
Para beastman sudah dikembalikan ke hutan dan kami juga telah mendapatkan beberapa tenaga kerja.
Cukup menguntungkan untuk satu perjalanan ini. Padahal kami masih perlu menunggu hingga semua naga dikembalikan.
Apa lebih baik jika kami mengambil sendiri para naga itu? Dengan begitu, semua akan lebih cepat, kan?
Yah, aku sangat ingin melakukan itu agar bisa kembali ke kastil secepat mungkin, Bagaimanapun aku masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi aku ingin pemerintah negara ini bertanggung jawab.
Sebagai pihak yang dirugikan, kami tidak terlalu memiliki banyak tuntutan.
Aku ingin memeras raja itu, namun tidak ada alasan bagiku untuk melakukan itu. Seperti halnya meminta ganti rugi dengan uang, tapi para naga masih tidak mengerti alat tukar itu.
Jadi, jika aku meminta kompensasi uang dan memberikan seluruh uang itu kepada para naga yang ditangkap, aku tidak yakin mereka bisa menggunakannya. Tidak, sejak awal mereka memang tidak menginginkannya.
Bagaimanapun juga, para naga memiliki jumlah mineral yang banyak, termasuk emas. Mereka memiliki banyak emas, khususnya naga bumi. Beberapa sudah ada yang berubah menjadi orihalcum, tapi tidak semua.
Dari apa yang kami ketahui, butuh waktu lama untuk merubah logam reguler menjadi logam sihir.
Tanah ini sudah dihuni oleh naga selama tiga ribu tahun. Sudah pasti beberapa logam seperti itu akan berubah. Tetapi, jika naga tidak bersarang di dekat logam reguler tersebut, mereka tidak akan mendapatkannya.
Ini bukan seperti logam bisa muncul secara tiba-tiba, semua masih harus melibatkan proses kerja alam.
Mengesampingkan kekayaan akumulatif kami. Aku belum mandi sejak kemarin sore.
Toko martin tidak memiliki kamar mandi, dan jika anda ingin membersihkan tubuh anda, anda harus pergi ke sumur untuk menimba air. Dengan itu, anda bisa membersihkan tubuh anda dengan handuk yang dibasahi.
Serius? Nah, aku melupakan bahwa latar dunia di dalam game seperti abad pertengahan, dan itu juga berlaku di sini.
Banyak orang yang tidak mengetahui budaya mandi, termasuk martin. Fasilitas seperti kamar mandi sangat sulit untuk ditemukan, bahkan di kalangan sosial menengah ke atas.
Jika ada, itu pasti perbuatan orang-orang dari dunia asalku, aku yakin dengan itu.
Lalu, aku teringat dengan "sampo". Barang itu, kami selalu memilikinya. Siapa yang mereproduksi barang itu ke dunia tanpa budaya mandi ini? Dia pasti seseorang dari dunia lain, atau lebih tepatnya dunia asalku.
Dan alasan kenapa kami selalu memiliki sampo, mungkin karena fasilitas kastil yang memadai. Apapun itu, wanita gnome dan Freya selalu tampil cantik. Setelah mereka tinggal lama di dalam kastil dan mulai terbiasa dengan penggunaan kamar mandi, mereka pasti menemukan sesuatu seperti sabun dan sampo di kota sixam dan menjadikan itu sebagai budaya baru mereka.
Yah, aku tidak pernah melupakan ini. Itu sebabnya aku ingin memadai kamar mandi di setiap rumah.
Ras naga, sebagai ras terkuat, mereka juga ras terkaya dan nanti mereka akan menjadi ras yang berbudaya.
Sungguh, kata "monster" tidak akan cocok untuk mereka jika kota kami sudah selesai.
Mungkin ini hanya hayalan anak remaja, tetapi aku ingin mereproduksi mesin motor untuk kendaraan.
Serius, itu hanya seperti sebuah angan-angan karena aku hanya mengingat sedikit tentang mesin motor. Itu pun, karena aku memiliki pengalaman bekerja (bermain) di bengkel semasa smp.
Ketika sudah masuk ke sma, aku berhenti bermain di luar rumah dan memilih menjadi otaku game di dalam kamar. Kenapa coba?
Seandainya aku memiliki waktu lebih lama bekerja (bermain) di bengkel tersebut, mungkin sekarang aku sudah mengerti tentang mesin di luar kepala.
Aku sangat salut dengan komik yang menceritakan diri mereka pindah ke dunia lain sama sepertiku.
Mereka bisa memikirkan tentang banyak hal di dunia itu, sangat hebat. Kapasitas penyimpanan otak mereka di luar kata normal, dan aku sangat iri.
Yah, percuma saja mengeluh untuk itu. Lagi pula, aku dikirim ke sini tanpa persiapan apapun. Kalau saja pria penjual cokelat itu memberi aku pemberitahuan lebih dulu, aku pasti akan menyiapkan apapun yang aku butuhkan untuk tinggal di dunia seperti ini.
Aku akan membuka Internet dan menyalin proyek apapun di atas kertas agar aku tidak lupa.
Sekarang percuma saja untuk menyesalinya, semua sudah terjadi dan tidak ada yang bisa aku ubah.
«Saran, gunakan kemampuan Titania untuk meretas semua ingatan anda tentang masa lalu.»
Tiba-tiba, aku mendapatkan wahyu dari makhluk kebijaksanaan, Hydra.
«Maksud kamu?»
«Titania bisa memanipulasi ingatan seseorang dengan kemampuannya, yang artinya, dia juga bisa melihat seluruh ingatan dari target kemampuan itu.»
...
__ADS_1
...
...
«T-tunggu, ini terlalu mendadak, aku tidak bisa memproses semuanya. Maksud kamu, kamu ingin Titania menggunakan kemampuannya untuk melihat semua ingatan aku?»
«Benar.»
Oi, oi, ini terlalu gila, bukan? Pengalaman bekerja (bermain) aku di bengkel memang hanya sebentar, tetapi aku sudah melihat mesin motor empat tak dan juga mesin diesel dari mobil.
Aku mengatakan bahwa itu cuma angan-angan karena aku tidak mengetahui ukuran dari komponen mesin tersebut. Dan sekarang, kami hanya perlu untuk mereproduksi dari contoh gambar hasil ingatan aku tentang itu. Bagaimana dengan ukurannya, itu semua bisa aku serahkan kepada pandai besi Marlof bersama pengrajin Sam dan Rudo. Mereka bertiga pasti akan semangat tentang prospek mesin motor.
Sungguh, kenapa aku lupa bahwa dunia ini memiliki hal-hal konyol seperti "sihir"? Aku seharusnya lebih memajukan pikiran aku tentang dunia sihir. Singkirkan semua kata "mustahil" di dalam kepala dan ganti semua itu menjadi gagasan "semua akan berjalan baik dengan sihir".
Baik, aku harus mengingat ini dengan baik. Lupakan kata mustahil dan cari tahu kebenaran dengan sihir.
Sekarang aku sudah mendapatkan terobosan mental baru. Aku harus hidup dengan filosofi luar biasa itu.
Aku tidak perlu lagi khawatir tentang logistik. Semua itu akan ditangani oleh mesin jika itu berhasil. Ya, Marlof dan yang lainnya harus bekerja keras. Aku tidak akan memaafkan kata "tidak bisa" keluar dari mulut mereka.
Jika mereka kekurangan ide, kita hanya perlu mencari ahli teknisi di dunia ini agar mereka bisa bertukar pendapat dan menyukseskan proyek tersebut.
Baiklah, semua menjadi liar dan aku terlalu bersemangat. Aku bisa menyisipkan niat itu karena Titania tidak akan pergi kemana pun.
Aku tidak menyangka dia akan lebih berguna daripada hanya digunakan sebagai sumber wawasan. Dan aku teringat kembali tentang tubuhnya yang sangat spektakuler.
Ya ampun, aku berharap tidak membuat kesalahan apapun. Dua istri sudah cukup untukku. Tidak, itu bahkan sudah lebih dari cukup. Aku tidak ingin dibenci oleh Merlin dan Freya karena mereka berdua sudah seperti malaikat di mataku... Hmm? Bukankah mereka memang malaikat?
«Kamu tidak bisa melakukan hal seperti Titania, Hydra?»
«Jangan meminta hal yang macam-macam, itu adalah keterampilan yang sudah melalui proses perumusan dan pelatihan Titania. Singkatnya, itu adalah ide yang diimplementasikan. Saya tidak memiliki ide seperti itu. Tetapi jika hanya untuk menyalin keterampilan tersebut, saya masih bisa melakukannya.»
«Eh, kamu bisa menyalin skill seseorang?»
«Bukan sembarang orang, aku hanya bisa menyalin skill dari seseorang yang langsung terhubung denganku.»
«Maksud kamu, jaringan lambang?»
«Benar.»
Fumu, intinya, aku hanya perlu memikirkan sesuatu dengan logika dasar. Tidak perlu untuk pergi jauh menciptakan sesuatu yang hebat tetapi tidak berguna.
Nah, sudah cukup untuk berkompromi tentang budaya. Aku ingat tujuan aku membawa Byakko ke ibu kota adalah untuk berdiskusi tentang kebijakan aliansi kami.
Aku ingin merekrut penguasa kerajaan binatang untuk bergabung dengan aliansi yang bahkan belum didirikan ini. Namun, sangat penting untuk membuat hubungan yang baik sedini mungkin.
Kami menuju ke istana kerajaan dengan berjalan kaki. Sambil menikmati betapa sibuknya kota di pagi hari.
Berbeda dengan penduduk berbadan sehat di kota terpencil wilayah Gerard, penduduk ibu kota yang berjalan kaki rata-rata memiliki tubuh yang kurus atau bisa disebut langsing karena mereka masih tampak baik-baik saja.
Mungkin karena harga makanan di sini lebih mahal. Bagaimanapun, ini adalah ibu kota dan mayoritas dari mereka bekerja sebagai buruh atau menawarkan jasa di perusahaan.
Berbeda dengan penduduk wilayah Gerard yang berfokus pada pertanian dan peternakan. Adapun petualang, mereka juga selalu membawa daging dan bahan-bahan berkualitas dari monster.
Jadi, semua tidak seperti apa yang aku bayangkan tentang "dunia lain" di fiksi fantasi. Hal-hal seperti penduduk yang kelaparan sepertinya tidak mungkin terjadi di era yang makmur ini.
Tidak, sejak awal aku memang sudah salah karena membandingkan dunia nyata dengan fiksi. Selama mereka tidak mengalami musibah seperti perang atau bencana alam, mereka akan baik-baik saja.
Setelah puluhan menit berjalan, kami akhirnya tiba di depan istana. Memang jauh, untungnya kami memiliki kaki yang kuat.
Kami berbicara dengan penjaga gerbang istana untuk meminta pertemuan dengan raja.
Ngomong-ngomong, Byakko dalam bentuk therianthrope harimau putih, Leon dengan bentuk seperti biasa dan Azure dengan tanduk naga. Secara keseluruhan, kami terlihat seperti sekelompok demi-human tanpa status karena ke sini tanpa menggunakan kereta.
Penjaga menilai kami dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
"Raja sedang sibuk saat ini. Beliau tidak boleh diganggu."
Itulah yang dia katakan.
__ADS_1
Dia pasti belum melihat kedatangan kami kemarin dan menganggap kami hanya orang biasa karena kami datang ke sini dengan berjalan kaki.
Aku lupa bahwa formalitas sangat diperlukan agar bisa bertemu dengan raja. Tetapi bagaimana kami bisa memberi tahu penjaga itu kalau kami adalah tamu penting? Dia bahkan tidak mau untuk menyampaikan kedatangan kami kepada raja hanya karena kami berjalan kaki!
Haruskah aku menghancurkan istana ini agar dia mengerti kekuatan kami?
Kami agak kerepotan, tetapi ada penjaga yang lebih tua menghampiri penjaga di depan kami dan langsung memukul kepalanya. Aku rasa, dia tidak kesakitan karena menggunakan helm.
"Oh, bukankah anda sekalian adalah tamu kehormatan raja? Tolong maafkan atas kekasaran anak buah kami, saya akan mendisiplinkan dia setelah ini. Dan aku sangat senang jika anda sekalian memberi tahu urusan kalian datang ke sini kepada saya."
Penjaga yang lebih tua meminta maaf dengan wajah kerepotan.
Aku menyuruhnya untuk menyampaikan kedatangan kami kepada raja dan sedikit berpesan bahwa aku juga datang bersama dengan raja beastman.
Sang penjaga yang lebih tua sedikit terkejut, menyuruh kami untuk menunggu di ruang tamu dan langsung berlari masuk ke dalam istana. Sedangkan untuk penjaga baru, dia sangat menyesal atas tingkat laku sebelumnya dan meminta maaf dengan wajah pucat setelah mengetahui bahwa kami bersama dengan raja beastman.
Rumor tentang kekuatan raja beastman pasti sudah meluas di dataran ini.
Entah kenapa, aku selalu mengalami hal-hal yang mirip seperti ini.
Aku selalu berada di lingkungan orang berprestise seperti Freya, Endrin, atau Titania. Dan berkat keagungan mereka, aku selalu dihormati.
Ini membuat aku merasa tidak nyaman karena aku selalu dihormati tanpa membuat prestasi apapun.
Haruskah aku bersyukur atas itu semua? Entah kenapa, aku tidak bangga sama sekali. Ini tidak keren.
Seharusnya aku adalah pahlawan yang dimuliakan, bukan? Aku seharusnya membuat prestasi agar bisa dikenal oleh lebih banyak orang.
Supaya ketika aku mendapatkan situasi seperti ini lagi, aku akan mendapatkan kalimat "Ohh, ini adalah pahlawan Albert itu, kan?" atau "Ya ampun, anda adalah pahlawan Albert yang dirumorkan itu, bukan?" seperti itu.
Aku sangat tidak nyaman jika memimpin kelompok tetapi orang lain hanya mengenal anggota kelompokku dan aku hanya dikenal sebagai "teman" dari tokoh penting seperti Byakko dan yang lainnya.
Huh, itulah isi pemikiran yang ada di dalam kepalaku. Tetapi berkebalikan dengan keinginan itu, aku benar-benar malas untuk mencari prestasi.
Lihat, aku sudah memiliki rumah beserta keluarga. Hanya dengan itu saja sudah cukup untuk mengisi kesibukan harian aku.
Aku tidak ingin melakukan hal-hal ekstrem seperti "perang" atau sesuatu semacam itu. Itu bukan gayaku.
Biasanya itu akan menjadi fiksi bergenre remaja atau adventure. Aku memang menyukainya, hanya saja, perjuangan mereka terlalu sulit dan merepotkan untuk bisa mencapai puncak kekuatan.
Itu bagus bagi orang yang memiliki kemampuan, tetapi bagi orang yang hanya sekedar "ikut-ikutan", mereka akan berakhir dengan mengenaskan.
Karena aku tidak ahli dalam hal itu, aku akan bijak untuk menghindarinya dan berfokus pada kegiatan yang lebih menguntungkan.
Kami masuk ke ruang tunggu istana, duduk di bangku yang disediakan.
Byakko duduk di sebelahku, sedangkan Leon dan Azure memilih untuk berdiri. Di sana aku langsung menyuruh mereka duduk karena aku sudah lelah melihat mereka bekerja tanpa istirahat.
Mereka menuruti perintah dan tiba-tiba ada seorang anak muncul di depan kami.
Dia gadis yang imut, usianya mungkin sama dengan Eren atau lebih muda. Rambut lurus terawat berwarna hitam dengan gaun berwarna cokelat.
Dia menatap Byakko dengan penasaran sambil menyentuh bibirnya dengan telunjuk tangan kanan.
Aku hafal dengan pose itu. Dia terlihat sangat menginginkan sesuatu namun tidak berani untuk melakukannya. Sikap yang sama seperti Atla dan Eren. Tidak, itu adalah sikap wajar anak-anak seusia mereka.
Karena aku sudah sering berurusan dengan anak-anak, entah kenapa aku bisa cepat memahami pola pikir mereka.
Aku mengeluarkan permen dari dalam inventaris. Itu merupakan permen buatan Ignis untuk Atla dan Eren. Aku selalu menyimpannya untuk memberikan mereka jatah lebih di luar pengawasan ibu mereka.
Seolah-olah permen adalah umpan, aku menggunakan permen untuk menarik perhatian gadis kecil itu.
Fokus dia dari Byakko berubah menjadi ke arah permen dan dia telah mengambil umpannya.
Sangat mudah.
Bentuk dari permen ini juga sangat menarik perhatian anak-anak, jadi gadis itu mengambilnya karena penasaran.
Gadis itu memakannya setelah aku mengatakan bahwa itu bisa dimakan. Setelah menggigit, dia merasa sangat menikmati permennya.
__ADS_1
Aku bertanya-tanya, kemana orang tua dari anak ini? Karena gadis itu tidak mau menjawab, kami menjadi agak kerepotan.