Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Keputusan Akhir.


__ADS_3

Pada akhirnya, kami memutuskan untuk menyembunyikan judul baruku.


Menampilkan status tersebut sepertinya lebih banyak risikonya ketimbang hal baiknya.


Selain itu, kesan diriku di mata Titania sepertinya telah meningkat.


Sebelum ini, Titania hanya melihat aku sebagai suami Merlin. Bersikap terus sopan karena aku adalah suami Merlin.


Sekarang, penilaiannya terhadap aku sudah berubah setelah mengetahui aku telah menjadi Raja Iblis. Dia sangat senang sekali karena aku telah mendapatkan judul itu.


Mungkin jika aku mengajak dia tidur bersama malam ini, Titania tidak akan menolak? Tidak, hanya bercanda.


Mengesampingkan itu.


Integrasi lima ratus lebih jiwa prajurit dari Kekaisaran ke dalam tubuh Homunculus berjalan dengan sukses. Semua jiwa sudah mendapatkan tubuh, tidak ada yang tidak kedapatan.


Tinggal bagaimana kami harus mengeluarkan mereka dan membangkitkan mereka.


Karena jiwa mereka belum menyebar luas, kami bisa menyatukan potongan-potongan jiwa mereka dengan mudah. Dan yakin kalau kami tidak merusak ingatan mereka.


Berbeda dengan Rin, mereka baru mati beberapa hari lalu. Jiwa mereka seharusnya masih dapat menyimpan ingatan dengan cukup baik.


Mengakhiri pertemuan keluarga, ternyata semua orang ingin merayakan keberhasilan aku yang telah mendapatkan title baru.


Kurasa, itu bukan sesuatu yang disebut sebagai "keberhasilan" karena aku mendapatkan judul itu tanpa disadari.


Maksudku, aku tidak melakukan usaha sama sekali, kan?


Tapi... Yah, semua orang cukup menantikan hal itu, jadi aku tidak bisa merusak suasana hati mereka. Dan pada akhirnya, kami menikmati pesta pada malam hari.


Aku sangat santai, padahal masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


*


Keesokan harinya. Aku menuju ke gedung penjara lagi untuk menemui Frederick dan Roy.


Aku ingin menyelesaikan rencana "Menarik Keluarga para Prajurit Ke Tanah Ini" secepat mungkin, dan pergi ke tempat penguasa bangsa Vampire untuk menjalin hubungan.


Bagaimana jika bangsa Vampire tidak ingin berhubungan dengan kami? Maka aku hanya perlu menghancurkan mereka.


Aku sudah memikirkan ini sejak kemarin. Jika mereka tidak ingin bekerja sama, kami akan menghancurkan mereka karena keberadaan mereka sangat tidak menguntungkan bagi masyarakat Kekaisaran Dortos.


Namun, itu beda cerita jika mereka ingin bekerja sama dengan kami.


Bisa dikatakan, mereka sudah terbiasa mengurus Pemerintahan Kekaisaran. Oleh karena itu, aku hanya ingin mereka tetap bekerja seperti biasa, mengurus Kekaisaran supaya negara itu dapat berkembang maju, dan membangun hubungan baik dengan kami.


Permintaan aku tidak terlalu banyak. Jadi jika mereka menolak, mereka pantas dimus-- Ah, maaf.


Melanjutkan kegiatan.


Di salah satu ruangan gedung penjara, aku mengeluarkan 20 orang yang sudah terintegrasi dengan tubuh Homunculus dan menaruh mereka di lantai.


Seperti yang diharapkan, tubuh Homunculus dapat menyesuaikan penampilan sesuai dengan bentuk jiwa pemakainya.


Itu sudah menyelesaikan masalah pembentukan struktur wajah mereka.


Dua puluh orang itu merupakan bangsawan ternama (mungkin) dari Kekaisaran Dortos.


Mereka akan membantu Frederick dan Roy memanggil para keluarga prajurit yang masih di kekaisaran untuk datang dan tinggal di sini.


Tentu saja, tidak boleh ada paksaan. Jika mereka tidak ingin tinggal di sini dan tidak terlalu peduli dengan keluarga mereka yang berada di sini (para tentara), maka kami tidak akan membawa mereka.


Mereka pasti memiliki alasan tersendiri.


Baiklah, 20 orang sudah siap untuk dibangkitkan. Setelah Frederick dan Roy tiba, aku langsung membangunkan mereka secara bersamaan.


Frederick dan Roy menyaksikan momen bercahaya itu dengan wajah kagum. Dan melihat kedua puluh orang — yang kami sangka adalah bangsawan — mulai tersadar.


Mereka semua mendirikan tubuh dan mulai mengamati sekeliling tempat seolah kebingungan.


"Marquis Herzam, apakah itu Anda?"


Roy bertanya ke salah satu orang yang baru saja dibangkitkan.


Ngomong-ngomong, mereka tidak mengenakan pakaian. Hanya tertutupi dengan sepotong kain.


Kami bisa membuatkan baju, tapi itu terlalu membutuhkan banyak Mana. Jadi aku menghentikan niat untuk membuatkan mereka baju berbahan sihir.


"A-Ah. Tuan Roy dan Yang Mulia Frederick. Kita berada di mana sekarang?"

__ADS_1


Orang bernama Herzam itu menanyakan hal paling wajar untuk ditanyakan. Dan juga, dia dan semua orang yang telah dibangkitkan tampaknya baik-baik saja.


Frederick dan Roy bisa menjelaskan situasinya kepada kedua puluh orang tersebut.


Mereka awalnya terkejut, namun Roy menjelaskan. Menerangkan kalau nyawa mereka sekarang sudah aman supaya mereka tidak terlalu khawatir lagi.


Dan terakhir, Roy memperkenalkan aku kepada mereka. Menjelaskan bahwa aku adalah orang yang telah membunuh mereka sekaligus membangkitkan mereka.


Sekarang, mereka pasti sedang sibuk menelaah begitu banyaknya informasi yang baru saja mereka dapatkan, dan merasa pusing setelah mengetahui semua kenyataan aneh itu benar-benar terjadi pada diri mereka.


Mati karena monster aneh dan hidup kembali karena keberadaan sosok pria misterius telah membangkitkan mereka.


Kupikir, hal itu sangat sulit untuk dipercaya, bahkan untuk diriku sendiri.


Akan lebih bagus jika mereka hanya menganggap itu sebagai mimpi belaka, dan kekalahan perang disebabkan karena mereka dibuat pingsan oleh semacam mantra ilusi.


Namun, peristiwa ledakan besar di kepala mereka pasti akan menjadi sebuah pertanyaan yang mengganjal.


"Kalian sudah mendengar semua penjelasan. Sekarang pilih, kalian ingin bekerja untuk kami atau tidak. Kalian adalah para bangsawan, bukan? Bersikaplah tegar seperti penguasa dan lakukan saja kewajiban kalian selaku pemimpin."


Untuk pertama kalinya, aku berbicara dengan mereka. Dan sedikit membuat mereka tersentak, mungkin karena belum sepenuhnya mengerti.


Yah, diajak berbicara dengan makhluk yang bisa membunuh dan menghidupkan manusia dengan mudah memang menimbulkan kecemasan.


"Jangan!"


Tiba-tiba, salah satu bangsawan yang dihidupkan berteriak. Lalu dia melanjutkan.


"Jangan percaya pada omongan orang mencurigakan ini! Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan keluarga kita jika kita membawa mereka ke sini. Bagaimana jika seluruh keluarga kita hanya akan bernasib sama seperti kita? Pikirkan ini baik-baik, semuanya!"


Dia sangat bersemangat. Mencurigaiku seperti aku adalah penjahat terkejam di dunia.


Ketakutannya akan kekuatan kami pasti menciptakan kecurigaan besar di hatinya.


Dia adalah pria dengan tubuh kurus dan berkumis. Aku tidak tahu siapa namanya, tapi dia cukup berani untuk bisa berteriak.


Yang lain bahkan hanya bisa menunjukkan wajah kecemasan atau putus asa setelah mengetahui aku telah menghidupkan mereka kembali.


"Sigh, semua keputusan ada di tangan kalian, aku tidak akan memaksa. Tapi ada satu hal yang perlu kalian ketahui bahwa tubuh kalian sebenarnya sudah hancur, itu dihancurkan ketika ledakan terjadi. Dan saat ini, kalian — atau lebih tepatnya jiwa kalian — sedang menumpang di tubuh buatanku. Jadi jika kalian tidak ingin bekerja untukku, maka kalian harus pergi dari tubuh itu. Apa kalian mengerti? Dengan kata lain, aku sedang meminjamkan tubuh untuk wadah jiwa kalian supaya kalian bisa tetap hidup di dunia ini dan memberi kesempatan untuk bisa bertemu dengan keluarga sekali lagi."


Aku menjelaskan dengan pelan. Meski merepotkan, tapi tetap harus kulakukan.


Kami membuat itu dengan terburu-buru dan tidak memiliki fungsi lain selain untuk hidup seperti manusia biasa.


Freya tidak ingin mereka dijadikan alat perang, itu sebabnya Hydra hanya membuatkan Homunculus versi rendah untuk mereka.


Nah, oleh karena itu, aku harus membujuk mereka, supaya mereka mau bekerja untukku. Jika mereka memilih untuk mati, itu akan menjadi kerugian untuk kami. Karena kami sudah membuatkan ratusan ribu Homunculus versi rendah untuk mereka.


Membentuk Homunculus memerlukan susu Ambrosia, dan kami sudah menggunakan banyak bahan baku untuk itu. Jadi jika proyek ini sia-sia, aku pasti akan menangis, pasti.


"Err, Yang Mulia Maha Agung, saya adalah Herzam von Bismarck. Saya ingin bertanya, kenapa Anda melakukan hal sampai sejauh ini hanya untuk mempertemukan kami dengan keluarga kami?"


Pria bernama Herzam bertanya dengan penasaran. Tapi karena dia tidak mengenal namaku, dia memanggil aku dengan sebutan aneh.


Dia mengatakan "sejauh ini" pada kalimatnya. Aku sangat mengerti itu. Memberikan Homunculus memang terlalu mewah untuk mereka.


"Mm, pada awalnya, aku tidak terlalu peduli dengan kalian. Aku hanya ingin menguji senjata baru kami sekaligus memperkenalkan benda itu kepada dunia. Tapi istriku memohon kepadaku untuk tidak membunuh kalian, kami bahkan sampai bertengkar karena kalian, sigh. Pada akhirnya, aku menuruti keinginannya dan memilih untuk menghidupkan kalian kembali. Sebagai gantinya, kalian harus tinggal di wilayah ini dan bekerja untuk kami. Semua biaya untuk menghidupkan kalian itu tidak murah, tahu! Dan satu hal lagi, karena kalian sudah terselamatkan dan bisa hidup dengan keluarga sekali lagi, kalian harus berterimakasih kepada istriku."


Aku berkata jujur dengan wajah rumit sedikit malu.


Mereka seharusnya sadar bahwa kesalahan ada pada pihak mereka, karena telah menginvasi Kerajaan Herunia.


Selain itu, kami juga sudah memperingati mereka sebelumnya, kalau mereka akan mati jika melanjutkan agresi militernya.


Dan sebagai hasil dari keras kepala itu, mereka mendapatkan kekalahan. Pihak yang kalah sudah pantas mendapatkan tuntutan dari pihak yang menang.


Mereka adalah bangsawan, jadi mereka pasti mengerti itu.


Setelah aku berkata jujur, entah kenapa mereka menjadi diam. Bahkan orang yang sudah mencurigai kami ikut terdiam.


"Saya mengerti. Saya akan bekerja untuk Anda, Yang Mulia Maha Agung."


Herzam berlutut, dengan sehelai kain menutupi tubuhnya.


"Kau serius ingin bekerja untuk mereka, Herzam?"


Pria dengan kumis bertanya.


"Aku serius. Aku memiliki alasan untuk itu."

__ADS_1


"Alasan?"


"Ya. Perhatikan tubuh kalian baik-baik. Tubuh ini, mau dilihat dari manapun, ini sangat mirip sekali dengan tubuh kita masing-masing, bukan? Tapi, apakah kalian tahu kalau aku memiliki sebuah penyakit serius yang pernah bersarang di tubuhku? Bahkan Ramuan terkenal yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit masih tidak bisa menyembuhkan penyakitku. Tapi sekarang, aku tidak merasakan adanya tanda-tanda penyakit itu lagi. Aku sekarang sudah bisa bernafas dengan baik dan tidak merasakan sakit lagi. Jadi, kalian pasti mengerti kalau Beliau sudah memberikan tubuh yang sangat bagus kepada kita. Jika dia ingin berniat jahat, dia seharusnya tidak melakukan upaya sampai sejauh ini, bukan?"


Herzam berpidato, suaranya memenuhi ruangan dan telah membuka mata para bangsawan itu lebar-labar.


Aku tidak tahu jenis penyakit Herzam itu seperti apa. Namun bila dia menyebut "ramuan terkenal", itu mungkin mengarah pada produk kami. Dan jika ramuan itu tidak bisa menyembuhkan penyakitnya, itu berarti dia memiliki penyakit yang serius.


Atau ada kemungkinan yang dia miliki itu bukan penyakit, melainkan kutukan. Karena tubuh mereka sudah berganti, otomatis kutukan mereka sudah terangkat.


Yah, sekarang itu tidak penting lagi.


"Dengar baik-baik, kalian semua. Aku berencana membangun kota baru di wilayah selatan daratan ini, dan tenaga kalian sangat dibutuhkan untuk itu. Karena kalian sudah kalah dalam perang, kalian pantas mendapatkan perlakuan ini. Selain itu, ini bukan seperti aku menyuruh kalian bekerja tanpa diberi imbalan. Tentu saja, kalian akan mendapatkan Hak, kalian akan diperlakukan sebagaimana warga negara nanti untuk tinggal nyaman di negeri ini. Hanya saja, kalian wajib tinggal di sini, tidak boleh tinggal di negara lain setelah pembangunan kota selesai. Perlakuan seperti ini lebih baik daripada dijadikan budak, bukan?"


Aku berterus terang. Jika kita membahas tawanan perang, mereka yang kalah seharusnya menjadi budak atau semacamnya. Diperlakukan dengan tidak baik karena mereka adalah pihak yang kalah.


Dan aku tidak menerapkan hal itu kepada mereka. Mereka sangat beruntung.


Sungguh, aku sudah lelah membujuk mereka untuk berpihak kepada kami. Oleh karena itu, aku mencari tempat duduk dan meminta kepala sipir, Erhard, membuatkan teh.


Selagi aku menunggu teh, para bangsawan itu merenung. Tidak tahu apa yang dipikirkan, padahal mereka hanya perlu mengikuti saja arusnya.


Beberapa menit kemudian, Erhad datang dengan secangkir teh di atas nampan dan memberikan teh itu untukku.


*Seruput*


Menyesap teh dengan suara yang disengaja. Para bangsawan itu melihat ke arahku, dan tampaknya juga menginginkannya.


Mereka baru saja dihidupkan di dalam tubuh baru, dan tenggorokan mereka belum menyentuh air sama sekali. Itu sebabnya mereka melihat ke arahku-- bukan, melihat ke arah secangkir teh ini, dan mungkin berharap agar aku menyediakan teh untuk mereka.


Aku tahu itu, tapi aku tetap tidak peduli.


"Ah, ini enak sekali."


Sekali lagi, dengan suara lebih keras.


Kali ini, aku melakukan hal itu bukan karena ingin menggoda mereka, melainkan karena rasa teh ini cukup pas dimulutku.


Walaupun badannya sangat besar, Erhard ternyata cukup baik dalam menyediakan teh.


"Err, Yang Mulia Maha Agung?"


Roy datang menghampiri aku, terlihat ingin menanyakan sesuatu.


"Aku bukan raja kalian, kan? Jangan panggil aku seperti itu. Aku tidak menyukainya."


Itu terdengar seperti aku adalah orang yang sangat terhormat, padahal kegiatan sehari-hari hanya menghabiskan waktu dengan bermain.


Bahkan belakangan ini kegiatanku hanya untuk mengobrol dengan kedua istri, dan menyerahkan tugas harian kepada Rin, Kaguya, dan Titania.


"Kalau begitu, bagaimana saya harus memanggil Anda?"


"Panggil saja namaku, apa aku lupa memperkenalkan diri?"


Perkenalan diri... Hm? Apakah aku sudah memperkenalkan diri? Siapa saja, tolong katakan apakah aku lupa melakukan hal itu.


"Baiklah, saya memohon untuk bisa memanggil Anda dengan "Tuan Albert", apa saya diperbolehkan?"


Oh, ternyata dia sudah mengetahui namaku.


"Fumu, itu lebih baik."


"Kalau begitu, Tuan Albert. Kami akan bekerja untuk Anda. Kita semua sudah sepakat untuk menerima tugas dari Anda."


Roy sebagai wakil semua orang dari Kekaisaran, akhirnya menyampaikan keputusan mereka.


Ngomong-Ngomong, kalimat Roy seperti menyatakan bahwa dia akan berada di bawah asuhanku, tapi nyatanya tidak seperti itu.


Pada saat ini, kami sedang berakting di depan para bangsawan manusia itu.


Setelah tugasnya berakhir, Roy dan Frederick akan kembali ke wilayah bangsa Vampire.


"Apa kalian semua bisa dipercaya, err... Roy? Jika salah satu diantara kalian ada yang melarikan diri, aku tidak akan memaafkan kalian semua, loh. Aku sangat benci dibohongi. Terlebih lagi, aku sudah memberikan kalian perlakuan baik. Meskipun kalah dalam perang, kalian masih bisa hidup, bisa bertemu lagi dengan keluarga kalian. Dan juga, aku tidak meminta uang sepeserpun dari kalian, kan? Padahal kalian adalah bangsawan dari negara besar, aku tahu kalian pasti memiliki banyak uang di rumah kalian."


Benar, keluarga bangsawan. Semakin tinggi status mereka, semakin banyak juga uang mereka.


Bagaimanapun, keluarga bangsawan sudah ada sejak jaman negara itu dibangun. Dengan kata lain, harta kekayaan mereka sudah terakumulasi sejak lama.


Memungut pajak dari warga di wilayah kekuasaannya atau berbisnis dengan pedagang lokal. Itulah kegiatan bangsawan.

__ADS_1


__ADS_2