
Kami kembali ke permukaan di lantai satu kastil.
Hm~ mungkin aku bisa menyebut shelter sebagai basement sekarang, karena tempat itu sudah tidak pernah digunakan untuk melindungi pasukan lagi. Itu hanya meninggalkan sisa-sisa instrumen dari penelitian kami.
Sampai di atas, aku bertemu dengan Eliza dan anak-anak.
"A-Ada apa, Eliza?"
Cara Eliza menatap aku seperti orang yang sedang ingin mengutarakan keluhan.
"Apa Tuan akan menikah dengan Rin?"
"Eh, darimana kamu mendengar hal itu?"
"Apa itu artinya kamu benar akan menikahinya?"
Eliza protes tentang masalah Rin. Bagi pandangan mereka, aku telah memberi Rin seekor anak (Nava). Dan sudah sewajarnya untuk aku menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab karena seorang anak sudah pasti membutuhkan orang tua.
Sebenarnya, aku sudah berpikir sampai sana. Tidak ada salahnya memiliki istri secantik Rin, meskipun dia seekor naga. Tapi...
"Tidak, tidak, menikah tidak semudah itu. Selain itu, masalah ini timbul karena sebuah kesalahan perhitungan (atau bisa disebut keajaiban), jadi aku harus memikirkan baik-baik cara untuk menanganinya."
"Kuu, aku tidak mengerti sama sekali."
"Tidak apa jika kamu tidak mengerti, yang ingin aku bilang adalah aku tidak semudah itu untuk menikahi seseorang."
Mataku melirik ke arah Freya dan Merlin selagi mengatakan hal itu.
Seperti yang diduga, Eliza pasti cemburu tentang hal-hal asmara aku dengan wanita selain Merlin dan Freya. Dia tidak mau dilangkahi oleh wanita lain untuk menjadi istri ketiga.
Tapi selagi aku melirik ke arah Merlin dan Freya, mereka tidak menunjukkan adanya ekspresi kesal atau marah. Apakah mungkin mereka berdua benar-benar sudah memberikan tanda hijau untuk Eliza?
"Mamah, naga apa ini?"
Alice, Atla, Eren, dan yang lainnya sedang mengerumuni Freya, terlihat penasaran terhadap Nava.
"Fufu, nama anak ini adalah Nava. Dia naga keturunan kakak Rin, dan akan menjadi keluarga kita mulai sekarang."
"Nava, dia sangat lembut."
"Lucunya melihat naga kecil."
"Em."
"Gao!"
Mereka bermain-main dengan Nava seperti keluarga besar telah mendapat anggota keluarga baru. Dan Nava terlihat cukup senang di sana.
"Fumu, ada apa dengan keseluruhan keluarga ini. Kenapa rata-rata energi mereka sudah berada di kelas atas?"
Dan dari arah belakangku, Ghidora berkomentar tentang keluargaku.
Itu memang aneh karena semua keluarga sudah berada di atas poin 1 juta. Ternyata, level exp hero dalam game yang sudah melewati level 80 (level Max karakter) disebut "kelas atas" baginya.
"Itu semua karena Hydra."
"Apa, jadi itu karena Divine Monstermu?"
"Ya, kau tampaknya tahu banyak tentang Hydra?"
"Tentu saja, aku ini roh agung, loh. Aku terlahir lebih dulu daripada anak-anak itu."
Dia baru saja menyebut "anak-anak itu". Berarti, dia juga tahu tentang Leviathan dan — "Skin Legendaris" ketiga — Charybdis.
Perlengkapan dari set Armor Leviathan memang sangat bagus dan mencolok karena warnanya kuning keemasan. Tapi jika disuruh memilih, aku lebih suka perlengkapan dari set Armor Charybdis karena warnanya putih keperakan dan memiliki semacam sayap di punggungnya.
Yah, pada akhirnya, kedua Skin itu lebih bagus selain dari harganya yang sangat mahal. Berbeda dengan set Armor Hydra.
"Aku sepertinya merasa, Anda baru saja memikirkan hal-hal tidak sopan tentangku, Master?"
"Eh, mungkin itu cuma perasaanmu."
"Hmph, aku ingin kembali."
Hati kami benar-benar terhubung, bahkan tanpa membaca pikiranku, Hydra sudah bisa menebaknya.
Kami pergi makan setelah Hydra masuk ke dalam tubuhku, dan menyelesaikan makan dengan cepat karena aku ingin cepat-cepat mendengar cerita Ghidora.
Ghidora, meskipun dia — katanya — pernah menjadi roh agung, dia tidak terduga cukup bersahabat ketika makan bersama dengan kami.
Makan siang kami sup ayam kaldu dengan tambahan sosis, makaroni, beberapa sayuran dan kentang, Ghidora terlihat sangat bersemangat ketika memakannya.
Sekarang, kami berada di ruang kerjaku. Aku bersama dengan Ghidora, Luminous, Merlin, William, Ignis, dan Leon. Kehadiran Freya diganti oleh Luminous karena terdapat Levi di dalam tubuhnya, sedangkan Freya sedang merawat Nava bersama para anak-anak.
Di kantor ini, bangku dan sofa sangat terbatas, jadi kami tidak bisa membawa banyak orang. Kecuali jika mereka ingin berdiri.
Aku di tengah, Merlin di sebelah kiriku dan Ghidora duduk di sebelah kanan. William, Ignis, dan Leon duduk di sofa panjang di sebelah Merlin dan Luminous duduk sendirian di sofa panjang sisa lainnya.
__ADS_1
"Rumah ini sangat besar dan barang-barangnya bagus."
"Benarkah? Sebenarnya ruang kerjaku ini cukup kecil dibandingkan ruang pribadi Raja-Raja dari negara lain."
"Kamu benar, aku pernah mampir sekali ke kediaman Ratu Roh dan mereka memiliki kamar yang besar."
"Ratu Roh? Kamu mengenal Hestia?"
"Bukan Ratu Roh dari periode ini, tapi aku juga tahu tentang Hestia."
"Ohh."
Roh agung benar-benar hebat. Dia pasti memiliki kehidupan yang panjang sebelum mati.
"Huh, jika Tuan Albert ingin, kami bisa membuatkan kastil yang lebih besar daripada rumah wanita itu."
"Benar, aku bisa memaksa para naga untuk kerja rodi."
"Uh, aku tidak tahu apa-apa tentang bangunan."
William dan Ignis tampaknya tidak suka aku berada di bawah. Tapi memaksa orang bekerja merupakan tindakan kejahatan, tolong jangan lakukan itu.
"Sekarang, mari kita pindah ke persoalan sebelumnya. Ghidora, kamu tahu lebih banyak tentang dunia ini daripada kami, dan aku sebenarnya sangat ingin tahu tentang itu. Tapi sebelum itu aku ingin bertanya, kenapa kamu mengatakan jijik terhadap mata iblisku? Apakah kamu ada masalah dengan iblis?"
aku penasaran dengan keduanya. Hanya saja lebih baik bertanya tentang ketidaksukaannya lebih dulu sebelum aku bersikap akrab dengannya.
"Huh, aku tidak peduli apakah mereka iblis atau malaikat, aku hanya benci dengan Raja Iblis karena dia adalah bajingan yang membunuhku."
"!!"
Ghidora memberikan pernyataan dengan wajah penuh kebencian. Pada saat itu, rasa merinding berlebihan yang sudah lama tidak aku rasakan tiba-tiba muncul.
Benar, terakhir kali aku merasa takut akan kematian, itu ketika aku bertemu dengan Hydra, sekarang aku mulai merasakannya kembali. Bahkan mendengar atau mengetahui Nodens memiliki Charybdis di tubuhnya tidak membuat aku merasa takut berlebihan seperti ini.
Perbedaannya sungguh jauh, aku harus percaya kalau insting bertahan hidupku baru saja memberi pesan.
"Raja Iblis, bagaimana dengan kekuatannya?"
Merlin bertanya menggantikan ku. Sial, aku baru saja memperlihatkan sisi payahku dihadapannya. Hanya mendengar cerita Raja Iblis sudah membuat aku ketakutan dan membeku.
Tapi itu manusiawi. Mungkin orang-orang dari Kekaisaran akan seperti itu ketika mendengar cerita tentangku.
Aku memang tidak punya agama untuk dipercayai di dunia ini, tapi aku percaya dengan adanya karma dan sebab-akibat. Oleh karena itu, sejak aku dikirim ke sini, aku sudah mengira hal-hal seperti ini pasti akan terjadi dan sudah berusaha meningkatkan kekuatan orang-orangku dengan berbagai macam cara.
Ini bukan saatnya untuk takut karena aku sudah mempersiapkan diri sejak lama.
"Sigh, sial."
Ketika Ghidora ingin menjawab pertanyaan Merlin, aku menghela nafas untuk menenangkan kepalaku sedikit.
"Sayang, sudah kubilang untuk istirahat, kan? Melakukan ritual pemanggilan roh dalam jumlah besar pasti sangat membebani tubuhmu (tubuh manusia)."
Merlin menceramahi ku. Padahal aku baru saja menunjukkan penampilan buruk di depannya, namun bukannya merasa muak, dia justru mengkhawatirkan kesehatanku.
Itu sangat hebat, dia sudah terlalu banyak menembakkan panah kasih sayang ke hatiku. Sebentar lagi hatiku pasti akan hancur dan aku akan menjadi gila dengan cintanya. Atau mungkin itu sudah hancur sejak lama?
"Iya, maaf. Tapi izinkan aku mendengar cerita Ghidora dulu, ya. Boleh, kan?"
"... B-Baiklah."
Dia menjadi tersipu. Aku suka menggoda Merlin dengan cara memohon seperti itu.
"Maaf, aku kurang tenang tadi, tapi sekarang tidak apa. Ghidora, tolong jawab pertanyaan sebelumnya dari Merlin."
"Yah, itu wajar melihat manusia takut dengan hal-hal yang mereka tidak ketahui, bahkan walaupun kamu sudah mendapatkan judul Raja Iblis di jiwamu, kamu tetaplah seorang manusia." (#1)
"Hm, bagaimana aku harus menjawabnya. Aku benci untuk mengakuinya tapi dia memang lebih kuat daripada aku sewaktu aku masih menjadi Roh Agung Penjaga Ruang dan Waktu. Sekarang aku sudah menjadi butiran debu baginya." (#2)
"Tapi, aku akan tetap berusaha untuk mengumpulkan kekuatan lebih besar lagi, walupun itu butuh jutaan tahun. Dan aku akan membalaskan dendamku suatu saat nanti!" (#3)
Tiga kalimat dari Ghidora setelah aku bertanya. Di akhir, dia tampaknya memiliki motivasi besar yang bodoh. Jika lawanmu sudah lebih kuat darimu sejak awal, kau tidak akan punya kesempatan untuk bisa mengalahkannya karena dia pasti juga bisa tumbuh.
Aku yakin, bahkan sekarang Raja Iblis itu pasti sudah lebih kuat dari sebelumnya, waktu dia membunuh si Ghidora ini.
"Jadi, dia lebih kuat darimu? Tapi Ghidora, kami bahkan tidak tahu seberapa kuat kamu sebelumnya."
"Kamu memang kurang pengetahuan, ya. Asal kamu tahu saja, aku ini adalah roh agung terkuat di antara ke-empat roh agung lainnya karena aku bisa mendapatkan energi kosmik sedikit lebih banyak daripada ke-tiga roh agung lain."
"Energi kosmik?"
"Benar, jarang sekali manusia tahu tentang energi kosmik. Itu merupakan energi yang berasal dari luar ke-empat alam."
Energi kosmik berasal dari luar dunia roh, manusia, iblis, dan malaikat.
"Aku tidak menyangka akan ada energi lain selain Mana-- ah!"
"Ada apa, Sayang?"
__ADS_1
Aku baru saja kepikiran tentang Merlin. Dia selalu saja memiliki sihir-sihir aneh dan energi negatif lain yang membuat aku dan Hydra heran. Dan lebih parahnya lagi, aku hanya menganggap itu adalah kekuatan dari dalam game. Pada akhirnya aku tidak memusingkan hal itu dan tidak menyelidikinya lebih lanjut.
Namun, seharusnya aku tidak bisa berpikir seperti itu lagi sekarang karena aku sudah mengetahui tentang keberadaan "energi kosmik".
"Ghidora, bagaimana dengan Merlin? Apakah dia memiliki hal yang sama tentang energi kalian?"
"Hm..."
Dia terlihat bingung. Jika dia seorang penipu dan sedang memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaanku, itu pasti akan langsung ketahuan dengan sihir pendeteksi kebohongan yang aku dapatkan dari Hestia secara paksa.
"Begini, manusia setengah iblis, meskipun kami menggunakannya energi kosmik untuk mendapatkan kekuatan, pada akhirnya tubuh kami mengubah energi tersebut menjadi energi Mana. Dengan kata lain, tidak ada makhluk yang dapat mengontrol energi itu demi keperluan operasional."
Jawaban apa itu. Apakah dia berkata jujur atau dia hanya sedang mengelabui kami? Sihir pendeteksi kebohongan tidak menyala, tapi ada kemungkinan dia bisa menggunakan sihir yang dapat mengelabui itu, kan?
«Tidak, kau salah.»
Tiba-tiba Hydra menginterupsi pembicaraan kami melalui komunikasi pikiran dan mucul secara perlahan dari tubuhku dengan bentuk kecilnya.
"Apanya yang salah?"
"Apa Anda yakin dengan jawabanmu itu?"
"Tentu saja aku yakin. Aku adalah Roh Agung Penjaga Ruang dan Waktu, salah satu dari ke-empat roh agung. Tidak mungkin aku salah karena hanya kami berempat yang bisa mengkonsumsi energi kosmik."
"Begitu ya. Lalu bagaimana Anda akan menjelaskan tentang kekuatan Raja Iblis dan bagaimana cara Anda dikalahkan?"
"Itu..."
Hydra terus memberikan pertanyaan karena tidak setuju dengan pendapat Ghidora.
"Bagaimana?"
"Ugh, kalian tidak akan mengerti sebelum kalian melawannya sendiri. Raja Iblis sebenarnya bukanlah lawanku sama sekali, tapi makhluk itu... Cuma makhluk itu yang bisa mengalahkanku."
Dia mengeluarkan kebenciannya lagi, dan ini kebencian yang lebih parah.
"Katakan, sebenarnya bagaimana kamu kalah, Ghidora?"
"Itu terjadi sekitar tiga ribu tahun lalu. Pada saat itu, seekor makhluk dari luar dimensi masuk tanpa izin ke dunia ini dan bergabung dengan Raja Iblis. Karena aku adalah Roh Agung Penjaga Ruang dan Waktu, aku bertanggung jawab untuk menyingkirkan makhluk asing itu demi keamanan dunia ini. Tapi tidak sesuai dengan harapanku, dia ternyata sangat kuat. Dia bahkan terlalu kuat sampai-sampai kami para roh agung tidak bisa menandinginya."
Itu terdengar sangat buruk di telingaku. Aku tidak bisa membayangkan makhluk seperti apa yang dapat mengalahkan ke-empat roh agung sekaligus.
"Hm? Apa ke-empat roh agung lainnya juga mati sama sepertimu?"
"Aku tidak tahu, tapi kupikir mereka masih hidup sekarang."
"Kamu tidak bisa menghubungi mereka?"
"Tidak bisa, kupikir mereka juga sedang memulihkan kekuatan dan bersembunyi di suatu tempat."
Bersembunyi, ya. Jadi Ghidora sedang bersembunyi sekarang?
"Ah, maaf, Hydra. Bukankah kamu tadi ingin membicarakan sesuatu makanya kamu keluar?"
"Iya, Master. Apa yang dikatakan oleh roh ini sebelumnya tidak benar. Menurutku, Merlin bisa menggunakan energi aneh itu. Tidak, aku justru sangat yakin kalau Merlin sudah mengerti tentang penggunaan energi menyebalkan itu, kan!?"
Hydra entah kenapa sangat bersemangat. Dia seperti baru saja memojokkan seorang penjahat padahal Merlin tidak memiliki kesalahan apapun.
"Jadi itu alasan kamu tidak menyukai ku?"
"Hiik!"
Merlin bertanya dan membuat Hydra takut. Padahal sebelumnya dia sangat bersemangat menunjuk nunjuk Merlin.
Aku mengelus tubuh Hydra untuk menenangkannya. Lalu aku baru sadar kalau kulit Hydra sama lembutnya seperti kulit Nava.
"Merlin, kamu mengerti tentang itu?"
"Kurasa, iya. Sekarang aku hampir dapat memastikan dari mana energi di tubuhku ini berasal."
"Oh, jadi itu benar-benar memberi kita petunjuk."
"Em, tapi sebelum itu, aku ingin bertanya satu hal kepadanya."
Merlin tampaknya ingin memastikan sesuatu untuk dapat menemukan jawaban pasti, dan ingin menanyakan hal itu kepada Ghidora.
"Kamu ingin bertanya apa padaku?"
"Katakan yang sebenarnya. Dari mana asalnya iblis, roh, dan malaikat? Apakah itu kalian berempat yang menciptakannya?"
"Huh!? Bagaimana kamu bisa tahu?"
"Hee~ jadi itu benar, ya. Bisakah kamu memberitahu kami tentang alasan keberadaan kalian berempat di dunia ini?"
Merlin ingin menggali informasi lebih dalam. Lucunya, Ghidora tidak berusaha untuk menyembunyikan keherananya.
Dia terlihat seperti anak-anak yang tidak bisa menjaga rahasia keluarganya.
__ADS_1
Yah, itu tidaklah buruk selama kami mendapatkan informasi lebih banyak untuk memperluas wawasan demi meningkatkan kekuatan.