Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Mereka Berteman.


__ADS_3

"... Dengan adanya organisasi ini, aku berharap kesejahteraan bangsa di seluruh wilayah benua Terania bisa kita dapatkan dengan cara bekerja sama dan bermusyawarah untuk ikut membantu dan menyelesaikan masalah-masalah di setiap negara anggota. Bagaimana menurut kalian? Aku mengundang kalian dan mengusulkan pembentukan organisasi ini demi kelangsungan hidup bangsa negara di Terania. Oleh karena itu, kalian sendiri yang akan menentukan kepengurusan kepemimpinan organisasi ini di sidang berikutnya."


Dua jam setelah dimulainya pesta ulang tahun anak-anak, aku dan para utusan sesungguhnya berpindah tempat untuk membahas pembentukan organisasi.


Tentang isi pidato barusan, aku juga sudah menjelaskan fungsi organisasi dan menjelaskan juga manfaatnya. Semua itu sudah ada dalam bentuk proposal, jadi aku tinggal menjelaskan isinya untuk mereka.


"Yang Mulia, fungsi organisasi ini untuk menciptakan kerja sama timbal balik antar negara dan memperluas hubungan kami. Saya pikir, ini adalah organisasi yang diidam-idamkan semua negara yang selalu ingin berdamai daripada berperang. Dan aku berharap semua negara bisa mengikuti organisasi atas nama perdamaian dunia. Itu, apa yang Anda inginkan juga, bukan?"


"Iya."


"Kalau begitu, apakah Anda akan memerintah organisasi ini sepenuhnya?"


"Tidak, aku tidak akan terlibat. Karena setelah organisasi ini didirikan, semua keputusan dan jalannya organisasi akan diserahkan kepada kalian para pengurus. Alasan aku ingin kalian mendirikan organisasi ini supaya bangsa-bangsa di benua Terania berhenti melakukan perang yang membabi buta.


Benar, alasan aku menunjukkan kekuatan juga karena aku ingin memperlihatkan perbedaan kemampuan kami. Kekuatan Helios diperlihatkan demi menyambut datangnya hari ini. Dengan adanya organisasi ini, beberapa negara akan merasa terawasi dan dapat mengurungkan niat mereka untuk berperang.


Jika organisasi ini didukung oleh banyak negara, mereka yang tidak ingin bergabung karena ingin memperluas wilayah, tidak akan bisa melakukan hal itu lagi. Dan sebaliknya, lebih baik bergabung untuk mendapatkan manfaat menjadi anggota organisasi demi memajukan negaranya sendiri daripada tertinggal.


"Jadi, itu tujuanmu setelah semua?"


Seseorang dari sebelah kiriku mengajak aku berbicara. Rambut hitam, wajah tampan, dengan tubuh ideal, dia adalah Tristan. Dan seperti biasa, matanya tertutup.


Aku ingat wajah murungnya ketika melihat perut Freya sudah membesar. Pada saat itu, aku bertanya-tanya apakah dia masih mengharapkan sesuatu dari istriku?


"Iya, semua sudah aku rencanakan, jauh sebelum perang itu terjadi."


"Oh, kamu memang hebat, Albert. Aku lega menyerahkan Freya kepadamu."


"H-Hmph."


Bukan berarti aku butuh persetujuan darimu, kan? —Entah kenapa aku kesal dengan pria ini. Dia berkata seperti dia merestui hubungan kami padahal kami sama sekali tidak peduli pendapatnya.


"Aku dengar kamu mengurus banyak sekali keluhan sampai-sampai tidak ingin keluar ruangan, Tristan?"


"B-Benar, aku tahu banyak orang yang akan mengeluh karena perubahan harga kristal Mana di pasaran akibat Guild Pedagang. Itu sebabnya aku mengurus sejumlah surat keluhan itu di dalam kantor."


"Hmm~ aku berterima kasih karena mau membantu kami."


Dia terlihat malu ketika aku menyinggung pekerjaannya. Sebenarnya, dia mengurung diri di kamar setelah pulang dari rumahku. Apakah masalah keluhan seperti itu bisa membuat pahlawan mengurung dirinya di kamar? Atau itu sesuatu yang lain? Seperti halnya patah hati?


Jika itu yang kedua, maka aku merasa tidak enak dengannya. Mungkin aku harus mentraktir bir nanti. Tidak, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat.


"Frederick, kuserahkan tempat ini padamu. Aku mau kamu meyakinkan mereka semua untuk bergabung agar organisasi dapat didirikan."


"Baik, Yang Mulia. Tolong serahkan tugas ini kepada saya tanpa perlu khawatir. Saya akan berusaha sebaik mungkin."


Aku menyerahkan kendali konferensi itu kepada Frederick, dan buru-buru keluar ruangan dengan Tristan karena urusanku dengan mereka sudah selesai.


Jika mereka berdiskusi terlalu lama dan pada akhirnya tidak mau mewujudkannya, lalu untuk apa aku berada di ruangan itu. Toh, aku sudah berupaya untuk mengumpulkan mereka ke satu tempat, tinggal bagaimana mereka memikirkan keuntungan untuk negara mereka masing-masing.


Selain itu, ini bukan seperti membentuk organisasi itu adalah satu-satunya cara untuk membantu perekonomian masyarakat di benua Terania, aku masih memiliki banyak cara lain seperti mengandalkan Guild Pedagang, Bank Dunia, dan diplomasi tersendiri. Tapi itu memang memakan waktu, cara tercepat adalah mengharapkan organisasi besar itu terbentuk karena kita bisa langsung mengumpulkan sejumlah masalah dari tiap-tiap negara di satu tempat dan menyelesaikannya pada saat itu juga.


Masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, keamanan, pertahanan, dan lain sebagainya di setiap wilayah — Itu bisa ditangani dan dibicarakan jika mereka mau saling bekerja sama.


Tapi, ini terlihat buruk karena meninggalkan segala keputusannya kepada mereka padahal aku yang memulai semua ini. Aku benar-benar tidak bertanggung jawab.


Yah, aku hanya berpikir kalau mereka tidaklah bodoh untuk mengacaukannya, malahan aku berpikir kalau mereka semua itu lebih pintar dan lebih berpengalaman di dalam bidang politik daripada aku. Itu seperti aku menyerahkan segala tanggung jawab kepada orang profesional seperti Frederick dan para utusan lainnya, kan?


*


Aku makan dan minum bersama Tristan di taman istana tanpa memperdulikan kelangsungan konferensi, dan memperhatikan anak-anak membentuk lingkaran pertemanan dengan para tamu undangan. Kukira mereka bertiga akan canggung bermain dengan anak-anak sepantaran mereka yang lain, namun ternyata itu tidak terjadi.

__ADS_1


Dan juga, aku dan Ignis berusaha menyediakan hidangan manis lebih banyak seperti Permen, Donat, Cokelat, Cake, Cookies, dan Es Krim. Sedangkan makanan lainnya berupa Pizza, Hamburger, Fried Chicken, dan minuman bersoda.


Seperti yang diharapkan dari acara ulang tahun anak-anak, manisan harus selalu ada untuk mereka.


Selain itu, karena aku tidak menulis usia putriku di surat undangan, beberapa di antara tamu sudah berumur dua puluhan. Entah itu seorang pangeran atau putri, mereka membuat kelompoknya masing-masing untuk menjalin hubungan pertemanan ataupun hubungan khusus tersendiri.


Mereka semua memiliki penampilan terawat karena berasal dari golongan sosial menengah atas, dan di antaranya bahkan ada yang sangat cantik. Aku sampai memberi anak itu sebuah gelar dan sekarang dia sedang bermain dengan kelompok Atla karena ukuran tubuh mereka hampir sama.


"Hei, aku tidak menyangka kamu bisa menarik seluruh negara di benua ini untuk berpihak padamu. Sekarang kamu terlihat seperti sudah mengendalikan benua Terania."


"Huh, aku sendiri juga ingin tahu kenapa banyak sekali negara memperlakukan aku seperti ini (seperti dewa). Tapi kupikir itu sama sekali tidak buruk karena yang terpenting aku dan mereka bisa bekerja sama. Ini mempercepat tujuanku untuk mengenalkan teknologi baru ke seluruh masyarakat di Terania."


Aku dan Tristan berbincang-bincang di atas meja makan, taman istana. Kami tidak terkena panas karena adanya tenda.


"Tentang itu, aku juga suka dengan teknologi termaju kalian, dan kupikir kamu memang harus mengenalkan barang-barang tersebut ke seluruh dunia agar semua manusia dapat menggunakannya."


"Iya, tapi itu akan membutuhkan waktu."


"Aku tahu, itu sebabnya aku juga akan membantumu, Albert. Kamu sangat hebat."


Hm? Apa itu? Apa kepala anak ini baru saja kebentur golem? —Aku merasa sangat tidak nyaman karena Tristan akrab dan memujiku sedemikian.


"Ah, aku baru saja mengingat satu hal yang harus aku tanyakan padamu."


"Apa itu?"


"Kau mengenal pria bernama Zen Costa?"


"Oh, tentang pria itu ternyata. Aku hanya tahu sedikit informasi tentangnya tapi tidak banyak karena kami tidak terlalu dekat. Kamu ingin mendengar apa tentangnya?"


"Katakan saja semuanya, bukankah informasimu hanya sedikit?"


Anak ini, ternyata orang yang menyebalkan tetap akan menyebalkan meski dia sudah merubah sikapnya.


"Zen Costa, aku tidak tahu apakah dia menggunakan nama samaran atau tidak tapi dia adalah petualang teratas setelah aku dan Freya, dia berada di peringkat tiga dari sepuluh Petualang Adamantine terkuat."


"Ohh, itu berarti dia memiliki kemampuan, kan?"


"Ya, dia spesialis pembunuh."


"Assassin, ya..."


Job yang sangat mengagumkan dan diidam-idamkan para transmigran isekai solo hunter. Dulu, aku sempat ingin menjadi Assassin, tapi aku tidak memiliki bakat bawaan, sayangnya. Meski begitu, aku masih memiliki monster, item, dan keluarga cheat yang sangat setia. Dan berkat semua itu, aku bisa belajar sihir dengan nyaman tanpa diganggu oleh siapapun.


Berbicara tentang assassin peringkat tiga ini, alasan kenapa dia tidak bisa menembus peringkat lebih tinggi lagi pasti karena Freya. Sayangnya, Assassin sangat dirugikan ketika melawan Tanker, apalagi Tanker kali ini sama sekali tidak memiliki celah. Semua musuh yang mendekati Freya akan kehilangan sihirnya dan secara otomatis harus bertarung dengan basic. Dan tentu saja itu sangat menguntungkan Freya, dia adalah ratu gorilla di domainnya.


"Lalu apalagi?"


"Aku hanya tahu tentang itu. Karena dia seorang assassin terkuat, dia tidak membentuk party dan berburu sendirian."


"Kamu tidak mengundangnya ke kelompokmu?"


"Dia sangat tertutup. Aku pernah mengajaknya bergabung, tapi dia menolak."


"Apa hanya itu?"


"Iya."


Fufu, begitu ya. Aku menggunakan sihir untuk mendeteksi kebohongan Tristan, dan ternyata dia memang tidak tahu apapun selain itu.


"Memangnya ada apa?"

__ADS_1


"Salah satu keluargaku sepertinya pernah bertemu dengannya dan melapor padaku. Itu sebabnya aku bertanya tentang dia darimu, sayangnya kamu juga tidak tahu banyak hal."


"Yah, kupikir dia bermarkas di pesisir selatan benua Slavia karena dia selalu mengatasi masalah monster laut dari sana."


"Ohh, itu adalah informasi yang aku butuhkan."


Terdapat selat benua di sana, antara benua Slavia dan benua Ciene, oleh karena itu jalur laut di sana cukup aman untuk dilewati kapal daripada lautan di utara dan selatan dunia.


Kurasa, jaringan informasi Niks sudah hampir menyelimuti seluruh dunia kecuali benua Selatan karena orang yang bertemu dengan Zen adalah Niks.


Setelah mengobrol cukup lama dengan Tristan, peserta konferensi akhirnya menyelesaikan pertemuan mereka dan mengakhiri itu dengan penundaan keputusan. Dengan kata lain, mereka belum bisa membentuk organisasinya sekarang, aku sudah memperkirakan ini.


Namun mereka semua sepakat untuk melakukan pertemuan kedua di waktu dekat untuk membicarakan keputusan masing-masing, sidang sesungguhnya akan dilakukan di pertemuan itu.


Aku senang mendengarnya. Dengan begini, sejumlah masalah negara di benua Terania dapat terkoordinasi di satu tempat dan aku tidak perlu lagi repot-repot mendatangi negara mereka satu persatu. Mereka tinggal membentuk lembaga-lembaga untuk beberapa kepentingan kependudukan seperti kesejahteraan anak, pangan, lingkungan hidup, perdamaian dan lain-lain.


Dan untuk semua itu, aku sudah mempersiapkan banyak dana karena mereka pasti memerlukan uang demi mengatasinya. Fufu, Bank Duniaku akan cepat teralokasi ke berbagai tempat ketika mereka mau membantu menyediakan tenaga kerja.


"Oh iya, bagaimana dengan mesin ATMnya, Tristan?"


"Ah, akhirnya kamu membahas itu. Sebenarnya itu benar-benar sangat berguna dan sejumlah besar cabangku sudah memesan barang itu untuk tempat mereka."


"Hehe, aku tahu itu akan berguna bagi sejumlah orang biasa. Untungnya aku sudah mengirim Irina untuk menanganinya."


Usahaku membuat barang — yang tidak dianggap berguna oleh orang-orang kuat — ternyata tidak sia-sia.


Aku sudah memikirkan berulang kali kalau meskipun di dunia ini terdapat item untuk sihir ruang penyimpanan, mereka tetap harus membawanya untuk keperluan mendadak. Padahal jika itu dicuri, mereka benar-benar akan kehilangan segalanya.


Sedangkan sistem kartu debit tidak menyimpan uang di kantong mereka, melainkan di ruang penyimpanan bank itu sendiri. Tinggal bagaimana kami harus menyebarkan mesin ATM ini dan mereka semua dapat dengan aman menggunakan uang-uang mereka tanpa perlu khawatir dicuri karena kartu debit bisa dibeli kembali.


"Ayah!"


Salah satu putriku, Atla, memanggilku dari belakang.


"Kenapa?"


"Kapan kita pulang? Eren dan Alice udah tidak sabar ingin meriksa hadiahnya."


Atla datang ke sini hanya untuk mengatakan itu. Ketika aku melihat di mana posisi kedua adiknya berada, mereka sedang menjaga jarak dari kami dan menunggu keputusan.


Mereka tidak mendekat karena satu alasan, yaitu keberadaan Tristan. Alice sangat tidak menyukai Tristan, sampai sekarang dia sepertinya masih menyimpan dendam.


Padahal Tristan ke sini sudah menyiapkan hadiah, tapi sampai sekarang dia belum memberikan hadiahnya ke Alice, itu membuatnya murung.


Menurutku, hadiah terbaik adalah membiarkan Alice membalaskan dendamnya, tapi aku dan Freya tidak memperbolehkan hal itu karena bagaimanapun balas dendam sangat tidak baik untuk dilakukan. Apalagi di usia dia yang masih anak-anak, itu akan menjadi kebiasaan buruk untuknya.


"Apa kalian beneran hanya ingin melihat hadiah? Kalian tidak berniat pulang lebih cepat bisa membuat kalian pergi bermain lebih cepat, kan?"


"!!"


Atla terkejut dan berpaling.


"Eh? Jadi Ayah benar?"


"B-Bukan Ayah, kami cuma pengen ngajak temen main ke rumah..."


Dia malu-malu seperti anak perempuan normal, itu reaksi yang bagus. Tapi menurut tebakanku, mereka tidak peduli dengan hadiahnya. Mereka lebih ingin bermain.


Kapan lagi untuk mereka bermain dengan teman seumuran. Tapi mereka tidak tahu kalau teman-teman baru itu membutuhkan izin ketika ingin pergi jauh dari rumah. Para anak bangsawan itu pasti tidak diberi kebebasan, berbeda dengan mereka.


Aku takut teman putriku akan kehilangan harapannya ketika tahu orangtuanya tidak memperbolehkan mereka bermain. Lagian kebanyakkan dari mereka adalah gadis-gadis rumahan.

__ADS_1


__ADS_2