
Setelah keluar dari kastil, Demiurge dan Silvana pergi ke arah utara sambil melihat pemandangan kota dari langit.
Mereka pergi meninggalkan kastil dengan sihir terbang Demiurge.
"Ini kota yang sangat indah."
"Benar. Kalau tidak salah, pria itu berkata untuk tidak mengacaukan kotanya. Apakah dia orang yang memerintah daerah ini?"
"Aku tidak tahu pasti, tapi dia adalah orang yang membangkitkan kita berdua, Demiurge."
Percakapan Demiurge dan Silvana sesudah meninggalkan kota.
Mereka terbang dengan aman. Walaupun Demiurge tahu banyak mata yang mengawasi kepergiannya, dia tetap cuek.
"Kita ingin pergi ke mana, Demiurge?"
"Aku tidak tahu. Untuk sekarang, kita menjauh dari kota ini lebih dulu. Sebenarnya aku sudah mencoba untuk melakukan teleportasi ke beberapa tempat yang sudah aku tandai, tapi tidak ada satupun dari lokasinya yang dapat terlacak."
"Apa itu berarti..."
"Iya. Kita mungkin sedang berada di tempat yang sangat jauh."
"Ya ampun."
Mereka terus terbang, lurus ke arah utara. Melewati pegunungan, hutan, sungai, dan juga rawa-rawa. Mereka bahkan melewati Gunung Putih Mulia, gunung terbesar di seluruh dunia.
Demiurge terus mengudara. Dan sejauh mereka terbang, mereka tidak pernah menemukan kota atau desa selain kota sebelumnya.
Dia juga melihat kalau Silvana sudah tidak kuat berjalan lebih jauh lagi. Oleh karena itu, Demiurge memutuskan untuk mendarat di suatu tempat dan mencari gua atau tempat berteduh lainnya untuk beristirahat.
"Silvana, kau baik-baik saja?"
"Huh, apa kita sudah sampai di tujuan?"
Demiurge mengkhawatirkan kondisi Silvana, namun ternyata Silvana hanya mengantuk karena terlalu lama terkena angin di atas langit.
"Kalau kau ingin istirahat, kau seharusnya bilang padaku, Sigh. Kau selalu saja membuat aku khawatir."
"Hehe, rasanya sangat nyaman dipeluk seperti ini olehmu."
Di tengah hutan dengan pepohonan tinggi, mereka berciuman dengan perasaan hangat. Kemudian Demiurge memutuskan untuk mendarat di tanah lapang, dekat dengan sungai.
"Kita sedang berada di mana?"
"Di tengah hutan. Aku mencoba mencari desa atau kota, tetapi tidak bisa menemukannya."
"Kalau begitu kita beristirahat di sini sebentar. Apa kamu lapar?"
"Aku hanya merasa aneh dengan tubuh ini."
Membahas tentang kondisi tubuh, Demiurge merasa kalau ada yang aneh dengan tubuhnya. Dia juga ingat kalau dia seharusnya sudah mati di tangan Julius. Itu sebabnya hal pertama yang dia pikirkan hanya melarikan diri darinya.
"Err, sebenarnya, aku melihat pria bernama Albert memindahkan jiwamu ke tubuh monster Centaur."
"Apa? Tubuh monster Centaur?"
"I-Iya. Mereka bilang itu tubuh bagus untukmu. Dan persyaratan kamu dihidupkan, kamu harus berada di tubuh itu. Jadi aku..."
"Kamu menyetujuinya?"
"..."
Silvana menganggukkan kepalanya, tapi tidak berani menatap Demiurge. Dia merasa sangat bersalah karena telah menyetujui syarat itu.
"Aku, aku minta maaf Demiurge. Karena keegoisan ku, kamu berakhir di tubuh monster. Aku hanya ingin melihatmu sekali lagi..."
Silvana merasa sangat bersalah, tubuhnya tidak berhenti gemetar karena takut. Namun Demiurge memeluknya dan menenangkan Silvana.
"Aku rasa ini baik-baik saja. Tapi bagaimana denganmu? Apa kamu juga memiliki keanehan di tubuhmu?"
Demiurge memang sedang bingung karena tubuhnya saat ini bukan dalam bentuk Centaur, tidak seperti apa yang Silvana bilang. Tapi Demiurge Juga tidak bisa melihat kekasihnya merasa ketakutan seperti itu dan memilih untuk mengkhawatirkan Silvana terlebih dahulu.
"Tidak, mereka bilang, ini adalah tubuh yang terbentuk dari energi Mana."
"Apa itu artinya, tubuhmu lebih bagus daripada tubuhku?"
"Demiurge, kamu mesum."
"Ah, tidak, bukan itu maksudku!"
Silvana sedikit menggoda Demiurge karena dia berani membahas tubuh seorang wanita. Di sana Silvana tertawa karena mendapatkan respon kikuk darinya. Karena tidak bisa menahan seberapa lucu kekasihnya, Silvana memeluk Demiurge sekali lagi.
Mereka berpelukan selama mungkin untuk menghilangkan rasa kerinduan di antara mereka.
Setelah itu, Demiurge mengingat kata-kata terakhir pria yang mengirim dia keluar kastil, dan ingat juga kalau pria itu memberi hadiah atas pertemuannya kembali dengan Silvana.
"Ada apa, Demiurge?"
Silvana bertanya ketika Demiurge sedang mengeluarkan pendant dari sakunya.
"Ini pendant dari pemberian orang itu. Apa kamu tahu sesuatu tentang ini?"
"Dia bilang, di dalam sana ada sepasang senjata khusus untukmu, kan?"
"Huh, dia berkata seperti dia tahu semua tentangku. Tapi, ya, mungkin dia memang sudah mendapatkan informasi tentangku dari Julius."
"Julius?"
__ADS_1
"Dia adalah pahlawan yang telah membunuhku."
"Hah? Orang itu berada di antara mereka?"
"Itu benar."
Silvana tidak mendengar hal itu dari mereka, itu membuat dia mewaspadai mereka.
Pendant dengan batu emerald, dan di dalam casing batu tersebut terdapat satu buah perisai kecil dan sebuah lembing berwarna hitam.
"Magic Item?"
"Apa? Dia memberikan senjata sihir untukmu?"
Senjata sihir, atau item sihir sangat berharga di negara mereka. Ditambah lagi, kelas senjata di dalam pendant itu sangatlah tinggi. Itu wajar jika mereka berdua terkejut.
"Demiurge, kupikir, pria itu orang baik."
"Kenapa kamu berpikir seperti itu?"
"Dia orang yang membangkitkan kita berdua, dan dia juga orang yang sangat dihormati oleh mereka. Tapi dia tidak sombong. Dia bahkan memperbolehkan kita keluar dari sana padahal dia sudah repot-repot membantu kita."
"Hmph, dia pasti tidak ingin aku menghancurkan kotanya makanya dia melepaskan kita begitu saja."
"Demiurge, apakah kamu yakin tentang itu? Kita dihidupkan kembali olehnya, tahu. Menurutku, dia bisa membunuh kita dengan mudah kalau dia mau, tapi dia tidak melakukan itu."
"... Ya, itu benar. Tapi manusia tidak bisa dipercaya, Silvana. Mereka telah berbuat kejam terhadapmu. Mungkin saja mereka ingin memanfaatkan kita."
"Uh, aku tidak bisa menyangkalnya karena dia sudah memindahkan jiwamu ke dalam tubuh monster ini. Tapi kita juga tidak bisa melarikan diri karena kita berhutang pada mereka."
"..."
Mereka berdebat untuk menentukan apa yang ingin mereka lakukan selanjutnya. Silvana berpikir kalau mereka lebih baik kembali ke tempat Albert untuk membalas budi.
"Aku selalu terganggu dengan ucapanmu, biarkan aku sendiri. Aku ingin memastikan seperti apa tubuhku yang sekarang."
"Baiklah."
Demiurge menjauh dari Silvana dan melangkah ke tengah-tengah tanah lapang. Kemudian dia berkonsentrasi dan menemukan sihir transformasi sedang terpasang. Karena itu adalah tugas yang mudah baginya, dia hanya perlu melepaskan sihirnya dan kemudian dia kembali ke wujud Centaur.
"Apa ini, rasanya benar-benar aneh..."
Demiurge merasa gelisah. Tapi tidak lama mulai terbiasa dengan otot-ototnya dan mencoba untuk bergerak supaya dia bisa membiasakan diri.
"Bagaimana kondisimu!?"
"Ah, sejauh ini masih baik-baik saja."
"Kamu terlihat aneh, tapi cukup keren!! Aku ingin naik ke atas pundakmu!"
"Tidak bisa, itu berbahaya! Tetaplah di sana dan jangan mendekat!"
Silvana harus berteriak untuk dapat berkomunikasi. Dan karena Silvana sangat kecil, Demiurge menyuruhnya menjauh karena takut terinjak jika dia lepas kendali.
Demiurge ingin sekali berlari menggunakan ke-empat kakinya, namun itu mungkin akan membahayakan Silvana. Jadi dia mengurungkan niatnya dan mencari informasi lain.
Di dalam jiwanya, terdapat beberapa skill baru yang muncul ketika dia berubah menjadi Centaur. Diantaranya adalah, Dragon Skin dan Regenerasi. Tubuhnya juga memiliki afinitas tinggi terhadap atribut api dan kemungkinan bisa merubah tubuhnya menjadi api itu sendiri.
Tapi dia tidak melakukannya karena sedang berada di dalam hutan. Pada akhirnya, dia hanya mencoba skill [Dragon Skin] yang terlihat sangat mumpuni untuk pertarungan.
Secara bertahap, semacam plat baja berwarna hitam terpasang dari kepala hingga ke ujung kaki, kecuali daerah-daerah persendian dan ekornya.
"Huh, apa ini!"
Demiurge terkejut karena kepalanya tertutupi sebuah helm. Tubuhnya memang menjadi sulit untuk bergerak leluasa, tapi untuk bergerak maju, mundur, ataupun berlari sepertinya masih bisa dilakukan.
Tidak lama kemudian, dia ingat sepasang senjata di dalam casing pendant. Senjata itu jelas-jelas untuk seorang Lancer, dan menurut Demiurge, itu akan sangat cocok jika digunakan olehnya dalam bentuk Centaur.
Oleh karena itu, dia mulai memasukkan Mananya ke dalam pendant yang berada di dalam jiwanya, kemudian sepasang senjata itu muncul dengan sendirinya di hadapan Demiurge dalam bentuk jumbo.
"Hebat, kamu sangat cocok mengenakan itu! Kamu terlihat seperti kesatria!"
Silvana mengutarakan pendapatnya ketika melihat Demiurge ke bentuk Centaur. Itu terlihat seperti kesatria penunggang kuda raksasa dengan armor full plate dan sepasang senjata besar.
\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=
"Ohh~!!" ×(banyak orang)
Di sini, di ruang makan. Kami berkumpul untuk makan siang. Meja tidak terisi penuh namun terdapat para Einherjar, Luminous, Rin, Kaguya, Titania, Tethra, dan si anak baru — Sophia.
Meja makan kami jadi meriah karena Demiurge. Aku secara sengaja menampilkan gambar Demiurge ke seluruh orang ketika dia sedang berubah, itu membuat mereka terkejut betapa kerennya Demiurge.
Akan tetapi, keterkejutan Sophia tidak didampingi oleh kesan atau kagum, melainkan rasa tidak nyaman.
"A-Aku seperti itu juga?"
"Benar Sophia, bukankah itu keren?"
"Hee~ he he. Begitu, ya."
Apa yang kamu pikirkan ketika kamu berubah menjadi monster? —itu adalah pertanyaan di kepalaku, dan jawaban dari pertanyaan itu adalah bentuk yang sedang ditampilkan wajah Sophia.
Sungguh, aku sangat merasa bersalah melihat dia tertawa putus asa seperti itu.
"Jika kamu tidak suka, kamu bisa mengadu ke Tuan Albert, tahu."
"K-Kenapa aku harus melakukan itu. Aku akan menerima tubuh ini dan akan membiasakan diri secepatnya supaya aku dapat berguna untuknya. Lebih berguna daripada kalian!"
__ADS_1
"Apa kamu bilang!? Ngajak berantem?"
"Aku tidak bilang seperti itu. Pada kenyataannya kalian memang tidak berguna 'kan, karena bahkan dengan adanya kalian berenam, Tuan Albert masih harus memanggil aku dan Demiurge. Huh, mau bagaimana lagi, aku akan menghilang kecemasan di hati Tuan Albert dan akan berdiri di atas kalian!"
"Kamu banyak bicara ya, oi!"
Anggota baru Einherjar langsung menunjukkan kepercayaan dirinya di hadapan para Einherjar lama. Itu semangat bagus yang tidak dimiliki oleh para Einherjar lama, Sophia selain anak bermasalah dia juga tangguh.
"Ayah, siapa dia? Dia punya perisai yang sangat besar..."
"Eh!? Bagian itu?"
Putri tertua kami, Atla, hanya menunjukkan ketertarikannya terhadap apa yang menurut dia bagus. Padahal kita sedang menghebohkan transformasi Demiurge.
«Demiurge, bagaimana menurutmu? Apakah tubuh itu bagus?»
"Huh, seseorang berbicara di kepalaku?"
Aku berbicara melalui Komunikasi Jaringan Hydra. Aku tidak mungkin melepaskan pengawasan ku dari tubuh Homunculus itu. Jadi memasang Hydra Crest di tubuh itu sejak awal merupakan penanggulangan yang bagus.
«Aku adalah orang yang membangkitkan kalian berdua.»
"Begitu, ya. Aku memang terkesan dengan tubuh ini, bisa dibilang tubuh ini sangat cocok untuk berperang. Tapi ini tidak cocok dengan seleraku."
"Demiurge, kamu berbicara dengan siapa?"
Demiurge mau berkomunikasi denganku, yang berarti dia tidak mewaspadai ku sebagai musuhnya lagi. Tapi, sebagus apapun tubuh itu, itu memang aneh ya? Kepercayaan diriku turun lagi setelah melihat respon Sophia dan Demiurge.
«B-Begitu rupanya, aku minta maaf.»
"Apa hanya itu yang ingin kau bicarakan?"
«Tentu saja, tidak. Kembalilah ke sini. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, aku berjanji tidak akan memaksa kalian berdua melakukan hal yang tidak ingin kalian berdua lakukan.»
"Apa aku harus percaya dengan kata-kata itu?"
«Ya ampun, aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Ke sini saja dan makan siang bersama kami.»
"Hm?"
Aku menyuruh Hydra memfoto keseluruhan ruang makan yang di dalamnya terdapat kami dan mengirim foto itu ke dalam kepala Demiurge.
«Makananmu dan Silvana akan menjadi dingin jika kamu tidak buru-buru kembali ke sini.»
"Kau berbicara seperti kami akan kembali."
«Kamu pasti kembali karena kamu tidak tahu harus ke mana. Baiklah, aku ingin melanjutkan makan siangku.» *bip*
"O-Oi! Tunggu, Hei!! ... Uh, orang itu."
Ada ketidakpuasan di wajah Demiurge, itu di tampilkan di layar monitor.
"Apa yang beliau katakan?"
"Makanan kita akan menjadi dingin jika kita tidak buru-buru kembali."
"Hah, dia mengajak kita makan? Itu tidak sopan kalau kita tidak datang, Demiurge."
"Ah, baik-baik, aku mengerti. Ayo kita kembali."
Demiurge memutuskan untuk kembali. Dia berlutut untuk mengambil Silvana dengan tangan besarnya itu sambil menghilangkan helm di kepalanya. (Dia secara alami sudah bisa mengoperasikan skillnya.)
"Aku ingin mencoba berlari dengan tubuh ini. Kau berani duduk di atas kepalaku?"
"Aku berani. Begini-begini, aku pernah menaiki binatang gaib beberapa kali, tahu."
"Huh, kali ini akan sedikit berbeda."
Demiurge berusaha menempatkan Silvana di atas kepalanya, dan memberikan Silvana beberapa mantra untuk keamanannya. Kemudian Demiurge mengambil lembingnya kembali dan mulai berdiri.
Demiurge mulai berjalan perlahan, dan sedikit demi sedikit mulai meningkatkan kecepatannya.
"Bagaimana kondisimu?"
"Aku baik-baik saja, kau bisa berlari lebih cepat lagi!"
"Baiklah kalau begitu."
Sesuai permintaan Silvana, Demiurge meningkatkan kecepatan mereka sampai ke tingkat tertinggi.
Itu seharusnya buruk bagi Silvana, tapi mereka seperti menyelimuti diri mereka sendiri dengan semacam sihir.
"Ohh! Ayah, dia sangat cepat!"
"Perisainya tidak menghalangi gaya berlari pria itu."
"Naik di atas kepalanya pasti sangat menyenangkan."
Kami menyaksikan penampilan Demiurge dari layar monitor, dan anak-anak cukup menikmatinya.
Fufu, tampaknya kami harus punya fasilitas hiburan di ruang makan.
Selain itu, kenapa anak-anak itu tidak menganggap wujud Demiurge aneh? Apa karena mereka terbiasa dengan kehidupan tinggal bersama para monster, mereka jadi memaklumi bentuk aneh Demiurge?
Yah, apapun itu, aku jadi tertolong karena mereka tidak bertanya tentang jenis ras Demiurge.
Setelah Demiurge kembali, aku menyuruh salah satu maid kami untuk menjemputnya di depan pintu dan mengantar mereka berdua ke ruang makan.
__ADS_1
Kecepatannya memang mengerikan. Mereka bisa sampai ke sini hanya dalam kurun waktu beberapa menit.
Hanya saja, setiap tempat yang ia lewati menjadi hancur. Aku tidak suka itu dan akan menegurnya nanti.