan juga. Dan mereka semua memiliki catatannya sendiri tentang kisah kehidupan mereka di dalam deskripsi kartu. Mereka adalah sekumpulan makhluk yang bersejarah di dalam cerita game.
"Itu berarti, dari segitu banyaknya kartu yang tersedia, kita hanya memiliki dua kandidat untuk diintegrasikan ke dalam dua tubuh itu? Jadi kita tidak perlu melakukan seleksi?"
"Err, kami sangat minta maaf, Tuan Albert."
"Benar Tuan, tolong maafkan kami."
Mereka menundukkan kepada, sungguh canggung memiliki bawahan yang terlalu sopan.
"Tidak, tidak, aku tidak menyalahkan kalian. Bukankah kalian sudah menemukan dua kandidat, itu bagus karena langsung memenuhi kuota (Tapi aku tidak tahu apakah mereka cocok dengan kriteria atau tidak). Kalau begitu, Julius, Raphael, tolong tunjukkan mereka padaku."
"Ini, di sini." ×2
Mereka memberikan dua kartu, satu kartu hijau bergambar wanita bernama Sophia dan satu lagi kartu hitam bergambar pria bernama Demiurge. Sisa kartunya dikembalikan padaku.
Raphael memberikan kartu berwarna hijau, itu wajar karena dia berasal dari kartu hijau. Tapi kenapa Julius memberikan kartu berwarna hitam padahal dia berasal dari kartu putih? Setahu ku, warna kartu mewakili tempat daerah mereka masing-masing, itu alasan kenapa Niks hanya memilih kartu berwarna hitam karena dia hanya mengenal orang-orang dari daerah tersebut--
"Tuan Albert."
Ketika aku sedang memikirkan kenapa Julius menawarkan kartu hitam, Niks tiba-tiba muncul menggunakan tubuh utamanya.
"Niks?"
"Iblis di gambar itu, dia sangat berbahaya..."
__ADS_1
Dan dengan tenang memberitahuku sesuatu yang... Cukup tidak nyaman untuk didengar.