Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Merelokasi tempat tinggal.


__ADS_3

Luminous mendekatiku setelah menatap kami dalam diam.


"Master, jika itu adalah kehendak Anda, maka saya akan menurutinya."


Dia berkata dan bertekuk lutut di hadapan kami.


"Jadi, kamu tidak masalah untuk membuat kontrak dengan Levi?"


"Tentu saja. Melayani Anda adalah kebahagiaan terbesar saya, Master."


Hmm, aku yakin kata-kata itu pasti doktrin dari salah satu pengikutku. Tidak salah lagi.


"Aku mengerti. Karena kalian sama-sama setuju, kalian bisa membuat kontrak."


"Dimengerti."


Dengan begitu, Luminous dan Leviathan menjalin kontrak.


Leviathan menggunakan kemampuannya [FUSI JIWA] dan berubah menjadi molekul sihir. Kemudian semua energi itu berasimilasi dengan tubuh Luminous, atau lebih tepatnya dengan jiwa Luminous.


"Hmm, tubuh ini lebih bagus dari yang aku perkirakan."


Itu adalah komentar Levi setelah bergabung dengan Luminous.


Dia menampilkan tubuhnya kembali, tapi tidak memiliki Mana. Sama seperti yang Hydra lakukan.


"Sepertinya aku telah mendapatkan keterampilan baru."


Luminous mengkonfirmasi kembali kemampuannya.


Melihat dia terintegrasi dengan Divine Monster, mendapatkan kemampuan baru bukanlah sesuatu yang mengherankan.


"ngomong-ngomong, Levi?"


"Ada apa, Tuannya Kakak?"


"Jangan panggil aku seperti itu, kamu boleh menyebut namaku. Tapi kesampingkan itu, aku ingin menggunakan rumahmu sebagai tempat tinggal para familiar kami. Apa itu diperbolehkan?"


Benar, tempat ini lebih luas daripada gedung Familiar kami. Ini sangat bagus untuk dijadikan rumah mereka.


Selain itu, kami tidak perlu repot dalam mengurus makanan mereka. Jika mereka ingin berburu dan makan sesuatu, mereka bisa mencarinya sendiri di luar Dungeon ini.


Nah, itu sebenarnya adalah pemikiran keduaku. Keinginan pertamaku — setelah melihat ini semua — adalah menciptakan ladang permata pixie dan mengembangkan kuda peri kami di sini.


Aku yakin dengan siraman dari aura Hydra dan Levi, kami akan mendapatkan kuda kami berubah menjadi seperti kuda milik Eliza.


"Yah, aku tidak masalah dengan itu, t-tapi jangan rusak kamarku."


Levi tampak cemas. Dia sangat menyayangi kamar tidurnya.


"Tenang saja. Tempat ini sudah sangat bagus, kami tidak akan mengubahnya terlalu jauh. Dan kamarmu masih tetap seperti biasa."


"Kalau begitu, aku memperbolehkannya."


"Terima kasih."


Sekarang kami telah mendapatkan markas rahasia. Supaya tempat tempat ini dapat bekerja dengan baik, kami memerlukan orang untuk memanajemen.


Untuk itu, aku mengira kalau para Einherjar adalah pekerja yang cocok. Jadi aku mengumpulkan mereka dan memberikan mereka hak untuk mengurus tempat ini.


Karena mereka tidak memiliki pekerjaan khusus, mereka dapat menerima tugas ini tanpa masalah. Tapi dua wanita Veronika dan Raphael tampak sedih.


"Kalian berdua, ada apa?"


Aku bertanya, penasaran.


"T-Tidak apa, Tuan Albert. Kami akan menerima tugas ini dengan sepenuh hati."


"Benar, kami akan berusaha untuk memenuhi harapan Anda. Kami hanya sedikit sedih karena akan berada jauh dari Anda."


Itu jawaban mereka. Jadi mereka tidak mau jauh-jauh dariku.


Jika aku tidak memiliki istri, mungkin aku sudah memeluk mereka sekarang, karena mereka sangat manis.


"Tidak ada yang menyuruh kalian untuk tinggal di sini. Kalian masih bisa kembali ke kamar kalian karena gerbang tidak akan pernah ditutup. Kita akan memperlakukan kalian seperti staff lainnya, delapan jam kerja dengan dua kali istirahat dan dua hari libur dalam satu minggu. Jadi kalian bisa kembali ke kastil untuk makan dan istirahat jika kalian menginginkannya."


Jika kami memiliki tanggal merah, mereka juga diperbolehkan libur di waktu itu.


Mendengar kebijakan aku, mereka merasa sangat senang. Tidak hanya Veronika dan Raphael, tetapi Damara dan Diego memperlihatkan kesenangan mereka.


Dua pria itu ternyata telah menyembunyikan ketidaksenangan mereka dari hadapanku.


Adapun Julius, dari awal sampai akhir, dia adalah pria setenang air. Wajah tampan dengan rambut panjangnya membuat dia menjadi pria paling menawan di kelompok mereka.


Aku hanya melihat sekilas senyum tumbuh dari pria ini setelah aku mengatakan hal itu.


Jadi, intinya mereka semua sangat senang berada dekat denganku? Atau karena ada hal lain?


Untuk Niks, dia selalu berada di dalam bayanganku. Karena dia sudah meminta tugas seperti itu sejak awal, aku tidak bisa menaruhnya di sektor ini.


Meski aku tidak tahu apakah menjadi bayangan juga merupakan pekerjaan atau bukan. Tapi karena dia tidak mau keluar, maka aku membiarkannya.


Namun, bukan berarti dia bisa duduk diam di sana dan memperhatikan kami bekerja. Ini tidak adil, aku akan memberikan pekerjaan yang cocok untuknya nanti.

__ADS_1


Kembali ke kegiatan kami.


Karena para Familiar akan diurus oleh para Einherjar, maka tugas Alfred dan Saber menjadi kosong.


Setelah istirahat makan siang, aku menemui mereka berdua dan menyuruh mereka untuk menyerahkan pengurusan Familiar kepada para Einherjar.


"Bagaimana dengan tugas kami, Tuan Albert?"


Alfred bertanya.


Di gedung Familiar sekarang hanya berisi domba Heidrun dan kuda. Karena adanya para pegawai beastman, masalah pengurusan domba dan kuda bisa ditangani oleh mereka.


Dengan kata lain, Alfred dan Saber tidak memiliki tugas apapun saat ini.


"Karena kalian sudah bekerja keras dalam merenovasi gedung Familiar, sekarang kalian akan diberikan libur sama seperti Leon. Kalian bisa gunakan liburan ini untuk mengasah keterampilan kalian masing-masing..."


Tidak, jika mereka melakukan kegiatan menurut perintahku, bukankah itu sama dengan bekerja?


Pemikiran seperti itu muncul di dalam kepalaku. Kemudian aku melanjutkan pembicaraan...


"Maaf, aku salah. Maksudku, kalian boleh bertindak bebas selama libur ini. Jika kalian ingin latihan atau semacamnya, kalian diperbolehkan bebas untuk memilih. Kupikir, tugas kalian setelah libur adalah membantu Ignis dalam mengurus masalah pertahanan negara kita."


Benar juga, mereka adalah aset pertempuran. Mereka tidak cocok bila dijadikan sebagai petugas kebersihan kebun bintang dan sejenisnya.


"Kami mengerti, kami akan berlatih untuk meningkatkan keterampilan kami dalam menggunakan senjata pemberian Anda, Tuan Albert."


"Y-Ya, jika itu keinginan kalian, maka aku tidak akan melarangnya. Pokoknya kalian libur untuk saat ini."


Sigh, seharusnya aku tidak mengatakan hal-hal yang tidak perlu untuk dikatakan.


Yah, terserahlah.


Kami kembali ke Dungeon untuk menaruh kuda peri kami.


Kemudian aku menyuruh Hydra dan Levi untuk melepaskan aura mereka agar para kuda itu dapat dimandikan dengan energi milik mereka berdua.


Sangat mengesankan, ketika Hydra melepaskan aura, keadaan di sekitar kami menjadi angin ribut.


Kurasa, menahan aura Hydra terlalu lama juga merupakan hal buruk. Oleh karena itu, sebisa mungkin aku akan melepaskan aura Hydra di sini secara rutin.


Untuk batu permata. Levi benar-benar tidak membutuhkannya. Itu sudah seperti kotoran bagi para Divine Monster, karena selalu muncul dan merusak kebersihan rumah mereka. Tapi bagiku, kotoran itu adalah sebuah harta karun.


Bersama dengan anak-anak, aku menambang kotoran-- tidak, maksudku permata pixie dan menaruh mereka di inventaris.


Nah, kupikir tempat ini cukup aman untuk digunakan sebagai tempat bermain anak-anak. Atau bukankah ini memang tempat yang paling aman?


Di luar Dungeon adalah dunia roh. Hanya ada segerombolan monster atau hewan biasa yang tinggal di dunia ini.


Meski monster juga berbahaya, aku lebih takut dengan manusia karena mereka memiliki kecerdasan.


Hal-hal seperti "penculikan anak" masih memiliki kemungkinan tinggi karena kami akan segera membuat hubungan dengan mereka.


Entah kenapa, aku berbicara seperti itu, terlihat seperti aku bukan manusia.


Mungkin karena aku sudah bergabung dengan Hydra membuat perspektifku sedikit berubah. Tapi sejak awal, aku memang kurang bisa bergaul dengan manusia, kecuali dengan keluarga sendiri.


Nah, mungkin aku bisa merelokasi kegiatan keluargaku — entah itu bermain atau berlatih — di dunia ini. Dengan begitu, kegiatan kami tidak akan terlihat di mata orang asing.


Dan kelebihan dari ini adalah kemampuan kami bisa terus disembunyikan.


Hebat, dunia lain sangat hebat!!


Aku menambang dengan senyuman penuh. Kemudian aku melihat para Familiar dipindahkan ke sini oleh para Einherjar, Alfred, dan Saber.


Melihat itu membuat aku jadi teringat dengan Owise di dalam scroll.


Aku sudah berjanji akan mengeluarkannya ketika masalah ini sudah selesai. Dan sekarang sudah waktunya untuk mengeluarkan dia.


Meninggalkan tambang permata, aku menuju ke kamar kolosal Levi dan langsung mengeluarkan Owise dari dalam inventaris.


Dengan suara *puff*, asap berwarna putih muncul dan memperlihatkan Owise.


Karena sisa asapnya menghalangi, Owise mengibaskan sayap besarnya untuk menghilangkan asap putih itu.


Namun dia sedang membelakangi kami.


Menyadari kami berada di belakangnya, Owise — sebagai burung hantu — memiliki keunggulan untuk memutar kepalanya hingga 180 derajat.


Itu diputar dengan cepat hingga membuat aku terkejut.


Kupikir, aku sudah melupakan sesuatu yang berbau horor karena selalu dilindungi oleh keluargaku sendiri.


Owise memutar tubuhnya dan menundukkan kepalanya sebagai tindakan memberi hormat.


Aku mulai bertanya-tanya dari mana dia mempelajari hal itu? Namun percuma saja jika aku bertanya padanya. Bagaimanapun aku tidak mengerti bahasa hewan.


"Aku sudah mengeluarkan kamu, sesuai janji."


Aku memberikan senyuman.


Owise mengeluarkan suara "kwuk" seolah-olah ingin mengatakan terima kasih. Tapi kupikir terima kasih tidak diperlukan.


"Selain itu, karena kamu sudah mau bergabung dengan kami, aku akan memberikan kamu hadiah. Jalani evolusinya dengan lancar dan bergabunglah dengan para Familiarku. Aku harap kamu bisa akrab dengan mereka."

__ADS_1


Sekali lagi, Owise berkata "kwuk" dengan semangat. Untuk kali ini, aku tidak tahu apa yang dia katakan, jadi aku langsung memberikan satu juta Nilai Jiwa kepadanya dan dia langsung tertidur karena proses evolusi.


Dia tidak terjatuh, dia tertidur sambil berdiri.


Awalnya aku agak terkejut, namun karena dia adalah monster sejenis burung, tidur sambil berdiri mungkin sudah menjadi hal lumrah.


Kami meninggalkan dia di sana dan melanjutkan kegiatan masing-masing.


Ngomong-ngomong, Dungeon ini sangat luas. Tiramosa dipindahkan ke lantai 30. Di sana terdapat laut lepas, dia sudah pasti tidak akan mengeluh dan menerimanya.


Kiiromaru, Raia, dan rekannya berada di lapisan 31-40, di mana area perhutanan berada.


Criptor berada di lapisan 41-50, area rawa.


Delzy berada di lapisan 71-80, area pegunungan.


Mozes, Fero, dan rekannya berada di lapisan 81-90, area pegunungan salju. Sampai sekarang, aku belum tahu tentang komunitas monster di lapisan pegunungan bersalju itu.


Terakhir adalah... Rani.


Oi, oi, aku tidak mengira bahwa dia sudah menyelesaikan proses berkembang biak.


Rani menghampiriku, wajahnya penuh dengan kerinduan.


Tidak, sebenarnya aku tidak bisa membaca wajahnya. Hanya karena dia mendatangi aku dengan terburu-buru dan meminta untuk dielus, aku bisa mengerti bahwa dia sangat merindukan aku.


Sampai detik ini, aku heran kenapa banyak monster bisa sangat menyukaiku. Mungkin karena aku memiliki daya tarik?


Ah, lupakan.


Untuk koloni Rani. Tidak hanya ada banyak, ukuran mereka juga cukup besar — panjangnya mungkin sekitar 20 cm.


Meski begitu, mereka cukup berbaris dengan teratur di belakang Rani, sangat mengesankan.


Alfred akan memindahkan Rani dan koloninya ke lapisan 11-20, di sana terdapat taman bunga, tempat yang sangat cocok untuk komunitas lebah madu.


Ngomong-ngomong, sarang mereka di gedung Familiar sudah menjadi cangkang kosong. Itu akan dihancurkan karena Rani dan koloninya akan membuat rumah baru.


Sekarang Rani sudah memiliki koloni, dia sudah bisa membuat rumah sesuai selera dengan tenaga bawahannya.


Rani adalah Ratu, itu pasti akan menjadi istana lebah ratu.


«Master, Anda tidak mengeluarkan si monster kristal?»


Hydra menghubungiku melalui telepati.


«Memangnya kamu sudah menganalisa kemampuan monster itu?»


«Iya, itu sudah dilakukan. Bahkan data tentang struktur tubuhnya sudah saya dapatkan.»


Oh, sangat mengesankan. Dia bahkan menganalisa sampai sejauh itu. Tapi apa gunanya struktur tubuh?


Mengingat makhluk itu pernah bermusuhan pada kami, aku khawatir dia akan mengamuk setelah dikeluarkan.


Kemampuan mencuci otak dari Titania mungkin berguna bila dipakai sekarang.


Haruskah aku menggunakan itu?


Aku merasa perbuatan ini sangat tidak baik. Aku ingin semuanya hidup dengan akrab tanpa perlu adanya cuci otak.


Jika mereka tidak suka, mereka boleh angkat kaki dari rumahku.


Nah, hal seperti ini hanya berlaku kepada monster. Ketika datang ke makhluk hidup dengan kecerdasan tinggi, kami tidak bisa dengan mudah membiarkan mereka pergi.


Terutama terhadap orang yang memiliki informasi kami terlalu banyak. Demi menghindari skenario terburuk, kami harus membunuhnya.


Kecuali aku dan anak-anak, semua orang di keluarga ini bisa dengan mudah membunuh seseorang tanpa memiliki rasa bersalah sedikit pun.


Itu tidak bisa disangkal karena mereka dilahirkan di dunia yang penuh kekacauan.


Aku memanggil Luminous untuk bertemu dengan Levi. Setelah bertanya lebih jauh tentang makhluk kristal itu, ternyata makhluk itu sudah ada sejak didirikannya Dungeon ini.


Dengan kata lain, dia sudah hidup selama ribuan — atau mungkin jutaan — tahun untuk menjaga gerbang itu.


Makhluk itu sangat taat, dan Levi cukup peduli dengannya. Oleh karena itu, kami melepaskan si makhluk kristal dari belenggu Hydra dan mengeluarkannya.


"Gargantua, kau baik-baik saja!?"


Levi berteriak dan bertanya tentang kondisinya.


Levi menghampiri monster itu — atau sekarang kita bisa menyebutnya Gargantua — dan mereka berbicara tentang banyak hal.


Padahal keberadaan mereka hanya dipisahkan dengan satu pintu, tetapi suasana mereka seolah sedang reuni.


Sungguh, aku tidak mengerti bagaimana rasanya hidup dengan umur panjang.


Setelah pembicaraan selesai, Levi memperkenalkan aku dan tuan barunya kepada Gargantua.


Dia menundukkan kepalanya ke arah kami sebagai tindakan memberi hormat.


Sekali lagi, aku sungguh mulai bertanya-tanya kenapa mereka memiliki sikap seperti itu? Apa mereka memiliki pendidikan di masa lalu?


Nah, Gargantua sudah mengakui kekuatan kami, jadi dia tidak memiliki keluhan apapun untuk dikatakan. (Levi digunakan sebagai juru bicara.)

__ADS_1


__ADS_2