Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Persiapan Upacara.


__ADS_3

"Namaku... Namaku Rin."


Gadis naga — atau aku bisa menyebutnya Rin — menjawab dengan ketetapan hati setelah lama berfikir.


Mungkin akan lebih Baik jika aku menganggap dia sedang berusaha mengingat namanya sendiri.


Setelah itu, aku memperkenalkan diriku dan Niks. Aku mengajak Rin berjabat tangan, meski dia tidak paham, dia masih mengikuti apa yang aku lakukan. Jadi kami berjabat tangan dan mulai meninggalkan lembah kematian ini.


Kami langsung menuju ke ruang makan karena semua anggota keluarga sedang berada di sana.


Sesampainya di ruang makan, semua orang menatap kami — atau lebih tepatnya menatap Rin — dengan rasa penasaran.


Di sisi lain, Rin terlihat biasa-biasa saja dan menatap balik mata mereka semua sambil menyapu pandangan.


Mengesampingkan itu, aku memanggil Kaguya dan Titania, menyuruh mereka untuk membantu Rin dalam memilih dan mengenakan pakaian.


Kemudian aku duduk di tempatku dan ingin memulai makan malam pada hari ini. Tapi sebelum itu...


"Siapa dia?"


Dengan mata tajamnya seolah-olah ingin menusukku, Freya bertanya.


Seperti yang diharapkan, istriku pasti tidak akan diam saja melihat aku membawa perempuan telanjang.


Sedangkan Merlin, dia tampak cukup penasaran, namun tidak terlalu diungkapkan karena raut wajahnya terlihat biasa.


Yah, aku bisa mengetahui itu karena sudah mengenalnya cukup lama.


"Aku mencoba keterampilan. Itu adalah kemampuan untuk menghidupkan kembali seseorang yang sudah mati. Sebagai hasilnya, aku bisa membangkitkan mayat naga yang pernah dikalahkan oleh William."


"Kamu melakukan sesuatu yang berlebihan lagi, kan? Dan wanita itu adalah naga yang kamu maksud?"


"Ya, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Luminous. Seekor naga raksasa."


Freya menghela nafas setelah mendengar itu, dan mengakhiri pembicaraan.


Ngomong-ngomong, ruangan ini sangat ramai.


Meja makan untuk aku, istri, anak-anak, Eliza, dan para ajudan berada di tengah-tengahnya antara dua meja, dan posisiku berada di dekat dinding sebelah kanan dari arah pintu masuk.


Sedangkan dua meja lainnya, masing-masing diisi dengan tujuh orang.


Jumlah keseluruhan akan menjadi 24 orang. Ditambah dengan Rin, totalnya akan menjadi 25 orang.


Meski begitu, aku agak ragu dengan anak perempuan kami yang bernama Alice.


Alice berada di sebelahku. Sejak aku datang, dia sudah dalam keadaan memakan hidangannya. Dia cukup tenang, tidak terlalu banyak bicara karena mulutnya penuh dengan makanan.


Untuk hidangannya, itu adalah daging dalam keadaan ditumpuk menjadi gundukan.


Sungguh, padahal aku sering mengeluh tentang manga atau anime yang menampilkan seseorang dengan banyak makanan.


Menurutku, itu sesuatu yang mustahil. Tapi sekarang, ada makhluk kecil di hadapanku, sedang menikmati tumpukan daging.


Bila diselidiki lebih lanjut, makanan itu langsung dicerna dengan sistem pencernaan gaib yang dimiliki oleh Alice.


Aku sangat yakin bahwa itu bukan proses fisika dan kimia, itu adalah proses sihir karena seluruh makanan itu menjadi energi.


Jika begitu, bukankah dia tidak akan menjadi gemuk?


Yah, sudahlah. Tubuh sejati Alice adalah seekor rubah. Jadi mungkin akan lebih baik jika dia mendapatkan energi.


Tidak lama kemudian, Kaguya dan Titania datang dengan Rin dan langsung bergabung dengan makan malam.


Aku sangat minta maaf kepada Kaguya dan Titania karena menunda makan malam mereka. Tapi aku tidak bisa mengurus Rin karena dia adalah perempuan.


Sekarang perempuan itu, Rin, sudah memakai pakaian lengkap.


Jika dilihat baik-baik, dia memang sangat cantik. Rambut pendek sebahu berwarna biru tua sedikit terang, mata biru kristal, bibir tipis, dan... Yah, intinya dia sangat cantik setelah aku melihatnya dengan jelas.


Dia mengenakan gaun berwarna abu-abu dengan beberapa aksesoris berlian biru di sana sini, tampak seperti gadis kaum bangsawan menengah atas.


Ruangan berisi pakaian dan aksesoris boleh diakses oleh siapapun yang sedang makan malam di ruangan ini, termasuk Rin.


Rin, meski menjadi anggota baru, aku tidak akan meragukan kekuatannya karena dia adalah seekor naga.


"Ngomong-ngomong, Rin. Seperti inilah keluargaku. Karena kamu sudah menjadi anggota kami, kamu harus akrab dengan mereka. Dan juga, untuk saat ini, kamu boleh bertindak bebas, selama itu bukan hal merugikan orang lain atau membuat kerusuhan, aku memperbolehkannya."


Aku berbicara. Ketika hal seperti ini terjadi, semua orang (kecuali anak-anak) selalu berusaha untuk tidak membuat suara agar suaraku dapat terdengar.


"Baik, aku mengerti."


Rin menjawab dengan santai. Dia benar-benar tidak terpengaruh dengan orang asing di sekitarnya.


Mentalnya mungkin sudah sangat kuat sama seperti mental Freya, sangat mengesankan.


Selain itu, dia bisa berbaur bersama yang lain dengan sangat cepat. Dia tidak mengetahui budaya makan seperti ini dan bertanya banyak hal kepada orang di sebelahnya, Luminous.

__ADS_1


Akan tetapi, Luminous juga tidak tahu banyak tentang budaya makan. Jadi dia hanya menyuruh Rin untuk makan apapun yang menurut Rin itu enak.


Yah, aku memang tidak mempermasalahkan itu. Jika mereka tidak bisa menggunakan pisau dan hanya akan menggunakan garpu, maka aku tidak melarangnya. Yang penting mereka mengenakan sesuatu agar pakaian mereka tidak kotor. Dan makan dengan perlahan karena aku tidak menentukan waktu.


Itu akan menjadi urusan mereka jika mereka ingin terus makan, bahkan jika itu sampai tengah malam. Aku tidak peduli.


Meski begitu, Rin tampaknya lebih pintar daripada Luminous. Dia menggunakan serbet yang telah disediakan, mengikuti gaya Titania dan Kaguya. Kemudian makan dengan hati-hati menggunakan pisau dan garpu.


Entah kenapa, dia terlihat seperti putri baru bangun tidur karena memiliki gerakan yang lambat. Akan tetapi itu dilakukan dengan baik. Dia hanya belum terbiasa dengan semua ini.


Hmm, mungkin akan lebih bagus jika aku menempatkan dia bekerja untuk menjadi ajudan ke dua?


Sama seperti Luminous, dia adalah naga. Dan aku sangat suka naga menjadi penjaga. Tapi karena dia adalah wanita, aku akan menjadikan dia sekretaris.


Jika menilai dari penampilan, dia terlihat sangat cocok untuk tempat itu.


Baik, pertama aku akan mengawasi bagaimana perilaku gadis ini terlebih dahulu.


Menyelesaikan makan malam, kami kembali ke kamar kami masing-masing. Untuk Rin, Kaguya sudah menyiapkan akomodasi untuknya. Jadi aku bisa tenang.


Keesokan harinya.


Seperti yang tercatat dalam agenda, kami mengadakan acara pemberian nilai jiwa di ruang tahta.


Dihadiri oleh keluargaku, eksekutif, calon anggota baru, dan... Kisman.


Kisman merupakan duta dari Kerajaan Herunia. Hari ini, dia akan kembali ke tanah airnya untuk memberikan laporannya kepada Raja Marcus tentang kondisi di sini, bahwa manusia bisa dengan aman tinggal di sini.


Itu sebabnya dia datang ke ruangan ini, meminta bertemu denganku dan diantarkan pulang.


Namun, tampaknya dia agak terkejut dengan para staff karena wajah, postur tubuh, dan pakaian yang mereka miliki benar-benar tidak bisa dianggap bangsawan biasa. Atau mungkin dia sudah mengira bahwa mereka semua adalah keluarga kerajaan.


Dia sangat gugup karena berada di sana sendirian dengan pakaian biasa.


Bisa dibayangkan, semua karakter eksklusif dalam game dengan skin mahal sedang berdiri di ruangan ini.


Jika posisi kami ditukar, sudah pasti aku akan merasa sangat takjub dengan mereka semua.


Tidak ada kata "cacat" untuk mereka, itu semua sempurna seolah-olah karya dari tangan dewa.


Dan yang lebih mengejutkan adalah aku berdiri di atas mereka.


Sekarang aku mulai sadar bahwa aku sudah sangat berubah, bahkan namaku juga ikut berubah.


Hmm, jika aku menyuruh mereka untuk menyerang seluruh negara di dunia ini, apakah mereka akan menurutinya?


Tunggu. Kupikir itu bukan ide yang buruk. Mengingat tujuanku adalah lingkungan hidup yang nyaman. Bergerak sebelum musuh menyerang juga merupakan taktik yang bagus, bukan?


Ah, sudahlah. Ini hanyalah sebuah hayalan. Belum tentu aku bisa mengalahkan mereka semua.


Kembali ke agenda, setelah aku memanggil Kisman, dia maju ke depanku dan berlutut.


Ketika aku memanggil namanya, dia agak linglung. Namun dengan cepat dia kembali sadar dan menanggapi panggilan.


"Aku akan membuka gerbang transfer untukmu. Apa kamu perlu ditemani?"


Aku bertanya, dan mengatakan ingin mengirim dia dengan sihir tata ruang.


Padahal itu adalah sihir tingkat tinggi dan sangat sulit untuk dikendalikan, tetapi aku berkata seperti halnya membuka pintu biasa.


Yah, mau bagaimana lagi. Kami adalah negara baru di tengah-tengah dataran luas. Tidak ada jalur transportasi untuk mengantarkan pria ini dengan kereta atau semacamnya.


Namun, bahkan jika jaringan infrastruktur kami memadai, kami tidak memiliki orang untuk mengadakan pelayaran.


Nah, untuk itu kami meminta bantuan kepada Raja Marcus. Dan oleh karena itu, Kisman berada di sini.


"T-Tidak, saya tidak perlu untuk ditemani, Paduka Albert. Hanya saja, kami memerlukan alat untuk berkomunikasi dengan orang yang berada di sini."


Hmm, benar juga. Kami perlu mendirikan jaringan komunikasi untuk berinteraksi dengan pihak lain.


Tapi, tunggu. Kenapa dia menyebut aku "Paduka"? Sejak kapan aku mendapatkan sebutan itu?


"Hmm, Paduka, ya. Tidak terlalu buruk."


"Ya, itu cukup bagus untuk kemuliaan Tuan Albert."


"Benar sekali. Mungkin kita bisa menggunakan kata itu juga."


Orang-orang yang berada di sebelahku mulai berbisik di antara mereka.


Kalian ini, bahkan kata "Tuan" sudah terlalu berat untuk aku tanggung. Apa mereka ingin membuat aku kerepotan lebih jauh lagi?


Sigh, agar kata seperti itu tidak dilanjutkan lebih jauh, aku akan memarahi siapapun yang menggunakan kata itu. Bagiku, kata itu terlalu agung. Walaupun, aku memang sudah menjadi eksistensi supernatural, aku tetap tidak ingin dipanggil seperti itu.


"Meski kau berkata demikian, aku tidak memiliki alat seperti itu. Apa kerajaan kalian mempunyainya?"


"Kami memang memilikinya. Kalau begitu, saya bisa meminta benda itu dari Raja dan menaruhnya di sini."

__ADS_1


Baik, semua menjadi lebih mudah jika kita bisa saling berhubungan.


Tapi kemudian, Endrin menyela pembicaraan...


"Tolong tunggu sebentar, Tuan Albert."


Sambil melangkah maju, Endrin memasuki pembicaraan.


"Ada apa, Endrin?"


"Maafkan saya karena menyela pembicaraan. Tapi saya ingin mengatakan bahwa saya memiliki alat seperti itu."


Endrin melanjutkan pembicaraan tentang alat komunikasi. Kemudian Titania, Tethra, dan Olivia juga mengakui bahwa mereka memiliki benda yang sama.


Aku tidak akan heran dengan Titania dan Tethra, tetapi kenapa seorang penyendiri (hikikomori) seperti Olivia juga memilikinya?


Melanjutkan pembicaraan, Endrin mengeluarkan benda itu dari dalam sihir ruang penyimpanan miliknya dan menunjukkan benda itu kepadaku.


Itu adalah bola kristal berwarna putih, ukurannya seperti bola voli.


Kupikir, dunia sihir dengan bola kristal sering dijumpai. Jadi semua orang mungkin mengetahuinya.


Sama seperti benda komunikasi umum, perlu dua unit untuk mengoperasikan alat itu. Dua alat itu harus terkoneksi terlebih dahulu untuk bisa saling berhubungan.


Kemudian, endrin memberikan satu bola kristal kepada Kisman untuk jaringan komunikasi antar negara kami.


Setelah masalah komunikasi selesai, tidak ada permintaan lain dari Kisman, dan aku langsung mengirim dia ke depan istana Kerajaan Herunia.


"Sigh, baiklah, kita akan memulai upacara pemberian Nilai Jiwa."


Aku mengumumkan. Pernyataan itu dimeriahkan oleh para hadirin.


Ngomong-ngomong, ada banyak sekali orang yang hadir di ruangan ini.


Dari keluargaku, semuanya lengkap berada di sini, termasuk anak-anak, para petinggi, dan Rin.


Ketika aku ingin menyuruh mereka bermain agar tidak mengganggu jalannya acara, sang kakak pertama, Atla, telah mengatakan banyak hal kepada Alice.


Sebelumnya Atla dan Eren sudah pernah menyaksikan proses berjalannya acara pemberian hadiah, dan itu terbukti sangat menarik.


Oleh karena itu, dia menceritakan banyak hal kepada Alice dan mereka akhirnya memutuskan untuk melihat berlangsungnya acara.


Melihat mereka begitu antusias, mana mungkin aku tidak mengajak mereka, bukan?


Benar, aku adalah ayah yang baik. Dan sekarang mereka sedang berdiri di samping orang tua mereka.


Kemudian ada para Einherjar. Energi mereka sudah melampaui satu juta poin, jadi mereka tidak akan mendapatkan Nilai Jiwa. Tapi mereka ikut berbaris untuk mendapatkan senjata kelas Mistis.


Masing-masing dari mereka adalah individu kuat. Akan sayang jika aku hanya menaruh mereka di bagian manajemen biasa.


Ah, satu hal lagi. Niks tidak ikut berbaris. Sejak awal dia hanya ingin menjadi pria tersembunyi karena alasan khusus, itu sebabnya aku memperbolehkan dia berada di bayangan dan hanya akan menyaksikan acara ini dari sana.


Meski begitu, aku akan memberi hadiah padanya ketika hanya ada sedikit orang.


Selanjutnya adalah para petinggi seperti Endrin, Tethra, Clara, Odimus, Mark, dan Gale — mereka akan menjadi pengamat.


Bagaimanapun, mereka adalah anggota eksekutif, hal-hal seperti ini sudah menjadi tugas mereka untuk ikut hadir.


Dan terakhir adalah Olivia dan para petinggi negeri naga — Azure, Edwin, Kanis, dan Selena.


Karena Edwin sudah mendapatkan Nilai Jiwa, dia juga akan menjadi pengamat.


Dilanjutkan dengan ketiga dwarf — Marlof, Sam, dan Rudo.


"Apa kita perlu ikut dengan hal-hal seperti ini?"


"Benar, kurasa kami tidak nyaman berada di sini."


"Umu."


Ketiga dwarf itu terlihat mencemaskan posisi mereka.


"Oi, oi, bukankah kalian ingin bekerja di sini? Terbiasalah dengan ini, bagaimanapun kalian akan menjadi orang penting di masa depan, kan?"


Aku berbicara seperti teman akrab mereka.


Benar juga, setelah ini mereka akan mengikuti semua proyek besar yang telah aku rencanakan. Jadi mereka pantas berada di sini untuk membiasakan diri menjadi petinggi negara.


"M-Meski Anda berkata begitu..."


Marlof masih agak ragu.


"Baiklah, mungkin tidak akan baik terlalu memaksa kalian. Tapi aku ingin memberikan sesuatu kepada Marlof."


Mengatakan itu, aku langsung memberikan mereka bertiga lambang Hydra dan memberikan satu juta poin untuk Marlof.


Marlof seketika langsung tertidur di tempat dan menjalani proses transisi.

__ADS_1


Sam dan Rudo terkejut, namun setelah aku mengatakan bahwa dia baik-baik saja, mereka menjadi tenang.


Nah, karena mereka tidak nyaman berada di sini, mereka mengambil Marlof dan meminta izin untuk kembali ke kamar mereka.


__ADS_2