
Charles dan Finz memperhatikan dengan sesama makhluk melayang yang sedang menuju ke arah mereka.
Makhluk itu tampaknya berukuran lebih kecil daripada ukuran naga dewasa pada umumnya. Karena mereka pernah melihat dan memiliki naga, mereka sangat mengerti ukuran perbedaannya.
Selain itu, bumi masih bergemuruh, menandakan bahwa masih ada sejumlah naga yang sedang berlari di daratan.
Namun karena tertutupi oleh dinding dan perumahan kota, mereka tidak bisa menemukan naga tersebut. Itu hanya membutuhkan waktu sampai mereka tiba memutari kota, jadi mereka tidak khawatir dan terus memperhatikan makhluk — atau lebih tepatnya benda melayang — berwarna putih keemasan itu.
Setelah benda itu sudah mulai terlihat cukup jelas, mereka bisa mengira bahwa itu bukan seperti makhluk hidup karena mereka tidak menggerakkan sayap, padahal memilikinya.
Saat ini, benda itu sedang melintas di atas kota, melayang dengan perlahan, dan pada akhirnya tiba di atas Charles.
"A-Apa itu...!"
Finz mengutarakan keheranannya setelah melihat dengan jelas wujud asli mereka. Dia bahkan terjatuh sambil melihat benda itu dengan takjub sekaligus sedikit ketakukan.
Dibandingkan dengan Charles, Finz lebih baik karena masih bisa mengeluarkan beberapa kata. Sedangkan Charles tidak bisa melakukan itu karena terus menatap lima benda aneh sedang melayang di atas kotanya, suaranya tidak bisa keluar.
Mata mereka berdua menatap dengan takjub ke arah lima benda melayang tersebut. Mereka tahu itu bukanlah benda biasa karena dapat mengeluarkan aura aneh.
"Mereka adalah Helios, Golem ciptaan Tuan Besar dan Tuan Endrin."
Suara halus dan lembut yang feminim tiba-tiba memasuki jaringan pendengaran Charles dan Finz. Itu membuat mereka tersadar kembali ke kenyataan setelah melamun karena terlalu terpaku dengan benda putih tersebut.
Siapa itu!? —Mereka berdua memiliki pertanyaan ini, terkejut, dan langsung mencari sumber suara.
"Ahh, bisa-bisanya mereka beristirahat dan mendirikan tenda di situasi seperti ini, santai sekali, ya."
"Hmm, jumlah mereka sangat banyak. Mungkin mereka cukup percaya diri karena itu."
"Mau berapa banyak jumlahnya, mereka tetaplah manusia. Cuma ada beberapa orang dengan konsentrasi Mana yang cukup tinggi, tapi sepertinya tidak lebih baik daripada kita. Sangat disayangkan."
Tiga orang sedang menatap pasukan Kekaisaran dan berbincang diantara mereka sendiri. Tidak peduli dengan Charles dan Finz yang berada di dekat mereka.
Satu pria dengan tanduk emas dan rambut hitam mengenakan seragam berwarna biru mengutarakan keheranannya tentang sikap santai pihak musuh.
Kemudian wanita dengan rambut panjang berwarna hitam dan tanduk putih mengenakan seragam berwarna putih menyatakan asumsinya.
Terakhir wanita berambut biru dengan tanduk emas, mengenakan seragam ketat berwarna biru dan memperlihatkan lekuk tubuh yang sangat indah mengutarakan pendapatnya tentang pandangannya terhadap manusia.
Dari ketiga orang ini, mereka hanya memandang pasukan musuh. Dan wanita dengan suara feminim yang menjawab pertanyaan Finz sepertinya adalah wanita dengan tanduk putih.
Tapi ini bukan waktunya untuk mencoba memahami pembicaraan mereka.
"S-Siapa kalian? Kenapa kalian bisa berada di sini!?"
Finz sangat panik, dia bangkit dan langsung berdiri di depan Charles untuk melindunginya sambil mengacungkan pedang terhadap ketiga orang asing tersebut.
"Hah?"
Wanita dengan bentuk tubuh indah memperlihatkan raut wajah tidak senang terhadap sikap Finz.
Kemudian dari sisi kanan kota, dua naga hitam berbentuk anjing raksasa muncul dan menghampiri tenda pasukan Kerajaan Herunia.
Wanita dengan tubuh indah mengabaikan Finz dan mengalihkan pandangannya ke arah berlawanan untuk melihat datangnya dua naga bumi.
*Bising*
*Bising*
Charles melihat pasukan di sekitar tenda sedang menyaksikan kedatangan dua naga bumi itu dan menimbulkan kegaduhan.
Mereka pasti sedang berbahagia karena sekutu mereka telah datang. —Pikir Charles.
Rasa seperti itu juga sempat Charles rasakan ketika mengetahui bala bantuan benar-benar datang untuk membantu. Namun tidak seperti ekspektasi, mereka bukanlah naga melainkan benda aneh.
Benda aneh itu bahkan tidak bergerak sedikitpun dan masih tetap melayang tinggi dengan stabil di atas langit.
Sesampainya di dekat tenda, kedua naga itu melompat tinggi sekaligus bertransformasi ke bentuk manusianya dan menghampiri ketiga orang yang berada di depan Finz dan Charles.
"Yo, sepertinya kita tepat waktu."
"Hmm, tidak kusangka mereka mendirikan tenda di sana. Apakah kepala mereka baik-baik saja?"
Dua orang dengan ciri fisik dan pakaian yang sama langsung berbicara kepada ketiga orang di depan Charles seolah-olah mereka adalah kenalan.
Mereka berdua memiliki kulit gelap, rambut merah, dan tanduk hitam sekaligus mengenakan seragam berwarna hitam.
__ADS_1
Charles memperhatikan pakaian mereka masing-masing. Itu memang memiliki perbedaan warna tetapi desainnya masih tetap sama.
Ditambah lagi, mereka terlihat cukup akrab. Karena dua orang sudah dikonfirmasi adalah naga bumi, itu artinya yang lain juga merupakan naga.
Mereka juga sama-sama memiliki tanduk, itu membuat Charles tampak lebih yakin.
Charles menepuk pundak Finz dan menyuruhnya untuk menurunkan senjata.
"Err, apakah kalian kelompok bala bantuan yang dikirim dari negeri naga?"
Ketika mereka — para manusia bertanduk — sedang mengobrol, Charles menginterupsi pembicaraan mereka.
"Hanya dengan dilihat, kau pasti mengetahuinya, kan?"
Wanita dengan tubuh indah memberikan jawaban dengan perasaan kesal. Dia juga orang yang telah memberikan tatapan tidak menyenangkan ketika Finz mengangkat pedangnya.
Charles heran kenapa sikap pihak lain tidak memberikan keramahan sedikitpun. Lalu wanita dengan rambut hitam dan tanduk putih berdiri ditengah-tengah mereka.
"Permisi, Ketua kami memang memiliki sikap yang keras, kuharap Anda bisa memaklumi hal ini."
Wanita — atau mungkin gadis? — itu berbicara untuk menengahi pembicaraan Charles dan wanita yang dianggap "Ketua". Wanita itu terlalu manis hingga membuat Charles berfikir kalau dia masih anak-anak berusia 15-16 tahun.
Tapi ini adalah medan perang, anak-anak dengan wajah manis tidak mungkin dikirim ke tempat kasar seperti ini.
Selain itu, wujud asli mereka adalah naga. Membentuk struktur wajah sesuka mereka mungkin bukanlah hal yang mustahil.
"Baiklah, aku mengerti. Ngomong-ngomong, aku adalah Tuan Feodal dari wilayah ini sekaligus pemegang komando tertinggi Pasukan Gabungan Kerajaan Herunia, Marquis Charles Fel Bauman."
Charles memperkenalkan dirinya sebagai bangsawan. Namun tampaknya pihak lain tidak terlalu tertarik.
"Aku adalah Reona, dan ketua kami ini bernama Carla. Lalu mereka Buza, Alexa, dan Flano. Seperti yang anda kira, kami dikirim ke sini oleh Tuan Ignis untuk membantu kalian."
Reona memperkenalkan pihaknya secara singkat. Tidak peduli dengan tata krama karena pihak lain adalah manusia.
Ignis. —Mendengar nama ini membuat tubuh Charles bergetar. Ketika kerajaan ini dan negeri naga meresmikan perjanjian di atas kertas, Charles melihat sosok utusan dengan tubuh besar bernama Ignis.
Tapi meski memiliki tubuh besar, dia sangat tampan dan beretiket. Setiap gerakannya sangat elegan dan sangat mengerti etika bangsawan.
Dia sudah jelas bukan manusia, namun baik itu Charles, Marcus, ataupun bangsawan lain yang menyaksikan kedatangan utusan negeri naga tersebut, semuanya menganggap bahwa Ignis seperti Keluarga Kerajaan dari suatu tempat adikuasa.
Yah, dilihat dari aspek manapun, pria bernama Ignis sepertinya bukan sekedar utusan biasa. Statusnya pasti sangat tinggi dan memiliki kekuasaan yang cukup besar di negeri naga.
"Kami sangat berterimakasih karena kalian sudah datang membantu dan menepati perjanjian aliansi."
"Itu tentu saja, apa Anda pikir kami tidak akan datang? Anda tidak berfikir seperti itu, kan? Seharusnya Raja kalian menyampaikan info kalau kami sudah mengarah ke sini."
"Eh-- i-itu benar, Beliau sudah mengirim kami pesan kalau kalian akan datang."
"Ya, itu bagus."
Charles sangat gugup mengetahui dirinya sudah meragukan negeri naga dan Rajanya sendiri terlalu jauh.
Mau bagaimana lagi, dia sedang memiliki banyak pikiran dan perasaannya sudah campur aduk melihat Kekaisaran sudah berada di depan kota.
Selain itu, dia beruntung karena memilih untuk tidak melarikan diri karena bala bantuan benar-benar datang.
"Ngomong-Ngomong, apakah Anda bisa menjelaskan benda apa yang sedang melayang di atas kita?"
Sambil menunjuk ke arah lima Helios, Charles bertanya dengan ragu-ragu. Lalu Reona tidak menjawab dan mengalihkan pandangannya ke arah Carla.
Carla menghampiri Charles, berdiri di sebelah Reona kemudian memegang kedua pinggangnya.
"Itu adalah Golem. Mereka yang akan pergi berperang, kalian tidak perlu ikut campur."
Carla berbicara dengan tegas.
Seperti yang dikatakan Reona, Carla memiliki kepribadian keras layaknya sikap militan.
Namun pernyataan Carla membuat Charles terheran.
"Apa yang Anda maksud? Apakah kalian ingin mengambil pawai dan menyerang mereka semua hanya dengan kalian berlima dan kelima Golem itu?"
Charles sangat tidak mengerti.
Golem itu memang terlihat kuat dan anehnya bisa terbang, tapi apakah itu benar-benar bisa melawan 245.000 prajurit musuh? Bisakah mereka menahan sihir gabungan dari wizard Kekaisaran?
"Benar! Tapi itu cerita apabila pihak lawan bisa melawan Helios. Jika tidak, maka kami tidak perlu turun tangan."
__ADS_1
"A-Anda serius hanya ingin mengirim lima Golem itu? Wizard dari Kekaisaran Dortos sangat terlatih, Anda tahu?"
Benar, mereka pasti bisa menanggulangi monster atau apapun itu yang berukuran besar.
Bahkan Wizard Elite dari Kerajaan juga bisa menangkap naga yang ukurannya lebih besar daripada Golem itu.
Jadi sangat terlihat mustahil kalau kelima Golem berukuran lebih kecil daripada naga bisa mengalahkan ribuan Wizard Kekaisaran.
"Diam! Aku sudah mengatakan kalau kalian tidak perlu ikut campur. Jika kalian masih keras kepala, maka silahkan saja ikut berperang. Tapi jangan salahkan kami jika pasukan kalian MATI oleh Helios!"
Carla berteriak, dan itu membuat Charles gemetar.
Ditambah lagi, Carla telah memberikan peringatan jelas tentang kematian. Jika Charles meneruskan ini, mungkin itu tidak akan menjadi akhir yang baik.
Tapi bagaimana jika kelima Helios itu justru kalah melawan pasukan Kekaisaran? Itu juga akan mempengaruhi kekuatan pihak ini.
Seharusnya, mereka berdiskusi dan membuat rencana sebaik mungkin dalam menggunakan kekuatan yang ada. Dengan begitu, mereka masih memiliki kesempatan untuk memukul mundur invasi Kekaisaran.
Tapi sikap Carla begitu keras sampai membuat Charles takut untuk menyampaikan hal itu.
Bagaimana sekarang? —Charles hanya memiliki dua pilihan, yaitu diam mengikuti aturan Carla dan membiarkan Helios berperang sendiri atau membawa pasukannya untuk ikut dalam peperangan.
Charles harus memilih dengan benar, jika tidak — Kerajaan Herunia benar-benar akan hancur.
(Selain itu, wanita bernama Carla itu memiliki tubuh yang sangat bagus dan wajahnya juga cantik, tapi kenapa sikapnya begitu keras seperti laki-laki? Tidak bisakah dia berperilaku lebih feminim seperti wanita bernama Reona?)
Jadi, Charles berfikir tentang Carla. Walaupun dia takut dengan kepribadian Carla, dia masih tetap menyukainya penampilannya.
Melihat Charles memiliki wajah bermasalah, Carla mengalihkan pandangannya dan mulai melihat ke arah Reona.
"Reona, kamu ingat apa yang dikatakan oleh Tuan Ignis?"
"Eh, kata yang mana?"
"Beliau mengatakan kalau Tuan Besar masih mau mengampuni hidup mereka. Jadi kita harus memberi peringatan kepada musuh untuk segera angkat kaki dari sini."
"Oh! Aku ingat dengan itu. Lalu kenapa kamu mengatakan hal ini kepadaku? Tunggu, jangan bilang...!"
"Ah, sepertinya kamu sudah paham. Kalau begitu, pergi sekarang dan peringati mereka."
"Tu-Tunggu! Kenapa harus aku? Tidak bisakah kamu mengirim para laki-laki itu? Aku ini kan perempuan! Dan juga, bagaimana kalau aku dibunuh oleh mereka? Aku masih muda tahu, dan usiaku bahkan lebih muda daripada kalian. Aku masih ingin hidup lebih lama lagi karena belum lama ini, Tuan Ignis sepertinya tertarik denganku. Aku masih ingin hidup dan menjalani hubungan percintaan. Jadi jangan suruh aku melakukan hal itu, aku tidak mau mati muda. Huaaaa!!"
Berisik sekali! —Itulah apa yang dipikirkan oleh semua orang. Itu bukan hanya sekedar rengekan biasa karena volume suaranya semakin lama semakin meningkat.
Itu merupakan salah satu kemampuan terhebat Reona, memanipulasi gelombang suara yang berada di udara.
Kemampuan ini benar-benar unik, dan karena kemampuan ini juga Reona memiliki posisi tertinggi di kelompok "Empat Belas Member Elite" kepolisian.
Dengan kemampuan ini, Reona bisa langsung memberi peringatan kepada musuh. Sayangnya sikap Reona sangat kekanak-kanakan.
(Sigh, Tuan Ignis sudah memiliki Nyonya Clara. Hanya karena dia bersikap baik, bukan berarti dia menyukaimu, Reona.)
Carla ingin sekali mengatakan itu, tapi Reona pasti tidak akan mau mendengarkannya.
"Dengar Reona, kamu hanya perlu mendekati camp mereka dan berteriak, tidak perlu masuk ke camp mereka."
"Huaaa. Tidak, itu percuma. Bagaimana jika mereka menyerang aku secara tiba-tiba dari belakang!? Aku akan mati kalau begitu. Huaaa!"
Sambil berteriak, Reona memeluk pinggang Carla. Dia benar-benar menangis bahkan sampai mengeluarkan ingus.
Charles melihat tingkah laku mereka dengan wajah bermasalah. Dia bingung, heran, dan juga terkejut.
Charles memang tidak mengetahui secara pasti berapa usia Reona, tetapi sikap seperti itu menandakan bahwa Reona masihlah anak-anak. Dan entah kenapa, dia menjadi yakin kalau Reona merupakan gadis berusia 15-16 tahun.
Namun apakah mereka benar-benar mengirim anak-anak ke medan perang? Ditambah lagi, dia akan disuruh untuk menjadi pembawa pesan?
Mau dilihat dari manapun, itu merupakan tindakan yang tidak benar.
Menjadi pembawa pesan harus memiliki keberanian besar untuk menghadapi skenario terburuk. Charles bahkan sangat jarang menemukan pembawa pesan dapat kembali hidup-hidup. Itu merupakan tugas yang sangat beresiko.
Sebenarnya, Charles bisa menggunakan salah satu prajurit Kerajaan untuk menjadi pembawa pesan.
Namun Charles yakin kalau melakukan hal seperti "memberi peringatan" tidak akan diterima dengan baik oleh pihak Kekaisaran.
Bagaimanapun juga mereka memiliki 245.000 prajurit bersenjata lengkap. Hanya dengan datangnya lima naga dan lima Golem tidak akan mengurungkan niat perang mereka.
Jadi, Charles memilih untuk diam, tidak ingin menyarankan untuk menggunakan salah satu prajuritnya sebagai pembawa pesan dan mati secara percuma.
__ADS_1