Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Pertarungan antara raja bagian 2.


__ADS_3

Area pertarungan semakin memanas dengan berubahnya wujud byakko.


Para jenderal terdekat byakko — yang sangat mengenal baik tuanya — beranggapan bahwa situasi ini sudah jatuh ke dalam bahaya.


Salah satu jenderal menyuruh kapten setiap regu untuk menjauhkan pasukan dari area pertarungan tersebut agar tidak terkena dampak dari pertarungan tuan mereka.


Di sisi lain, para prajurit bangsawan feodal sudah berbaris di depan gerbang kota, dan sudah siap untuk bertempur. Jumlah mereka sekitar dua ribu orang dengan kekuatan tidak lebih dari peringkat E.


Bila dibandingkan dengan kekuatan sepuluh ribu pasukan beastman, jumlah itu cukup kecil dan kekuatannya sangat rendah. Namun untuk seukuran kota kecil, jumlah tersebut bisa dibilang cukup banyak.


Ditambah dengan puluhan petualang sukarelawan dan satu naga bumi, entah bagaimana mereka memiliki keyakinan untuk bisa bertahan.


Pada dasarnya, petualang tidak memiliki kewajiban untuk ikut berperang, ini hanya kemauan mereka sendiri untuk mempertahankan rumah mereka dari ancaman invasi musuh.


Oleh karena itu, banyak diantara mereka tidak puas dengan tuan feodal yang bertindak sangat egois dan menyebabkan kota jatuh ke situasi seperti sekarang.


Namun, mereka tidak bisa menghakimi orang tersebut karena dia merupakan bangsawan. Meski hanya bergelar viscount, seorang bangsawan masih memiliki otoritas tinggi di negara ini.


Dan siapapun yang berani menentang bangsawan, biasanya mereka tidak akan berakhir hanya dengan permintaan maaf sederhana.


Yah, sangat jarang suatu wilayah diperintah oleh bangsawan idiot, namun sangat sering dijumpai seorang bangsawan yang serakah. Dan kebetulan tuan feodal mereka idiot sekaligus serahkan.


Mereka tidak mengetahui kenapa tuan feodal mereka menjadi seperti itu karena tuan feodal sebelumnya tidak terlalu buruk.


Bagaimanapun sekarang bukan waktunya untuk mengeluh. Semua orang yang ingin berperang berbaris di depan gerbang kota dan kedua mata mereka masih bisa melihat suatu pertarungan mengerikan sudah terjadi di medan perang.


Walaupun penglihatan mereka kurang jelas karena medan pertempuran hanya diterangi oleh sinar bulan, setidaknya mata mereka masih bisa untuk mengidentifikasi terjadinya pertarungan.


Bahkan jika pertarungan itu difasilitasi dengan penerangan yang layak, mereka masih tidak yakin apakah mata mereka masih bisa mengikuti pertarungan atau tidak.


Mereka hanya memahami dampak yang ditimbulkan akibat benturan di pertarungan tersebut.


"Tidak salah lagi, level ini hanya dimiliki oleh pahlawan kerajaan kita."


Salah satu petualang menilai kekuatan pertarungan tersebut secara kasar.


Dia adalah satu-satunya petualang peringkat emas yang dimiliki oleh kota tersebut. Karena kota itu berdekatan dengan hutan belantara yang banyak dihuni oleh monster, tidak jarang bahwa kota itu memiliki petualang peringkat emas.


Jika itu kota yang damai, mereka pasti akan kesulitan menemukan petualang peringkat tinggi.


"Ohh, apa maksudmu, itu adalah pahlawan mike? Jadi orang yang bertarung di sana adalah pahlawan mike?"


Salah satu kapten tentara bertanya dengan antusias.


"U-umu, dia pasti pahlawan mike yang datang untuk membantu kita."


Jawaban yang agak ragu dan tidak berdasar datang dari petualang peringkat emas itu.


Dia hanya asal menebak, tapi tidak diragukan lagi bahwa orang yang memiliki kekuatan seperti itu hanyalah pahlawan nasional mereka.


Seluruh pasukan dan petualang yang mendengar informasi tidak berdasar tersebut mulai bersukacita dengan meriah.


Mereka sudah beranggapan bahwa pahlawan mereka, mike, pasti akan memenangkan pertarungan tersebut. Kekhawatiran mereka menghilang seketika.


Di medan pertempuran, azure melihat byakko sudah ingin serius menangani pertarungan. Seluruh tubuhnya diselimuti oleh aura yang berfluktuasi.


Azure sendiri memiliki skill baru yang bernama [Dragon skin], itu baru saja dia dapatkan setelah albert memberikan perlindungan surgawi.


Dia belum mengetahui fungsi dari skill itu, namun firasat dia mengatakan bahwa skill itu akan sangat cocok bila untuk dipakai sekarang. Jadi dia tanpa ragu mengaktifkan skillnya.


Lalu, perubahan terjadi pada seluruh tubuh azure dan terjadi sesuatu pada esensi mananya. Itu bergejolak hingga membuat seluruh tubuh azure memanas.


Kemudian, gejolak mana tersebut menyelimuti seluruh tubuh azure dan membentuk plat baja yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali sayap, seolah-olah itu adalah armor full plate. Tapi azure tahu bahwa komposisi bahan itu mirip seperti sisik naga yang diperkuat.


Jelas lebih kuat daripada adamantine, mungkin setara dengan baja pixie milik albert, dan sangat ringan.


Bahkan plat itu sampai menutupi bagian kepala, kecuali tanduk, seperti helm yang menampilkan gigi dan mata majemuk, atau mungkin bisa disebut visor.


Seperti warna tubuh aslinya, seluruh plat itu berwarna putih bersih seperti salju bercahaya, dan beberapa bagian berwarna emas - hitam.


Azure meragakan beberapa gerakan untuk mencoba seberapa jauh dia bisa leluasa untuk bergerak. Hasilnya, tidak ada batasan untuk pergerakannya karena plat itu memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi mirip seperti sisik naga. Namun, penglihatannya agak terganggu karena visor hitam tersebut.

__ADS_1


Yah, itu adalah kekurangan dari pemakaian helm, tapi azure tidak menganggap serius kekurangan tersebut. Justru karena dia mengenakan helm, dia bisa terhindar dari serangan fatal yang mengenai kepalanya.


Ngomong-ngomong, dia mirip seperti manusia robot dan albert melihat dia dari jauh dengan kegembiraan di hatinya. Dia seperti anak kecil yang sedang menonton anime mecha. Dia sangat takjub.


Berkebalikan dengan albert, byakko memiliki wajah yang bermasalah. Dia tidak menyangka bahwa lawan memiliki kemampuan seperti itu dan menutupi seluruh tubuhnya.


Jika tebakannya benar, maka pakaian itu sekeras sisik naga dan itu setara kuatnya dengan cakar milik byakko, kekerasan seperti adamantine. Sangat mengesankan.


Dengan begitu byakko membakar semua semangatnya dan ini akan menjadi pertarungan pertamanya dalam menghadapi lawan yang setara dengan kekuatan penuh.


Byakko menyiapkan cakar-cakarnya dan langsung memusatkan semua energi ke sana untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


Sedangkan untuk azure, dia masih tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Tapi di saat dia sedang bingung, beberapa fungsi dari skill [Dragon skin] mulai bermunculan di kepalanya. [Dragon claw], [Snow breath], [Snow storm], dan berbagai macam skill lainnya yang dia ketahui.


Sepertinya, tidak ada penambahan apapun di dalam gudang keterampilannya, namun hanya skill yang terdaftar di sana yang dapat diaktifkan dengan wujud manusia itu.


Karena wujud asli azure adalah naga, dia tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya karena keterbatasan fisik, tetapi sekarang semua keterampilan itu sudah bisa diaktifkan dan sepertinya ada sedikit perubahan yang terjadi untuk mengondisikan dengan tubuh manusianya. Sangat mengesankan.


Pertama dia mencoba menggunakan [Dragon claw] dan melihat bagaimana bentuknya. Skill itu diaktifkan dan seperti yang diharapkan, kuku di tangannya mulai memanjang dan melancip berwarna putih.


Itu sangat imut, menurutnya. Jadi dia membatalkan skill tersebut dan memilih untuk tidak menggunakannya.


Meski ukuran dari kuku itu bisa diperpanjang, tetapi itu sangat tidak cocok dengan gaya bertarung yang dia miliki.


Setidaknya azure sudah mengerti bagaimana cara kerjanya. Sekarang waktunya untuk bertarung.


Sekali lagi, azure dan byakko menutup jarak diantara mereka dan saling beradu pukulan dan tendangan.


Karena byakko sudah mengetahui identitas lawan, dia sudah menduga pertarungan jarak dekat akan memberikan hasil yang imbang walaupun dia sudah berubah ke bentuk therianthrope-nya.


"Ini hanya akan membuang-buang waktu. [Physical strength], [Tiger fist]!!"


Byakko langsung mengaktifkan dua skill secara bersamaan.


Tubuhnya mengeras, lalu semua energi terpusat pada satu kepalan di tangan kanannya dan langsung mengarahkan itu ke azure.


Azure memiliki kepercayaan diri pada pertahanannya dan memilih untuk bertahan dengan kedua tangannya. Hasilnya, dia terhempas jauh hingga menabrak dinding kota dan mengakibatkan dinding itu hancur.


Para tentara serta petualang kota ketakutan menyaksikan itu dan mulai bersiap dalam skenario terburuk.


Azure menghampiri byakko, bergerak dengan kecepatan tinggi dan langsung memukulnya. Byakko agak terkejut dengan kecepatan azure, namun yang membuat dia lebih terkejut lagi adalah karena azure tidak mendapatkan kerusakan apapun dari serangan kedua skillnya.


Seperti yang diharapkan dari ras naga, mereka sangat kuat.


Byakko terpental ke belakang sambil memikirkan hal itu, tapi dia langsung membenarkan posisi dan kembali ke hadapan azure.


"Benar-benar sangat mengesankan bisa bertarung dengan ras terkuat, haha."


"Oh, apakah itu suatu pujian? Aku yakin kau masih memiliki kemampuan yang lebih baik, bagaimana jika kau keluarkan semua?"


"Hmm, baiklah, akan aku turuti permintaan anda."


Dialog singkat itu akan menghasilkan suatu keganjilan maha dahsyat.


Byakko mulai mengaktifkan ketrampilannya dan area di sekeliling mereka mulai tertutupi oleh kabut yang sangat pekat.


Penglihatan biasa tidak akan berguna jika dipakai di dalam kabut, jadi azure menggunakan persepsi dengan sihir untuk mengetahui posisi lawan. Tapi, ternyata itu tidak berguna sama sekali.


Tidak diragukan bahwa ini merupakan keterampilan tingkat tinggi yang bisa meniadakan persepsi apapun.


Mengetahui persepsi sihir tidak berguna, azure hanya akan menggunakan instingnya sebagai monster.


"Aku akan memulai."


Byakko mengatakan itu dan langsung memberikan banyak serangan kepada azure. Byakko menyerang azure dari berbagai arah dan kecepatannya meningkatkan drastis hingga membuat azure kerepotan.


Selain itu, kabut tersebut menguntungkan casternya karena byakko terlihat sangat leluasa bergerak di sana.


Dia seperti tidak mendapatkan halangan apapun dari kabut itu dan terus menyerang azure dari titik butanya.


Itu akan sangat berbahaya bagi sayap azure karena tidak tertutupi oleh plat tersebut. Oleh karena itu, azure selalu fokus pada bagian punggungnya agar tidak terserang. Itu situasi yang cukup sulit.

__ADS_1


Kemudian, azure merasakan niat membunuh yang sangat kuat merambat di punggungnya, dia menjadi siaga.


"[Tiger claw]!!"


Byakko berteriak. Lalu tiga garis dimensi bercahaya menghampiri azure dengan kecepatan tinggi dan membentur plat baja pada lengannya.


Azure merasakan getaran yang kuat di sana dan hampir terhempas akibat dampak serangan.


"Ohh, kau bisa menahan itu rupanya."


Suara byakko bergema di seluruh kabut.


"Benar-benar kemampuan yang merepotkan."


Jawaban jujur dari azure.


"Haha, maka aku akan membuat anda semakin kerepotan."


Setelah mengatakan itu, byakko memberikan sejumlah serangan [Tiger claw] secara terus menerus dari berbagai sudut.


Itu benar-benar membuat azure terpojok dan kesulitan dalam menjaga sayapnya, oleh karena itu dia menyembunyikan sayapnya dan kecepatan yang dia miliki akhirnya menurun.


Itu tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah dia terus menerus menerima serangan dari byakko.


Plat yang melapisi tubuhnya memang tidak hancur, tapi dampak dari benturan itu masih tetap dia rasakan. Mungkin daya serap goncangan dari plat itu masih di bawah baja pixie.


Memang sangat disayangkan, tapi itu wajar karena logam milik albert adalah benda aneh dari dunia lain. Azure mengerti itu dan berhenti untuk menyamakan kekuatannya dengan kehebatan barang albert.


Atau mungkin dia harus berkonsultasi dengan albert agar kemampuan miliknya dapat ditingkatkan.


Yah, itu akan menjadi urusan nanti, sekarang dia harus memikirkan bagaimana cara untuk keluar dari kondisi menerima serangan sepihak tersebut.


"Apakah anda tidak ingin menyerang balik?"


"Untuk apa? Serangan anda bahkan tidak bisa melukai armor ini."


"Haha, memang menyebalkan, tapi jika ini terus berlanjut, aku yakin bisa menembus pertahanan anda."


"Hou~, maka baiklah, aku akan memperlihatkan keterampilan yang bagus untukmu."


Sesaat setelah azure mengatakan itu, semua kabut memberikan tanda adanya anomali. Tidak, kabut itu tidak berubah, namun sesuatu terjadi tumpang tindih dengan kabut tersebut.


Seluruh lokasi kabut sekarang menjadi medan badai salju yang ekstrem. Itu membuat pergerakan byakko menjadi terbatasi dan secara perlahan skill kabut byakko berubah menjadi debu salju yang menutupi pandangan.


Secara alami, badai salju itu mengangkat kabut milik byakko dan bergabung menjadi badai salju yang mengitari lokasi mereka.


Byakko mengerti kalau dia dalam kondisi yang kurang menguntungkan karena medan itu sudah menjadi lokasi kekuasaan mutlak dari badai salju azure. Namun sebelum dia pergi dari medan badai salju, azure sudah menyelinap di belakangnya.


Intuisi miliknya berteriak untuk menjauh dari azure, tetapi semua sudah terlambat. Dengan niat membunuh, bagian helm azure yang terlihat seperti gigi terbuka dengan gaya mekanis — mulai menyemburkan [Snow breath] ke arah byakko dari jarak yang sangat dekat.


Itu merupakan skill untuk membekukan lawannya hingga menjadi bongkahan es, keterampilan khusus yang hanya dimiliki oleh naga es.


Seluruh semburan mengenai tubuh byakko. Dia berusaha untuk melarikan diri, tetapi karena tekanan yang diberikan oleh semburan tersebut sangat kuat, dia menjadi susah untuk bergerak dan berakhir membeku dengan cepat.


"Kahaha. Kekalahan pertamaku jatuh kepada ras naga. Ini tidak terlalu buruk."


Byakko mengucapkan kalimat terakhirnya dengan kegembiraan.


Setelah semua, azure menghilangkan badai salju itu, yang tersisa hanya tanah lapang dengan tumpukan es dan byakko dalam bentuk membeku.


Karena dia makhluk magis, dia tidak akan mati semudah itu dan tidak diragukan lagi bahwa pemenangnya adalah azure. Bagaimanapun juga, azure bisa membunuhnya dalam bentuk beku itu tapi azure tidak melakukannya karena dia tidak diberi perintah untuk membunuh.


Azure kembali ke pakaian biasanya dengan cara membatalkan skill [Dragon skin]. Pertarungan yang sangat menakjubkan, dan azure sudah menghabiskan 40 persen dari pasokan energinya.


Dia sangat ceroboh karena tidak menggunakan mananya dengan benar. Itu akan menjadi pelajaran baginya agar bisa menggunakan mana seefisien mungkin di masa mendatang.


Kelima jenderal beastman menghampiri byakko karena khawatir dan azure menghilangkan kebekuan di tubuh byakko hingga dia kembali ke bentuk semula.


*


Maka pertarungan antara beast King kiritsuki byakko dengan dragon King azure berakhir dimenangkan oleh dragon King azure.

__ADS_1


Di sisi lain, salah satu petualang pengintai mengonfirmasi bahwa raja binatang telah dikalahkan. Semua orang yang mendengar itu bersukacita dengan meriah karena semua berakhir seperti apa yang mereka harapkan.


Adapun albert, dia melihat dinding kota dengan cemas karena dia sedang memikirkan bagaimana dia akan mengganti rugi untuk reparasi akibat pertarungan anak buahnya.


__ADS_2