Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".

Karena Cokelat, Aku Pergi Ke "Dunia Lain".
Kekuatan cinta.


__ADS_3

Freya sedang berjalan menyusuri lorong.


Seperti biasa, dengan wajahnya yang cantik, mata berwarna biru tajamnya selalu memancarkan ketegasan, rambut pirang yang dikuncir, dan gaun putih polos untuk tidur.


Meskipun ini sudah malam, freya hanya mengenakan satu pakaian tanpa takut kedinginan.


Itu sudah wajar, karena kondisi di dalam kastil tidak dingin sama sekali, justru malah hangat.


Kastil memiliki alat yang disebut "air conditioner" atau bisa disingkat dengan "AC" untuk mengondisikan kelembapan dan temperatur ruangan kastil. Itu sebabnya kastil tidak memerlukan perapian disetiap ruangan, kecuali di dapur.


Freya terus berjalan di lorong lantai dua, berharap untuk bertemu seseorang.


Sebelumnya, freya berasal dari lantai tiga, dia bukan tanpa alasan berjalan-jalan di malam hari, itu karena dia sedang mencari seseorang untuk menanyakan sesuatu yang membuatnya gelisah akhir-akhir ini.


Sebenarnya, freya memiliki jawabannya sendiri dengan pertanyaan itu, tetapi dia ingin mendengarnya langsung dari orang yang sudah membuatnya gelisah, yaitu albert.


Freya selalu merasa aneh dengan emosinya yang tidak beraturan belakangan ini, dia merasa dilema.


Sangat aneh, kenapa orang itu selalu muncul di kepalaku?


Itu apa yang freya pikirkan.


Pemikiran seperti itu selalu muncul semenjak pertemuannya dengan albert dan merlin di observatorium.


Meskipun merlin hanya mengatakan sebuah kalimat yang terpotong, tapi entah kenapa freya sudah mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh merlin. Dan itu membuatnya selalu gelisah.


Tidak hanya itu, sejak awal, freya selalu merasa aneh dengan albert. Ketika mereka sedang bersama, freya merasa hatinya sangat tenang dan nyaman.


Padahal mereka baru saja bertemu, tapi freya memiliki perasaan yang bisa sangat mempercayai albert.


Aku tidak pernah merasa aneh seperti ini sebelumnya.


Freya semakin bingung dengan keadaannya sendiri.


Sekarang, freya memiliki tuntutan hasil pertaruhan mereka. Dengan itu, dia bisa bertanya secara langsung kepadanya.


Tunggu, setelah aku mengetahui jawabannya, apa yang harus aku lakukan?


Freya kembali lagi merasa dilema.


Karena dia sudah mengetahui jawabannya, itu pasti tidak akan berakhir dengan begitu saja.


Memikirkan itu wajah freya memerah karena suatu alasan.


Tidak, tidak, tidak, mungkin ada sedikit kesalahpahaman di sini. Benar, mungkin aku memikirkan ini terlalu keras, itu hanya sebuah pemikiran yang tidak berdasar. Ya, benar... Sigh.


Sambil menggelengkan kepalanya, freya menghindari kenyataan dengan alasan yang tidak jelas.


Setelah lama berjalan, freya bertemu dengan tiga orang sedang berdiri di depan ruang kerja albert, mereka adalah william, ignis, dan leon.


"ah, kakak freya."


Leon menyadari kedatangan freya.


"sedang apa kalian di sini?"


Freya bertanya dengan wajah datar.


"kami sedang membicarakan tiramosa."


"dan, warga desa."


"benar."


Mereka bertiga tampak kompak dan harmonis.


"kenapa tidak berbicara di dalam ruangan?"


Ada banyak ruangan dan bangku di sini, jadi berdiri terlihat sangat tidak nyaman.


"benar juga, setelah tuan albert pergi, kami malah asik mengobrol di sini."


Kata william, seolah-olah mereka baru menyadarinya.


Namun, freya tidak peduli dengan itu, yang dia pedulikan hanya kata "pergi" di sana.


"albert pergi?"


"ya, ada orang yang datang membawa pesan, dia mengaku sebagai bawahan lady titania. Jadi, tuan albert dan kakak pertama pergi untuk itu."


Nama yang sangat tidak asing di kuping freya. Itu adalah nama iblis yang menguasai wilayah ini. Pasti itu mengarah ke masalah warga desa huldra.


Jika diingat kembali, ketika cyclops membawa kastil ini ke sini, ada sekelompok iblis dan monster yang menyerang kastil ini. Tapi, itu dicegah oleh freya dan golem endrin.


Kejadian itu hanya terjadi sekali, setelah itu mereka tidak pernah menyerang lagi.


Mungkin itu ada hubungannya dengan cyclops yang meminta izin kepada lady titania. Lagi pula, mereka adalah sesama iblis, mereka pasti memiliki koneksi.


"ada apa, kak freya?"


"dia pasti sedang memikirkan kenapa dia tidak diajak."


"sepertinya begitu."


Mereka bertiga tertawa di sana seolah-olah itu adalah lelucon.


Namun, freya tidak tertawa dan malah memberikan tatapan yang sangat intens ke arah mereka bertiga.


Menyadari itu, seseorang mengatakan "eh?" dan mereka bertiga menjadi diam, lalu mereka baru sadar bahwa atmosfer di sekitar mereka sudah mulai terasa dingin.


Sepertinya, lelucon mereka tidak diterima dengan baik oleh freya.


Jika dipikirkan kembali, mereka bertiga tidak ahli dalam hal menahan pukulan.


Leon adalah pemanah, sangat penting untuk menjaga jarak dari lawannya, dia sangat tidak ahli dalam pertarungan jarak dekat.


Ignis adalah seorang giant yang memiliki tubuh fisik yang kuat, tapi pada dasarnya, dia memiliki peran sebagai elementalis dengan gaya bertarung menjaga jarak dari lawannya.


Satu pukulan dari freya, ignis pasti tidak akan berakhir hanya dengan sihir pemulihan biasa.


Terakhir william. Perannya sebagai pendeta membuat dia memiliki sihir pemulihan yang sangat ampuh. Ditambah, dia adalah seorang vampir yang memiliki "keturunan darah sejati", itu membuat william tidak akan terbunuh dengan mudah bahkan jika tubuhnya sudah dipotong menjadi 10 bagian. Singkatnya, william adalah makhluk abadi.

__ADS_1


Namun, rasa sakit yang ditimbulkan dari damage yang dia terima, masih tetap bisa dia rasakan.


Memikirkan itu, mereka bertiga memiliki keringat dingin di punggung mereka masing-masing.


"biar aku ingatkan, aku masih belum memaafkan kalian karena sudah berani mempermalukan aku di depan albert."


Freya semakin menegaskan.


Mereka bertiga mendadak teringat kembali kejadian di meja bundar.


Itu membuat mereka bertiga semakin dan semakin merinding, bahkan keringat dingin sudah mulai bercucuran di dahi mereka.


Sial, kenapa seseorang membuat candaan seperti itu?


Mereka saling mengutuk diri mereka masing-masing di dalam hati.


Pada awalnya, freya adalah orang yang tegas kepada siapapun kecuali albert dan merlin.


Mereka bertiga sadar dengan hal itu, tapi karena freya tidak memiliki ingatan di dalam game, mereka bertiga menjadi lupa dan menganggap freya yang sekarang berbeda.


Apanya yang berbeda? Dia masih tetap sama seperti freya yang sebelumnya.


Itulah yang mereka pikirkan sekarang.


Berbicara tentang tegas, itu berlaku juga untuk merlin. Tidak, merlin bahkan tidak bisa dibilang tegas, dia adalah orang yang kejam.


Merlin tidak sebaik freya yang mau mengingatkan seseorang sebelum bertindak. Jika posisi mereka ditukar, merlin akan langsung menghajar mereka bertiga tanpa adanya peringatan.


Dia sangat sadis, jadi mereka bertiga tidak akan pernah berani berbuat kesalahan di depan merlin.


Sekarang, freya menunjukkan sikap tegasnya di depan mereka, yang membuat mereka harus mempertimbangkan kembali sikap dan tingkah laku mereka ketika berada di depannya.


Jika aku tahu ini akan terjadi, aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi.


Pada detik itu juga, mereka bersumpah.


Juga, mereka merasa bangga dengan tuan mereka, albert.


Bisa-bisanya anda menikahi wanita-wanita yang seperti ini. Apa kepala anda masih baik-baik saja?


Mereka heran dengan tuannya.


Di dalam kepala mereka, tidak ada kata "manis" untuk kedua wanita itu.


Tapi, albert tidak mengetahui itu karena merlin dan freya selalu bersikap manja jika berada di depannya. Albert hanya bisa bekerja dengan keras agar tidak dibenci oleh istrinya.


Jika dia mengetahui hal ini, dia pasti akan semakin bekerja dengan ekstra keras, yang bahkan istilah "kerja lembur bagai kuda" tidak akan bisa disamakan.


Setelah memperhatikan sikap mereka, freya sadar kalau dia sudah terlalu berlebihan. Dia menaruh kedua tangannya di pinggang dan menghela nafas.


"apa kalian tahu kapan mereka akan kembali?"


Mereka bertiga menggelengkan kepala secara bersamaan.


"kami hanya disuruh untuk berjaga selama mereka pergi."


Itu yang leon katakan. Dua lainnya hanya bisa mengangguk, takut salah bicara.


Mereka pergi ke kediaman bangsawan iblis, pastinya di sana terdapat banyak pasukan iblis.


"aku pikir, itu tidak apa-apa."


"benar, tuan albert dan merlin sangat kuat."


"umu."


Mereka sangat percaya dengan itu.


Freya juga merasakan hal yang sama. Albert dan merlin memang orang yang kuat.


Lalu dia baru sadar akan sesuatu.


"ngomong-ngomong, aku lupa menanyakan ras merlin, apa dia manusia juga?"


Ketika di meja bundar, mereka tidak membahas atau menentukan apapun dan malah bercanda di sana.


Freya bisa mengetahui jenis ras mereka dari ciri fisik yang mereka miliki, tetapi merlin sangat terlihat seperti manusia normal pada umumnya.


"eh, bukankah kalian berasal dari ras yang sama? Hanya saja kak merlin sedikit berbeda."


"eh?"


Jawaban yang tidak terduga dan membuat freya sangat terkejut.


.


.


.


.


.


Titania viozele, adalah salah satu dari 10 bangsawan agung yang berkuasa di dunia iblis.


Meskipun dia terlihat sangat cantik, tetapi dia terkenal sebagai iblis yang paling tua di antara mereka.


Kekuatannya juga tidak dapat diremehkan, dan semua iblis sudah tahu kalau hanya raja iblis yang bisa menandinginya dalam hal kekuatan.


Namun, saat ini, seseorang dapat dengan mudahnya mencekik leher titania sambil tersenyum.


Ini adalah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan, dan titania pasti tidak akan tinggal diam karena sudah dipermalukan sampai sejauh itu.


Titania mengakui kekuatan orang yang berada di depannya. Ini adalah pertama kalinya dia bisa kalah dalam adu kekuatan dengan orang lain selain raja iblis.


Dia menyerah beradu fisik dengan orang itu dan mulai merapal mantra sihir andalannya.


Tangan kanannya mulai mengeluarkan cahaya.


"hee~, kau tidak mau menyerah juga."

__ADS_1


Itu yang dikatakan oleh orang yang sedang mencekiknya, merlin.


Dengan cepat, merlin menyapu bidang hampa di depannya dengan tangan kiri.


Tidak tahu dengan apa yang merlin lakukan, tangan titania langsung terputus di sana, dengan suara *buk* tangan titania yang terputus jatuh tidak berdaya ke lantai.


"apa? Tidak mungkin!"


Titania terkejut karena merlin bisa dengan mudahnya memotong tangannya.


Merlin sepertinya sangat menikmati itu dan ada perubahan yang terjadi pada tubuhnya.


Rambut hitamnya mulai berubah perlahan menjadi perak dari pangkal.


Kemudian, sepasang sayap besar dan hitam muncul di punggung merlin, ditambah strip — atau yang lebih dikenal sebagai sirkuit suci — berwarna emas pada sayapnya, membuat itu menjadi sangat dikenali oleh titania.


"hah? kau-- tidak, anda adalah..."


Titania belum selesai dalam mengucapkan kalimatnya tetapi merlin sudah mencengkeram lehernya dengan keras hingga suara *krek* dari kerongkongan yang remuk di lehernya dapat terdengar.


"woi, merlin!"


Albert melihat itu dengan panik dan langsung meraih tangan merlin untuk mencegahnya.


Ini bukan seperti albert peduli dengan titania tetapi akan menjadi masalah jika ini terus berlanjut karena merlin ingin mengekspos kemampuan miliknya. Bahkan perubahan bentuk yang terjadi pada merlin sudah membuat albert menjadi bermasalah.


Albert menarik tangan merlin, tapi merlin tidak menghiraukannya. Malahan, itu mengganggu kesenangannya dalam menyiksa seseorang.


"pengganggu!!"


Merlin tidak senang dan mendorong albert menjauh hingga menabrak dinding.


*bang*


Itu terbentur dengan sangat keras.


Ugh, benar-benar pengalaman yang pahit.


Itu yang dipikirkan oleh albert.


Untungnya albert sudah terintegrasi dengan hydra, jadi kerusakan pada tubuhnya dapat terminimalisir.


«master, terdapat kerusakan yang fatal pada jiwa anda. Izin untuk menggunakan buah kebangkitan untuk memulihkannya.»


«hah? Cepat lakukan saja!»


Albert tidak tahu kalau buah kebangkitan bisa memulihkan jiwa yang rusak. Tapi, bukan itu masalah sekarang.


Hanya dengan didorong oleh merlin bisa membuat kerusakan fatal? Kemampuan apa yang dia miliki?


Juga, serangannya bisa langsung mengenai jiwa seseorang tanpa melukai tubuh targetnya. Bahkan albert tidak merasa terlalu sakit di sana tetapi nyawanya sudah terancam.


Namun, albert tahu kalau merlin tidak memiliki niat untuk membunuhnya, dia hanya ingin menjauhkannya karena merasa terganggu.


Kemudian tubuh albert mulai bercahaya karena hydra telah menggunakan buah kebangkitan.


Cahaya itu mengganggu merlin, dan dia langsung mencari sumbernya.


Lalu dia melihat suaminya, albert, sedang dalam kondisi yang tidak bagus.


Albert duduk terengah-engah di lantai sambil menyentuh kepalanya yang sedang sakit karena terbentur dengan tembok. Meskipun dia sudah terintegrasi dengan hydra dan sudah memiliki tubuh yang kuat, dia masih dapat merasakan rasa sakit yang ditimbulkan dari unsur eksternal yang menyakitinya.


Melihat itu, merlin sadar dengan apa yang sudah dia lakukan. Dia langsung melempar titania seolah-olah itu hanyalah sampah dan langsung pergi menghampiri albert.


"tunggu, apa kamu baik-baik saja?"


Merlin mendekati albert yang sedang duduk di lantai dengan wajah yang sangat khawatir.


"ya, aku baik-baik saja-- ugh..."


Albert mengatakan itu, tapi raut wajahnya tidak mengatakan kalau dia sedang dalam kondisi yang baik.


Merlin langsung merapal mantra sihir penyembuhan pada albert. Itu tidak dilakukan sekali, tetapi berulang kali sambil bergumam "maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku." pada dirinya sendiri. Dia tampak sangat merasa bersalah di sana.


"hei, itu sudah cukup, merlin."


Albert menjadi risih dengan apa yang dilakukan oleh merlin. Tapi, merlin tidak menanggapinya dan terus melakukan hal yang sama, jadi albert meraih tangannya yang sedang terulur untuk menghentikannya.


Tangan merlin sudah terpegang oleh albert tetapi merlin masih melakukan sihir penyembuhan padanya.


Apa dia tidak sadar?


Albert bingung, jadi dia menarik merlin ke pelukannya supaya merlin bisa tenang.


Lalu, albert bisa merasakan kalau tubuh merlin sedang bergetar parah.


"tenanglah, merlin, ada apa denganmu?"


Merlin tidak menjawab. Meskipun dia sudah berhenti merapal sihirnya, dia masih terus bergumam meminta maaf.


Tidak lama kemudian merlin menangis di sana sambil meneruskan gumamannya.


Eh, kenapa dia menangis?


Albert semakin kerepotan dengan sikap merlin.


Tidak ada ide, albert mengangkat wajah merlin dan langsung menciumnya.


Tindakan mesum seperti itu bukan tanpa alasan, tetapi albert pernah membaca artikel di internet kalau alat sensorik pada bibir seseorang sangat sensitif. Jadi, dengan tujuan untuk membuat fokus baru, albert mencium merlin supaya merlin bisa merubah fokus pikirannya.


Sebenarnya hanya dengan menyentuh bibirnya saja dengan jari, itu sudah cukup. Namun, albert memiliki kepercayaan tentang kekuatan cinta.


Cinta.


Dengan cinta, seseorang bisa melakukan apapun.


Dengan cinta, seseorang bisa membuat apapun.


Dengan cinta, kedamaian dan bencana dapat terbentuk.


Dengan pemikiran itu, albert mencium merlin, berharap agar merlin bisa tenang karena albert sudah berjanji untuk tidak membuat merlin menangis lagi.

__ADS_1


__ADS_2