Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Penyelesaian #3.


__ADS_3

Padang tandus, merupakan kondisi area di depan kota benteng wilayah Ferdinan, kawasan yang digunakan sebagai pembatas antara Kerajaan Herunia dengan Kekaisaran Karamia.


Dan saat ini, lahan tandus di depan kota benteng tersebut, sedang dilalui oleh 280.000 prajurit militer Kekaisaran Karamia.


Mereka mengenakan persenjataan lengkap seperti baju zirah dan tombak untuk prajurit dan jubah serta tongkat sihir untuk wizard.


Pasukan mereka dibagi menjadi 4 kelompok, yang terdiri dari kavaleri, pemanah, wizard, dan infanteri.


Mereka berbaris dengan rapih, membentuk barisan memanjang dan dalam puluhan menit lagi akan mencapai kota benteng wilayah Ferdinan, di mana terdapat 35.000 prajurit Kerajaan sudah membentuk barisan menghadap ke arah datangnya pasukan Kekaisaran.


Selaku pemimpin masing-masing pasukan, Ferdinan, Kruga, dan Monta — sedang berada di atas dinding benteng untuk mengamati lokasi medan pertempuran dari tempat tinggi.


Mereka bertiga juga ditemani dengan ajudan atau wakil mereka masing-masing. Tapi Monta bersama dengan keempat naga lainnya, yaitu Vera, Zaakh, Kakuna, dan Nahat.


Ferdinan melihat seragam para naga begitu bagus. Desainnya sangat elegan dan terlihat menggunakan bahan baku yang berkualitas.


Meski Ferdinan hanya asal menebak, namun cukup masuk akal bila harga dari seragam mereka cukup mahal.


Bagaimanapun, negeri naga sangat kaya. Dan kekayaan negeri naga hanya dapat diketahui oleh Kerajaan Herunia dan Kerajaan Moriden.


Mengandalkan pedagang dari Kerajaan untuk penjualan komoditas, dan memperluas jaringan perdagangan produk melalui nama pedagang tersebut.


Ferdinan mengerti kalau kendala negeri naga saat ini adalah karena belum memiliki pelabuhan. Namun dengan akal, mereka telah menggunakan sihir teleportasi barang untuk mengatasi masalah tersebut.


Ferdinan tidak mengerti apakah mereka ingin terlihat mencolok atau tidak, tapi menggunakan sejumlah batu kristal ajaib hanya untuk mentransfer barang dagangan sudah membuat mereka begitu terlihat sangat kaya di mata Ferdinan.


Terlepas dari itu, Kerajaan Herunia sebenarnya mendapatkan banyak keuntungan dari hasil pajak gedung dan penjualan pedagang tersebut. Jadi itu bukanlah hal buruk bagi Kerajaan.


Mengesampingkan itu, pasukan Kekaisaran Karamia sudah memasuki jangkauan persepsi Ferdinan.


Seperti yang diharapkan, jumlah mereka sangat banyak, apalagi setelah mereka semua terlihat.


Dan sudah sejak lama, Ferdinan menunggu untuk dapat melihat keberadaan Helios yang sebelumnya pernah dibicarakan oleh Monta.


Rasa penasaran sekaligus kekhawatiran meliputi dirinya saat ini karena belum melihat sosok senjata tersebut.


(Apa itu benar-benar bisa memusnahkan pasukan Kekaisaran? Tidak, sejak awal, memusnahkan 280.000 prajurit, memangnya bisa dilakukan hanya dengan Golem?)


Ferdinan mulai bertanya-tanya. Dia tidak mengerti Golem seperti apa yang dapat memusnahkan begitu banyaknya prajurit dan... Bisa terbang.


"Hmm, kau bisa merasakan keberadaan orang itu di pasukan musuh?"


"Ya, aku bisa merasakan sekaligus melihatnya. Dia berada di barisan tengah pasukan."


"Apa kau ingin menyerang mereka sekarang, Ketua?"


"Tugas kita di sini untuk mengawasi kinerja Helios. Kita mungkin harus menangani orang itu dulu sebelum mengeluarkan Helios."


"Lalu, siapa yang akan menangani orang itu? Zaakh bilang, jumlah Mana orang itu lebih besar daripada dirinya. Benar, kan. Zaakh?"


"Ya, aku sudah mengeceknya. Kurasa energi orang itu sudah bisa menandingi energi Carla."


"Oh, itu artinya dia kuat, kan?"


"Mungkin? Yah, kita tidak tahu sebelum mencoba. Bisa jadi dia lebih lemah, atau bisa juga lebih kuat. Dalam skenario terburuk, dia memiliki skill yang dapat membuat kita kesulitan."


Monta dan kelompoknya saling berbicara.


Ferdinan sangat terkejut melihat wanita bernama Vera — dengan rambut lurus sebahu berwarna biru — dapat mengidentifikasi kekuatan seseorang dalam jarak sejauh ribuan meter.


(Dia pasti menggunakan semacam sihir teleskopik yang dikombinasikan dengan sihir analisis, sangat mengesankan.)


Ferdinan memuji Vera dalam hati.


Sihir semacam itu memang tidak terlalu jarang ditemui dalam keadaan peperangan seperti ini, namun melihat naga bisa melakukan sihir serumit itu telah mengubah pandangan Ferdinan tentang naga.


Terutama kelompok naga di depannya ini. Mereka tidak bisa disamakan dengan monster karena kecerdasan mereka sudah melebihi kemampuan otak manusia biasa.


"Kakuna, kau bisa memancing orang itu keluar dari barisan pasukan mereka, kan?"


"Itu hal yang mudah untuk dilakukan."


"Baiklah, bawa saja orang itu pergi ke tempat lain. Jika kau mendapatkan kesulitan, langsung hubungi Vera untuk meminta bantuan."


"Aku mengerti. Kalau begitu, aku pergi!"


Pria bernama Kakuna, pergi setelah mendapatkan arahan dari Monta.


Kakuna merupakan naga yang cukup pendiam. Memiliki tubuh besar atletis, rambut merah pendek, sepasang tanduk hitam, dan kulit gelap — terlihat seperti prajurit bayaran veteran.


Meski pendiam, Ferdinan cukup terintimidasi oleh Kakuna. Begitu juga dengan Kruga, therianthrope gajah pemimpin pasukan bantuan Kerajaan Binatang.


Tubuh Kruga besar karena faktor gennya, tapi Kakuna bisa memiliki tubuh lebih besar darinya dan membuat itu terlihat lebih menyeramkan.


"Err, Tuan Monta. Apa Anda bisa memperlihatkan Helios kalian sekarang? Atau itu adalah sesuatu yang harus disembunyikan untuk kelancaran strategi?"


Ferdinan sangat penasaran hingga tidak dapat menahan perasaan itu lebih lama lagi, dan berakhir bertanya.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Apa Anda sudah tidak sabar untuk melihatnya?"


"Yah, itu..."


"Haha, bukankah seharusnya kalian sudah bisa melihatnya? Mereka sedang berada di belakang kalian sekarang."


"Eh?"


Monta menyampaikan informasi yang membingungkan bagi Ferdinan.


Untuk mengkonfirmasi perkataan Monta, Ferdinan mulai mengalihkan pandangannya ke arah belakang untuk melihat apa yang disebut dengan Helios itu. Dan ketika dia sudah bisa melihat wujud Helios, dia hanya melebarkan matanya karena tidak percaya...


*****


Kakuna menuju ke pasukan musuh dengan bentuk manusianya, menggunakan mantra untuk terbang.


Bagi naga bumi, berlari di daratan lebih nyaman daripada terbang di udara. Namun kali ini, Kakuna tidak ingin menggunakan wujud sejatinya sebagai naga bumi.


Karena tubuh naga Kakuna lebih besar daripada tubuh naga bumi lainnya. Tentunya, berat dan kekuatannya juga lebih besar.


Oleh karena itu, lebih baik menggunakan bentuk manusia agar tidak dijadikan samsak serangan musuh.


Walaupun kemungkinan serangan mereka tidak akan berpengaruh, Kakuna lebih memilih untuk tidak melakukannya.


Selain itu, kelebihan menggunakan wujud manusia adalah kecepatan dalam pergerakannya dapat meningkat di udara.


Tugas kali ini hanya untuk memancing seseorang yang dianggap berpotensi mengganggu operasi kinerja Helios.


Dengan meningkatkan kecepatan, Kakuna dapat menarik orang itu menjauh dari lokasi pertempuran, dan bisa mengantisipasi serangan darinya.


Kakuna sudah dekat dengan pasukan Kekaisaran Karamia.


Melihat Kakuna terbang ke arah mereka, pasukan di barisan depan menghentikan pergerakan dan memasang sikap siaga terhadap Kakuna.


Tubuh Kakuna besar. Jadi dia dapat ditemukan dengan mudah oleh mata para komandan peleton.


Kakuna hanya melewati mereka semua dan mulai mencari keberadaan individu yang dikhawatirkan.


Dan ketika dia sedang mengatami pasukan musuh dengan teliti, tiba-tiba dia merasa merinding dan langsung memutar tubuhnya.


*BOOM*


Seperti yang diduga, seseorang muncul secara tiba-tiba di belakang Kakuna dan langsung menyerangnya.


Dalam sepersekian detik, Kakuna memilih untuk menerima serangan. Hasilnya, Kakuna terpukul oleh serangan lawan hingga terjatuh ke tanah cukup keras.


Debu yang menghalangi pandangan, secara perlahan mulai menghilang dan menampilkan sosok Kakuna dalam posisi berdiri. Dia juga menatap pria bertopeng.


Pasukan Kekaisaran di sekitar mereka sangat waspada. Namun tidak ikut campur dalam urusan mereka berdua.


Pria bertopeng, merupakan pelancong dari dunia lain yang telah didik oleh Kekaisaran untuk dijadikan senjata perang. Dengan adanya pria tersebut, semua orang berfikir kalau musuh dapat ditangani dengan mudah.


Kakuna menatap ke arah pria bertopeng. Di tangan kanannya, terdapat luka sayatan sedang dalam proses pemulihan. Itu merupakan serangan dari pria bertopeng sebelumnya.


Ditambah dengan topeng, seluruh gaya berpakaian pria misterius itu sangat terlihat aneh bagi Kakuna.


Selain itu, dia memiliki aura membunuh yang sangat tidak menyenangkan. Mirip seperti monster tanpa akal, padahal Kakuna sangat yakin bahwa dia adalah manusia.


Kemudian, bertepatan dengan sembuhnya luka Kakuna, pria misterius sekaligus Kukuna tiba-tiba menghilang dari lokasi mereka berdiri. Dan muncul kembali di tengah-tengah untuk saling memberi dan menangkis serangan.


Pergerakan mereka begitu cepat hingga tidak dapat diikuti oleh persepsi biasa tanpa sihir.


Mereka muncul secara tiba-tiba, memberikan beberapa gerakan untuk ditampilkan. Kemudian menghilang kembali untuk berpindah tempat.


Prajurit Kekaisaran Karamia sangat terpesona melihat pertarungan mereka. Namun tidak ada waktu untuk menyaksikan pertarungan.


Di sini, mereka juga akan menyerang pasukan Kerajaan dan mengambil alih benteng musuh.


Membiarkan pria bertopeng mengurus Kakuna, seluruh pasukan Kekaisaran bergerak kembali untuk menyerbu benteng musuh.


*****


Mata Ferdinan terbelalak setelah melihat sosok asli Helios. Hal itu juga berlaku untuk Kruga dan kedua wakil mereka masing-masing.


Tanpa ada suara, kelima Helios sudah berdiri atau lebih tepatnya melayang di belakang mereka.


Kapan benda itu tiba bahkan tidak diketahui dengan pasti oleh mereka karena hawa keberadaan Helios tidak dapat dideteksi oleh persepsi biasa.


Helios bukan hanya sekedar Golem biasa, itu sudah pasti. Meski Albert hanya terlihat seperti sedang bermain-main dengan boneka, kenyataan Albert sudah membuat alat perang yang sangat mengerikan.


Tujuan awal hanya untuk membuat Golem tampak terlihat terampil. Dengan gagasan seperti itu, Albert telah menginstall banyak skill ke dalam tubuh Helios. Dia tidak hanya menaruh sihir terbang, sihir ledakan, dan sihir ilusi optik saja.


Semua hal itu sangat diketahui oleh Endrin. Itu sebabnya, dia orang yang paling terkejut-- atau bahkan sangat ketakutan melihat Albert dengan mudahnya mengatakan banyak skill telah terinstall di dalam Helios dengan wajah tersenyum tanpa dosa.


Endrin juga tampaknya telah terbawa suasana mengetahui Helios sangat hebat dan menganggumkan. Namun setelah dia bangun di pagi hari... Semua menjadi terlihat sangat mengerikan sehingga Endrin bahkan sangat ketakutan.


(Normalnya, itu tidak bisa dilakukan, kan? Normalnya!?)

__ADS_1


Endrin setelah sadar akan betapa berlebihannya Albert, selalu menanyakan hal seperti itu untuk dirinya sendiri.


Namun Endrin memilih bijak untuk tidak akan mempersoalkan hal tersebut. Bagaimanapun, Albert sudah merupakan dewa di matanya sejak lama.


Hanya karena membuat Golem dengan berbagai skill, sudah seperti permainan biasa baginya. Tidak, sejak awal, itu memang sebuah permainan baginya.


Endrin masih ingat dengan jelas wajah ketika Albert menerangkan berbagai macam skill dan kemampuan Helios kepada Endrin sambil tersenyum seperti anak-anak sedang bermain boneka.


Sungguh, dewa yang aneh. Namun dewa yang aneh itu telah menciptakan Golem penghancur umat manusia.


Sebenarnya, semua tidak akan terjadi seperti itu kalau saja "core" — yang muncul secara tiba-tiba — tidak pernah ada.


Sejak kemunculan core berwarna biru berbentuk persegi, Helios (sebelumnya disebut Golem Modifikasi) menjadi sangat kuat hingga dapat menampung energi sihir sebanyak 5-10 juta poin.


(Benda itu (core) benar-benar gila!)


Endrin tidak tahu pasti apakah benda itu telah dibuat atau memang ditemukan di situs kuno, karena Albert hanya mengatakan baru saja menemukannya.


Namun yang jelas, Endrin mengetahui kalau seluruh keluarga Albert pernah pergi ke suatu tempat dan membawa pulang benda itu sebagai oleh-oleh.


Melalui ruangan terlarang di lantai empat, mereka dapat bepergian kemana pun sesuka mereka. Hanya garis keturunan keluarga dan orang terpilih yang dapat memasuki tempat itu.


Yah, itu merupakan sedikit penjelasan tentang Golem.


Sekarang, Golem itu melayang di udara dengan elegan, menggenggam trident berwarna putih emas di tangan kanannya, dan memiliki sayap putih dengan cahaya keemasan.


Hanya dengan warna putih, kuning, dan emas sudah dapat meningkatkan nilai estetika pada Golem tersebut. Menjadikannya seperti patung malaikat.


Ferdinan dan yang lainnya menganggap Helios seperti itu sekarang. Tidak ada keraguan bahwa itu merupakan mahakarya dewa.


"Kakuna sudah berhasil menarik orang itu menjauh dari pasukan Kekaisaran."


"Oh, serius? Kakuna benar-benar dapat diandalkan."


"Ya, tapi mungkin dia akan mendapatkan kesulitan. Pada saat itu terjadi, kalian semua harus bersiap."


"""Dimengerti!"""


Para naga memulai strateginya, membuat Ferdinan dan Kruga tersadar kembali dari pesona Helios.


Saat ini mereka sedang berperang, bukan waktunya untuk melamuni keindahan senjata misterius.


"Baiklah, Helios. Pergi dan habisi pasukan Kekaisaran Karamia!!"


Mengarahkan tangan kanannya ke depan, Monta memberikan instruksi kepada Helios dengan tegas.


Sama seperti sebelumnya, mata kelima Helios menyala terang biru. Lalu mereka pergi ke medan perang dengan cepat, meninggalkan sedikit gelombang angin.


(Sayap itu, ternyata hanya sekedar pajangan.) —Semua orang berfikir demikian setelah melihat Helios pergi tanpa mengibaskan sayapnya.


Yah, hal itu bisa dimaklumi karena mereka bukanlah makhluk hidup sungguhan, hanya sekedar alat dengan kecerdasan buatan.


*


Beberapa menit kemudian...


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


*BOOM*


Ledakan besar terjadi di lokasi pasukan Kekaisaran. Dan di saat yang bersamaan, 280.000 prajurit telah mati karena terkena ledakan nuklir tersebut.


Tidak menyisakan apapun. Bahkan 248 Prajurit Kebanggaan Kaisar George telah binasa tanpa terkecuali.


Baik itu pasukan kavaleri, pemanah, wizard, dan infanteri — semuanya telah hancur. Kembali menjadi molekul tunggal karena dampak ledakan bersuhu tinggi.


Ferdinan dan yang lain menyaksikan kekuatan Helios dalam diam.


Gelombang kejut ledakan sudah menerpa mereka, dan dampaknya telah ditanggulangi dengan sihir penghalang wizard Kerajaan.


Beruntung mereka sudah menyiapkan hal itu sebelum Helios menyerang. Jika tidak, mereka pasti akan tersapu gelombang hingga mati.


Tapi mengesampingkan hal itu, semua orang (kecuali kelima naga) yang menyaksikan kinerja Helios, benar-benar tidak mengerti sihir seperti apa yang telah dilepaskan oleh Helios.


Sejumlah wizard elite mengerti sihir api dan ledakan, namun ledakan kali ini begitu aneh karena terlalu besar.


Ditambah lagi, itu merupakan sihir berbaris emisi. Bisa ditembakkan dari jarak yang cukup jauh. Atau bisa dibilang, memiliki efisiensi yang tinggi karena dapat diarahkan dari tempat aman.


Seperti saat ini, para kelima Helios menghabisi pasukan Kekaisaran dari atas langit, ribuan meter tingginya. Tidak perlu khawatir dihancurkan oleh musuh karena tidak perlu mendekat.


Sekarang, semua orang di sana telah menjadi saksi akan kebangkitan negeri naga dengan langkah pertama menampilkan kekuatan besar mereka kepada seluruh dunia.

__ADS_1


__ADS_2