
Mengakhiri pembicaraan, kami memutuskan untuk menaruh pintu antar dunia di salah satu ruangan kediaman Bestlafiol.
Mulai sekarang, kami bisa saling berhubungan satu sama lain hanya dengan melalui pintu. Karena pintu itu berada di dalam istana, itu sudah seperti kami berada di satu gedung yang sama.
Sangat hebat, sarana di dunia ini memang yang terbaik.
Ngomong-ngomong, mereka menerima barang pemberian dariku. Mereka juga bertanya apakah Manuel dan Nikolas akan diberikan hal yang sama. Dan aku menjawab, tentu saja.
Selain itu, Carol telah mengatakan atribut suci dapat meningkatkan daya tahan pada senjata atau benda. Pada saat itu, aku memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang batu kristal suci milik Seraphim.
"Kamu menginginkannya?"
"Ya, dengan batu kristal suci, saya bisa meningatkan daya tahan tubuh buatan itu."
"Oh, kalau begitu, kamu bisa gunakan batu di ruang harta sesukamu."
Dan langsung mendapatkan akses ke ruang hartanya.
Ayah mertua yang sangat baik. Aku bahkan sampai diizinkan untuk memasuki ruang hartanya.
Mungkin jika dibandingkan dengan puluhan senjata kelas Mistis milikku, harta keluarga ini tidak bisa dibandingkan.
Dia juga memperlihatkan perasaan terkalahkan olehku.
Tapi yang penting, aku telah mendapatkan sejumlah batu kristal suci dari mereka.
Batu ini memiliki banyak manfaat, dan sekarang aku bisa membuat item berartibut suci dengan bahan baku suci itu sendiri. Aku tidak perlu lagi menggunakan inversi elemen milik Hydra.
"Apa lagi yang sedang kamu pikirkan, Albert?"
Freya bertanya. Sambil menyentuh wajahku, dia terbaring lelah karena aku sudah memberinya "balasan" Terhadap sikapnya yang suka mempermainkan aku di hadapan kedua orang tuanya.
Saat ini, kami berdua sedang berbaring di atas kasur. Tertutupi oleh selimut karena tidak mengenakan pakaian. Alasan Freya lelah juga karena kami telah melakukan banyak hal.
Freya dan aku bisa memulihkan energi stamina dengan Mana, tapi tidak melakukan itu karena sudah waktunya untuk tidur. Jadi lebih baik tetap mempertahankan kondisi normal.
"Kamu sangat cantik."
"Aku tahu. Itu sebabnya kamu menyukaiku, kan?"
"Yah, akan jadi kebohongan jika aku mengatakan tidak. Tapi aku juga sangat menyukai sikap pemberanimu itu."
Sambil tersenyum sedikit, aku menggoda Freya. Kemudian dia mendapatkan wajah memerah setelah aku mengatakan itu.
Hanya memuji Freya dengan kata "cantik" memang tidak akan cukup untuk membuat dia senang.
Tentu saja kecantikan Freya saat ini adalah wajah sejatinya, tidak terpengaruh oleh sihir apapun kecuali riasan standar.
Selain itu, keberanian Freya memang patut dipuji. Dia telah melakukan banyak hal sendirian, dan pernah menentang kami — aku, Merlin, dan mantan npc yang lain — ketika melakukan hal yang menurut dia tidak baik.
Itu merupakan keberanian yang patut diberikan pujian. Lagian, dia sendiri sudah mengetahui kekuatan kami lebih besar daripada dirinya, tapi dia tetap berani mengatakan "tidak" ketika kami memiliki rencana aneh. Dan pada saat itu, dia masih belum menjadi wanitaku.
Selesai makan malam, kami memutuskan untuk beristirahat satu malam di sini dan akan menaruh pintu dunia besok pagi.
Aku juga telah mengirim pesan kepada Merlin agar Merlin dan yang lain mempersiapkan diri mereka untuk bertemu dengan keluarga Freya.
Oleh karena itu, para staf pembantu sedang mengurus berbagai macam keperluan untuk menyambut kedatangan keluargaku yang lain.
Pada awalnya ini hanya untuk pertemuan, tapi entah kenapa bisa menjadi sebuah acara sekaligus upacara pernikahan (ulang) kami — aku, Freya, dan Merlin.
Kami sudah mengatakan kalau Merlin adalah istri pertamaku, tapi Freya meminta acara ini dilakukan dengan kami bertiga. Jadi acara pernikahan ini diputuskan untuk kami bertiga.
Kami tidak terlalu memiliki banyak kerabat. Dan tidak ingin mengundang terlalu banyak orang. Nantinya itu hanya akan menjadikan sebagai acara formalitas biasa.
Meniduri wanita sebelum menikah, apakah ini dibenarkan? Jika mereka adalah manusia, mungkin akan dianggap salah.
Aku tidak terlalu mengerti peraturan manusia tentang hal itu karena aku tidak pernah mencari tahu. Lagipula, aku masih muda, belum pernah pacaran, dan tidak pernah berpikiran untuk "menikah" di usia muda sebelumnya.
Tapi itu pembicaraan tentang manusia, sangat berbeda dengan entitas spiritual. Sejak awal, kodrat mereka memang berbeda. Menghasilkan anak hanya dengan bercinta, tentu saja tidak bisa. Masih perlu beberapa tahapan lagi untuk bisa menghasilkan anak.
Istilah seperti "darah - daging" tidak akan cocok untuk entitas spiritual.
*****
Keesokan harinya. Pengaturan acara sudah diterapkan di taman kediaman keluarga Bestlafiol.
Ini hanyalah acara formalitas biasa, dan kami tidak memerlukan panggung dan penghulu atau pendeta untuk mengesahkan hubungan kami.
Itu hanya akan menjadi acara jamuan dan perkenalan para keluarga dari kedua belah pihak. Tidak harus spesial karena isinya hanya ada keluarga kami.
__ADS_1
Sementara tempat dan pengaturan sudah dipersiapkan, aku berada di salah satu ruangan besar istana untuk menempatkan pintu dunia.
Dan aku sedang bersama dengan Freya, Carol, Lilia, Manuel, serta Nikolas untuk menyambut kedatangan Merlin dan yang lain.
Pertama menaruh pintunya. Setelah pintu dibuka, Merlin dan yang lain datang mengenakan pakaian formal.
Aku menyambut Merlin dan yang lain sebagai orang pertama, dan memastikan bahwa semua orang yang diundang sudah mengantri di belakangnya.
Oh, ngomong-ngomong, aku mengenakan jas kesatria hitam dengan embel-embel berwarna merah dan emas, Freya mengenakan dress wedding merah dengan sulaman emas, sedangkan Merlin mengenakan dress wedding hitam dengan aksesoris berwarna merah.
Kurasa, gaun hitam di acara pernikahan tidak pernah dijumpai. Tapi aku tidak peduli dengan hal sepele seperti itu. Kami bertiga setuju untuk mengenakan pakaian dengan warna gelap karena Merlin.
Merlin dan Freya cantik — sangat cantik — dan aku telah menyuruh mereka untuk mengenakan pakaian apapun yang mereka sukai. Jadi aku tidak mengeluh melihat keduanya mengenakan itu. Justru sebaliknya, aku sangat menyukainya. Mereka terlihat seperti wanita dewasa yang siap untuk ditiduri--, ah maksudku, siap untuk dinikahkan.
Dilanjutkan dengan ketiga putri kami. Atla mengenakan pakaian merah agar terlihat sama seperti "Mama"-nya sedangkan Eren mengenakan pakaian hitam agar terlihat sama seperti "Ibu"-nya. Sementara Alice, dia tidak menyamakan gayanya denganku karena tidak terlalu menyukai pakaian rumit.
Sekarang dia mengenakan pakaian berwarna oranye dengan pita. Pakaian itu benar-benar mencerminkan kepribadiannya yang selalu ceria.
Dilanjutkan dengan William, Ignis, Leon, Eliza, Saber, Alfred, Kaguya, Titania, Luminous, Rin, para Einherjar (kecuali Niks), para eksekutif seperti Endrin, Tethra, Clara (termasuk Odimus, Gale, dan Mark), para Kesatria Pengawal Putri, dan terakhir para petinggi klan naga — Azure, Kanis, dan Selena.
Mereka semua mengenakan pakaian formal. Aku sudah menyampaikan kalau mereka boleh bersikap biasa dan mengenakan pakaian yang mereka sukai. Tapi tampaknya, tidak ada orang yang ingin mengenakan pakaian biasa di acara kami.
Para Einherjar hanya terdiri dari Julius, Damara, Diego, Veronika, Raphael, Matsu, dan Michiru. Niks dan sisa agen intelijen yang lain tidak ikut untuk mengawasi kastil. Sebagai gantinya Matsu dan Michiru menjadi perwakilan mereka.
Meski aku berkata begitu, kenyataan sebenarnya Niks sedang berada di dalam bayanganku. Atau lebih tepatnya, tubuh sejatinya memang selalu berada di sana dan hanya menggunakan clone untuk bekerja.
"I-Ini..."
Oh, Carol terkejut melihat keluargaku.
Sungguh, memangnya ada seseorang yang tidak terkejut setelah melihat mereka?
Mungkin Carol bisa melihat kekuatan para Einherjar dan yang lain, itu sebabnya dia terkejut. Namun, dia tetap tidak akan bisa menilai kekuatan sesungguhnya dari Merlin, William, Ignis, dan Leon.
"Nah, Ayah. Ini alasan kenapa aku tidak bisa menjelaskan tentang mereka kemarin. Sekarang, karena Ayah sudah melihat mereka secara langsung, aku baru bisa menjelaskan tentang mereka sekaligus memperkenalkan kalian."
Freya menghampiri Carol untuk menjelaskan.
Benar, kemarin, kami hanya bisa mengatakan kalau keluarga kami berasal dari berbagai ras. Tidak bisa menyampaikan dengan jelas karena mereka belum pernah melihatnya.
Sekarang Carol sudah melihat sendiri penampilan dan kekuatan keluarga kami. Dengan begitu, Freya bisa menjelaskannya dengan lebih sederhana.
Sementara itu.
Merlin memberi hormat kepada Lilia dengan tangan terpegang dan sedikit membungkuk, mirip seperti salam bangsawan. Kemudian dia melanjutkan...
"—Dan ini adalah ketiga putri kami, Atla, Eren, dan Alice."
Merlin memperkenalkan mereka, lalu Atla dan Eren mengangkat sedikit rok gaun mereka dengan kedua tangan, mirip seperti salam anak bangsawan.
Sedangkan Alice, dia sedang dipegangi oleh Merlin. Tidak mengerti dengan salam samacam itu, padahal sudah diajarkan.
Yah, dia sering melarikan diri ketika pelajaran ingin dimulai. Dia paling nakal dan sulit diatur, tapi kami tetap mencintainya.
Selain itu, aku sendiri tidak terlalu peduli dengan tata krama yang rumit.
"Ya ampun. Jadi kamu Merlin. Kamu sangat cantik!"
Lilia mendekati Merlin dan mengutarakan pendapatnya.
"Terima kasih atas pujiannya. Anda juga sangat cantik, dan Freya mirip sekali dengan Anda."
Merlin tertawa "Fufu" sambil menutup mulutnya.
"Ah, maaf, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Lilia, Lilia Bestlafiol, Ibunya Freya. Aku juga senang bisa bertemu dengan sahabat putriku."
Dan dengan begitu, mereka mengobrol secara terbuka agar bisa saling mengenal satu sama lain.
Beberapa menit kemudian, Lilia menurunkan badannya agar sejajar dengan Atla dan Eren yang sedang berada di depan Merlin.
"Dan ini adalah putri-putri kalian..."
Sambil berkata seperti itu, Lilia mengarahkan masing-masing tangannya ke arah Atla dan Eren untuk memegang wajah mereka berdua.
Dia juga memasang wajah yang sangat penasaran akan sesuatu.
"Kalian iblis tetapi tidak memiliki aura iblis. Kenapa bisa seperti ini?"
Lilia bertanya, benar-benar penasaran karena wajahnya memperlihatkan keheranan.
__ADS_1
"Mama dan Ibu mengajari kami berbagai mantra khusus untuk menutupi dan menyembunyikan aura."
"Um, dia bilang sangat berbahaya jika kami tidak menerapkan itu ketika datang ke sini."
Atla dan Eren menjelaskan kondisi mereka.
"Ibu dan Mama...?"
Sambil bergumam, Lilia bingung untuk beberapa menit. Tapi kemudian tertawa lepas karena menyadari sesuatu.
Benar, kata "Ibu" dan "Mama" memiliki arti yang sama. Tetapi Atla menyebut dua kata dengan arti sama di dalam satu kalimat seolah-olah itu adalah hal wajar.
Sungguh, melihat Lilia tertawa karena hal itu membuat aku malu akan sesuatu, ini terasa agak panas.
Aku tidak tahu apakah di luar sana terdapat keluarga seperti kami atau tidak, tetapi untuk bisa menerapkan hal seperti itu membuat kami menjadi keluarga yang cukup unik.
Selesai tertawa, Lilia menarik kedua anak itu ke dalam pelukannya hingga membuat Atla dan Eren terkejut.
"Meskipun kalian iblis, kalian tetap putri dari anakku. Itu artinya kalian adalah cucuku. Karena kalian sangat manis, aku mengizinkan kalian memanggilku "Nenek"."
Itu agak terlihat tidak nyaman untuk aku dengar. Meskipun, Lilia sudah berusia ribuan tahun, tetap saja dia masih terlihat muda.
Oleh karena itu, untuk menyebut dia nenek terdengar aneh di telinga manusia ku.
"Ini, ada apa denganmu?"
Lilia, setelah melepaskan pelukannya, dia baru menyadari bahwa tanduk sebelah kiri Eren tidak utuh.
Karena malu, selama ini Eren telah menyembunyikan tanduk itu dengan rambutnya. Hal seperti ini dilakukan hanya ketika dia pergi ke luar kastil.
Namun ini bukan seperti perasaan sedih atau sejenisnya, karena Eren sudah menerima bentuk tanduknya seperti itu. Hanya saja, dia masih belum mau memperlihatkan ke banyak orang.
"Um, t-tidak apa, Nenek. Tandukku sudah seperti ini sejak aku masih kecil."
Ketika Eren mengatakan "Nenek", wajahnya merah padam dan suaranya agak mengecil. Dia pasti sangat malu untuk mengatakan itu.
Tapi sebaliknya, Lilia melebarkan matanya mendengar dia telah dipanggil Nenek oleh Eren.
"Ya ampun! Aku mengerti, aku mengerti kenapa Freya membelamu sampai sejauh itu!!"
Lilia berteriak, dan telah mengejutkan semua orang. Dia juga memeluk Eren dengan erat, mengetahui Eren sangat manis, dia tidak bisa tidak memeluknya.
(Kami paham perasaan itu.)
Selain itu, aku tidak mengira kalau dia mau melupakan rasial Eren dan menganggapnya sebagai cucu sendiri.
Aku berterimakasih karena dia sudah mau membuka mata dan mengesampingkan perbedaan ras. Dia memiliki pandangan yang luas.
Sementara itu.
"Senang bertemu dengan Anda. Saya William Testalia dan dia adalah Olivia."
William memperkenalkan dirinya dan Olivia kepada Carol.
Berbicara tentang William. Aku jarang sekali membahasnya karena dia selalu berada di balai kesehatan bersama dengan Olivia.
Oh, dan juga, kali ini Olivia sedikit berbeda. Sejak aku mengintegrasikan jiwanya dengan tubuhnya, warna pirang di rambutnya sudah menghilang. Dan berubah menjadi warna putih bersih keperakan.
Dari awal dia memang sudah cantik, sekarang dia semakin cantik dengan gaun. Dan juga, tidak jarang aku melihat William dan Olivia mencari waktu untuk berduaan (yang kemungkinan itu adalah kencan).
Selain itu, mereka berdua semakin serasi karena Olivia juga memiliki kemampuan yang sama seperti William, yaitu keabadian.
Dia memiliki tubuh, dan tidak akan bisa mati. Bahkan jika tubuhnya dihancurkan, dia tetap akan beregenerasi menggunakan jiwanya sebagai dasar.
Dan juga, tidak perlu dipertanyakan lebih jauh lagi kenapa Olivia bisa abadi seperti itu padahal dia tidak memiliki kemampuan Vampire dan atribut suci seperti William.
Dia pernah mengalami hidup sebagai Undead. Singkatnya, dia pernah mati. Dan aku telah menghidupkannya kembali bertepatan dengan transisi pemberian nilai jiwa.
Proses asimilasi energi jiwa itu telah memperkuat jiwa Olivia dan menciptakan keadaan dimana jiwanya dapat lepas dari tubuhnya seperti makhluk spiritual.
Terlebih lagi, jiwanya sudah diperkuat karena proses evolusi itu dan menciptakan keadaan dimana jiwa Olivia tidak akan mengalami kebocoran energi ketika tidak mengenakan tubuh jasmani.
Mau dilihat dari mana pun, intinya dia adalah makhluk abadi.
Aku juga telah memberikan dia skill untuk menciptakan clone. Dengan begitu, kami menyimpan clone jiwanya sebagai bentuk asuransi kalau-kalau terjadi sesuatu terhadap Olivia.
Sangat hebat, bukan? Sebenarnya aku tidak hanya memberikan skill hanya kepada Olivia, tetapi juga kepada seluruh keluarga.
Meski begitu, image masih perlu dilakukan. Dan orang yang tidak bisa membayangkan efek skill tidak akan bisa mengaktifkan skill.
__ADS_1
Yah, aku hanya bisa berharap agar mereka mau belajar untuk bisa menggunakan skill mereka yang telah diberikan.