
Sesuatu yang tidak terduga benar-benar telah terjadi di hadapan kami.
Sebuah lambang baru dengan bentuk yang cukup unik sudah terukir di kening Luminous.
Luminous sendiri seperti sedang mencoba memahami sesuatu, wajahnya terus menunjukkan keheranan dari awal pemberian Karunia sampai akhir proses perpaduan.
Jumlah energi Mana di tubuhnya mulai meningkat drastis. Sebelumnya, dia memang sedang memulihkan Mana karena baru saja bangkit, dan sekarang mungkin akan lebih tepat jika aku mengatakan bahwa pemulihan energi Mana Luminous sedang mengalami peningkatan besar setelah diberikan Karunia oleh para Einherjar.
Luminous benar-benar menyedot seluruh energi dari dalam ruangan ini dengan cepat. Kupikir, pasokan energi miliknya akan pulih hanya dalam waktu semalam.
"Dengan Karunia itu, dia dapat dicintai oleh Roh dan bisa mendapatkan bantuan dengan mudah. Ditambah lagi, dia memiliki Karunia masing-masing dari kami. Itu seakan-akan dia telah mendapatkan sejumlah Perlindungan Suci. Jika dia pintar, dia seharusnya bisa menggunakan kekuatan Roh dengan mudah karena dia adalah Roh. Yah, mengharapkan kepintaran dari monster memang sedikit salah, oleh karena itu kami memberinya sedikit dorongan."
Julius berbicara mewakili seluruh Einherjar.
Dapat dicintai oleh Roh dan bisa dengan mudah mendapatkan batuan. Seharusnya Luminous memang bisa melakukannya sendiri. Namun karena dia naga, intelektual masih perlu ditingkatkan.
Aku tidak tahu apa aku harus bangga dengan Luminous atau harus merasa simpati setelah mendengar ini.
"Ada apa denganmu, Luminous?"
Aku bertanya, khawatir.
"Eh, t-tidak apa, Master. Sekarang aku merasa sangat bertenaga."
"Itu bagus untukmu, kan?"
"Ya, tapi..."
Luminous benar-benar dalam keadaan bingung.
"Julius, bisakah aku menyuruh kamu untuk mengawasi Luminous? Tolong ajari dia apapun yang dibutuhkan."
"Sesuai keinginan Anda, Tuan Albert."
Dengan Julius mengawasi dan mengajarinya, aku rasa Luminous dapat berkembang. Daripada harus bersama denganku, dia lebih baik berlatih untuk menjadi kuat untuk saat ini.
Sekarang kembali ke pekerjaan utama, yaitu berburu ke Dunia Roh. Tapi untuk saat ini, kami hanya melakukan persiapan karena hari sudah gelap tanpa aku sadari.
Mereka cukup antusias setelah aku menyampaikan hal ini, terutama kedua putri kami karena mereka berdua sudah menanti-nantikan bepergian.
"Ini demi mencari kuda untuk aku, kan?"
Eliza bertanya dengan antusias.
"Ya, misi kali ini adalah untuk menangkap kuda Legendaris. Berburu monster akan menjadi tujuan kedua."
Aku ingat perlu untuk mencari Nilai Jiwa untuk meningkatkan level beberapa orang lagi.
Kali ini, aku tidak akan memberikan kekuatan kepada sembarang orang. Setelah melihat Mark dan Gale, aku mengerti itu.
Memberi kekuatan kepada individu standar tidak akan memberikan hasil yang baik.
Yah, pada saat itu kami kekurangan personil dan harus mendapat kuantitas daripada kualitas. Sekarang, kami memiliki lebih banyak individu berpotensi dan tentunya aku tidak akan menggunakan mereka dengan sia-sia.
Demi kenyamanan hidup keluargaku, tolong bekerjalah dengan keras!
Baiklah, kami kembali ke tempat masing-masing. Para Einherjar ditempatkan di lantai tiga agar kami dapat lebih mudah menjangkau mereka jika mereka diperlukan.
*
"Kamu ingin memindahkan kastil ini lagi untuk berpindah dunia?"
Di dalam kamar, Freya bertanya padaku.
Kami sedang duduk di atas kasur, tentu saja bersama dengan Merlin.
Setelah mandi, kami selalu membahas hal apapun sebelum tidur. Ini adalah penyebab kenapa aku selalu bersemangat setiap hari. Rasa lelahku seolah-olah telah hilang sepenuhnya karena ini.
Padahal kami hanya sekedar berbicara, tapi aku senang karena mereka selalu ada di sampingku dan mendukung.
"Kita tidak akan memindahkan kastil. Kamu ingat tiga pintu di ruang harta? Semua pintu itu menuju ke dimensi berbeda, dan salah satunya menuju ke Dunia Roh."
"Tiga pintu dengan tiga dimensi berbeda...? Jangan-Jangan!?"
"Seperti yang kamu duga. Ketiga pintu itu menuju ke dunia spiritual."
Itu apa yang dikatakan oleh Hydra. Sebenarnya kami belum mencobanya dan belum memastikan apakah pintu itu bisa dibuka atau tidak. Bagaimanapun pintu itu selalu ditutup oleh pihak game.
Jika diperlukan, kami hanya akan menghancurkan pintunya — mungkin mereka sedikit berkarat atau semacamnya — kemudian kami akan membuatkan pintu baru agar monster tidak bisa masuk.
"Itu artinya, salah satu dari ketiga pintu itu bisa menuju ke Dunia Seraphim?"
Freya bertanya tentang dunia tempat dia berasal.
"Ya, apa kamu ingin kembali? Oh tunggu, mungkin kita bisa datang ke rumahmu untuk meminta restu? Tidak, tidak. Kami sudah menikah jadi kamu hanya perlu memperkenalkan aku, ya. Baiklah, aku harus menyiapkan oleh-oleh yang bagus untuk mertuaku."
"T-Tunggu, jangan berbicara seenaknya seperti itu."
__ADS_1
Kalimat Freya terlihat menentang tetapi wajahnya memerah dan tersenyum manis. Sungguh, dia seorang malaikat dalam arti luas.
"Apa aku harus ikut ke sana?"
Merlin memasuki pembicaraan.
Mendengar kalimat Merlin membuat aku sedikit terkejut. Bagaimana reaksi orang tua Freya setelah melihat aku telah menduakan anaknya?
Jika itu aku, aku pasti akan frustrasi. Namun, sebelum itu terjadi, aku akan berusaha semaksimal mungkin agar putriku tidak diduakan oleh pria.
Aku mulai mengingat Atla dan Eren. Semoga saja mereka tidak bertemu dengan pria seperti itu. Mungkin aku harus mengawasi kegiatan mereka setiap waktu.
"Tentu saja, Merlin. Kamu dan Freya merupakan istriku yang paling berharga. Jadi ke manapun kita pergi, kita harus pergi bersama."
Ini memang sangat tidak sopan, tetapi aku ingin melihat wajah seperti apa yang akan dikeluarkan oleh orang tua Freya setelah melihat kami.
"Itu akan menjadi masalah, kamu tahu? Apa kamu ingin mencari perkara dengan Ayahku?"
"Aku pikir, memberi tahu mereka secara terang-terangan akan lebih bagus."
"Itu tidak bagus sama sekali. Aku tidak ingin kamu dibenci oleh Ayahku."
Freya sedikit murung.
"Sayang, aku tidak apa-apa. Kamu bisa pergi hanya bersama dengan Freya."
Merlin berbicara dengan senyuman penuh kasih.
"Merlin. Aku, Aku minta maaf."
Freya merasa sangat menyesal.
"Tidak perlu meminta maaf. Aku juga tidak ingin Albert dibenci, apalagi oleh keluarganya sendiri. Kalian harus datang ke sana dengan sikap baik."
Merlin memberi kami arahan.
Di saat-saat seperti ini Merlin terlihat sangat dewasa. Dia memiliki sikap seperti kakak tertua yang ingin melindungi adik-adiknya.
Namun, aku sangat tidak suka diperlakukan seperti ini.
Selain itu, mendengar pembicaraan mereka membuat aku merasa sangat bersalah. Bagaimanapun juga, aku adalah orang yang menyebabkan semua situasi menjadi seperti ini.
Aku menghela nafas berat dan langsung berbaring. Mengabaikan mereka berdua, kekhawatiran aku tentang benar atau tidaknya menikahi mereka berdua mulai muncul kembali.
Mereka berdua benar-benar gadis yang baik. Sedangkan aku selalu memikirkan wanita ketika sedang jauh dari mereka. Ini benar-benar membuat aku seperti pria brengsek, padahal aku hanya pria dengan wajah standar, sigh.
"Sayang?"
Mereka berdua terlihat bingung.
"Hei, aku pikir Atla dan Eren sudah besar... Apa kita perlu untuk memberi mereka dua adik?"
Kalimat asal itu membuat mereka terdiam dengan senyuman, itu ditahan seolah-olah mereka memang mengharapkannya.
Yah, semua pasutri pasti menginginkan keturunan. Ditambah dengan munculnya Atla dan Eren, itu sudah seperti stimulan akan keinginan memiliki anak dari rahim mereka sendiri.
Aku selalu menunda kewajiban ini karena alasan tidak jelas. Sekarang kekuatan kami telah meningkatkan pesat. Ditambah dengan kehadiran para Einherjar, kekhawatiran tentang invasi musuh semakin berkurang.
Oh, benar juga, aku baru ingat tentang tubuh Homunculus Freya.
"Freya bagaimana dengan tubuhmu? Aku ingin melihatnya?"
Freya sedikit tersentak dengan kalimat itu. Merah merona di wajahnya perlahan menghilang.
"Eh, maksud kamu?"
Freya bertanya dengan kebingungan di wajahnya.
"Tubuh Homunculus kamu, aku ingin melihatnya."
Aku menjawabnya dengan biasa seolah-olah tidak ada masalah apapun.
Di sana, tiba-tiba wajah Freya menjadi gelap dan seakan-akan sesuatu di dalam dirinya telah bangkit, dia terlihat marah akan sesuatu.
"Eh, a-ada apa denganmu?"
"Ada apa, katamu? Dasar, pria paling bodoooh...!!"
Freya mencubit badanku dengan kekuatan sejatinya. Jujur saja, itu sangat sakit.
"Sakit, itu sangat sakit! Freya-- tidak, Sayang! Tolong hentikan, itu sangat sakit!"
"Apanya yang "Sayang"? Aku sudah berfikir terlalu jauh tentangmu. Tiba-tiba mengangkat pembicaraan tentang anak tapi kenapa berakhir dengan Homunculus? Dasar, pria bodoh!"
Oh, aku baru sadar akan hal itu.
Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya penasaran dengan Homunculus tetapi tidak pernah teringat bila sedang memiliki waktu.
__ADS_1
Dan juga, aku paham kenapa saat aku mengatakan ingin melihat tubuhnya, dia malah menjadi bingung. Bagaimanapun kami sudah sering mandi dan berganti pakaian bersama. Ketika aku bertanya tentang tubuh, sudah pasti Freya terheran.
Tanpa aku sadari, aku telah menginjak ranjau darat.
Sementara kami sibuk melakukan tindakan ofensif dan defensif, Merlin tertawa dengan wajah yang mempesona. Menyembunyikan mulut dengan tangan dan menutup matanya, dia tertawa cukup lama dan terlihat sangat menikmati kekesalan Freya.
Yah, kurang lebih, seperti inilah kegiatan rumah tangga kami. Aku tidak tahu apakah ini bisa disebut sebagai "keharmonisan" atau tidak, namun aku ingin mempertahankan keadaan ini agar kekal abadi.
Setelah aku menarik dan mencium mereka, semua menjadi tenang kembali. Sungguh, sangat menyenangkan memiliki istri seperti ini.
Tidak seperti kondisi rumah tangga di dalam fiksi, keadaan kami lebih damai karena kami saling menghargai.
Melanjutkan pembicaraan, aku meminta Freya untuk mengeluarkan Homunculus dalam tubuhnya.
Kemudian Freya mengambil bentuk spiritual dan perlahan keluar dari tubuh Homunculus. Secara bersamaan, tubuh itu perlahan berubah menjadi boneka berbentuk manusia dalam wujud kasar. Atau bisa dibilang kembali ke wujud boneka rancangan, tidak memiliki garis-garis khusus untuk menjadi sempurna.
Atau mungkin bisa disebut mentah? Yah, terserahlah. Intinya itu adalah boneka Homunculus berwarna putih polos belum ke bentuk manusia lengkap.
Tubuh Homunculus itu terjatuh di atas kasur karena Freya keluar dari sana.
"Lihat, di dalam benda ini terpasang sihir untuk memanifestasikan bentuk keaslian jiwa pengguna atau bisa juga membentuk tubuh sesuai selera pengguna. Barang ini sangat langka dan hanya dimiliki oleh klan teratas dari ras Seraphim. Tidak seperti aku, kegunaan asli dari benda ini sebenarnya untuk berinteraksi dengan makhluk dari dunia ini."
Freya menjelaskan sedikit tentang kegunaan sesungguhnya.
Freya datang ke dunia ini dengan alasan tidak jelas. Dia tidak pernah bercerita kepada kami kenapa dia bisa berada di dunia ini.
Namun, aku dan Merlin tidak pernah bertanya lebih jauh. Mungkin dia memiliki alasan tersendiri kenapa dia tidak ingin bercerita.
Lagi pula, ada kemungkinan lain seperti dia memang benar-benar tidak memiliki masalah apapun dan tidak memiliki hal khusus untuk diceritakan.
Seperti pembicaraan di awal, dia tidak masalah jika aku mengunjungi kediaman orang tuanya. Malahan, dia terlihat ingin memperkenalkan ku dengan mereka. Freya seperti tipe wanita yang mengatakan "tidak" di mulut tetapi "iya" di hati.
Wanita tipe seperti ini ada banyak, namun sangat sulit untuk mencari perilaku berubah-ubah seperti Freya.
Kenapa aku bisa mengatakan berubah-ubah karena dia mau bersikap malu-malu seperti itu hanya kepadaku.
Di depan banyak orang, dia tidak pernah seperti ini dan selalu bersikap tegas hingga orang sering salah mengira dengan sifat aslinya.
"Selain itu, benda ini entah bagaimana ikut berevolusi ketika kamu memberi aku Nilai Jiwa."
"Berevolusi?"
"Ya, sebelumnya, ini hanya boneka biasa. Dibuat semirip mungkin dengan tubuh manusia sampai struktur komponennya mencontoh sampel tubuh manusia. Sekarang benda ini memiliki kemampuan untuk berubah ke bentuk spiritual karena efek evolusi. Aku tidak tahu apakah ini suatu kebetulan atau tidak, tetapi menurutku boneka ini jadi lebih berguna karena memiliki kompatibilitas di dunia spiritual dan dunia manusia."
Mendengar seluruh penjelasan Freya, aku hanya bisa bertanya "Serius?" dan Freya menjawab "Iya" sambil mengangguk.
Dalam pemeriksaan lebih jauh, aku bisa merasakan adanya denyut nadi pada Homunculus itu.
"Bagian ini juga?"
"Ya, benda itu memiliki konsep metabolisme manusia. Bisa dikatakan bahwa itu merupakan manusia hidup tanpa jiwa. Sumber tenaga bisa didapat dari makanan atau energi Mana."
Aku pikir, itu tidak semua karena aku tidak melihat adanya alat reproduksi, tetapi Freya tidak perlu mengatakannya karena aku bisa mengerti.
"Karena kamu sudah tidak membutuhkannya, boleh aku mengambilnya?"
"Haruskah kamu mengatakan itu?"
Freya memberi senyuman nakal kepadaku.
Benar, jika aku meminta sesuatu, mereka selalu menurutinya. Mereka tidak pernah menyangkal perintah, justru selalu berusaha untuk mendukung.
Istri hebat dan penurut seperti mereka, pasti sangat sulit untuk dicari. Jika aku kehilangan mereka, mungkin saja aku tidak akan pernah mendapatkannya kembali.
"Kamu ingin menggunakannya untuk apa?"
Merlin bertanya dengan penasaran.
"Benar juga, karena kita memiliki banyak ahli teknik, mungkin kita bisa mereproduksi mereka? Aku boleh melakukan itu kan, Freya?"
Mata kami berdua mengarah ke Freya.
"Benda ini sangat sulit untuk dibuat, kamu tahu? Kami hanya memiliki satu alat dan itu pun alat dari teknologi masa lalu. Tidak ada catatan khusus tentang bagaimana cara membuat alatnya. Ditambah lagi, mereka memerlukan energi dalam jumlah besar untuk menjalankannya, jadi kami hanya bisa menghasilkan sedikit dalam satu periode."
Teknologi masa lalu, ya. Terdengar sangat bersejarah. Namun...
Jika mereka sudah memiliki alat itu sejak lama, itu artinya mereka sudah menghasilkan banyak Homunculus sekarang.
Benda itu juga terlihat memiliki sistem untuk mempertahankan keadaannya agar tidak membusuk, itu pasti pekerjaan sihir.
Hanya mengkonsumsi makanan tanpa esensi sihir tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok agar benda itu bisa bertahan lama. Sejumlah energi Mana pasti harus disuntikan dalam jangka waktu tertentu untuk memperpanjang masa aktifnya.
Yah, itu semua tidak akan menjadi masalah. Aku memiliki pemikiran sendiri untuk mengembangkan teknologi kuno ini.
Bagaimanapun juga, aku adalah manusia dari dunia lain. Pelajaran dari sekolah menengah hingga atas masih tersimpan di dalam kepalaku.
Mungkin, itu bisa sedikit berguna.
__ADS_1
Tapi tidak perlu khawatir, kami memiliki banyak orang pintar di kastil ini. Aku percaya jika mereka bekerja sama, mereka pasti bisa memenuhi harapanku.
Sigh, aku sangat menantikan hal itu...