
Orang ini tidak terlalu kuat, tapi dia berusaha mati-matian hanya untuk bisa melewatiku.
Menggunakan tombak dan atributnya, dia bisa memanipulasi badai angin dengan petir di saat bersamaan. Dan menyerangku dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan hutan dan segala macam isinya.
Hutan ini, tempat dimana kami bertarung, telah menjadi tempat yang kacau.
Tidak hanya pepohonan yang hancur dan terbakar, bahkan tanahnya menjadi berlubang membentuk kawah akibat serangan petirnya yang tersasar.
Lalu keributan dari badai yang dia buat juga mengangkat banyak pepohonan ke udara. Menghancurkan mereka dan mengirim mereka ke tempat lain yang jauh.
Aku tidak tahu bagaimana caranya menggambarkan semua pemandangan ini, tapi ini sangat kacau.
Namun dibandingkan dengan semua itu, keadaanku justru baik-baik saja.
Tubuh ini, tubuh yang telah diberikan padaku dari Tuan Albert, benar-benar sangat kuat dan fleksibel.
Ini adalah tubuh Homunculus yang khusus dibuat untuk bertarung. Jadi tentu saja kalau ini akan menjadi sangat kuat.
Meskipun, bentuk aslinya sangat tidak manusiawi, tapi aku bisa mengabaikan hal tersebut karena saat ini, aku masih bisa bertarung dengan bentuk humanoidnya. Ini masih di batas wajar.
Selain itu, tubuh ini hanya dibuat dua unit, jadi aku tidak bisa memberikan ini kepada siapapun meskipun ini aneh.
Awalnya, aku merasa takut karena secara tiba-tiba aku ditempatkan di tubuh ini, tapi jika aku mengabaikan fakta kalau tubuh ini tidak manusiawi, lama kelamaan aku bisa menerimanya.
Apa? Melarikan diri dari kenyataan, katamu?
Tidak, aku tidak melarikan diri! Aku tidak mencoba untuk mengabaikan anehnya tubuh ini hanya karena ini dibuat oleh Tuan Albert, ok?
Baik, lupakan itu.
Sekarang aku sedang melawan Hastur. Salah satu bawahan si sampah.
Dengan endurance maksimal tubuh ini, aku bisa mengabaikan serangan atributnya yang cukup kacau itu.
Meskipun dia bisa membuat hutan ini menjadi kacau, dia masih tetap tidak bisa menembus pertahanan tubuh ini.
Ah, benar juga. Aku masih memegang perisai dan lembing. Sehingga, dia tidak bisa menyentuh tubuhku dengan tombaknya itu.
Tombak miliknya terlihat sangat bagus, dengan bilah ganda yang terlihat sangat tajam sekali.
Namun, senjata punyaku juga tidak kalah bagusnya dengan senjata miliknya. Karena ini tidak hanya kuat, tetapi juga indah dan... Berwarna putih. Ini adalah sepasang mahakarya, membuatku semakin bangga mengenakannya walaupun aku masih belum terbiasa.
Fufu, seperti yang diharapkan dari senjata buatan beliau.
Tunggu, ini bukan waktunya untuk terpesona dengan keindahan item yang dibuat oleh Tuan Albert.
Aku harus bekerja, atau seseorang akan menuduhku membolos!
Tapi, lawanku tidak dapat membuatku serius. Aku tidak bisa bertarung dengan sungguh-sungguh kalau lawanku juga tidak memiliki niat untuk bertarung.
Maksudku, itu... Dia hanya mengamuk dengan gila dan merusak semua benda yang ada di sekitarnya.
Ini seperti, aku sedang melawan orang yang kesurupan.
Dengan dukungan spesifikasi tubuh dan senjataku, aku dapat bergerak dengan sangat cepat, setidaknya lebih cepat daripada lawanku sekarang ini, pria bernama Hastur.
Kalau aku tidak salah ingat.
Nama itu terucap dari mulut Miura sebelum aku berpisah dengan mereka. Jadi, aku pasti tidak salah.
Tapi, begini terus juga tidak bagus.
Pekerjaanku hanyalah menghindari serangannya dan menunggu dia menemukanku. Lalu ketika dia menyerang, aku tinggal menghindarinya kembali.
Aku melakukan hal ini berulang kali hingga aku merasa bosan.
Sebenarnya, aku tidak begitu suka bekerja. Aku lebih suka menghabiskan waktu di dalam kastil, bermain dengan naga kecil hitam, dan menghabiskan makanan di dapur.
"Ah, mengingat semua itu membuatku ingin pulang..."
Aku ingin segera pulang dan rebahan lagi di kasurku yang empuk. Kemudian bangun di sore hari hanya untuk pesta teh dan kembali lagi ke kamar untuk tidur.
Aku ingin terus menjalani kehidupan seperti ini sampai aku pensiun.
Apa? Kau bilang aku hanyalah seorang pengangguran!?
Kau tidak sopan. Aku ini roh khusus pertarungan. Kalau tidak ada pertarungan, pekerjaanku di rumah tentu saja tidak ada!
Tapi terkadang aku membantu kegiatan Tuan Leon, jadi aku tidak sepenuhnya menganggur! Aku masih bisa mencuci piring, beres-beres, dan membuat makan malam. Tapi itu semua sudah dikerjakan oleh maid kastil, mereka tidak kekurangan orang.
Itu sebabnya aku menunggu pekerjaan dengan tidur dan makan.
Benar! Aku hanya menunggu panggilan! Aku tidak menganggur!
Baik, lupakan itu.
Setelah dipikir-pikir lagi, lebih baik aku membuat anak ini diam, kan?
Tapi aku tidak bisa berpaling darinya dan membiarkan dia kabur begitu saja. Satu-satunya cara adalah... Membunuhnya.
Beliau hanya menyuruh kami untuk tidak membunuh Miura, sehingga kami memisahkan dia dari kawanannya.
Selain Miura, kami diperbolehkan untuk melakukan sesuatu yang kami inginkan, dan tidak diperintah untuk menahan diri. Atau lebih tepatnya kami boleh bertarung sesuka kami.
Jadi, apa sudah waktunya untuk aku serius?
Ada perbedaan di antara menghadapi orang secara langsung dan tidak langsung. Sekarang, karena aku tidak menghadapi Hastur secara langsung dan hanya melarikan diri dari jalur serangannya, aku masih aman.
Tapi, jika aku menghadapinya secara langsung, sampai kami saling menghancurkan diri kami masing-masing. Mungkin, akan ada lebih banyak tenaga yang perlu aku keluarkan.
Dan kupikir, lebih baik berusaha sedikit lagi lalu kembali ke rumah secepatnya daripada harus tertahan di sini menemani orang kesurupan.
Baik, karena aku sudah memutuskan untuk menghadapinya langsung daripada menghindar, aku perlu lebih banyak alat pengaman. Misalnya...
"[Dragon Skin]!"
Aku memasang skill ini pada tubuhku. Dan setelah itu, tubuhku dikemas oleh semacam armor putih.
__ADS_1
"Fumu, berapa kali pun aku mencoba skill ini, aku selalu dipuaskan dengan perasaan bangga."
Aku tahu aku bukan naga, tapi tubuh ini memiliki turunan genetika naga. Jadi wajar jika aku bisa menggunakannya.
Dan juga, ini merupakan kehormatan hanya untuk aku dan Demiurge sebagai orang yang telah ditunjuk untuk menjadi pengguna dari tubuh-tubuh ini. Orang lain tidak memiliki kesempatan yang sama seperti kami. Itu sebabnya aku selalu bangga.
Namun dengan satu pengecualian.
Yah, mari abaikan pengecualian itu. Sekarang waktunya berburu!!
«Ping!»
Saat aku terbang menghampiri Hastur yang sedang berdiri diam sibuk mencariku seperti orang idiot, dan ujung dari lembingku bahkan sudah hampir mencapai kepalanya, aku mendapatkan telepon.
Sesaat kemudian, aku mengubah arah lembingku agar ujungnya tidak menusuk ke kepala Hastur karena isi pesannya mengatakan aku tidak boleh membunuhnya. Tapi karena arah terbangku dan kecepatanku masih di jalurnya, aku memilih untuk memukulnya.
Bukan karena aku mau, tapi karena dia sendiri yang berada di depanku.
Selain itu, aku sudah mengubah arah senjataku. Tapi karena kedua tanganku sibuk memegang senjata, aku berakhir memukulnya dengan tanganku yang sedang memegang lembing.
Aku melakukan itu secara reflektif. Karena kalau aku tidak melakukannya di saat kedua tanganku sedang sibuk, aku – atau lebih tepatnya tubuhku – pasti berakhir menabrak Hastur.
Dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku tidak bisa memilih opsi menjorokkan dia ke arah lain karena kedua tanganku sedang sibuk! Ini adalah refleks wanita normal, kan?
Benar, ini hanyalah refleks. Aku tidak dengan serius menyerangnya, jadi aku tidak mengabaikan perintah.
"Um, kau baik-baik saja?"
Setelah aku – dengan terpaksa – memukulnya, Hastur tersungkur ke tanah.
Dia pasti baik-baik saja karena pukulanku tidak keras, dan tentu saja malaikat setingkat dirinya tidak mungkin bisa dengan mudah dikalahkan hanya dengan pukulan sederhanaku.
Tapi setidaknya, aku ingin dia mengatakan sesuatu.
Selama aku menunggu jawabannya, aku menonaktifkan skill-skillku dan menyimpan kembali senjataku, penampilanku sudah kembali normal.
Ngomong-ngomong, isi pesan selanjutnya adalah menjelaskan beberapa hal ke Hastur, salah satunya alasan kenapa kami membawa Miura ke pihak kami.
"Nghh..."
Hastur akhirnya bangun, dan kemudian merapihkan posisi serta kondisi tubuhnya. Tentu saja dia baik-baik saja, tapi dia tidak kesurupan lagi kelihatannya.
"Kau ingin bertemu dengan Miura?"
"Huh! Di mana dia!?"
"Ke sini..."
Sebenarnya, aku mendapatkan perintah untuk menjelaskan situasinya kepadanya, tapi aku memilih untuk tidak langsung melakukan itu.
Dia baru saja sadar dari amukan tidak jelasnya, kalau aku tiba-tiba berbicara sopan, semua akan tampak aneh dan canggung.
Aku yakin dia sendiri tidak akan langsung mempercayai ucapanku, jadi jalan terbaik dalam situasi ini adalah mempertemukan dia dengan Miura, kemudian biarkan Miura yang menjelaskan semuanya.
Semua terlihat jelas ketika aku menawarkan pertemuannya dengan Miura, dia langsung bersemangat. Dan seolah-olah tidak ingin membuang waktunya, dia langsung mengikutiku.
Setelah beberapa saat melayang di udara dalam diam, akhirnya kami bertemu dengan kelompok Miura.
Aku sempat bertanya-tanya, kenapa mereka sedikit berpindah dari tempat awal mereka, dan saat aku sampai di lokasi mereka, aku menemukan jumlah mereka telah bertambah satu.
Mereka sedang berhadapan dengan seorang pria.
"Siapa itu...?"
"Miura!!"
Mengabaikan pertanyaanku yang tidak diarahkan kepada siapapun, Hastur langsung terbang menuju ke arah Miura.
Cih, bocah aneh.
Aku tahu kalau dia anak yang tidak sopan, tapi aku tidak menyangka kalau dia juga sangat menyebalkan.
"Kakak? Kenapa kamu ada di sini?"
"Hm?" ×3
Miura menyapa ketika Hastur datang. Tapi, tidak hanya aku yang terkejut mendengar ucapan Miura, tetapi Veronika dan Raphael pun sama.
Apakah karena Hastur adalah kakak laki-lakinya Miura, makanya aku tidak boleh menyakitinya? —Ini menjadi alasan kenapa barusan aku mendapatkan telepon.
Tapi kenapa mereka tidak mengatakan hal ini lebih awal, ini kan informasi yang sangat penting! Bagaimana jika aku tanpa sengaja membunuhnya tadi, itu sangat bahaya, kan? Ya ampun...
"Kamu baik-baik saja?"
"Hastur."
Hastur mengkhawatirkan Miura dan mendekatinya. Kemudian ketika kakak beradik itu berbicara satu sama lain, pria di sisi lain menggumamkan namanya.
Berbicara tentang pria ini, aku yakin dia adalah salah satu bawahan Nodens. Kalau tidak salah namanya...
"Tuan Cthulhu, apa Anda sedang berusaha mencegat mereka?"
"H-Huh?"
"Apa?"
Benar, itu dia. Namanya adalah Cthulhu, si jenderal es. Tapi ketika Hastur bertanya kepadanya, dia malah kebingungan. Di sisi lain, Veronica tampak kesal dengan sesuatu.
Ada apa ini, situasi ini sangat membingungkan.
"Kakak! Kamu salah!"
"Apa?"
"Dia tidak sedang mencegat kami, tetapi kami yang sedang menghalanginya untuk kabur."
"Kabur?"
__ADS_1
Miura berusaha menjelaskan situasinya, tetapi Hastur terlihat masih bingung dan sedang berusaha untuk memahami maksudnya.
Aku sendiri masih tidak mengerti, tapi yang jelas pria itu sedang ingin melarikan diri! Begitu, kan?
Dan ketiga gadis ini mencegahnya.
Aku yakin Hastur sampai pada kesimpulan ini, namun karena Cthulhu adalah koleganya, membuat dia tidak bisa menerima kenyataannya.
Itu terlihat jelas dari raut wajahnya yang tampak rumit. Mengerutkan kedua alisnya seperti sedang berpikir keras.
"Cih, merepotkan sekali."
Pria itu, Cthulhu, mulai menunjukkan senjatanya, pedang biru bermata ganda.
"Tunggu, apa yang ingin Anda lakukan?"
"Tentu saja melawan musuh! Kau sendiri, apa yang sedang kau lakukan di sekitar mereka? Apa kau ikut berkhianat seperti gadis itu?"
"Berkhianat?"
Seperti yang diduga, Hastur belum bisa melihat situasinya. Tapi yang lebih menyebalkan adalah Cthulhu menuduh Hastur berkhianat.
Ini seperti maling teriak maling.
Yah, melihat Hastur bisa nimbrung dengan nyaman di kelompok kami memang membuat dia seperti sedang berada di pihak kami. Tapi sebenarnya dia hanyalah seorang kakak laki-laki yang sedang mengkhawatirkan adik perempuannya.
Ya ampun, memang terlambat untuk mengatakannya tetapi wajah mereka benar-benar mirip. Dan umur mereka tampaknya tidak berbeda jauh.
Setelah dituduh berkhianat oleh Cthulhu, Hastur menatap Miura. Tampak seperti ingin menentukan sesuatu.
Melihat mereka sangat dekat seperti itu membuatku berpikir kalau dia hanyalah seorang siscon.
"Ngomong-Ngomong, kenapa kamu bisa bersama dengan mereka, Miura?"
"Um, mereka hanya menyingkirkanku dari medan perang. Mereka tidak bermaksud melibatkan aku ke dalamnya."
"Benarkah?"
"Iya."
Sebenarnya, mereka berdua hanyalah gadis-gadis yang tidak bisa bertarung, tapi mereka tidak mungkin mengatakan hal itu kepada yang lain.
"Baiklah, aku mengerti sekarang."
Hastur melepaskan tanganya dari pundak Miura, kemudian dia menatap Cthulhu.
Oh, apakah dia sudah mendapatkan rasionalitasnya?
Dia pasti sudah sadar sekarang kalau Cthulhu adalah orang yang paling berkhianat di antara semua orang.
"Tuan Cthulhu, aku merasa tidak enak, tapi... Kabur dari medan perang bukanlah tindakan seorang prajurit sejati!"
"Aku tidak ingin mendengar perkataan itu dari orang yang terbang meninggalkan kami dan mengabaikan perintah. Asal kau tahu saja, karenamu, kami semua kerepotan!"
"Ugh..."
Hastur yang mencoba untuk menegur seniornya justru malah mendapatkan teguran balik.
Bocah idiot siscon ini benar-benar bodoh.
Aku bisa melihat seorang gadis di sebelahnya sedang menahan malu sekarang.
"Ta-Tapi, aku tidak bermaksud meninggalkan kalian. Aku hanya khawatir dengan Miura, dan bermaksud untuk kembali setelah mendapatkan Miura."
"Persetan dengan itu, sekarang kita berdua adalah pengkhianatan, kau tahu? Apakah kau ingin melawanku di sini?"
"Guh... Aku tidak bisa membiarkan Anda menyakiti Miura!"
"Kalau begitu, aku juga akan melawanmu, Hastur!!"
"Sial!"
Cthulhu menyerang Hastur dan Hastur mau tidak mau harus menanggapinya. Kemudian mereka berdua bertarung dengan intens.
Kami para gadis-gadis menyingkir dari lokasi pertarungan mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Aku menemukan pria ini di tengah-tengah kericuhan dan mendekatinya. Aku tidak menyangka kalau dia sedang ingin kabur."
"Begitu, ya."
Aku mencoba memastikannya kembali, dan ternyata tebakanku benar.
"Bagaimana denganmu, kenapa kamu membawa Hastur ke sini?"
Veronika bertanya balik.
Karena, seharusnya rencana awalnya adalah aku menghalangi Hastur mendekati kelompok kami. Jadi wajar jika dia bertanya.
"Aku mendapatkan perintah untuk tidak membunuhnya."
"Perintah dari siapa?"
"Niks."
"Terus, karena kamu tidak boleh membunuhnya, kamu berinisiatif untuk membawanya bersamamu?"
"Tidak, aku juga disuruh untuk menjelaskan situasinya kepada Hastur, tapi aku sangat malas. Jadi aku hanya membawa dia ke sini."
"..."
Semua menjadi sunyi setelah aku menjelaskan situasiku.
"Aku yakin perintah itu pasti berasal dari Permaisuri, dan kamu berani mengabaikannya?"
"Tidak, aku tidak mengabaikannya! Aku hanya mengalami kesulitan untuk menjelaskan hal itu kepadanya!"
__ADS_1
Tunggu, sepertinya aku sedang berada di situasi yang gawat!