
Hari berlalu dengan cepat dan berganti ke hari berikutnya, setelahnya, dan seterusnya. Hingga pada suatu hari, informasi perang antara Kerajaan Herunia dengan dua Kekaisaran — Dortos dan Karamia — telah memasuki telinga orang-orang penting, makhluk misterius, serta sejumlah entitas berpengaruh.
Termasuk memasuki telinga pria terkemuka bernama Nodens.
Dengan nama lengkap Nodens Aegistar, pemimpin tunggal klan Aegistar. Dimana Aegistar merupakan keluarga pertama dari "Tujuh Pilar Surga".
Dengan kata lain, status Nodens sangat tinggi di Dunia Malaikat. Atau sudah bisa disebut sebagai yang tertinggi di antara para pemimpin 6 keluarga besar lainnya.
Tidak hanya status, kekuatan Nodens juga tidak diragukan lagi adalah kelas satu, pria terkuat di Dunia Malaikat.
Nodens diberkati dengan wajah tampan, rambut putih halus yang panjang, dua pasang sayap putih bersih, serta tubuh tinggi ideal. Pria unggul di berbagai aspek, itulah Nodens.
Namun, bahkan dengan diberkati oleh semua keindahan dan kemampuan itu, dia masih tidak bisa menyentuh wanita bernama Freya.
Freya terlahir ribuan tahun lalu dan baru saja memasuki masa dewasa beberapa ratus tahun lalu.
Setelah memasuki masa dewasanya, Freya terkenal sebagai Malaikat Tercantik di seluruh Dunia Seraphim dan telah mendapatkan gelar Mutiara Seraphim.
Hingga akhirnya, kepopuleran Freya memasuki ruang lingkup Nodens, dan membuat Nodens sangat tertarik dengan wanita bernama Freya tersebut.
Nodens adalah pria terkuat di Dunia Seraphim, semua keinginan dan kehendak bahkan selalu dipenuhi oleh semua penghuni Dunia Seraphim.
Oleh karena itu, sebagai bentuk kemuliaan, dia mengajukan hubungan pernikahan ke keluarga Bestlafiol. Dimana itu merupakan keluarga Freya. Tentu saja, wanita yang ingin dilamar oleh Nodens adalah Freya.
Nodens mengajukan hubungan itu melalui surat yang dikirim ke kepala keluarga Bestlafiol, Carol Bestlafiol.
Menurut Nodens, ajakan berbesan dengan klannya merupakan suatu kehormatan bagi keluarga Bestlafiol.
Meski keluarga Bestlafiol termasuk salah satu dari Tujuh PILAR Surga, namun keluarga itu masih berada di peringkat ke 5.
Jika keluarga Bestlafiol berbesan dengan klan Aegistar, itu sudah menjadi pencapaian besar mereka dalam hal status.
Mereka akan mendapatkan dukungan dari klan Aegistar kalau keluarga Bestlafiol mau menikahkan putrinya, Freya, dengan Nodens.
Itu sebabnya, Nodens berfikir bahwa tidak akan masalah melamar Freya hanya melalui surat.
Nodens adalah adalah pria tampan dan berbakat. Status tingginya membuat dia bisa mendapatkan perempuan yang dia mau dengan mudah.
Namun sudah sejauh ini, dia belum menikah.
Dengan penampilan tampannya itu, dia pikir dia tidak perlu menikah.
Jika dia ingin wanita, dia hanya perlu meminta. Tidak perlu melakukan hal merepotkan seperti pernikahan.
Hanya kali ini, dia menemukan wanita dengan kecantikan tiada tara. Wanita itu adalah Freya.
Untuk pertama kalinya, dia ingin memiliki istri sah, dan menurutnya Freya adalah wanita yang sangat cocok untuk posisi itu.
Kecantikan tiada tara itu sudah satu derajat dengan ketampanan Nodens. Berdasarkan hal itu, sudah pasti mereka dapat membangun kekeluargaan yang harmonis.
Pada suatu hari, dia mendapatkan balasan positif dari keluarga Bestlafiol atas pengajuan pernikahan tersebut.
Seperti yang diharapkan, tidak ada keluarga atau seseorang yang tidak ingin menjalin hubungan dengan Nodens. Jadi Nodens tidak terlalu terkejut.
Namun, ketika mereka ingin mengadakan pertemuan untuk menentukan tanggal pernikahan, satu masalah terjadi.
Putri Carol yang bernama Freya — wanita yang ingin dilamar — telah melarikan diri dari rumahnya.
Keluarga Bestlafiol mengatakan bahwa Freya menghilang entah kemana, namun Nodens sudah mengetahui kalau anak itu pasti melarikan diri.
Ini adalah pertama kalinya Nodens menemukan seseorang yang tidak ingin bertemu dengannya. Dan seharusnya itu menjadi sebuah penghinaan bagi Nodens. Akan tetapi, Nodens memiliki pemikiran lain di kepalanya.
Karena itu adalah pertama kali dia menemukan seseorang yang tidak ingin berhubungan dengannya, rasa penasaran yang sangat besar tiba-tiba muncul di hatinya.
Menimbulkan perasaan menakjubkan karena itu adalah pertama kali dia bisa sangat tertarik dengan seorang wanita.
Pada akhirnya, dia memilih untuk menunggu. Dia ingin tahu, seperti apa wanita bernama Freya itu karena tidak ingin berhubungan dengannya. Dan memutuskan untuk tidak mengganggu keluarga Bestlafiol.
Sampai pada hari ini, sudah seratus tahun lebih dia menunggu kembalinya Freya ke tempat keluarganya.
Namun, minggu lalu dia telah mendapatkan surat dari keluarga Bestlafiol. Isinya mengenai pembatalan pernikahan antara dia dengan Freya. Nodens terheran setelah membaca surat dari kepala keluarga Bestlafiol itu.
Isinya hanya tentang pembatalan pernikahan, tidak dijelaskan kenapa mereka membatalkan pernikahan tersebut.
Itu membuat Nodens menjadi bingung.
(Apakah keluarga Bestlafiol sudah menemukan Freya?)
(Tapi kenapa mereka membatalkan pernikahan ini?)
(Apa itu karena Freya tidak ingin menikah denganku?)
Berbagai macam pertanyaan mulai bermunculan di kepalanya setelah membaca surat itu. Nodens benar-benar sangat tidak mengerti.
Selain itu, keluarga Bestlafiol terlalu berani karena telah membatalkan pernikahannya dengan Freya.
Tindakan seperti itu biasanya sudah menimbulkan konfrontasi antara Nodens dengan mereka. Namun tampaknya mereka sama sekali tidak peduli dengan hal itu.
__ADS_1
(Apa Carol lebih mementingkan kebahagiaan anaknya daripada kehancuran keluarganya?)
Nodens sampai pada kesimpulan ini.
Membatalkan pernikahannya secara sepihak seperti itu sudah menjadi bentuk ketidaksopanan atau ketidakpatuhan mereka terhadap klan Aegistar. Dan seharusnya mereka mengetahui hal itu.
(Tapi kenapa... Kenapa mereka berani melakukannya?)
Disamping rasa kesal terhadap keluarga Bestlafiol, Nodens juga sangat penasaran. Ingin mengetahui kebenarannya.
Oleh karena itu, dia mengutus seseorang untuk mengamati keluarga Bestlafiol dan mencari keberadaan Freya.
Hanya saja, sudah sampai hari ini dia tidak menemukan keberadaan Freya. Dan keluarga Bestlafiol juga tidak pernah melakukan hal mencurigakan apapun selain mengumpulkan Batu Kristal Suci.
Tidak ada tanda-tanda mereka melakukan peningkatan kekuatan atau berinteraksi dengan keluarga lain untuk berkolusi menggulingkan klan Aegistar.
Jika mereka paham pembatalan pernikahan itu dapat menimbulkan kemarahan bagi Nodens, mereka seharusnya melakukan hal-hal seperti di atas.
Tapi mereka tidak melakukannya, seolah-olah percaya bahwa Nodens tidak akan melakukan hal buruk terhadap keluarga mereka.
Jika itu bukan bentuk merendahkan Nodens, lalu disebut sebagai apa perlakuan mereka itu?
(Apa Carol percaya kalau aku tidak akan melakukan hal buruk padanya? Atau, apa dia mengira, aku tidak berani macam-macam terhadap keluarganya, karena mereka merupakan salah satu keluarga besar?)
Setiap hari Nodens selalu memikirkan ini. Dan sampai pada hari kedatangan informasi yang berisi kejadian aneh di Dunia Manusia, yaitu hari ini tentang pemusnahan.
"Setiap hari aku sudah terlalu sibuk memikirkan Freya, sekarang apa lagi yang terjadi di dunia manusia? Huh, sial."
Kalimat itu diucapkan setelah Nodens membuka pesan yang berisi adanya kekuatan baru di Dunia Manusia...
***
**
*
Di koridor panjang, seorang pemuda berlari terburu-buru dengan nafas tidak teratur.
Sampai akhirnya tiba di depan pintu salah satu ruangan, dia berhenti dan mengatur nafas.
*tok-tok-tok*
Dan mulai mengetuk pintu setelah sistem pernapasan berjalan normal.
"Masuk."
Suara seorang pria dari balik pintu mengizinkan Pemuda itu untuk masuk.
Meski dia menutup mata, Pemuda itu tahu bahwa dia masih bisa melihat. Itu sama sekali tidak menghalangi pekerjaannya.
Si pemuda tidak tahu kenapa dia selalu menutup mata, tetapi Pemuda itu sangat mengetahui bahwa dia adalah pria terkuat yang pernah ada sepanjang sejarah manusia.
Benar, pria itu bernama Tristan Polgreen, seorang Grand Master Asosiasi Petualang sekaligus Pahlawan yang paling terkenal sepanjang sejarah perang dengan iblis.
Di negara ini, Kerajaan Sloraim, tidak ada manusia yang tidak mengenal nama "Pahlawan Tristan". Karena nama ini selalu muncul di dalam dongeng anak-anak sebelum tidur.
Meskipun cuma dongeng, setengah dari cerita tersebut diyakini adalah sebuah peristiwa konkret yang terjadi di masa lalu. Dimana ras iblis menyerang ke wilayah manusia, namun dicegah oleh Tristan.
"Kau sepertinya sedang terburu-buru, Marco. Apa yang sedang terjadi?"
Tristan bertanya ke si pemuda, atau yang dikenal dengan sebutan Marco.
Mengetahui Tristan bertanya padanya, Marco kemudian tersadar dan mendekati Tristan untuk memberikan laporan.
Isi laporan mengenai peperangan yang terjadi antara Kerajaan Herunia dengan dua negara besar, yaitu Kekaisaran Dortos dan Kekaisaran Karamia.
Sampai sana, Tristan masih bersikap biasa. Peperangan merupakan hal yang sering dijumpai. Alasannya tidak jauh dari keserakahan, dendam, dan sejenisnya.
Itu semua merupakan sifat dasar manusia, jadi Tristan tidak terlalu peduli.
Dia hanya menebak bahwa Kerajaan Herunia pasti kalah dalam perang, melihat mereka telah diapit oleh dua kekuatan besar.
Namun tidak sesuai dengan dugaannya, ternyata Kerajaan Herunia memenangkan peperangan.
"Bagaimana mereka bisa menang?"
Itu membuat Tristan sangat terkejut dan menanyakan kembali untuk memastikan kebenaran.
Dilihat dari manapun, kekuatan dua Kekaisaran itu terlalu besar untuk dihadapi oleh Kerajaan Herunia sendiri.
(Kerajaan Herunia juga bisa terbilang cukup besar, namun tidak sampai mengungguli dua Kekaisaran tersebut. Bahkan untuk mengungguli satu negara itu saja masih tidak bisa. Tapi kenapa...)
"Berdasarkan laporan terpercaya tim Pengumpulan Informasi kita, Kerajaan Herunia telah meminta bantuan kepada Negari Naga dan Kerajaan Binatang ketika perang dengan dua Kekaisaran itu."
Marco menjelaskan, sedikit ragu.
"Negeri Naga... Oh, Negeri Misterius yang baru-baru ini terkenal itu. Jadi Kerajaan Herunia bekerja sama dengan mereka?"
__ADS_1
Negeri Misterius. —Tristan sudah mendengar rumor tentang negara baru itu, namun tidak pernah mendapatkan informasi detail tentang mereka.
Berdasarkan rumor, Tristan hanya tahu sampai — "mereka merupakan negara baru yang berdiri di wilayah Tanah Naga".
Tristan mengerti kalau naga pasti tidak akan bisa melakukan hal-hal seperti membangun negeri, itu sebabnya dia berfikir bahwa terdapat sekelompok komunitas telah tinggal di tanah para naga dan membuat negeri dengan membawa nama naga karena lokasi mereka berada di tanah naga.
Tentang ras seperti apa komunitas itu, Tristan tidak mengetahuinya dengan pasti.
"Benar, Tuan Tristan."
"Begitu rupanya. Lalu, apakah mereka menang karena telah menggunakan naga sebagai alat pertempuran?"
"I-Itu..."
Marco sangat ragu ingin menyampaikan laporannya.
"Katakan saja semua yang kau ketahui."
"Baik. Cabang Asosiasi Petualang di Kerajaan Herunia telah mengirim laporan bahwa, ketika perang terjadi, Kerajaan Herunia tidak mengirim satupun prajuritnya untuk melawan musuh. Semua perang itu diurus oleh pihak dari Negeri Naga."
Marco menyampaikan. Namun hal itu justru membuat Tristan bingung dan memiringkan kepala.
"Err... Begini, Grand Master. Kami sendiri tidak tahu dengan apa yang dimaksud oleh pemimpin cabang guild kita di sana. Tapi isi pesan mengatakan bahwa prajurit dari Negeri Naga telah menggunakan suatu mantra skala besar untuk melenyapkan seluruh pasukan musuh yang menginvasi Kerajaan Herunia. Tanpa belas kasih, ratusan ribu prajurit dari dua Kekaisaran itu dimusnahkan dengan sihir ledakan besar."
Marco menyampaikan berita itu dengan wajah penuh keraguan.
Dia sendiri sangat tidak yakin dengan isi laporan dari pemimpin cabang tersebut. Namun kebenarannya sudah dibuktikan, dan banyak saksi mata telah melihat perang itu berlangsung.
Jadi, jika cerita itu hanya dilebih-lebihkan maka akan langsung diketahui perbedaannya.
Setelah mendengar laporan, Tristan menghentikan pekerjaannya dalam mengurus dokumen di atas meja, dan mulai mengolah laporan Marco dalam diam.
Kekuatan untuk menghancurkan ratusan ribu prajurit tanpa tersisa, hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang setara atau melebihi dirinya.
Tidak diragukan lagi. Isi laporan mengatakan bahwa pasukan Kekaisaran telah dimusnahkan seluruhnya, tidak membiarkan siapapun hidup.
Dengan kata lain, sihir itu dilakukan dalam tempo yang sangat singkat. Sehingga tidak ada seorangpun yang dapat melarikan diri dari dampak serangan.
"Ah, bagaimana dengan Kaisar mereka?"
Tristan bertanya.
"Kaisar dari Kekaisaran Karamia telah berhasil diamankan oleh pihak Kerajaan Herunia. Sedangkan Kaisar dari Kekaisaran Dortos dibawa pergi oleh pihak Negeri Naga."
"Hmm, masing-masing mendapatkan satu kepala... Apa isi pesan hanya mengatakan itu saja?"
"Isi pesan juga memberi tahu tentang dua regu bantuan dari Negeri Naga. Masing-masing regu berisi lima naga yang dapat bertransformasi ke wujud manusia. Mereka dikenal sebagai "Fourteen Elite Members", dan—"
Marco menyampaikan laporan dengan terburu-buru. Lalu sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Tristan memotong.
"—Tunggu, Tunggu. Naga dapat bertransformasi ke wujud manusia?"
Tristan dengan wajah terkejut bertanya.
Jika laporan dari pemimpin cabang Asosiasi Petualang di sana itu benar, itu artinya Negeri Naga benar-benar negeri komunitas para naga.
Bukan komunitas ras dengan kecerdasan tinggi seperti manusia, demi human, atau sejenisnya yang selama ini Tristan perkirakan.
"Benar, Grand Master."
Marco menjawabnya dengan pasti.
"Begitu, ya."
Tristan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa sihir sekala besar itu pasti ulah para naga tersebut.
Jika para naga itu dapat bertransformasi ke wujud manusia, kemungkinan bila mereka telah berevolusi dan mendapatkan kekuatan besar sangat tinggi.
Kalau sudah seperti itu, persoalan memusnahkan ratusan ribu prajurit mungkin bukan hal yang mustahil.
(Meski begitu, jumlah mereka lebih dari sepuluh. Terkenal dengan sebutan "Fourteen Elite Members", ya.)
(Mereka mungkin bisa menjadi keberadaan yang cukup mengancam bagi umat manusia.)
(Aku akan memeriksa hal ini lebih jauh lagi dan mencari tahu mereka itu negeri seperti apa.)
"Marco, kau terakhir ingin mengatakan apa barusan?"
Tristan mengingat bahwa dia telah memotong laporan Marco.
"Ah, isi pesan di akhir mengatakan bahwa sihir skala besar itu dilakukan oleh sejumlah Golem aneh yang disebut dengan Helios."
"Hah?"
Isi laporan terakhir telah merusak semua asumsi Tristan secara tiba-tiba.
(Sihir skala besar itu dilakukan bukan karena sejumlah naga elite itu, melainkan oleh Golem!?)
__ADS_1
Tristan sangat ingin mengatakan "Kenapa kau tidak mengatakan hal itu lebih awal?" kepada Marco. Agar semua pemikirannya di atas tidak sia-sia.
Namun Tristan sadar kalau dialah yang telah menginterupsi laporan sebelum Marco menyelesaikannya. Jadi dia hanya bisa terdiam dan menghela nafas.