Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Iblis Peringkat Atas.


__ADS_3

"Dasar brengsek! Menyingkir dari jalanku!!"


Aku menghalangi jalannya, dan dia marah. Aku mungkin harus menyebut dia "iblis" daripada Liojr karena sekarang dia berubah menjadi iblis.


Spirit devil peringkat tinggi. Dengan penampilan yang biasa-biasa saja seperti iblis pada umumnya, dia hanya memiliki kemampuan untuk membuat monster dari mayat manusia.


Tuan Ignis menyuruhku untuk membunuh iblis ini karena keberadaannya sangat merugikan bagi dunia ini.


"Ya ampun. Liojr sebenarnya adalah iblis!"


"Tidak mungkin!!"


Raja dan yang lainnya terkejut ketika melihat Liojr menunjukkan bentuk aslinya.


Lihat, orang yang kalian percayai akhirnya menunjukkan jati dirinya.


Aku ingin sekali menegur mereka, tapi sayangnya ini bukan waktunya untuk memberikan pelajaran.


"Menyingkir!!"


Dia (iblis itu) melancarkan beberpa serangan sihir ke arahku. Wajahnya penuh dengan kemarahan, tetapi aku tahu dibalik keganasannya itu dia sebenarnya sedang ketakutan.


Bukan hanya iblis, vampire juga dapat menikmati rasa takut dari makhluk lain dan bisa mengkonsumsi layaknya sebuah makanan juga. Jadi, rasa ketakutan yang dia miliki sekarang cukup enak untukku nikmati.


"Boom!!" "Boom!!" "Boom!!"


Ledakan terjadi di mana-mana. Dan aku berhasil menghancurkan sihirnya dengan cakar iblisku.


Tidak sulit menahan serangan iblis setingkat ini. Perbedaan kekuatan kami sangatlah jauh, dan tentunya dia pasti mengetahui akan hal ini.


"Sial! Sial! Sial! Sial!!"


Dia terus-menerus melancarkan sihirnya kepadaku. Tampak sangat putus asa karena terus mengutuk dirinya sendiri.


Kupikir tidak ada yang perlu ditunggu lagi, aku harus menghabisi iblis ini... Huh?


Namun, pada saat aku memikirkan untuk menghancurkannya, tiba-tiba perasan tidak enak muncul dan mencekik leherku.


"Ini..."


"Nyonya, hati-hati!!"


Tidak hanya aku, Saber sepertinya juga merasakannya. Dia langsung menghampiriku untuk melindungiku. Meski begitu, kami belum tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Bukan dari iblis di depan kami, tapi dari sesuatu yang sangat kuat dan memberikan perasaan mengancam.


Padahal kami sudah memeriksa tempat ini secara keseluruhan, tapi ini terjadi secara mendadak.


"Haha! Tamat sudah riwayat kalian! Beliau telah datang ke tempat ini!"


Iblis itu mengatakan hal yang menyebalkan dengan nada dan gaya yang arogan.


Dia sombong padahal sebelumnya sudah sangat ketakutan dan sudah membasahi bajunya dengan keringat.


Melihat perubahan yang terjadi pada dirinya, aku yakin iblis yang dia maksud pasti lebih kuat daripada kami.


"Huh... Kupikir ada apa kau memanggil, ternyata hanya sekelompok makhluk kecil..."


"Master, Anda datang tepat waktu! Orang-orang ini, mereka telah meremehkanku dan ingin membunuhku!"


Setelah lama mencari keberadaannya, akhirnya dia menampakkan dirinya sendiri di hadapan kami berdua.


Muncul di tengah-tengah aula, memperhatikan kami dari langit-langit dengan senyuman dan mata sinis.


Sosok yang begitu misterius dengan pakaian rapih dan aura kegelapan. Dia sangat mencerminkan sosok bangsawan iblis tingkat atas. Berbeda dengan Liojr yang bentuknya tidak terlalu jauh berbeda dengan kebanyakan roh iblis biasa.


Namun, penampilan bukanlah poin utama dari iblis itu. Yang menjadi masalah adalah kekuatannya...


"Iblis! Ada banyak sekali iblis di sini!"


"Yang mulia! Tenanglah! Ayo segera mengungsi dari sini!"


Pitagoui, sang raja kerajaan suci, ketakutan melihat kedatangan iblis di tempat ini. Sebagai kepala kesatria kerajaan, sekaligus ajudan raja, Borisov berusaha untuk mengamankan orang itu terlebih dulu.


Meski dia juga terlihat panik, tapi dia mungkin melihat ada kesempatan untuk melarikan diri karena yang bermusuhan dengan iblis tersebut hanya aku dan Saber.


"Saintess, ayo kita juga pergi."


"A-Aku mengerti."


Sementara itu, kepala kuil dan Michelle juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengamankan diri mereka masing-masing.


Sebenarnya mereka ke sini hanya untuk berlindung dari agresi militer kami, dan jika tempat ini sudah tidak aman maka mereka sudah tidak perlu tinggal di tempat ini dan mencari tempat pengungsian yang lain.


Yah, membiarkan mereka melarikan diri mungkin tidak akan menjadi masalah. Karena saat ini kami berdua harus menangani iblis di depan kami terlebih dahulu.


"Yang Mulia, tunggu!"


"Huh!?"


Kelompok raja ingin pergi meninggalkan tempat ini, namun mereka dihentikan oleh Liojr.


"Aku tidak akan membiarkan kalian pergi dari tempat ini, terutama Saintess. Kau adalah bahan yang bagus untuk eksperimen bonekaku. Aku tidak akan membiarkan kalian pergi!"


"Apa!?"


Liojr mengincar Michelle dan membuat gadis itu ketakutan.


Michelle, ya... Ini bertentangan dengan misiku. Aku ditugaskan untuk menangkap semua orang penting dari kuil. Kalau dia dibunuh oleh Liojr, apakah itu bisa dianggap kecelakaan kerja?

__ADS_1


Tidak, tidak, tidak. Seharusnya aku tidak boleh membiarkan itu terjadi. Misi ini datang dari Tuan Ignis. Pasti ada alasan kenapa aku ditugaskan untuk menangkapnya...


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!"


Setelah berpikir singkat, akhirnya aku memutuskan untuk menyingkirkan Michelle dari genggam musuh.


"Apa! Tungg--"


Sebelum Liojr menyelesaikan kalimatnya, aku langsung menghampiri iblis itu dan membunuhnya dengan cakar iblisku.


Cakar yang kumiliki sangat tajam. Bahkan bisa untuk memotong logam ajib seperti membelah mentega. Dan karena Liojr tidak memiliki sihir pertahanan sama sekali, dia bisa dengan mudah untuk dibunuh.


Yah, lagipula dia hanyalah iblis biasa. Yang menjadi masalah adalah...


"Heh, berani sekali kau membunuhnya di depanku. Apa kau menganggap aku tidak ada?"


"Kghh..."


Nada yang biasa-biasa saja dan pengucapan yang baik, tapi di balik perkataannya tersebut ada niat membunuh yang cukup hebat.


"Nyonya!"


"Aku tidak apa. Bawa mereka pergi dari sini."


"Saya mengerti."


Saber mengkhawatirkanku tapi prioritas utamaku adalah mencegah musuh membunuh tawanan perang kami.


Setelah mendengarkan perintahku, Saber langsung pergi ke arah kepala kuil. Dia membuat mereka semua terkejut.


"Hei, aku tidak suka kalian mengabaikanku!"


"Kenapa aku harus peduli padamu?"


Iblis kuat yang dipanggil oleh Liojr, menunjukkan ketidaksenangannya. Dia melemparkan sihir api ke arah tawanan kami, namun aku langsung mencegahnya.


"Hou, kau memiliki kemampuan."


"Memangnya aku terlihat selemah apa di matamu?"


"Selemah anjing?"


"Brengsek!"


Tanpa memperdulikan apakah aku akan menang atau tidak, aku langsung menghampiri iblis ini dan menyerangnya.


Aku terprovokasi oleh ucapannya, dan langsung menyerang begitu dia menghinaku.


Tidak peduli siapapun lawannya, aku paling tidak suka dihina. Aku adalah vampire, dan vampire adalah ras yang memiliki harga diri yang tinggi.


Mana mungkin aku hanya berdiam diri saja setelah iblis jelek ini menghinaku?


Aku mengarahkan cakar iblis dan dia berhasil menangkisnya dengan sihir.


Kudengar iblis peringkat atas paling bangga dengan kemampuan sihirnya. Tapi, mari kita naikkan tingkat kesulitannya.


Setelah seranganku berhasil dia halang, aku mengambil beberapa langkah mundur. Lalu dengan cepat aku melepaskan kekangan energyku dan mulai menggunakan Haki.


Aku memiliki cakar iblis. Tapi iblis di kata tersebut hanyalah sebuah nama. Sebenarnya aku tidak memiliki atribut iblis sama sekali.


Semua yang aku miliki adalah energy spiritual.


Ini lebih baik digunakan untuk memperkuat roh daripada sihir. Oleh karena itu, gaya bertarungku sebenarnya adalah pertarungan jarak dekat.


Untuk memperkuat serangan yang aku punya, aku biasanya akan memanggil monster. Tapi kasus kali ini, apaka mereka bisa bertahan dari serangan iblis setingkat ini?


"Hmm, aku pernah dengar bahwa leluhur vampire memiliki atribut spiritual. Apakah itu kamu?"


"Huh, kau cukup berpengetahuan rupanya. Apakah sekarang kau takut?"


"Takut? Hahaha!"


Dia menertawakan ejekanku. Aku hanya bermaksud untuk membalas hinaan sebelumnya, tapi setelah dia tertawa, dia berubah menjadi iblis yang ganas dengan aura kegelapan yang sangat mengerikan.


Sigh, sial. Iblis ini setingkat dengan pelayanannya Nyonya Merlin, Titania Viozele. Apakah aku bisa mengalahkannya?


\=\=\=\=\= ××× \=\=\=\=\=


Di luar dinding istana kerajaan. Saber beserta raja dan yang lainnya berhasil melarikan diri dari serangan iblis tersebut.


"Tuan, apa yang ingin Anda lakukan terhadap kami?"


Borisov sang ajudan raja bertanya mewakili rasa penasaran mereka.


Raja, Pitagoui, masih berada di belakang Borisov. Berdiri di belakang perlindungannya dengan jubah mewah dan mahkota yang masih terpakai.


Kepala kuil dan Michelle juga sangat penasaran dengan itu. Mereka semua sudah tidak bisa melawan lagi mengetahui Saber itu adalah orang yang sangat kuat.


"Hmm. Sebenarnya kami tidak membutuhkan raja kerajaan ini. Yang kami inginkan hanya kepala kuil dan saintess."


"Apa? Kami berdua?"


Mendengar ucapan Saber membuat kepala kuil terkejut. Dan meskipun, raja juga cukup terkejut melihat dirinya sama sekali tidak memiliki nilai di mata musuh, akan tetapi dia cukup bersyukur karena sudah tidak berada dalam bahaya lagi.


"Ya. Kami tidak menginginkan raja negara ini, jadi kalian berdua bisa pergi."


Pandangan Saber hanya tertuju kepada kapala kuil dan Michelle. Meskipun matanya tidak dapat dilihat oleh mereka, namun setidaknya mereka berdua tahu kalau sedang diperhatikan.


"Apa yang ingin Anda lakukan terhadap kami?"

__ADS_1


Ini meningkatkan rasa ketakutan di hati Michelle. Dia terpaksa bertanya daripada diam saja menerima dirinya akan dibawa pergi.


Namun sayangnya Saber tidak menjawabnya dan berhenti bicara.


"Tuan Saber!"


Tidak lama kemudian, kelompok Azure datang dan menghampiri Saber.


Wajah mereka babak belur, namun mereka telah menunjukkan hasil kemenangan mereka dengan Eric yang sudah terluka.


"Erick!!"


Melihat Eric tidak berdaya dibawa oleh Azure, Michelle berteriak.


Dia ingin menghampiri Eric, namun dia takut dengan kelompok Azure.


Kelompok Azure terdiri dari dirinya, Kanis, Selena, dan Edwin. Selain ketiga naga yang memiliki sepasang tanduk dikepala mereka, mereka semua memiliki kondisi yang babak belur.


Saber dapat langsung menilai kalau mereka berempat telah melakukan pertarungan yang sangat hebat.


"Tuan Saber, apakah mereka tawanannya?"


"Ya."


"Kami juga membawa salah satu orang terkuat kuil. Dia sangat kuat sampai kami berempat harus menghabiskan energy kami untuk mengalahkannya."


Mereka berlima (termasuk Erick) sudah kehabisan energy. Jika saja naga tidak memiliki tubuh fisik yang kuat sebagai penentuan akhir, mereka mungkin sudah dikalahkan oleh Erick.


"Erick adalah orang terkuat di Kerajaan ini. Aku tidak menyangka dia bisa dikalahkan."


"Yang Mulia, lawannya adalah naga. Kekuatan mereka tidak sebanding dengan manusia."


Dibelakang Saber, raja dan ajudannya saling berbisik menanggapi kekalahan Erick.


"Berikan dia pada saintess ini. Biarkan gadis ini menyembuhkannya."


Kemudian, Saber menawarkan bantuan kepada Erick.


Erick belum mati, dan Saber tahu kalau saintess dapat melakukan keajaiban untuk menyembuhkan seseorang.


"Baiklah. Tapi, apakah ini akan baik-baik saja, Tuan Saber?"


"Ya. Kalau dibiarkan seperti itu, dia bisa mati."


"Saya mengerti."


Mendengarkan perkataan Saber, Azure memberikan Erick kepada Michelle.


Michelle sangat khawatir dengan Erick. Setelah dia tahu dia bisa mengurus Erick, dia langsung menghampiri pria itu untuk menyembuhkannya.


Cahaya menyilaukan dari sihir penyembuhan Michelle menerangi kegelapan pada pagi hari itu. Dan setelah sihir penyembuhannya selesai, Erick telah pulih sepenuhnya.


Kemampuan dari seorang saintess benar-benar hebat.


Tidak lama setelah itu, Alfred dan pasukan lizardman memasuki gerbang istana. Pasukan mereka juga memiliki kondisi yang kacau, seperti telah mengalami pertarungan yang sangat sulit.


Tapi itu hanya untuk prajurit lizardman, Alfred sama sekali tidak terluka sedikitpun. Pakaiannya bahkan tidak kotor sama sekali.


"Aku melihat cahaya dan buru-buru datang ke sini. Bagaimana keadannya, Saber?"


Mereka datang karena undangan cahaya sihir penyembuhan Michelle.


"Sangat gawat. Iblis peringkat atas yang sangat kuat telah datang, dan Nyonya Mary sedang berurusan dengannya."


"Seberapa kuat itu?"


"Kupikir dia sekuat Titania."


Saber melaporkan situasinya kepada Alfred.


Iblis yang kekuatannya setara dengan iblis bangsawan, itu pasti sudah di peringkat Epic-class atau mungkin di atasnya.


Saber, Alfred, Azure, dan yang lainnya — sudah berada di peringkat legendary-class. Namun itu hanya sebatas pada energy, kemampuan mereka mungkin masih jauh bila dibandingkan dengan iblis berpengalaman yang sudah hidup selama ribuan tahun.


Oleh karena itu mereka semua khawatir.


Namun bukan berarti mereka takut. Mereka justru ingin melawannya karena tugas mereka untuk membunuh iblis di Kerajaan ini belum berakhir.


Dalam hal itu, mereka berdiskusi untuk memikirkan cara mengalahkan iblis tersebut. Selama diskusi, pasukan naga yang mengelilingi istana juga telah datang karena undangan cahaya penyembuhan Michelle. Mereka semua sudah berkumpul di satu tempat.


Setelah lama berpikir, istana tiba-tiba meledak. Dan membuat raja tercengang melihat bangunan istananya hancur.


Tidak sampai di sana, Mary muncul dari reruntuhan dan menjaga jaraknya dari kepulan asap.


Kemudian sosok iblis hitam muncul dari kepulan asap tersebut, dengan aura iblis yang sangat mencekam.


Mereka berdua masih bertarung. Dan tampaknya iblis tersebut sudah membuat Mary terpojok.


Dapat dilihat Mary seperti sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melawan musuhnya. Rambut merah yang bergejolak akibat pancaran energy dari dalam tubuhnya seperti semangat api. Dan kuku-kuku tajam dari cakar iblis yang dia miliki seperti tangan iblis yang terbuat dari besi.


Setelah diam untuk sesaat, mereka berdua kemudian melanjutkan pertarungannya. Sangat intens dan cepat.


Mary selalu mengandalkan cakarnya tersebut daripada sihir. Menerjang ke arah musuh, lalu menusuk atau mencakarnya. Mary hampir sama sekali tidak menggunakan sihir.


Di sisi lain, iblis menggunakan sihir untuk pertahanan. Dia juga sering menyerang Mary dengan sihir elementary. Namun hal seperti itu bisa ditangkis dengan cakarnya.


"Kupikir kita harus membantunya."


"Tapi kecepatan mereka berdua sangat luar biasa. Kita mungkin tidak sengaja melukai nyonya alih-alih membantunya."

__ADS_1


Alfred dan Saber tidak sabar ingin membantu Mary. Mereka tidak bisa tinggal diam.


__ADS_2