Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Suara memanggil.


__ADS_3

Keputusan sudah dibuat, Atla dan Eren akan menjadi putri-putri Merlin, sedangkan Alice akan menjadi putri Freya.


Tidak ada yang mengeluh dengan hasilnya karena keputusan itu dibuat oleh anak-anak.


"Atla, aku punya sesuatu untuk kalian bertiga."


"Apa itu, Ayah?"


"Ke sini..."


Sambil mengambil tempat duduk, aku memanggil anak-anak. Setelah duduk, aku mulai mengeluarkan tujuh kartu berwarna hitam dari dalam inventaris.


Itu merupakan kartu keanggotaan organisasi petualang yang aku minta dari Tristan. Di ketujuh kartu itu tertulis "Kesatria Hitam".


"Jangan-jangan, ini kartu petualang!?"


"Iya. Kartu ini untuk kalian, Claris dan yang lainnya."


"Tapi kenapa di sini tertulis "Kesatria Hitam"?"


"Jika dalam satu party sudah bisa mengalahkan monster [S-Class], maka mereka termasuk ke dalam golongan petualang [Peringkat Adamantine]. Tapi peringkat itu untuk golongan petualang berkelompok, bukan solo. Itu akan ditulis nama dari party kalian. Maaf karena seenaknya membuat nama untuk party kalian, Atla. Kalau kalian tidak suka, aku bisa menyuruh Tristan untuk mengubah namanya, bagaimana?"


Ketika aku meminta Tristan membuatkan kartu keanggotaan untuk kelompok anak-anak kami, Tristan menyarankan untuk menggolongkan mereka ke dalam [Peringkat Adamantine]. Jadi aku menerima saran itu, karena bagaimanapun kelompok anak-anak ini sudah bisa mengalahkan monster [S-Class].


Namun aturan guild akan menulis nama party tersebut di kartunya karena peringkat petualang [Adamantine] tersebut adalah kekuatan berkelompok mereka, bukan kekuatan individual.


Tentu saja nama mereka juga ditulis. Itu di bawah nama tim, tulisannya kecil. Kemudian di sebelahnya ada nama pekerjaan mereka masing-masing.


Hanya saja, ketika Tristan menanyakan nama kelompok anak-anak ini padaku, aku tidak tahu. Tetapi aku tetap ingin memberikan kartu ini pada mereka karena mereka menginginkannya. Oleh karena itu, aku menamai party mereka tanpa persetujuan mereka.


Jika mereka tidak suka dengan namanya, mereka bisa pergi sendiri ke markas Asosiasi Petualang untuk mengubah nama tim mereka.


Tapi, pergi sendiri, ya...


Akhirnya, hari dimana mereka akan berpetualang sudah tiba. Alasan kenapa mereka ingin berpetualang sekarang adalah karena mereka sebentar lagi akan punya adik. Mereka mengeluh butuh lebih banyak pengalaman dan memutuskan untuk pergi ke berbagai negara. Supaya nanti mereka bisa menceritakan kisah petualangan mereka sama seperti apa yang aku lakukan.


Sebenarnya aku agak sedih, tapi mereka bisa pulang setiap hari kalau ada sihir teleportasi. Itu sebabnya aku buru-buru membuat alat portal teleportasi untuk dipasangkan di setiap guild agar mereka bisa pulang setiap hari.


"Apakah ada arti khusus dari namanya?"


"Tidak ada. Itu hanya karena job kamu sebagai pemimpin party adalah Dark Knight. Jadi nama party biasanya mengikuti nama pemimpin atau nama job pemimpin party. Sesuatu semacam itu (?)."


"Tapi, menurut Ayah. Apakah nama Kesatria Hitam bagus untuk party kami?"


"Tentu. Di seluruh guild petualang, job Dark Knight cuma kamu dan Eren yang menggunakannya. Aku sebenarnya tidak tahu apakah di sini ada party dengan nama seperti itu atau tidak, tapi kalaupun ada, kalian hanya perlu menunjukkan bahwa kalian lebih pantas menggunakan nama Kesatria Hitam dibandingkan mereka. Aku yakin itu mudah untuk kalian."


Aku sudah bertanya pada Tristan kalau dia tidak pernah mendengar nama party seperti itu, jadi kupikir tidak ada petualang peringkat tinggi yang menggunakan "Kesatria Hitam" Sebagai nama party mereka.


Selesai menjawab, mata para anak-anak memancarkan gemerlap cahaya tulus. Seolah-olah mereka ingin berkata "keren" Dengan mata berbinar.


Aku suka reaksi polos anak-anak ini. Tidak seperti reaksi orang dewasa, dimana mereka akan langsung memikirkan keuntungan diri sendiri ketika menemukan hal-hal yang menakjubkan.


"Aku suka nama ini, bagaimana menurutmu, Eren?"


"Hum, aku juga setuju, Kak."


"Bagus. Bagaimana denganmu, Alice?"


"... Brawurer itu apa?"


"Eeeh."


Anak-anak berdiskusi di depanku. Ketika di saat-saat seperti ini mereka telihat menggemaskan.


Alice tampaknya tidak peduli dengan nama timnya, dia hanya peduli dengan nama jobnya.


Brawler. Job ini digunakan untuk pejuang pengguna tinju.


Job Atla dan Eren adalah [Dark Knight], job Alice [Brawler], job Claris [Forest Sorceress], Job Natalie [Dragon Assassin], job Davies [Dragon Knight], dan terakhir ada Peter dengan job [Dragon Wizard].


Party mereka memenuhi peran vanguard, rearguard, dan supporter.


Sebenarnya, jika ingin diakui menjadi party peringkat Adamantine, jumlah anggota hanya dibatasi sampai enam. Karena jika tidak dibatasi, seseorang mungkin akan mengundang seratus rekan untuk membentuk party hanya demi meningkatkan kekuatan.


Namun entah kenapa Tristan memperbolehkan party dengan tujuh orang ini memiliki kartu hitam.


Mungkinkah ini istilah yang sering disebut "orang dalam" atau "perlakuan khusus anggota pimpinan"?


Yah, apapun itu aku berterimakasih kepadanya karena sudah mau membuatkan kartu keanggotaan untuk party mereka.


"Atla, bagaimana kalau kalian membagikan sisa kartu itu kepada teman-teman kalian? Kita sudah selesai bicaranya, mulai sekarang kalian sudah tahu ibu kalian siapa, kan?"


"Iya." ×2

__ADS_1


"Bagus. Tapi bersikaplah seperti biasa karena itu hanya untuk status keluarga kita."


"Aku mengerti."


"Em."


Untungnya mereka tidak terpengaruh dengan perubahan ini. Setelah mereka pergi, aku dan kedua istriku bergerak menuju ke shelter untuk menemui Tethra.


Pada acara pesta kemarin malam, Tethra mengatakan sesuatu yang membuat aku dan kedua istriku terkejut.


Itu adalah pemberitahuan tentang hasil penelitian kami, Homunculus. Bahwa salah satu Homunculus khususnya yang besar, telah menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan.


Itu bahkan membuat aku merinding, sungguh.


Aku tahu kalau probabilitas munculnya tanda-tanda kehidupan di Homunculus itu ada, tetapi hampir mendekati angka nol. Alias, satu dari sejuta kemungkinan, kami mengira kalau salah satu diantara mereka akan ada yang hidup.


Walapun itu hanya sebuah perkiraan sederhana yang didapat dari pengetahuan umum. Tetapi kami memang meyakini akan ada yang hidup jika terdapat roh acak masuk ke dalam Homunculus tersebut.


Dan seperti yang kami duga, tampaknya seekor roh acak telah memasuki salah satu Homunculus kami. Terlebih lagi, itu adalah Homunculus yang aku buat dengan menggabungkan sejumlah DNA Familiar.


Hal itu yang membuat aku terkejut. Padahal ada 204 Homunculus terbudidaya di shelter, tapi kenapa harus yang besar!?


Sekarang aku menuju ke shelter. Karena keberadaan Tristan sampai jam 10 tadi, aku baru bisa memastikan Homunculus itu sekarang.


Aku tidak bisa 'kan memperlihatkan sejumlah Homunculus itu kepada Tristan? Dia pasti akan berpikir kalau kami berada di jalan yang sesat setelah melihat itu.


"Tunggu sebentar, Tuan Albert!"


Ketika aku ingin menuruni tangga, Rin memanggilku sambil berlari terburu-buru. Di belakangnya, Luminous juga mengikuti Rin tapi dia berjalan biasa.


"Ada apa, Rin?"


"Bolehkah saya ikut Anda sekalian ke shelter?"


"Tentu, tapi kenapa?"


"Err, aku-- aku..."


Rin terlihat mengkhawatirkan, dia terus saja menempatkan tangan di dadanya seperti sedang mencemaskan sesuatu.


Ada apa dengannya, biasanya dia tidak ada kepedulian terhadap apapun. Dia bekerja denganku dan menjalani kehidupan normal seperti biasa, tapi tidak pernah memiliki ketertarikan terhadap apapun. Dia gadis tanpa motivasi hidup.


Kupikir itu dikarenakan Rin baru saja bangkit dari kematian atau memang sejak awal dia adalah gadis dengan sifat seperti itu.


"I-Iya, maaf. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya kepadaku, jadi aku sedikit panik, Nyonya."


"Baiklah. Sekarang katakan apa yang terjadi padamu..."


Freya buru-buru menangani kekhawatiran Rin dan berhasil menenangkannya, istri yang cekatan.


"Um, sebenarnya sejak tadi malam, aku selalu mendengar suara di kepalaku."


"Suara?"


"Iya. Itu seperti seseorang berusaha memanggilku, namun suaranya agak tidak jelas."


"Eh, kedengarannya kok nyeremin?"


"Y-Ya, saya sendiri tidak tahu suara siapa itu dan itu sangat mengganggu saya. Saya hanya tahu kalau suara itu berasal dari bawah sini."


Rin mengira kalau suara itu berasal dari shelter. Sejauh ini, aku dan keluarga tidak mendengar apapun. Apakah itu kemampuan unik yang dimiliki oleh Rin? Atau, Rin hanya berhalusinasi?


"Aku juga mendengarnya, suara itu."


"Aku juga."


"Hm?"


Tiba-tiba Levi (si Leviathan) dan Hydra memisahkan diri dari tubuh kami (Luminous dan aku).


Levi menggunakan energy Mana Luminous untuk bisa terbang mandiri, sedangkan Hydra memintaku untuk menggendongnya. Perbedaan sifat macam apa ini...


Hydra adalah kakak tertua dari ketiga Divine Monster, lalu kenapa dia lebih manja dibanding Levi?


"Kalian berdua tahu itu suara apa?"


"Iya."


"Bisa dibilang, itu adalah resonansi dari jiwa seekor naga."


"Resonan?"


"Itu adalah kemampuan naga dalam memanggil kelompok atau keluarganya ketika mereka sedang dalam bahaya."

__ADS_1


"Semacam teknik ikan lumba-lumba?"


"Hampir mirip, tapi ini lebih mirip telepati yang menggunakan resonansi sihir. Itu sebabnya hanya kelompok atau keluarga naga tersebut yang dapat menangkap sinyalnya."


"Oh, begitu rupa-- hm? Keluarga?"


Pada saat itu aku langsung menyadari ada sesuatu yang janggal.


Salah satu Homunculus yang hidup memiliki DNA Rin, kemudian kemampuan resonansi sihir naga, lalu kekhawatiran Rin terhadap suara yang memanggilnya...


Sepertinya, aku akan mendapatkan masalah besar kalau semua ini benar-benar terhubung!


Daripada berlama-lama berdiri di depan pintu masuk, lebih baik kami langsung pergi ke shelter untuk memastikannya.


"Ah, Albert."


Sesampainya di shelter, kami disambut oleh Tethra dengan tubuh anehnya. Tidak, itu akan lebih tepat bila disebut Metal Golem.


"K-Kamu Tethra, kan?"


"Tentu saja, Albert. Orang yang diizinkan untuk menjaga tempat ini hanya aku seorang, kan?"


"Lalu tubuh itu?"


"Fufu, ini adalah Golem ku. Aku sudah bercerita padamu kalau aku juga tidak akan kalah dari kalian (aku dan Endrin). Dan ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan tubuh ini."


Golem Tethra. Golem berbahan baku logam sihir. Bentuknya mirip tubuh manusia, namun tidak ada raut wajah atau apapun untuk membentuk kehidupan.


Tapi kelihatannya lebih efisien karena semuanya terbuat dari logam. Tethra dapat memindahkan kesadarannya ke Golem tersebut dan mengendalikannya.


(Jadi karena Golem ini dia berkonsultasi padaku bagaimana cara memindahkan kesadaran ke benda lain.)


"Waktu yang tepat?"


"Iya, Freya. Di sana terdapat Homunculus buatan Albert yang hidup. Untuk berjaga-jaga, aku menggunakan Golem ini dan meninggalkan tubuhku di kamar."


Seperti safety operasional laboratorium sungguhan. Dia itu...


"Whoah, hebatnya. Aku juga ingin mencoba Golem aneh ini rasanya."


"A-Aneh?"


Freya terlihat sangat penasaran dengan Golem Tethra sampai-sampai mencoba untuk menyentuh tubuh logam itu.


Aku juga sedikit penasaran karena warna tubuhnya memancarkan cahaya prismatik. Mungkin warna itu muncul karena menggunakan logam sihir.


Namun Freya dan aku sepertinya harus belajar sihir manipulasi logam tingkat tinggi untuk bisa menggunakan Golem itu.


Tingkat pengetahuan ku tentang logam sangat jauh di bawah Tethra, dan aku tidak memiliki waktu untuk melakukan hal itu. Jadi, aku akan mengurungkan niatku untuk mencobanya...


Sementara kami asik mengobrol dengan Tethra, Rin mendahului kami dan mendekati salah satu Homunculus raksasa.


Di sana terdapat monster berbentuk spesimen Tyrannosaurus berwarna hitam pekat dengan beberapa garis putih di dalam sebuah tabung.


Itu adalah Homunculus dengan DNA dari berbagai Familiar.


Daripada disebut naga, monster itu lebih mirip ke dinosaurus karena tidak memiliki sayap. Tangannya juga berukuran lebih kecil daripada naga manapun yang sejenis Dragon Eropa. Kepalanya besar dan gigi-giginya sangat tajam, itu sebabnya aku menyebut monster itu seperti T-Rex daripada naga.


Atau, karena sama-sama makhluk purba, mereka bisa digolongkan ke jenis yang sama? Aku tidak tahu, dan itu tidak penting.


Yang lebih penting adalah kenapa Rin mendekati naga itu seperti dia sangat prihatin terhadap naganya. Apakah itu simpati sesama naga?


Aku akan merasa bersalah karena sudah bereksperimen terhadap jenis mereka kalau Rin memarahi ku.


Tapi di sebelah sini, Luminous tampak baik-baik saja. Atau, dia hanya berpura-pura padahal dia juga bersimpati terhadap naga Homunculus itu?


Hei, padahal aku sendiri tidak tahu pasti kalau naga Homunculus itu dapat hidup, sungguh. Sekarang kepalaku dipenuhi rasa bersalah.


Selain itu, di sisi lain tabung naga, terdapat dua tabung besar berbaris sejajar ke belakang. Tabung-tabung itu berisi makhluk berbentuk manusia setengah kuda. Tubuh bagian bawah adalah tubuh kuda dengan empat kaki, dan bagian atasnya adalah tubuh manusia dari pinggul hingga ke kepala.


Aku bermaksud menjadikan mereka kuda berukuran raksasa, kuda unggul dengan DNA Ignis. Namun tidak sesuai dengan harapanku, kedua Homunculus itu justru menjadi seperti makhluk bermutasi.


Sebenarnya pada hari di minggu pertama mereka berkembang, mereka sudah memperlihatkan bentuk itu.


Aku dan Tethra sempat berdebat untuk mengakhiri penelitiannya karena itu dianggap tabu oleh Tethra karena kita sudah bereksperimen dengan makhluk yang mirip manusia.


Tapi tentu saja sejak awal itu adalah DNA Ignis, dan Ignis bukan manusia. Jadi keadaan eksperimen kami berada di wilayah abu-abu, antara tabu dan tidak.


Karena keraguan itu, aku meyakinkan Tethra untuk melanjutkan budidaya Homunculus ini dan bersumpah akan bertanggungjawab, apapun hasilnya. Dengan begitu, Tethra memperbolehkan ku melanjutkan budidaya Homunculus ini dan kami tidak jadi membatalkannya.


Kurasa, kami sudah terlalu gila untuk melakukan eksperimen seperti ini, sungguh. Padahal, bukankah bereksperimen dengan makhluk hidup itu tidak baik? Tapi mereka adalah Homunculus, bukan makhluk hidup. (Walaupun mereka dibuat semirip mungkin seperti makhluk hidup.)


Yah, selama aku bertanggungjawab, semua akan baik-baik saja. Dan ini bukan seperti mereka adalah makhluk cacat. Justru sebaliknya, mereka adalah makhluk superior dengan kemampuan hebat dari sejumlah DNA yang tersimpan di tubuh mereka.

__ADS_1


Itu cerita jika mereka diberikan jiwa. Pada kenyataannya mereka tidak memiliki jiwa. Jadi aku sendiri tidak tahu apakah ini aman atau tidak. Pada akhirnya aku hanya perlu bertanggungjawab dan berjanji merawat mereka dengan baik jika mereka hidup seperti naga itu.


__ADS_2