Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Kekonyolan.


__ADS_3

"Bagaimana dia bisa bergerak secepat itu, barusan?"


Aku terus memikirkan hal ini di dalam kepalaku.


Aku yang merupakan kepala klan Aeghistar sekaligus penguasa dunia khayangan ini, bisa terkena pukulan oleh orang yang asal usulnya bahkan tidak jelas.


Siapa dia sebenarnya?


Setelah aku terlempar jauh dan menabrak dinding luar istana, aku menemukan diriku di tumpukan puing-puing.


Ya, dinding ini hancur begitu saja oleh tubuhku yang membenturnya.


Energy-ku dapat memanifestasikan massa untuk pertahanan utama tubuhku sendiri, dan itu membuat tubuhku menjadi keras. Tapi pukulannya bisa membuat pertahanan kerasku kehilangan momentumnya.


Apakah dia menggunakan skill dalam pukulannya?


Kalau begitu barusan dia mengerahkan kekuatannya hanya untuk menjauhkanku dari mereka.


Begitu, ya. Dia cukup pintar.


Benar. Tidak mungkin seseorang yang tidak terkenal sepertinya dapat membuatku terlempar hanya dengan pukulan kalau itu tidak dengan kekuatan penuhnya.


Haha, aku hampir dibuat takjub olehnya.


"Kenapa kau tersenyum?"


Pria itu, yang telah memukulku hingga ke dinding luar, telah muncul kembali di hadapanku.


Tunggu, itu tidak benar! Masih ada pertanyaan kenapa dia bisa bergerak begitu cepat. Apa dia memiliki trik tertentu untuk bergerak secepat itu?


"Cih, berani sekali kau memukulku!!"


Pikirkan hal itu nanti saja, aku sekarang sangat kesal ketika melihat wajah jelekya itu dan langsung menyerangnya tanpa memikirkan hal lain.


Aku mengeluarkan pedangku dari sub-dimensi, pedang dua tangan berwarna biru. Dan sering disebut sebagai "Pedang Langit".


Pedang [Mythical-class] ini dapat membelah langit dan lautan menjadi dua. Legendanya mengatakan kalau pedang ini adalah pedang terkuat bahkan di antara senjata setingkat lainnya. Dan juga sering digunakan untuk menghukum mati Demon Lord yang keterlaluan.


Sudah jelas kalau senjata ini tidak ada tandingannya.


Ketika aku mengeluarkan senjataku tersebut, aku juga melihat dia mengenakan senjata di kedua lengannya. Itu adalah Armored Gauntlet berwarna ungu.


Namun, aku menghiraukannya karena aku yakin pedangku adalah senjata terbaik di alam semesta ini.


Kemudian kami saling melancarkan serangan kami.


"Tnnng!!"


Seperti suara dari dua batang besi yang berdenting, senjataku dengan senjatanya saling berbenturan.


"Huh?"


Aku cukup dikejutkan dengan itu. Aku tidak menyangka dia dapat menahan seranganku. Tetapi...


"Krak"


Suara retakan dapat terdengar dari senjatanya.


Dia ternyata memaksakan diri, huh.


Aku sempat khawatir dengan kelakuannya yang liar, tapi sekarang aku baik-baik saja. Dia hanya memaksakan senjatanya dan berakhir rusak.


Dan melihat dari reaksinya, tampaknya dia juga cukup terkejut dengan hasilnya.


Benar, tidak mungkin pedang ini dapat dilawan. Pedang ini sudah ada sejak jaman dulu, ketika dewa-dewi di masa lalu saling memperebutkan domain dan melakukan pertarungan setiap hari.


Sekarang hal seperti itu sudah tidak ada lagi. Dan keturunan dewa-dewi itu sudah menjadi Pilar Surga di era sekarang.


Dan, aku adalah pemimpin mereka. Aku lebih kuat dari mereka, dan tentu saja aku tidak mungkin kalah dengan pria di hadapanku ini.


Pedangku sempat tertahan olehnya. Aku mulai mengerahkan seluruh kekuatanku ke pedang dan mulai menekannya untuk memotong pria itu menjadi dua.


Namun dia dengan cepat melarikan diri. Seorang pengecut.


Aku tidak bisa membiarkan dia melarikan diri begitu saja, aku menyerangnya lagi dan lagi dengan pedangku, menebasnya dengan gaya seni berpedangku.


Dia terus menerus menangkis pedangku dengan senjatanya. Tapi aku yakin itu tidak akan bertahan lama, senjatanya cepat atau lambat pasti akan hancur.


Aku optimis dan terus menyerangnya sampai akhirnya senjata di tangannya benar-benar hancur berkeping-keping.


Wow! Hebat! Aku sangat hebat.


Lalu, aku melihat reaksinya. Dia sekarang memiliki wajah yang rumit dan tampak bermasalah.


Ya. Sekarang kau tidak punya senjata, kau pasti akan kalah.


"Lebih baik kau menyerah dan memohon ampunan padaku sekarang. Atau aku benar-benar tidak akan memaafkanmu."


Sebenarnya aku tidak ingin memaafkannya karena dia telah berani menyentuh Freya. Tapi aku memiliki ide lain untuk menggunakannya.


Aku akan merebut kembali Freya, dan akan kubunuh pria itu di hadapannya. Aku yakin Freya tidak akan menentangku lagi di masa depan setelah itu.


Aku cukup terhanyut dalam lamunanku, dan tanpa disadari, ternyata lawanku sudah melengkapi tangannya dengan senjata yang sama.


"Apa!?"


Itu sangat mengejutkan, aku tidak mengira kalau senjatanya dapat meregenerasi.


Atau tidak.


Warna pada senjatanya berubah. Itu menandakan senjata sebelumnya benar-benar hancur dan dia hanya menggantikannya dengan senjata yang lain.

__ADS_1


Kali ini senjatanya berwarna kuning.


"Dia memiliki senjata seperti itu berapa banyak?"


Aku sungguh ingin tahu. Tapi percuma saja memiliki banyak senjata kalau semua itu tidak bisa menandingi pedang langitku.


Ya. Aku hanya perlu menghancurkannya sekali lagi, dan terus menerus.


Aku mulai menyerang dia lagi.


Kali ini dia tidak menggunakan taktik menghindar seperti sebelumnya, dan maju lurus ke arahku seperti ingin mengadu kemampuan.


Kalau itu yang dia inginkan, maka aku hanya perlu meladeninya.


Kami bertukar serangan satu sama lain, dan berupaya untuk terus menahan serangan daripada menghindarinya.


Aneh, dia tahu kalau senjatanya sama sekali tidak berguna untuk melawanku, tetapi dia tetap nekat menyerangku secara langsung.


Apa dia ingin bunuh diri?


Aku menebasnya dengan pedangku, kemudian dia berhasil menahannya. Ini terjadi berulang kali seperti sebelum dia mengganti senjatanya.


Dan akhirnya, aku berhasil menghancurkan senjatanya kembali.


Itu sangat mudah bagiku. Pedangku benar-benar sangat kuat.


Tapi kali ini ada yang berbeda dengannya. Wajah bermasalahnya tidak seperti sebelumnya, kali ini dia seperti menerima kalau senjatanya telah hancur.


Aneh, sangat aneh! Bukankah di situasi seperti ini, dia seharusnya mengkhawatirkan posisinya? Tapi kenapa dia menerima semua itu?


Aku dibuat bingung olehnya. Dan ketika aku sibuk memikirkan hal itu, aku menemukan dia telah berganti ke senjata yang lain.


Itu senjata dengan jenis yang sama, tapi kali ini berwarna hijau.


Apa-apaan itu, dia benar-benar memiliki banyak senjata seperti itu ternyata!!


"Cih!"


Kali ini aku bertekad untuk menyerangnya secara terus menerus. Aku tidak akan berhenti sampai senjatanya benar-benar habis.


Kalau dia memiliki begitu banyak senjata, lalu apa? Semua itu tidak berguna melawan Pedang Langitku yang hebat ini! Aku bisa terus melawannya dan terus menghancurkan senjatanya.


Aku akan terus menghadapinya sampai dia benar-benar kehabisan stok senjata!


Kemudian pertarungan intens pun dimulai...


Sampai pada suatu waktu, aku menyadari kalau kami sudah tidak berada di istana bagian depan lagi.


Di awal kami sempat melakukan kejar-kejaran, dan aku tidak akan menyangka kalau kami bakalan pindah ke sisi lain istana.


Dan setelah memakan waktu cukup lama untuk bertarung dengannya demi menghancurkan semua senjatanya, aku menyadari kalau setiap jenis senjata miliknya berbeda atribut tergantung dari warnanya.


Sekarang dia sedang memegang tipe es. Setiap pukulannya menghantarkan rasa dingin yang kurang nyaman untukku.


Aku berpikir untuk segera menghabisinya karena hal itu, dan mulai melangkah sembarangan. Tapi itu justru membawaku ke kecerobohan.


Aku terkena pukulannya.


"Sial!"


Aku terlempar cukup jauh dengan kecepatan tinggi, dan berakhir membentur tembok lagi.


Bisa-bisanya dia membuatku lengah karena senjatanya! Aku tidak menduga akan terkena pukulannya lagi seperti ini.


Aku sangat kesal.


Bukan berarti pukulannya dapat menghancurkanku, tapi terkena pukulan untuk yang kedua kalinya hanya membuatku kesal.


Bagaimana dia bisa mendaratkan pukulannya ketika kecepatan kami sama? Dia pasti memiliki trik licik lainnya dalam saku.


Aku sangat heran. Sejak awal pertarungan, aku selalu menyerang dan dia selalu mundur seperti aku telah memojokkannya. Namun ternyata dia hanya berpura-pura terpojok dan mengambil kesempatan ketika aku lengah.


(Orang ini, aku sangat tidak menyukainya.)


Bangkit dari puing-puing dinding yang hancur, aku langsung melihat dia berdiri di hadapanku. Seperti menunggu untuk pertarungan selanjutnya.


Tapi kali ini dia terlihat lebih percaya diri dengan mengatakan "Sip!" Sambil melakukan peregangan aneh.


Kita makhluk spiritual bergerak dengan energy, tidak mengerti kenapa manusia harus meregangkan tubuh mereka ketika melakukan pekerjaan berat.


Dia sendiri seharusnya melapisi tubuhnya dengan energy, sehingga peregangannya tersebut dapat terbilang tindakan yang sia-sia atau tidak berguna. Itu semakin membuat dia terlihat menyebalkan.


Guh... Aku ingin sekali membunuhnya! Mungkin sudah waktunya menggunakan Perlindungan Ilahi.


«Charybdis?»


«Ya, Master! Sungguh pertarungan yang menakjubkan. Tidak terduga lawan kita sangat tangguh! Seperti yang diharapkan dari seorang Master yang dipilih oleh kakak perempuan pertama.»


«Cih, aku tidak ingin mendengar itu. Apa kau pikir kita bisa mengalahkannya jika kita saling menggunakan kalian?»


Divine Monster \= Perlindungan Ilahi. Merupakan jenis device dewa tipe pelindung tubuh. Jika Pedang Langitku adalah tipe senjata, maka Divine Monster adalah tipe armor.


Semua itu adalah makhluk hebat buatan dewa di masa lalu yang dikenal sebagai servant. Dan tingkat Pedang Langitku sama dengan armor-armor ini, yang berkemungkinan untuk aku bisa mengalahkan musuh.


Apabila aku menggunakan Charybdis, musuh pasti menggunakan Hydra. Tapi perbedaannya adalah dia tidak memiliki senjata yang setara dengan Pedang Langitku. Ini bisa menjadi kemenangan, kecuali Charybdis lebih lemah daripada Hydra. Itu mungkin akan merepotkan.


«Daya serangku lebih kuat daripada divine monster yang lain, Master.»


«Oh, aku pernah mendengar itu sebelumnya.»


«Ya. Tapi ketika kami menjadi armor, durability kami sama. Semua kembali lagi kepada keterampilan Anda, Master.»

__ADS_1


Pada akhirnya seperti ini.


Aku tahu itu. Aku hanya ingin memastikan kekuatan Charybdis sekali lagi untuk meyakinkan diriku.


Jiwa kami sudah terintegrasi. Jika Charybdis bisa menjadi armor untuk menutupi tubuhku, maka aku juga bisa menjadi dirinya.


Tubuh sejati mereka adalah monster. Jadi kalau bertahan di tubuh ini kami tidak bisa mengalahkannya, aku bisa berubah menjadi monster Charybdis dan menyerangnya dengan itu.


Daya serang kami lebih unggul, aku yakin aku akan menang melawannya setelah menggunakan itu.


Tapi, itu bisa dilakukan nanti. Mungkin saja dia lebih lemah dari yang terlihat, dan bisa dikalahkan sebelum kami saling berubah menjadi monster.


Menggunakan percepatan pikiran, aku dapat berdiskusi dan memikirkan banyak hal hanya dalam waktu singkat. Ini kemampuan yang sangat berguna bagi para Master Divine Monster.


Kecepatan kami juga sama, kami dapat bergerak di kecepatan cahaya. Oleh karena itu, walaupun dunia tampak berhenti, kami masih bisa bergerak leluasa di waktu yang diam itu.


Yah, ini bukan waktunya untuk memikirkan kecepatan.


"Ohh!"


Dia terpukau melihatku mengenakan perlindungan Ilahi Charybdis. Dia benar-benar santai.


Tapi, aku akan membungkam mulut itu secepatnya. Aku juga sudah tidak tahan melihat kehadirannya di sini, aku ingin cepat-cepat membunuhnya dan mengambil Freya kembali.


Setelah aku terang-terangan menggunakan perlindungan Ilahi, musuh juga mengikuti dan berubah.


Seperti yang diduga, dia pasti sudah mengerti situasinya. Tidak mungkin dia bisa melawanku tanpa perlindungan Ilahinya.


Tidak hanya mendapatkan perlindungan, statistik segala macam kemampuan kami juga meningkat pesat ketika menggunakan ini.


Ini adalah pusaka yang sama berharganya dengan Pedang Langitku.


Mungkin tidak mudah untuk menembus pertahanannya, tapi bukan berarti itu tidak mungkin!


Aku langsung menuju ke arahnya dan menyerangnya dengan pedangku.


Kemudian dia kembali ke posisi bertahannya seperti tadi, dan mungkin akan bergerak ketika ada kesempatan saat aku lengah.


Tapi, aku tidak akan ceroboh seperti sebelumnya.


Aku akan serius.


Segala macam data mulai bermunculan di kepalaku ketika menggunakan Perlindungan Ilahi.


Semuanya dapat diperhitungkan termasuk jumlah mana cost lawan ketika ingin menyerangku. Itu dapat terlihat jelas bahwa dia juga memiliki kualitas Mana yang bagus dari Divine Monsternya, dan juga jumlahnya sangat banyak.


Sekitar 92 juta poin...


Huh? 92 juta ...??


«Hei, berapa perbedaan jumlah Manamu dengan Hydra?»


«Karena dia adalah kakak tertua kami, maka dia memiliki Mana paling banyak. Mungkin sekitar 20 juta poin lebih besar dariku.»


Charybdis memperkirakan.


Jumlah Mana Charybdis sekitar 70 juta. Jika Hydra memiliki 20 juta lebih banyak, maka itu tidak jauh dari 90 juta poin.


Sepintas perbedaannya tidak terlalu jauh dari hasil penilaianku sebelumnya, tapi...


Itu hanya memiliki dua juta lebih banyak? Apa mereka serius?


Tidak, maksudku. Jika kekuatanku digabungkan dengan Charybdis, maka jumlahnya mencapai 100 juta poin lebih. Tetapi musuh tidak lebih dari poin asli yang Hydra memiliki.


Singkatnya, pria itu tidak menambah jumlah poin untuk pihak mereka. Pria itu hanyalah sampah!


Kenapa Freya bisa menyukai pria tidak berprestasi ini!? Apa dia telah dicuci otaknya?


"Pfft!"


"Huh?"


Aku tidak bisa menahan tawa, ini sungguh lelucon!


"Tidak, kupikir aku terlalu serius menanggapi pertarungan ini hingga membuatku tidak sadar kalau lawanku hanyalah sampah."


"..."


Dia tidak mengatakan apapun meski aku mengolok-oloknya. Tapi, entah kenapa aku sempat merasakan dingin di punggungku, namun aku yakin itu hanyalah imajinasi.


Tidak mungkin orang di depanku ini bisa membuatku ketakutan. Aku sangat yakin tentang hal itu, bahkan wajahnya sudah memperlihatkan kalau dia adalah laki-laki yang tidak dapat diandalkan.


"Jika dipikirkan baik-baik, kenapa aku bisa gelisah saat menghadapi sampah ini, Sigh. Ini sungguh buang-buang waktu."


"..."


Mungkin aku sudah terlalu lama tinggal di dalam istana, sampai-sampai hanya kedatangan tamu tidak diundang saja bisa membuatku terkejut.


Sial. Aku sangat menyesalinya sekarang.


Dan entah kenapa, aku tiba-tiba sudah tidak tertarik lagi dengan Freya.


Mau-Maunya dia bercinta dengan lelaki sampah seperti ini, otaknya pasti diisi dengan hal penuh kebodohan, kan?


Ini membuat kesanku terhadapnya sangat menurun.


"Huh?"


Tiba-Tiba saja aura pria itu berubah. Energy-nya berfluktuasi, dan tampak tidak stabil.


Apakah dia akhirnya sudah terprovokasi dengan ucapanku?

__ADS_1


__ADS_2