Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bersahabat dengan dua kerajaan.


__ADS_3

Anak tersesat, hanya itulah hal yang bisa kami pikirkan tentang anak itu.


Sekarang, entah bagaimana kami bisa akrab satu sama lain.


Sambil memangkunya, kami berbicara banyak tentang "kucing".


Setelah bertanya lebih jauh, ternyata gadis itu sangat menyukai kucing. Tetapi karena keluarganya tidak memperbolehkan gadis itu memelihara kucing, dia menjadi kesepian.


Aku sedikit mengerti sifat anak-anak dan cukup bersimpati, itu sebabnya aku sekarang sedang bermain dengannya.


Gadis itu bernama Melina. Setelah aku dan Melina sedang membicarakan perihal kucing, dia selalu menatap Leon dan Byakko.


Dia pasti ingin memegang ekor mereka, jadi aku memperbolehkannya.


Sekarang, Byakko dan Leon tidak berani mengeluh dan menerima ekor mereka dipegang oleh Melina.


Byakko hanya diam dengan wajah yang sedikit kerepotan. Aku yakin dia pasti sedang memikirkan "Harga diriku sebagai raja..." seperti itu berulang kali.


Byakko mungkin tidak berani mengatakan keluhannya, jadi aku berpura-pura tidak mengerti dan melanjutkan menemani aksi ekstrem Melina.


Ya, itu adalah aksi yang ekstrem mengetahui kucing yang sedang dia mainkan merupakan kucing terkuat. Kekuatannya bahkan bisa membunuh ribuan orang dalam beberapa gerakan.


Namun, Melina tidak mengetahui fakta itu, dan entah kenapa aku menjadi yakin bahwa gadis ini akan menjadi orang yang hebat di masa depan.


Jika Byakko merupakan raja binatang, maka Leon akan menjadi dewa binatang. Dan kedua eksistensi ekstrem tersebut dipermainkan oleh gadis kecil bernama Melina tanpa khawatir sambil terus mengkonsumsi permen gagang di tangannya.


Beberapa menit telah berlalu dan seorang pelayan wanita menghampiri kami untuk memandu kami ke ruang temu raja.


*


Sesampainya di sana.


"K-kenapa Melina bisa bersama dengan anda?"


"Ya, haha. Aku juga tidak mengerti."


Raja Marcus terlihat tidak nyaman karena aku telah menggendong anaknya berjalan di sepanjang koridor istana.


Aku menjelaskan semuanya kepada Marcus dan mengatakan bahwa anak ini tidak ingin lepas dariku setelah aku memangkunya. Jadi aku terus membawa dia ke sini.


Setelah diberitahu oleh pelayan bahwa Melina merupakan putri raja, aku langsung memutuskan untuk membawanya langsung kepada raja.


Sekarang semua sudah dijelaskan, dan setelah raja mengerti, dia ingin mengambil putrinya kembali. Namun, melina tidak ingin turun dariku, mungkin dia merasa nyaman atau semacamnya.


Karena dia sangat manja, kami memutuskan agar dia tidak perlu turun dariku dan memulai pertemuan tersebut.


Meski raja membuat wajah yang bermasalah, dia masih tetap mau melanjutkan. Sebagai ayah, dia pasti sangat mengerti bagaimana sifat anaknya.


Sama seperti kemarin, kami berkumpul di meja kecil dengan teh hitam.


Aku menyuruh Leon dan Azure menunggu di depan ruangan karena ini akan menjadi pembicaraan antara... Raja?


Aku sebenarnya bukan raja, aku hanya ditunjuk sebagai pemimpin sementara. Setelah semua bisa mandiri, aku berniat untuk menyerahkan kursi kepemimpinan kepada Edwin.


Edwin kuat dan itu sudah disaksikan oleh ketiga pemimpin suku naga. Itu harus tidak akan menjadi masalah.


Aku memperkenalkan Byakko kepada Marcus dan aku juga menyampaikan semua kegiatan yang terjadi pada malam hari di wilayah Gerard.


Mendengar semua penjelasan, raja agak terkejut. Lalu aku melanjutkan, mengatakan bahwa semua itu dikarenakan Gerard yang menyerang pedesaan beastman.


Mengurus putrinya yang manja membuat Marcus menjadi pusing, dan setelah mendengar semua cerita kami, dia memegang kepalanya terlihat semakin pusing.


Dia pasti sudah mencapai titik kelebihan beban masalah hingga harus memegang kepalanya.


Dia mengerti itu dan seolah-olah sudah mengetahui maksud dari kedatangan kami datang ke sini dengan beastman. Tetapi masih sulit untuk menerima kenyataan bahwa salah satu bangsawan berbuat hal seenaknya seperti itu.


Dia sudah mengerti ini dan pernah memperingati untuk tidak menyerang desa di perbatasan. Namun para bangsawan tidak mengindahkan itu, terutama Gerard.


Ini bukan seperti mereka tidak menuruti kehendak raja. Hanya saja, para bangsawan ingin memperluas wilayah kerajaan dan banyak juga yang telah mendukung kegiatan Gerard.


Oleh karena itu, bahkan raja pun tidak akan mampu untuk melarang mereka semua jika mereka sudah membuat keputusan dengan banyak suara. Itu hanya akan menurunkan nilai raja di mata mereka, jika raja masih tetap ingin menghalangi mereka.


Bagaimanapun mereka menggunakan kata-kata konyol seperti "Semua ini demi kemakmuran kerajaan" dan dengan adanya naga, mereka menjadi tidak takut sama sekali dengan ancaman beastman.


Yah, dia masih bisa melarang mereka, tetapi banyak bangsawan yang tidak akan senang dengan itu. Dan itu membuat dia tidak nyaman.


Sebagai raja, dia harus menyetarai mereka. Jika tidak, negara ini bisa runtuh dengan adanya perselisihan internal.

__ADS_1


Dari semua itu, penyebab utamanya memang dikarenakan oleh naga. Kekhawatiran mereka tentang kekaisaran di utara dan timur sudah mereda dengan adanya naga. Dan tanpa disadari oleh raja, semua bangsawan menjadi angkuh karena kekuatan itu.


Naga sudah seperti bio-tank yang sangat keras, kuat, dan tangkas. Selain itu, mereka memiliki kemampuan sihir yang membuat nilai mereka semakin tinggi.


Satu naga peringkat A harus ditangani oleh lima atau lebih petualang peringkat A. Hanya dengan melihat perbedaan itu, semua orang bisa mengerti bahwa monster tidak bisa disamakan dengan fisik manusia.


Marcus berbicara banyak dengan Byakko dan memutuskan akan mengganti rugi serta mencopot status Gerard.


Mereka berdua berbicara banyak. Itu merupakan pembicaraan antara sesama raja, jadi aku memperhatikan mereka sebagai contoh bagaimana etika seorang raja bekerja. Sedangkan Melina masih mengkonsumsi permennya tanpa memperdulikan apapun.


Aku bertanya-tanya kenapa gadis ini bisa begitu tenang melihat kami sedang bekerja. Dia bahkan tidak bosan memperhatikan kami dengan wajah polos.


Melina sangat mirip dengan ibunya, Danisa, Sang Ratu dari kerajaan Herunia. Mereka berdua sangat manis. Sedangkan untuk Marcus, dia terlihat seperti seorang paman yang tampan. Dan dia mirip dengan Mike.


Aku ingin tahu apakah Marcus memiliki selir atau tidak karena usia Mike dan Melina memiliki interval yang cukup jauh.


"Lalu, saya akan menyerahkannya di sana."


"Baiklah, aku akan mengutus seseorang untuk mengambilnya."


Tanpa aku sadari, Byakko dan Marcus sudah mencapai kesepakatan dan berjabat tangan.


"Kemudian, untuk para naga, kami masih membutuhkan waktu. Aku harap anda bisa menunggunya."


Raja Marcus berbicara denganku.


"Ah, aku tahu itu. Sebenarnya ada hal yang harus aku bicarakan dengan kalian. Atau lebih tepatnya, aku memiliki usulan."


"Oh, aku akan mendengarkan."


"Umu."


Dengan begitu, menjelaskan alasan kenapa aku ikut bergabung dengan mereka.


Semua yang ada di dalam kepalaku, aku sampaikan kepada Marcus dan Byakko. Tentang persahabatan negara dan mendirikan larangan perbudakan.


Sayangnya kami belum membangun jalan raya dan pelabuhan. Jika kami memiliki itu, aku pasti mengusulkan untuk membangun jaringan perdagangan sampai ke tanah kami.


Dengan begitu, aku berharap ada manusia atau beastman mau membangun kota di pelabuhan. Percuma saja jika aku membangun pelabuhan tanpa ada yang mengurusnya.


"Bagaimana dengan itu? Kalian berdua selalu berdiri sendiri, apa kalian tidak ingin berhubungan dengan negara lain?"


Benar, negara mereka termasuk negara terbesar, dan kekuatan mereka tidak diragukan lagi sangat hebat jika mereka serius ingin berperang.


Oleh karena itu, mereka selalu berdiri sendiri. Menyerap komunitas di sekitar mereka dan menjadikannya wilayah sendiri.


Namun, kerugian masih mereka terima jika mereka berperang dan itu sangat tidak menguntungkan.


Kerajaan Herunia banyak sekali menghasilkan gandum, dan itu terkenal sangat bergizi. Sedangkan kerajaan binatang memiliki hasil panen buah-buahan yang melimpah. Di sana juga terdapat rempah-rempah. Jadi akan bagus jika mereka bekerja sama.


"Lalu, bagaimana dengan negeri anda?"


Marcus menanyakan hal yang sangat wajar. Karena semua memiliki keunggulan tersendiri, maka tanah kami juga harus memiliki nilai untuk berteman dengan mereka.


"Hmm, kalian mungkin tidak percaya, tetapi kami memiliki teknologi yang sangat maju. Jika kalian berdua membantu kami dalam membangun negeri kami, aku akan memperbolehkan kalian mempelajari sejumlah barang itu. Itu pasti sangat berguna bagi kalian."


Aku pernah mengatakan kalau aku tidak ingin memonopoli reproduksi teknologi dari sejumlah alat di kastil. Dan beberapa mungkin sangat berguna bagi mereka.


"Hmm, teknologi, ya."


Byakko bertanya dengan bingung.


Negeri mereka memang membangun perumahan sama halnya seperti manusia, tetapi teknologi mereka tidak terlalu maju jika dibandingkan dengan negara sekitar.


Apalagi dengan teknologi di dalam kastil kami, mereka masih sangat jauh untuk menempuh jalan itu.


Hanya ada satu hal yang membuat aku terkejut tentang budaya mereka, yaitu pemandian air panas.


Mereka memiliki pemandian air panas dari sumber mata air langsung dipegunungan. Dan itu terbukti sangat menyehatkan bagi kulit, bahkan di dunia asalku.


Mengesampingkan itu, aku mengatakan kalau kami sedang membuat perumahan dengan fasilitas yang super mewah. Untuk di dunia ini, rumah dengan pengondisi suhu dan kamar mandi sudah menjadi akomodasi kelas atas.


Selain itu, Marlof juga mengklaim bahwa dia sudah bisa memasang instalasi sihir di setiap rumah. Dan sekarang sedang dikerjakan.


Kami juga sudah mendapatkan "tenaga kerja super" yang disebut "Naga dalam bentuk manusia".


Mereka tanpa diduga bisa bekerja sama dengan para Huldra dan membantu membangun bendungan dengan kecepatan yang sangat gila.

__ADS_1


Aku tidak tahu itu kapan selesai, tetapi tidak diragukan bahwa itu akan cepat selesai. Mungkin sekitar beberapa minggu lagi.


Lagi pula, mereka selalu membawa bahan baku yang kami minta untuk pembangunan.


Anda bisa bayangkan traktor super besar seperti "Naga" sudah pasti memiliki keunggulan dalam mobilitas tinggi.


Mereka bisa dengan cepat mengumpulkan bahan baku dengan bentuk naga mereka tanpa batasan gerak seperti mesin.


Ditambah lagi, kemampuan mereka dalam pengumpulan dan logistik tidak perlu untuk dipertanyakan lagi.


Anda bisa melihat dengan jelas satu naga es bisa mengangkut sejumlah bahan baku hingga ribuan ton.


Lebih dari itu semua, jumlah mereka tidak hanya satu. Ini memang sangat spektakuler.


Kami belum lama merekrut mereka tetapi mereka sudah bekerja seperti bio-traktor.


Baik, aku terlarut dalam kehebatan dunia lain.


Mendengar itu, mereka berdua cukup tertarik karena kebersihan sangat penting bagi makhluk hidup agar terhindar dari penyakit.


Jujur saja, mengajari mereka teknologi dari dunia asalku memang sangat merugikan tetapi ada satu hal agar semua itu dapat direlakan.


Aku meminta mereka mengirimkan beberapa orang bekerja di tanahku untuk membangun pabrik.


"Kamu ingin kami membawakan sejumlah orang untuk bekerja?"


"Ya, jujur saja, jumlah penduduk kami hanya sekitar 20 ribu jiwa, dan mereka semua tidak terlalu tertarik dengan uang. Mereka hanya ingin makan makanan yang enak. Dan untuk mewujudkan itu, aku ingin membangun persahabatan dengan negara kalian berdua. Sedangkan untuk teknologi, kalian harus ikut berpartisipasi membantu dalam proses produksi agar kalian lebih cepat mendapatkan hasilnya..."


Aku menyesap teh hitam untuk memikirkan apa yang ingin aku katakan selanjutnya. Sedangkan Byakko dan Marcus sedang memikirkan keuntungan mereka masing-masing.


Kemudian aku melanjutkan...


"Yah, semua keputusan ada di tangan kalian. Jika kalian masih tetap ingin melanjutkan kehidupan alami kalian seperti biasa dan tidak ingin mewujudkan gagasan tersebut, maka aku tidak akan memaksa. Aku pikir, sudah saatnya kalian untuk menjadi negeri yang maju seperti sejumlah negeri di benua barat."


Benar, negeri-negeri yang berada di barat sangat maju.


Ada negeri Dwarf yang selalu menciptakan senjata terbaru dan mutakhir, negeri Elf sering menghasilkan benda atau alat ajaib, negeri Gnome menciptakan elixir, dan bahkan ada negeri yang melakukan perdagangan bebas seperti di kota Sixam.


Sebenarnya masih banyak lagi seperti pusat markas guild petualang atau kuil suci. Mereka semua berada di benua barat.


Sedangkan untuk benua ini, diisi dengan negara-negara besar tanpa memiliki keunggulan khusus kecuali sumber daya alam.


Mempertahankan tradisionalisme memang sangat bagus, tetapi jika mereka tertinggal terlalu jauh dalam perkembangan jaman, mereka akan berakhir dijajah.


Akan lebih bagus jika mereka bisa mengintegrasi hal tradisional dengan hal modern. Dengan begitu semua orang akan berakhir bahagia.


Namun, itu adalah tugas yang sangat sulit, dan aku sangat tidak ingin mendapatkan kesulitan. Jadi aku memaksa para penduduk aku agar mereka berkembang secepat mungkin.


Nah, itu hanya untuk keegoisan aku sendiri. Beruntung suku Naga dan suku Huldra menerima itu dan mau bekerja dengan keras.


Tidak seperti manusia, para monster seperti naga akan mengikuti kehendak tuan mereka tanpa mengeluh.


Sejak awal mereka sudah diajarkan untuk menuruti semua perintah pemimpin mereka. Alasan kenapa mereka mengikuti tradisi ini dan tidak membrontak cukup sederhana.


Pemimpin yang mereka percayai pasti akan mengarahkan kehidupan mereka ke arah yang lebih baik.


Jadi, pola pikir mereka tidak seperti manusia yang selalu mengutamakan keegoisan mereka masing-masing, seperti aku.


Aku juga kurang mengerti, mungkin karena dorongan dari umur mereka yang panjang mereka tidak pernah memiliki perilaku seperti manusia.


Umur manusia sangat pendek dan jika mereka tidak bisa mendapatkan kesenangan dalam kurun waktu itu, mereka lebih memilih membrontak.


Yang ada di kepala mereka hanya "Jika aku tidak mendapat untung, maka orang lain juga harus sama sepertiku." seperti itu. Dan lebih memilih gagasan untuk tidak bekerja sama dengan yang lain.


Atau, hal yang paling sederhana, yaitu kemalasan. Sama sepertiku, perihal malas selalu aku junjung hingga tingkat tertinggi. Bahkan mungkin bisa dijadikan sebagai prestasi.


Namun, pada kenyataannya, aku malah berakhir menjadi pekerja tulen seperti sekarang, sigh.


"Aku memang belum melihat bagaimana perkembangan teknologi kalian. Tetapi, sesuai janji, aku akan mendukung anda dalam membangun negeri kalian."


Marcus dengan senang hati membantu kami.


Ini memang sudah sesuai prediksi. Aku sangat yakin bahwa dia akan ikut membantu. Bagaimanapun, kami sudah menjalin hubungan baik dengan mereka.


Sisanya, tinggal menunggu keputusan dari Byakko.


Wilayah mereka sangat subur dan mungkin mereka tidak terlalu memerlukan kemajuan teknologi karena mereka setengah hewan, yang pada dasarnya hidup berdampingan dengan alam.

__ADS_1


__ADS_2