Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Ini Kesalahan.


__ADS_3

Tersadar betapa seriusnya masalah baru ini, aku berdiri dari tempat duduk.


*Krek*


Bangku tergeser dan mengejutkan seluruh orang di ruangan ini.


"Ada apa, Tuan Albert?"


Ignis bertanya mewakili semua orang, wajahnya terlihat bingung karena aku tiba-tiba bangkit dari bangku padahal sedang serius membicarakan rencana dengan Roy dan Frederick.


"Aku baru saja mendapatkan masalah besar, Ignis. Kita harus mengadakan pertemuan keluarga sekarang!"


Aku menjawabnya dengan cepat seolah-olah situasi benar-benar genting.


"Eh, lalu bagaimana dengan mereka?"


Ignis menyinggung Roy dan Frederick.


Aku menatap mereka berdua dan mempertimbangkan untuk melanjutkan pembicaraan atau menundanya.


Dan pada akhirnya, aku memprioritaskan rencana kami terlebih dulu.


Kurasa, rencana ini lebih bagus bila dikerjakan secepat mungkin, karena itu demi kepentingan negara.


"Benar juga, ayo kita selesaikan pembicaraan ini lebih dulu."


Sambil merapihkan tempat duduk, aku meneruskan pembicaraan.


"Tugas ini, apa kalian ingin mengambilnya? Jika tidak diambil maka aku akan membunuh kalian sekarang. Aku sedang sibuk, jadi cepat berikan jawaban kalian sekarang juga."


Aku mendesak mereka. Tidak terlalu peduli dengan kehidupan mereka karena aku bisa menggunakan beberapa Bangsawan penting yang ikut dalam peperangan untuk menggantikan tugas kedua orang itu melaksanakan rencana ku.


Aku masih ingin menggunakan mereka berdua hanya karena beberapa alasan.


Mendengar aku akan membunuh mereka jika tidak menerima tugasnya, mereka berdua terlihat sangat gemetar ketakutan.


"T-Tuan Maha Agung, kami akan menerima tugasnya. Tapi, bolehkah saya bertanya kenapa Anda ingin kami mengerjakan tugas itu?"


Akhirnya pemikiran mereka sudah sampai ke sana.


"Untuk itu, alasan pertama karena kalian adalah Kaisar dan Penasihatnya. Dan alasan kedua adalah karena aku ingin sekali kalian mengantar kami bertemu dengan pemimpin kalian, penguasa bangsa Vampire."


Aku menyampaikan alasanku, dan karena alasan itu juga mereka masih hidup sampai sekarang.


"Anda ingin bertemu dengan pemimpin kami? Anda ingin melakukan apa terhadap Beliau?"


Roy bertanya dengan khawatir.


"Kau banyak bertanya, ya."


Dan membuat aku sangat kesal karena dia terus saja bertanya.


Aku mengepalkan tinjuku dan menampilkan itu di hadapan mereka. Tentunya itu menakuti mereka.


Ignis dan Luminous bahkan sudah siap untuk menghabisi mereka. Bagaimanapun juga, sangat jarang bagiku untuk bisa memperlihatkan perasaan kesal seperti sekarang.


"Sigh, dengar. Aku ingin bertemu dengan pemimpin kalian karena aku ingin bekerja sama dengannya. Lagipula, pemerintahan Kekaisaran Dortos selalu diawasi oleh dia, kan? Itu artinya, setelah ini dia harus memutuskan siapa yang akan menjadi Kaisar selanjutnya karena kalian berdua tidak akan berguna lagi bagi Kekaisaran."


Aku menjelaskan semuanya secara serampangan.


Mereka berdua — Frederick dan Roy — akan bertanggung jawab atas kekalahan perang mereka dengan Kerajaan Herunia.


Bagaimanapun mereka adalah orang yang menyebabkan terjadinya bencana di mata para penduduk Kekaisaran Dortos.


Hukuman mereka pasti adalah hukuman mati, dan mereka berdua mengerti hal itu. Namun mereka tidak panik.


Mereka adalah Vampire. Meski kepala mereka terpotong dengan pisau Guillotine, itu masih tidak akan bisa membunuh mereka.


Paling-paling mereka hanya akan pura-pura mati di dalam peti mati sampai semuanya tenang.


Vampire memiliki kekuatan supranatural, dapat hidup lama selama mereka terus mengkonsumsi nutrisi dengan baik. Nutrisi itu tidak lain adalah darah manusia.


Yah, kurasa Vampire di sini tidak terlalu jauh berbeda dengan Vampire dari dunia asalku, dimana jantung dan matahari merupakan kelemahan mereka.


Namun dalam kasus True Vampire mungkin sedikit berbeda dengan Vampire biasa. Dimana Vampire tersebut memiliki darah murni mengalir di tubuh mereka.


Tidak seperti Vampire berdarah campuran, Vampire berdarah murni merupakan leluhur pertama para Vampire. Atau bisa dibilang, pendiri bangsa Vampire.


Keberadaan mereka sudah ada sejak pembentukan ekosistem alam dunia ini. Bersamaan dengan munculnya beragam spesies manusia hibrida seperti Demi-human, Demi-god dan sejenisnya.


Para True Vampire itu tidak akan mudah mati hanya karena terkena sinar matahari atau hancurnya jantung, sama seperti William.


Tapi, William tidak terdaftar makhluk dari dunia ini. Cuma dia satu-satunya Vampire yang memiliki atribut Suci di sini.


Ah, karena dia merupakan Vampire, dia juga selalu menghisap darah Olivia tampaknya. Meski mereka tidak mengatakan hal privasi itu kepadaku, namun aku dapat mengetahuinya karena William selalu meninggalkan bekas gigitannya.


Mengetahui hal itu, aku bertanya kepada William apakah dia mencintai Olivia atau tidak. Jawabnya, dia sangat menyukai Olivia.


Aku merasa lega mendengar itu dan menyuruh William untuk menjadi pria yang bertanggung jawab.


Di keluargaku, semua pria harus menjunjung tinggi rasa tanggung jawab di dalam hati mereka. Karena itu merupakan salah satu perilaku yang dapat menciptakan kesejahteraan di dalam keluarga.

__ADS_1


Ah, kembali ke Roy dan Frederick.


Selesai mendengarkan penjelasan, keraguan mulai muncul di wajah mereka.


Mereka berdua pasti memiliki banyak pertimbangan karena kami merupakan pihak yang sangat tidak dikenal dan misterius.


Ditambah lagi, kekuatan kami juga menjadi alasan terpenting kenapa mereka tidak berani membawa kami ke sarang mereka, rumah para Vampire.


"Ck, asal kalian tahu saja. Aku sudah mengetahui dimana lokasi pemimpin kalian berada. Apa kalian tidak ingat kalau kalian pernah mengantar kami ke sana? Sudahlah, jika memang tidak ingin bekerja, seharusnya kalian mengatakan itu lebih awal. Dasar tidak berguna."


Mengakhiri kalimat, aku menyalakan api suci di tangan kananku.


Namun, itu tidak seperti api suci berwarna putih yang selama ini aku gunakan, melainkan api berwarna hitam.


(Padahal aku sudah terbiasa menggunakan api suci, tapi kenapa warnanya berubah menjadi hitam?)


Aku mulai bertanya-tanya, tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


"T-Tuan Maha Agung, tolong maafkan kami. Kami akan bekerja sesuai kehendak Anda!"


Mereka bersujud, merasa sangat bersalah. Dan juga sangat ketakutan.


Kurasa, mereka sudah mengerti kalau aku tidak ingin mencari permusuhan terhadap bangsa Vampire.


"Baguslah kalau kalian mengerti. Tunggulah di dalam sel, aku akan membangkitkan beberapa bangsawan untuk membantu kalian mengurus tugas itu."


Beberapa bangsawan dalam pasukan ekspedisi sudah terdaftar olehku, meski tidak semuanya.


Setelah Freya membuat permintaan untuk tidak membunuh pasukan musuh, Niks telah mengambil sampel aura dari beberapa Bangsawan berpengaruh untuk digunakan sebagai penanda.


Sample aura itu diteruskan ke Hydra, tujuannya untuk membedakan banyaknya jiwa yang tercampur di dalam dimensi Hydra. Mana jiwa seorang bangsawan dan mana yang bukan.


Bagaimanapun, kami tidak bisa membedakan status orang ketika sudah menjadi energi.


Hal seperti itu, sebenarnya tidak bisa langsung terpikirkan begitu saja.


Kami pada awalnya berniat menggunakan clone Niks untuk menangkap para bangsawan itu secara langsung agar tidak ikut terkena ombak pemusnahan.


Namun, ide bagus tiba-tiba datang dari Hydra. Menyarankan agar Niks hanya perlu mengambil sample aura mereka (para bangsawan), tidak perlu sampai menangkap mereka.


Karena Niks hanya perlu mengambil aura mereka, dia dapat mengerjakan tugas itu dengan cepat dan tidak menimbulkan kegaduhan di dalam pasukan.


Frederick dan Roy sudah dibawa oleh Erhard kembali ke dalam sel. Dan hanya menyisakan aku, Ignis dan Luminous di dalam ruangan.


"Baiklah. Ayo Ignis, menuju ke ruang konferensi sekarang. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan kalian. Kau juga ikut, Luminous."


"Baik." ×2


Aku memberi perintah ke seluruh keluarga untuk datang ke ruang konferensi melalui jaringan komunikasi Hydra. Termasuk para pelayan terdekat seperti Titania, Kaguya, dan Rin, serta para Einherjar.


Bahkan aku juga menyuruh Freya kembali dari rumah orangtuanya sambil membawa anak-anak.


Judulku sebagai Raja Iblis, kupikir Putri-Putriku juga harus mengetahui hal itu. Mereka sudah besar dan sudah dapat mengerti mana hal buruk dan mana hal baik.


Setelah mengetahui bahwa ayahnya adalah Raja Iblis, kuharap mereka dapat lebih berhati-hati ketika bermain di luar kastil.


Kenapa harus begitu? Ya, tentu saja itu harus diketahui oleh mereka karena status Raja Iblis sudah terdengar seperti seseorang yang buruk.


Meski aku tidak seburuk itu, tetapi manusia biasa pasti akan menganggap aku sebagai musuh mereka (atau memang sudah dianggap sebagai musuh sekarang). Dan Putri-Putriku mungkin saja akan terkena imbasnya.


Memasuki ruang konferensi, seluruh anggota keluarga Testalia sudah berkumpul. Berbaris dengan rapih dan menyambut kedatangan aku.


Biasanya mereka tidak seperti itu, tetapi mungkin karena perintahnya adalah "Berkumpul di Ruang Konferensi untuk membahas hal penting" membuat mereka berfikir kalau ini semacam kegiatan khusus atau sejenisnya.


Haruskah aku menampilkan siapa saja orang yang masuk ke dalam daftar keluargaku? Jika kalian lupa, mungkin ada bagusnya jika aku menulis ulang siapa saja yang aku anggap keluarga.




Keluarga Utama : Aku, Merlin, Freya, Atla, Eren, Alice, Leon, Eliza, Saber, dan Alfred.




Keluarga Cabang (nanti) : William dan Olivia - Ignis, Clara, dan Claris.




Servant : Hydra, Leviathan, Luminous, Rin, Titania, dan Kaguya.




Einherjar : Julius, Niks, Veronika, Raphael, Diego, dan Damara. —Matsu dan para ninja lain mungkin bisa dimasukkan ke dalam daftar nanti.


__ADS_1



Itulah keseluruhan anggota keluarga Testalia, jumlahnya ada 27 eksistensi termasuk aku.


Baiklah, aku berjalan menuju ke bangku khusus pemimpin.


Di sana, Alice sudah menduduki bangku itu, menunggu kedatangan aku bersama dengan Atla dan Eren.


Seperti yang diharapkan, ketika aku datang Alice langsung mengulurkan tangannya, meminta untuk dipangku.


Anak ini, meski sudah makan banyak tetapi tidak pernah tumbuh besar.


Sambil memangku Alice, aku menyuruh seluruh keluarga untuk mengambil tempat duduk mereka masing-masing, menunggu para pelayan menyiapkan teh untuk kami, dan memulai pembahasan ketika para pelayan sudah pergi meninggalkan ruangan.


Bagaimana dengan posisi tempat duduk?


Ah, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Seluruh bangku di ruangan ini mengelilingi besarnya meja konferensi, jumlahnya ada 30 buah. Jadi, siapapun boleh bebas memilih posisi yang mereka sukai.


Tapi untuk Atla dan Eren, mereka berdua berada di sebelahku. Lalu di sebelah mereka adalah istri-istriku.


Mereka berempat mendapatkan bangku. Alice juga memiliki bangku sendiri, tetapi tidak ingin duduk di sana dan memilih untuk duduk bersamaku.


"Sigh~."


Awal pembukaan dilakukan dengan helaan nafas berat. Itu menimbulkan perasaan cemas bagi beberapa orang akan kondisiku.


Aku melihat Merlin, lalu berganti ke Freya.


Mereka berdua tampak bingung melihat sikapku seperti itu.


"Err, sebenarnya aku telah mendapatkan title baru dari hasil perang kemarin, tentang invasi militer Kekaisaran Dortos dan Kekaisaran Karamia ke Kerajaan Herunia."


Sambil menggaruk pipi kananku dengan tangan kanan, aku mengatakan itu dengan malu-malu.


Kemudian semua orang mengatakan "Ohh!!" dan bertepuk tangan seolah-olah itu merupakan kabar gembira karena aku dapat status.


Namun Merlin, Freya, dan Ignis tahu kalau itu bukan kabar yang terlalu baik.


Merlin dan Freya adalah istriku. Jadi mereka mengerti perasaan dan pikiranku hanya dengan melihat raut wajahku. Sedangkan Ignis mendapatkan kesimpulan setelah melihat aku bersikap aneh di gedung penjara.


Mereka bertiga sekarang memiliki wajah serius.


Ngomong-ngomong, beberapa orang di sini mungkin masih belum tahu hasil perangnya seperti apa, karena aku telah menyuruh semua orang — yang terlibat dalam perang — menyembunyikan fakta bahwa kami telah memusnahkan ratusan ribu prajurit.


Namun, bukan berarti itu sesuatu yang harus dirahasiakan. Aku hanya ingin menyembunyikan fakta ini sampai aku berhasil menghidupkan seluruh prajurit.


Bagaimanapun, jika kami membeberkan informasi tidak masuk akal itu ke seluruh pegawai di sini, kami khawatir mereka akan salah paham dan menganggap kami adalah organisasi yang tidak benar. Para sekumpulan penjahat.


Aku tidak ingin hal itu terjadi.


Meski kedua Kekaisaran adalah pihak yang bersalah, memusnahkan seluruh prajurit untuk menghentikan perang juga bisa disebut perbuatan salah.


Seperti kata Freya, hanya dengan memberi peringatan saja sudah cukup untuk menghalangi aksi militer dua Kekaisaran. Tapi aku malah memilih untuk memusnahkan mereka.


Yah, sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan dampak negatif itu ternyata bisa memasuki ruang lingkup kami sendiri. Aku baru menyadari hal itu setelah usai perang.


Yang ada di dalam kepalaku hanya menampilkan kekuatan, dan menakuti bangsa lain agar tidak berurusan dengan kami.


Beruntung aku mengabulkan permintaan Freya untuk menghidupkan mereka kembali dengan tubuh Homunculus. Jika tidak, kami sekarang pasti sudah dicap sebagai keluarga pembunuh oleh rakyat kami sendiri.


Ditambah dengan judulku sebagai "Raja Iblis", itu akan semakin memperburuk keadaan kami.


Ada kemungkinan mereka pergi meninggalkan tanah ini, karena tidak ingin terkena badai kegiatan kami.


Aku benar-benar bodoh karena tidak bisa berfikir sampai ke sana. Sebagai pemimpin mereka, seharusnya aku memikirkan nasib rakyatku sendiri.


Aku selalu memikirkan keluargaku, mempertimbangkan kekuatan negara manusia dengan keluargaku.


Dan tanpa aku sadari, aku telah menjerumuskan rakyatku sendiri ke dalam pusaran air raksasa. Dimana hanya keluargaku yang dapat melarikan diri dari tempat itu.


Sungguh, aku benar-benar sangat berterima kasih kepada Freya karena telah mencegah aku meniadakan mereka sepenuhnya.


Ah, tunggu. Apakah Freya sudah memikirkan hal ini lebih dulu? Dia tahu kalau itu tidak baik untuk keluarga kami?


Kalau begitu, dia khawatir bukan untuk para prajurit itu, melainkan untuk keluarga kami?


...


...


...


Hebat, sangat hebat! Aku harus memberi hadiah seperti apa kepadanya, karena sudah membantu keluarga menghindar dari status buruk di masyarakat.


Tapi, tunggu dulu.


Memikirkan hal itu membuat aku sadar bahwa Freya sangat kompeten dan sangat bijak.


Dan tempo lalu, aku pernah kesal padanya, padahal dia sedang berbuat baik untuk keluarga kami!?


Uwaahhh! Idot! Sangat Idot! Kenapa aku bisa seidiot itu!?

__ADS_1


Walaupun aku sudah menyesali perbuatan egoisku itu, tapi mengetahui aku benar-benar sangat egois hingga harus "kesal" kepada Freya — yang sedang menjaga status kehormatan keluarga kami — membuat aku semakin menyesal.


__ADS_2