Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Bab 17. Kecurigaan yang semakin besar.


__ADS_3

Apakah kegunaan dari gems?


Sejauh yang aku tahu, gems adalah alat tukar untuk membeli suatu barang atau item. Namun, gems juga digunakan untuk...


"membuat ramuan elixir, mengaktifkan shield, dan... Memindahkan kastil?"


Dengan santai aku mengatakannya.


Freya dan tethra memandang aku dengan diam sambil berkedip beberapa kali.


"eh, apa aku salah? Aku rasa, hanya itu kegunaannya dan aku tidak bisa memikirkan kegunaan lain."


Setidaknya untuk saat ini. Aku mungkin melupakan sesuatu tapi itu tidak masalah mungkin nanti aku akan mengingatnya.


Lagi pula aku ke sini — ke ruang timbunan harta — hanya untuk memastikan bahwa gemsku masih ada.


Yah, sebenarnya yang aku pikirkan hanya untuk menggunakan gems itu untuk mengaktifkan shield kastil, jadi kastil ini tidak akan bisa diserang.


Meskipun, aku tidak tau apakah fungsi pertahanan masih bisa aktif atau tidak, aku akan mencobanya nanti.


"barusan, apakah kamu bilang "membuat elixir"!?"


Tethra menggeser freya dan langsung berdiri di depanku. Mukanya penuh dengan rasa penasaran tinggi.


"i-itu benar, aku sudah mengatakan kepada freya bahwa aku mengetahui fungsi dari beberapa alat di kastil ini dan ada alat di lantai atas untuk memproduksi elixir menggunakan batu itu."


Benar, elixir merupakan sejenis ramuan regenerasi dan restoratif jadi aku juga harus membuat itu kalau-kalau aku terluka aku bisa mengantisipasinya.


Prioritas utama aku untuk tinggal di dunia ini adalah memastikan keamanan aku sendiri.


Jika dipikirkan lagi, sebenarnya aku memiliki banyak tugas untuk bertahan hidup di dunia ini. Dan, seperti yang dikatakan freya, kita harus pergi dari dunia iblis ini tetapi aku tidak tau dunia mana yang lebih aman, ada kemungkinan dunia manusia sedang dalam perang epic seperti dalam fiksi jadi aku akan bertanya dulu bagaimana kondisi di dunia manusia.


"kamu berbohong, 'kan? Mana mungkin ada alat semacam itu di kastil ini!?"


Tethra masih tidak percaya dan mendekatkan tubuhnya ke arahku.


Dia terlalu dekat dan mungkin dia menggunakan parfum karena aku bisa mencium aroma yang sangat harum darinya.


Lalu, freya tiba-tiba menarik Tethra.


"kamu terlalu dekat. Dan juga, setelah kamu melihat shelter dan batu-batu itu kamu masih mengatakan jika tuan albert berbohong?"


"tapi bukankah elixir hanya bisa dibuat oleh ras gnome? Bagaimana bisa ada alat semacam itu di sini?"


Semuanya menjadi rumit. Seharusnya aku tidak usah mengatakan hal yang tidak perlu supaya tidak menjadi kebingungan seperti ini.


"hei, mari kita hentikan ini dan kembali ke tujuan utama kita datang ke sini."


Tujuan kita ke sini hanya untuk memastikan apa yang menyebabkan masalah "energi mana yang meracuni penghuni kastil" dan itu disebabkan karena ruangan ini sudah tidak cukup untuk menampung batu ajaib lagi. Jadi, kita hanya perlu membersihkannya.


"baiklah, ayo kita ambil ini."


"ah! apakah aku boleh meminta satu? Sebenarnya aku datang ke kastil ini untuk meneliti tentang batu ajaib itu tetapi endrin hanya memberi aku sangat sedikit batu, dia sangat pelit."


Aku tidak tau kata satu bijih dari batu itu karena bentuk mereka tidak teratur tetapi rata-rata ukuran mereka sebesar ransel.


Itu cukup besar untuk dibawa oleh orang dewasa.


"aku mengatakan "ayo kita ambil" jadi kamu boleh mengambil lebih, tentu saja."


"apa? Jadi aku boleh mengambil beberapa?"


"ya, tapi kamu harus menggunakan itu untuk tujuan meneliti seperti yang kamu katakan barusan, jika kamu malah menjualnya..."


Jika dia malah menjualnya maka itu tidak apa, lagi pula tidak semua batu-batu itu adalah milikku tetapi entah kenapa aku masih tidak menyukainya.


Batu-batu itu memang bukan milikku tapi kita masih berada di dalam kastilku jadi akan lebih bagus jika batu itu berada dalam pengawasanku.


"a-aku tau itu. Batu-batu ini sangat berharga jadi aku tidak akan menjualnya."


"maafkan aku, sebenarnya tidak apa jika kamu ingin menjualnya — lagian kita menemukan ini bersama tetapi aku lebih menyukai jika batu itu digunakan dengan bijaksana, kamu mengerti, 'kan?"


"iya, aku mengerti."


Setelah itu tethra langsung masuk ke sana dengan suka cita dan dia hanya mengambil sedikit mungkin hanya enam atau tujuh batu.


Dia memilih batu-batu itu seperti memilih buah-buahan di pasar lalu memasukkan sejumlah batu itu ke dalam sihir penyimpanan.


"kamu tidak ingin mengambil batu itu, freya?"

__ADS_1


Freya hanya diam di sebelah aku jadi aku bertanya.


"sebenarnya saya sudah memiliki beberapa batu yang seperti itu tetapi saya tidak terlalu menggunakannya jadi saya rasa saya tidak terlalu memerlukannya."


Kalian mengatakan bahwa batu itu sangat berharga dan sekarang kamu tidak menginginkannya? Apakah itu karena aku menegur untuk tidak menjualnya dan dia menjadi ragu-ragu untuk mengambilnya?


Tidak, dia tidak terlihat seperti itu melainkan dia terlihat seperti seseorang yang tidak terlalu menginginkan urusan duniawi.


Atau, apakah aku yang salah paham di sini?


Freya sedang menatap-- tidak, lebih tepatnya dia selalu menatap aku sejak awal kita ke sini seolah-olah aku adalah sebuah objek misteri.


Baiklah, karena dia hanya menatap aku tanpa bertanya jadi aku menatap balik.


Mata kami bertemu untuk waktu yang lama. Ini sangat canggung dan sepertinya aku akan kalah dalam kontes menatap ini karena freya sejak awal memiliki sikap yang serius jadi dia benar-benar serius menatap aku dan pastinya dia sedang memikirkan sesuatu tentang aku.


Tidak ada hal romantis di sini padahal kita sedang bertatapan.


Aku ingin sekali mengalihkan pandanganku tetapi aku sudah terlanjur untuk menatapnya dan sekarang jika aku mengalihkan pandanganku itu akan seperti aku telah mengakui sebuah kebohongan.


"hei, aku sudah mengambilnya dan ternyata batu-batu ini memiliki kualitas yang sangat bagus!"


Tethra datang menghampiri kami.


Bagus, kamu datang di waktu yang tepat! Jadi aku bisa lepas dari kontes tidak jelas itu, meskipun freya masih menatap — aku pura-pura tidak memperdulikannya dan mengalihkan pandangan aku ke tethra.


"kamu hanya mengambilnya sedikit, kamu boleh mengambilnya lebih banyak, kamu tau? Atau, apakah ucapanku mengganggumu?"


"tidak, tidak! Ini sudah cukup. Lagi pula, satu batu ini memiliki konsentrasi mana yang sangat tinggi. Ini barang yang sangat bagus! Aku pikir, akan sulit menemukan batu seperti ini tetapi tempat ini menyimpan banyak sekali, ini benar-benar harta karun!"


Tethra memiliki wajah yang berseri-seri. Gadis ini memang sangat manis jika sedang dalam mood bagus.


"baiklah, aku akan menyimpan sisanya jika kamu ingin lebih maka kamu tinggal memintanya kepadaku."


Tidak ada salahnya berinvestasi kepada seorang peneliti seperti tethra jadi aku harap kamu tetap tinggal di sini dan bekerja keras.


Karena freya tidak menginginkannya maka aku pergi masuk dan mengambil seluruh batu di sana. Aku menyuruh hydra untuk memuat sejumlah besar batu itu ke dalam inventarisku dan hanya menyisakan sekitar 10 persen sebagai deposito.


Memiliki inventaris memang sangat praktis dan bisa menghemat energi, dunia lain memang yang terbaik.


"baiklah, ayo kembali."


Oh, ayolah jangan seperti itu lagi, dari awal aku memang seorang pahlawan, 'kan?


Dengan tethra yang kagum padaku dan freya yang terlihat semakin curiga padaku kami langsung kembali ke atas untuk makan dan juga mandi.


Aku ingat sejak pertama kali datang ke sini aku belum pernah mandi jadi aku memuaskan diriku pada pemandian pertamaku dengan berendam di air panas yang tersedia di kamar eksekutif lantai tiga.


Ternyata endrin dan yang lainnya hanya tinggal di lantai satu dan dua kastil. Mereka tidak memiliki akses untuk bisa masuk ke ruangan-ruangan di lantai tiga atau di atasnya.


Dan, yang memindahkan kastil ini adalah lexo, yang mungkin menggunakan pengetahuannya untuk membobol observatorium karena alat untuk memindahkan kastil ada di sana.


Sedangkan untuk para pelayan mereka tinggal di gedung khusus karyawan kerja, tempat tinggal bagi orang-orang yang bekerja di kastil ini.


Gedung itu tidak terpisah dan masih menempel di sebelah kiri bangunan kastil jadi itu masih dihitung gedung kastil.


Gedung kastil sangat tinggi, aku mengira ada 12 lantai + observatorium dan 2 lantai bawah tanah.


Isinya memang beragam tetapi kebanyakan ruangan dibuat dengan skala besar yang harus memakan tempat seperti altar atau ruang audiens.


Awalnya aku bingung bagaimana mereka membersihkan langit-langitnya dari sarang serangga atau semacamnya tetapi aku ingat bahwa ini adalah dunia sihir.


Tidak peduli bagaimana aku memikirkannya, mereka pasti menggunakan semacam mantra untuk terbang atau ada mantra khusus untuk kebersihan yang tidak menggunakan etika kerja orang tanpa sihir seperti yang orang-orang di duniaku lakukan.


Sekarang aku sedang berendam di kamar mandi pribadi. Semua terlihat modern, ada bak mandi, keran air panas dan dingin, shower, dan toilet.


Yah, fasilitas kamar mandi ini memang sangat memadai tapi tidak ada sabun atau sampo di sini jadi aku hanya berendam dengan air panas. Ini masih sangat tidak nyaman jadi aku akan meminta itu ke freya nanti.


Ah! Atau apakah ada sihir untuk membuat sabun? Jika iya maka masa depan dunia ini akan seperti apa nantinya jika barang-barang komoditas seperti itu saja bisa dibuat dengan sihir. Bagaimana masyarakat akan bekerja nanti?


Tunggu, itu hanya pemikiran dariku yang masih menggunakan etika kerja tanpa sihir.


Baiklah, jika aku berfikir melalui pandangan mereka tentang "bekerja" mungkin akan ada lebih banyak pekerjaan karena adanya "sihir".


Misalnya mereka bertani dengan sihir tanah, maka traktor, bensin, dan insinyur tidak dibutuhkan. Lalu mengirim hasil panen menggunakan sihir teleportasi, maka mobil dan pengendara tidak dibutuhkan.


Tunggu, itu terlihat sangat-sangat efisien dan karena traktor tidak dibutuhkan maka tidak akan ada pabrik mesin, lalu karena mesin tidak ada maka tidak ada penggunaan bensin, jadi... Tambang minyak, pabrik minyak, dan usaha distributor minyak seperti pom bensin tidak akan pernah terjadi.


Hei, aku tidak bisa memikirkan bagaimana masyarakat bekerja dengan sihir.

__ADS_1


Namun, di sana aku mengingatnya. Aku ingat dengan yang namanya "batu ajaib".


Padahal aku baru saja mengambil itu tetapi kenapa aku bisa melupakannya? Dan, jika bahan bakar bensin diganti dengan batu ajaib mungkin semua akan terlihat berbeda.


Setelah selesai mandi aku mencari-cari pakaian di dalam inventarisku.


Semua adalah pakaian di dalam game yang aku beli atau dapatkan secara gratis.


Sebagian besar pakaian yang aku beli adalah pakaian untuk berburu dan armor jadi tidak terlalu nyaman jika hanya untuk dipakai di dalam kastil.


Sebenarnya, ada beberapa skin yang aku beli hanya untuk sekedar fashion tetapi itu sangat mencolok dan bahkan ada satu set pakaian untuk seorang bangsawan eropa abad pertengahan. Aku pikir, aku akan melewatkannya.


Semua pakaian yang aku beli terlalu berlebihan jadi aku beralih ke pakaian gratisan yang sering pemain dapatkan ketika sebuah event muncul.


Di sana ada semacam kaos polos, jaket olahraga berwarna hitam dengan kerah tegak, celana panjang, dan untungnya ada ****** ***** di sana jadi aku merasa aman.


Aku mengambil semua itu dan memakainya. Ini terlihat sangat kasual dan seperti gaya keseharian aku di dunia asalku sebelumnya.


Aku kesini hanya dengan celana panjang dan kaos jadi aku sangat beruntung untuk tidak membuang pakaian-pakaian gratisan itu dari inventaris ketika aku masih bermain.


Setelah memakai pakaian aku duduk di atas kasur.


Sekarang aku akan tinggal di sini.


Kamar ini seperti kamar di hotel bintang lima. Seluruh lantai beralaskan karpet biru tua, kasurnya besar dangan selimut berwarna merah, ada lemari besar dan laci di samping kasur tetapi itu kosong, lampu hias di atas laci terlihat mahal, cermin besar berbentuk oval dengan bingkai berwarna emas entah kenapa aku percaya kalau itu adalah emas sungguhan, dan terakhir meja kerja dengan kursi yang terlihat berkelas.


Melihat itu semua aku berkata "luar biasa!" sambil menjatuhkan tubuhku ke kasur, itu sangat empuk.


Semua ini adalah furnitur di dalam game tetapi sekarang menjadi kenyataan. Sungguh... Aku jadi semakin bingung untuk memilih tinggal di sini atau kembali pulang.


Alasan aku ingin kembali pulang karena dunia ini sangat rawan sekali dengan yang namanya "perang" tetapi jika aku berfikir — lebih baik berperang untuk tetap tinggal di kastil ini dan hidup mewah, menurutku itu memang layak untuk diperjuangkan.


"hydra?"


Karena tidak ada orang lain di kamar ini jadi aku memanggilnya tanpa perlu melakukan telepati.


«ya, master.»


"apa kamu tidak ingin keluar?"


«tidak, saya tidak memiliki keperluan apapun.»


"eh, tapi aku ingin mengobrol denganmu."


«kita sedang mengobrol sekarang.»


"bukan, maksudnya aku ingin... Err, akan lebih baik jika aku bisa melihat lawan bicara aku."


«...»


Butuh waktu lama tetapi hydra keluar dengan wujud dinosaurus-nya. Tanpa berkata apa-apa aku langsung memeluknya.


"saya tau akan jadi seperti ini tapi tolong tidak ada hal-hal mesum."


Oi! Memangnya siapa yang ingin berbuat mesum dengan monster?


Aku ingin mengatakan itu tetapi aku takut dia tersinggung dan aku berakhir dipanggang olehnya jadi aku berhenti di sana.


Aku hanya ingin memeluknya karena hydra seperti hewan peliharaan tipe terbaru.


"iya, aku mengerti."


"lalu, apa yang ingin master bicarakan?"


Ugh, sebenarnya aku hanya ingin memeluknya jadi aku tidak memiliki topik khusus untuk dibicarakan.


"err... Apa kamu lapar?"


"apa-apaan itu? Jadi, tidak ada yang dibicarakan di sini?"


Wa, gawat! Entah kenapa aku sangat payah dalam berbohong dan hydra ternyata adalah wanita yang serius.


"haahhh..."


Hydra menghela nafas berat.


"baiklah, jika anda tidak memiliki sebuah topik maka biar saya yang akan bertanya."


"ya, tanyakan apapun yang kamu mau."

__ADS_1


Huff, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika hydra memiliki mood yang buruk.


__ADS_2