
Tubuh Rin, Hydra, Levi, dan si naga hitam mengeluarkan cahaya keindahan yang menyinari seluruh ruangan, mereka sedang melakukan fusi jiwa.
Energi jiwa Rin sedang dilebur perlahan untuk disalurkan ke si naga kecil oleh Hydra, Levi sibuk memfusi jiwa Rin dan si naga sambil menjaganya agar tetap stabil, sedangkan Clara berusaha menuangkan Spirit Water untuk Rin, dan William mengamati setiap perubahan yang terjadi.
Kecuali William dan aku, semua orang bekerja sama dengan baik. Mereka sedang melakukan keajaiban dengan resiko kematian tanpa panik sama sekali. Dua nyawa sedang dipertaruhkan di sini.
Aku melihat selama proses fusi ini dilakukan, Rin berusaha untuk mempertahankan kesadarannya tetap terjaga.
Jika operasi gagal dan Roh di tubuh naganya tidak terselamatkan, tidak hanya energi jiwanya yang dirugikan, tetapi mentalnya pasti akan jatuh mengetahui kerja kerasnya sia-sia.
Namun kekhawatiran seperti itu tidak diperlukan karena ahli yang melakukan operasi merupakan makhluk terpercaya. Jika Hydra berkata "bisa", itu berarti masalah sudah teratasi.
"Gao...!"
Selesai operasi, cahaya di tubuh mereka masing-masing perlahan mulai memudar, kemudian si naga mulai bisa bergerak dan meraung-raung.
"Raungan anak naga sungguh lucu."
William tersenyum melihat naga itu bertingkah.
"Sudah selesai?"
"Iya, Roh di dalam tubuh naga itu sudah stabil dan sudah menyatu dengan tubuh jasmaninya dengan baik."
"Oh, seperti yang diharapkan dari Hydra."
"Hmph, ini bukanlah hal sulit."
"Kamu terlihat seperti dokter gadungan yang bangga setelah menyelesaikan operasi keselamatannya."
Hydra memiliki kepala besar setelah dipuji.
Mengesampingkan Hydra, aku langsung menuju ke arah Rin dan naganya untuk mendengar kondisi mereka.
"Bagaimana keadaan kalian, Rin?"
"Aku, aku baik-baik saja. Dan aku bersyukur karena anak ini bisa terselamatkan, terimakasih Tuan Albert."
Rin berterima kasih dengan posisi duduk di lantai sambil memeluk si naga kecil. Itu terlihat seperti aku baru saja melakukan hal buruk terhadap mereka.
"Tidak perlu berterimakasih padaku, sejak awal aku memang berniat menghidupkan naga ini. Boleh aku menggendongnya?"
Aku penasaran, sebelumnya ukuran naga itu sangat besar (sekitar 9 meter, panjangnya). Namun sekarang menyusut menjadi sangat kecil, seukuran anak manusia berusia 5 tahun.
"Ah! Ini lembut sekali!"
Rin menyerahkan naga itu kepadaku. Ketika aku menggendongnya, ada tekstur kelembutan yang sangat sulit untuk dijelaskan.
Sungguh, itu seperti kelembutan dada seorang perempuan. Dan memiliki tekstur empuk seperti itu juga.
(Ini gila! Aku ketagihan untuk memeluk dan mengelusnya.)
"T-Tuan Albert, kumohon untuk hati-hati saat sedang menggendongnya."
"Ah, aku minta maaf. Tapi ini benar-benar sangat lembut."
"Iya. Meskipun saya tidak tahu kenapa kulitnya bisa seperti itu, namun saya tahu kalau dia adalah naga. Sayangnya dia tidak memiliki tanduk dan sayap."
Rin terlihat murung ketika mengatakan naga itu tidak memiliki tanduk dan sayap.
Aku sedikit mengerti tentang hal itu, mungkin itu bisa disamakan dengan anak manusia yang terlahir tanpa daun telinga atau hal-hal lain semacam itu.
Akan tetapi, terdapat satu cula kecil berwarna hitam di ujung hidungnya, terlihat lucu karena baru muncul sedikit. Kepala dan kedua kakinya cukup besar, ekor yang panjang, serta dua tangan kecil. Kurasa, kedua tangan kecilnya tidak bisa digunakan untuk bertarung, secara keseluruhan naga ini memang mirip seperti tyrannosaurus, padahal dia adalah naga.
Dan juga, dia memiliki kulit hitam halus bergaris putih. Naga tanpa sisik, varian unik.
"Kenapa kamu murung seperti itu, Rin? Aku benar-benar suka dengan anak ini, dia lucu dan sangat bersemangat. Walaupun dia tidak punya sayap, dia tetap memiliki gigi-gigi yang kuat ketika tubuhnya besar, dia sangat hebat. Jadi, jangan murung, aku sangat suka dengan anak ini."
Aku menyemangati Rin yang tampak depresi. Setelah mendengar kata-kataku dia agak baikan.
"Saya mengerti. Tuan Albert, tolong berikan anak ini sebuah nama."
"Kamu tidak ingin menamainya?"
"Aku ingin Tu-Tuan Albert yang menamainya."
__ADS_1
Rin menyuruhku menamai naga kecil ini, wajahnya agak tersipu. Aku suka reaksi gadis-gadis cantik bertingkah feminim.
"Aku sebenarnya memikirkan satu nama yang mungkin bagus bila dipakai oleh anak ini. Nava, Nava Testalia. Bagaimana menurut mu, Rin?"
"Aku juga berpikir itu bagus, Tuan Albert."
Oh, Rin menyukainya juga. Dia terlihat senang ketika aku memberi anak itu nama. Jadi, apa dia senang karena namanya bagus atau dia senang karena aku memberi nama?
"Sekarang Nava akan menjadi keluargaku, tolong perlakukan anak ini dengan baik."
"Baik, Tuan Albert." ×6
Aku membuat sebuah pernyataan. Setelah mereka mengerti, aku menyerahkan Nava kepada Rin dan mengelus kepalanya sebelum dia pergi ke tempat duduk untuk beristirahat.
Bagaimana dengan statusnya Rin? Aku sudah berpikir untuk menikahinya, namun itu harus diputuskan secara musyawarah. Belum lagi, gadis yang harus menjadi istri ketiga ku, itu harus Eliza. Jika Rin melangkahinya, Eliza pasti akan marah.
Ah, Eliza pasti juga akan marah setelah mendengar hal ini. Padahal aku belum menyelesaikan masalah ku dengan Freya, tapi itu akan segera bertambah lagi.
Sial, lebih baik aku segera menyelesaikan budidaya Homunculus ini daripada masalah terus berdatangan.
"R-Rin, bagaimana deng--"
"N-Nyonya Freya! Aku, aku, minta maaf!"
"Eh!? Kenapa kamu meminta maaf?"
"Aku melihat Anda bertengkar dengan Tuan Albert. Itu pasti karena anak ini, kan?"
"U-Ugh, itu bukan salah kamu maupun naganya. Ini semua salah Albert, jadi jangan salahkan dirimu sendiri ataupun anak ini. Kamu mengerti, Rin?"
"Tapi..."
"Sudah, kita lupakan saja hal ini. Boleh aku memeluk anak itu juga?"
"Iya, silahkan."
"Oh! Ini memang lembut banget ternyata."
Rin menghampiri Freya dan meminta maaf. Pada saat itu, setiap kata yang keluar dari mulut mereka membuat aku berkeringat dingin.
Untuk sekarang Freya terlihat seperti baik-baik saja, tapi nanti... Ah, mungkin kehilangan satu atau dua tangan tidak apa-apa, itu akan tumbuh lagi nanti oleh kemampuan pasif Hydra.
Setelah aku dan Hydra ditinggalkan sendiri, kami memulai ritual pemanggilan roh [Peringkat Tinggi]. Dalam klasifikasi, roh [Peringkat Tinggi] ditempatkan di peringkat ke dua setelah roh [Peringkat Rendah]. Urutannya menjadi; [Rendah], [Tinggi], [Besar], [Epic], [Legendaris].
Alasan aku melakukan ritual ini, aku ingin makhluk-makhluk ini menempati 203 Homunculus dan bekerja dibawah naungan ku.
Cara seperti ini akan memudahkan kami dalam melatih mereka karena memiliki kehendak daripada menggunakan kecerdasan buatan tanpa ego.
Seperti rencana awal, kami akan melatih mereka menjadi tentara atau kesatria yang sangat hebat.
Tapi aku tahu itu tidak akan mudah karena aku hanya memperkerjakan roh [Peringkat Tinggi]. Jika aku ingin mereka menjadi kuat dengan cepat, seharusnya aku memanggil roh [Peringkat Epic] atau [Legendaris]. Tapi, aku tidak bisa melakukan hal itu karena biaya pemanggilannya terlalu besar, aku dan Hydra tidak sanggup.
Sebenarnya ada opsi untuk menggunakan roh di dalam kartu peningkatan buff, kartu Clover. Kartu yang menyimpan roh para Einherjar sebelumnya. Namun aku pernah diberitahu kalau tidak semua roh di dalam kartu Clover itu baik, jadi lebih baik aku tidak membangkitkan mereka.
*Whosh*
Ritual dimulai, lingkaran-lingkaran sihir mulai bermunculan di mana-mana dan menciptakan keadaan distorsi ruang. Tidak lama kemudian, satu persatu roh bermacam-macam bentuk mulai bermunculan.
Semua berjenis hewan dengan atribut yang berbeda-beda. Padahal aku sempat berharap akan ada roh berbentuk humanoid muncul di peringkat ini, tapi ternyata dia tidak datang.
"Baiklah, itu bukan masalah. Sekarang, bagi kalian yang mengerti bahasa manusia, tolong pindah ke sisi sebelah kiriku."
Aku langsung memerintah mereka. Bagi mereka yang mengerti akan bergerak, dan yang tidak tetap berdiam diri di tempat.
Aku dan Hydra langsung memanggil 200 roh, tapi tidak ada dari setengahnya bisa mengerti bahasa manusia. Hanya sekitar 50 roh yang bergerak ke kiri.
Itu penyebab aku tidak bisa langsung memanggil roh peringkat atas, tidak semua roh dapat mengerti bahasa manusia, jadi sisa roh aku pulangkan kembali. Tapi aku tidak lupa untuk memberi mereka kompensasi karena sudah datang ke sini. (Aku tidak ingin dimusuhi.)
Aku dan Hydra terus mengulangi pemanggilan beberapa kali lagi, sampai kami mendapatkan 200 roh yang dapat mengerti bahasa manusia.
"Baiklah, setiap dari kalian yang ingin bekerja untukku, akan diberikan tubuh manusia di dalam tabung-tabung itu. Dan, aku akan menambahkan energi senilai seratus tahun untuk kalian. Lalu, bagi mereka yang tidak ingin bekerja bisa langsung kembali, aku tidak akan memaksa. Tapi aku tetap ingin mengajak kalian bekerja untukku, aku berjanji akan memperlakukan kalian dengan baik."
Setelah selesai, aku mengumpulkan mereka dan memberi tahu ketentuannya. Untungnya, tidak ada diantara mereka yang menolak. Karena jika ada, aku harus melakukan pemanggilan lagi, itu akan menambah pekerjaan.
Sesuai perintah, mereka berintegrasi dengan Homunculusnya dan membentuk kehidupan di sana. Kemudian aku memberi 100 ribu Poin Jiwa kepada masing-masing dari mereka, untuk bayarannya sekaligus untuk meningkatkan kekuatannya. Dua masalah langsung teratasi.
__ADS_1
Poin Jiwa itu aku dapatkan dari monster-monster yang dikalahkan oleh para Einherjar tahun lalu, ketika kami pertama kali menginvasi dunia roh. Itu masih meninggalkan sisa dan tidak pernah aku gunakan.
Sebelumnya mereka berada di kekuatan sekitar 8.100~10.000 — [B-Class] sampai [A-Class]. Tapi sekarang mereka sudah menjadi [SS-Class], roh [Peringkat Epic] dengan kekuatan 100 ribu lebih Poin Jiwa, sangat hebat.
Ditambah lagi, selama proses asimilasi Poin Jiwa, mereka tidak pingsan dan mengkonsumsi energinya tanpa masalah. Mungkin itu kehebatan para makhluk spiritual tentang urusan energi.
Mereka memang hebat sih, tapi sekarang mereka telanjang. Momen kehebatan mereka berkurang karena mereka tidak mengetahui budaya makhluk humanoid.
Selain itu, roh dengan sifat jantan akan memiliki kelamin pria dan roh dengan sifat betina akan memiliki kelamin perempuan. Itu adalah salah satu fitur Homunculus untuk mengidentifikasi hal tersebut. Sekali lagi, untung saja diantara mereka tidak ada jenis androgini.
"Tethra, Luminous, dan Clara tolong berikan mereka akomodasi yang layak."
"Baik."
"Saya mengerti."
"Albert, akan ditempatkan di mana mereka?"
Aku memanggil ketiga orang ini dan langsung menugaskan mereka. Lalu tethra bertanya tentang tempat tinggal mereka.
Kastil kami masih punya beberapa kamar kosong, tapi itu untuk tamu. Sedangkan sejumlah kamar di asrama juga sudah terpakai oleh warga manusia dari Kerajaan Herunia dan warga beastman dari Kerajaan Binatang. Jadi tidak ada tempat untuk mereka di ruang lingkup kastil ini. Tapi jika itu di luar...
"Gunakan saja beberapa perumahan kosong, itu tidak terpakai karena aku tidak berniat memberikan perumahan itu kepada manusia."
"Baiklah, aku akan pergi mengurus hal ini."
"Ah, kamu harus minta izin ke Azure. Katakan padanya kalau mereka bukan manusia."
"Iya, aku mengerti."
Aku ingat kalau hubungan antara naga dan manusia agak buruk. Ini kesempatan bagus untuk mengisi rumah-rumah kosong itu daripada tidak digunakan.
Sekarang tinggal tiga Homunculus. Dua berukuran besar, makhluk dengan empat kaki dan dua tangan. Lainnya adalah Homunculus pertama yang kami buat.
Aku jadi teringat dengan zodiak Sagitarius. Kalau tidak salah makhluk itu disebut Centaurus. Apakah kedua Homunculus ini bisa disebut Centaurus?
Aku tidak yakin karena agak berbeda sedikit, meskipun rupanya sama. Karena Homunculus ini tidak berbulu, itu putih halus seperti kulit manusia. Atau bisa dibilang kulit Giant. Kemudian dada mereka lebar, tampak gagah. Kurasa mereka punya kantung udara naga di dada mereka.
Yah, selama aku belum mengintegrasikan roh ke dalam tubuh itu, aku tidak akan tahu apa saja yang berbeda dari kedua Homunculus ini dan Centaurus.
Mereka akan menjadi yang terakhir, aku akan memanggil roh peringkat atas yang bisa berbicara bahasa manusia untuk digabungkan dengan mereka. Sekarang lebih baik mengurus Homunculus pertama kami dulu.
Syaratnya harus bisa berbicara bahasa manusia dan memiliki kemampuan bagus. Karena bagaimanapun, Homunculus pertama kami ini agak spesial.
Tidak, dia memang spesial karena aku sudah memodifikasi tubuhnya dengan logam sihir.
Dia memang harus menjadi spesial karena dia akan memimpin teman-temannya (para roh di tubuh Homunculus) supaya menjadi kesatria hebat.
Oh, apakah itu berarti aku harus mencari roh yang loyal?
Selain itu, apakah mereka mau bertarung ketika aku menyuruh mereka bertarung? Aku ingat mereka bukanlah entitas petarung, kan? Jika aku ingin menjadikan mereka prajurit atau kesatria tangguh, aku seharusnya memanggil entitas spiritual yang suka bertarung seperti iblis atau malaikat...!?
Huh, bagaimana ini? Aku sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk mereka. Tapi jika mereka ogah-ogahan untuk bertarung, aku sama saja berinvestasi di tempat yang salah!
(Ah, gawat! Kenapa aku baru mengingat hal ini sekarang!?)
"Hei, ada apa denganmu?"
"Gao...!"
Ketika aku sedang panik, Freya tiba-tiba menghampiri ku dari belakang. Dia bersama dengan Nava dan Merlin.
Nava, dia lucu sekali karena ekornya tidak bisa diam. Dia sedang dipeluk oleh Freya dan cukup terlihat menikmati elusan-elusan Freya.
"Aku, aku baik-baik saja. Di mana ibunya?"
"Huh, kamu sibuk mengurus para bonekamu itu dan melupakan Rin? Dasar pria tidak becus. Biarkan aku memukulmu sekali supaya kau sadar!"
"..."
Freya sangat marah. Dia benar-benar terlihat kesal sampai urat di pelipisnya muncul.
Di saat-saat seperti ini, aku tidak bisa berkata apa-apa. Karena, itu bisa menjadi bensin yang dilempar ke api jika aku salah berbicara dan membuat dia semakin marah.
"Mau bagaimana lagi, aku harus cepat-cepat menyelesaikan hal ini daripada kejadian sebelumnya terulang lagi. Tolong maafkan aku."
__ADS_1
Tapi, diam juga tidak bagus. Situasi ini menempatkan aku menjadi serba salah. Oleh karena itu aku hanya bisa menundukan kepala dan berhenti bersikap sombong.
Mungkin aku bisa menang jika bertengkar dengannya, tapi jika dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan, itu akan menjadi akhir yang buruk untukku.