
"tuan albert, izinkan kami pergi berburu."
"benar, jika seperti ini terus dia-- ah, tidak, kami ingin memburu lebih banyak monster lagi supaya kakak freya dapat segera meningkatkan levelnya."
William dan ignis ingin berburu secara independen.
"meskipun kalian bilang seperti itu, monster yang tinggal di wilayah sekitar sini sudah ditangani oleh leon, 'kan?"
Benar, kemampuan leon [teritorial] adalah kemampuan yang membuat leon bisa menyadari keberadaan makhluk hidup pada jarak 62 mil dari posisinya.
Itu bukanlah jarak yang main-main, dan itu sangat cocok dengan nama kemampuannya.
"kita masih memiliki kuda, kita akan pergi dengan itu."
Ah, kuda yang mengerikan itu, ya.
Dengan kemampuan dari para kuda peri, melintasi sebuah negara bisa dilakukan hanya dengan beberapa menit.
Itu memang sangat gila, tapi memang seperti itu kemampuan kuda tersebut.
Aku juga mulai berfikir, apakah ini tidak terlalu berlebihan?
Namun, sekali lagi aku melihat freya, dia tampaknya baik-baik saja dengan kemampuan kuda tersebut, jadi aku berkesimpulan kalau itu adalah hal wajar.
Tidak, itu tidak wajar tapi setidaknya ada orang dari dunia ini yang memahami kemampuan dari para kuda peri itu.
Baik, kembali ke topik utama.
Jika mereka ingin berburu, mereka harus pergi keluar jangkauan kemampuan leon.
Itu memang tidak masalah selama mereka menunggangi kuda peri tapi aku tidak akan bisa mengawasi mereka jika mereka pergi terlalu jauh...
Tunggu, hydra menyebutkan kalau lambang yang diberikan olehnya bisa membuat kita terhubung.
«hydra, bisakah kamu mengawasi mereka jika mereka pergi terlalu jauh?»
«itu tidak masalah.»
«sungguh? Itu sangat membantu, tolong awasi mereka, hydra.»
«dimengerti.»
Sip, dengan begitu, aku memperbolehkan william dan ignis pergi berburu.
Tentu saja, aku membuat batasan seperti tidak berurusan dengan monster level tinggi, jika mereka bertemu dengan makhluk seperti itu, sangat penting untuk melarikan diri.
Yah, mereka juga sudah dewasa, mereka pasti mengerti dengan apa yang aku maksud.
Hydra juga akan selalu mengawasi, jika mereka bertemu dengan makhluk yang membuat mereka tidak bisa melarikan diri, kami bisa menyusul mereka tanpa masalah.
"kalian benar-benar melakukan apapun sesuka kalian, ya."
"eh?"
Freya memiliki wajah yang rumit setelah melihat etika kerja kami.
Ini memang rencana yang tidak terduga tapi aku tidak ingin melewatkan kesempatan seperti ini.
Tanpa suatu alasan yang jelas, william, ignis, dan leon sangat bersemangat untuk berburu.
Jika aku tidak membiarkan mereka melakukan itu sekarang, aku tidak yakin apakah mereka akan memiliki semangat yang sama di lain waktu?
"ini bukan lagi perihal berburu, ini sudah menjadi sebuah pembantaian sekarang..."
Freya menyentuh keningnya, dia tampak sangat tertekan.
Aku juga baru sadar setelah freya mengatakannya.
Ini sudah menjadi pembersihan wilayah dari monster berskala besar, atau kita bisa menyebut itu sebagai "shuraba"?
Tapi aku tidak bisa menghentikan mereka sekarang, mereka terlalu bersemangat.
"setidaknya kita masih tetap pada jalur tujuan kita."
"tujuan?"
"ya, bukankah tujuan kita berburu untuk meningkatkan levelmu? Dengan mereka yang secara sukarela mau melakukannya, itu tidak menjadi masalah."
Merlin mengemukakan pemikiran yang positif.
Itu benar, selama mereka mau melakukannya dengan senang hati, kita tidak perlu repot-repot untuk melarangnya.
Kita juga memiliki eliza yang sedang bermasalah di sini, akan sangat merepotkan jika kita pergi berburu dengan dia yang masih tertidur.
"sigh, lalu apa yang harus kita lakukan di sini?"
"... Aku membawa teh hangat dan cemilan. Kalian berdua mau?"
"tentu."
Sekarang kami hanya perlu menunggu mereka kembali, jadi kami menghabiskan waktu dengan hanya mengobrol dan mengkonsumsi cemilan.
Aneh, aku memiliki firasat kalau acara piknik ini seperti dibuat-buat, atau itu hanya perasaan aku saja? Entahlah, lupakan.
Karena aku penasaran, aku mulai bertanya pada hydra tentang kondisi dua tim lainnya.
Pertama, aku mendengarkan perburuan yang dilakukan oleh tim kedua, tim alfred.
Ternyata mereka melakukan perburuan cepat.
Dengan berlari, mereka membunuh monster apapun yang mereka temui. Bahkan jika ada monster dengan ukuran tubuh yang besar, itu akan langsung ditangani oleh beruang merah dan basilik yang berada di punggungnya.
Beruang merah menggunakan cakarnya untuk merobek atau mencengkeram mangsanya, sedangkan basilik bisa menggunakan kemampuannya untuk melumpuhkan lawannya.
Para serigala hanya perlu melakukan satu gigitan untuk membunuh musuh mereka.
Mereka terus berlari sambil membunuh tanpa menurunkan sedikitpun kecepatan.
Mereka adalah hewan magis, selama mereka memiliki mana, mereka tidak akan kelelahan.
Sebagai pemimpin, alfred hanya mengawasi dan mengumpulkan hasil jarahan mereka. Tentu saja, dia hanya mengumpulkan monster yang memiliki daging, monster tanpa daging sejenis insek dibiarkan di tempat.
Itu pasti akan membusuk dan skenario terburuknya akan menyebabkan wabah, tapi tidak ada yang peduli dengan dunia iblis ini.
Bahkan jika mayat monster itu menjadi undead, itu tidak akan menjadi masalah karena ini adalah dunia yang penuh dengan makhluk seperti itu.
Dengan bentuk tubuh dan pakaiannya, alfred terlihat seperti seorang pria yang perfeksionis.
__ADS_1
Selanjutnya aku mendengarkan perburuan tim ketiga, tim saber.
Mereka juga tidak terlalu berbeda dengan tim kedua, terus berlari sambil membunuh monster yang mereka temui.
Tapi ratu lebah tidak pernah segan-segan untuk menghisap esensial kehidupan dari monster yang dia temui.
Bahkan jika ada monster dengan ukuran tubuh yang lebih besar, ratu lebah akan mengangkatnya ke udara dan menjatuhkannya dari ketinggian ribuan meter, monster itu praktis mati di tempat.
Itu seperti cara membunuh yang dilakukan oleh elang.
Setelah itu dia akan menghisap habis esensial kehidupan mangsanya sampai hanya tersisa kulit dan tulang, itu sangat mengerikan.
Juga, dia tidak membedakan monster yang berdaging atau tidak, sehingga dia tidak menyisakan jarahan.
Tapi itu tidak apa, sejak awal mereka memburu monster memang untuk mendapatkan makanan, dan aku yang mengizinkannya untuk itu.
Para porura di tim itu berburu berpasangan, karena mereka tidak memiliki tangan, mereka harus bekerja berpasangan supaya bisa merobek mangsa mereka.
Mereka saling menarik mangsa mereka dengan paruh mereka yang besar.
Aku akan tarik kembali perkataan aku yang mengatakan bahwa mereka adalah hewan yang lucu.
Setelah mendengar itu dari hydra, aku pikir mereka seperti hewan purba dari masa lalu.
Kemudian, ada singa besar di tim mereka.
Dia tidak ikut "menyerang monster" tapi "menggiring monster".
Dengan raungannya yang memiliki frekuensi ultratinggi, dia bisa menggiring monster ke area perburuan mereka.
Seperti anjing gembala yang menggiring para domba masuk ke dalam kandang.
Monster memiliki insting yang tajam, jadi dengan intimidasi yang dilakukan oleh singa besar, mereka akan secara naluriah melarikan diri.
Atau jika ada monster yang ingin menentang balik, itu bisa dengan mudah ditangani oleh singa besar.
Itu sangat efisien sekaligus menyeramkan.
Aku tidak tahu mereka mendapatkan ide itu dari mana, sepertinya saber cukup kompeten untuk itu.
Hmm, sangat sulit mendengarkan cerita mereka karena mereka tidak dinamai.
Baiklah aku akan menamai mereka sekarang.
Singa besar \= kiiromaru (jantan)
Basilik \= criptor (jantan)
Beruang merah \= delzzy (jantan)
Ratu lebah \= rani (betina)
Perwakilan serigala \= fero (jantan)
Perwakilan porura\= raia (betina)
Seperti itu? Yah, aku tidak bisa menamai mereka semua sekaligus dan aku akan menggunakan salah satu perwakilan dari familiar dengan jenis yang sama.
Ngomong-ngomong, ada dua serigala betina dan tiga pejantan porura.
Kenapa aku bisa mengetahui jenis kelamin mereka? Itu semua karena hydra yang memberi tahu.
Dan, aku akan memberikan daftar nama itu pada leon nanti.
Ah, aku juga akan memberikan nama pada mammoth es yang tidak ikut berburu, yaitu mozes.
Mozes memiliki keterbatasan dalam hal mobilitas, tapi dia memiliki kekuatan yang cukup besar dibandingkan familiar yang lain.
Juga, dia bisa bergerak pada cuaca yang sangat ekstrem seperti badai salju.
Bagaimana dengan badai pasir? Ohh, ayolah. Aku tidak akan menyuruhnya melakukan hal seperti itu, bahkan jika dia bisa.
Itu hanya sebuah perumpamaan, dan aku sudah memiliki rainer jika ingin bepergian.
Akhirnya leon kembali setelah memanahi monster dari atas tebing.
"tuan, aku sudah selesai mengalahkan mereka."
Leon melaporkan hasil kerjanya.
Dia sudah mengalahkan 726 monster, dan dari keterangan karakteristik monster yang dia ceritakan, aku bisa menyimpulkan lebih banyak monster peringkat C dan B yang sudah dia kalahkan.
Bahkan jika ada monster yang bersembunyi di dalam tanah, dia bisa mengetahuinya. Dengan menambahkan sedikit mana pada panahnya, itu bisa menembusnya hingga mengenai target.
Benar-benar kemampuan cheat!
Hal-hal seperti ini, tim developer game tidak akan bisa mengadaptasinya.
Tapi jika itu game fps, mungkin akan lain cerita.
"haruskah aku mengumpulkan mayatnya?"
"kau benar, kita harus mengumpulkan daging monster itu untuk para familiar."
"baiklah, aku akan pergi sekarang."
"tunggu dulu!"
Anak ini, apa dia tidak kelelahan? Dia tampak masih bersemangat walaupun sudah memanah monster selama satu jam lebih.
Sekarang sudah giliran kami untuk bergerak.
Aku merasa tidak nyaman melihat yang lain bekerja sedangkan aku hanya duduk diam sambil mengobrol dan memakan cemilan.
Merlin, freya, dan eliza adalah perempuan jadi mereka bisa dimaklumi jika tidak ikut berburu.
Tunggu, ada eliza di sini, dia pasti memiliki daya penglihatan tajam untuk mencari mayat-mayat itu.
Aku baru ingat kalau monster yang sudah dikalahkan oleh leon sudah mati, jadi itu tidak akan memiliki atau menyimpan esensi mana lagi, dan jika sudah seperti itu, maka akan sulit untuk mencarinya.
Kecuali untuk orang yang sudah mengalahkannya, leon, dia pasti dapat mengingat posisi dari sejumlah mayat monster itu.
Aku menyuruh merlin untuk membangunkan eliza.
"apa ini sudah waktunya untuk makan siang?"
Itulah yang dia katakan setelah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Dia pasti sangat nyaman tidur di pangkuannya merlin, aku sangat mengetahui itu.
"ya, aku pikir sebentar lagi waktunya untuk makan siang, tapi ada pekerjaan yang harus dilakukan sebelum itu."
Padahal dia baru saja bangun tidur tapi aku langsung menyuruhnya untuk bekerja.
Dengan itu aku menyuruh eliza untuk mengumpulkan monster yang sudah dikalahkan oleh leon.
Tentu saja, hanya monster yang memiliki daging yang diambil.
Aku dan leon juga ikut mengumpulkannya, sedangkan freya dan merlin tetap di tempat dan menyiapkan makan siang.
.
.
.
.
.
(ubah perspektif)
"u-uhm, merlin?"
Freya memanggil merlin yang sedang menyiapkan kompor portable, panci, dan perlengkapan lain untuk membuat makanan.
Jika albert melihat itu, dia pasti akan terkejut mengetahui merlin dapat memiliki benda-benda seperti itu.
Dia pasti akan berfikir bahwa merlin sudah seperti "ibu rumah tangga cerdas" karena peralatan yang dia bawa sangat lengkap.
Ditambah, merlin juga membawa beberapa daging dan sayuran, sepertinya dia akan membuat rebusan.
"ada apa?"
"boleh aku menanyakan sesuatu?"
"tentu saja, kamu boleh bertanya apapun padaku."
"aku ingin tahu, lanjutan kalimat yang ingin kamu katakan tadi pagi ketika kita sedang berada di observatorium?"
Merlin yang sedang ingin menyiapkan nampan dan sayuran, tiba-tiba terhenti sebentar setelah mendengar itu.
"maafkan aku, aku tidak bisa memberi tahumu."
"tapi, bukankah aku menang dalam taruhan, kamu ingat? Jadi aku ingin kamu untuk mengatakannya."
Merlin berhenti melakukan persiapannya dan menghela nafas, mengalihkan pandangannya dari sayuran dan mulai melihat ke arah freya.
"kamu juga ingat kan kalau permintaannya harus dalam batasan? Aku tidak bisa mengatakannya, jadi tolong mengerti."
Merlin menjawab seperti itu, tapi nampaknya freya tidak menyukai jawabannya itu dan memiliki wajah kecewa. Jadi, merlin menghela nafas lagi dan melanjutkan.
"kamu harus bertanya pada albert nanti, dia pasti akan menjawabnya. Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya padamu lebih dulu."
"a-apa itu?"
"apakah kamu menyukai albert?"
Dengan wajah polos, merlin mengatakannya.
Freya langsung terkejut dan mengatakan "a-a-a-apa yang kamu coba katakan!?" seperti itu dengan panik dan wajahnya memiliki rona kemerahan.
Melihat reaksi itu, sudut mulut merlin terangkat sedikit dan mulai mendekati freya.
"jadi kamu menyukainya, bukan?"
"sudah aku bilang, apa yang coba kamu katakan? A-Aku tidak mengerti!"
"jangan menghindar seperti itu, bukankah kamu tahu sendiri kalau aku mengenal sifatmu? Ayo, katakan saja, jangan ditahan-tahan seperti itu. Ku~fufu."
Merlin semakin dekat dengan freya yang sedang duduk di atas karpet.
Freya semakin risih karena didekati oleh merlin dan ingin mundur sedikit, namun merlin tidak membiarkannya dan langsung menangkap tangan freya.
Merlin mendekatkan wajahnya pada wajah freya.
Freya memiliki wajah yang semakin merah karena suatu alasan dan matanya terus mengganti pandangan ke segala arah tidak bisa fokus, untuk menghindari tatapan merlin.
Dengan tangan kanannya, merlin menyentuh pipi freya dan mengarahkan wajahnya supaya mereka bisa saling bertatapan.
Mata biru jernih dan mata merah berdarah mereka bertemu.
"katakan padaku, kamu menyukainya, bukan?"
"m-mana mungkin aku menyukai orang yang baru aku kenal dan sudah memiliki seorang istri!?"
"lalu, menurutmu orang yang seperti apa albert itu?"
Freya terdiam, seperti sedang memikirkan tentang banyak hal, lalu mulai menjawab.
"... Dia cukup baik?"
"lalu?"
"mm... Dan, cukup perhatian."
Merlin hanya mengatakan "en~en!" sambil mengangguk beberapa kali seolah-olah mengatakan "benar, terus apa lagi?" seperti itu dengan wajah yang nampak senang.
"d-dan..."
Freya wajahnya semakin merah seperti akan melepuh di sana, lalu melanjutkan.
"a-aku merasa sedikit... Nyaman, ketika sedang bersama dengan... D-Dia."
Freya menutup wajahnya dengan tangannya karena malu dengan apa yang sudah dia katakan dan bergumam "ugh~ apa yang sudah aku katakan." seperti itu.
Jika ini adalah anime, asap akan mengepul keluar dari atas kepalanya.
Merlin tersenyum, tampak sangat puas dengan jawabannya.
Lalu dia mengelus kepala freya dengan penuh kasih sayang.
"baiklah, kamu harus bertanya sendiri pada albert nanti, tentang apa yang terjadi dengan "kita bertiga", ok?"
Setelah itu, tidak ada pembicaraan seperti itu lagi dan mereka melanjutkan kegiatan mereka untuk menyiapkan makan siang.
__ADS_1